Anda di halaman 1dari 10

Lebih dari 30.000 penerbangan menyeberangi langit amerika serikat pada hari biasa.

Sebuah jet yang terbang di awan, knalpot mereka mengeluarkan uap air dan campuran gas
lain ke udara dingin dari troposfer bagian atas. Uap air segera mengembun membentuk
contrail, awan garis tipis akan mengikuti jalur penerbangan.
Klimatologi David Travis menggunakan data cuaca dari 3 hari setelah September
11,2001, ketika semua penerbangan komersial di Amerika Serikat dibatalkan, untuk mencoba
mengungkap dampak contrail pada suhu permukaan. Travis membandingkan data suhu ratarata dari periode tiga hari dengan data dari tiga dekade sebelumnya. Ia menemukan bahwa
termperatures malam yang umumnya dingin dan suhu siang hari yang lebih hangat daripada
selama hari-hari dengan operasi penerbangan normal. Travis menafsirkan data untuk
menunjukkan bahwa contrails menyerap panas pada malam hari, menyebabkan efek
pemanasan, dan memiliki pengaruh pendinginan siang hari saat mereka mencerminkan sinar
matahari yang masuk. Ketika ia memeriksa daerah dengan traffict udara terberat, suhu
berbeda sebanyak 3oC. Fakta sementara bahwa awan tingkat atas memiliki efek pada suhu
permukaan menggambarkan bahwa jenis dan distribusi semua awan mungkin mempengaruhi
radiasi matahari dan suhu di permukaan bumi.
Banyak radiasi matahari yang masuk baik diserap oleh awan atau dipantulkan ke
angkasa dari permukaan awan. Meningkatnya kandungan uap air pada awan tingkat rendah
menyebabkan lebih banyak sinar matahari yang dipantulkan dari permukaan awan dan
dengan demikian mengurangi energi panas yang memberikan kontribusi pada efek rumah
kaca. Sebaliknya, uap air di awan adalah gas rumah kaca utama yang menyerap energi panas
dekat dengan permukaan bumi. Oleh karena itu, peningkatan cloud cover mungkin akan
meningkatkan jumlah panas yang diserap di atmosfer yang lebih rendah. Penelitian atmosfer
saat ini berusaha untuk mengungkap peran awan untuk menentukan apakah mereka
berdampak negatif atau sebagai umpan balik positif proses pemanasan global atau keduanya,
efek pemanasan dan pendinginan pada dasarnya saling membatalkan satu sama lain.
Awan
Awan-awan dalam atmosfer terbentuk karena adanya proses fisika. Awan adalah
massa terdiri dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi
atau tubuh planet lain. Awan juga merupakan massa yang tertarik oleh gravitasi, seperti
massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari
dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.

Secara prinsipil terdapat 4 famili (keluarga besar) awan yang dibagi lagi menjadi 10
macam atau tipe secara internasional. Tiap macam atau tipe dibagi lagi menjadi beberapa
jenis dan tiap jenis menjadi anak jenis :

Famili A >>Berdasarkan Ketinggian


Awan ini terdapat pada ketinggian diatas atau lebih dari 6000 meter atau lebih tinggi dari

20000 kaki( 1 kaki = 0,3048 meter). famili A dibagi menjadi 3 tipe yaitu Cirrus (Ci) ,
Cirrostratus (Cs), Cirrocumulus (Cc).
1. Cirrus (Ci) ialah awan yang menyerupai bulu ayam putih yang tipis dengan susunan
serat-serat halus dan nampak juga seperti benang putih.
2. Cirrostratus (Cs) ialah lapis awan putih tipis menyerupai cadar putih merata.
3. Cirrocumulus (Cc) ialah menyerupai bulu domba putih atau massa globuler, biasanya
tanpa layangan.

Famili B
Famili ini termasuk awan menengah atau middle clouds. awan yang terletak pada
ketinggian antara 2000 dan 6000 meter atau antara 6500 dan 20000 kaki. awan ini terdiri
dari :
1. Altostratus (As) yaitu gumpalan awan yang menyerupai bulu domba tebal, tetapi
lembaran awannya adalah sebentuk atau uniform warna kelabu ataupun kelabu
kebiru-biruan.
2. Altocumulus (Ac) adalah awan cadar yang rapat berwarna kelabu, bentuk awannya
adalah massa globuler yang mendatar, tersusun dalam bentuk garis-garis atau
gelombang-gelombang.

