Anda di halaman 1dari 7

4.

6 Aliran Massa (Mass Flows)


Campuran detritus dan fluida yang bergerak di bawah kontrol gravitasi oleh beberapa mekanisme
fisika yang berbeda yang mungkin bekerja secara individual atau kombinasi. Tipe-tipe aliran ini
dikenal secara kolektif sebagai aliran massa atau aliran gravitasi (gravity flow) (Middleton &
Hampton 1973). Semuanya memerlukan lereng yang menyediakan energi potensial untuk
menggerakkannya, tapi ketika aliran telah dimulai maka mungkin berlanjut dengan pengaruh
momentumnya.

4.6.1 Aliran Debris


Aliran ini padat, campuran kental (viscous) sedimen dan air yang mana volume dan massa sedimen
yang ada melebihi airnya (Leeder 1982). Air mungkin menyusun kurang dari 10 % aliran. Aliran
padat, campuran kental jenis ini biasanya memiliki angka Reynold yang sangat rendah jadi
kemungkinan besar alirannya adalah laminar (4.2.1). Dalam ketiadaan turbulen, tidak ada dinamika
pemilahan material ke dalam ukuran-ukuran yang berbeda yang terjadi selama aliran dan
menghasilkan endapan yang terpilah sangat buruk. Beberapa pemilahan mungkin berkembang oleh
pengendapan yang lambat dan ada kemungkinan gradasi terbalik yang lokal yang dihasilkan
olehshear (gerusan, gerak pindah yang cepat) pada batas lapisan. Material semua ukuran dari
lempung hingga bongkah besar mungkin saja ada.
Aliran debris terjadi di daratan, umumnya di dalam lingkungan kering dimana suplai air jarang, dan
di dalam lingkungan laut (submarine) dimana transportasi material menuruni lereng kontinen
(continental slope). Ketika aliran debris telah dimulai, kemiringan lereng yang diperlukan untuk
mengatasi gesekan hanya sekitar 1 . Pengendapan terjadi ketika gesekan internal menjadi terlalu
besar dan aliran membeku. Tidak harus adanya perubahan ketebalan endapan dalam
arahproximal hingga distal dan distribusi ukuran butir mungkin sama di seluruh endapan. Endapan
alirandebris di daratan biasanya matrix-supported conglomerates, meskipun clast-supported
depositjuga terjadi jika klastik besar jumlahnya relatif tinggi di dalam campuran sedimen. Terpilah
buruk dan menunjukkan kemas yang kacau-maksudnya, biasanya tidak ada orientasi tertentu pada
klastik-kecuali di dalam zona shearing yang mungkin terbentuk di dasar aliran. Klastik besar yang
terbawa oleh aliran mungkin tetap berada di bagian teratas dari unit aliran dan menonjol keluar
dari lapisan ketika terendapkan. Hal ini memberikan bentuk permukaan teratas yang tidak
beraturan pada endapan aliran debris.
Ketika aliran debris berjalan melewati air, kemungkinan sebagiannya bercampur dengan air dan di
bagian teratas aliran mungkin menjadi cair (dilute). Oleh karena itu bagian teratas dari
aliransubaqueous debris dicirikan oleh gradasi semakin ke atas menjadi terpilah baik, sedimen
bergradasi yang mungkin memiliki karakteristik arus turbidit (4.6.2). Lingkungan pengendapan
dimana alirandebris terjadi adalah terutama pada kipas aluvial (8.4.2) dan aliran
arus ephemeral (mengalir sementara waktu) (8.3.1) di dalam lingkungan kontinen. Di dalam
lingkungan laut aliran debris ini terjadi pada lereng kontinen (continental slope) (15.2.3) dan
bagian yang dekat dataran cekungan serta sekitar gunung laut volkanik dan kepulauan volkanik
(16.4.4).

4.6.2 Arus Turbidit (Turbidity Currents)


Arus turbidit adalah campuran sedimen dan air dengan kepadatan kurang dari aliran debris dan
memiliki angka Reynold yang lebih tinggi. Arus turbidit adalah campuran sedimen dan air yang
bergerak di bawah kontrol gravitasi berkaitan dengan perbedaan densitas dengan media yang
kurang padat yaitu air laut atau air tawar. Hampir semua arus turbidit diawali dengan gerak

menuruni lereng yang menyediakan energi potensial, tapi pergerakan pada permukaan horizontal
melewati jarak yang panjang juga mungkin dengan ketentuan bahwa perbedaan densitas
terpelihara. Arus turbidit mungkin kehilangan densitasnya oleh pengendapan sedimen jika aliran
dipenuhi (overloaded) sedimen, benar begitu bagi semua kasus kecuali arus turbidit yang paling cair
(Allen 1997). Batas aliran arus turbidit tercapai ketika perbedaan densitas tidak cukup lama
memelihara momentum dan berkurang kecepatannya hingga nol pada titik akhir (point end) aliran.
Pemilahan terjadi di dalam aliran turbulen, memisahkan material lebih kasar yang terendapkan
terlebih dulu dari yang lebih halus yang dapat terjaga dalam suspensi turbulen untuk waktu yang
lebih lama. Turbidit (turbidites), endapan arus turbidit (Gambar 4.26), oleh karena itu hampir
semua biasanya bergradasi (Middleton 1966).

