Anda di halaman 1dari 73
RENCANA KERJA (RENJA) PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2015 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN

RENCANA KERJA (RENJA) PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2015

DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

(RENJA) PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2015 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

………………………………………………………………………………

i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………

ii

DAFTAR TABEL …………………………….……………………………………………………

iii

BAB I

PENDAHULUAN ……………………………………………………

1

1.1 Latar Belakang …………………

………………………………………………………

1

1.2 Landasan Hukum

………………………

…………………………………………

3

1.3 Maksud dan Tujuan ……………

……………………………………………………

7

BAB

II

EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN

KINERJA ……………………………………………………………

8

2.1.

Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja …………………

………………………

8

1. Meningkatkan Efektivitas Pengembangan Perumahan dan Pemberdayaan Komunitas Perumahan ……………………………

……….

8

2. Meningkatkan Efektivitas Pengembangan Kinerja Pembangunan

Air Mi num dan Sanitasi …………………

………………………………………

13

3. Meningkatkan Efektivitas Pengembangan Kinerja Persampahan

dan Drainase ………………………………

…………………………

…….……

17

4. Meningkatkan Efektifitas Pemanfaatan Ruang …………………

19

2.2. Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi Kedepan ………………………………

22

 

1. Milenium Development Goals (MDGs) dan National Action Plan

(NAP) Bidang Air Bersih, Sampah dan Sanitasi ……………

…………

22

2. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan

Penataan Ruang ………….………………

………………………………

……

3. Backlog Rumah dan Ka wasan Kumuh.……………………………

…….…

i
i

23

24

BAB

III

ARAH KEBIJAKAN, TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN

 

KEGIATAN …………………………………………

………………

25

3.1.

Arah Kebijakan ………………………

… …………………… …………………

25

A. Arah Kebijakan Program Pembangunan Perumahan……….…

….….

25

B. Arah Kebijakan Program Pengembangan Kinerja Pembangunan

 
 

Air Minum dan Sanitasi …………………

…… ………………………………

26

 

C. Arah Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

………

 

26

3.2.

Tujuan ……………………………………

…………………

…………………………

26

A. Tujuan Program Pembangunan Perumahan …………………………

….

27

B. Tujuan Program Pengembangan Kinerja Pembangunan

 
 

Air Minum dan Sanitasi …………………

…… ………………………………

27

 

C. Tujuan Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang ………

 

27

3.3.

Sasaran …………………………………

………………

……………………….

27

A.

Sasaran Program Pembangunan Perumahan ……………………

…….

28

B.

Sasaran Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Sanitasi …………………

…………………………….…

……

28

C.

Sasaran Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang ……

28

BAB

IV

PENUTUP …………

………………………………………………

36

ii

Tabel 2.1

DAFTAR TABEL

Jumlah Hunian Perumahan yang terbangun …………………………

iii
iii

11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan hidayahNya

semata, Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang

Provinsi Jawa Timur Tahun anggaran 2015.

Disusunnya Rencana Kerja (RENJA) ini merupakan Implementasi dari Tap MPR

No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas Korupsi,

Kolusi dan Nepotisme dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 1999

tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan

Nepotisme yang kemudian ditindak lanjuti Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2004

tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.

Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2004 mewajibkan setiap Instansi Pemerintah

sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Negara mulai dari Pejabat Eselon II keatas

untuk mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta

kewenangan yang berdasarkan tolok ukur Perencanaan Strategis.

Rencana Kerja (RENJA) ini memuat unsur-unsur Perencanaan Strategik dan

Evaluasi Kinerja serta Analisis pencapaian kinerja yang telah dicapai oleh Dinas

Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur pada Tahun

Anggaran 2015.

Akhirnya Rencana Kerja (RENJA) ini diharapkan dapat menjadi wujud

pertanggungjawaban Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang

Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan Visi dan Misinya sesuai Rencana Stratejik

Dinas.

Surabaya, 5 Desember 2014

KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROPINSI JAWA TIMUR

Ir. GENTUR PRIHANTONO, SP, MT Pembina Utama Muda NIP. 195901091987121002

i

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Penyusunan Laporan Rencana Kerja (Renja) Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur 2014, merupakan tindak lanjut atas ketentuan dalam UU 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang secara substansi merepresentasikan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur 2010-2014 khususnya pada bidang keciptakaryaan dan penataan ruang. Selain itu juga sebagai instrumen untuk melakukan pengukuran kinerja Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No.9 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur N0.90 & 127 Tahun 2008.

Berdasarkan data jumlah penduduk dan luas wilayah per Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur maka dapat dicermati bahwa penyebaran penduduk antar daerah Kabupaten/Kota menurut kepadatannya menunjukkan adanya pemusatan penduduk terutama di perkotaan, hal ini disebabkan oleh kondisi geografis dan potensi wilayahnya. Terkait dengan permasalahan tersebut akan mengandung konsekwensi timbulnya masalah kesehatan, perumahan dan penyediaan berbagai prasarana pendukung yang diperlukan, sementara sumberdaya alam cenderung semakin berkurang.

Secara garis besar permasalahan pokok bidang perumahan dan permukiman meliputi; rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan

1

perumahan yang layak dan terjangkau, serta menurunnya kualitas permukiman dengan masih besarnya luasan kawasan kumuh diperkotaan. Adapun permasalahan pokok air bersih meliputi; rendahnya peningkatan pelayanan air minum di perkotaan dan perdesaan, serta rendahnya kualitas manajemen pengelolaan air minum. Sedangkan permasalahan pokok air limbah adalah masih terbatasnya pelayanan pengolahan sistim air limbah terpusat (sistim sewerage), serta belum memadainya pelayanan sanitasi yang dapat memberikan kontribusi pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah.

Permasalahan pokok persampahan meliputi; masih rendahnya tingkat capaian pelayanan sampah di perkotaan, serta masih lemahnya manajemen dan operasional teknis pengelolaan sampah. Sedangkan masih luasnya daerah genangan serta banyak terjadinya banjir di kawasan perkotaan merupakan permasalahan pokok dalam penanganan drainase.

Dalam hal penataan bangunan terdapat permasalahan mendasar yaitu masih rendahnya penegakan aturan keselamatan bangunan, serta masih diperlukannnya pembinaan teknis dalam pembangunan gedung. Adapun dalam bidang pengembangan perkotaan, permasalahan pokok meliputi; perkembangan perkotaan yang tidak seimbang antara kota-kota metropolitan/besar dengan kota-kota menengah dan kecil, serta memburuknya kualitas fisik kawasan perkotaan, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat perkotaan karena keterbatasan pelayanan kebutuhan dasar perkotaan yang banyak dipicu oleh adanya tingkat urbanisasi yang tinggi.

Permasalahan pokok dalam bidang penataan ruang adalah; masih belum efektifnya pengendalian pemanfaatan ruang, serta masih kurang terpadunya penataan ruang lintas perbatasan Kab/Kota.