Famili C
Awan ini adalah keluarga awan rendah (low clouds). Awan ini terbentuk dari
permukaan tanah (bumi) sampai pada ketinggian 2000 meter (6500 kaki). famili ini
dibagi menjadi 3 jenis atau tipe, yaitu :
1. Stratocumulus (Sc) yaitu awan bertumpuk, bergumpal atau bergulung. bentuk ini ialah
massa globuler yang besar atau gulungan dari awan yang berwarna kelabu halus
dengan tepian yang lebih terang.

2. Stratus (St) adalah sebuah bentuk lapisan uniform yang rendah dari awan yang
menyerupai kabut akan tetapi tidak menempel pada permukaan tanah.
3. Nimbostratus (Ns) adalah sejenis awan tebal (padat) dan luas. awan ini sering kali
menyerupai lapisan-bergerigi (ragged layer) dari awan-awan rendah yang sering
mendatangkan presipitasi atau curahan hujan.

Famili D
Tipe-tipe awan dalam famili ini adalah terbentuk karena naik secara vertikal. Batas
tertinggi hampir serupa dengan Ci ( 6000 meter atau 20000 kaki), sedang batas
terendahnya kurang lebih 500 meter (1600 kaki). keluarga D ini terdiri dari 2 tipe awan
yaitu Cumulus dan Cumulonimbus.
1. Cumulus (Cu) adalah awan tebal yang padat dengan perkembangan vertikal.
permukaan atasnya menyerupai bentuk doma dengan struktur seperti bunga kol
(cauliflower), sedang dibagian bawahnya datar( horizontal)
2. Cumulonimbus (Cb) adalah awan dari massa yang berat dengan perkembangan yang
menegak, terus menjulang ke atas dengan puncaknya yang menyerupai gunung,
menara atau landasan besi (anvil).

Frontal system
Frontal system adalah kombinasi dari kondisi cuaca di mana satu atau lebih front
cuaca dapat dikenali. Dengan begitu banyak sistem frontal yang begitu dekat bersama, kita
dapat memperkirakan bahwa cuaca dapat berubah-ubah selama beberapa hari ke depan.
(Definition of frontal system from the Cambridge Advanced Learners Dictionary &
Thesaurus Cambridge University Press)
Weather Front (Front Udara)
Front didefinisikan sebagai wilayah transisi tempat bertemunya dua massa udara yang
berbeda sifat fisik dan kekuatannya (Effendy dan Turyanti, 2006). Front di dalam
meteorologi merupakan wilayah transisi tempat bertemunya dua massa udara yang berbeda
sifat fisik dan kekuatannya. Ketika sebuah front melewati suatu area, itu menandakan
terjadinya perubahan pada temperatur, embun, laju angin, arah angin, tekanan atmosfir, dan
suatu perubahan dalam pola curah hujan.
Front cuaca adalah nama yang diberikan pada daerah perbatasan tempatbertemunya
dua massa udara. Adanya front mengakibatkan cuaca yang mudah berubah, seringkali

menyebabkan banyak awan dan terjadi hujan. Lokasi kejadian lintang tinggi sekitar 66,5C
lintang utara atau selatan.
Angin terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara di suatu wilayah.
Angin bergerak dari suatu tempat yang memiliki tekanan udara tinggi ke tempat yang
memiliki tekanan udara rendah (Handoko, 1995). Antara zona bertekanan udara rendah
dengan zona bertekanan udara tinggi terdapat zona dimana keduanya bertemu, zona ini
dinamakan front.
Ciri Ciri Front Udara
Front mempunyai ciri-ciri yang khusus, diantaranya adalah sebagai berikut

Sepanjang garis front terjadi angin yang bergerak dari arah yang berlawanan

Perbedaan suhu yang tajam

Cuaca yang buruk seperti hujan badai selama 2 jam pada front dingin, serta hujan
gerimis selama 2 hari pada front panas. Pada awal pembentukan front terjadi kabut.

Pada lokasi sekitar front beda suhu udara T dan Td sangat kecil, bahkan hampir sama.

Garis isobar mengalami patahan, dan pada patahan tersebut terjadi siklon.

Klasifikasi Front Udara


Kriteria yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu front di permukaan pada peta
cuaca (Ahrens, 2007) :

Tajamnya perubahan suhu pada jarak yang relatif dekat,

Perubahan pada kelembaban udara (ditunjukkan oleh perubahan suhu titik embun),

Perubahan pada arah angin,

Tekanan udara dan perubahan tekanannya,

Awan dan pola presipitasi.


