Anda di halaman 1dari 266

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

i

DAFTAR ISI

Daftar Isi

i

Daftar Tabel

ii

Daftar Grafik

iv

Daftar Lampiran

v

BAB 1

Gambaran Umum

1

BAB 2

Resume Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan dan Kerugian Negara

3

BAB 3

Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan

5

BAB 4

Hasil Pemantauan Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah

17

Buku V IHPS

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

DAFTAR TABEL

3.1

Data Pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

3.2

Perkembangan Data Pemantauan TLRHP Selama Semester II Tahun 2013 atas data TLRHP sejak Tahun 2009

3.3

Data Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Pusat Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

3.4

Data Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Daerah Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

3.5

Data Pemantauan TLRHP pada BUMN (termasuk Anak Perusahaan) Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

3.6

Data Pemantauan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

4.1

Data Kerugian Negara/Daerah Periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013

4.2

Data Kerugian Negara sampai dengan Semester II Tahun 2013 pada Instansi Pusat

4.3

Data Kerugian Negara sampai dengan Semester II Tahun 2013 pada BUMN

4.4

Data Kerugian Daerah sampai dengan Semester II Tahun 2013 pada Pemerintah Daerah

4.5

Data Kerugian Daerah sampai dengan Semester II Tahun 2013 pada BUMD

4.6

Data Kerugian Negara/Daerah periode Tahun 2003 sampai dengan Semester I Tahun 2013

4.7

Data Kerugian Negara/Daerah Tahun 2013

4.8

Pemantauan Tindak Lanjut Penanganan LHP BPK mengandung unsur pidana yang disampaikan kepada instansi yang berwenang periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013

4.9

Penanganan LHP BPK mengandung unsur pidana yang telah diputuskan oleh lembaga peradilan periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013

4.10

Pemantauan Tindak Lanjut Penanganan LHP BPK mengandung unsur pidana yang disampaikan kepada instansi yang berwenang berdasarkan pengelompokan pengelola anggaran periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013

4.11

Data Tindak Lanjut LHP BPK mengandung unsur pidana yang disampaikan kepada instansi yang berwenang berdasarkan pada instansi berwenang yang menerima pada Tahun 2013

ii

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

4.12 Data Tindak Lanjut LHP BPK mengandung unsur pidana yang disampaikan kepada instansi yang berwenang berdasarkan pengelompokan pengelola anggarannya pada Tahun 2013

4.13 LHP BPK yang disampaikan kepada Instansi yang berwenang pada Semester II Tahun 2013

Buku V IHPS

iii

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

DAFTAR GRAFIK

3.1 Status Pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (% Jumlah Rekomendasi)

3.2 Status Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Pusat Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

3.3 Status Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Daerah Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

3.4 Status Pemantauan TLRHP pada BUMN (termasuk Anak Perusahaan) Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

3.5 Status Pemantauan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

iv

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Kementerian/Lembaga Tahun 2009 -2013

2. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Kementerian/Lembaga Tahun 2005 -2008

3. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Daerah Tahun 2009 -2013

4. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Daerah Tahun 2005 -2008

5. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BUMN (Induk dan anak perusahaan) Tahun 2009 – 2013

6. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BUMN (Induk dan anak perusahaan) Tahun 2005 - 2008

7. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2009 - 2013

8. Daftar Rekapitulasi Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2005 - 2008

Buku V IHPS

v

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

vi

Buku V IHPS

GAMBARAN UMUM

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

1

BAB 1 Gambaran Umum

A. Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan

Pengertian rekomendasi adalah saran dari pemeriksa berdasarkan hasil pemeriksaannya, yang ditujukan kepada orang dan/atau badan yang berwenang untuk melakukan tindakan dan/atau perbaikan. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 menyatakan secara tegas bahwa pejabat wajib menindaklanjuti rekomendasi dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) dan wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang tindak lanjut atas rekomendasi tersebut. Jawaban atau penjelasan disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari setelah LHP diterima. BPK memantau pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan dan memberitahukan hasil pemantauan tindak lanjut kepada lembaga perwakilan dalam hasil pemeriksaan semester.

B. Pemantauan Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah

Untuk menjamin pembayaran kerugian negara/daerah, BPK berwenang memantau penyelesaian kerugian negara/daerah oleh pemerintah, pelaksanaan pengenaan kerugian negara/daerah yang telah ditetapkan oleh BPK, dan pelaksanaan pengenaan ganti kerugian negara/daerah yang ditetapkan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.

Hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sesuai kewenangannya sesuai ketentuan Pasal 10 ayat (4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.

