Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan aktivitas yang sangat penting
dalam mewujudkan pembangunan.Dilihat dari berbagai perspektif,kemajuan indonesia tidak
dapat dilepaskan dari aktivitas tersebut.
Dibidang perekonomian,pembangunan sarana dan prasarana penunjang pertumbuhan
perekonomian

dapat

terlihat

dari

penyediaan

fasilitas

jalan,jembatan,infrastruktur,telekomunikasi dan lain lain.Dibidang sosial ,pengadaan barnag


dan jasa publik untuk peningkatan fasilitas kesehatan,pendidikan,dan pengentasan
kemiskinan juga membantu mengatasi sebagian masalah sosial

1.2 Rumusan Masalah


1.Bagaimana pengadaan barang dan jasa publik di Indonesia ?

1.3 Tujuan
1.Memahami teori barang dan jasa publik.
2.Mengetahui system pengadaan barang dan jasa sektor publik.
3.Mengetahui siklus pengadaan barang dan jasa sektor publik.
4.Mengetahui teknik pengadaan barang dan jasa.
5.Mengetahui contoh praktek pengadaan barang dan jasa di organisasi sektor publik.

BAB II
ISI
1. Teori Barang dan Jasa Publik
1.1 Sifat dan lingkup pengadaan barang dan jasa publik
Pengadaan barang dan jasa publik adalah perolehan barang,jasa dan pekerjaan publik
dalam cara dan waktu tertentu yang menghasilkan nilai terbaik bagi pemerintah serta
masyarakat.
Pengadaan barang dan jasa publik merupakan hakikat dari tugas organisasi sektor
publik.Proporsi uatama pengeluaran publik pada setiap level organisasi sektor publik adalah
pengadaan barang dan jasa serta aktivitas konstruksi.Sebagai contoh,dari besaran pengeluaran
pengeluarannya dapat diperlihatkan bahwa sekitar 20% dari pengeluaran pemerintah pusat
ditujukan untuk pengadaan barang dan jasa,serta lebih dari 50% pengeluaran publik negaranegara berkembang digunakan untuk pengadaan barang dan jasa,termasuk kontak
konstruksi.Cakupan kontrak serta pembelian barang dan jasa tersebut sangat beragam mulai
dari

sistem

persenjataan,hingga

industri

pabrik-pabrik

besar

untuk

bahan

mentah,pangan,kertas,pakaian,dan pelayanan penjagaan.


Pengadaan barang dan jasa publik dapat dilakukan secara sentralisasi dan desentralisasi
pada derajat yang berbeda, ini semua diatur oleh bagian pengadaan atau unit kerja
berssangkutan yang bekerja di bawah kebijakan,pedoman,dan pandangan entitas pengadaan
barang dan jasa di organisasi sektor publik.
Dalam pengadaan barang dan jasa,terdapat perbedaan mendasar antara proses pengadaan
barang dan jasa di pemerintah dan di perusahaan swasta.Perusahaan swasta kurang
menekankan persaingan penawaran secara formal ,prosedur yang didokumentasikan,dan
mendesak

konflik

kepentingan

yang

terkait

pemerintah.Manajer

swasta

lebih

mengembangkan insentif dalam pembelian barang dengan harga yang tinggi,atau menyewa
kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang tinggi dan harga yang
kompetitif.Ukuran akuntabilitas terkait dengan hasil bukan proses,karena hasil pada sektor
swasta lebih mudah diukur dengan referensi dampak terhadap laba perusahaan secara
keseluruhan.

Pada organisai sektor publik,pimpinan bagian pengadaan harus mengikuti ketentuan


prosedur yang kompetitif,dan aturan yang diberikan lebih mengutamakan keadilan serta
kewajaran.Selain itu,apabila terjadi kesalahan atau pelanggaran dalam pengadaan barang dan
jasa publik,dapat menimbulkan dampak politik yang meluas,termasuk ketakutan akan adanya
kolusi

dengan

kontraktor

dan

aturan

keuangan,dapat

mencegah

entitas

publik

mengembangkan hubungan jangka panjang,dan juga kadang kala pengadaan barang dan jasa
publik sering kali digunakan sebagai alat bagi tujuan kebijakan publik,seperti membantu
mengembangkan pertumbuhan industri kecil di daerah,kelompok perempuan,dll.Sedangkan
perusahaan swasta lebih menyukai hubungan yang stabil dengan pemasok dan kontrak jangka
panjang untuk memastikan serta mempermudah perencanaan bisnis.

