Anda di halaman 1dari 22

HALAMAN PENGESAHAN

Judul: KONTROL INDUSTRI

Memenuhi tugas Pengantar Teknik Elektro membuat makalah

Prodi : S1 TeknikElektro 2014

Surabaya,18 September 2014


Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Dr. Tri Rijanto, M.Pd., M.T.


NIP. 196112271988031003

Penulis

Ramadhani Dedy Setiawan


Yosin Alfasyahroni Lutfianam
Yuliana Shinta Dewi

Rifky Firmansyah, ST., MT.


NIP.198903042014051050

Page 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat-Nya Kami
dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu yang berjudul KONTROL INDUSTRI
Dimana dalam penulisan makalah ini kita sama mengaharapkan baik pada penulis maupun
kepada pembaca agar dapat memahami dan mengerti tentang pengertian , jenis jenis, dan fungsi
dari Kontrol Industri .Dalam penulisan makalah ini, kami banyak mendapat bantuan dariberbagai
pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulisan makalah ini sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pengantar Teknik
Elektro.Dalam penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingatakan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu
kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.

18 September 2014
Penulis

Page 2

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................................ 1


KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI................................................................................................................................... 3
BAB I .............................................................................................................................................. 5
PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 5
A. Latar Belakang ....................................................................................................................... 5
B. Rumusan Masalah................................................................................................................... 6
C. Tujuan ..................................................................................................................................... 6
BAB II............................................................................................................................................. 7
KAJIAN PUSTAKA ....................................................................................................................... 7
A. Pengertian Kontrol Industri .................................................................................................... 7
B. Gambaran Sistem Kontrol Industri ......................................................................................... 7
C. Pengertian PLC ....................................................................................................................... 8
D. Fungsi PLC ............................................................................................................................. 9
E. Tipe tipe PLC ........................................................................................................................ 10
F. Struktur dan Prinsip Kerja PLC ............................................................................................ 11
G. Keuntungan dan Kerugian Menggunakan PLC.................................................................... 13
H. Pengertian SCADA .............................................................................................................. 15
I. Fungsi dan Kegunaan SCADA .............................................................................................. 16
J. Struktur dan Prinsip Kerja SCADA ....................................................................................... 18
K. Kelebihan dan Keuntungan SCADA .................................................................................... 20
BAB III ......................................................................................................................................... 21
PENUTUP..................................................................................................................................... 21
Page 3

A. Kesimpulan........................................................................................................................... 21
B. Saran ..................................................................................................................................... 21

Page 4

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemakaian sistem kontrol otomatis di industri saat ini merupakan kebutuhan yang sangat
utama untuk menjaga proses produksi agar berjalan seperti yang direncanakan. Dengan tidak
adanya gangguan selama proses produksi maka hasil yang diperoleh akan menghasilkan
produk yang berkualitas baik. Pemakaian sistem kontrol secara manual atau konvensional
banyak mengalami gangguan dan mempunyai banyak kelemahan, antara lain : sulitnya
perawatan, pengawatan banyak, sulit menentukan kesalahan pada sistem, modifikasi
membutuhkan waktu yang lama dan sebagainya. Karena hal tersebut membuat pemakaian
sistem kontrol beralih pada sistem otomatisasi dengan menggunakan Programmable Logic
Controllers (PLC), SCADA dan DCS. PLC mempunyai beberapa kelebihan, antara lain :
mudah diprogram, program dapat diubah-ubah, sederhana dalam wiring, kompak, lebih kuat
terhadap kondisi lingkungan dan mudah dalam troubleshooting. Dalam manfaat tersebut
kelompok kami akan membahas secara rinci bagaimana sistem kontrol industri tersebut bisa
terjadi. Selain itu, makalah ini di buat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen
pembimbing kami agar kami bisa paham dan mengerti apa itu kontrol industri.
Dalam makalah ini kami lebih menjelaskan tentang konfigurasi sistem kontrol yang
lebih kecil, yaitu Programmable Logic Controllers (PLC). Karena dalam era sekarang ini
kontrol yang paling banyak digunakan oleh industri adalah PLC. Sebab memiliki
keunggulan tersendiri dari pada kontrol-kontrol yang lain seperti lama pengerjaan untuk
system baru/Design ulang lebih singkat, modifikasi system mungkin tanpa tambahan biaya
jika masih ada spare part I/O, perkiraan biaya suatu system design baru lebih pasti, relative
mudah untuk dipelajari dan lain sebagainya yang membedakan dengan kontrol industri yang
lain.

