Anda di halaman 1dari 27

Makalah Askep Ibu Hamil Trimester Pertama

1. Kehamilan Trimester Pertama


Trimester pertama kehamilan adalah masa pada Minggu 0 12. Pada masa
trimester pertama ini terdapat 3 periode penting pertumbuhan bayi di dalam
rahim. Ketiga masa pertumbuhan bayi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut
a. Masa Germinal, yaitu masa antara Minggu ke-0 sampai Minggu ke-3.
Proses pembuahan sel telur oleh sel sperma terjadi pada minggu ke-2,
dimulai sejak hari pertama menstruasi yang terakhir kalinya. Sel telur yang
sudah dibuahi tersebut akan mengarah ke sisi lain dari tuba fallopi, kemudian
melengketkan diri pada dinding uterus (endometrium).
b. Masa Embrio, yaitu masa antara Minggu ke-3 sampai Minggu ke-8.
Pada masa ini, sistem saraf pusat, struktur anatomi dan organ-organ
penting bagi tubuh mulai terbentuk. Misalnya mulai terjadi pembentukan mata,
lidah, mulut. Organ hati sebagai penawar racun nantinya juga mulai
memproduksi sel darah. Janin yang terbentuk mulai berubah dari sekedar
blastosis menadi bentuk embrio yang berukuran sekitar 1,3 cm dengan kepala
yang lebih besar dari badan.
Pada minggu ke-6, kumpulan sel (blastosis) berkembang menjadi embrio
yang memiliki panjang sekitar 4 mm dan berat kurang dari 1 gram. Pada masa
ini ciri wanita hamil pun belum dapat dilihat tanpa meraba perutnya. Pada
minggu ini organ penting seperti otak, jantung, sistem pencernaan dan juga
sistem saraf telah terbentuk. Begitu juga dengan bagian anatomi tubuh lain
semisal dada, kepala, tungkai, tulang belakang dan juga lengan.
Pada awal minggu ke-6 jantung hanya berbentuk tabung bengkok yang
mirip dengan huruf S. Beberapa minggu kemudian tabung tersebut terbagi
menjadi 4 bagian yang nantinya dikenal dengan nama bilik kiri, bilik kanan,
serambi kiri dan serambi kanan. Saat dilakukan pemeriksaan melalui USG,
embrio ini akan terlihat seperti sedang mengambang dalam cairan. Cairan
inilah yang nanti akan menjadi ketuban. Makanan embrio pun didapatkan dari

kantong kuning telur primer yang terlihat seperti balon yang melekat pada
embrio.
c. Masa Fetus, yakni masa antara Minggu ke-9 sampai Minggu ke-12.
Pada masa ini semua organ penting tumbuh dengan sangat cepat dan
memiliki kaitan antara satu dengan lainnya. Aktivitas di dalam otak juga sudah
mengalami peningkatan. Itulah sebabnya, bayi mulai mempelajari apa-apa
berdasarkan emosional dan kegiatan ibunya. Setelah minggu ke-9, panjang
janin sekitar 3 cm dan beratnya mencapai 3 gram. Hampir 4 kali lipat dari
ketika usianya masih minggu ke-6. Badan janin pada masa ini mulai tampak
lurus. Walaupun masih tertekuk ke depan. Organ pun mulai tampak.
Pada masa inilah embrio telah berubah menjadi janin yang akan
berkembang menjadi bayi sempurna. Organ jantung telah memiliki 4 ruang dan
berdetak dengan detakan sekitar 180 kali per menit. Meskipun beberapa bagian
organ lain belum berfungsi, namun semua bagian tubuh bayi berkembang
dengan sangat cepat.
Pada bagian kepala, terdapat dahi yang tinggi, juga ada hidung dan mulut.
Selain itu, pergelangan tangan dan jari pun sudah muncul untuk pertama
kalinya, disusul terbentuknya peraba pada ujung jari.
Jika dilakukan pemeriksaan melalui USG, kepala janin akan tampak lebih
besar daripada badannya. Hal ini menunjukkan bahwa otak dan kepala janin
tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan organ lainnya. Sedangkan, bentuk
tangan dan kaki belum bisa dibedakan karena masih kelihatan serupa. Tapi
nantinya pertumbuhan tangan akan lebih cepat daripada pertumbuhan kaki.

2. Proses Keperawatan Kehamilan Trimester Pertama


2.1 Pengkajian
Pada langkah ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap
dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Pengkajian data wanita
hamil terdiri dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
a. Pengkajian
1. Riwayat Obstetri

Memberikan informasi yang penting mengenai kehamilan sebelumnya


agar perawat dapat menentukan kemungkinan masalah pada kehamilansekarang. Riwayat Obstetri meliputi hal-hal di bawali ini :

Gravida, para-abortus, dan anak hidup (GPAH).

