Anda di halaman 1dari 7

PEMBAHASAN

Pengertian Dinamika Fluida


Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak,
berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan.
Sedangkan Fluida adalah zat-zat yang mampu mengalir dan yang menyesuaikan diri dengan
bentuk wadah tempatnya. Bila berada dalam keseimbangan, fluida tidak dapat menahan gaya
tangensial atau gaya geser. Dalam pengertian ini kita dapat menganggap cairan dan gas
sebagai fluida. Secara umum, makin besar laju deformasi fluida, semakin besar pula tegangan
geser untuk fluida tersebut.
Tegangan geser hanya ada bila sebuah fluida sedang menjalani deformasi. Air dalam
sebuah wadah yang digerakkan atau dirotasikan dengan percepatan dan kecepatan konstan
tidak akan menunjukkan deformasi sehingga tidak mengalami tegangan geser. Untuk
memunculkan tegangan geser itu ada, fluida harus viscous, sebagaimana karakteristik yang
ditunjukkan oleh semua fluida sejati. Fluida yang ideal boleh didefinisikan sebagai fluida
yang tidak viskous; jadi tegangan geser dalam fluida ideal tidak ada, bahkan meskipun fluida
itu mengalami deformasi.
Dinamika fluida adalah pergerakan/perpindaham zat yang dapat mengalir.Dinamika
fluida sering dikatakan sebagai persoalan fisika klasik terbesar yang belum terpecahkan.
Upaya untuk mengungkapkan fenomena dinamika fluida tercatat sejak Da Vinci melakukan
observasi aliran pada abad ke-16, diikuti Newton pada akhir abad ke-17 dengan konsep
viskositis Newtonian, lalu beberapa ilmuan besar seperti Bernoulli, Euler, Navier, Cauchy,
Poisson, Saint Venant, dan Stokes.
Dua kostribusi penting diberikan secara terpisah oleh Navier pada tahun 1823 dan
Stokes pada tahun 1845 yang menurunkan persamaan diferensial parsial fluida viskos,
persamaan ini membahas tentang persamaan gerak fluida viskos, membahas tentang
persamaan gerak ini dengan persamaan Navier-Stokes, dan persamaan inilah yang menjadi
dasar kajian dinamika fluida saat ini. Aliran fluida dapat berupa aliran garis arus (streamline)
atau aliran turbulen. Garis arus ialah aliran fluida yang mengikuti suatu garis (lurus
melengkung) yang jelas ujung dan pangkalnya. Aliran turbulen ditandai oleh adanya aliran
berputar.
Ada partikel-partikel yang memiliki arah gerak berbeda bahkan berlawanan dengan
arah gerak keseluruhan fluida. Dalam percobaan kali ini, fluida yang digunakan adalah air,
karena dalam dunia petanian air memegang peranan yang cukup penting. Air digunakan
untuk irigasi dan merupakan bahan utama dalam proses fotosintesis. Untuk memperkirakan
jumlah air yang harus dialirkan untuk memenuhi kebutuhan tanaman dapat dilakukan
pengukuran debit air. Debit ini dapat diukur dengan mengalikan kecepatan aliran suatu
saluran dengan luas penampang saluran. Air merupakan komponen penting dalam kehidupan
manusia.