Mengingat permasalahan pokok dalam bidang keciptakaryaan dan

yang secara prinsip menyangkut hajat hidup

penataan ruang tersebut

2

masyarakat luas, khususnya menunjang terpenuhinya kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan hunian dan kualitas lingkungan hidup yang sehat dan layak, maka pada pelaksanaan pembangunannya disamping harus dilandasi oleh hasil evaluasi pencapaian sasaran dan permasalahan juga perlu didukung dengan suatu perencanaan program yang konseptual dan realistis, serta mengacu pada arah dan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam dokumen-dokumen perencanaan formal baik tingkat Nasional maupun Provinsi. Dengan tersusunnya perencanaan strategis Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur diharapkan lebih lanjut dapat disusun tahapan pencapaian hasil secara lebih obyektif untuk dapat memberikan komitmen dan orientasi target dan sasaran pada masa depan pada masing-masing bidang kegiatan.

1.2. Landasan Hukum

Perencanaan Strategi Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu dokumen perencanaan yang tidak dapat terlepas dari Subtansi dokumen-dokumen peraturan dan perencanaan yang menjadi landasan dan acuan penyusunannya,

Pembangunan perumahan dan permukiman dilandasi peraturan perundangan yang bersumber dari adanya amanat UUD 1945 Bab XA

Hak Azazi Manusia : ” Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan ”

Amanat UUD 1945 tersebut secara hierarki dijabarkan dalam Undang-Undang yang antara lain meliputi :

a. Umum Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

3

Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Persampahan;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota;

Peraturan

Presiden

Nomor

5

Tahun

2010

tentang

Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014;

Peraturan

Menteri

Pekerjaan

Umum

Nomor:

14

/Prt/M/2010

Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014

4

Surat

Edaran

Direktorat

Jenderal

Cipta

Karya

Nomor:

03/Se/Dc/2010 Tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal

Cipta Karya Tahun 2010-2014

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1);

Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014.

b. Penataan Ruang :

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan Hak dan Kewajiban serta Bentuk dan Tata Cara Peran serta Masyarakat dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3660);

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385);

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48);

5

Peraturan

2010 tentang

Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2010 Nomor 21);

Pemerintah

Nomor

15

Tahun

c. Perumahan & Permukiman UU No.16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman

UU No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3838);

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377);

Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69 );

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 140 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5059);

Undang-Undang

No.

1

Kawasan Permukiman

Tahun

2011

Tentang

Perumahan

dan

d. Penataan Bangunan & Jasa konstruksi Undang-Undang Nomor 72 Tahun 1957 tentang Rumah Negara;

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun;

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman;

6

UU No 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi

UU No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

Peraturan pemerintah Republik indonesia Nomor 36 tahun 2005 Tentang Peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 tahun 2002 Tentang Bangunan gedung

1.3. Maksud dan Tujuan

Sebagai tindaklanjut yang akan dicapai oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya maka tujuan Rencana Strategi bidang Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur dalam periode lima tahun ke depan meliputi:

1. Meningkatkan kualitas perencanaan, pengembangan, dan pengendalian permukiman demi perwujudan pembangunan yang berkelanjutan.

2. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan (infrastruktur) bidang permukiman (Cipta Karya) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

3. Meningkatkan pembangunan kawasan strategis, cepat tumbuh, wilayah tertinggal dan percepatan perencanaan RTRW di masing- masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur serta perencanaan detail wilayah/kawasan sehingga mendukung mengurangi kesenjangan antar wilayah

7

BAB II

EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

2.1 EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Pengukuran kinerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tahun 2013 berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tahun 2010 – 2014 maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, serta mengacu pada Rencana Program Jangka Menengah Daerah.

Hasil pengukuran kinerja beserta evaluasi setiap tujuan dan sasaran Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tahun 2013 disajikan sebagai berikut :

B.1. MENINGKATKAN KETERSEDIAAN RUMAH LAYAK HUNI BAGI KK GOLONGAN MISKIN/MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR)

Tujuan Meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi KK golongan miskin/masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Prioritas pembangunan, Ketersediaan rumah yang layak huni yang didukung oleh fasilitas sarana prasarananya (PSU) yang peruntukannya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga terjangkau. Kedua indikator tersebut bertujuan untuk menurunkan angka "backlog" rumah yang menyatakan kekurangan/selisih antara jumiah Kepala Keluarga (KK)

8

dengan jumlah rumah (asumsi ideal 1 rumah per KK/5 orang) adalah ditujukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman, baik di perkotaan maupun di perdesaan melalui penyediaan

perumahan yang layak huni dengan harga terjangkau, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang seperti air bersih, sanitasi maupun sarana permukiman lainnya agar terwujud lingkungan perumahan yang sehat, aman dan nyaman.

Pencapaian

indikator

Berpenghasilan

Rendah

yang

Persentase

memiliki/akses

KK

Golongan

rumah

layak

Miskin/Masyarakat

huni

senantiasa

menunjukkan kenaikan selama 5 (lima) tahun terakhir sejak tahun 2009 s/d

tahun 2013 tidak mencapai target adapun capaiannya dari tahun 2009 sebesar 2.6% dan pada tahun 2010 sebesar 5.04%, selanjutnya pada tahun 2011 kembali naik menjadi 8.72%, dan pada tahun 2012 kembali naik menjadi 12.58% Sedangkan pada tahun 2013 tercapai sebesar 14.69%, kurang dari target yang telah ditetapkan pada tahun 2013 sebesar 86.81%. Adapun untuk mendukung kegiatan Meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi KK golongan miskin/masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah melalui Pembangunan Rumah Sejahtera Tapak (RST), Rumah Susun Sedehana Sewa (RUSUNAWA) dan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)

Rumah merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia, namun pada kenyataannya di Jawa Timur masih banyak masyarakat yang belum mampu menikmati kehidupannya dalam rumah yang layak, sehat, aman dan berada pada lingkungan yang sehat dan layak huni. Sampai dengan tahun 2013 kondisi kebutuhan rumah (back log) di Jawa Timur masih mencapai 544.000 KK, sedangkan capaian KK Golongan Miskin/Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah terbangun pada tahun 2013 sebesar 77.314 KK atau capaian sebesar 14.89%. Untuk menyediakan hunian yang sehat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang berada di Kawasan Perkotaan, Pemerintah

9

Provinsi Jawa Timur telah membangun Rumah Susun Sederhana Sewa sebanyak 9 (sembilan) Blok dengan kapasitas daya tampung sebanyak 485 unit hunian. Pada tahun 2010 telah dibangun 3 (tiga) Blok rusun sewa Gunung Sari dengan jumlah hunian 268 Unit, dan pada tahun 2011/2012 telah dibangun 6 (enam) Blok terdiri dari Rusun Jemundo dengan 4 (empat) Blok dengan jumlah hunian 152 unit, serta Rusun SIER 2 (dua) Blok dengan jumlah hunian 65 unit, beserta sarana dan prasarana lingkungannya. Disamping itu dalam rangka mengupayakan rumah yang sehat dan layak huni bagi masyarakat perdesaan telah dilakukan pendataan awal rumah tidak layak huni sebanyak 324.000 unit di 29 Kabupaten se Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan kegiatan Renovasi RTLH bekerja sama dengan KODAM V Brawijaya yang dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2009. Sampai dengan tahun 2013 telah dilaksanakan renovasi sebanyak 71.093 unit dan diperkirakan masih terdapat sekitar 182.346 unit RTLH yang tersebar di 29 Kabupaten.