Berat badan bayi waktu lahir dan usia gestasi.

Pengalaman persalinan, jenis persalinan, tempat persalinan, dan


penolong persalinan.

Jenis anestesi dan kesulitan persalinan.

Komplikasi maternal seperti diabetes, hiperlensi, infeksi, dan


perdarahan.

Komplikasi pada bayi.

Rencana menyusui bayi.

2. Riwayat Kontrasepsi
Beberapa bentuk konirasepsi dapat berakibat buruk pada janin, ibu, atau
keduanya. Riwayat kontrasepsi yang lengkap harus didlapatkan pada saat
kunjungan pertama. Penggunaan kontrasepsi oral sebelum kelahiran dan
berlanjut.

3. Riwayat Penyakit dan Operasi


Kondisi kronis (menahun/terus menerus) seperti DM, hipertensi, dan
penyakit ginjal bisa berefek buruk pada kehamilan. Oleh karena itu adanya
penyakit infeksi, prosedur infeksi dan trauma pada persalinan sebelumnya
harus didokumentasikan.

4. Riwayat Kesehatan
Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi hal-hal sebagai berikut :

Usia, ras, dan latar belakang etnik (berhubungan dengan kelompok


risiko tinggi untuk masalah genelis seperti anemia sickle sel,
talasemia).

Penyakit pada niasa kanak-kanak dan imunisasi.

Penyakit kronis (menahun/terus-menerus), seperti asma dan


jantung.

Penyakit sebelumnya, prosedur operasi, dan ccdera (pelvis dan


pinggang).

Infeksi sebelumnya seperti hepatitis, penyakit menular seksual, dan


tuberkulosis.

Riwayat dan perawalan anemia.

Fungsi vesika urinaria dan bowel (fungsi dan perubahan).

Jumlah konsumsi kafein tiap hari seperti kopi, teh, coklat, dan
minuman ringan.

Merokok (Jumlah batang per hari).

Kontak

dengan

hewan

peliharaan

seperti

kucing

dapat

meningkatkan risiko terinfeksi toxoplasma.

Alergi dan sensitif dengan obat.

Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko penyakit.

5. Riwayat keluarga
Memberikan informasi tentang kesehatan keluarga, termasuk penyakit
kronis (menahun/terus--menerus) seperti diabetes melilus dan jantung,
infeksi seperti tuberkulosis dan hepatitis, serta riwayat kongenital yang
perlu dikumpulkan.

6. Riwayat kesehatan pasangan


Untuk menentukan kemungkinan masalah kesehatan yang berhubungan
dengan masalah genetik, penyakit kronis, dan infeksi. Penggunaan obatobatan seperti kokain dan alkohol akan berpengaruh pada kemampuan
keluarga untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. Rokok yang
digunakan oleh ayah akan berpengaruh pada ibu dan janin, terulama risiko
mengalami komplikasi. Pernapasan akibat sebagai perokok pasif.
Golongan darah dan tipe Rhesus ayah penting jika ibu dengan Rh negatif
dan kemungkinan inkompabilitas darah dapat terjadi.

b. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda Vital

Tekanan darah

Posisi pengambilan tekanan darah sebaiknya ditetapkan, karena posisi


akan memengaruhi tekanan darah pada ibu hamil. Sebaiknya tekanan
darah diukur pada posisi duduk dengan lengan sejajar posisi jantung.
Pendokumentasian perlu dicatat posisi dan tekanan darah yang
didapatkan.

Nadi

Frekuensi nadi normalnya 60-90 kali per menit. Takikardi bisa terjadi
pada keadaan cemas, hipertiroid, dan infeksi. Nadi diperiksa selama
satu menit penuh untuk dapat menentukan keteraturan detak jantung.
Nadi diperiksa untuk menentukan masalah sirkulasi tungkai, nadi
seharusnya sama kuat dan teratur.

Pernapasan

Frekuensi pernapasan selama hamil berkisar antara 16-24 kali per


menit. Takipnea terjadi karena adanya infeksi pernapasan atau penyakit
jantung. Suara napas hams sama bilateral, ekspansi paru simetris, dan
lapangan paru bebas dari suara napas abdominal.

Suhu

Suhu normal selama hamil adalah 36,2-37,6C. Peningkatan suhu


menandakan terjadi infeksi dan membutuhkan perawatan medis.

2. Sistem Kardiovaskuler

Bendungan vena

Pemeriksaan

sistem

kardiovaskular

adalah

observasi

terhadap

bendungan vena, yang bisa berkembang menjadi varises. Bendungan


vena biasanya terjadi pada tungkai, vulva, dan rektum.

Edema

Edema pada tungkai merupakan refleksi dari pengisian darah pada


ekstremitas akibat perpindahan cairan intravaskular ke ruang intertisial.