1.2 Tujuan pengadaan barang dan jasa publik

Ekonomi
Kriteria ekonomi mengacu pada bagaimana memperoleh barang dan jasa dengan
spesifikasi dasar waktu dan harga terendah,seperti dengan menghasilkan produk
dengan biaya produksi yang rendah namun hasil produksi tetap efisien.

Subtitusi impor
Strategi pengadaan barang dan jasa organisai publik dapat mendorong pertumbuhan
industri lokal dengan memberikan pilihan kepada pemasok lokal,atau membatasi
pembelian pada perusahaan asing.

Pengembangan Persaingan
Persaingan dalam pengadaaan abrang dan jasa dodefinisikan sebagai kesempatan
yang sama bagi pemasok yang memenuhi kualifikasi untuk bersaing dalm mencapai
kontrak publik.Persaingan dan kejujuran dibutuhkan tidak hanya untuk memastikan
manfaat outcome dalam harga dan kualitas,namun juga untuk memajukan
akuntabilitas publik dalam setiap prosesnya.Peningkatan persaingan dalam pengadaan
barang dan jasa publik merupakan tujuan dari organisasi sektor publik yang didukung
organisai-organisai internasional.

Dimensi Penataan
Prinsip utama dalam good governance menyiratkan prinsip serta peraturan pengadaan
barang dan jasa yang konsisten,kualifikasi kontraktor,penyerahan penawaran,dan
manajemen kontrak.Informasi dan dokumentasu aturan ini harus tersedia secara
luas,sementara aturan-aturannya harus diselenggarakan secara adil dan konsisten.

Perlindungan terhadap Kepentingan Masyarakat


Ada tidaknya pertanggungjawaban atas kebijakan pelayanan merupakan hal yang
terpisah dari pemberian pelayanan itu sendiri.Organisasi sektor publik bertanggung
jawab untuk memastikan bahwa pelayanan tersebut dapat menjangkau masyarakat.

Perlindungan Lingkungan
Kebijakan pengadaan barang dan jasa publik oleh organisasi sektor publik harus
didasarkan pada kebijakan yang sadar lingkungan,baik dari sisi pilihan produk,metode
produksi ,pengemasan dan daur ulang.

1.3

Barang dan jasa publik Vs barang dan jasa swasta


Barang publik adalah barang kolektif yang harus dikuasai oleh organisasi sektor

publik.sifatnya tidak ekslusif dan diperuntukkan bagi kepentingan seluruh warga dalam skala
luas.Ada yang dapt dinikmati warga secara gratis seperti,udara bersih,air bersih,dan
lingkungan yang aman.
Barang swata adalah barang khusus yang dimiliki oleh swata,bersifat ekslusif dan
hanya bisa dinikmati oleh individu yang mampu membelinya,karena harganya disesuaikan
dengan harga pasar,dan harus mendapat keuntungan sebesar-besarnya,seperti perumahan
mewah,vila,hotel.

Penyedia layanan
Barang atau jasa yang dibiayai publik dapat dikontrakkan sektor swasta,misalnya
penggunaan kontraktor swasta dalam pembangunan lapangan terbang,ataupun
sebaliknya,namun sektor swasta mempunyai kecendrungan bekerja lebih efisien dan
efektif ketimbang sektor publik,hal ini terjadi karena :

Sektor swasta memiliki flesibelitas dalam pengelolaan sumber daya sehingga


perubahan permintaan pasar dapat ditanggapi

Persaingan pelayanan mendorong lebih baiknya mutu pelayanan dengan harga


yang lebih murah bagi pelanggan

Perubahan kelembagaan
Salah satu penentu utama hubungan ini adalah sikap orang yang bekerja si sektor
publik.Agar sebuah organisai sektor publik terbuka terhadap saran dari lembaga ynag
mewakili konsumen,atau bersedia mempertimbangkan pengalihan ke sektor
swasta,suatu perubahan persepsi atau paradigma baru diperlukan.

