Anda di halaman 1dari 9

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi.

Gempa
bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga
digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi
kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi
karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Gempa Bumi tektonik adalah jenis gempa Bumi yang disebabkan oleh pergeseran
lempeng plat tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan akibat
adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut Bumi. Gempa Bumi ini adalah jenis gempa
yang paling sering dirasakan, terutama di Indonesia.
Penyebab gempa tektonik yang kuat sering terjadi di sekitar tapal batas lempenganlempengan tektonik. Lempengan-lempengan tektonik ini selalu bergerak dan saling mendesak
satu sama lain. Pergerakan lempengan-lempengan tektonik ini menyebabkan terjadinya
penimbunan energi secara perlahan-lahan. Gempa tektonik kemudian terjadi karena adanya
pelepasan energi yang telah lama tertimbun tersebut. Gempa tektonik biasanya jauh lebih
kuat getarannya dibandingkan dengan gempa vulkanik, maka getaran gempa yang merusak
bangunan kebanyakan disebabkan oleh gempa tektonik. [2]. Tenaga yang dihasilkan oleh
tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng
tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area
dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut
begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah
yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan
aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng
tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis
tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa Bumi tektonik
yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng
tektonik.

Contoh

gempa

tektonik

ialah

seperti

yang

di Yogyakarta, Indonesiapada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.

terjadi

Gempa Tektonik
TENAGA ENDOGEN DAN TEKTONISME.
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan
pada kulit bumi. Tenaga endogen dibagi menjadi 3 ( tektonisme, vulkanisme dan seisme).
Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam

bumi yang menyebabkan terjadinya

dislokasi (perubahan letak) patahan dan retakan pada kulit bumi dan batuan.
Di dalam bumi terdapat Lapisan batuan terluar atau lithosphere banyak mengandung
lempengan,yang dibawahnya terdapat lapisan athenosphere,yang seakan-akan melumasi
batuan tersebut,sehingga mudah bergerak. Karenanya dapat terjadi hal-hal berikut :
1. Lempengan bergerak saling menekan.inilah cikal gunung atau lembah.

2. Lempengan bergerak berlawanan satu sama lain, hal inilah yang dapat menyebabkan
tumbukan.

Kedua hal tersebut dapat menyebabkan getaran yang disebut dengan seismic wave, yang
bergerak ke segala arah. Inilah yang disebut dengan gempa tektonik, dengan pusat getaran
disebut fokus gempa.

Lokasi di bawah permukaan bumi dimana gempa bumi terjadi disebut hypocenter, dan lokasi
tepat di atasnya di permukaan bumi disebut epicenter.

Jika peristiwa (b) terjadi di dasar laut, maka volume daerah diatasnya akan mengalami
perubahan,yang menyebabkan adanya pengaruh terhadap gelombang laut,yang selanjutnya
terjadi gelombang tsunami.

Gelombang tsunami adalah gelombang air laut yang diawali adanya serapan oleh ruang
kosong yang dihasilkan thrust fault ketika meledak dan kemudian ditekan kembali setelah
menutup sehingga menghasilkan gelombang berenergi besar sekali. Gelombang air ini
terpancar horisontal kesegala arah.
Ketika sampai di pantai gelombang ini mengalami perubahan bentuk sebagai berikut :
a. Jika pantainya sangat curam seperti di Jawa Selatan, maka gelombang tsunami akan
memukul pantai dan ada redaman. Tebing-tebing pantai dapat hancur jika batuannya rapuh.
b. Jika pantainya landai seperti pantai di Aceh Barat dan Sumatera Utara Barat , maka
gelombang tsunami tadi hampir tidak mengalami redaman, dan karena dasar dari pantai
menaik dan lapisan air menipis, maka amplitudo gelombang air ini menjadi meninggi dan
kecepatannya membesar, sehingga gelombang ini dapat menjalar sampai masuk jauh ke darat
(tsunami Krakatau 1883 dan Aceh yang baru saja terjadi).
Besarnya gempa bumi dapat diukur dengan alat seismograph. Hasil rekaman dari
gempa disebut seismogramKerugian akibat gempa bumi tidak langsung disebabkan oleh
gempa bumi, namun disebabkan oleh kerentanan bangunan sehingga terjadi runtuhan
bangunan,

kejatuhan

peralatan

dalam

bangunan,

kebakaran,

tsunami

dan

tanah

longsorPrediksi gempa bumi sampai sekarang masih dalam taraf penelitian sehingga faktor
mitigasi lebih penting untuk mencegah kerugian dan bencana yang lebih besar. Untuk itu
diperlukan analisa resiko yang mencakup parameter gempa bumi, bangunan dan geologi
setempat dimana bangunan atau perencanaan kota berada. Analisa ini memerlukan kerjasama
antara masing-masing professional; Geofisikawan, Insinyur sipil dan Geology.