Page 5

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas , maka dapat diidentifikasikan beberapa rumusan masalah
sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan sistem kontrol industri?
2. Apa pengertian dan tipe PLC dan SCADA?
3. Bagaimana prinsip kerja PLC dan SCADA?
4. Apa saja manfaat system kontrol industri dalam dunia perindustrian?
C. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari sistem kontrol industri.
2 Mengetahui gambaran dan tipe-tipe PLC dan SCADA
3. Mengetahui prinsip dan cara kerja PLC dan SCADA
4 Mengetahui manfaat sistem kontrol industri dalam dunia perindustrian.

Page 6

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Kontrol Industri


Kontrol industri (ICS) adalah istilah umum yang mencakup beberapa jenis sistem
kontrol yang digunakan dalam produksi industri, termasuk kontrol pengawasan dan akuisisi
(SCADA) sistem data, sistem kontrol terdistribusi (DCS), dan konfigurasi sistem kontrol
yang lebih kecil lainnya seperti diprogram logic controller (PLC) sering ditemukan pada
sektor industri dan infrastruktur kritis. ICSS biasanya digunakan dalam industri seperti
listrik, air, minyak, gas dan data. Berdasarkan informasi yang diterima dari stasiun
terpencil, perintah pengawasan otomatis atau operator-driven dapat didorong ke perangkat
stasiun kontrol jarak jauh, yang sering disebut sebagai perangkat lapangan. Perangkat
lapangan mengendalikan operasi lokal seperti membuka dan menutup katup dan pemutus,
mengumpulkan data dari sistem sensor, dan pemantauan lingkungan setempat untuk
kondisi alarm.
(https://www.translate.com/english/sistem-kontrol-industri-ics-ini-adalah-istilah-umumyang-mencakup-beberapa-jenis-sistem-kontrol-ya/37773245)
B. Gambaran Sistem Kontrol Industri
Pengontrolan ialah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur besarnya harga suatu
besaran kemudian mengadakan kegiatan untuk membatasi penyimpangan terhadap suatu
harga yang diinginkan. Dalam pengontrolan terdapat empat langkah yang terjadi, yaitu :
1. Pengukuran (measurement)
2. Perbandingan (comparation)
3. Menghitung (judgement)
4. Mengoreksi (correction)

a. Pengontrolan Manual
Pengontrolan secara manual ialah pengontrolan yang dilakukan secara langsung
oleh manusia. Di dalam pengontrolan ini, peranan manusia sangat dominan karena manusia
Page 7

sebagai pengontrol untuk pembanding, penghitung dan pengoreksi yang menentukan


kualitas dan kuantitas hasil yang diinginkan.
Sistem pengontrolan manual masih tetap digunakan pada beberapa aplikasi (pemakaian)
tertentu. Biasanya sistem ini dipakai pada proses-proses yang tidak banyak mengalami
perubahan beban (load) atau pada proses yang tidak kritis.

b. Pengontrolan Otomatis
Pengontrolan otomatis adalah pengontrolan suatu besaran proses apabila terjadi
penyimpangan atau deviasi maka akan terjadi suatu usaha perbaikan secara otomatis
sehingga dapat membatasi penyimpangan atau deviasi tersebut dari nilai yang dikehendaki.
Di dalam pengontrolan otomatis peran operator di dalam pengontrolan manual digantikan
oleh suatu alat yang disebut controller. Tugas membuka atau menutup valve tidak lagi
dikerjakan oleh operator tetapi atas perintah dari controller. Operator hanya perlu
menentukan besarnya set point dari controller dan pada akhirnya semua bekerja secara
otomatis. Untuk keperluan pengontrolan otomatis, valve harus dilengkapi dengan alat yang
disebut dengan actuator, sehingga unit valve sekarang menjadi unit yang disebut control
valve. Semua peralatan pengendalian ini disebut sebagai instrumentasi pengendalian
proses.(google.com)
Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja dan
penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai
dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usahausaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah
pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan
industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan
politik.(wikipedia.com)
C. Pengertian PLC
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah
digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat
kesulitan yang beraneka ragam. Definisi Programmable Logic Controller menurut Capiel
(1982) adalah :sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk
Page 8

pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat
diprogram

untuk

mengimplementasikan

penyimpanan

secara

fungsi-fungsi

spesifik

internal
seperti

instruksi-instruksi
logika,

urutan,

yang

perwaktuan,

pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modulmodul I/O digital maupun analog .
*Berdasarkan namanya konsep PLC adalah sebagai berikut :
1.

Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal memori untuk menyimpan

program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya.
2.

Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic

(ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi,


mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
3.

Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses

sehingga menghasilkan output yang diinginkan.PLC ini dirancang untuk menggantikan


suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat
ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan
di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman
yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan
menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah
dimasukkan.Alat ini bekerja berdasarkan input-input yang ada dan tergantung dari keadaan
pada suatu waktu tertentu yang kemudian akan meng-ON atau meng-OFF kan outputoutput. 1 menunjukkan bahwa keadaan yang diharapkan terpenuhi sedangkan 0 berarti
keadaan yang diharapkan tidak terpenuhi. PLC juga dapat diterapkan untuk pengendalian
sistem yang memiliki output banyak.
D. Fungsi PLC
Fungsi dan kegunaan PLC sangat luas. Dalam prakteknya PLC dapat dibagi secara umum
dan secara khusus
*Secara umum fungsi PLC adalah sebagai berikut:
1. Sekuensial Control.

Page 9

PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan
pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau
langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant.
PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan,
tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses
yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut
pada operator.

*Sedangkan fungsi PLC secara khusus


memberikan input ke CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat
memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila
dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal
harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja,
moulding dan sebagainya.
Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang
dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut
sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran
untuk mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya

E. Tipe tipe PLC


Pada masa kini PLC dibagi menjadi beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan ukuran dan
kemampuannya. Dan PLC dapat dibagi menjadi jenis-jenis berikut
1. Tipe Compact
a. Seluruh komponen (power supply, CPU, modul input output, modul

komunikasi)

menjadi satu
b. Umumnya berukuran kecil (compact)
c. Mempunyai

jumlah

input/output

relatif

sedikit

dan

tidak

dapat

diexpand

d. Tidak dapat ditambah modul modul khusus

Page 10

Berikut ini contoh PLC compact dari Allen Bradley, ditunjukkan pada gambar 1.1

Gambar 1.1 PLC


Sumber : Allen Braley, PLC MicroLogix Catalogue

2. Tipe Modular
Ciri ciri PLC jenis ini ialah :
a. Komponen komponennya terpisah ke dalam modul modul
b. Berukuran besar
c. Memungkinkan untuk ekspansi jumlah input /output (sehingga jumlah lebih banyak)
d. Memungkinkan penambahan modul modul khusus
F. Struktur dan Prinsip Kerja PLC
Sebuah PLC berisi CPU (central processing unit) atau otak dari plc yang berisi sebuah
aplikasi program, modul interface input dan output yang terhubung secara langsung ke
field I/O devices dan lebih lengkapnya PLC dapat diartikan sebuah alat kontrol yang
bekerja berdasarkan pada pemrograman dan eksekusi instruksi logika. PLC mempunyai
fungsi internal seperti timer, counter dan shift register. PLC beroperasi dengan cara
memeriksa input dari sebuah proses guna mengetahui statusnya kemudian sinyal input ini
diproses berdasarkan instruksi logika yang telah diprogram dalam memori. Dan sebagai
hasilnya adalah berupa sinyal output. Sinyal output inilah yang dipakai untuk
mengendalikan peralatan atau mesin. Antarmuka (interface) yang terpasang di PLC
memungkinkan PLC dihubungkan secara langsung ke actuator atau transducer tanpa
memerlukan relay.Struktur PLC dapat dilihat di gambar 1.2

Page 11

Struktur PLC dapat dibagi ke dalam empat komponen utama :


1. Antarmurka (Interface) Input
2. Antarmuka (Interface) output
3. Prosessing Unit (CPU Central Prosessing Unit)
4. Unit Memori

Gambar 1.2 bagan struktur PLC


Arus informasinya dalam PLC akan mengikuti jalur yang sederhana seperti dibawah ini :
1. CPU akan membaca unit memori
2. Memeriksa status Antarmuka input
3. Memperbaharui status CPU
4. Memperbaharui status Antarmuka output