1.4

Standar Harga
Dalam rangka menyiapkan rancangan anggaran yang akan disahkan menjadi

anggaran,organisasi sektor publik harus menjaring aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan


pelayanan yang berbentuk fisik (barang) maupun yang bersifat jasa.Rancangan anggaran
pendapatan dan belanja pada dasarnya memuat rencana keuangan yang diperoleh dan
digunakan sektor publik demi melaksanakan kewenangannya dalam penyelenggaraan
kegiatan operasi organisai,serta pelayanan umum selama satu tahun anggaran.
Untuk menyusun anggaran pendapatan dan belanja,organisasi sektor publik
membutuhkan standar harga sebagai acuan bagi unit kerja/dinas untuk mengukur aktifitas
dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja.Penentuan standar harga dalam organisasi
sektor publik ditujukan sebagai upaya mewujudkan tugas pengadaan barang dan jasa yang
aman,sehat,serasi,serta selaras dengan lingkungannya melalui proses penyelenggaraan yang
tertib dan dapat dipertanggungjawabkan,yang menuntut standardisasi baik berupa standar
harga maupun administrasi.
Penerapan standar harga pada dasarnya dapat memberikan tujuan dan manfaat sebagai
berikut :

Menghindari adanya belanja yang kurang efektif dalam upaya pencapaian kinerja

Terciptanya acuan standar harga yang normal mengenai barang dan jasa yang
dapat dijadikan acuan bagi unit kerja yang ada di organisasi pemerintahan maupun
organisasi sektor publik lainnya.

Terciptanya komunikasi yang lebih efektif dalam penyusunan anggaran.

1.5 Kebijakan pengadaan barang dan jasa publik


Dalam pengadaan barang dan jasa,peraturan harus ditetapkan demi mengatur tata
laksana pengadaan barang dan jasa.Seperti contoh,pemerintah indonesia telah menerbitkan
Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang
dan Jasa Instansi Pemerintah sebagai penyempurnaan dari aturan dan prosedur
sebelumnya,yakni Keppres 80 Tahun 2003.Hal ini dimaksudkan untuk mengukur pengguna
barang/jasa dan pemasok barang/jasa sesuai tugas,fungsi,hak,dan kewajiban,serta peranan
masing masing pihak dalam proses pengadaan barang/jasa,yang dibutuhkan pemerintah
dalam jumlah yang cukup dengan kualitas dan harga yang dapat dipertanggungjawabkan
dalam waktu serta tempat tertentu secara efektif dan efisien menurut ketentuan dan tata cara
yang berlaku.
Keppres 61 Tahun 2004 telah mengatur dengan tegas dan jelas mengenai prosedur
pengadaan barang/jasa,termasuk pembinaan dan pengawasannya.Peranan asosiasin dunia
usaha yang telah mengenal dan memahami akan pentingnya manajemen usaha yang
profesional perlu dioptimalkan.Asosiasi dunia usaha harus berpasrtisipasi secara aktif dan
bertanggungjawab dalam pembangunan.

2. Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Sektor Publik


Kerangka kerja hukum dan peraturan bagi pengadaan barang dan jasa
Kerangka kerja hukum bagi pengadaan barang dan jasa publik termasuk kewajiban
internasional,perundang-undangan khusus pengadaan barang dan jasa,kontrak dan hukum
perdagangan secara umum,serta hak paten dan hak cipta,hukum ketenagakerjaan,hukum sewa
menyewa dan kesepakatan sewa-beli,arbitrasi,serta konsiliasi.
Banyak negara yang mengandalkan undang-undang kontrak umum untuk mengatur
pengadaan barang dan jasa publik menerapkan aturan internal yang menentukan proses
formal penawaran,evaluasi penawaran,penyerahan dan kesimpulan kontrak,serta pengelolaan
kontrak.

Penggunaan kode model (model codes)


Pada tahun-tahun belakangan ini,penekanan ditempatkan pada penyeragaman kode
pengadaan barang dan jasa dalam mengatur kerangka kerja dasar pengadaan barang
dan jasa yang dilengkapi dengan aturan yang lebih rinci oleh organisasi sektor publik.