Banyak aktivitas manusia yang melibatkan air di dalamnya, misalnya mencuci


pakaian, memasak, mandi, dan mengepel lantai. Air dalam pipa/saluran air memiliki
kecepatan yang berbeda-beda. Semakin sempit saluran air maka semakin cepat pula laju
alirannya. Aliran fluida ada dua tipe, yaitu aliran tunak dan aliran tak tunak. Contoh aliran
tunak adalah arus air yang mengalir dengan tenang (kelajuan air rendah).Contoh aliran tak
tunak ialah gelombang pasang air laut. Salah satu alat yang menggunakan prinsip dinamika
fluida adalah kincir air . Daya maksimum kincir terletak pada harga tinggi sudu tertentu,
sedangkan efisiensi kincir akan semakin tinggi jika sudu semakin kecil.
Untuk kincir air yang hanya memanfaatkan aliran air datar atau kecepatan arus
sungai, energi air yang tersedia merupakan energi kinetic, E = m Vs2 dimana : Vs =
kecepatan aliran arus sungai (m/s). Debit aliran air melalui kincir Q = Vs. A m3 /s . Dimana
A= luas penampang sudu/aliran air (m2 ) (Kadir, 2010). Aliran atau debit fluida (J): ketika
suatu fluida yang mengisi sebuah pipa mengalir di dalam pipa rata-rata v, aliran atau debit J
adalah: J = A v .
Di mana A adalah luas penampang melintang pipa.
Satuan J adalah m3 /det dalam SI dan ft3 /det dalam satuan umumAmerika. Kadang-kadang J
disebut sebagai laju aliran atau laju debit (Bueche, 2006).
Satuan dari gaya dalam sistem ini, yaitu newton, di turunkan dari satuan massa dan
satuan percepatan. Dari hukum kedua Newton, gaya dalam newton = massa dalam kilogram x
percepatan dalam m/det2 atau gaya 1 newton mempercepat massa 1 kilogram pada laju 1
m/det2 Kekentalan (viskositas) suatu fluida adalah sifat yang menentukan besar daya
tahannya terhadap gaya geser. Kekentalan terutama diakibatkan oleh saling pengaruh antara
molekul-molekul fluida. Aliran viskos dapat digambarkan dengan dua buah bidang sejajar
yang dilapisi fluida tipis diantara kedua bidang tersebut.
Dua Lempengan Besar Sejajar Jika jarak y dan kecepatan U tidak terlalu besar, variasi
kecepatan (gradien) akan merupakan suatu garis lurus. Percobaan-perobaan telah
menunjukkan bahwa F berubah-ubah bersama dengan luas lempengan,dengan kecepatan U,
dan berlawanan dengan jarak y. Akibat segitiga yang sebangun, U/y = dV/ dy, kita
mempunyai F AU = A d V y d y. Dimana F/A = tegangan geser (Soemitro, 1990).
Setiap hari kita semua selalu berhubungan dengan fluida hampir tanpa tidak sadar.
Hampir semua prinsip yang dicakup dalam buku ini telah diterapkan dalam fenomenafenomena fisika yang sering kita jumpai. Pipa air, sama sekali bukan barang yang aneh.
Boleh jadi kita sadar bahwa pipa air minum, misalnya, harus mempunyai diameter yang lebih
besar dari suatu harga minimum agar aliran air dari keran-keran dapat mencukupi kebutuhan.
Kincir angin di ladang pertanian mempunyai prinsip kerja yang sama dengan baling baling di
kapal, di pesawat terbang, dalam pompa, pada kipas angin, pada turbin, bahkan pada
pengaduk makanan yang digunakam didapur. Di dalam mesin-mesin itu, ada sebuah momen
gaya (torque) atau gaya dorong (thrust) bekerja terhadap fluida atau sebaliknya (Olson,1993).