Sedangkan prinsip kerja plc dapat diuraikan sebagai berikut : Prinsip kerja sebuah PLC
adalah menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian
instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan
dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau
peralatan lainnya.PLC merupakan peralatan elektronik yang dibangun dari mikroprosesor
untuk memonitor keadaan dariperalatan input untuk kemudian di analisa sesuai dengan
Page 12

kebutuhan perencanan ( programmer) untuk mengontrol keadaan output. Sinyal input


diberikan kedalam input card.
Ada 2 jenis input card:
1.Analog Input Card
2. Digital Input Card
Setiap input mempunyai alamat tertentu sehingga untuk mendeteksinya mikroprosesor
memanggil berdasarkan alamatnya. Banyaknya input yang dapat diproses tergantung jenis
PLC- nya. Sinyal output dikluarkan PLC sesuai dengan program yang dibuat oleh pemakai
berdasarkan analisa keadan input.
Ada 2 jenis output card, yaitu :
1. Analog output card
2. Digital output card
Setiap ouput card mempunyai alamat tertentu dan diproses oleh mikroprosesor menurut
alamatnya. Banyaknya output tergantung jenis PLC- nya. Pada PLC juga dipersiapkan
internal input dan output untuk proses dalam PLC sesuai dengan kebutuhan program.
Dimana internal input dan output ini hanya sebagai flag dalam proses. Di dalam PLC juga
dipersiapkan timer yang dapat dibuat dalam konfigurasi on delai , off delai, on timer, off
timer dan lain- lain sesuai dengan programnya. Untuk memproses timer tersebut, PLC
memanggil berdasarkan alamatnya.
Untuk melaksanakan sebagai kontrol system, PLC ini didukung oleh perangkat lunak
yang merupakan bagian peting dari PLC. Program PLC biasanyaterdiri dari 2 jenis yaitu
ladder diagram dan instruksi dasar diagram, setiap PLC mempunyai perbedaan dalam
penulisan program.
G. Keuntungan dan Kerugian Menggunakan PLC
Dalam industri-industri yang ada sekarang ini, kehadiran PLC sangat dibutuhkan
terutama untuk menggantikan sistem wiring atau pengkabelan yang sebelumnya masih

Page 13

digunakan dalam mengendalikan suatu sistem. Dengan menggunakan PLC akan diperoleh
banyak keuntungan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Fleksibel
Pada masa lalu, tiap perangkat elektronik yang berbeda dikendalikan dengan
pengendalinya masing-masing. Misal sepuluh mesin membutuhkan sepuluh pengendali,
tetapi kini hanya dengan satu PLC kesepuluh mesin tersebut dapat dijalankan dengan
programnya masing masing.
2. Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah
Bila salah satu sistem akan diubah atau dikoreksi maka pengubahannya hanya dilakukan
pada program yang terdapat di komputer, dalam waktu yang relatif singkat, setelah itu
didownload ke PLC-nya. Apabila tidak menggunakan PLC, misalnya relay maka
perubahannya dilakukan dengan cara mengubah pengkabelannya. Cara ini tentunya
memakan waktu yang lama.
3. Jumlah kontak yang banyak
Jumlah kontak yang dimiliki oleh PLC pada masing-masing coil lebih banyak daripada
kontak yang dimiliki oleh sebuah relay.
4. Harganya lebih murah
PLC mampu menyederhanakan banyak pengkabelan dibandingkan dengan sebuah relay.
Maka harga dari sebuah PLC lebih murah dibandingkan dengan harga beberapa buah relay
yang mampu melakukan pengkabelan dengan jumlah yang sama dengan sebuah PLC. PLC
mencakup relay, timers, counters, sequencers, dan berbagai fungsi lainnya.
5. Kecepatan operasi
Kecepatan operasi PLC lebih cepat dibandingkan dengan relay. Kecepatan PLC
ditentukan dengan waktu scannya dalam satuan millisecond.
6. Sifatnya tahan uji
Solid state device lebih tahan uji dibandingkan dengan relay dan timers mekanik atau
elektrik. PLC merupakan solid state device sehingga bersifat lebih tahan uji.
7. Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol
Dalam PLC juga terdapat counter, relay dan komponen-komponen lainnya, sehingga
tidak membutuhkan komponen-komponen tersebut sebagai tambahan. Penggunaan relay

Page 14

membutuhkan counter, timer ataupun komponen-komponen lainnya sebagai peralatan


tambahan.
Sedangkan kerugiannya adalah:
1. Teknologi yang masih baru

Pengubahan sistem kontrol lama yang menggunakan ladder atau relay ke konsep
komputer PLC merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang
2.