B.2.

MEMENUHI HAK DASAR MASYARAKAT ATAS AIR BERSIH DAN SANITASI YANG LAYAK

Tujuan Memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih dan sanitasi yang layak. Adalah untuk pemenuhan sarana air bersih bagi masyarakat dan pemenuhan sarana prasarana sanitasi yang layak bagi masyarakat baik diperkotaan maupun perdesaan untuk menuju taraf hidup yang sehat.

Sasaran Meningkatnya cakupan pelayanan sarana air bersih dan meningkatkan cakupan pelayanan sanitasi yang layak sebanyak 2 (Dua) indikator yaitu :

(1)

Presentase KK yang dapat layanan air bersih

(2)

Presentase Rumah Tangga dengan sanitasi yang layak

10

Sasaran meningkatnya cakupan pelayanan sarana air bersih, adalah masuk pada Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Air Limbah untuk menunjang indikator Persentase KK yang dapat layanan air bersih

Penduduk yang memiliki akses air bersih di Jawa Timur pada tahun 2009-2013, mengalami peningkatan walaupun kecil. Pada tahun 2009 sekitar 59,32% dan meningkat menjadi sekitar 62,74% di tahun 2013. Jadi dalam hal ini pada tahun 2013 masih ada sekitar 3,42% rumah tangga yang masih memerlukan perhatian dalam pemenuhan akses air bersih. Berdasar data Susenas 2013, di Jawa Timur terdapat 9 kabupaten/kota yang seluruh penduduknya sudah mengkonsumsi air bersih yaitu Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun. Secara umum rasio pelayanan infrastruktur air minum sampai dengan tahun 2013 mencapai 62,74%. Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air minum antara lain dengan pengembangan pengelolaan air minum di masing-masing Kab/Kota (lokal) maupun lintas wilayah (regional). Potensi Pengembangan SPAM Regional di Jawa Timur antara lain : (1) SPAM Regional Pantura memanfaatkan Sungai Bengawan Solo (Kab. Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Bangkalan), (2) SPAM Regional Lintas Tengah memanfaatkan Sungai Brantas (Kab./Kota Kediri, Kab. Nganjuk, dan Jombang), (3) SPAM Regional Malang Raya memanfaatkan mata air Ngepoh, Wendit, Waduk Karangkates (Kab./Kota Malang dan Kota Batu), (4) SPAM Regional Umbulan memanfaatkan mata air Umbulan (Kab./Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kab. Gresik), (5) SPAM Regional Lintas Madura memanfaatkan waduk dan sungai (Kab.Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep), (6) SPAM Regional Timur (Kab. Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi), dan (7) SPAM Regional Selatan (Kab. Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung) .

11

Pemanfaatan dan pengelolaan mata air Umbulan (SPAM Regional Umbulan) akan dilaksanakan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Swasta. Pemerintah Provinsi telah melakukan beberapa fasilitasi dalam rangka implementasi pemanfaatan dan pengelolaan Umbulan yang nantinya akan didistribusikan antara lain untuk pemenuhan kebutuan air minum domestik maupun industri yang terdapat di Kab./Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kab. Gresik.

Permasalahan yang dihadapi antara lain:

Rendahnya peningkatan pelayanan air bersih di perkotaan dan perdesaan serta khususnya untuk penduduk miskin dan daerah kekeringan.

Stagnasi dalam penurunan tingkat kebocoran air (teknis maupun non teknis).

Permasalahan tarif air minum yang tidak mampu mengimbangi biaya produksi, sehingga tidak dapat mencapai kondisi pemulihan biaya (cost recovery).

Pada beberapa daerah terjadi konflik kepentingan dalam pemanfaatan sumber air baku. Hal ini disebabkan adanya kepentingan peruntukan sumber air tersebut untuk non air bersih, maupun karena kendala batas administrasi wilayah.

Pelayanan air bersih non perpipaan (sebagian besar di perdesaan) belum teridentifikasi secara kuantitatif maupun kualitatif berdasarkan kondisi air yang dikonsumsi secara mandiri.

Sasaran meningkatnya cakupan pelayanan sanitasi yang layak, adalah masuk pada Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Air Limbah untuk menunjang indikator Presentase Rumah Tangga dengan sanitasi yang layak.

12

Pembangunan Sarana Sanitasi yang Layak di Jawa Timur, sampai dengan akhir tahun 2013 menunjukkan cakupan layanan air limbah mencapai 62,97%. Dengan demikian secara keseluruhan persentase rumah tinggal yang bersanitasi (mempunyai fasilitas tempat buang air besar sendiri, bersama, umum) ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dari 62,71% tahun 2012 menjadi 62,97% pada tahun 2013 ada peningkatan sebesar 0,26%. Peningkatan persentase rumah tangga yang bersanitasi tentunya akan meningkatan pula tingkat kesehatan masyarakat. Namun demikian masih ada beberapa daerah di Jatim terutama wilayah tapal kuda seperti Situbondo, Bondowoso, Probolinggo yang merupakan daerah persentase penggunaan jamban milik sendiri paling kecil dibandingkan daerah lainnya di Jatim.

Permasalahan yang dihadapi antara lain:

Masih terbatasnya pelayanan pengolahan sistim air limbah terpusat (sistim sewerage) di perkotaan.

Belum memadainya pelayanan sanitasi yang dapat memberikan kontribusi pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah.

Pengolahan lumpur tinja belum efektif atau kurang maksimal karena masih rendahnya pemanfaatan sarana IPLT yang sudah terbangun

B.3. MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN TATA RUANG YANG DILANDASI DENGAN LEGALITAS HUKUM SEHINGGA DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN RUANG.

Tujuan Meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang yang dilandasi dengan legalitas hukum sehingga dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan dan pengendalian ruang pada kabupaten/kota di Jawa Timur sebagaimana peruntukannya.

13

Sasaran Meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang yang dilandasi dengan legalitas hukum sehingga dapat digunakan sebagai acuan penataan dan pengendalian ruang adalah Terselenggaranya tertib penataan ruang melalui penguatan perangkat dan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan pemanfaatan ruang dengan indikator Prosentase Luas Kawasan yang peruntukannya sesuai tata ruang dengan realisasi pada tahun 2012 sebesar 24,62% dan pada tahun 2013 sebesar 36,24 ada peningkatan sebesar 11,62 seperti pada tabel sebagai berikut :

Permasalahan yang dihadapi antara lain :

Tidak mempunyai kewenangan untuk menyusun Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten/Kota maupun Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota

Kewenangan provinsi adalah menyusun rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi

Rata – Rata Kabupaten/Kota belum mampu untuk menyusun Rencana Kawasan Tata Ruang Strategis maupun Rencana Detail Kabupaten/Kota, sehingga banyak Kabupaten/Kota yang meminta dibantu provinsi untuk menyusun Rencana Kawasan Tata Ruang Strategis maupun Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota

2.2

KONDISI YANG DIINGINKAN DAN PROYEKSI KE DEPAN

Untuk meminimalisasi dan mencegah makin berkembangnya kompleksitas permasalahan dalam pelayanan permukiman, maka diperlukan adanya penentuan target pada horison waktu tertentu. Proyeksi target capaian pelayanan dalam bidang permukiman didasari oleh beberapa landasan komitmen maupun regulasi secara internasional maupun nasional yang merepresentasikan kondisi yang diinginkan pada masa yang akan datang.