Ketika dilakukan penekanan dengan jari atau jempol menyebabkan


terjadinya bekas tekanan, keadaan ini disebut pitting edema. Edema
pada tangan dan wajah memerlukan pemeriksaan lanjut karena
merupakan tanda dari hipertensi pada kehamilan.

3.
a.

Sistem Muskuloskeletal
Postur

Mekanik tubuh dan perubahan postur bisa terjadi selama kehamilan. Keadaan ini
mengakibatkan regangan pada otot punggung dan tungkai.
b.

Tinggi dan berat badan

Berat badan awal kunjungan dibutuhkan sebagai data dasar untuk dapat
menentukan kenaikan berat badan selama kehamilan. Berat badan sebelum
konsepsi kurang dari 45 kg dan tinggi badan kurang dari 150 cm ibu berisiko
melahirkan bayi prematur dan berat badan lahir rendah. Berat badan sebelum
konsepsi lebih dari 90 kg dapat menyebabkan diabetes pada kehamilan, hipertensi
pada kehamilan, persalinan seksio caesarea, dan infeksi postpartum.
c.

Pengukuran pelviks

Tulang pelviks diperiksa pada awal kehamilan untuk menentukan diameternya


yang berguna untuk persalinan per vaginam.
d.

Abdomen

Kontur, ukuran, dan tonus otot abdomen perlu dikaji. Tinggi fundus diukur jika
fundus bisa dipalpasi diatas simfisis pubis. Kandung kemih harus dikosongkan
sebelum pemeriksaan dilakukan untuk menetukan keakuratannya. Pengukuran
metode Mc Donald dengan posisi ibu berbaring.

4.

Sistem Neurologi

Pemeriksaan neurologi lengkap tidak begitu diperlukan bila ibu tidak memiliki
tanda dan gejala yang mengindikasikan adanya masalah. Pemeriksaan refleks
tendon sebaiknya dilakukan karena hiperefleksi menandakan adanya komplikasi
kehamilan.

5.

Sistem Integumen

Warna kulit biasanya sama dengan rasnya. Pucat menandakan anemis, jaundice
menandakan gangguan pada hepar, lesi, hiperpigmentasi seperti cloasma
gravidarum, serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie perlu dicatat.
Penampang kuku berwarna merah muda menandakan pengisian kapiler baik.

6.

Sistem GI

a.

Mulut

Membran mukosa berwarna merah muda dan lembut. Bibir bebas dari ulserasi,
gusi berwarna kemerahan, serta edema akibat efek peningkatan estrogen yang
menyebabkan hiperplasia. Gigi terawat dengan baik, ibu dapat dianjurkan ke
dokter gigi secara teratur karena penyakit periodontal menyebabkan infeksi yang
memicu terjadinya persalinan prematur. Trimester kedua lebih nyaman bagi ibu
untuk melakukan perawatan gigi.
b. Usus
Stetoskop yang hangat untuk memeriksa bising usus lebih nyaman untuk ibu
hamil. Bising usus bisa berkurang karena efek progesteron pada otot polos,
sehingga menyebabkan konstipasi. Peningkatan bising usus terjadi bila menderita
diare.

2.2.2 Diagnosa Keperawatan


Setiap wanita dan keluarganya memiliki suatu rangkaian respon unik
terhadap kehamilan. Untuk menanggapi respon ini, perawat mulai menyusun
diagnosis keperawatan yang sesuia. Berikut daftar diagnose yang mungkin
muncul pada ibu hamil dari analisis temuan hasil pemeriksaan selama trimester
pertama :
1.

Nutrisi, Perubahan, Kurang Dari Kebutuhan Tubuh, Resiko Tinggi Terhadap,

2.

Ketidaknyamanan,

3.

Kekurangan Volume Cairan, Risiko Tinggi Terhadap,

4.

Kurang Pengetahuan,

5.

Cedera, Risiko Tinggi Terhadap Janin,

6.

Keletihan, Risiko Tinggi Terhadap,

7.

Konstipasi, Risiko Tinggi Terhadap

8.

Resiko Tinggi Terhadap Infeksi Saluran Kemih (Isk),

9.

Curah Jantung (Kompensasi Maksimal),

10. Gangguan Citra Trubuh, Resiko Tinggi

Terhadap,

11. Penampilan Peran, Perubahan, Resiko Tinggi Terhadap,


12. Koping Keluarga: Potensial Terhadap Pertumbuhan,
13. Pola Seksualitas, Perubahan.
2.2.3 Analisa Data dan Intervensi
Analisa data dan intervensi dari beberapa diagnosa :
a. Tabel analisa data
No

Data

Etiologi

1.