Buku V IHPS

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

2

Buku V IHPS

RESUME PEMANTAUAN TLRHP dan KERUGIAN NEGARA

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

3

BAB 2

Resume Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan dan Kerugian Negara

A. Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan

Hasil pemantauan pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa dalam periode Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 BPK secara keseluruhan telah memberikan 212.750 rekomendasi senilai Rp81.493.375,80 juta kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita. Tindak lanjut yang telah sesuai dengan rekomendasi sebanyak 114.397 rekomendasi senilai Rp28.078.345,67 juta, status belum sesuai dan dalam proses tindak lanjut sebanyak 55.256 rekomendasi senilai Rp32.603.121,28 juta, status belum ditindaklanjuti sebanyak 42.835 rekomendasi senilai Rp20.567.872,86 juta, dan status tidak dapat ditindaklanjuti sebanyak 262 rekomendasi senilai Rp244.035,99 juta.

Selain itu, masih terdapat rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 yang belum sesuai dan/atau dalam proses tindak lanjut sebanyak 15.150 rekomendasi senilai Rp11.484.547,63 juta, serta belum ditindaklanjuti sebanyak 6.347 rekomendasi senilai Rp1.243.601,98 juta. Rekomendasi ini meliputi 21,41% dari seluruh rekomendasi BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 sebanyak 100.426 rekomendasi.

Secara kumulatif rekomendasi BPK yang berhasil ditindaklanjuti dengan penyerahan aset dan penyetoran uang ke kas negara/daerah/perusahaan sejak Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 adalah senilai Rp16.564.593,43 juta.

B. Pemantauan Kerugian Negara/Daerah

Hasil pemantauan penyelesaian ganti kerugian negara/daerah periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013 menunjukkan jumlah kasus kerugian negara/ daerah sebanyak 24.474 kasus senilai Rp3.122,05 miliar, dengan tingkat penyelesaian sebanyak 15.538 kasus senilai Rp603,5 miliar, baik berupa angsuran, pelunasan dan penghapusan.

Selain itu, BPK juga berkewajiban untuk menyampaikan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK yang mengandung unsur pidana kepada instansi berwenang (Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)). LHP BPK mengandung unsur pidana yang telah disampaikan kepada instansi yang berwenang sejak Tahun 2003 s.d. Tahun 2013 baik Kepala Kepolisian, Kejaksaan RI dan KPK sebanyak 218 surat yang memuat 432 temuan senilai Rp42.714,60 miliar.

Buku V IHPS

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Hasil pemantauan terhadap LHP BPK yang mengandung unsur pidana yang telah disampaikan kepada instansi yang berwenang menunjukkan bahwa dari 432 temuan yang telah disampaikan, sebanyak 319 temuan atau 73,84% telah ditindaklanjuti baik berupa pelimpahan, proses penyelidikan, proses penyidikan, proses penuntutan dan persidangan, telah diputus oleh peradilan, maupun dihentikan penyidikannya. Adapun sebanyak 113 temuan atau 26,16% belum ditindaklanjuti atau belum ada informasi mengenai tindak lanjutnya dari instansi yang berwenang.

4

Buku V IHPS

HASIL PEMANTAUAN TINDAK LANJUT REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

5

BAB 3

Hasil

Pemantauan

Tindak

Lanjut

Rekomendasi

Hasil

Pemeriksaan

Memenuhi amanat Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 Pasal 20, BPK memantau pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan dan memberitahukan hasil pemantauan tindak lanjut kepada lembaga perwakilan dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) yang memuat data pemantauan pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh pejabat pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan badan lainnya. IHPS II Tahun 2013 memuat hasil pemantauan pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 yang disajikan menurut entitas kementerian/lembaga, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, BUMN, BHMN, dan badan lainnya.

Pemantauan tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan (TLRHP) adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis oleh BPK untuk menentukan bahwa pejabat telah melaksanakan rekomendasi hasil pemeriksaan dalam tenggang waktu yang telah ditentukan.

Tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan adalah kegiatan dan/atau keputusan yang dilakukan oleh pejabat yang diperiksa dan/atau pihak lain yang kompeten untuk melaksanakan rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK wajib dilakukan oleh pejabat yang diperiksa. Pejabat yang diperiksa wajib memberikan jawaban atau penjelasan kepada BPK tentang tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan (LHP) diterima. Apabila sebagian atau seluruh rekomendasi tidak dapat dilaksanakan dalam jangka waktu yang ditentukan, maka pejabat wajib memberikan alasan yang sah.

Selanjutnya, BPK menelaah jawaban atau penjelasan yang diterima dari pejabat yang diperiksa dan/atau pejabat yang bertanggung jawab untuk menentukan apakah tindak lanjut rekomendasi telah dilakukan sesuai dengan rekomendasi BPK. Menurut Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan, hasil penelaahan diklasifikasikan dalam empat status yaitu

tindak lanjut telah sesuai dengan rekomendasi;

tindak lanjut belum sesuai dengan rekomendasi;

rekomendasi belum ditindaklanjuti; dan

rekomendasi tidak dapat ditindaklanjuti.

