Anda di halaman 1dari 9

Rencana Keperawatan

1. Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan


morning sickness
Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Intervensi:
a. Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan mengunakan batasan
24 jam.
Rasional : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu selama
kehamilan.
b. Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia khususnya kurang dari 17 tahun dan
lebih dari 35 tahun.
Rasional : remaja dapat cenderung malnutrisi/anemia, dank lien lansia
mungkin cenderung obesitas
c. Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.
Rasional: menentukan kebutuhan belajar khususnya pada periode prenatal
mencegah terjandinya resiko klien dengan nutrisi buruk dan diet yang
seimbang dapat meningkatkan kebutuhan kalori yang adekuat.
d. Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dan
suplemen vitamin/zat besi setiap hari
Rasional:materi referensi yang dapat dipelajari dirumah, meningkatkan
kemungkinan klien memilih diet seimbang
e. Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien dengan umpan
balik tentang informasi yang telah diberikan.
Rasional: bila klien tidak termotivasi untuk memperbaiki diet, evaluasi lanjut
atau intervensi lain mungkin dapat di indikasikan.
f. Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai dan hal yang tebu selama
kehamilan.
Rasional: dapat menunjukan motivasi untuk mengikuti anjuran pemberi
layanan kesehatan.
g. Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan bukan makanan dan
tingkat motivasi untuk memakanya
Rasional: memakan bahan bukan makanan pada kehamilan mungkin
didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya, respon terhadap
lapar dan respon tubuh terhadap kebuuhan nutrisi.

h. Timbang berat badan klien. Pastika berat badan pregravid biasanya. Berikan
informasi tentang penambahan prenatal yang optimum.
Rasional: ketidakadekuatan berat badan prenatal/ dibawah berat badan normal
masa kehamilan meningkatkan resiko retardasi pertumbuhan intra uterin
(IUGR) pada janin dengan berat badan lahir rendah.
i. Tunjau ulang frekuensi dan beratnya mual/ muntah
Rasional: mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif pada status
nutrisi prenatal, khusunya pada periode kritis perkembangan janin.
2. Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh
Hormonal
Tujuan: px merakaan kenyamanan selama kehamilan.
Intervensi:
a. Catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor
Rasional: memberikan informasi untuk memilih intervensi petunjuk terhadap
respon klien pada ketidaknyaman dan nyeri.
b. Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan
Rasional: ketidnyaman selama pemeriksaan dapat terjadi khususnya pada klien
asing yang telah mengalami sirkumsisi/infibulasi.
c. Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting.
Rasional: memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan payudara yang
membesar, menguatkan jaringan aerolar.
d. Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan.
Rasional: stimulasi putting berlebihan dapat memperbesar kemungkinan
persalinan praterm melalui pelepasan oksitoksin.
e. Instruksikan penggunaan tehnik Hoffman untuk putting yang datar/masuk atau
anjurkan penggunaan tutup plastic yang keras( confi- dry) pada bra.
Rasional : tehnik Hoffman dan penggunaan tutup plastic yang keras membantu
melepaskan perlekatan dan menyebabkan putting yang masuk/datar menonjol
dan menjadi lebih tegak.
f. Kaji adanya hemoroid perhatikan keluhan keluhan gatal, bengkak, perdarahan.
Rasional: penurunan motilitas GI dan perubahan usus serta tekanan pada
system pembuluh darah oleh pembesaran uterus member kecenderungan
terjadinya hemoroid.

g. Instruksikan untuk posisi dorso fleksi telapak kai dengan kaki diekstensikan
serta mengurangi makan keju dan susu.
Rasional: meningkatkan suplai darah ke kaki. Kelebihan asupan produk susu
mengakibatkan kadar fosfor lebih besar dari pada kalsium sehingga
menimbulkan ketidak seimbangan yang mengakibatkan kram otot.
h. Tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi berkemih.
Anjukan menghindari minuman yang mengandung kafein.
Rasional : frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar
terhadap kandung kemih.kafein mempunyai sifat diuretik yang dapat
memperberat masalah frekuensi berkemih.
i. Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar komitmen keluarga/pekerjaan.
Rasional : mendorong klien untuk menyusun prioritas termasuk waktu untuk
istirahat.