14

1.

Millenium Development Goals (MDGs) dan National Action Plan (NAP) Bidang Air Bersih, Sampah dan Sanitasi

Millenium Development Goals (MDGs) adalah suatu hasil kesepakatan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 dan The World Summit on Suistainable Development (KTT Bumi) tahun 2002 di Johanessburg yang menetapkan tahun 2015 sebagai horizon tercapainya MDG. Salah satu butir MDG adalah “ To reduce by halve the proportion of people without sustainable acces to safe drinking water and safe sanitation”. Dengan MDG diharapkan dapat mencapai tujuan yaitu meningkatkan pelayanan sebesar 50% dari jumlah pendiduduk yang belum terlayani (air bersih dan sanitasi)

Untuk mencapai tingkat pelayanan tersebut disusun upaya peningkatan dalam bentuk National Action Plan beserta rincian programnya khusus untuk komponen sektor air bersih, sampah dan sanitasi.

a. Berdasarkan NAP (National Action Plan) untuk bidang Air Minum dengan eksisting pelayanan tahun 2000 adalah 39% penduduk perkotaan dan 8 % penduduk perdesaan,telah ditetapkan Sasaran capaian pelayanan pada Tahun 2015, 60% (104 juta jiwa) penduduk perkotaan, dan 40% (46 juta jiwa) penduduk perdesaan

b. Sedangkan untuk bidang Sanitasi telah ditetapkan Akses Sanitasi Nasional untuk perkotaan 89,35% dan untuk perdesaan 62,94 %.

c. Untuk bidang Sampah, berdasarkan kondisi eksisting Nasional 41%, telah ditetapkan Sasaran Pencapaian Pelayanan Tahun 2015 sebesar 80% di perkotaan dan perdesaan.

15

2.

Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan

Penataan Ruang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merupakan acuan guna mengukur tingkat capaian pelayanan secara kuantitatif atau kualitatif, sehingga dapat diketahui kesenjangannya yang perlu dipenuhi pada setiap komponen bidang perumahan permukiman dengan tindak lanjut program peningkatan capaian pelayanan.

3. Backlog Rumah dan Kawasan Kumuh

Pengurangan back log rumah dan kawasan permukiman kumuh ditargetkan dapat diselesaikan sampai tahun 2020 dengan pendekatan penanganan secara bertahap meliputi:

1. Pengadaan Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi dan Rumah Susun Sederhana Sewa /RUSUNAWA

2. Pengembangan unit rumah baru secara swadaya masyarakat

3. Perbaikan perumahan dan lingkungan permukiman khususnya pada kawasan kumuh

4. Perbaikan terhadap rumah tidak layak huni

16

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1. Arah Kebijakan Kebijakan adalah arah yang diambil dalam menentukan bentuk konfigurasi program dan kegiatan untuk mencapai tujuan. Kebijakan dapat bersifat internal, yaitu kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program- program pembangunan, maupun bersifat eksternal, yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat.

A. Arah Kebijakan Program Pembangunan Perumahan

Secara garis besar arah kebijakan program pembangunan perumahan adalah:

a. Peningkatan pemenuhan rumah layak huni bagi seluruh masyarakat khususnya MBR

b. Pembangunan Rusunawa

c. Pelatihan kemasyarakatan melalui jasa konstruksi dan bimbingan teknis

d. Peningkatan penelitian dan pengujian serta penyebaran informasi teknologi di bidang perumahan dan permukiman

17

B. Arah Kebijakan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi

Arah kebijakan program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan sanitasi meliputi:

a. Pembangunan sarana dan prasarana air minum

b. Pembangunan sarana dan prasarana air limbah.

c. Pembangunan dan perbaikan saluran drainase dan persampahan

C. Arah Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Dalam

diperlukan arah kebijakan sebagai berikut:

rangka

merealisasikan

Strategi

penataan

ruang

dimaksud,

a. Mengoptimalkan

sebagai acuan

koordinasi dan sinkronisasi pembangunan antar sektor dan antar wilayah

peran

Rencana

Tata

Ruang

b. Fasilitasi penyusunan RTRW dan rencana rinci tata ruang.

3.2 Tujuan Tujuan

Permukiman yang spesifik dan terukur dalam pembangunan jangka menengah bidang permukiman. Berdasarkan ruang lingkup serta mengacu pada RPJMD

Propinsi Jawa Timur tahun 2009-2014, maka tujuan pembangunan bidang keciptakaryaan dan penataan ruang yaitu :

dan

sasaran

merupakan

penjabaran

Visi

dan

Misi

Dinas

A. Tujuan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi Memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih dan sanitasi yang layak

18

B. Tujuan Program Pembangunan Perumahan Mengurangi backlog perumahan Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan permukiman yang layak huni dan meningkatkan kualitas gedung negara Mewujudkan lingkungan permukiman yang layak melalui pengembangan teknologi bidang perumahan

C. Tujuan Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

a. Meningkatkan kualitas perencanaan Tata Ruang yang dilandasi

dengan legalitas hukum sehingga dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan dan pengendalian ruang

3.3. Sasaran

Sasaran pembangunan bidang keciptakaryaan didasari oleh target capaian pelayanan yang ideal sesuai dengan referensi maupun regulasi yang relevan, yaitu dengan perhitungan yang berbasis MDGs dan SPM.

A. Program Pengembangan Perumahan

Meningkatkan pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat.

a. Menurunnya jumlah backlog rumah Tahun 2010 sejumlah 530 ribu unit dan pada Tahun 2013 menjadi sekitar 479 ribu unit, atau berkurang sekitar 50 ribu unit.

b. Meningkatnya jumlah KK yang memiliki akses terhadap rumah layak huni

c. Meningkatnya bantuan teknis dan usaha jasa konstruksi

d. Meningkatnya penelitian dan pengujian bahan, material, serta sosialisasi penyebaran informasi tentang standar teknik bangunan dan perumahan

19

B.

dan

Sanitasi

Peningkatan efektivitas kinerja penyediaan dan pengelolaan air minum dan sanitasi :

a. Meningkatnya pelayanan air bersih

b. Meningkatnya pelayanan air limbah

c. Meningkatnya pelayanan drainase dan persampahan

Program

Pengembangan

Kinerja

Pengelolaan

Air

Minum

C. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

a. Meningkatnya jumlah kawasan yang sesuai dengan RTRW

20

DAERAH RAWAN AIR di JAWA TIMUR Berdasarkan peta cekungan air tanah Jawa Timur , maka daerah yang rawan air karena tidak adanya potensi air bawah tanah antara lain :

a. Wilayah Madura : (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep)

b. Wilayah Utara

c. Wilayah Selatan : (Pacitan, Trenggalek)

d. Di daerah tersebut juga kurang potensi air permukaannya (sungai/danau)

: (Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik)

PROGRAM PENANGANAN DAERAH RAWAN AIR

Perencanaan program pembangunan yang diprioritaskan pada daerah rawan air khususnya yang belum terjangkau PDAM dan HIPPAM

Pemberian bantuan teknis penyediaan dan pengelolaan air bersih berbasis komunitas (Program PAMSIMAS II)

Penyediaan air bersih lintas kabupaten / kota yang melayani beberapa kabupaten / kota, sehingga daerah yang potensi sumber air bakunya sangat kecil tetap bisa mendapatkan pelayanan air bersih

Peningkatan kemampuan stakeholder di daerah dalam penyediaan dan pengelolaan air bersih yang aman melalui pendekatan investasi bersama dalam penyediaan air bersih

PROGRAM PAMSIMAS II

Total 21 Kabupaten yang sudah mengirimkan surat minat untuk mengikuti program Pamsimas II.