Buku V IHPS

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Suatu rekomendasi dinyatakan telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi apabila rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti secara nyata dan tuntas oleh pejabat yang diperiksa sesuai dengan rekomendasi BPK. Rekomendasi BPK diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara/daerah/perusahaan pada entitas yang bersangkutan.

Dalam rangka pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan ini, BPK menatausahakan LHP dan menginventarisasi temuan, rekomendasi, dan status tindak lanjut atas rekomendasi dalam LHP, serta nilai penyerahan aset atau penyetoran sejumlah uang ke kas negara/daerah/perusahaan.

Secara umum, rekomendasi BPK dapat ditindaklanjuti dengan cara penyelamatan uang/aset ke negara/daerah/perusahaan dan/atau tindakan administratif. Penyelamatan uang/aset ke negara/daerah/perusahaan dilakukan antara lain dengan cara menyetorkan sejumlah uang ke kas negara/daerah/perusahaan, dan/ atau mengembalikan/menyerahkan sejumlah aset ke negara/daerah/perusahaan atau dengan cara melengkapi pekerjaan/barang. Adapun tindakan administratif biasanya berupa pemberian peringatan, teguran, dan/atau sanksi kepada para penanggung jawab dan/atau pelaksana kegiatan. Tindakan administratif juga dapat berupa tindakan koreksi atas penatausahaan keuangan negara/daerah/perusahaan, melengkapi bukti pertanggungjawaban dan perbaikan atas sebagian atau seluruh sistem pengendalian intern.

Hasil pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa dalam periode Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 BPK secara keseluruhan telah memberikan 212.750 rekomendasi senilai Rp81.493.375,80 juta kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Hukum Milik Negara (BHMN), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita. Status pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan dari Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Data Pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

(nilai dalam juta rupiah)

     

Status Pemantauan Tindak Lanjut

 

Rekomendasi yang telah ditindaklanjuti dengan penyetoran/ penyerahan aset ke negara/ daerah/ perusahaan negara/daerah

Entitas

Rekomendasi

Sesuai dengan

   

Tidak Dapat

Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

Belum Ditindaklanjuti

Ditindaklanjuti

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Nilai

Pemerintah

                     

Pusat

25.658

44.073.624,72

15.545

11.163.946,37

5.696

21.603.786,63

4.335

11.103.570,19

82

202.321,53

7.939.376,78

Pemerintah

                     

Daerah

180.473

18.202.481,80

95.820

4.907.787,58

48.230

8.416.536,53

36.313

4.845.283,43

110

32.874,26

4.338.164,43

BUMN

                     

(termasuk

BUMN Anak

6.024

14.646.614,04

2.755

10.072.817,20

1.236

1.808.650,04

1.963

2.756.306,60

70

8.840,20

4.285.417,49

Perusahaan)

BHMN, KKKS,

                     

Lembaga,

Saham

Pemerintah

50%,

595

4.570.655,24

277

1.933.794,52

94

774.148,08

224

1.862.712,64

-

-

1.634,73

Penyertaan

BUMN dan

Otorita

TOTAL

212.750

81.493.375,80

114.397

28.078.345,67

55.256

32.603.121,28

42.835

20.567.872,86

262

244.035,99

16.564.593,43

6

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

Dalam bentuk yang lebih ringkas, status pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Grafik 3.1. sebagai berikut.

Grafik 3.1. Status Pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (% dari Jumlah Rekomendasi)

20,14% 0,12% 53,77%
20,14%
0,12%
53,77%

25,97%

Sesuai dengan20,14% 0,12% 53,77% 25,97% Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat

Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut20,14% 0,12% 53,77% 25,97% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat ditindaklanjuti

Belum Ditindaklanjuti0,12% 53,77% 25,97% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Tidak Dapat ditindaklanjuti

Tidak Dapat53,77% 25,97% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti ditindaklanjuti

ditindaklanjuti

Dari Tabel 3.1. dan Grafik 3.1. data pemantauan TLRHP di atas terlihat bahwa jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebanyak 114.397 rekomendasi atau 53,77%, sedangkan sebanyak 55.256 rekomendasi atau 25,97% belum sesuai rekomendasi dan/atau dalam proses tindak lanjut, dan sebanyak 42.835 rekomendasi atau 20,14% belum ditindaklanjuti, serta sebanyak 262 rekomendasi atau 0,12% tidak dapat ditindaklanjuti. Dari 114.397 rekomendasi senilai Rp28.078.345,67 juta yang ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, di antaranya telah ditindaklanjuti dengan penyetoran ke kas negara/penyerahan aset ke negara secara kumulatif sejak tahun 2009 s.d. Tahun 2013 senilai Rp16.564.593,43 juta.