Ds:

Kurang pemahaman Kurang

-Klien

Masalah Keperawatan
pengetahuan

mengatakan tentang perubahan mengenai

tidak pernah kontrol .

fisiologis/psikologis perkembangan

-Klien

mengatakan yang normal dan kehamilan

tidak

mengetahui dampaknya

perkembangan janin.

yang

normal.

terhadap klien dan


keluarga

Do:
-Klien
mengungkapkan
pernyataan yang salah
mengenai
perkembangan
kehamilan normal

2.

DS:
-ibu

Perubahan fisik dan Ketidaknyamanan


hamil hormonal

menyatakan

tidak

nyaman

dengan

perubahannya

dan

merasa cemas.
DO:
- BAK meningkat
-

Rasa

mual/

muntah - Kegelisahan
-

Adanya

gangguan pola tidur

3.

DS:

Praktik

-ibu hamil

buruk

menyatakan

higiene Resiko tinggi terhadap


infeksi saluran kemih

sering

(ISK)

BAK dan keluarnya


sedikit.
DO:
- Nyeri saat BAK
-

4.

disuria

DS:

Kehilangan

ibu hamil

yang berlebihan

menyatakan

lemah/

dehidrasi
DO:
- mual/ muntah
-

Peningkatan
frekuensi BAK pada
ibu hamil

cairan Risiko tinggi terhadap


kekurangan
cairan

volume

5.

Ds:

Perubahan

-Klien

mengalami kenyamanan

perubahan

tingkat Perubahan

pola

seksual

dalam

mencapai

kepuasan

seksualitas
-Prubahan

minat

terhadap orang lain


-Klien

mengatakan

ketidak

mampuan

dalam

mencapai

kepuasan
_Klien

mengatakan

adanya

perubahan

pada

rangsangan

seksualitas
Do:
-

b. Tabel Prioritas
No. Prioritas

Diagnosa

Ketidaknyamanan b.d. Perubahan fisik dan hormonal.

Kurang pengetahuan mengenai perkembangan kehamilan


yang normal b.d. Kurang pemahaman tentang perubahan
fisiologis/psikologis yang normal dan dampaknya terhadap
klien dan keluarga.

Perubahan pola seksual b.d. Perubahan tingkat kenyamanan.

Risiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b.d.


Kehilangan cairan yang berlebihan.

Resiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih (ISK) b.d.


Praktik higiene buruk .

c. Tabel Intervensi
No

Diagnosa

Intervensi

1.

Ketidaknyamanan

Mandiri :

b.d. Perubahan

- Evaluasi derajat

fisik dan hormonal

Rasional

- Ketidaknyamanan

ketidaknyamanan

selama pemeriksaan

selama

internal dapat terjadi.

pemeriksaan
internal.
- Anjurkan

- Memberikan sokongsn

penggunaan bra

ysng sesuai untuk

penyokong.

jaringan payudara yang


membesar.

- Tekankan

- Stimulasi putting

pentingnya

berlebihan dapat

menghindari

memperbesar

manipulasi putting

kemungkinan

berlebihan

persalinan premature
melalui pelepasan
oksitosin.

Kolaborasi
- Tambahkan

2.

Kurang

- Membantu dalam

suplemen kalsium

memperbaiki

setiap hari bila

keseimbangan

asupan produk

kalsium/fosfor dan

susu dikurangi.

menurunkan kram otot.

Mandiri

pengetahuan

- Tentukan

- Kesejahteraan janin/ibu

mengenai

keadekuatan

tergantung pada nutrisi

perkembangan

kebiasaan asupan

ibu selama kehamilan

kehamilan yang

nutrisi dulu/

sebagaimana selama 2

normal b.d.

sekarang dengan

tahun sebelum

Kurang

menggunakan

kehamilan.

pemahaman

batasan 24 jam.

tentang perubahan

Perhatikan

fisiologis/psikologi

kondisi rambut,

s yang normal dan

kuku, dan kulit.

- Materi refrensi yang

- Berikan informasi

dapat di pelajari di

dampaknya
terhadap klien dan

tertulis/ verbal

rumah, meningkatkan

keluarga.

yang tepat tentang

kemungkinan klien

diet prenatal dan

memilih diet seimbang.

supplement
vitamin/zat besi
setiap hari.

- Ketidakadekuatan

- Timbang berat

penambahan berat

badan klien :

badan prenatal dan/

pastikan berat

atau di bawah berat

badan pregrafit

bdan normal masa

biasanya. Berikan

kehamilan,

informasi tentang

meningkatkan resiko

penambahan

retardasi pertumbuhan

prenatal yang

intrauterine ( IUGR )

optimum.

pada janin dengan berat


badan lahir rendah.
Penelitian menemukan
adanya hubungan
positive antara
kegemukan ibu

pregravit dan
peningkatan angka
morbiditas perinatal
berkenaan dengan
kelahiran preterm .