Gambar 4.26 Fitur-fitur arus turbidit.

Secara detail, karakteristik internal turbidit menunjukkan lebih dari sekedar gradasi sederhana:
pola tekstur dan struktur sedimen dalam endapan ini pertama kali dicatat oleh Bouma (1962)
setelah itu karakteristik internal ini dinamai Bouma sequence. Endapan turbidit ideal mengandung
lima divisi (a e) di dalam skema Bouma (Gambar 4.27), meskipun hampir semua turbidit tidak
mengandung semua lima divisi ini.
DIVISI BOUMA a (Ta)
Bagian terendah terdiri dari pemilahan yang buruk, pasir tanpa struktur. Hal ini dihubungkan
dengan pengendapan dengan menurunnya kecepatan aliran dimana zona yang dekat dengan dasar

memiliki hiperkonsentrasi dan turbulen tereduksi. Terdapat sedikit pemilahan dalam lapisan dasar
(basal) ini dan tidak ada struktur sedimen yang terbentuk.

DIVISI BOUMA b (Tb)


Laminasi pasir adalah karakteristik lapisan ini: ukuran butir biasanya lebih halus daripada dalam
lapisan a dan materialnya terpilah lebih baik. Lamina sejajar dihasilkan oleh pemisahan butirbutir dalam transport rezim aliran atas (upper flow regime) (4.3.6).

DIVISI BOUMA c (Tc)


Laminasi pasir sedang hingga pasir halus, terkadang dengan climbing ripples lamination,
membentuk divisi tengah Bouma sequence. Ripples terbentuk dalam pasir berbutir halus hingga
sedang pada kecepatan aliran sedang (moderate) (Gambar 4.19) dan mewakili pereduksian
kecepatan
aliran
dibandingkan
dengan
divisi
b
dengan plane
beddingnya. Climbing ripplesterbentuk dimana tingkat sedimentasi sebanding terhadap tingkat
migrasi ripples, kondisi yang umumnya tercapai dalam arus turbidit dimuati sedimen (sedimentladen).

DIVISI BOUMA d (Td)


Pasir halus dan lanau dalam lapisan ini adalah hasil penyusutan aliran arus turbidit. Lamina
horizontal mungkin terjadi berkaitan dengan pemisahan ukuran butir halus tapi laminasi umumnya
kurang baik terbentuk daripada dalam lapisan b.

Gambar 4.27 Pola vertikal variasi ukuran butir dan struktur sedimen yang terbentuk di dalam
turbidit bertipe butir sedang. Ini adalah Bouma sequence, terdiri dari lima divisi: a, b, c, d dan e.
(Menurut Bouma 1962).

DIVISI BOUMA e (Te)


Bagian teratas turbidit terdiri dari sedimen berbutir halus berukuran lanau dan lempung. Material
ini terendapkan dari suspensi ketika arus turbidit berhenti mengalir. Bagian ini sering tidak dapat
dibedakan dari sedimentasi berlatarbelakang dari suspensi dalam tubuh air di sekelilingnya.

PERUBAHAN PROXIMAL HINGGA KE DISTAL DALAM ENDAPAN TURBIDIT


Ketika aliran arus turbidit melewati tubuh air, arus ini menjadi berkurang densitasnya karena
pengendapan sedimen di dasarnya, hilangnya (dissipation) fluida padat dalam pusaran arus
(vortices) pada kepala aliran (Gambar 4.26) dan masuknya beberapa fluida yang berasal dari
sekelilingnya ke dalam aliran. Pereduksian densitas menyebabkan alian menurun kecepatannya, dan
pada kecepatan yang lebih rendah kapasitas arus turbidit untuk membawa sedimen kasar dan padat
tereduksi. Pada tipe ini hampir semua arus turbidit alirannya menyusut (Middleton & Hampton
1976), dengan meningkatnya jarak, endapan akan menjadi lebih halus karena material lebih kasar

secara progresif terendapkan dari aliran (Lowe 1982; Stow 1994). Bagian yang lebih rendah Bouma
Sequence hanya ada dalam bagian yang lebih proximal dari aliran. semakin ke arah distal divisi yang
lebih rendah secara progresif semakin menghilang karena aliran hanya membawa sedimen yang
lebih halus (Gambar 4.28) dan hanya bagian c hingga e atau mungkin saja hanya d dan
e Bouma sequence yang terendapkan. Ketebalan satu endapan arus turbidit tunggal mungkin dari
puluhan meter hingga beberapa milimeter.

Gambar 4.28 Perubahan dari proximal sampai distal di dalam endapan yang terbentuk oleh arus
turbidit.