Manual dan prosedur


Manual pengadaan barang dan jasa publik terdiri dari manual kebijakan yang
termasuk aturan pembelian dan prosedur administrasi,manual dan prosedur operasi
praktek internal,manual vendor yang sering kali berbentuk booklet mengenai
bagaimana melakukan kerjasama dengan organisasi sektor publik.
Kumpulan kebijakan atau aturan tentang pengadaan perlu didokumentasi oleh bagian
pengadaaan abrang dan jasa atau unit kerja dibawahnya.Ada pun unsur utama sistem
pengadaan barang dan jasa adalah :

Manual kualitas
Tujuan utama dari manual ini adalah untuk mendokumentasikan kebijakan
kualitas yang didefinisikan oleh bagian pengadaan pada organisasi sektor
publik,terkait dengan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh organisasi yang
menyediakan barang dan jasa

Standar prosedur pelaksanaan


Organisasi pelaksana pengadaan abrang dan jasa harus mempunyai SOP secara
tertulis,jelas,dan detail untuk seluruh kegiatan yang harus dilaksanakan.Isi dari
SOP,terutama mengenai langkah langkah gambaran kegiatan,dan pencatatan yang
disetujui,atau format laporan yang dilampirkan.

Perubahan kebijakan pengawasan


Organisasi pelaksana pengadaan barang dan jasa harus mempunyai kebijakan
untuk mengubah pengawasan.Kebijakan ini dirancang untuk mengelola perubahan
prosedur dan dokumentasi organisasi publik,terutama perubahan data dan
informasi prakualifikasi pengadaan barang dan jasa.

Kode pelaksanaan
Organisasi pengadaan barang dan jasa harus merancang,mengesahkan,dan
melaksanakan kode pelaksanaan tertulis.Kode pelaksanaan pengadaan barang dan
jasa itu harus mendeskripsikan kebijakan organisasi pengadaan abrang dan jasa
berkenaan dengan pelaksanaan staf dalam mematuhi kegiatannya.Kode pelaksaan

juga harus memberikan petunjuk kepada pegawai bagian pengadaan tentang


pelaksaan pengadaan barang dan jsa yang tepat dalam berbagai situasi.

Pentunjuk mengenai konflik kepentingan


Pengadaan barang dan jasa publik akan didukung dengan kebijakan tentang
konflik kepentingan yang harus dipatuhi oleh seluruh personel.

Daftar prakualifikasi produk dan organisasi pemasok barang dan jasa


Organisasi sektor publik yang mengurusi pengadaan abrang dan jasa harus
mempunyai prosedur untuk drafting dan memelihara daftar organisasi pemasok
barang dan jasa berdasarkan informasi tentang evaluasi outcome serta inspeksi
pelaksanaan pekerjaan.Apabila catatan evaluasi telah lengkap dan inspeksi telah
dilakukan,organisasi pengadaan barang dan jasa harus mempersiapkan daftar yang
menunjukkan status kualifikasi barang serta organisasi pemasok barang dan jasa.

Penyelenggaraan catatan
Catatan seluruh operasi harus diselenggarakan dan dijaga dalam bentuk yang
sesuai.Area yang cukuo dalam catatan penyimpanan,termasuk informasi
produk,informasi organisasi pemasok barang dan jasa,serta laporan inspeksi harus
tersedia.Akses ke area ini pun harus dibatasi hanya bagi personel yang berwenang
karena area ini menyimpan informasi rahasia.Catatan ini harus diselenggarakan
paling sedikit satu tahun melebihi saat produk dihasilkan.

3. Siklus pengadaan barang dan jasa sektor publik


Berikut adalah tahapan siklus pengadaan barang dan jasa sektor publik :