Persentase jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebesar 53,77%, menunjukkan bahwa entitas yang diperiksa telah memperhatikan hasil pemeriksaan BPK dengan menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Selain itu, masih terdapat rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 yang belum sesuai dan/atau dalam proses tindak lanjut sebanyak 15.150 rekomendasi senilai Rp11.484.547,63 juta, serta belum ditindaklanjuti sebanyak 6.347 rekomendasi senilai Rp1.243.601,98 juta. Rekomendasi ini meliputi 21,41% dari seluruh rekomendasi BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 sebanyak 100.426 rekomendasi.

Untuk mengetahui perkembangan data TLRHP selama Semester II Tahun 2013 di bawah ini disajikan data TLRHP Semester II Tahun 2013 dibandingkan data TLRHP Semester I Tahun 2013 atas data sejak Tahun 2009.

Buku V IHPS

7

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Tabel 3.2. Perkembangan Data Pemantauan TLRHP Selama Semester II Tahun 2013 atas data TLRHP sejak Tahun 2009

(nilai dalam juta rupiah)

     

Rekomendasi yang

 

Status Pemantauan Tindak Lanjut

 

telah ditindaklanjuti

dengan penyetoran/

Rekomendasi

 

penyerahan aset

Periode

       

ke negara/daerah/

Sesuai dengan Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

Belum Ditindaklanjuti

Tidak Dapat

Ditindaklanjuti

perusahaan negara/

daerah

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Nilai

Semester II Tahun 2013

212.750

81.493.375,80

114.397

28.078.345,67

55.256

32.603.121,28

42.835

20.567.872,86

262

244.035,99

16.564.593,43

Semester I Tahun 2013

193.600

73.279.028,54

98.227

24.162.166,01

49.335

29.259.075,33

45.830

19.679.036,96

208

178.750,24

15.171.146,02

Perkembangan

19.150

8.214.347,26

16.170

3.916.179,66

5.921

3.344.045,95

(2.995)

888.835,90

54

65.285,75

1.393.447,41

Dari Tabel 3.2. di atas terlihat bahwa selama Semester II Tahun 2013, entitas telah menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPK selama periode Tahun 2009 s.d. Semester II Tahun 2013 sebanyak 16.170 rekomendasi senilai Rp3.916.179,66 juta.

Selama Semester II Tahun 2013, entitas yang diperiksa telah menindaklanjuti rekomendasi BPK Tahun 2009 s.d. Semester II Tahun 2013 dengan penyetoran sejumlah uang ke kas negara/daerah/perusahaan dan/atau penyerahan aset senilai Rp1.393.447,41 juta.

Hasil Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Pusat

Hasil pemantauan TLRHP di lingkungan pemerintah pusat mengungkapkan bahwa dalam periode Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 secara keseluruhan dari 96 kementerian/ lembaga (termasuk BPK, ETESP, STAR SDP, dan Sekretaris Kabinet) terdapat 25.658 rekomendasi senilai Rp44.073.624,72 juta. Status pemantauan hasil pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi dari Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Tabel 3.3. Rincian hasil pemantauan TLRHP pada kementerian/lembaga Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan pada Lampiran 1.

8

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

Tabel 3.3. Data Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Pusat Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

(nilai dalam juta rupiah dan ribu valas)

     

Status Pemantauan Tindak Lanjut

 

Rekomendasi yang telah ditindaklanjuti dengan penyetoran/ penyerahan aset ke negara/ daerah/ perusahaan negara/ daerah

Temuan

Rekomendasi

       

Tidak Dapat

Sesuai dengan Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

Belum Ditindaklanjuti

Ditindaklanjuti

Jml

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Nilai

13.360

25.658

38.682.689,96

15.545

10.687.740,79

5.696

20.415.489,15

4.335

7.508.621,84

82

70.838,18

7.372.977,95

   

USD 440,785.82

 

USD 37,579.85

 

USD 97,486.23

 

USD 294,932.69

 

USD 10,787.05

USD 46,465.97

   

EUR 3.25

 

EUR 2.43

 

-

 

EUR 0.82

 

-

EUR 0.40

   

AUD 29.97

 

AUD 29.97

 

-

 

-

 

-

AUD 0.38

   

JPY 150,835.50

 

JPY 150,835.50

 

-

 

-

 

-

-

   

THB 25.00

 

THB 25.00

 

-

 

-

 

-

-

   

SGD 0.24

 

-

 

SGD 0.24

 

-

 

-

-

   

RON 7.16

 

RON 7.16

 

-

 

-

 

-

-

   

PLN 54.42

 

PLN 54.42

 

-

 

-

 

-

-

   

KRW 3,075.01

 

-

 

KRW 3,075.01

 

-

 

-

-

   

-

 

-

 

-

 

-

 

-

GBP 0.71

Total (Rp)

 

44.073.624,72

 

11.163.946,37

 

21.603.786,63

 

11.103.570,19

 

202.321,53

7.939.376,78

Ket: Konversi valas menggunakan kurs tengah BI tanggal 31 Desember 2013.

Dalam bentuk yang lebih ringkas, status pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Grafik 3.2. sebagai berikut.