Buruk untuk aplikasi program yang tetap


Beberapa aplikasi merupakan aplikasi dengan satu fungsi. Sedangkan PLC dapat
mencakup beberapa fungsi sekaligus. Pada aplikasi dengan satu fungsi jarang sekali
dilakukan perubahan bahkan tidak sama sekali, sehingga penggunaan PLC pada aplikasi
dengan satu fungsi akan memboroskan (biaya).

3.

Pertimbangan lingkungan
Dalam suatu pemrosesan, lingkungan mungkin mengalami pemanasan yang tinggi,
vibrasi yang kontak langsung dengan alat-alat elektronik di dalam PLC dan hal ini bila
terjadi terus menerus, mengganggu kinerja PLC sehingga tidak berfungsi optimal.

4. Operasi dengan rangkaian yang tetap

Jika rangkaian pada sebuah operasi tidak diubah maka penggunaan PLC lebih mahal
dibanding dengan peralatan kontrol lainnya. PLC akan menjadi lebih efektif bila
program pada proses tersebut di-upgrade secara periodik.

H. Pengertian SCADA
Sistem pengaturan yang berbasis komputer disebut Supervisory Control And Data
Acquisition (SCADA). SCADA adalah suatu sistem yang dapat memonitor dan mengontrol
suatu peralatan atau sistem jarak jauh secara real time. SCADA juga bisa disebut sebagai
sistem yang dapat melakukan pengawasan, pengendalian dan akuisisi data terhadap sebuah
plant. SCADA terdiri dari perlengkapan hardware dan software.
Sistem SCADA yang primitif telah digunakan oleh industri selama ini. Dengan
hanya mengandalkan indikator indikator sederhana seperti lampu, meter analog, alarm
suara (buzzer), seorang operator sudah dapat melakukan pengawasan terhadap mesin

Page 15

mesin di pabrik. Berikut ini skema SCADA primitif yang masih belum memanfaatkan
komputer (ataupun pengendali berprosesor lainnya)
Seiring dengan perkembangan komputer yang dahsyat beberapa dekade terakhir,
maka komputer menjadi komponen penting dalam sebuah sistem SCADA modern. Sistem
ini menggunakan komputer untuk menampilkan status dari sensor dan aktuator dalam suatu
plant, menampilkannya dalam bentuk grafik, menyimpannya dalam database, bahkan
menampilkannya melalui situs web.

I. Fungsi dan Kegunaan SCADA


Sistem SCADA/EMS bertujuan untuk membantu perusahaan listrik mendapatkan
sistem pengoperasian optimum sesuai dengan berbagai kenyataan kekurangan-kekurangan
maupun segala kelebihan yang terdapat pada sistem tenaga listrik tersebut.
Dalam rangka untuk mencapai sistem pengendalian sesuai dengan kriterai-kriteria
diatas maka suatu sistem pengendalian tenaga dilengkapi dengan perangkat-perangkat
SCADA. Perangkat ini digunakan sebagai sarana untuk dapat memantau dan sistem-sistem
tenaga secara terpusat dari pusat pengendalian.
Dalam hal untuk mendapatkan sistem pengoperasian yang optimum, maka diatas
perangkat-perangkat SCADA di-implementasikan fungi-fungsi perangkatn lunak baik
untuk keperluan energi maupun energi management sistem untuk sistem transmisi,
distribution management sistem untuk sistem distribusi dan perangkat-perangkat
otomatisasi para pelanggan.
Dengan semakin banyaknya pusat pembangkit tenaga listrik yang dioperasikan, maka
diperlukan pengaturan beban sistem tenaga listrik. Dalam pengaturan sistem tenaga listrik
ini terdapat beberapa permasalahan yang harus diperhatikan, yaitu:
1.

Kecepatan kemudahan memperoleh informasi yang diperlukan.