12.proses kepemilikan
serta penggunaan
barang dan jasa

1.penetapan peraturan
pelaksanaan anggaran

11.serah terima
barang/jasa

2. distribusi anggaran
ke masing masing
organisasi

10.pengerjaan
pengadaan

3.pembuatan
peraturan pengadaan
barang dan jasa

9.penandatanganan
SPK

8.pengumuman hasil
pengadaan

7.proses tendering

4.penentuan program
yang barang dan
jasanya dikelola

5.analisis anggaran
pengadaan barang dan
jasa

6.pengumuman
pengadaan

1. Penetapan peraturan pelaksanaan anggaran


Tahapan pertama dalam oengadaan barang dan jada publik adalah menetapkan aturan
dalam melaksanakan anggaran yang telah diterapkan agar pelaksanaannya dapat
dikendalikan
2. Distribusi anggaran ke masing masing organisasi
Tahapan kedua adalah pendistribusian anggaran untuk masing masing unit atau
organisasi yang membutuhkan
3. Pembuatan peraturan pengadaan barang dan jasa
Tahapan ketiga adalah pembuatan peraturan dalam pengadaan barang dan jasa
publik.Hal ini akan memberikan arahan dan pengendalian bagi setiap organisasi
dalam pengadaan barang dan jasa publik,sehingga barang atau jasa yang diinginkan
bisa didapatkan,sesuai keinginan dan anggaran yang disediakan.
4. Penentuan program yang membutuhkan pengadaan barang dan jasa
Tahapan selanjutnya adalah ,menentukan program-program kegiatan apa yang
membutuhkan pengadaan barang dan jasa.
5. Analisis anggaran pendapatan
Setelah ditemukan program apa saja yang membutuhkan pengadaan barang dan
jasa,analisi anggaran yang disediakan dibandingkan dengan barang dan jasa yang
dibutuhkan,sehingga anggaran yang disediakan tersebut dapat digunkan secara
optimal dalam pemenuhan kebutuhan barang dan jasa.
6. Pengumuman pengadaan
Tahapan selanjutnya adalah pengumuman pengadaan baarang dan jasa,atau kegiatan
pemberitahuan kepada khalayak atau pihak pihak yang mampu memenuhi barang dan
jasa yang dibtuhkan organisasi sektor publik tersebut dengan mengirimkan surat
penawaran atas barang atau jasa yang dibutuhkan.
7. Proses tendering
Dalam proses ini,organisasi sektor publik atau oemerintah daerah melakukan seleksi
atas surat penawaran barang dan jasa yang telah dikirim oleh pihak-pihak yang
mampu menyediakannya,kemudian dipilih penawaran yang paling mamu memenuho
kriteria yang diajukan oleh organisasi sektor organisasi.
8. Pengumuman hasil pengadaan
Setelah proses tendering ,tahapan selanjutnya adalah mengumumkan pihak yang
berhak memasok kebutuhan barang dan jasa bagi organisasi sektor publik.

9. Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja


Pada tahapan ini,dilakukan penandatanganan surat kerja sama antara organisasi sektor
publik dan pihak yang menyediakan barang dan jasa.
10. Pengerjaan pengadaan
Tahapn selanjutnya adalah pihak yang memenangkan tender pengadaan barang dan
jasa yang dibutuhkan organisasi sektor publik memulai pengerjaan barang atan jasa
yang diperlukan
11. Serah terima barang atau jasa
Setelah produksi barang selesai,kemudian akan dilanjutkan serah terima barang dan
jasa dari pihak yang mengadakan atau memproduksi barang dan jasa tersebut dengan
pihak organisasi ektor publik.
12. Proses kepemilikan serta penggunaan barang dan jasa
Setelah barang diterima,barang dan jasa sah menjadi milik organisasi sektor publik
dan siap digunakan dalam menunjang kegiatan apa yang tekag direncanakan.

4. Teknik Pengadaan Barang dan Jasa Sektor Publik


Bentuk dan tahapan pengadaan brang dan jasa
Bentuk pelaksaan pengadaan barang dan jasa di berbagai organisasi sektor publik
tergantung

pada

sifat

barang

dan

jasa,ukuran

dan

kerumitan

kontrak,tingkatan

administrasi,serta struktur pasar.


Penawaran kompetitif melalui tender terbuka dilakukan dengan mempersilahkan
semua penawar yang memnuhi kriteria utnuk mengajukan dokumen penawaran dalam
koridor

waktu

dan

prasyarat

tertentu.Sementara

itu,dalam

prosedur

pencairan

anggaran,perbandingan harga harus diperoleh setidaknya dari tiga pemasok barang-barang


(seperti peralatan kantor,furniture,bahan pendidikan,dll)
Organisasi sektor publik dapat memperkerjakan perusahaan atau konsultan yang
memiliki keahlian dalam pengadaan barang dan jasa.Hubungan perusahaan pengadaan dapat
dilakukan dengan kontrak.

