Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MESIN LISTRIK

Motor 1 phasa

Disusun Oleh :
Rina Wulansari
LT 2B / 19
3.31.12.1.20

Program Studi Teknik Listrik


Jurusan Teknik Elektro
Politeknik Negeri Semarang
2013

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik
disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah
tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air danpenyedot debu.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron,
dengan

dua

standar

global

yakni IEC dan NEMA.

Motor asinkron IEC

berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch),
dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).

1.2 TUJUAN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari mata kuliah Mesin Listrik serta
agar mahasiswa dapat lebih memahamai materi dari mata kuliah Mesin Listrik.

1.3 RUANG LINGKUP


Karena dalam materi motor listrik menyangkut materi yang sangat luas. Maka
dalam makalah ini hanya akan dibahas mengenai Motor listri 1 phasa baik AC maupun
DC.

BAB II
PEMBAHASAN
Motor listrik 1 phasa dibagi menjadi Motor Listrik Arus Searah (DC) 1 phasa dan Motor
Listrik Arus Bolak Balik (AC) 1 Phasa . yang akan dijelaskan di sub bab dibawah ini.

A. Motor Listrik Arus Searah (DC) 1 Phasa


Dilihat dari sudut kegunaan utamanya,motor arus searah dapat dibagi dalam dua
kelompok utama yaitu: motor Listrik dan Generator atau sering disebut dinamo.
Suatu motor listrik pada intiya dapat dianggap terdiri dari bagian-bagian yang
diam yang dinamakan stator (rangka atau ganbar) dan suatu bagian yang berputar
dinamakan rotor, pada mesin arus searah lazim disebut jangkar.
Dalam konversi energi, baik dari energi listrik ke energi mekanik (motor listrik)
atau dari energi mekanik ke energi listrik (Generator) selalu melalui suatu medium
medan magnit. Dalam hal ini ada 3 parameter yang selalu berinteraksi yaitu:
1.

Fluksi magnit

2.

Konduktor berarus

3.

Gerak (force)

Ketiga parameter tersebut dipenuhi dengan adanya:


1.

Kumparan medan

2.

Kumparan jangkar

3.

Sistim poros dan bantalan

motor arus searah terdiri dari lima bagian utama yaitu:


1. Poros yang terbuat dari baja
2. Inti rotor terbuat dari plat dinamo
3. Kumparan Rotor
4. Kumparan medan
5. Komutator dilengkapi dengan lamel-lamel sebagai terminal kumparan jangkar motor

Gambar 2.1 Bagian uatama mesin listrtik arus searah

1. Stator/Rangka gandar
Pada motor arus searah, gandar berfungsi sebagai bagian dari rangkaian
magnetik yang biasanya di buat dari besi tuang. Pada gandar terdapat seperangkat
kutub-kutub medan yang dibuat dari inti laminasi baja pelat dan kumparan medan
dipasngkan pada kutub-kutub medan tersebut, seperti ditunjukkan pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Stator dan rangka gandar

Sepatu kutub dibuat dari besi lapis yang cukup tipis (plat dinamo) yang
dijadikan satu, dimasukkan kedalam kumparan magnitnya yang telah di bungkus
isolasi yang memadai. Sepatu kutub ini dipasangkan pada rangka (yoke) yang
sekaligus jadi badan mesin dengan dua buah baut.
Bagian dalam badan motor arus searah(yoke) dibubut agar sepatu kutubnya
mempunyai celah udara serapat mungkin (minimum) dan lingkaran dalam betul-betul
bulat. Dalam rangka ini ditempatkan sejumlah pasang sepatu kutub.
Pasangan kutub U dan S selalu berurutan seperti letak sepatu kutubnya dan
ujung-ujung kawat kumparannya dihubungkan satu pada yang lain sehingga keluar
hanya 2 ujung dan dipasang pada kotak klem dengan tanda huruf simbol F1 dan F2;
pada kotak/plat klem itu juga ditempatkan klem untuk kabel peralatan sikat yang
berhubungan dengan jangkar (armature) atau rotor dan diberi huruf simbol A1 dan
A2.
2. Kumparan Medan
Kumparan medan juga dikenal dengan kumparam penguat untuk menghasilkan
medan magnit pada kutub uama ( main pole ) .gambar 2.3 menunjukkan penepatan
kumparan medan pada inti kutub.