1. Tipe Tipe Gempa Bumi


Ada beberapa tipe gempa bumi yang terjadi di seluruh belahan dunia, yaitu :
1. Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya
aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila
keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga
akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di
sekitar gunung api tersebut.
2. Gempa bumi tektonik ; Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik,
yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai
kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak
menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat
mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh
perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti
layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan
oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik
plate (plat tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan,
sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan
seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan
bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa
tektonik. Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola
dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan
lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian
(geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan
fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang
berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah
seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesiapada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul
05.54 WIB,
3. Gempa bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau
asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
4. Gempa bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun
pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.
5. Gempa bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh
aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke
permukaan bumi.

1. Penyebab Terjadinya Gempa


Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh
tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian
membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan
lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa
bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan
translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan
litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam
gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung
berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air
yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang
juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada
beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir,
gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan
memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang
disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi
PROSES KEJADIAN
Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan
yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat di tahan oleh lempeng
tektonik tersebut. Proses pelepasan energi berupa gelombang elastis yang disebut gelombang
seismik atau gempa yang sampai ke permukaan bumi dan menimbulkan getaran dan
kerusakan terhadap benda benda atau bangunan di permukaan bumi. Besarnya kerusakan
tergantung dengan besar dan lamanya getaran yang sampai ke permukaan bumi. Selain itu
juga tergantung dengan kekuatan struktur bangunan.
Para ahli gempa mengklasifikasikan gempa menjadi dua katagori, gempa intra
lempeng (intraplate) dan antar lempeng ( interplate). Gempa intraplate adalah gempa yang
terjadi di dalam lempeng itu sendiri, sedangkan gempa interplate terjadi di batas antar dua
lempeng .
Sebenarnya gempa bumi terjadi setiap hari, namun kebanyakan tidak terasa oleh
manusia , hanya alat seismograph saja yang dapat mencatatnya dan tidak semuanya
menyebabkan kerusakan . Di Indonesia gempa merusak terjadi 3 sampai 5 kali dalam
setahun.

Proses terjadinya gempa bumi dapat dilihat dari penyebab utama terjadinya gempa bumi.
Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu:
1. Gempa Tektonik
2. Gempa Vulkanik
3. Gempa Runtuhan
4. Gempa Jatuhan
5. Gempa Buatan
- Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng lempeng tektonik yang terdiri dari
lapisan lapisan batuan. Tiap tiap lapisan memiliki kekerasan dan massa jenis yang berbeda
satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang
terjadi di dalam bumi.
Proses Terjadinya Gempa Tektonik
a. Sesar aktif bergerak sedikit demi sedikit kearah yng saling berlawanan Pada tahap ini
terjadi akumulasi energi elastis.
b. Pada tahap ini mulai terjadi deformasi sesar, karena energi elastis makin besar.
c. Pada tahap ini terjadi pelepasan energi secara mendadak sehingga terjadi peristiwa yang
disebut gempa bumi tektonik
d. Pada tahap ini sesar kembali mencapai tingkat keseimbangannya kembali. Pergeseran ini
kian lama menimbulkan energi-energi stress yang sewaktu waktu terjadi pelepasan energi
yang mendadak. Peristiwa inilah yang disebut gempa tektonik yaitu peristiwa pelepasan
energi secara tiba-tiba di dalam batuan sepanjang sesar atau patahan seperti terlihat dalam
gambar.

- Gempa Vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa gunung api merupakan peristiwa
gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi. Gempa ini dapat
terjadi sebelum dan saat letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan
oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada. Perkiraaan meletusnya gunung
berapi salah satunya ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa vulkanik.
Erupsi gunung berapi menimbulkan getaran gempa yang ukup besar disekitar daerah letusan
- Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya
runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung atau pantai yang curam memiliki energi potensial
yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan tambang akibat runtuhnya dinding atau
terowongan pada tambang-tambang bawah tanah sehingga dapat menimbulkan getaran di
sekitar daerah runtuhan, namun dampaknya tidak begitu membahayakan. Justru dampak
yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau tanah longsor itu sendiri.
- Gempa Jatuhan
Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam susunan tata surya. Dalam tata
surya kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit bumi.
Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi dan kadang-kadang sampai ke
permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika massa meteor
cukup besar. Getaran ini disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi.
- Gempa Buatan
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi
yang dapat tercatat oleh seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan kekuatan
ledakan, sedangkan ledakan dinamit di bawah permukaan bumi juga dapat menimbulkan
getaran namun efek getarannya sangat lokal.

Zona Gempa
Zona gempa di Indonesia dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa kepulauan Indonesia merupakan daerah rawan
gempa tektonik. karena dilewati jalur gempa Mediteran dan Circum Pasifik .