3. Diagnosa 3: Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual


muntah
Tujuan: tidak terjadi kekurangan volume cairan
Intervensi:
a. Auskultasi denyut jantung janin (DJJ)
Rasional: Adanya deyut jantung memastikan adanyajanin bukan mola
hidatidosa.
b. Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah
Rasional :Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningkatan
kadar hormone gonadotropin korionik (HCG), perubahan metabolisme
korbohidrat, dan penurunan motilitas gastric memperberat mual dan muntah
pada trimester pertama.
c. Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis, ulkus peptikum,
gastritis, kolesistisis).
Rasional : membantu dalam mengeyampingkan penyebab lain. Untuk
mengetasi masalah khusus dalam mengidentifikasikan intervensi.
d. Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan penurunan
berat badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi Kehamilan, DK:
Nutrisis, perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh.)

Rasional: membantu dalam menentukan adanya muntah yang tidak dapat


dikontrol (hiperemesis gravidarum).
e. Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, tekanan darah(TD), suhu,
masukan/haluaran,dan berat jenis urine. Timbang berat badan klien dan
bandingkan dengan standar.
Rasional: indicator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/ kebutuhan
hidrassi.
f. Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbonat,makan enam kali sehari
dengan jumlah yang sedikit, dan makanan tinggi karbohidrat (mis, popcorn,
roti kering sebelum bangun tidur.)
Rasional: membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan
keasaman lambung.
4. Diagnosa 4: Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang
Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya
Terhadap Klien/Keluarga.
Tujuan : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilan
Intervensi:
a. Buat hubungan perawat- klien yang yang mendukung dan terus menerus.
Rasional: peran penyuluh/konselor dapat memberikan bimbingan antisipasi
dan meningkatkan tangung jawab individu terhadap kesehatan.
b. Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan dengan
perubahan

fisiologis/psikologis

yang

normal

pada

kehamilan,

serta

meyakinkan tentang aktivitas, perawatan diri dan sebagainya.


Rasional : memberikan informasi untuk membantu mengidentifikasi
kebutuhan dan membuat rencana perawatan.
c. Klarifikasi kesalahpahaman
Rasional: ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan dapat
memnggau pembelajaran selanjutnya.
d. Tentukan derajat motivasi untuk belajar
Rasional: klien dapat mengalami kesulitan belajar kecuali kebutuhan untuk
belajar tersebut jelas.
e. Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalam kebudayaan
klien.

Rasional : membantu menjamin kualitas/ konyinuitas asuhan karena orang


pendukung munkin lebih berhasil dari pada dokter/perawat/bidan dalam
memberikan informasi.
f. Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan
Rasional : penerimaan penting untuk mengembangakan dan mempertahankan
hubungan.
g. Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan oleh pria,bidan, atau
praktisi wanita.
Rasional : beberapa budaya memandang dokter medis sebagai seseorang yang
menangani penyakit dan mengunakan bidan untuk melahirkan sehat.tuntunan
kesopanan atau budaya dapat menghambat asuhan yang dilakukan pria dan/
atau dapat meminta suami tetapa diruangan selama asuhan diberikan.
5. Diagnosa 5: Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing
Selama Kehamilan.
Tujuan : tidak terjadi cidera terhadap janin
Intervensi :
a. Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu.
Rasional : Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan dengan
kesejahteraan idu, khususnya selama trimester pertama, saat perkembangan
sistem organ paling rentan terhadap cedera dari factor lingkungan atau
keturunan.

b. Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan. Anjurkan klien melakukan


latihan secukupnya bukan latihan berat (mis.,berenang, bersepeda).
Rasional : Aliran darah ke uterus dapat menurun sampai 70% karena latihan
keras, bradikardia sementar, kemungkinan hipertermia janin, dan intra uterine
growth retardation (IUGR). Juga latihan nonendurace prenatal dalam jumlah
besar cenderung memperpendek persalina, meningkatkan kemungkinan
kelahiran vaginal spontan, dan menurunkan perlunya penambahan oksitosin.
c. Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, menggunakan
kondom. (rujuk pada MK: infeksi prenatal).
Rasional : Kegagalan untuk menggunakan kondom selama koitus dapat
meningkatkan resiko transmisi penyakit hubungan kelamin (PHS). Khususnya