8 Kabupaten sudah mengirimkan surat minat lengkap beserta data kesiapan pendanaan dan lokasi):

Lamongan, Lumajang, Sumenep, Pasuruan, Magetan, Malang, Ngawi, Probolinggo.

13 Kabupaten hanya mengirimkan surat minat saja (belum dilengkapi kesiapan dana dan lokasi) :

21

Bangkalan,

Bojonegoro,

Bondowoso,

Jember,

Kediri

Mojokerto,

, Nganjuk, Pacitan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tuban.

SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER BESAR

1. SPAM Regional PANTURA memanfaatkan Sungai Bengawan Solo (Kab. Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bangkalan)

2. SPAM Regional Lintas Tengah memanfaatkan Sungai Brantas (Kab./Kota Kediri, Kab . Ngajuk, dan Jombang)

3. SPAM Regional Malang Raya memanfaatkan Mata Air Ngepoh,

Wendit, Waduk Karangkates. (Kab/Kota Malang dan Kota Batu)

4. SPAM Regional Umbulan memanfaatkan Mata Air Umbulan (Kab./Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kab. Gresik)

5. SPAM Regional Lintas Madura memanfaatkan Waduk dan Sungai (Kab. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep)

6. SPAM Regional Timur (Kab. Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi)

7. SPAM Regional Selatan (Kab. Ponorogo, Trenggalek dan Tulungagung)

SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER KECIL

1. Kab.Mojokerto – Kab. Lamongan – Kab. Gresik ( Sungai Brantas)

2. Kab. Malang – Kab. Blitar ( Waduk Karangkates dan Sumber Taman)

3. Kab.Blitar – Kota Blitar ( Sumber Rambutmonte dan Sumber Dandang)

4. Kab Madiun – Kab. Nganjuk ( Waduk Bening )

5. Kab Kediri – Kab. Nganjuk – Kab Jombang ( Sungai Brantas )

6. Kab Probolinggo – Kota Probolinggo - Kab. Lumajang (Sumber Ronggojalu )

7. Kab Malang – Kota malang – Kota Batu ( Sumber Pitu )

8. Cluster-Cluster lain (akan ditentukan kemudian).

22

KEUNTUNGAN DARI SPAM REGIONAL

Adanya Bantuan Pembiayaan yang lebih terkoordinir

o

Intake

(SDA)

o

IPA

(Cipta Karya)

o

JDU

(Pemprov)

o

SR

( Water Hibah )

Memfasilitasi Investasi Pembangunan SPAM (dapat di KPS kan)

Pembangunan dan Pengelolaan SPAM akan lebih efektif, efisien dan ekonomis

Tarif Air Curah akan lebih layak

Memfasilitasi Pembangunan Jaringan Distribusi SR dan Tersier (dapat menggunakan Program MBR)

Lahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dapat disediakan oleh Pemprov

Study-study dan DED jaringan Distribusi dapat difasilitasi Pemprov

PDAM akan lebih fokus pada pelayanan distribusi penyediaan air minum kepada masyarakat

Kemudahan dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Baku di Provinsi Jawa Timur

Menghindari terjadinya konflik kepentingan antar daerah/Institusi terkait dengan air baku

PROGRES SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER KECIL

1. SPAM Regional Kab.Mojokerto – Kab. Lamongan – Kab. Gresik MoU telah dilakukan penandatanganan Tahap Awal Pembangunan Fisik (Intake 300 l/dt + Pipa Transmisi, IPA kap. 50 l/dt, Jaringan Pipa JDU tahap awal) telah selesai dilaksanakan pada akhir tahun 2012 DED telah selesai dilaksanakan Perijinan (Perhutani, Bina Marga Mojokerto dan Bina Marga Gresik) masih dalam proses

23

Kesiapan Lembaga : PDAB - PDAM

2.

SPAM Regional Kab Madiun – Kab. Nganjuk

MoU telah dilakukan penandatangan Lahan dianggarkan tahun 2013 DED telah selesai dilaksanakan Perijinan (Perhutani, Bina Marga, Ijin Prinsip Bupati, SIPA) masih dalam proses

3.

SPAM Regional Kab.Blitar – Kota Blitar MoU telah dilakukan penandatangan Lahan dianggarkan tahun 2014 FS telah selesai dilaksanakan, DED dianggarkan pada TA 2013 Perijinan (Perhutani, Bina Marga, Ijin Prinsip Bupati, SIPA) masih dalam proses

4.

SPAM Regional Kab. Malang – Kota Malang – Kota Batu

Koordinasi dilaksanakan oleh Ditjen SDA MoU telah dilakukan penandatangan

5.

SPAM Regional Kab. Kediri – Kab. Nganjuk – Kab. Jombang Masih dalam tahap persiapan MoU

6.

SPAM Regional Kab. Malang - Kab. Blitar Masih dalam tahap persiapan MoU

7.

SPAM Regional Kab. Probolinggo – Kota Probolinggo – Kab. Lumajang Masih dalam tahap persiapan MoU

PROGRES SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER BESAR SPAM Regional UMBULAN

Sumber Air Baku : Mata Air Umbulan

Daerah Layanan : Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, Kab. Gresik

Skema Investasi : Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membentuk Panitia Lelang

24

 

o

Sampai dengan saat ini telah ditetapkan 5 Calon Bidders yang lulus tahap Pra –kualifikasi

o

Penyusunan Amdal (Sumber Mata Air dan Jalur Pipa Proyek KPS SPAM Umbulan) dilaksanakan pada TA. 2013

o

Proses Pengadaan Tanah dilaksanakan pada TA. 2013

 

o

Persiapan Proses Lelang dengan melengkapi seluruh Dokumen Lelang

o

Perjanjian antara PemProv Jatim dengan Kab/Kota masih dalam proses pembahasan

o

SPAM Regional PANTURA

 

Studi

Kelayakan

(FS)

SPAM

Regional

PANTURA

direncanakan

akan

dianggarkan pada TA 2014.

dari APBD

melalui Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Prov Jatim TA 2014 sebesar Rp.