Gambar 2.3 penempatan kumparan medan

3. Rotor atau Jangkar


Rotor motor arus searah dilengkapi dengan komutator dengan lamel-lamel
sebagai terminal kumparan jangkar motor dan dipasangkan pada poros.
Rotor atau jangkar dibuat dari plat-plat tipis baja campuran dalam bentuk
tertentu. Alur-alur pada jangkar dibuat untuk meletakkan lilitan jangkar , lihat gambar
2.4.

Gambar 2.4 Rotor/jangkar

4. Bantalan (Bearing)
Bantalan pada motor/dinamo berfungsi sebagai:
a. Memperlancar gerak putar poros
b. Mengurangi gesekan putaran dan perlu diberi pelumas
c. Penstabil poros terhadap gaya horizontal dan gaya vertikal poros motor.

Menurut tipe bantalan (bearing) dapat dibedakan antara lain:


a. Bantalan peluru
b. Bantalan roller

c. Bantalan bos

5. Tutup (End Plate)


Tutup rangka mesin

Gambar 2.5 Bagian tutup


Pada setiap motor listrik atau generator mempunyai 2 (dua) buah tutup, masing
masing ditempatkan pada dua sisi rangka di ikat dengan baut.
Kedua tutup tersebut befungsi sebagai:
a. Dudukan bantalan poros motor/dinamo
b. Titik senter antara rotor/poros dengan rumah stator
c. Pelindung bagian dalam motor/dinamo

6. Bagian Mekanik Sikat Arang


Sikat karbon ditempatkan diatas perputaran komutator berfungsi sebagai
jaringan untuk memindahkan arus antara jangkar dan kumparan medan. Peralatan
sikat, terdiri dari pemegang sikat (A) yaitu tempat dudukan sikat yang diikatkan
pada rangka mesin, (B) Sikat arang , (C) Komutator dan (D) Pegas. Dengan tekanan
pegas sikat arang akan selalu menekan pada komutator tanpa mengganggu
kelancaran putaran rotor. Setiap sikat terpasang pada dudukan sikat , yang disatukan
dengan pegas untuk mempertahankan tekanan sikat yang konstan pada komutator.
Perlengkapan (Rigging Brush) digunakan untuk dukungan pemegang sikat
terdiri dari sepatu dan gagang sikat.
Bagian-bagian mekanik sikat arang dapat dilihat pada gambar 2.5.

Sekalipun sudah dibentuk, nyatanya kita tidak dapat membuat sikat arang
berbentuk lengkungan seperti lengkungan komutatornya terutama ujung-ujung sikat
arangnya. Bersihkan selalu serbuk arang dan abrasip lainnya dengan memakai sikat
halus atau alat pengisap debu.

B. Motor Listrik Arus Bolak-balik (AC) 1 phasa


Berdasarkan karakteristik dari arus listrik yang mengalir, motor AC (Alternating
Current, Arus Bolak-balik) terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Motor listrik AC / arus bolak-balik 1 fasa
2.

Motor listrik AC / arus bolak-balik 3 fasa

Pembahasan dalam artikel kali ini di titik beratkan pada motor listrik AC 1 fasa, yang
terdiri dari:
Motor Kapasitor
Motor Shaded Pole
Motor Universal
Sebelumnya akan lebih baik jika anda membaca artikel mengenai motor listrik di sini

Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa


Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana pada
motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang menghasilkan
medan putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi yang menghasilkan

putaran. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa
utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2), lihat gambar1.

Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan magnet Bantu Motor Satu fasa

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki
impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil
dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding
impedansi belitan utama.
Grafik arus belitan bantu Ibantu dan arus belitan utama Iutama berbeda fasa sebesar ,
hal ini disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan tersebut.
Perbedaan arus beda fasa ini menyebabkan arus total, merupakan penjumlahan vektor
arus utama dan arus bantu. Medan magnet utama yang dihasilkan belitan utama juga
berbeda fasa sebesar dengan medan magnet bantu.

Gambar 2. grafik Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama

Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasa


Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet tegak
lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utama Iutama. yang
bernilai positip. Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar 45 dengan arah
berlawanan jarum jam. Kejadian ini berlangsung terus sampai satu siklus sinusoida,
sehingga menghasilkan medan magnet yang berputar pada belitan statornya.

Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentuk batang-batang
kawat yang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupai bentuk sangkar tupai,
maka sering disebut rotor sangkar.

Gambar 4. Rotor sangkar

Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan induksi,

interaksi antara medan putar stator dan medan magnet rotor akan menghasilkan torsi
putar pada rotor.