Kolaborasi
- Buat rujukan

- Mungkin diperlukan

yang perlu sesuai

bantuan tambahan

indikasi ( mis ,.

terhadap pilihan nutrisi,

Pada ahli diet,

dapat membatasi

pelayanan sosial.

anggaran/keuangan.

- Rujuk pada

- Yayasan penyelenggara

program makanan

program makanan

wanita, bayi,

supplement membantu

anak-anak dengan

meningkatkan secara

tepat.

optimal nutrisi ibu/


janin

3.

Perubahan pola
seksual b.d.

Mandiri
- Tentukan pola

- Cara pasangan

Perubahan tingkat

kebiasaan

mengatasi perubahan

kenyamanan.

aktivitas seksual

seksual dan pola

pasangan dengan

seksual selama

menggunakan alat

kehamilan dapat

pengkajian

mempengaruhi

seksual. Kaji

hubungan.klien atau

dampak

pasangan dapat dibantu

kehamilan pada

bila mereka mengetahui

pola dan respond

bahwa hasrat berkurang

pasangan

Karena wanita tidak

terhadap

merasa sehat, akibat

perubahan.

nyeri tekan payudara,


kelelahan, mual,
muntah, dan perubahan
citra tubuh. Namun,
mereka harus
mengetahui bahwa
tidak masalah
melanjutkan aktivitas /
pilihan seksual sesuai
hasrat pasangan.

- Tinjau ulang

- Mempbantu pasangan

informasi tentang

memahami perubahan-

kenormalan

perubahan dari sudut

perubahan-

fisologis. Penurunan

perubahan ini

dorongan libido pada

perbaiki

trimester pertama biasa

kesalahan

terjadi pada klien

pengertian.

prenatal. Menurunkan
hasrat mungkin sulit
bagi pasangan,
khususnya pada
pasangan pria.

- Kaji hubungan

- Sifat dari hubungan

pasangan satu

sebelum kehamilan

sama lain dan

mempengaruhi

kemampuan

seberapa baik pasangan

untuk mengatasi

mengatasi selama

penurunan

kehamilan.

frekuensi koitus
seksual.

4.

Risiko tinggi
terhadap

Mandiri
- Tentukan sikap

- Perasaan klien

kekurangan

terhadap

terhadap kehamilan

volume cairan

kehamilan,

mempengaruhi

perubahan citra

kemampuannya untuk

tubuh, dan situasi

mengembangkan

pekerjaan, dan

perasaan positf

bagaimana hal ini

terhadap perubahan

di pandang oleh

bentuk tubuhnya,

orang terdekat.

sebagaimana
kemampuannya
beradaptasi positif
terhadap peran menjadi
orang tua.

- Identifikasi hal

- Perubahan citra tubuh

mendasar dari

terjadi secara normal

harga diri klien

karena perubahan

sehubungan

bentuk tubuh. Hal ini

dengan perubahan

dapat menimbulkan

karena hamil dan

krisis situasi yang

tanggung jawab

berdampak negative

yang

terhadap kehamilan

berhubungan

maupun kemampuan

dengan peran

menjadi orang tua pada

baru tersebut .

klien dengan harga diri


buruk dan identitas ego
lemah.

- Tinjau ulang

- Membantu

perubahan

menurunkan stress

fisiologis selama

berhubungan dengan

kehamilan ;

kehamilan.

yakinkan klien

Mengungkapkan

bahwa perasaan

perasaan lain dari

yang campur

biasanya, sikap, dan

aduk adalah

pengalaman masa lalu.

normal. Sediakan
suasana untuk
pasangan
mendiskusikan
perasaan.

Kolaborasi
- Rujuk pada

- Klien mungkin

sumber-sumber

memerlukan intervensi

lain sesuai

intensif yang lebih baik

indikasi ( mis. ,

untuk memudahkan

konseling/terapi).

penerimaan
diri/kehamilan.

5.

Resiko tinggi
terhadap infeksi

Mandiri:
- Berikan

- Ibu yang ISK berespon

saluran kemih

informasi tentang

baik pada tindakan dan

(ISK) b.d. Praktik

tanda/ gejala ISK.

mungkin tidakm serius;

higiene buruk .