Dalam suatu Front atau konvergensi massa udara, udara mengalami deformasi

kompresi. Adapun tahap tahap deformasinya biasa dibagi ke dalam empat tingkat, yaitu :
1. Tingkat normal
2. Tingkat Deformasi
3. Suatu putaran udara terjadi, arahnya berlawanan jarum jam di belahan bumi utara dan
searah jarum jam di belahan bumi selatan.
4. Tingkat deformasi frontal
5. Tingkat Occlusion

Proses Pembentukan Front Udara dan Perkembangan Front Udara


Secara umum, apabila terjadi pertemuan antara massa-massa udara yang memiliki
temperature dan kadar kelembaban yang berbeda, tidak akan terjadi percampuran. Awal
pembentukan, perkembangan hingga penguatan front dikenal dengan istilah Frontogenesis,
sedangkan fase akhir pelenyapan atau penghancuran front dikenal sebagai Frontolisis.
Pergerakan front berhubungan dengan kekuatan gradien tekanan (perbedaan
horisontal di dalam tekanan atmosfir) dan efek Coriolis, yaitu disebabkan oleh perputaran
bumi terhadap porosnya. Zona front mungkin menjadi berubah bentuk oleh fitur geografis
seperti pegunungan dan badan air yang besar.
Secara umum, apabila terjadi pertemuan antara massa-massa udara yang memiliki
temperature dan kadar kelembaban yang berbeda, tidak akan terjadi percampuran. Massamassa air ini akan saling dipisahkan di sepanjang batas yang disebut front. Udara lembab
hangat naik ke atas front dingin yang terbentuk ketika udara dingin dari kutub bertemu
dengan udara lembab yang hangat dari tropis yang menuju arah kutub. Ketika naik, udara
hangat ini mendingin yang mengakibatkan pengembunan uap air untuk membentuk hujan
atau salju. Di belahan bumi utara, udara dingin cenderung akan tersirkulasi di sekitar pusat
tekanan rendah dengan arah melawan arah putaran jarum jam, sedang di belahan bumi
selatan arahnya searah jarum jam. Sirkulasi di sekitar tekan rendah ini disebut siklon lintang
tengah.
Front hangat akan terbentuk ketika udara hangat arah utara bertemu dengan udara
sejuk yang menuju utara. Ketika udara hangat naik perlahan-lahan disepanjang kemiringan
front hangat, awan cenderung terbentuk, dan bisa saja mengakibatkan hujan. Dikarenakan
front hangat tidak seterjal front dingin kejadian hujan akan mengecil. Ketika gerakan cepat
front dingin mengejar front hangat, terbentuklah front tersumbat (occluded forms), yang
mengakibatkan terjebaknya udara hangat di atas sebuah lapisan udara dingin dan udara sejuk.
Siklon lintang-tengah dan front yang berkaitan dengannya bertanggungjawab atas semua
kejadian cuaca buruk seperti hujan hujan badai, salju petir, hujan es, petir, dan tornado.
Jenis Jenis Front Udara
Front dapat dibedakan atas lima jenis yaitu front panas ( warm front ), front dingin (
cold front ), front campuran ( occluded front ), front stasioner ( stationary front ) dan siklon
frontal. Front ini diklasifikasikan berdasarkan pada temperatur udara dan dominasi udara
yang terjadi. Setiap jenis front memiliki masing-masing keunikan dan karakteristik yang
berbeda-beda. Karakteristik front dingin berbeda dengan front panas. Apabila terjadi front
dingin, daerah tersebut akan mengalami hujan deras dan badai yang biasanya disertai dengan

petir dan kilat, sedangkan pada front panas yang terjadi adalah gerimis yang berkepanjangan.
Begitu pula dengan front campuran, stasioner dan siklon frontal, yang memiliki dampak
ataupengaruh yang berbeda terhadap fenomena cuaca.
Masing-masing front ini mempunyai ciri yang berbeda-beda sesuai dengan jenis
awannya masing-masing serta jenis massa udaranya. Karakteristik front dingin berbeda
dengan front panas. Apabila terjadi front dingin, daerah tersebut akan mengalami hujan deras
dan badai yang biasanya disertai dengan petir dankilat, sedangkan pada front panas yang
terjadi adalah gerimis yang berkepanjangan.