Grafik 3.2. Status Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Pusat Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

0,32% 16,90% 60,58%
0,32%
16,90%
60,58%

22,20%

Sesuai dengan Rekomendasi0,32% 16,90% 60,58% 22,20% Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat Ditindaklanjuti

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut0,32% 16,90% 60,58% 22,20% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat Ditindaklanjuti

Belum Ditindaklanjuti16,90% 60,58% 22,20% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Tidak Dapat Ditindaklanjuti

Tidak Dapat Ditindaklanjuti0,32% 16,90% 60,58% 22,20% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti

Buku V IHPS

9

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Dari Tabel 3.3. dan Grafik 3.2. data pemantauan TLRHP di atas terlihat bahwa jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebanyak 15.545 rekomendasi atau 60,58%, sedangkan sebanyak 5.696 rekomendasi atau 22,20% belum sesuai rekomendasi dan/atau dalam proses tindak lanjut, dan sebanyak 4.335 rekomendasi atau 16,90% belum ditindaklanjuti, serta sebanyak 82 rekomendasi atau 0,32% tidak dapat ditindaklanjuti. Dari 15.545 rekomendasi senilai Rp11.163.946,37 juta yang ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, di antaranya telah ditindaklanjuti dengan penyetoran/penyerahan aset ke negara senilai Rp7.939.376,78 juta.

Persentase jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebesar 60,58%, menunjukkan bahwa Pemerintah Pusat telah memperhatikan hasil pemeriksaan BPK dengan menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Selain itu, masih terdapat rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Tahun 2005 s.d. Tahun

2008 pada pemerintah pusat yang belum sesuai dan/atau dalam proses tindak lanjut

sebanyak 1.475 rekomendasi senilai Rp4.107.162,74 juta, serta belum ditindaklanjuti sebanyak 594 rekomendasi senilai Rp309.308,23 juta. Rekomendasi ini meliputi 14,65% dari seluruh rekomendasi BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 pada Pemerintah Pusat sebanyak 14.123 rekomendasi. Rekapitulasi hasil pemantauan TLRHP pada Pemerintah Pusat Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 disajikan pada Lampiran 2.

Hasil Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Daerah

Hasil pemantauan TLRHP di lingkungan pemerintah daerah mengungkapkan bahwa dari Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 secara keseluruhan dari 529 pemerintah daerah (termasuk lima daerah pemekaran baru) terdapat 180.473 rekomendasi senilai Rp18.202.481,80 juta. Status pemantauan tindak lanjut rekomendasi Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Tabel 3.4. Rincian hasil pemantauan TLRHP pada pemerintah daerah Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan pada Lampiran 3.

Tabel 3.4. Data Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Daerah Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

(nilai dalam juta rupiah dan ribu valas)

     

Status Pemantauan Tindak Lanjut

 

Rekomendasi

yang telah

ditindaklanjuti

       

dengan

Temuan

Rekomendasi

Sesuai dengan

Rekomendasi

Tidak Dapat

Ditindaklanjuti

penyetoran/

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

Belum Ditindaklanjuti

penyerahan aset

ke negara/daerah/

   

perusahaan

negara/daerah

Jml

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Nilai

75.874

 

180.473 17.923.907,36

95.820

4.816.461,74

 

48.230 8.249.352,12

 

36.313 4.825.219,24

110

32.874,26

4.246.710,12

   

- USD 22,850.43

-

USD 7,492.48

 

- USD 13,714.68

 

- USD 1,643.27

-

-

USD 7,503.02

   

- SGD 5.25

-

-

 

- SGD 1.68

 

- SGD 3.57

-

-

-

Total (Rp)

 

18.202.481,80

 

4.907.787,58

 

8.416.536,53

 

4.845.283,43

 

32.874,26

4.338.164,43

Ket: Konversi valas menggunakan kurs tengah BI tanggal 31 Desember 2013.

Dalam bentuk yang lebih ringkas, status pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun

2013 disajikan dalam Grafik 3.3. adalah sebagai berikut.

10

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

Grafik 3.3. Status Pemantauan TLRHP pada Pemerintah Daerah Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

0,06% 20,12%
0,06%
20,12%

26,72%

53,10%

Sesuai dengan Rekomendasi0,06% 20,12% 26,72% 53,10% Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat ditindaklanjuti

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut0,06% 20,12% 26,72% 53,10% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat ditindaklanjuti

Belum Ditindaklanjuti20,12% 26,72% 53,10% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Tidak Dapat ditindaklanjuti

Tidak Dapat ditindaklanjuti0,06% 20,12% 26,72% 53,10% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti

Dari Tabel 3.4. dan Grafik 3.3. terlihat bahwa jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebanyak 95.820 rekomendasi atau 53,10% sedangkan sebanyak 48.230 rekomendasi atau 26,72% belum sesuai rekomendasi dan/atau dalam proses tindak lanjut, dan sebanyak 36.313 rekomendasi atau 20,12% belum ditindaklanjuti, serta sebanyak 110 rekomendasi atau 0,06% tidak dapat ditindaklanjuti. Dari 95.820 rekomendasi senilai Rp4.907.787,58 juta yang ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, di antaranya telah ditindaklanjuti dengan penyetoran/penyerahan aset ke daerah/perusahaan daerah senilai Rp4.338.164,43 juta.

