Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KEGIATAN PEMERIKSAAN THERMAL SCANNING

DI WILAYAH KERJA BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II


TANGGAL 11 Desember 2014

I.

PENDAHULUAN
Pencegahan penyebaran penyakit menular menjadi salah satu upaya untuk menekan

jumlah angka kematian akibat penyakit menular tersebut. Khususnya dalam hubungan
penyebaran penyakit menular melalui sarana lalu lintas udara, perairan dan darat. Perlunya
suatu fasilitas atau alat khusus untuk membantu mendeteksi apakah terdapat suatu penyakit
yang masuk atau keluar khususnya dalam suatu kawasan lintas negara.
Thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh merupakan suatu alat yang
digunakan untuk mendeteksi adanya peningkatan suhu tubuh pada manusia. Khususnya pada
salah satu fasilitas transportasi udara yaitu bandara, alat ini mampu mengetahui apakah
penumpang dalam keadaan suhu tubuh normal atau tidak yang merupakan salah satu gejala
suatu penyakit.
Pemeriksaan suhu tubuh di bandara merupakan tindakan untuk mencegah, menekan,
atau mengurangi resiko masuk atau keluarnya suatu penyakit disuatu wilayah atau negara.
Disamping itu juga untuk sarana informasi apakah suatu daerah ataupun negara terjangkit
suatu wabah penyakit atau tidak.
Kegiatan pemeriksaan thermal scanning di Wilayah Kerja Bandara Sultan Syarif
Kasim II (BSSK II) Pekanbaru kerjasama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II
Pekanbaru dengan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat (IKM) tanggal 11 Desember 2014. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
mengatahui prosedur pelaksanaan pemeriksaan thermal scanning di wilayah kerja BSSK II
Pekanbaru.

II.
a.

PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN


Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan pemeriksaan thermal scanning dilaksanakan di ruang kedatangan

penumpang luar negeri Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru tanggal 11 Desember
2014 pukul 09.00-10.00 WIB.
b.
Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan
Pelaksanaan berupa pengamatan

cara

pengoperasian

thermal

scanner

dan

menginterpretasi hasil yang tampil dimonitor. Thermal scanner dioperasikan oleh tenaga
profesional. Adapun cara pengoperasian thermal scanner dengan langkah-langkah berikut:
Alat thermal scanner dihidupkan saat penumpang penerbangan luar negri telah

mendarat.
Saat sudah masuk ruang kedatangan, penumpang berjalan melewati area scan
yang ditentukan, thermal scanner akan bekerja mendeteksi suhu setiap

penumpang.
Thermal scanner diset pada suhu 38 derajat Celcius.
Lalu menunggu hasil pada layar apakah suhu tubuh penumpang tersebut normal
atau tidak. Akan tampak tanda merah di kepala penumpang jika suhu penumpang

tersebut meningkat.
Jika terdeteksi adanya peningkatan suhu (>38 derajat Celcius) maka penumpang

tersebut di bawa ke klinik untuk diperiksa lebih lanjut.


Pada saat pelaksanaan kegiatan tidak ada kedatangan penerbangan dari luar negeri
sehingga tidak dapat melihat dan menilai penumpang dengan suhu yang meningkat.
III. KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan thermal scanning di Wilayah Kerja BSSK II
Pekanbaru, diperoleh kesimpulan bahwa alat pemeriksaan thermal scanner dalam kondisi
baik, penggunaanya dilakukan oleh tenaga profesional, akan tetapi tidak dapat melihat
langsung bagaimana thermal scanner mendeteksi suhu yang meningkat dan pengoperasian
thermal scanner hanya pada saat ada outbreak PHEIC saja.

IV.

SARAN
Pelaksanaan pemeriksaan thermal scanning :
Bagi kelompok KK IKM-KK selanjutnya sebaiknya dilakukan saat kedatangan
penumpang luar negeri sehingga dapat melihat langsung bagaimana cara thermal

scaner mendeteksi peningkatan suhu dan bagaimana cara manajemen penumpang


tersebut.
Mengoperasikan thermal scanner disetiap saat kedatangan luar negeri bukan
hanya saat outbreak PHEIC saja.
Pelaksana Kegiatan

Dokter Muda IKM-IKK


Periode 8-13 Desember2014
Fakultas Kedokteran UR

Pekanbaru, 11 Desember 2014


Koordinator KKP Wilker Bandara Sultan
Syarif Kasim II

H. Albert J, SKM