Motor Kapasitor

Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti
motor pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor air conditioning.
Konstruksinya sederhana dengan daya kecil dan bekerja dengan tegangan suplai PLN
220 V, oleh karena itu menjadikan motor kapasitor ini banyak dipakai pada peralatan
rumah tangga.

Gambar 5. Motor kapasitor

Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, dan belitan bantu
dengan notasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung dengan terminal U1, dan kawat
netral N terhubung dengan terminal U2. Kondensator kerja berfungsi agar perbedaan
sudut phasa belitan utama dengan belitan bantu mendekati 90.
Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan (lihat gambar6):
Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator kerja CB
disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel dengan terminal.
Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan ke terminal Z1
dan U1 dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.

Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran.

Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah kondensator dan
satu buah saklar sentrifugal. Belitan utama U1-U2 dihubungkan dengan jala-jala L1 dan
Netral N. Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengan kondensator kerja CB, dan
sebuah kondensator starting CA diseri dengan kontak normally close (NC) dari saklar
sentrifugal, lihat gambar 7.

Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jala-jala L1 dan
Netral. Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya membentuk loop tertutup
sehingga rotor mulai berputar, dan ketika putaran mendekati 70% putaran nominalnya,
saklar sentrifugal akan membuka dan kontak normally close memutuskan kondensator
bantu CA.

Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor

Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah untuk
meningkatkan nilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran motor mencapai
70% putaran, saklar sentrifugal terputus sehingga hanya kondensator kerja CB saja yang

tetap bekerja. Jika kedua kondensator rusak maka torsi motor akan menurun drastis, lihat
gambar 8.

Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor

Motor Shaded Pole

Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa daya kecil, dan
banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motor penggerak kipas angin,
blender. Konstruksinya sangat sederhana, pada kedua ujung stator ada dua kawat yang
terpasang dan dihubung singkatkan fungsinya sebagai pembelah phasa.

Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transfor mator.
Rotornya berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumah stator ditopang
dua buah bearing.

Gambar 9. motor shaded pole, Motor fasa terbelah.

Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu bagian stator
dengan belitan stator dan dua kawat shaded pole. Bagian rotor sangkar ditempatkan di
tengah-tengah stator, lihat gambar 10.

Gambar 10. Penampang motor shaded pole.

Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded pole.
Konstruksi yang sederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan, bebas
perawatan dan cukup di suplai dengan Tegangan AC 220 V, jenis motor shaded pole
banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga kecil.

Motor Universal
Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan stator dan
belitan rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor tangan. Perawatan
rutin dilakukan dengan mengganti sikat arang yang memendek atau pegas sikat arang
yang lembek. Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah dioperasikan, daya yang
kecil, torsinya yang cukup besar motor universal dipakai untuk peralatan rumah tangga.

Gambar 11. komutator pada motor universal.

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotor memiliki
dua belas alur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat arang yang menghubungkan
secara seri antara belitan stator dengan belitan rotornya. Motor universal memiliki
kecepatan tinggi sekitar 3000 rpm.

Gambar 12. stator dan rotor motor universal


Aplikasi motor universal untuk mesin jahit, untuk mengatur kecepatan dihubungkan
dengan tahanan geser dalam bentuk pedal yang ditekan dan dilepaskan.

BAB III
PENUTUPAN

A. Kesimpulan
Motor 1 phasa terdiri dari 2 jenis, yaitu motor 1 phasa arus searah (DC) dan
Motor 1 arus bolak-balik (AC).
Pada motor 1 phasa DC memiliki prinsip Motor DC merupakan jenis motor
yang menggunakan tegangan searah sebagai sumber tenaganya. Dengan memberikan
beda tegangan pada kedua terminal tersebut, motor akan berputar pada satu arah, dan
bila polaritas dari tegangan tersebut dibalik maka arah putaran motor akan terbalik
pula. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada dua terminal menentukan arah
putaran motor sedangkan besar dari beda tegangan pada kedua terminal menentukan
kecepatan motor.
Sedangkan pada motor 1 fasa AC berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga
fasa, dimana pada motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan
yang menghasilkan medan putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi
torsi yang menghasilkan putaran. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua
belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan
Z1-Z2).

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Motor_listrik
http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/04/motor-listrik-ac-satu-fasa.html
http://ilmubagus-darmaxxx.blogspot.com/2012/02/motor-ac-dan-dc-1-fasa.html
http://blogs.itb.ac.id/el2244k0112211001hendrikusjagau/2013/04/28/motor-dc-motor-ac-danpresentasi-eldas/