2.

Cara-cara penyajian data dan informasi bagi pengatur sistem

3.

Keandalan media data, karena treganggunya operasi pengaturan sistem


Page 16

4.

Kualitas data yang ditampilkan harus selalu terbaru

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka fasilitas pendukung untuk keperluan pengaturan


sistem tenaga listrik adalah:
1.

Sistem telekomunikasi

2.

Alat-alat pengolah data untuk mengambil, menyimpan dan mengolah sistem tenaga
listrik.

3.

Perangkat lunak untuk mengolah data, agar data dapat ditampilkan dalam pengaturan
sistem tenaga listrik.
Permasalahan mengenai pengaturan tenaga listrik merupakan hal yang komplek, tidak

hanya pada bagaimana tenaga listrik tersebut dibangkitkan dan disalurkan tetapi juga
mengenai perhitungan ekonomis dari suatu pembangkit yang lebih dikenal dengan
manajemen energi.
SCADA berfungsi mulai pengambilan data pada peralatan pembangkit atau gardu
induk, pengolahan informasi yang diterima, sampai reaksi yang ditimbulkan dari hasil
pengolahan secara informasi. Secara umum fungsi SCADA adalah:
1.

Penyampaian data

2.

Proses kegiatan dan monitoring

3.

Fungsi kontrol

4.

Perhitungan dan pelaporan


Dengan adanya peralatan SCADA penyampaian dan pemrosesan data dari sistem

tenaga listrik akan lebih cepat diketahui oleh operator (dispatcher). Informasi pengukuran
dan status indikasi dari sistem tenaga listrik dikumpulkan dengan menggunakan peralatan
yang ditempatkan di gardu induk dan di pusat pembangkit. Kontrol penyaluran sistem
peralatan memungkinkan penyampaian data secara remote. Data dapat dilakukan secara
manual atau perhitungan. Data yang baru dapat juga dihitung dan disimpan dalam data base
melalui pengumpulan nilai secara automatis. Penyampaian data dan pemrosesan data
dilakukan secara real-time. Parameter sistem tenaga listrik dalam real time operation
Page 17

seperti frekuensi, tegangan, daya aktif dan daya reaktif, serta tap changer position dapat
dikirimkan ke control centre atau pusat pengatur beban melalui sarana teleinformasi yang
disebut telemetering.
1. Telemetering
Telemetering adalah proses pengambilan besaran ukur tenaga listrik yang ada di gardu
induk atau pusat pembangkit yang dapat dimonitor di control center.
2. Telesignalling
Status dari peralatan tenaga listrik, sinyal alarm dan sinyal lainnya yang ditampilkan
disebut status indikasi. Status indikasi terhubung ke modul digital input. Status indikasi
terdiri dari indikasi tunggal (single) dan indikasi ganda (double).
Indikasi ganda terpasang pada peralatan yang mempunyai dua keadaan, dimana satu
keadaan menunjukan kontak terbuka (open) dan satu lain kontak tertutup (close), seperti
pada PMT dan PMS. Indikasi tunggal dipergunakan untuk menyampaikan data alarm dari
peralatan tenaga listrik. Status indikasi dikirim ke pusat pengatur beban bila terjadi
perubahan status dari peralatan.
3. Fungsi Kontrol
Fungsi kontrol sistem tenaga listrik terbagi menjadi 4 bagian, yaitu:
-Kontrol individu, kontrol perintah untuk pengaturan peralatan, pola kontrol otomatis dan
pola kontrol berurutan.
-Kontrol individu, merupakan perintah langsung ke peralatan sistem tenaga listrik, seperti
perintah tutup/buka PMT atau PMS, perintah start atau stop unit pembangkit.
-Kontrol perintah untuk menaikkan atau menurunkan daya pembangkitan.

J. Struktur dan Prinsip Kerja SCADA


Berikut ini beberapa sistem komunikasi yang dipakai dalam sistem SCADA, seperti yang
ditunjukkan pada gambar 1.3 :
a. RS 232
b. Private Network (LAN/RS-485)
c. Internet
d. Wireless Communication systems
e.