Front Panas ( Warm front )


Front panas terjadi apabila massa udara panas menggilas massa udaradingin. Proses

terjadinya front ini seperti udara yang naik di pegunungan sehinggaakan terbentuk kabut dan
seringkali menimbulkan hujan gerimis berkepanjangan. Awan-awan yang terbentuk pada saat
front panas ini adalah awan Cirrus,Cirocumulus, Cirrostratus, Altocumulus, dan Altostratus.
Front panas umumnya bergerak sangat lambat sekitar 10-25 mile/ jam. Front panas
mengandung massa udara yang hangat dan memiliki kelembaban yang tinggi. Ketika massa
udara terangkat maka udara akan mengalami pendinginan dan kondensasi pun terjadi. Pada
saat front panas berlangsung, terjadi hujan gerimis dalam waktu yang lama sekitar 2-3 hari.
Ciri dari terbentuknya front panas adalah adanya awan cirriform dan stratiform, juga adanya
kabut. Pada bulan musim panas, awan jenis cumulonimbus akan memiliki peluang untuk
tumbuh.

Front Dingin ( Cold Front)


Front dingin adalah massa udara dingin menggilas massa udara panas, dimana massa

udara panas akan naik di atas massa udara yang lebih dingin. Frontini menunjukkan suatu
wilayah dimana udara yang dingin, kering dan stabil mendorong udara yang hangat, lembab,
dan tak stabil (Ahrens 2007). Apabila udara hangat itu relatif tidak stabil dan mengalami
pengangkatanyang cukup besar, di zona frontal (transisi) terbentuk suatu deretan awan
cumulonimbus sehingga berpotensi terjadinya badai yang dikenal sebagai garis badai atau
squall line. Front dingin dapat bergerak dua kali lebih cepat dan perubahan cuaca yang drastis
daripada front panas, udara dingin lebih padat daripada udara hangat dan secara cepat
menggantikan keberadaan udara hangat pada lapisan perbatas.
Awan-awan yang terbentuk pada saat front dingin adalah awan Cumulonimbus (Cb)
dan Cumulus (Cu). Selama front ini berlangsung terjadi hujan badai sangat besar, Guntur, dan
kilat selama 2-3 jam.

Front Campuran ( Occluded Front )


Front campuran terjadi apabila dua massa udara dingin bertemu dengan massa udara

panas sehingga massa udara dingin akan mengambil alih lokasi massa udara panas. Pada saat
front

campuran

berlangsung,

yang

mendominasi

adalah

front

dingin,

sehingga

karakteristiknya mirip dengan front dingin. Front campuran pada umumnya terjadi dimana
front dingin bergerak lebih cepat dari front panas. Kadang-kadang dalam sebuah sistem badai
front dingin akan "mengejar" front panas. Terdapat dua jenis front campuran di atmosfer dan
temperatur udara sangat menentukan front campuran jenis mana yang lebih dominan. Front
oklusi dingin terjadi ketika front dingin bergerak cepat dan mengambil alih lokasi front panas
dimana udara pada front panas lebih bergerak lambat atau ketika front dinginmenyelusup ke
bawah front panas. Ketika hal ini terjadi maka udara dingin akan mengganti massa udara
hangat di atmosfer. Secara khusus front campuran jenis ini dapat menciptakan sebuah
percampuran dari udara yang ditemukan pada kedua front sehingga kondisi udara relatif
stabil.

Front Stasioner (Stationary Front)


Ada kalanya suatu front tidak cukup kuat untuk mendorong front lainnya,s ehingga

udara menjadi tidak bergerak. Kondisi ini dinamakan front stasioner atau front quasi stationer
(Ahrens, 2007). Front quasi stationer dapat terjadi apabila ada dua massa udara yang
bertemu, baik dingin maupun panas, tetapi masing-masing dari massa udara tersebut tidak
cukup kuat untuk mendesak satu dengan yang lainnya sehingga tidak jelas mana yang
mendominasi.
Kondisi cuaca di sepanjang front stasioner ini umumnya cerah atau sedikit berawan,
dengan udara yang jauh lebih dingin disalah satu sisi. Hal ini disebabkan karena kedua massa
udara relatif kering dan tanpa presipitasi. Tetapi front tersebut tak berlangsung lama. Jika
udara yang lebih hangat mulai bergerak dan mendorong udara dingin, front tak lagi dalam
kondisi stasioner. Kondisinya akan berubah menjadi front panas. Begitu pula ketika udara
yang lebih dingin mendapat daya dorong yang lebih kuat, maka kondisi akan berubah
menjadi front dingin dan udara hangat tersebut akan tergeser (Lutgens, 1982).
Suatu daerah dapat dikatakan mengalami front quasi stationer apabila tidak terjadi
perubahan selama rentang beberapa lama. Hal ini bersifat subjektif, karena tergantung dari
pengamat yang melakukan penelitian di lapangan. Pergerakan dari front quasi stationer ini
hanya berkisar pada 5 knot. Kondisi cuaca di sepanjang front stasioner ini umumnya cerah

atau sedikit berawan, dengan udara yang jauh lebih dingin disalah satu sisi. Hal ini
disebabkan karena kedua massa udara relatif kering dan tanpa presipitasi.

