Anda di halaman 1dari 24

TUTORIAL KLINIK

Focus case : Exo Decidui


Oleh :
Ifi Nursari Rosanti, S.Kg
11.209.0081
Preseptor :

Drg. Sandy C, Sp. KGA

Identitas Pasien

Nama
: xx
No RM
: 27xx
Jenis kelamin : perempuan
TTL
: Semarang, 8 Oktober 2006
Alamat
: Jl. Kapas Utara Blok I Genuk
Indah Semarang

Anamnesa
Pasien mengeluh gigi bawahnya disebelah
kanan dan kiri sakit dan kadang bengkak.

More info
Pemeriksaan Subjektif
Gigi bawah kanan dan kiri sakit saat digunakan
untuk makan dan saat tidur sejak 1 tahun yang
lalu. Sakitnya berdenyut dan hilangnya lama.
Sakit tidak pernah diobati, jika sakit hanya
digosok giginya tapi sakit tidak hilang. Sudah
pernah kedokter gigi tetapi dokter gigi tidak
mau mencabut giginya yang sakit karena
usianya masih 5 tahun.
Permeriksaan Objektif
pada gigi 75 Sisa akar
s (-), p(-), pal (-), ce(-) dx : Nekrosis Radix
pada gigi 85 terdapat karies di oklusal
s (-), p(-), pal (-), ce(-) dx : Nekrosis pulpa

Gigi 52 karies diservikal


s (-), p(-), pal (-), ce(+) karies klas V superfisial
Gigi 51 & 61 karies di mesial
s (-), p(-), pal (-), ce(+) karies klas III superfisial
Gigi 65 karies di distal
s (+), p(-), pal (-), ce(+) karies klas II profunda
disertai pulpitis irreversible
Gigi 74 Karies di distal
s (-), p(-), pal (-), ce(+) karies klas II media
Gigi 36 terdapat fissure yang dalam
Gigi 81 gigi ektopik dan gigi goyang derajat 2
Gigi 84 karies di distal
s (+), p(-), pal (-), ce(+) karies kelas 1 profunda
disertai pulpitis irreversibel

Pemeriksaan EO
a. kepala : d.t.a.k.
b. kel limfe : d.t.a.k.
c. TMJ : d.t.a.k.
d. mata : d.t.a.k.
e. telinga : d.t.a.k.
f. kulit : d.t.a.k.
g. bibir : d.t.a.k.
h. muskuloskeletal : d.t.a.k.

Rontgen Panoramik

Dont know
Indikasi pencabutan gigi decidui
Kontra indikasi pencabutan gigi decidui
Bagaimana teknik anestesi pada pencabutan
gigi anak?
Berapa dosis anestesi pada anak?
Langkah-langkah pencabutan?

Learning Issue

Indikasi pencabutan gigi sulung :


1. Natal tooth (gigi yang sudah ada saat bayi lahir) dan neonatal
tooth (gigi yang
erupsi 1 30 hari kehidupan). Gigi ini dicabut bila :
- Mobiliti
- Bila mengiritasi : menyebabkan ulserasi pada lidah
- Mengganggu untuk menyusui
2. Gigi dengan karies luas, karies mencapai bifurkasi dan tidak
dapat
direstorasi sebaiknya dilakukan pencabutan. Kemudian
dibuatkan space
maintainer.
3. Infeksi di periapikal atau di interradikular dan tidak dapat
disembuhkan
kecuali dengan pencabutan.

4. Gigi yang sudah waktunya tanggal dengan


catatan bahwa penggantinya
sudah akan erupsi.
5. Gigi sulung yang persistensi
6. Gigi sulung yang mengalami impacted,
karena dapat menghalangi
pertumbuhan gigi tetap.
7. Supernumerary tooth.
8. Gigi penyebab abses dentoalveolar

Kontra indikasi
Kontra Indikasi :
1. Anak yang sedang menderita infeksi akut di mulutnya.
Misalnya akut infektions stomatitis, herpetik stomatitis. Infeksi ini
disembuhkan dahulu baru dilakukan pencabutan. Karena Penderita
dengan penyakit sistemik yang akut pada saat tersebut resistensi tubuh
lebih rendah dan dapat menyebabkan infeksi sekunder.
2. Blood dyscrasia atau kelainan darah, kondisi ini mengakibatkan
terjadinya perdarahan dan infeksi setelah pencabutan. Pencabutan
dilakukan setelah konsultasi dengan dokter ahli tentang penyakit darah.
3. Pada penderita penyakit jantung.
Misalnya : Congenital heart disease, rheumatic heart disease yang
akut.kronis, penyakit ginjal/kidney disease. (harus ditambahkan profilaksis
sebelum dilakukan pencabutan, jika tidak dapat menyebabkan
endocarditis)

4. Adanya tumor yang ganas, karena dengan


pencabutan tersebut dapat
menyebabkan metastase.
5. Pada penderita Diabetes Mellitus (DM).
Pencabutan dilakukan setelah
konsultasi dengan dokter yang merawat pasien
tersebut, karena dapat
menyebabkan :
- Penyembuhan lukanya agak sukar.
- Kemungkinan besar terjadi sakit setelah
pencabutan
- Bisa terjadi perdarahan berulang kali.

