Anda di halaman 1dari 2

2.3.

Dampak Pencemaran Terhadap Kesehatan Manusia


2.3.1. Karbon Mono Oksida (CO).
Gas ini sangat berbahaya, tidak berwama dan tidak berbau, berat jenis sedikit lebih
ringan dari udara (menguap secara perlahan ke udara), CO tidak stabil dan membentuk
CO2 untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. CO berbahaya karena bereaksi dengan
haemoglobin darah membentuk Carboxy haemoglobin (CO-Hb). Akibatnya fungsi Hb
membawa oksigen ke sel- sel tubuh terhalangi, sehingga gejala keracunan sesak nafas dan
penderita pucat.Reaksi CO dapat menggantikan O2 dalam haemoglobin dengan reaksi :
02Hb + CO ! OBb + O2 .
Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem kontrol syaraf
turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat menyebabkan kematian.
Waktu tinggal CO dalam atmosfer lebih kurang 4 bulan.
CO dapat dioksidasi menjadi CO2 dalam atmosfer adalah HO dan HO2 radikal, atau
oksigen dan ozon. Mikroorganisme tanah merupakan bahan yang dapat menghilangkan
CO dari atmosfer.
Dari penelitian diketahui bahwa udara yang mengandung CO sebesar 120 ppm dapat
dihilangkan selaIna 3 jam dengan cara mengontakkan dengan 2,8 kg tanah (Human,
1971), dengan demikian mikroorganisme dapat pula menghilangkan senyawa CO dari
lingkungan, sejauh ini yang berperan aktif adalah jamur penicillium dan Aspergillus.
2.3.2. Didrokarbon (DC).
Sebagai zat pencemar, kehadiran hidrokarbon di atmosfer dapat menghasilkan
pembentukan kabut (smog). Jika terjadi pembakaran tidak sempurna maka hidrokarbon
(HC) semakin banyak terbentuk, dengan sifat gas ini adalah bau yang tajam clan mudah
mengikat N02 diudara menjadi komponen smog, yaitu komponen polusi sekunder photochemical oxydant. Untuk Hidrokarbon ini dapat mengganggu kesehatan manusia dengan
iritasi pada kulit, mata, hidung, tenggorokkan akibat atom karbon yang diikatnya.
Kematian dapat terjadi dari Benzene jika 20.000 pprn setelah 5 10 menit.
2.3.3.

Nitrogen Oksida (NOx).


Ada dua cara untuk menghindari pembakaran tidak sempurna, maka dilakukan 2
proses pembakaran yaitu :

1. Bahan bakar dibakar pada temperatur tinggi dengan sejumlah udara sesuai
dengan persarnaan stoikiometri, misalnya dengan 90 -95% udara. Pembakaran NO
dibatasi tidak dengan adanya kelebihan udara.
2. Bahan bakar dibakar sempurna pada suhu relatif rendah dengan udara berlebih.
Suhu rendah menghindarkan pembentukan NO. Kedua proses ini menurunkan
pembentukan NO sarnpai 90%.
NO2 pada manusia dapat meracuni paru-paru, kadar 100 ppm dapat menimbulkan
kematian, 5 ppm setelah 5 menit menimbulkan sesak nafas.
2.3.4. Sulfur Dioksida (SOx).
SOx mempunyai ciri bau yang tajam, bersifat korosif (penyebab karat), beracun
karena selalu mengikat oksigen untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. SOx
menimbulkan gangguan sitem pernafasan, jika kadar 400-:500 ppm akan sangat
berbahaya, 8-12 ppm menimbulkan iritasi mata, 3-5 ppm menimbulkan bau.
2.3.5. Partikulat.
Partikel asap atau jelaga hidrokarbon (Policyclic Aromatic Hydrokarbon) selalu
mengganggu pandangan karena kehitaman dan kepekatan, asapnya juga bersifat
karsinogenis (penyebab kanker).
2.3.6.

Timah Hitam (Pb).


Timah hitam dalam bentuk senyawa TEL Tetra Etthyl Lend ( C5HI2O) digunakan
sebagai bahan tambahan (additif) untuk meningkatkan angka oktan dari bahan bakar
sehingga meningkatkan daya mampu bakarnya.
Timah hitam di udara akan terhirup oleh manusia sehingga akan terpapar setiap
harinya, yang mengakibatkan konsentrasi akan semakin meningkat sehingga lambat laun
timah hitam ini akan dapat mempengaruhi fungsi tubuh karena menumpuk pada hampir
setiap organ tubuh manusia (ginjal, hati, paru, darah) dan juga menimbulkan kanker
(karsinogenik).