Usulan Alokasi Pendanaan Pekerjaan di Jalur Perpipaan Transmisi

22.860.945.638,-

WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB PEMERINTAHAN KABUPATEN/ KOTA :

a. menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan nasional dan provinsi;

b. menyelenggarakan pengelolaan sampah skala kabupaten/kota sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah;

c. melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja pengelolaan sampah yangdilaksanakan oleh pihak lain;

d. menetapkan lokasi tempat penampungan sementara, tempat pengolahan sampah terpadu, dan/atau tempat pemrosesan akhir sampah;

e. melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan selama 20 (dua puluh) tahun terhadap tempat pemrosesan akhir sampah dengan sistem pembuangan terbuka yang telah ditutup; dan

25

f.

menyusun dan menyelenggarakan sistem tanggap darurat pengelolaan sampah sesuai dengan kewenangannya.

Perencanaan sampah :

1. Pemerintah daerah harus membuat perencanaan penutupan tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak berlakunya UndangUndang No. 18 tahun 2008.

2. Pemerintah daerah harus menutup tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 5 (lima) tahun terhitung sejak berlakunya UndangUndang No. 18 tahun 2008.

3. Pasal 26 UU NO. 18 -2008:

Pemerintah daerah dapat melakukan kerja sama antar pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan sampah.

Kerja sama dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan/atau pembuatan usaha bersama pengelolaan sampah.

Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman kerja sama dan bentuk usaha bersama antardaerah diatur dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri

Pasal 27 NO. 18 -2008:

Pemerintah daerah kabupaten/kota secara sendiri sendiri atau bersamasama dapat bermitra dengan badan usaha pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah.

Kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk perjanjian antara pemerintah daerah kabupaten/kota dan badan usaha yang bersangkutan.

Tata cara pelaksanaan kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan

26

Eksisting Sampah :

Dikelola oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota yang terdiri dari 9 kota and 29 kabupaten

Rencana Sampah :

direncanakan untuk dilakukan pengelolaan secara regional dan terpadu di 8 wilayah yaitu :

1. Greater Surabaya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik)

2. Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kab. Malang)

3. Mojokerto (Kota Mojokerto dan Kab. Mojokerto)

4. Madiun ( Kota Madiun dan Kab. Madiun)

5. Kediri (Kota Kediri dan Kab. Kediri)

6. Blitar (Kota Blitar dan Kab. Blitar)

7. Pasuruan (Kota Pasuruan dan kab. Pasuruan)

8. Probolinggo (Kota Probolinggo dan Kab. Probolinggo)

RENCANA SEDANG DILAKUKAN :

1. Greater Surabaya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik)

2. Perencanaan pengelolaan sampah diwilayah Greater Surabaya yang sudah dilakukan antara lain studi kelayakan, pemilihan teknologi serta kelayakan

lokasi TPA terpadu.

3. Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kab. Malang)

4. Saat ini sedang dilakukan identifikasi kelayakan teknis, kerjasama dan pengelolaan sampah terpadu di wilayah Malang Raya.

27

BAB IV

PENUTUP

Dari uraian permasalahan dan program pembangunan bidang perumahan dan permukiman di Jawa Timur, antara lain dapat disimpulkan bahwa capaian pelayanan (% penduduk terlayani) bidang permukiman (Air Bersih, Sampah, Air Limbah, dan Drainase) sampai dengan tahun 2012 masih relatif rendah terhadap target sesuai Nasional Action Plan/MDGs. Untuk memenuhi kebutuhan sesuai capaian pelayanan sampai dengan 2012 sesuai target ideal berdasarkan MDGs maupun GNPSR diperlukan dana yang sangat besar (+ 10 trilyun rupiah) sedangkan berdasarkan kemampuan alokasi pendanaan dari APBN, APBD Propinsi dan APBD Kabupaten/Kota secara rata-rata maksimum hanya + 15 % dari total kebutuhan dana. Dengan demikian target capaian pelayanan bidang permukiman sampai dengan akhir periode perencanaan tahun 2013 dijustifikasi secara realistis hanya 15 % dari target ideal. Selain itu permasalahan perumahan dan permukiman tidak cukup hanya diselesaikan melalui manajemen pembangunan infrastruktur, namun perlu didukung dengan manajemen konservasi lingkungan untuk mempertahankan sumber daya alam melalui penataan ruang secara komprehensif. Berdasarkan komposisi alokasi dana pemerintah pada 2 tahun terakhir, maka guna menjamin konsistensi terlaksananya program sesuai dokumen perencanaan pembangunan Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur 2009-2014 ini perlu didukung dengan komitmen pendanaan pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota dengan proporsi prosentase : 35 : 25 : 40.

28

Untuk selanjutnya Renja merupakan sarana evaluasi dan pengendalian yang sangat efektif agar pelaksanaan pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, merupakan landasan dan pedoman guna penyusunan Rencana Kerja Tahunan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian perlu dilakukan sinkronisasi dengan Rencana Strategis bidang permukiman yang disusun oleh dinas terkait pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

29

RENCANA KERJA (RENJA) PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2015 DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN

RENCANA KERJA (RENJA) PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2015

DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN

BAB II EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, TUJUAN, SAARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB IV PENUTUP

Indikasi Rencana Program Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

       

Capaian Kinerja Program dan Kerangka

 
 

Kode

 

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan/Program Prioritas Pembangunan

Indikator Kinerja Program (outcome)

Kondisi Kinerja pada Awal RPJMD (Tahun 2013 ) (Tahun 0)

Tahun 2015

 

Target

Rp

SKPD PENANGGUNG JAWAB

 

1

2

3

4

 

56

7

1

     

Urusan Wajib

     

6.672.856.810

 

1

03

   

Pekerjaan Umum

     

15.180.135.810

 

1

03

01

 

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

     

326.465.091

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1

03

01

10301

 

Indeks kepuasan

100%

100%

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

001

masyarakat/aparatur terhadap

1

03

02

 

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

     

5.909.957.995

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1

03

02

10302

 

Meningkatnya Pelaksanaan

100%

99.99

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

001

Pelayanan Administrasi

1

03

07

 

Program P eningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah

     

236.433.724

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1

03

07

10307

 

Prosentase kelembagaan yang

100%

100%

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

001

tepat fungsi

1

03

11

 

Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi

     

200.000.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1

03

11

10311

 

persentase dokumen

100

100 %

 

Dinas PU Cipta Karya dan Ta ta Ruang

001

penyelenggaraan pemerintahan

1

03

45

 

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Sanitasi

     

2.300.100.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1

03

45

10345

 

Persentase Tingkat Pelayanan air

72 15%

73 46%

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata

001

Limbah

,

,

Ruang

1

03

46

 

Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum

     

6.207.179.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1

03

46

10346

 

Persentase Tingkat Pelayanan air

60,96%

62,19%

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

001

Bersih

       

Capaian Kinerja Program dan Kerangka

 
 

Kode

 

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan/Program Prioritas Pembangunan

Indikator Kinerja Program (outcome)

Kondisi Kinerja pada Awal RPJMD (Tahun 2013 ) (Tahun 0)

Tahun 2015

 

Target

Rp

SKPD PENANGGUNG JAWAB

 

1

2

3

45

 

6

7

1 04

     

Perumahan

     

41.692.721.000

 

1 04

 

15

 

Program Pengembangan Perumahan

     

41.692.721.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

     

10415

         

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1 04

15

001

Persentase Rusun terbangun

39,42%

44,266%

     

10415

 