Tekankan

namun hal ini

perlunya

dihubungkan dengan

melaporkan

persalinan atau

tanda- tanda

kelahiran praterm.

infeksi kepemberi
pelayanan
kesehatan serta
tidak meminum
obat sampai

pemberitahuan
selanjutnya.
- Anjurkan klien

- Membantu mencegah

minum 6 sampai

stasis pada saluran

8 gelas cairan

urinarius; dapat

setiap hari.

mengasamkan urine

Diskusikan peran

dan membantu

residu asam

mencegah ISK.

dalam diet dan


tambahan jus
cranberry/ jeruk.
- Anjurkan

- Stasis urinarius dan

penggunaan

glikosuria dapat

celana dalam dari

mempredisposisikan

katun dan hindari

klien pranatal pada

mandi dengan

ISK, khususnya riwayat

menggunakan

meliputi masalah

bathtub bila klien

urinarius/ ginjal.

mempunyai

Faktor- faktor pemberat

riwayat ISK.

seperti menggunakan
kain yang tebal dan
duduk di bak mandi
yang berisi air
membuat pemajanan
terhadap infeksi lebih
terbuka.

Kolaborasi:
- Dapatkan

- Urine yang basa

sampel urine rutin

memberi kecendrunagn

untuk

klien terkena infeksi

pemeriksaan

proteus fulgaris.

mikroskopik, pH,

Sebanyak 2%- 10%

adanya sel- sel

wanita hamil

darah putih, dan

mengalami bakteriuria

kultur serta

yang asimtomatik

sensitifitas, sesuai

(jumlah koloni lebih

indikasi.

besar dari 100.000/ml),

Laporkan jumlah

yang meningkatkan

koloni yang lebih

resiko ruptur prematur

besar dari

dari membran,

100.000/ml.

persalinan praterm dan


korioamnionitis.

- Berikan

- Atasi infeksi sesuai

antibiotik (mis,

indikasi. Perawatan

ampisillin,

harus dilakukan sesuai

eritromisin)

resep antibiotik

dengan tepat.

pranatal, karena
potensial berefek
negatif pada janin.

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Mailiynn E. 2001. Maternal/Newborn Plans of Care: Guidelines for planning and
Documenting Client Care. Jakarta : EGC.

Cinta, Dewi. 2012. Perkembangan Bayi pada Trimester Pertama Kehamilan. (Online)
http://caracepathamil.masbied.com/trimester-pertama-kehamilan/.

(diakses

16

Oktober 2012).
Fauziah, Siti. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Kehamilan.
Jakarta : Kencana.

3.3 Rencana Keperawatan


1. Diagnosa 1: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan morning sickness
Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Intervensi:
a. Tentukan

keadekuatan

kebiasaan

asupan

nutrisi

dengan

mengunakan batasan 24 jam.


Rasional : kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi ibu
selama kehamilan.
b. Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia khususnya kurang dari 17
tahun dan lebih dari 35 tahun.
Rasional : remaja dapat cenderung malnutrisi/anemia, dan klien
lansia mungkin cenderung obesitas
c. Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.
Rasional: menentukan kebutuhan belajar khususnya pada periode
prenatal mencegah terjandinya resiko klien dengan nutrisi buruk
dan diet yang seimbang dapat meningkatkan kebutuhan kalori yang
adekuat.
d. Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal
dan suplemen vitamin/zat besi setiap hari
Rasional:materi

referensi

yang

dapat

dipelajari

meningkatkan kemungkinan klien memilih diet seimbang

dirumah,

e. Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien


dengan umpan balik tentang informasi yang telah diberikan.
Rasional: bila klien tidak termotivasi untuk memperbaiki diet,
evaluasi lanjut atau intervensi lain mungkin dapat di indikasikan.
f. Tanyakan keyakinan berkenaan dengan diet sesuai dan hal yang
tebu selama kehamilan.
Rasional: dapat menunjukan motivasi untuk mengikuti anjuran
pemberi layanan kesehatan.
g. Perhatikan adanya pika/mengidam. Kaji pilihan bahan bukan
makanan dan tingkat motivasi untuk memakanya
Rasional: memakan bahan bukan makanan pada kehamilan
mungkin didasarkan pada kebutuhan psikologis, fenomena budaya,
respon terhadap lapar dan respon tubuh terhadap kebuuhan nutrisi.
h. Timbang berat badan klien. Pastika berat badan pregravid
biasanya. Berikan informasi tentang penambahan prenatal yang
optimum.
Rasional: ketidakadekuatan berat badan prenatal/ dibawah berat
badan normal masa kehamilan meningkatkan resiko retardasi
pertumbuhan intra uterin (IUGR) pada janin dengan berat badan
lahir rendah.
i. Tunjau ulang frekuensi dan beratnya mual/ muntah
Rasional: mual muntah trimester pertama dapat berdampak negatif
pada status nutrisi prenatal, khusunya pada periode kritis
perkembangan janin.
2. Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan
Pengaruh Hormonal
Tujuan: px merakaan kenyamanan selama kehamilan.
Intervensi:
a. Catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor
Rasional: memberikan informasi untuk memilih intervensi
petunjuk terhadap respon klien pada ketidaknyaman dan nyeri.

b. Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan


Rasional:

ketidnyaman

khususnya

pada

selama

klien

asing

pemeriksaan
yang

dapat

telah

terjadi

mengalami

sirkumsisi/infibulasi.
c. Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting.
Rasional: memberikan sokongan yang sesuai untuk jaringan
payudara yang membesar, menguatkan jaringan aerolar.
d. Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan.
Rasional:

stimulasi

putting

berlebihan

dapat

memperbesar

kemungkinan persalinan praterm melalui pelepasan oksitoksin.


e. Instruksikan penggunaan tehnik Hoffman untuk putting yang
datar/masuk atau anjurkan penggunaan tutup plastic yang keras(
confi- dry) pada bra.
Rasional : tehnik Hoffman dan penggunaan tutup plastic yang
keras membantu melepaskan perlekatan dan menyebabkan putting
yang masuk/datar menonjol dan menjadi lebih tegak.
f. Kaji adanya hemoroid perhatikan keluhan keluhan gatal, bengkak,
perdarahan.
Rasional: penurunan motilitas GI dan perubahan usus serta tekanan
pada system pembuluh darah oleh pembesaran uterus member
kecenderungan terjadinya hemoroid.
g. Instruksikan untuk posisi dorso fleksi telapak kai dengan kaki
diekstensikan serta mengurangi makan keju dan susu.
Rasional: meningkatkan suplai darah ke kaki. Kelebihan asupan
produk susu mengakibatkan kadar fosfor lebih besar dari pada
kalsium

sehingga

menimbulkan

ketidak

seimbangan

yang

mengakibatkan kram otot.


h. Tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi
berkemih. Anjukan menghindari minuman yang mengandung
kafein.

Rasional : frekuensi berkemih disebabkan oleh tekanan uterus yang


membesar terhadap kandung kemih.kafein mempunyai sifat
diuretik yang dapat memperberat masalah frekuensi berkemih.
i. Kaji

tingkat

kelelahan

dan

sifat

dasar

komitmen

keluarga/pekerjaan.
Rasional : mendorong klien untuk menyusun prioritas termasuk
waktu untuk istirahat.

3. Diagnosa 3: Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan


dengan mual muntah
Tujuan: tidak terjadi kekurangan volume cairan
Intervensi:
a. Auskultasi denyut jantung janin (DJJ)
Rasional: Adanya deyut jantung memastikan adanyajanin bukan
mola hidatidosa.
b. Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah
Rasional :Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi.
Peningkatan kadar hormone gonadotropin korionik (HCG),
perubahan metabolisme korbohidrat, dan penurunan motilitas
gastric memperberat mual dan muntah pada trimester pertama.
c. Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis, ulkus
peptikum, gastritis, kolesistisis).
Rasional : membantu dalam mengeyampingkan penyebab lain.
Untuk mengetasi masalah khusus dalam mengidentifikasikan
intervensi.
d. Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan
penurunan berat badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi
Kehamilan, DK: Nutrisis, perubahan, kurang dari kebutuhan
tubuh.)
Rasional: membantu dalam menentukan adanya muntah yang tidak
dapat dikontrol (hiperemesis gravidarum).

e. Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, tekanan darah(TD),


suhu, masukan/haluaran,dan berat jenis urine. Timbang berat badan
klien dan bandingkan dengan standar.
Rasional: indicator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/
kebutuhan hidrassi.
f. Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbonat,makan
enam kali sehari dengan jumlah yang sedikit, dan makanan tinggi
karbohidrat (mis, popcorn, roti kering sebelum bangun tidur.)
Rasional: membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan
menurunkan keasaman lambung.
4. Diagnosa 4: Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan
Dengan Kurang Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis
Yang Normal Dan Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga.
Tujuan : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilan
Intervensi:
a. Buat hubungan perawat- klien yang yang mendukung dan terus
menerus.
Rasional: peran penyuluh/konselor dapat memberikan bimbingan
antisipasi dan meningkatkan tangung jawab individu terhadap
kesehatan.
b. Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan
dengan

perubahan

fisiologis/psikologis

yang

normal

pada

kehamilan, serta meyakinkan tentang aktivitas, perawatan diri dan


sebagainya.
Rasional

memberikan

informasi

untuk

membantu

mengidentifikasi kebutuhan dan membuat rencana perawatan.


c. Klarifikasi kesalahpahaman
Rasional: ketakutan biasanya timbul dari kesalahan informasi dan
dapat memnggau pembelajaran selanjutnya.
d. Tentukan derajat motivasi untuk belajar