Pompa sebagai salah satu mesin aliran fluida hidrolik pada dasarnya digunakan untuk
memindahkan fluida tak mampat (incompressible fluids) dari suatu tempat ke tempat lain
dengan cara menaikkan tekanan fluida yang dipindahkan tersebut. Pompa akan memberikan
energy mekanis pada fluida kerjanya, dan energy yang diterima fluida digunakan untuk
menaikkan tekanan dan melawan tahanan tahanan yang terdapat pada saluran saluran
instalasi pompa (Hanandoko, 2000). Pompa sentrifugal sebagai salah satu jenis pompa yang
banyak dijumpai dalam industry bekerja dengan prinsip putaran impeller sebagai elemen
pemindah fluida yang digerakkan oleh suatu penggerak mula. Zat cair yag berada didalam
akan berputar akibat dorongan sudu-sudu dan menimbulkan gaya sentrifugal yang
menyebabkan cairan cairan mengalir dari tengah impeller dan keluar melalui saluran di antar
sudu sudu dan meninggalkan impeller dengan kecepatan tinggi (Hanandoko, 2000).
Pada beberapa industri seperti industri kimia, pemindahan fluida umumnya dilakukan
melalui sistem pipa, misalnya pembesaran saluran, pengecilan saluran, dan kombinasi
saluran. Kontraksi saluran ini diperlukan karena pada saat bekerja sistem pipa tidak jarang
dihadapkan pada keharusan untuk menurunkan luas penampang saluran (Mahmuddin, 2008).
Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan Viscous (Soedojo, 1986).
Suatu bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dahulu menjadi
viscous yaitu menjadi lunak dan dapat mengalir pelan pelan. Jika sebuah benda dijatuhkan
ke dalam fluida kental, misalnya kelereng dijatuhkan ke dalam kolam renang yang airnya
cukup dalam, nampak mula-mula kelereng bergerak dipercepat. Tetapi bebrapa saat setelah
menempuh jarak cukup jauh, Nampak kelereng bergerak dengan kecepatan konstan (bergerak
lurus beraturan). Ini berarti disamping gaya berat dan gaya apung zat cair masih ada gaya lain
yang bekerja pada kelereng tersebut. Khusus untuk benda berbentuk bola, gaya gesekan
fluida secara empiris dirumuskan sebagai, Fs = 6rv Dengan menyatakan koefisien
kekentalan, r adalah jari-jari bola kelereng dan v kecepatan relative (Budianto, 2008).
CONTOH SOAL
1. Air mengalir melalui pipa mendatar dengan luas penampang pada masing-masing
ujungnya 200mm2 dan 100mm2. Bila air mengalir dari panampang besar dengan kecepatan
adalah 2 m/s, maka kecepatan air pada penampang kecil adalah .
Pembahasan
Diketahui:
A1 = 200 mm2= 2.10-4m2
A2 = 100mm2= 10-4m2
v1= 2 m/s
ditanyakan v2 = . ?
jawab:
Q1 = Q2
A1v1 = A2V2
v2 = A1v1/A2 = 2.10-4.2/10-4 = 4m/s
2. Azas Bernoulli dalam fluida bergerak menyatakan hubungan antara .
jawab :
Dalam fluida bergerak, hubungan antara tekanan, kecepatan, dan massa jenis dinyatakan oleh
Azas Bernouli.

3.

Pada gambar tersebut, G adalah generator 1.000 W yang digerakan


dengan kincir angin, generator hanya menerima energi sebesar 80% dari air. Bila generator
dapat bekerja normal, maka debit air yang sampai kekincir air dalah .
jawaban:
Diketahui:
Pg = 103watt
g = 80% air = 0,8 air
h = 10 m
Ditanya Q = . ?
Pg = ..V.g.h
1000 = 0,8.103.V.10.10
V = 12,5.103m3 = 12,5L
Q = V/t = 12,5 L/s
4. Suatu fluida ideal mengalir di dlaam pipa yang diameternya 5 cm, maka kecepatan aliran
fluida adalah .
jawaban:
Pembahasan:
Diketahui:
d = 5 cm = 5.10-2 m
r = 2,5 cm = 2,5.10-2 m
v = 32 m/s
Ditanya: v = ?
Jawab:
Karena memiliki besar diameter yang sama, maka kecepatan aliran fluida besarnya sama,
yaitu 32 m/s.
5. Sebuah selang karet menyemprotkan air vertikal ke atas sejauh 4,05 meter. Bila luas ujung
selang adalah 0,8 cm2, maka volume air yang keluar dari selang selama 1 menit adalah
liter
jawaban
Diketahui:
h = 4,05 m
A = 0,8cm2 = 8.10-5m2
t = 1menit = 60 sekon
ditanya: V = .?
Jawab
Ep = m.g.h = mv2
v = 2.g.h = 2.10.4,05 = 9 m/s
Q = A.v = 8.10-3.9 = 7,2.10-4 m3/s
V = Q.t = 7,2.10-4.60 = 432.10-4m3 = 43,2 L