Jumlah PSU Perumahan

50 kawasan PSU dan dokumen monev 50.000 unit RTLH

10 kawasan PSU dan 10.000 unit

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1 04

15

002

Permukiman dan Dokumen Monev

1 05

     

Penataan Ruang

     

7.000.000.000

 

1 05

 

15

 

Program Perencanaan Tata Ruang

     

4.100.000.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1 05

 

15

10515

 

Prosentase RTR Kawasan Strategis

41

56.4

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

001

Provinsi yang tersusun

1 05

 

15

10515

 

Jumlah Rencana Rinci Tata Ruang

2

7

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

002

kabupaten/kota

1 05

 

16

 

Program Pemanfaatan Ruang

     

2.100.000.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

1 05

 

16

10516

 

Pr osentase ketersediaan petunjuk

0

1 0 %

 

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

001

pelaksanaan pemanfaatan tata

1 05

 

17

 

Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

     

800.000.000

Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

 

TOTAL

63.872.856.810

 

Surabaya, 30 Juli 2014 KEPALA DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

Ir. GENTUR PRIHANTONO SP, MT Pembina Utama Madya NIP. 19590109 198712 1002

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN

SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

         

INDIKATOR KINERJA

CAPAIAN KINERJA

PROGRAM PEMBANGUNAN

 

SKPD

   

NO

SASARAN

 

STRATEGI

 

ARAH KEBIJAKAN

(OUTCOME)

2013

2019

 

DAERAH

 

PENANGGUNG JAWAB

1

2

 

345

 

67

   

8

 

9

 

Misi 02: Meningkatkan pembangunan ekonomi yang

                   

16

Meningkatnya akses masyarakat

terhadap perumahan layak, pelayanan air minum, dan sanitasi

01

Meningkatkan kinerja penyediaan

dan pengelolaan air minum dan sanitasi

01

Peningkatan ketersediaan dan

cakupan pelayanan air minum

001

Persentase Tingkat Pelayanan air

72,15%

76,14%

[1.03.45] Program Pengembangan

[1030500] Dinas PU Cipta Karya

dan sanitasi dengan harga terjangkau

Limbah

Kinerja

Pengelolaan Sanitasi

dan

Tata Ruang

 
           

001

Persentase Tingkat Pelayanan air

60,96%

66,96%

[1.03.46] Program Pengembangan

[1030500] Dinas PU Cipta Karya

Bersih

Kinerja

Pembangunan Air Minum

dan

Tata Ruang

 
   

02

Meningkatkan pemenuhan kebutuhan hunian yang layak

bagi masyarakat miskin, dan masyarakat berpenghasilan rendah

01

Peningkatan pemenuhan perumahan yang layak huni bagi

seluruh masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah

001

Persentase Rusun terbangun

39,42%

0.6365

[1.04.15] Program Pengembangan

P

Perumahan

h

[1030500] Dinas PU Cipta Karya

d

dan

R

Tata Ruang

T t

             

Jumlah PSU Perumahan

50 kawasan PSU dan

     

002

Permukiman dan Dokumen Monev RTLH

dokumen monev 50.000 unit RTLH

10

 

Misi 03: Meningkatkan pembangunan yang

                   

5

Terwujudnya perumusan dan

01

Mengembangkan kawasan

01

Menetapkan Rencana Kawasan

001

Prosentase RTR Kawasan Strategis Provinsi yang tersusun

41

100

[1.05.15] Program Perencanaan Tata Ruang

[1030500] Dinas PU Cipta Karya

pelaksanaan kebijakan bidang

strategis dalam rangka

Strategis Provinsi dalam

dan

Tata Ruang

 
             

Jumlah Rencana Rinci Tata Ruang

       

002

kabupaten/kota

2

40

   

02

Meningkatkan peran rencana tata

01

Fasilitasi Upaya Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang

001

Prosentase ketersediaan

0

100

[1.05.16] Program Pemanfaatan Ruang

[1030500] Dinas PU Cipta Karya

ruang sebagai pedoman dalam

petunjuk pelaksanaan

dan

Tata Ruang

 
   

03

Perumusan peraturan/kebijakan

01

Penyusunan Petunjuk

001

Jumlah Aparat yang Mendapat

   

[1.05.17] Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang

[1030500] Dinas PU Cipta Karya

sebagai dasar Pemanfaatan ruang

Pelaksanaan pemanfaatan ruang

Pelatihan dalam rangka

dan

Tata Ruang

 

Surabaya, 30 Juli 2014 KEPALA DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

Ir. GENTUR PRIHANTONO SP, MT Pembina Utama Madya NIP. 19590109 198712 1002

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR MATRIKS RANCANGAN RPJMD PERIODE 2015 2019

SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

KODE

 

VISI MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

KETERANGAN

1

 

2

3

 

JAWA TIMUR LEBIH SEJAHTERA, BERKEADILAN, MANDIRI, BERDAYA SAING, DAN BERAKHLAK

   

0104

Mempercepat dan memperluas penanggulangan kemiskinan

   

010401

Menurunn a ersentase enduduk miskin Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Ke arahan Kemiskinan

 

y p

p

,

,

p

010403

Meningkatnya pengarusutamaan gender dalam pembangunan

   

0208

Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur untuk mengembangkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan rakyat

 

020802

Meningkatnya akses masyarakat terhadap perumahan layak, pelayanan air minum, dan sanitasi

 

03

Meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan, dan penataan ruang

   

0301

Meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan pemeliharaan kelestariannya

   

030101

Meningkatnya luas hutan dan/atau lahan kritis yang direhabilitasi

   

030103

Meningkatnya kepedulian dan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup terutama sumber daya air, DAS, dan wilayah pesisir, serta laut

 

0302

Meningkatkan penataan ruang wilayah provinsi yang berkelanjutan

   

030201

Terwu j u d nya perumusan d an pe l a k sanaan k e bij a k an bid ang penataan ruang

   

030202

Meningkatnya fasilitasi tentang perlindungan terhadap luasan lahan pertanian

   

KODE

VISI MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

KETERANGAN

1

2

3

04

Meningkatkan reformasi birokrasi, dan pelayanan publik

 

0401

Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dan bersih (clean government), serta profesionalisme pelayanan publik

 

040101

Meningkatnya kualitas kelembagaan dan kapabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik

 

040102

Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas penyelenggaran pemerintahan daerah

 

040103

Meningkatnya kualitas perencanaan, penganggaran, dan pengendalian program, serta kegiatan pembangunan

 

Surabaya, 30 Juli 2014 KEPALA DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR

Ir. GENTUR PRIHANTONO SP, MT Pembina Utama Madya NIP. 19590109 198712 1002

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ( PROGRAM DAN KEGIATAN)

SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang

NO

KODE

NAMA PROGRAM / KEGIATAN

KETERANGAN

1

2

3

4

 

10327

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

 

365

10327001

Penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah

 

366

10327002

Penyediaan prasarana dan sarana air limbah

 

367

10327003

Pengembangan teknologi pengolahan air minum dan air limbah

 

368

10327004

Fasilitasi pembinaan teknik pengolahan air limbah

 

369

10327005

Fasilitasi pembinaan teknik pengolahan air minum

 

370

10327006

Pengembangan sistem distribusi air minum

 

371

10327007

Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air minum

 