Persentase jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebesar 53,10%, menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah telah memperhatikan hasil pemeriksaan BPK dengan menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Selain itu masih terdapat rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 pada pemerintah daerah yang belum sesuai dan dalam proses tindak lanjut sebanyak 13.355 rekomendasi senilai Rp5.079.731,33 juta, serta belum ditindaklanjuti sebanyak 5.618 rekomendasi senilai Rp829.790,29 juta. Rekomendasi ini meliputi 22,97% dari seluruh rekomendasi BPK pada pemerintah daerah Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 sebanyak 82.590 rekomendasi. Rekapitulasi hasil pemantauan TLRHP pada Pemerintah Daerah Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 disajikan pada Lampiran 4.

Buku V IHPS

11

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Hasil Pemantauan TLRHP pada BUMN (Termasuk Anak Perusahaan)

Hasil pemantauan TLRHP di lingkungan BUMN (termasuk Anak Perusahaan) mengungkapkan bahwa dalam periode Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 secara keseluruhan dari 173 BUMN (termasuk Anak Perusahaan) terdapat 6.024 rekomendasi senilai Rp14.646.614,04 juta. Status pemantauan pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan pada Tabel 3.5. Rincian hasil pemantauan pelaksanaan TLRHP pada BUMN (termasuk Anak Perusahaan) Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan pada Lampiran 5.

Tabel 3.5. Data Pemantauan TLRHP pada BUMN (termasuk Anak Perusahaan) Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

(nilai dalam juta rupiah dan ribu valas)

       

Status Pemantauan Tindak Lanjut

 

Rekomendasi yang

       

Telah Ditindaklanjuti

       

dengan penyetoran/

Temuan

 

Rekomendasi

penyerahan aset

Entitas

 

Sesuai dengan Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

Belum Ditindaklanjuti

Tidak Dapat

Ditindaklanjuti

negara/daerah atau

perusahaan negara/

daerah

Jml

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Nilai

BUMN (Induk

                       

perusahaan)

2.731

5.751

8.472.392,21

2.550

4.151.740,95

1.203

1.597.897,33

1.932

2.713.913,73

66

8.840,20

3.749.721,52

     

USD 494,696.23

 

USD 474,293.01

 

USD 16,989.17

 

USD 3,414.05

 

-

USD 32,877.48

     

EUR 24.20

 

EUR 24.20

 

-

 

-

 

-

EUR 24.20

BUMN (anak

                       

perusahaan)

173

273

132.612,14

205

128.161,40

33

3.671,72

31

779,02

4

-

123.195,01

     

USD 931.19

 

USD 931.19

 

-

 

-

 

-

USD 931.19

TOTAL

2.904

6.024

8.605.004,35

2.755

4.279.902,35

1.236

1.601.569,05

1.963

2.714.692,75

70

8.840,20

3.872.916,53

     

USD 495,627.42

 

USD 475,224.20

 

USD 16.989,17

 

USD 3,414.05

 

-

USD 33,808.67

     

EUR 24.20

 

EUR 24.20

 

-

 

-

 

-

EUR 24.20

Total (Rp)

2.904

6.024

14.646.614,04

2.755

10.072.817,20

1.236

1.808.650,04

1.963

2.756.306,60

70

8.840,20

4.285.417,49

Ket: Konversi valas menggunakan kurs tengah BI tanggal 31 Desember 2013.

Dalam bentuk lebih ringkas, status pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d Tahun 2013 disajikan dalam Grafik 3.4 sebagai berikut.

Grafik 3.4. Status Pemantauan TLRHP pada BUMN (termasuk Anak Perusahaan) Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

1,16% 45,73% 20,52%
1,16%
45,73%
20,52%

32,59%

Sesuai dengan1,16% 45,73% 20,52% 32,59% Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat

Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut1,16% 45,73% 20,52% 32,59% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Ditindaklanjuti Tidak Dapat Ditindaklanjuti

Belum Ditindaklanjuti45,73% 20,52% 32,59% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Tidak Dapat Ditindaklanjuti

Tidak Dapat20,52% 32,59% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti Ditindaklanjuti

Ditindaklanjuti

12

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

Dari Tabel 3.5. dan Grafik 3.4. tersebut terlihat bahwa jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebanyak 2.755 rekomendasi atau 45,73%, sedangkan sebanyak 1.236 rekomendasi atau 20,52% belum sesuai rekomendasi dan dalam proses tindak lanjut, dan sebanyak 1.963 rekomendasi atau 32,59% belum ditindaklanjuti, serta sebanyak 70 rekomendasi atau 1,16% tidak dapat ditindaklanjuti. Dari 2.755 rekomendasi senilai Rp10.072.817,20 juta yang ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, di antaranya telah ditindaklanjuti dengan penyetoran/penyerahan aset ke kas negara/perusahaan milik negara (termasuk Anak Perusahaan) senilai Rp4.285.417,49 juta.