EROSI DI DALAM RANGKAIAN TURBIDIT


Struktur sedimen di atas dasar turbidit adalah hal umum. Aliran turbulen yang kuat menggerus
hingga ke sedimen yang mendasarinya ketika aliran ini melintas di atasnya dan menghasilkan flute
mark dan groove dan fitur erosi lainnya (4.8). Fitur ini petunjuk paleocurrent yang berguna di
dalam endapan turbidit. Penggerusan mungkin cukup kuat untuk memindahkan keseluruhan bagian
atas lapisan yang terendapkan sebelumnya, khususnya di bagian aliran yang lebih proximal dimana
energi turbulennya merupakan yang tertinggi. Oleh karena itu kemungkinan ketiadaan divisi d dan
e karena erosi ini. Sedimen yang tererosi mungkin tertransportasikan menjadi endapan yang
menutupi sebagai klastik lumpur.

TURBIDIT BERKONSENTRASI TINGGI


Bouma sequence mencirikan beberapa turbidit, meskipun banyak endapan yang tidak pas atau
sesuai dengan skema. Ini adalah lapisan pasir tak berstruktur yang agak terpilah buruk yang
memiliki lapisan tipis lanau dan lumpur di bagian teratasnya. Dalam Bouma sequence, divisi b, c
dan terkadang d hilang. Lapisan ini diinterpretasikan sebagai endapan aliran turbidit yang

mengandung jumlah sedimen yang lebih tinggi di dalam campuran (mixtures) daripada arus turbidit
yang normal. Suatu divisi ditarik pada densitas 1,1 g/cm3 di antara turbidit berkonsentrasi rendah
dan berkonsentrasi tinggi, meskipun ada gradasi di antara keduanya (Pickering et al.1989). Efek
dari sedimen yang konsentrasinya lebih tinggi adalah bahwa turbulensinya kurang efektif pada
pemisahan ukuran-ukuran butir. Hampir semua sedimen yang terbawa, terendapkan serentak
sebagai campuran terpilah buruk, dengan hanya material tersuspensi yang lebih halus memisah
pada puncak aliran (Lowe 1982).

KEJADIAN DAN KOMPOSISI TURBIDIT


Arus turbidit mungkin terdapat di dalam semua lingkungan dari danau di darat hingga samudra
terdalam. Hampir semua arus turbidit umum terlihat dalam endapan danau dalam (deep lakes)
(10.3.2) dan lingkungan laut dalam (deep marine) (15.2). Turbidit klastik terrigenous dengan
tekstur lithic wackes (greywackes) adalah kemungkinan yang paling umum terlihat, tapi endapan
turbidit mungkin memiliki kisaran yang luas dalam tekstur dan komposisi, termasuk turbidit
karbonat di dalam cekungan yang diapit oleh paparan karbonat (carbonate shelves) (14.5). Proses
turbidit juga penting dalam setting volkanik (16.4.3).

WAKTU DAN ARUS TURBIDIT


Arus turbidit adalah peristiwa aliran individual. Arus ini terjadi dengan periode waktu geologi yang
sangat pendek, dengan hampir semua pengendapan terjadi dalam beberpa jam sampai beberapa
hari. Faktanya, dalam konteks waktu geologi endapan turbidit berlangsung sejenak. Waktu yang
diperlukan untuk lapisan tipis dari sedimen suspensi agar terendapkan di bagian teratas turbidit
berlangsung lebih lama (bulanan hingga ratusan tahun).

4.6.3 Aliran Butir (Grain Flows)


Mekanisme transportasi massa dalam suatu longsoran material yang menuruni lereng curam
adalahgrain flow (Leeder 1982). Partikel-partikel terpisah di dalam media fluida oleh tubrukan yang
berulang-ulang. Grain flow dengan segera cepat membeku ketika energi kinetik partikel jatuh di
bawah nilai kritis. Mekanisme ini yang paling efektif pada material terpilah baik yang jatuh akibat
gravitasi, menuruni lereng curam seperti muka gelincir (slip face) dari aeolian
dune atausubaqueous bedform. Grain flow bertipe gradasi terbalik (reverse graded). Grain
flow mungkin terjadi pada sedimen yang lebih kasar dan berkombinasi dengan proses aliran massa
yang lain di dalam setting subaqueous curam seperti foreset fan delta (12.3).

4.6.4 Liquefied Flowss


Ketika campuran sedimen dan air adalah subjek dari suatu getaran berenergi tinggi seperti
goncangan seismik gempabumi, terjadilah likuifaksi (liquefaction). Dalam liquefied flow, semua
endapan yang berbeda densitasnya di dalam lapisan campuran fluida-sedimen akan menghasilkan
pergerakan ke atas dari material-material yang lebih ringan (Leeder 1982). Pipa vertikal tempat
lolos atau keluarnya fluida membentuk tiang-tiang (pillars) yang mengganggu pelapisan dalam
sedimen hingga remuk (dishes), dan sedimen mungkin bisa mencapai permukaan dan meletus
sebagai gunungapi pasir (17.1.1).

http://geofact.blogspot.com/2011/01/proses-transportasi-dan-struktur.html