Teknik Anastesi
a. anestesi topikal
anastesi topikal tidak dapat menggantikan teknik injeksi.
Anastesi topikal efektif pada permukaan jaringan (kedalaman 2-3
mm).
Cara melakukan anastesi topikal adalah :
1. Membran mukosa dikeringkan untuk mencegah larutnya bahan
anastesi topikal.
2. Bahan anastesi topikal dioleskan melebihi area yang akan disuntik
15 detik (tergantung petunjuk pabrik) kurang dari waktu tersebut,
obat tidak efektif.
3. Pasien bayi dapat menggunakan syring tanpa jarum untuk
mengoleskantopikal aplikasi
4. Anastesi topikal harus dipertahankan pada membran mukosa
minimal 2 menit, agar obat bekerja efektif. Salah satu kesalahan
yang dibuat pada pemakaian anastesi topikal adalah kegagalan
operator untuk memberikan waktu yang cukup bagi bahan anastesi
topikal untuk menghasilkan efek yang maksimum.

Tehnik anastesi intraligamen


1. Hilangkan semua kalkulus dari tempat penyuntikan, bersihkan sulkus gingiva
dengan rubber cup dan pasta profilaksis dan berikan desinfektan dengan
menggunakan cotton pellet kecil.
2. Masukkan jarum ke dalam sulkus gingiva pada bagian mesial distal gigi dengan
bevel jarum menjauhi gigi.
3. Tekan beberapa tetes larutan ke dalam sulkus gingiva untuk anastesi jaringan di
depan jarum
4. Gerakkan jarum ke apikal sampai tersendat diantara gigi dan crest alveolar
biasanya kira-kira 2 mm
5. Tekan perlahan-lahan. Jika jarum ditempatkan dengan benar harus ada
hambatan pada penyuntikan dan jaringan di sekitar jarum memutih. Jika tahanan
tidak dirasakan, jarum mungkin tidak benar posisinya dan larutan yang disuntikkan
akan mengalir ke dalam mulut.

6. Suntikan perlahan-lahan, banyaknya 0,2 ml.


7. Untuk gigi posterior, berikan suntikan di sekitar
tiap akar.
8. Dapat pula diberikan penyuntikan di bagian
mesial dan distal akartetapi dianjurkan bahwa
tidak lebih dari 0,4 ml larutan disuntikan ke tiap
akar.
9. Cartridge harus dibuang dan tidak boleh
digunakan untuk pasien yang lain, walaupun
sedikit sekali larutan yang digunakan.

Dosis anestesi anak

Langkah- langkah
PERSIAPAN SEBELUM PENCABUTAN PADA PASIEN ANAK

1. Informed Concent sebelum melakukan anastesi pada pasien


anak.
2. Sebaiknya pencabutan jangan dilakukan saat kunjungan
pertama bagi anak, lalukan dulu perawatan pencegahan gigi
berlubang atau tindakan konservasi ,karena jika dilakukan
pada kunjungan pertama dapat memuat anak trauma untuk
melakukan perawatan lagi di dokter gigi
3. Kunjungan untuk pencabutan sebaiknya dilakukan pagi hari
(saat anak masih aktif) dan dijadwalkan, sehingga anak tidak
menunggu terlalu lama karena anak cenderung menjadi
lelah menyebabkan anak tidak koperatif. Anak bertoleransi
lebih baik terhadap anastesi lokal setelah diberi makan 2
jam sebelum pencabutan.

4. Lakukan tell show do dengan model ( penjelasan ini


tergantung usia anak)
5. Alat yang akan dipakai diletakkan ditempat yang tidak
terlihat oleh anak
6. Sebaiknya dikatakan kepada anak yang sebenarnya
bahwa akan ditusuk dengan jarum (disuntik) dan
terasa sakit sedikit, tidak boleh dibohongi.
7. Cara meminimalisir rasa sakit saat penyuntikan :
a. Pada daerah masuknya jarum, diolesi povidone
iodine untuk tindakan asepsisnya dan setelah itu
diolesi topikal anestesi terlebih dahulu
b. Saat topikal anastesi sudah bekerja lalu dengan
memakai jarum yang kecil dan tajam masukkan
larutan anastesi disekitar gigi yang akan dicabut
dengan menggunakan citoject

c. Deponir anastetikum perlahan, deponir yang


cepat cenderung menambah rasa sakit.
d. Penekanan dengan jari beberapa detik pada
daerah injeksi dapat membantu pengurangan
rasa sakit
7. Waktu untuk menentukan anastesi berjalan
5 menit dan dijelaskan sebelumnya kepada
anak bahwa nantinya akan terasa gejala
parastesi seperti mati rasa, bengkak, kebas,
kesemutan.

8. Setelah anastesi sudah terdapat gejala parastesi, lalu dicek


dengan menggunaan sonde
9. Jika sudah tidak terasa lalu mukosa disekitar gigi yang akan
dicabut diseparasi dengan menggunakan eskavator kecil
sampai dibagian bivurkasi gigi tersebut
10. Lalu masukkan tang pada daerah bivurkasi lalu gerakkan
bukal lingual dan rotasi.
11. Jika gigi sudah diambil, lalu bersihkan darah dengan
menggunakan tampon yang diberi povidone iodine
12. Instruksikan pasien untuk menggigit tampon minimal 30
menit

Instruksi Pasca Exo


1.
2.
3.
4.

Gigit tampon minimal 30 menit


Jangan makan dan minum hangat
Jangan memainkan lidah diarea soket gigi
Jangan makan dan gigit bibir dulu sebelum
30menit sampai 60 menit
5. Jangan memasukkan benda dari luar ke
dalam mulut
6. Jangan makan diarea soket gigi