Persentase jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebesar 45,73%, menunjukkan bahwa BUMN (termasuk Anak Perusahaan) telah memperhatikan hasil pemeriksaan BPK dengan menindaklanjuti rekomendasi BPK.

Selain itu, masih terdapat rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 pada BUMN yang belum sesuai dan dalam proses tindak lanjut sebanyak 282 rekomendasi senilai Rp2.167.888,74 juta, serta belum ditindaklanjuti sebanyak 131 rekomendasi senilai Rp104.503,46 juta. Rekomendasi ini meliputi 12,14% dari seluruh rekomendasi BPK pada BUMN Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 sebanyak 3.402 rekomendasi. Rekapitulasi hasil pemantauan TLRHP pada BUMN Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 disajikan pada Lampiran 6.

Hasil Pemantauan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita

Hasil pemantauan TLRHP di lingkungan BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita mengungkapkan bahwa dari Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 terdapat 595 rekomendasi senilai Rp4.570.655,24 juta. Status pemantauan pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Tabel 3.6. Rincian hasil pemantauan pelaksanaan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan pada Lampiran 7.

Buku V IHPS

13

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Tabel 3.6. Data Pemantauan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2009 s.d. Tahun 2013

(nilai dalam juta rupiah dan ribu valas)

       

Status Pemantauan Tindak Lanjut

 

Rekomendasi yang

Telah Ditindaklanjuti

       

dengan penyetoran/

Temuan

Rekomendasi

penyerahan aset

Entitas

Sesuai dengan

Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

Belum Ditindaklanjuti

Tidak Dapat

Ditindaklanjuti

negara/daerah atau

perusahaan negara/

daerah

Jml

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Jml

Nilai

Nilai

BHMN

83

129

-

35

-

10

-

84

-

-

-

-

     

USD 15,204.03

 

USD 10,750.02

 

USD 500.00

 

USD 3,954.01

 

-

-

KKKS

324

387

39.362,03

209

30.288,04

64

9.072,24

114

1,75

-

-

-

     

USD 292,943.72

 

USD 145,261.21

 

USD 62,195.55

 

USD 85,486.96

 

-

-

     

SGD 5.30

 

SGD 5.30

 

-

 

-

 

-

-

     

EUR 11.88

 

EUR 11.88

 

-

 

-

 

-

-

Lembaga

16

35

-

27

-

8

-

-

-

-

-

-

Saham Pemerintah

                       

50%

3

4

2.514,51

1

1.634,73

3

879,78

-

-

-

-

1.634,73

Penyertaan BUMN

9

14

-

5

-

9

-

-

-

-

-

-

Otorita

10

26

772.514,91

-

-

-

-

26

772.514,91

-

-

-

Total BHMN, KKKS dan Badan Usaha Lainnya, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN, dan Otorita

445

595

814.391,45

277

31.922,77

94

9.952,02

224

772.516,66

-

-

1.634,73

   

USD 308,147.75

 

USD 156,011.23

 

USD 62,695.55

 

USD 89,440.97

 

-

-

   

SGD 5.30

 

SGD 5.30

 

-

 

-

 

-

-

   

EUR 11.88

 

EUR 11.88

 

-

 

-

 

-

-

Total (Rp)

445

595

4.570.655,24

277

1.933.794,52

94

774.148,08

224

1.862.712,64

-

-

1.634,73

Ket: Konversi valas menggunakan kurs tengah BI tanggal 31 Desember 2013.

Dalam bentuk lebih ringkas, status pemantauan TLRHP Tahun 2009 s.d. Tahun 2013 disajikan dalam Grafik 3.5. sebagai berikut.

Grafik 3.5.

Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2009 s.d Tahun 2013 (dalam % Jumlah Rekomendasi)

Status Pemantauan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham

46,55% 15,80%
46,55%
15,80%

37,65%

Sesuai dengan46,55% 15,80% 37,65% Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut Belum Ditindaklanjuti

Rekomendasi

Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut46,55% 15,80% 37,65% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Ditindaklanjuti

Belum Ditindaklanjuti46,55% 15,80% 37,65% Sesuai dengan Rekomendasi Belum Sesuai dan Dalam Proses Tindak Lanjut

14

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

Dari Tabel 3.6. dan Grafik 3.5. terlihat bahwa jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebanyak 277 rekomendasi atau 46,55%, sedangkan sebanyak 94 rekomendasi atau 15,80% belum sesuai rekomendasi dan/ atau dalam proses tindak lanjut, dan sebanyak 224 rekomendasi atau 37,65% belum ditindaklanjuti. Dari 277 rekomendasi senilai Rp1.933.794,52 juta yang ditindaklanjuti sesuai rekomendasi, di antaranya telah ditindaklanjuti dengan penyetoran/ penyerahan aset ke BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita senilai Rp1.634,73 juta.