6. Minyak mengalir melalui sebuah pipa bergaris tengah 8 cm dengan kecepatan rata-rata
3 m/s. Cepat aliran dalam pipa sebesar .
jawaban:
Q = .R2.v = 3,14.16.10-4.3 = 0,151 m3/s = 151 liter/s
7. Debit air yang keluar dari pipa yang luas penampangnya 4cm2 sebesar 100 cm3/s.
Kecepatan air yang keluar dari pipa tersebut adalah .
jawaban: c
v = Q/A = 100/4 = 25 cm/s = 0,25 m/s
8.Air mengalir kedalam sebuah bak dengan debit tetap 0,5 liter/s. Jika bak tersebut berukuran
1x1x1 m3, maka bak tersebut akan penuh dalam waktu menit.
10. jawaban:
Diketahui
Q = 0,5 liter/s = 5.10-4 m3/s
V = 1m3
A = 1m2
Ditanyakan: t = . ?
Jawab:
t = V/Q = 1/5.10-4 = 2000 s = 33,3 menit
uraian
1. v1 = 2gh = 2.10.8 = 12,65 m/s
A = Q/v1 = 5.10-5 /12,65 = 3,95.10-6 m2
Q2 = A.v2 = 55,85.10-6 m3/s = 55,85 cm3/s
2. Diktetahui
Wu = 95N; Wcair = 87 N
Ditanya Fa = . ?
Jawab:
Fa = Wu Wcair = (95-87) = 8 N
3. Alat-alat yang prinsip kerjanya berdasarkan hukum Bernoulli
a. pipa pitot
b. pipa venturi
c. pesawat terbang
d. karburator motor
4. Diketahui:
A = 25 cm2 = 25.10-4 ; v = 10 m/s
Ditanya: Q = .?
Penyelesaian
Q = A.v = 25.10-4.10= 0,025 m3/s

Rumus Minimal
Debit
Q = V/t
Q = Av
Keterangan :
Q = debit (m3/s)
V = volume (m3)
t = waktu (s)
A = luas penampang (m2)
v = kecepatan aliran (m/s)
1 liter = 1 dm3 = 103 m3
Persamaan Kontinuitas
Q1 = Q2
A1v1 = A2v2
Persamaan Bernoulli
P + 1/2 v2 + gh = Konstant
P1 + 1/2 v12 + gh1 = P2 + 1/2 v22 + gh2
Keerangant :
P = tekanan(pascal=Pa=N/m2
p = massa jenis cairan (kg/m3)
g = percepatan grafitasi (m/s2)

DAFTAR PUSTAKA
Budianto, Anwar. 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair Dengan
Menggunakan Regresi Linear Hukum Stokes. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Nuklir.
DIY.
Bueche, Frederick J. 2006. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta Hanandoko, Theodorus
Bayu. 2000. Deteksi Instalasi Pompa Sentrifugal Terhadap Gejala Kavitasi. Jurnal Teknologi
Industri Vol. IV No 1
Mahmuddin. 2008. Karakteristik Penurunan Tekanan Aliran Dua Fase Dalam Pipa Dengan
Pembesaran Penampang Tiba-Tiba. Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia
Makassar
Oslon, Ruben M. 1993. Dasar-Dasar Mekanika Fluida Teknik. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta Poole.
R. J. 2009. The Effect of Expansion Ratio For Creeping Expansion Flows of UCM Fluids.
Departmen of Engineering,University of Liverpool. Portugal Schaum. 1990.
Mekanisasi Fluida dan Hidrolika. Erlangga. Jakarta Tekana, S.S. 2011. Impact
Analysis of Taung Irrigation Scheme on Household Welfare among Farmers in Northwest Province, Soth Africa. Department of Agricutural Economics, North-west
University. South Africa.