Siklon Frontal
Siklon frontal adalah daerah front dimana terjadi pertemuan dua massa udarayang

berbeda kekuatan dan karakter. Siklon frontal merupakan bentuk front yangterjadi dalam
keadaan khusus. Depresi frontal dalam tahapan paling berkembang dapat berupa badai besar
yang lebarnya mencapai 1600 km (1000 mil) dan dapat bergerak sejauh ribuan kilometer
(mil), membawa cuaca penuh badai yang sangat mudah berubah arah ke berbagai tempat
sebelum akhirnya menghilang. Front bergerak digambarkan di peta cuaca sebagai garis
lengkung.
Siklon frontal sering juga disebut sebagai siklon ekstratropis karena siklonfrontal ini
terjadi di lintang-lintang menengah dan tinggi. Siklon tersebut berbeda dari siklon tropis
dalam beberapa hal, tetapi yang paling menonjol adalah bahwa siklon ekstratropis
mengandung sistem frontal sedangkan siklon tropis tidak sehingga siklon tropis dikenal
sebagai siklon frontal. Sikoln ekstratropis terbentuk di sepanjang front kutub yang merupakan
suatu zona frontal yang memisahkan massa udara kutub yang dingin dari massa udara tropis
yang hangat.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Front Udara
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya sudut bidang front cuaca adalah :
1. Perbedaan temperature jenis udara yang lebih panas dengan jenis udara yang lebih dingin.
Temperatur dipengaruhi oleh:

Lintang tempat penilik

Sifat dan permukaan bumi dimana stasiun penilik berada

Banyak atau kurangnya awan yang meliputi langit

2. Pengaruh sifat permukaan bumi : nilai amplitudo tempertur harian diatas lautan umumnya
kecil dari pada didaratan dan gurun pasir lebih besar dari pada daerah hutan.
3. Pengaruh awan yang meliputi langit : Pada cuaca cerah , nilai amplitude tempertur harian
lebih besar dan pada langit diliputi awan.
4. Perbedaan kecepatan komponen angin,
5. Lintang geografis wilayah yang bersangkutan,

Pengaruh Front Udara terhadap Perubahan Iklim Global


Perubahan iklim menunjuk pada adanya perubahan pada iklim yang disebabkan
secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi
atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu
tertentu (United Nations Framework Convention on Climate Change). Pemanasan yang
terjadi pada sistem iklim bumi merupakan hal yang jelas terasa, seiring dengan banyaknya
bukti dari pengamatan kenaikan temperatur udara dan laut, pencairan salju dan es di berbagai
tempat di dunia, dan naiknya permukaan laut global (Climate Change 2007).
Ada beberapa parameter yang kita bisa digunakan untuk menentukan front pada suatu
wilayah. Diantaranya dengan melihat suhu udara, suhu titik embun dan arah angin pada peta
sinoptik. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa suatu wilayah diakatakan sebagai
front jika terdapat perbedaan suhu yang ekstrim pada jarak yang sangat dekat, suhu titik
embun mendekati suhu udara (RH 100% atau lembab), dan adanya angin yang bergerak pada
arah yang berlawanan.
Front berperan penting dalam cuaca karena dapat mempengaruhi cuaca, suhu dan
tekanan udara atau musim yang berlangsung di suatu wilayah. Ketika musim dingin, front
dingin memiliki daya dorong jauh lebih kuat daripada front panas, sehingga front panas tak
mampu menembus wilayah tersebut. Sedangkan ketika musim panas, yang terjadi adalah
kontradiksi. Front panas mendominasi dan mampu mendorong front dingin.
Pengaruh adanya front terhadap iklim antaralain :
1.

Volume udara akan mempengaruhi daerah dibawah permukaan sumbernya

2.

Massa udara kutub maritim berpengaruh pada kabut, gerimis, cuaca mendung dan cahaya
tahan lama hujan sedang

3.

Front panas membentuk awan cirrus yang kemudian diikuti awan stratus dan nimbostratus
yang dapat menyebabkan turun hujan di bawah permukaan front

4.

Front stasioner menyebabkan cuaca cerah

5.

Front dingin membawa awan comulusnimbus yang menyebabkan terjadinya badai di bawah
permukaan front

6.

Perubahan lapisan udara merupakan pemicu lahirnya Tornado

SAINS KEBUMIAN
Clouds and Frontal System

Nur Walidatur Rahmah (123224212)

PRODI FISIKA REGULER D


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2014