human immunodeficiency virus (HIV), bila klien tidak mengetahui riwayat/


kontak seksual pasangan.
d. Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien. Timbang berat badan.
Diskusikan kurva penambahan berat badan normal untuk setiap trimester.
Rasional : Malnutrisi pada ibu dihubungkan dengan IUGR pada janin dan bayi
berat badan lahir rendah. Obesitas ibu pragravid telah dihubungkan dengan
kelahiran paterm.
e. Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan orang yang diketahui
mengalami infeksi rubella bila klien tidak kebal, dan tentang perlunya
diimunisasi setelah kelahiran. (Rujuk pada MK: Infeksi Pranatal).
Rasional : Kira-kira 5%-15% wanita usia menyusui masih rentan terhadap
rubella, yang disebarkan oleh infeksi droplet. Pemajanan dapat mempunyai
efek negative pada perkembangan janin, khususnya pada trimester pertama.
Imunisasi setelah kelahiran mengakibatkan imunitas selama kehamilan
selanjutnya.
f. Anjurkan penghentian penggunaan tembakau.
Rasional : Merokok dapat mempenhgaruhi sirkulasi plasenta. Skor Apagar
rendah pada kelahiran (di bawah 7 pada 5 menit) dihubungkan dengan
merokok.
g. Kaji perkembangan uterus melalui pemeriksaan internal
Rasional : Memberikan informasi tentang gestasi janin: menggambarkan
IUGR; mengidentifikasi kehamilan multiple.
h. Lakukan Tes Serologi
Rasional : Diagnosa positif darik kondisi seperti toksoplasmosis dapat dibuat.
6. Diagnosa 6: Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di Saluran GI
Tujuan : konstipasi berkurang/hilang
Intervensi :
a. Tentukan kebiasaan eleminasisebelum kehamilan, perhatikan perubahan
selama hamil.
Rasional : pola eleminasi dipertahankan bila mungkin.
b. Berikan informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran, padi-padian, serat,
makanan kasar, dan masukan cairan adkuat.
Rasional : bulk dan konsistensi dalam pilihan diet membantu meningkatkan
keefektifan pola defekasi.

c. Anjurkan latihan ringan secara teratur, seperti: jalan kaki. Beri tahu klien
supaya menghindari latihan yang lama dan keras. Perhatikan keyakinan
budaya tentang hal ini.
Rasional : meningkatkan peristaltik dan membantu mencegah konstipasi.
Latihan

keras

dianggap

dapat

menurunkan

sirkulasi

uteroplasenta,

kemungkinan mengakibatkan bradikardia janin, hipertermia, atau retardasi


pertumbuhan. Pada beberaa budaya, ketidakaktifan d3apat dipandang sebagai
perlindungan untuk ibu/anak.
d. Diskusikan kewaspadaan penggunaan pelunak feses atau pembentuk bulk bila
diet/latihan tidak efektif.
Rasional : mungkin perlu untuk membantu mengatasi konstipasi dan
menciptakan rutinitas regular.
Rencana Intervensi
1. Keletihan berhubungan dengan peningkatan metabolisme karbohidrat, perubahan
kimia tubuh, dan peningkatan kebutuhan energi untuk melakukan aktifitas
Tujuan
: dalam waktu 2 x 24 jam setelah diberikan tindakan keperawatan pasien tidak
mengalami keletihan/keletihan berkurang
KH :
1. Mengidentifikasi dasar yang mengakibatkan kelekahan dan area kontrol individu
2. Memodifikasi gaya hidup untuk memenuhi perubahan kebutuhan/tingkat energi
3. Melaporkan adanya peningkatan energi
INTERVENSI
Anjurkan tidur siang 1 2 jam dan tidur
malam 8 jam.

RASIONAL
Untuk memenuhi kebutuhaan metabolik
yang berkenan dengan pertumbuhan
jaringan ibu/janin.
Tentukan siklus tidur bangun yang normal
Membantu menyusun prioritas yang
dan komitmen terhadap pekerjaan, keluarga, realistic dan waktu untuk menguji
komunitas dan diri sendiri.
komitmen. Klien perlu membuat penilaian
seperti perubahan shift kerja untuk
mengatasi mual pagi hari atau istirahat
yang banyak dsb.
Pantau kadar Hb. Jelaskan peran zat Fe
Kadar Hb rendah, mengakibatkan kelelahan
dalam tubuh, anjurkan mengkonsumsi zat
lebih besar karena penurunan jumlah
Fe sesuai indikasi.
pembawa oksigen.

2. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan nafsu
makan, mual/muntah, keuangan yang tidak mencukupi, tidak mengenal peningkatan
metabolik/nutrisi.
Tujuan
: Dalam waktu 3 x 24 jam setelah dilakukan tindakan keperawatan, kebutuhan
nutrisi klien terpenuhi.
KH :

1. Menjelaskan komponen diit seimbang prenatal.


2. Memberi makanan yang mengandung vitamin, mineral dan besi
3. Mengikuti diet yang dianjurkan
4. Mengkonsumsi vitamin/suplemen zat besi, Menunjukan penambahan berat badan yang
sesuai(minimal 1,5 kg pada akhir trimester pertama)
INTERVENSI
Tentukan keadekuatan kebiasaan
asupan nutrisi dulu atau sekarang dengan
menggunakan batasan 24 jam.
Dapatkan riwayat kesehatan; catat usia
(kurang dari 17 tahun, lebih dari 35
tahun).
Perhatikan adanya pika/ngidam. Kaji
pilihan bahan bukan makanan dan tingkat
motivasi untuk memakannya
Timbang BB klien; pastikan BB
pregravid. Informasikan tentang
penambahan prenatal yang optimum

RASIONAL
Kesejateraan janin-ibu tergantung pada
nutrisi ibu selama kehamilan
Remaja cenderung malnutrisi/anemia, dan
lansia cenderung obesitas/diabetes
gestasional.
Memakan bahan bukan makanan pada
kehamilan karena kebutuhan psikologis,
fenomena budaya, respon terhadap lapar dan
atau respon tubuh terhadap kebutuhan tubuh
Ketidakadekuatan penambahan BB
prenatal atau dibawah BB normal masa
kehamilan, meningkatkan resiko retardasi
pertumbuhan intrauterine (IUGR) pada janin
dengan BBLR

3.Risiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual/muntah secara berlebihan.


Tujuan
: dalam waktu 1 x 24 jam setelah diberikan tindakan keperawatan, pasien tidak
mengalami mual muntah
KH :
1. Mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk menurunkan frekwensi mual/muntah
2. Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setip hari
3. Mengidentifikasi tanda dan gejalah dehidrasi
INTERVENSI
Tentukan frekwensi/beratnya
mual/muntah

Anjurkan klien mempertahan kan


input/output, tes urine dan penurunan BB
setiap hari.

Anjurkan peningkatan masukan


minuman berkarbonat, makan 6 x sehari
dengan tinggi karbohidrat dan jumlahnya
sedikit.

RASIONAL
Memberikan data yang berkenaan dengan
semua kondisi fisik, peningkatan HCG,
perubahan metabolisme karbohidrat dan
penurunan motilitas gastric memperberat
mual/muntah
Membantu menetukan hiperemesis
grafidarum. Pada awalnya muntah dapat
mengakibatkan alkalosis, dehidrasi dan
ketidak seimbangan elektrolit. Muntah dapat
menyebabkan asidosis dan memerlukan
intervensi lanjut.
Membantu mengatasi mual/muntah dan
menurunkan keasaman lambung.

Kaji suhu dan perubahan kulit,


Indikator dalam membantu mengevaluasi
membran mukosa, tensi, BJ urine dan
kebutuhan hidrasi
output/input.
4. Risiko ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik dan pengaruh hormonal,
yang ditandai oleh pengungkapan kegelisan dan perubahan tonus otot
Tujuan
: dalam waktu 1 x 24 jam setelah diberikan tindakan keperawatan pasien
merasa lebih nyaman
KH :
1. Menerima tanggung jawab untuk menghilangkan ketidaknyamanan
2. Melaporkan berhasil/tidak penatalaksanaan ketidaknyamanan
INTERVENSI
Anjurkan klien memperhatikan higyene
individu perorangan dan menghindari
penggunaan bedak talk.
Tinjau ulang perubahan fisiologis
berkemih. Anjurkan menghindari minuman
mengandung kafein
Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar
terhadap keluarga/pekerjaan
Tambahan suplemen kalsium setiap hari
bila asupan produk susu dikurangi.

RASIONAL
Meningkatkan higyene dengan
mengabsorpasi secret vagina yang
berlebihan. Bedak talk dapat menyebabkab
kanker servikal
Frekwensi berkemih dipengaruhi oleh
perubahan uterus. Meskipun itu normal tapi
dapt menyebabkab iritasi, kafein memiliki
sifat diuretic yang memperberat ginjal
Mendorong klien menyusun prioritas
termasuk waktu untuk istirahat
Membantu memperbaiki keseimbangan
kalsium/fosfor dan menurunkan kram.