Anda di halaman 1dari 2

Khasiat buah adas:

senyawa aktif yang terkandung di dalam tumbuhan ini beserta efeknya:

Kamfena/tonik (buah): merangsang timbulnya kejang.


Limonena (buah): menghambat jamur Candida albicans penyebab
keputihan, merangsang peristaltik, menambah daya tahan tubuh, obat
flu, anti kolinesterase.
1,8 sineol (seluruh tanaman): mengatasi ejakulasi dini, merangsang
ereksi, anestesi, merangsang keringat, penguat hepar, perangsang saraf
pusat.
arginin/untuk suntik (buah): mencegah kemandulan, memperkuat daya
hidup sperma.
betha sitosterol (buah): merangsang keluarnya hormon androgen,
menghambat pengeluaran hormon estrogen, melemahkan potensi
sperma, bahan baku pembuatan hormon steroid untuk KB.
dianethole (buah): merangsang keluarnya hormon estrogen.
rutin (buah): merangsang semangat dan gairah, menunda penuaan,
menghambat pengeluaran enzim aldose-reduktase, fosfodiesterase,
lipoksigenase.
stigmasterol (buah): merangsang hormon estrogen, merangsang
terjadinya ovulasi, bahan baku hormon steroid (obat KB),
antihepatotoksik.

erut kembung:
Adas juga sangat populer sebagai antiflatulent, karena sifat karminatif dari asam
aspartat yang ditemukan dalam adas. Ekstrak adas dapat digunakan oleh semua
orang, mulai dari bayi sampai orang tua, untuk mengurangi perut kembung dan
mengusir kelebihan gas dalam perut. Adas biasanya digunakan sebagai obatobatan untuk mengurangi gejala non-ulkus dispepsia dan perut kembung pada
bayi dan anak-anak.

Minyak Asiri, Penjaga Kadar Gula Darah

Studi preklinis yang dilakukan oleh El-soud dkk yang diterbitkan pada
Macedonian Journal of Medical Sciences tahun 2011 menyebutkan
bahwa adas memiliki beberapa efek farmakologis, di antaranya minyak
asiri dari buah adas dapat menurunkan kadar gula darah dan glutation
perloksidase serta memperbaiki abnormalitas yang terjadi pada ginjal
dan pankreas. Hal ini dimungkinkan adanya peranan senyawa minyak
asiri sebagai antioksidan alami yang mampu mencegah oksidasi sel
tubuh.

Estragol dan Antioksidan, Antijamur dan Antiinflamasi

Sebuah studi antifungal terhadap empat tipe jamur yang dilakukan oleh
Mironescu dan Georgescu serta dipublikasikan dalam Acta Research

Paper Universitatis Cibiniensis Sris E: Food Technology tahun 2010


menyatakan kandungan senyawa trans dan cisanetol serta estragol yang
terdapat dalam adas bermanfaat sebagai antijamur.
Studi lain yang dilakukan oleh Albano dkk yang diterbitkan di
Industrial Crops and Products tahun 2010 menyebutkan bahwa tanaman
adas (Foeniculum vulgare) diduga memiliki efek anti-inflamasi, tetapi
persentase zat aktif yang bekerja sebagai anti-inflamasi belum dapat
ditentukan secara pasti. Selain memiliki efek anti-inflamasi, adas
diketahui memiliki efek antioksidan, khususnya untuk mencegah
terjadinya oksidasi superoksida dalam tubuh.

Anisaldehide, Penjegal TBC

Dalam sebuah studi preklinis, anisaldehide merupakan salah satu


senyawa aktif dalam buah adas yang diketahui dapat membantu
pengobatan TBC dengan cara meningkatkan khasiat streptomycin (obat
dalam pengobatan TBC). Studi mengenai efektivitas anisaldehid dalam
pengobatan TBC sudah dilakukan sejak tahun 1950-an. Studi preklinis
yang dilakukan oleh Steinbach dan Baker yang diterbitkan oleh Proc
Soc Exp Biol Med tahun 1950 menyebutkan bahwa anisaldehide efektif
digunakan untuk membantu pengobatan TBC karena dapat
menghambat pertumbuhan bakteri penyebab TBC, yaitu bakteri
Mycobacterium tuberculosis.