Rasional: klien dapat mengalami kesulitan belajar kecuali


kebutuhan untuk belajar tersebut jelas.
e. Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalam
kebudayaan klien.
Rasional : membantu menjamin kualitas/ konyinuitas asuhan
karena orang pendukung munkin lebih berhasil dari pada
dokter/perawat/bidan dalam memberikan informasi.
f. Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan klien/pasangan
Rasional : penerimaan penting untuk mengembangakan dan
mempertahankan hubungan.
g. Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan oleh
pria,bidan, atau praktisi wanita.
Rasional : beberapa budaya memandang dokter medis sebagai
seseorang yang menangani penyakit dan mengunakan bidan untuk
melahirkan

sehat.tuntunan

kesopanan

atau

budaya

dapat

menghambat asuhan yang dilakukan pria dan/ atau dapat meminta


suami tetapa diruangan selama asuhan diberikan.
5. Diagnosa 5: Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan
Pusing Selama Kehamilan.
Tujuan : tidak terjadi cidera terhadap janin
Intervensi :
a. Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu.
Rasional : Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan
dengan kesejahteraan idu, khususnya selama trimester pertama,
saat perkembangan sistem organ paling rentan terhadap cedera dari
factor lingkungan atau keturunan.

b. Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan. Anjurkan klien


melakukan latihan secukupnya bukan latihan berat (mis.,berenang,
bersepeda).

Rasional : Aliran darah ke uterus dapat menurun sampai 70%


karena

latihan

keras,

bradikardia

sementar,

kemungkinan

hipertermia janin, dan intra uterine growth retardation (IUGR).


Juga latihan nonendurace prenatal dalam jumlah besar cenderung
memperpendek persalina, meningkatkan kemungkinan kelahiran
vaginal spontan, dan menurunkan perlunya penambahan oksitosin.
c. Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman,
menggunakan kondom. (rujuk pada MK: infeksi prenatal).
Rasional : Kegagalan untuk menggunakan kondom selama koitus
dapat meningkatkan resiko transmisi penyakit hubungan kelamin
(PHS). Khususnya human immunodeficiency virus (HIV), bila
klien tidak mengetahui riwayat/ kontak seksual pasangan.
d. Tinjau ulang kebiasaan dan budaya diet klien. Timbang berat
badan. Diskusikan kurva penambahan berat badan normal untuk
setiap trimester.
Rasional : Malnutrisi pada ibu dihubungkan dengan IUGR pada
janin dan bayi berat badan lahir rendah. Obesitas ibu pragravid
telah dihubungkan dengan kelahiran paterm.
e. Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan orang yang
diketahui mengalami infeksi rubella bila klien tidak kebal, dan
tentang perlunya diimunisasi setelah kelahiran. (Rujuk pada MK:
Infeksi Pranatal).
Rasional : Kira-kira 5%-15% wanita usia menyusui masih rentan
terhadap rubella, yang disebarkan oleh infeksi droplet. Pemajanan
dapat mempunyai efek negative pada perkembangan janin,
khususnya pada trimester pertama. Imunisasi setelah kelahiran
mengakibatkan imunitas selama kehamilan selanjutnya.
f. Anjurkan penghentian penggunaan tembakau.
Rasional : Merokok dapat mempenhgaruhi sirkulasi plasenta. Skor
Apagar rendah pada kelahiran (di bawah 7 pada 5 menit)
dihubungkan dengan merokok.

g. Kaji perkembangan uterus melalui pemeriksaan internal


Rasional

Memberikan

informasi

tentang

gestasi

janin:

menggambarkan IUGR; mengidentifikasi kehamilan multiple.


h. Lakukan Tes Serologi
Rasional : Diagnosa positif darik kondisi seperti toksoplasmosis
dapat dibuat.
6. Diagnosa 6: Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di
Saluran GI
Tujuan : konstipasi berkurang/hilang
Intervensi :
a. Tentukan kebiasaan eleminasisebelum kehamilan, perhatikan
perubahan selama hamil.
Rasional : pola eleminasi dipertahankan bila mungkin.
b. Berikan informasi diet tentang buah-buahan segar, sayuran, padipadian, serat, makanan kasar, dan masukan cairan adkuat.
Rasional : bulk dan konsistensi dalam pilihan diet membantu
meningkatkan keefektifan pola defekasi.
c. Anjurkan latihan ringan secara teratur, seperti: jalan kaki. Beri tahu
klien supaya menghindari latihan yang lama dan keras. Perhatikan
keyakinan budaya tentang hal ini.
Rasional : meningkatkan peristaltik dan membantu mencegah
konstipasi. Latihan keras dianggap dapat menurunkan sirkulasi
uteroplasenta, kemungkinan mengakibatkan bradikardia janin,
hipertermia, atau retardasi pertumbuhan. Pada beberaa budaya,
ketidakaktifan d3apat dipandang sebagai perlindungan untuk
ibu/anak.
d. Diskusikan

kewaspadaan

penggunaan

pelunak

feses

atau

pembentuk bulk bila diet/latihan tidak efektif.


Rasional : mungkin perlu untuk membantu mengatasi konstipasi
dan menciptakan rutinitas regular.