Anda di halaman 1dari 18

Disusun oleh :

DION PRAYOGA
ADLITA ESKA PUTRI
YAUMIL AQSA
ANNISAH REZKI AYU
NURASIA ANDELA
WIWIT YUNI SAFITRI
NANDA DWIEKA PUTRI

SMA NEGERI 1 BANGKINANG


RINTISAN SEKOLAH BERTARAF
INTERNASIONAL

Tanah di Indonesia sangat subur karena banyak gunung api, juga


pengaruh iklim.Pembentukan tanah di Indonesia beraneka ragam, baik
oleh gunung api, pelapukan, erosi, dan pengendapan sehingga
menghasilkan jenis tanah yang beraneka ragam pula. Berikut ini adalah
jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
1.

TANAH HUMUS
Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun
dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. Humus dikenal
sebagai sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mengalami perombakan
oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna
coklat kehitaman.Humus biasanya berwarna gelap dan dijumpai terutama
pada lapisan tanah atas sehingga tidak stabil terutama apabila terjadi
perubahan regim suhu, kelembapan dan aerasi. Humus bersifat koloidal
seperti liat tetapi amorfous, luas permukaan dan daya serap jauh melebihi
tanah liat dengan kapasitas tukar kation 150-300 me/100 g, liat hanya 8100 me/100 g dan humus mempunyai kemampuan meningkatkan unsur
hara

TANAH HUMUS

2.Tanah pasir
Tanah pasir adalah tanah yang terbentuk dari batuan
beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan
berkerikil. Sifatnya sangat miskin hara, daya menahan air
sangat kurang, dan mudah tererosi sehingga tidak baik
untuk lahan pertanian.

3. TANAH ALUVIAL/ ENDAPAN


Tanah Aluvial adalah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang
dibawa oleh aliran sungai. Sifatnya lambat meresapkan air dan mudah
tererosi. Digunakan untuk persawahan, perladangan, perkebunan, dan
perikanan. Misalnya, terdapat di semua Kepulauan Indonesia, yaitu
dilembah lembah, cekungan, dan di sepanjang aliran sungai.
Wilayahnya merupakan daerah pertanian dan pusat perkebunan
penduduk

4. TANAH PODZOLIT
Tanah Podzolit adalah tanah subur yang umumnya
berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan
bersuhu rendah / dingin. Sifatnya mudah basah jika terkena
air. Tanah ini digunakan untuk persawahan, perladangan,
dan perkebunan

5.TANAH VULKANIK
Tanah vulkanik merupakan tanah yang terbentuk dari materialmaterial letusan gunung api. Material ini kemudian lapuk dengan
berjalannya waktu sehingga menjadi tanah yang sangat tinggi unsur
haranya. Lapisan tanah vulkanik gembur serta berwarna hitam. Pada
lapisan subsoil mempunyai warna kecoklatan dan terasa licin apabila di
gosok di antara jari-jari.Dari itulah dapat kita lihat bahwa pada kawasan
lereng-lereng gunung yang pernah terjadi letusan gunung api, lahan
pertaniannya sangatlah subur.

6. TANAH LATERIT
Tanah laterit adalah Tanah yang banyak mengandung zat besi dan
Alumunium,tanah ini dulunya subur akan tetapi unsur haranya hilang
karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi.Karena sifatnya tidak
subur dan berwarna merah muda. Tanah ini sering disebut TANAH
MERAH

7. TANAH KAPUR
Tanah Kapur adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan, yang
mengandung banyak zat kapur. Sifatnya cepat meresapkan air, dapat
larut oleh air hujan, dan tanahnya tidak subur. Tanah ini digunakan untuk
penanaman pohon jati. Misalnya,terdapat di pegunungan kapur di Pulau
Jawa.

8. TANAH GAMBUT (ORGANOSOL)


Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok
tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa.
Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa,
mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman, tidak berstruktur,
konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat, dan kandungan
unsur hara rendah. Berdasarkan pembentukannya tanah gambut
dibedakan menjadi :
A.

B.

Gambut ombrogen terletak di dataran pantai berawa, mempunyai


ketebalan 0.5 16 meter, terbentuk dari sisa tumbuhan hutan dan
rumput rawa, hampir selalu tergenang air, bersifat sangat asam.
Contoh penyebarannya di daerah dataran pantai Sumatra, Kalimantan
dan Irian Jaya (Papua)
Gambut Topogen terbentuk di daerah cekungan (depresi) antara
rawa-rawa di daerah dataran rendah dengan di pegunungan, berasal
dari sisa tumbuhan rawa, ketebalan 0.5 6 meter, bersifat agak asam,
kandungan unsur hara relatif lebih tinggi

c.

Gambut Pegunungan , terbentuk akibat cekungan di puncak


pegunungan api yang telah mati dan kemudian tidak menjadi telaga,
tetapi hanya merupakan rawa-rawa yang ditumbuhi vegetasi jenis
hydrophyta

TANAH GAMBUT

9. TANAH LITOSOL
Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan
tanah yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku
yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis
tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung dan pegunungan di
seluruh Indonesia.

10. TANAH MUDA (ALLUVIUM),


Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami perkembangan.
Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran
sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat di daerah datar
sepanjang aliran sungai.

11.TANAH REGOSOL
Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang
memiliki butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah
lereng gunung api. Tanah ini banyak terdapat di daerah
Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali, dan Nusa
Tenggara.

12. TANAH LATOSOL


Tanah Latosol tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih
dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 3001.000 meter.
Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses
pelapukan lanjut.

13. TANAH GRUMOSOL


Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil, agak tebal,
tekstur lempung berat, struktur kersai (granular) di lapisan atas dan
gumpal hingga pejal di lapisan bawah, konsistensi bila basah sangat
lekat dan plastis, bila kering sangat keras dan tanah retak-retak,
umumnya bersifat alkalis, kejenuhan basa, dan kapasitas absorpsi
tinggi, permeabilitas lambat dan peka erosi. Jenis ini berasal dari batu
kapur, mergel, batuan lempung atau tuf vulkanik bersifat
basa.Penyebarannya di daerah iklim sub humid atau sub arid, curah
hujan kurang dari 2500 mm/tahun.

WASSALAMUALAIKUM