Anda di halaman 1dari 2

PPAR

Terdapat tiga subdivisi pada reseptor inti yaitu PPAR , PPAR , PPAR . Penamaan derivat
PPAR se terekspresi pada hati, ginjal, jantung dan otot skeletal. Dan sejak awal sebagai target
terapi golongan fibrat untung menurunkan kadar lipid. PPAR terekspresi pada banyak
jaringan, dimana pada sebagian penelitian bahwa reseptor beta memilki fungsi penting terhadap
regulasi kolesterol pada makrofag. PPAR sendiri terbagi atas tiga isoform mRNA yaitu PPAR
1, PPAR 2, PPAR 3. mRNA dari PPAR 1 dan PPAR 3 mengkode produk protein yang
sama sedangkan PPAR 2 berisi 28 asam amino yang dikenal sebagai N-terminuns. PPAR 1
tersebar keseluruh tempat, walaupun jumlah nya sedikit, sedangkan PPAR 2 dan PPAR 3
banyak terakumulasi pada jaringan lemak. Sehingga reseptor pada tempat tersebut memiliiki
fungsi utama dari differensiasi sel lemak, menstimulasi ekspresi dari spesifik adiposit gen dan
membantu pembetukan lipid-laden mature adiposit. Penetlitian terbaru dengan menggunakan
tikus dengan kadar PPAR yang rendah ternyata memiliki peran dalam perkembangan in vivo
dari jaringan lemak putih dan coklat. Dari penelitian tersebut didapatkan subjek penelitian
dengan mutasi gen PPAR memiliki klinis fenotip yang menyerupai regulasi dari jaringan
lemak pada manusia.
Seperti reseptor pada inti sel lainnya, PPAR memiliki struktur yang memiliki fungsi yang
berbeda di masih masing domain dan reseptor memiliki banyak hasil yang berbeda tergantung
dari regulasi transkripsi gen target di ligand-dependent manner. Setelah melakukan
docking(Respon elemen- PPREs) dari PPAR RXR heterodimer ke urutan spesifik DNA
yang berlokasi di promoter gen target, mengikat ligand eksogen mediates cofactor recruitment,
dimana menyebabkan regulasi transkripsi. Indentitas dari ligan endogen dari PPAR sampai saat
ini masih diperdebatkan(dikenal pula sebagai orphan reseptor).meskipun beberapa proses
alami membuat materi yang dapat mengkatifkan reseptor pada konsentrasi yang dapat
dibandingkan pada tingkat fisiologis, termasuk variasi dari polyunsaturated asam lemak (asam
linoleat dan asam arakidonat) dan eicosanoid(derivate preostaglandin J2) tetapi saat ini ligan
sintetis (TZDs dan tirosin agonis ) merupakan activator paling poten dari PPAR .

Gurnell, mark.2003. PPAR Gamma and Metabolism : Insight From the study of Human Genetic Variants.
Clinical Endocrinology MEDSCAPE. Di unduh pada tanggal 18 Desember 2014 dari
http://www.medscape.com/viewarticle/461349_2