Metode pengadaan barang dan jasa dalam berbagai nilai sangat

berbeda.Metode yang paling sederhana biasanya digunkana bagi pembelian dengan nilai
sangat rendah.

Sumber pengadaan barang dan jasa tunggal


Pengadaan barang dan jasa publik dengan sumber tunggal disebut single-tender
purchase atau pilihan langsung atau kontrak langsung.Hal ini layak dilakukan menyangkut
oembelian sistem dan peralatan dalam kondisi darurat atau bencana alam,dengan memenuhi
kondisi standardisasi perlengkapan atau suku cadang.

5. Contoh Praktek Pengadaan Barang dan Jasa di Organisasi Sektor


Publik

Pemerintah pusat
Dalam organisasi pemerintah pusat,kegiatan pengadaan barang dan jasa dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan akan barang atau jasa dalam mendukung kegiatan
operasional kenegaraan serta pelayanan kepada rakyat dengan menggunakan dan
APBN.Salah satu contohnya adalah pengadaan peralatan mesin-mesin untuk
BUMN,selain itu pengadaan barang dan jasa untuk pemilu yang dilakukan oleh
KPU juga merupakan praktek oengadaan barang dan jasa di organisasi
pemerintahan.

Pemerintah daerah
Pada intinya, proses dan prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah
sama saja dengan pemerintah pusat,hanya ruang lingkup dan tingkatan saja yang
berbeda.Sebagai contoh,pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan pilkada yang
dilakukan oleh KPUD daerah yang bersangkutan,kebutuhan rehabilitasi dan
rekonstruksi

jalan

kota

atau

propinsi,pengembangan

perumahan

dan

pemukiman,peningkatan sarana dan prasarana kantor,dll.

LSM
Tujuan pengadaan barang dan jasa di LSM adalah untuk mendukung penyediaan
layanan dasar kepada masyarakat.Contohnya,kebutuhan akan barang atau jasa
yang digunakan dalam melakukan analisis dampak lingkungan,penegakan
HAM,dan pemonitoran kegiaatan pemilu.

Yayasan
Yayasan adalah badan hukum yanag memiliki kekayaan yang dipisahkan dan
diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang sosial,keagamaan,serta
kemanusiaan.Maka dari itu tujuan pengadaan barang dan jasa pada yayasan adalah

untuk menunjang aktivitas pemberian layanankepada masyarakat di bidang


sosial,keagamaan,dan kemanusiaan.Contohnya,pengadaan barang-barang untuk
rumah ibadah daam yayasan keagamaan,serta pengadaan barang untuk bantuan
kepada korban bencana alam.

Partai politik
Contohnya adalah ketika mendekati pemilu,partai politik akan disibukkan dengan
kegiatan kampanye.Untuk keperluan kampanye tersebut,partai politik tentu
memerlukan

sarana-prasarana

kampanye

partai,bendera partai,dan lain sebagainya.

seperti

kaos

partai,spanduk

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengadaan barang dan jasa di indonesia sangat berdampak terhadap pembangunan
indonesia sendiri.Banyak contoh dari pengadaan barang dan jasa publik di indonesia seperti
pengadaan peralatan mesin-mesin untuk BUMN, pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan
pemilu yang dilakukan oleh KPU, pengadaan barang-barang untuk rumah ibadah dalam
yayasan keagamaan.
Semua tujuan dari pengadaan barang dan jasa publik ini tidak lain adalah untuk
menghasilkan nilai terbaik bagi pemerintah dan juga untuk kepentingan masyarakat luas,oleh
karena itu pemerintah menjamin mutu barang atau jasa publik yang diberikan.

Saran
Pengadaan barang dan jasa publik oleh organisasi sektor publik harus dilaksanakan
semaksimal mungkin untuk kepentingan dan kepuasan masyrakat dengan memaksimalkan
dana atau anggaran yang ada,sehingga akan berdampak baik bagi kemajuan indonesia kelak

BAB 9

Pengadaan Barang dan Jasa Publik

Disusun oleh :
Dian Mustika Sara
Firmansyah
Imam Zharfan
Martinus firdaus
Dosen pembimbing : Desmiyawati,SE,M.Si.,Ak.,CA
JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU 2014..,,kkkm