372

10327008

Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air limbah

 

373

10327009

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

 
 

10329

Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

 

407

10329001

Perencanaan pengembangan infrastruktur

 

408

10329002

Pembangunan/peningkatan infrastruktur

 

409

10329003

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

 
 

10330

Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan

 

410

10330001

Penataan lingkungan permukiman penduduk perdesaan

 

411

10330002

Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan

 

412

10330003

Pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan

 

413

10330004

Pembangunan pasar perdesaan

 

414

10330005

Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan perdesaan

 

415

10330006

Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih perdesaan

 

416

10330007

Rehabilitasi/pemeliharaan pasar perdesaan

 

417

10330008

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

 
 

10335

Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Air Limbah

 

452

10335001

Pembangunan sarana air minum di perkotaan dan perdesaan meliputi bangunan produksi sampai jaringan distribusi

 

453

10335002

Pendataan dan identifikasi potensi air baku untuk air minum dan pengembangan pemanfaatan sumber air secara terintegrasi lintas kabupaten/kota

 

454

10335003

Pemulihan sarana air minum dan air limbah yang rusak pada lokasi bencana alam

 

455

10335004

Revitalisasi dan perbaikan sarana air minum untuk menunjang peningkatan pemeliharaan guna pengendalian kebocoran

 

456

10335005

Revitalisasi IPAL/IPLT dan rintisan pengembangan jaringan pembuangan air limbah di perkotaan

 

457

10335006

Pembangunan sarana sanitasi (jamban keluarga/komunal) di perdesaaan

 

458

10335008

Penyediaan sarana air bersih dan air limbah PONPES

459

10335009

Review Studi Air Baku

 

460

10335010

Perencanaan Fasilitasi PLN dan PDAM Rusunawa

461

10335011

Pembangunan MCK

 

462

10335012

Pengadaan Air Bersih

 

463

10335014

Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih pada Lokasi GERDUTASKIN

464

10335016

Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih / Air Minum Perdesaan

465

10335017

Pembangunan Sarana Air Bersih Regional

 
 

10336

Program Pengembangan Wilayah Perbatasan

466

10336001

Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah

467

10336002

Sosialisasi kebijakan pemerintahdalam penyelesaian perbatasan antar negara

468

10336003

Koordinasi penetapan rencana tata ruang perbatasan

469

10336004

Penyusunan perencanaan pengembangan perbatasan

470

10336005

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

 

471

10336006

Analisa Kesenjangan Infrastruktur Permukiman Kawasan JLS

472

10336007

Analisa Perkembangan Permukiman Berbasis Teknologi Multi Temporer di Jawa Timur (Remote

S

Sensing and Geographics Information System)

i

d G

hi

I

f

ti

S

t

473

10336008

Penyusunan perencanaan pengembangan infrastruktur wilayah perbatasan

474

10336009

Penyusunan Perencanaan Program Pembangunan Bidang Permukiman pada Desa Miskin Tertinggal

 

10337

Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

475

10337001

Perencanaan pengembangan infrastruktur

 

476

10337002

Pembangunan/peningkatan infrastruktur

 

477

10337003

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

 

478

10337004

Penyusunan Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh

479

10337005

Identifikasi Kebutuhan Infrastruktur Permukiman sebagai Antisipasi Perkembangan Kawasan Pesisir

480

10337006

Penyusunan UKL/UPL

 

481

10337007

Pembinaan Teknis Penyusunan RPJM Permukiman Kab.Kota

482

10337008

Identifikasi Program Pengembangan Kawasan Permukiman Baru di Kab. Sidoarjo

 

10338

Program Peningkatan Kinerja Pembangunan Persampahan dan Drainase

483

10338001

Pembangunan Saluran Drainase dan Persampahan Kawasan Perkotaan

484

10338002

Fasilitasi Kerjasama Pengelolaan Sampah Terpadu

485

10338003

Pembangunan Saluran Drainase dan Persampahan

 

10345

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Sanitasi

592

10345001

Penyediaan sarana air limbah

 

593

10345002

Pembangunan dan Perbaikan Saluran Air/Plengsengan/Drainase

 

10346

Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum

594

10346001

Pembangunan Sarana Air Bersih di Perdesaan

595

10346002

Pendataan dan Pemetaan Potensi Kawasan Rawan Air

 

10415

Program Pengembangan Perumahan

602

10415001

Penetapan kebijakan, Strategi, dan program perumahan

603

10415002

Penyusunan norma, standar, pedoman dan manual (NSPM)

604

10415003

Koordinasi penyelenggaraan pengembangan perumahan

605

10415004

Sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang perumahan

606

10415005

Koordinasi pembangunan perumahan dengan lembaga/badan usaha

607

10415006

Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu

608

10415007

Pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat

609

10415008

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

610

10415009

Revitalisasi kawasan kumuh melalui perbaikan lingkungan permukiman

611

10415011

Pengembangan teknologi tepat guna dan penelitian bidang perumahan dan sarana permukiman

612

10415012

Pengembangan kawasan siap bangun dan atau lingkungan siap bangun di kota-kota metropolitan dan kota-kota besar

613

10415013

Pengembangan pola subsidi yang tepat sasaran, efisien dan efektif sebagai pengganti subsidi selisih bunga

614

10415014

Pembayaran Angsuran Rusunawa Siwalankerto Tahap III

615

10415015

Peningkatan sarana prasarana dan pemberdayaan perumahan

616

10415016

Pembinaan Jasa Konstruksi

617

10415017

Pembangunan dan rehab sarana prasarana Gedung Negara

618

10415018

Pengembangan teknologi tepat guna bidang permukiman

619

10415019

Peningkatan sarana prasarana permukiman perkotaan

620

10415020

Penyusunan Perencanaan Program Pembangunan Bidang Permukiman pada Desa Miskin Tertinggal

621

10415021

Pengembangan Kawasan Agropolitan, Pembangunan/ Perbaikan sarana prasarana kawasan Agropolitan Jawa Timur

622

10415022

Perbaikan Jalan/Saluran Lingkungan Permukiman

623

10415023

Pembangunan PSD Lingkungan PONPES Tertinggal

624

10415024

Gedung Penunjang VVIP & VIP Bandara Juanda

625

10415025

Renovasi Gedung Bawas

626

10415026

Renovasi Gedung Bappeprop

627

10415027

Evaluasi Program dan Pengadaan Investor PIA

628

10415028

Penelitian dan Evaluasi Kelayakan Lahan TPA Sampah Terpadu dan Urugan

629

10415029

DED Pondok Pesantren

630

10415030

DED Desa Tertinggal

631

10415031

Pembenahan Interior Gedung Brantas Ex Memo untuk Gedung Pelayanan Sistem Perijinan Satu Atap (lanjutan)

632

10415032

Perbaikan dan Penataan Lingkungan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

633

10415033

Review Hasil Identifikasi Desa Miskin Tertinggal

634

10415034

Analisa Pembangunan Pemukiman di Propinsi Jawa Timur

635

10415035

Pengembangan dan Fasilitasi Program Permukiman

636

10415036

Pengembangan Sarana dan Prasarana Permukiman Se Jawa Timur

637

10415037

Rehab Wisma DPRD untuk Kantor