Wireless LAN
Page 18

f. GSM Network
g. Radio modems

Gambar 1.3 Tipikal Sistem Scada


1. MTU- SCADA Software
Master Terminal Unit umumnya ialah komputer yang memiliki SCADA software.
Fitur fitur yang umumnya ada pada suatu SCADA Software ialah :
a. Human Machine Interface
Tampilan yang memudahkan manusia (operator) untuk memahami atau mengendalikan
sistem atau plant.
b. Graphic Displays
Tampilan grafis, bukan hanya angka, untuk mempermudah pengamatan.
c. Alarms
Alarm untuk memberi warning saat terjadi gangguan.
d. History Graph
Grafik yang menampilkan data pengolahan pada sistem SCADA.
e. RTU / PLC Interface
Page 19

Bagian program yang menghubungkan PLC dengan SCADA software.


f. Database
Penyimpanan data ke dalam database. [Handy Wicaksono,2009]

K. Kelebihan dan Keuntungan SCADA


1.

Kelebihan

a. Sistem SCADA memiliki kemampuan dalam mempelajari proses. Semakin banyak hal
yang bisa dipantau, semakin detail operasi yang bisa dilihat dan semuanya bekerja
secara realtime. Tidak peduli sekompleks apapun proses yang ditangani semua dapat
dilihat dalam skala besar maupun kecil, dengan demikian semua kesalahan yang terjadi
dapat ditelusuri, serta data dapat langsung dikontrol karena data bersifat terpusat dan
terdistribusi.
b. Sistem

SCADA

juga

memberikan

keleluasaan

dalam

mengatur

maupun

mengkonfigurasi sistem, dengan menempatkan sensor dan kontrol di setiap titik kritis di
dalam proses yang ditangani, hal ini biasanya digunakan untuk peringatan dini dari jarak
jauh. Kontrol dalam optimasi industri seringkali menggunakan PLC untuk monitoring
SCADA.
c. SCADA menyediakan sistem pemantauan, pengendalian dan otomatisasi fungsi-fungsi
yang memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan operasional yang handal,
mengurangi biaya, meningkatkan keseluruhan Qualitas Operasional Service (QoS) dan
meningkatkan keselamatan karyawan.
2. Kekurangan
a. Sistem lebih kompleks daripada hanya sekedar sensor ke panel
b. Memerlukan kemampuan dari sisi programming maupun analisis
c. Biaya

infrastruktur

membutuhkan

dana

yang

cukup

besar

Page 20

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kontrol industri merupakan istilah umum yang mencakup beberapa jenis sistem
kontrol yang digunakan dalam produksi industri, termasuk kontrol pengawasan dan akuisisi
(SCADA) sistem data, sistem kontrol terdistribusi (DCS), dan konfigurasi sistem kontrol
yang lebih kecil lainnya seperti diprogram logic controller (PLC) sering ditemukan pada
sektor industri dan infrastruktur kritis. PLC adalah komputer elektronik yang mudah
digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat
kesulitan yang beraneka ragam, sedangkan SCADA adalah suatu sistem yang dapat
memonitor dan mengontrol suatu peralatan atau sistem jarak jauh secara real time.

B. Saran
Pada era modern seperti sekarang ini, perkembangan dalam dunia industri semakin pesat,
dan menyebabkan persaingan semakin ketat.Alangkah lebih baiknya jika menggunakan
system kontrol industri untuk meningkatkan kinerja dalam bidang perindustrian. Banyak
sekali kelebihan dari masing masing jenis kontrol industri, misalnya PLC dan SCADA
mempunyai beberapa keunggulan, yaitu lebih fleksibel, perubahan dan pengoreksian
kesalahan system lebih mudah, jumlah kontak yang banyak, harganya lebih murah,
kecepatan operasi juga lebih cepat.

Page 21

DAFTAR PUSTAKA

Translate, Sistem Kontrol ndustri, (Online) ,(https://www.translate.com/english/sistemkontrol-industri-ics-ini-adalah-istilah-umum-yang-mencakup-beberapa-jenis-sistem-kontrolya/37773245)

Margionoabdil,

Pengertian

Prinsip

Kerja

Tipe

Kerja

PLC,

(Online)

(http://margionoabdil.blogspot.com/2013/01/pengertian-prinsip-kerja-tipe-plc.html)

Putballattack,

Sistem

Scada

Supervisory

control,

(Online),

(http://puballattack.blogspot.com/2014/06/sistem-scada-supervisory-controland_4.html)

Page 22