Persentase jumlah rekomendasi yang telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi sebesar 46,55%, menunjukkan bahwa BHMN, KKKS Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita telah memperhatikan hasil pemeriksaan BPK dengan menindaklanjuti rekomendasi BPK.

Selain itu, masih terdapat rekomendasi hasil pemeriksaan BPK Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita yang belum sesuai dan dalam proses tindak lanjut sebanyak 38 rekomendasi senilai Rp129.764,82 juta, serta belum ditindaklanjuti sebanyak 4 rekomendasi. Rekomendasi ini meliputi 13,50% dari seluruh rekomendasi BPK pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 sebanyak 311 rekomendasi. Rekapitulasi hasil pemantauan TLRHP pada BHMN, KKKS, Lembaga, Saham Pemerintah 50%, Penyertaan BUMN dan Otorita Tahun 2005 s.d. Tahun 2008 disajikan pada Lampiran 8.

Buku V IHPS

15

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

16

Buku V IHPS

HASIL PEMANTAUAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

17

BAB 4

HASIL

PEMANTAUAN

PENYELESAIAN

KERUGIAN

NEGARA/

DAERAH

PENDAHULUAN

Sesuai ketentuan Pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan, untuk menjamin pembayaran kerugian negara/daerah, Badan Pemeriksa Keuangan melaksanakan kewenangannya untuk memantau penyelesaian kerugian negara/daerah oleh Pemerintah, pelaksanaan pengenaan kerugian negara/daerah yang telah ditetapkan oleh BPK, dan pelaksanaan pengenaan ganti kerugian negara/daerah yang ditetapkan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Hasil pemantauan BPK tersebut disampaikan secara tertulis kepada DPR, DPD dan DPRD sesuai kewenangannya sesuai ketentuan Pasal 10 ayat (4) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan melalui Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS).

GAMBARAN UMUM

Pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah dilakukan terhadap data kerugian negara/daerah yang berupa Tuntutan Ganti Rugi terhadap bendahara, Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pihak Ketiga, pengelola BUMN/BUMD dan pengelola Badan Keuangan Lainnya.

Hasil pemantauan penyelesaian ganti kerugian negara/daerah Semester II Tahun 2013 memuat data kerugian negara/daerah periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013 untuk status penyelesaian kerugian negara/daerah ”telah ditetapkan” dan ”dalam proses penetapan”. Data kerugian dimaksud mencakup jumlah kasus dan nilai kerugian negara serta penyelesaiannya, baik angsuran, pelunasan, maupun penghapusan. Angsuran adalah penyelesaian pembayaran kerugian negara/daerah yang dilakukan dalam beberapa kali sesuai ketentuan sampai dengan lunas. Pelunasan adalah pembayaran kerugian negara/daerah yang dilakukan sekali dan lunas/selesai. Sedangkan penghapusan adalah penyelesaian kerugian negara/daerah oleh pejabat berwenang berupa penghapusan sisa piutang karena sebab-sebab khusus, antara lain penanggungjawab meninggal dunia dan tidak terdapat ahli waris, penanggungjawab tidak mampu, tidak adanya jaminan, jaminan telah dicairkan atau permasalahan- permasalahan rumit lainnya yang menyebabkan piutang tidak dapat terselesaikan.

Cakupan entitas yang dipantau adalah sebesar 28,22% atau sebanyak 688 entitas dari total entitas yang seharusnya dipantau sebanyak 2.438 entitas, yang terdiri dari 91 entitas pemerintah pusat, 527 entitas pemerintah daerah, 11 entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 59 entitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Buku V IHPS

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

Hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah Semester II Tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah kasus kerugian negara/daerah dalam kurun waktu periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013 sebanyak 24.474 kasus kerugian negara/daerah senilai Rp3.122,05 miliar, dengan tingkat penyelesaian sebanyak 15.538 kasus senilai Rp 603,50 miliar, baik berupa angsuran, pelunasan, dan penghapusan.

Rincian jumlah kasus dan penyelesaian kerugian negara/daerah sampai dengan Semester II Tahun 2013 sebagai berikut:

PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH SAMPAI DENGAN SEMESTER II TAHUN 2013

Data kerugian negara/daerah periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013 sebanyak 24.474 kasus senilai Rp3.122,05 miliar, dengan tingkat penyelesaian sebanyak 15.538 kasus senilai Rp603,50 miliar yang terdiri dari angsuran sebanyak 6.335 kasus senilai Rp363,41 miliar, pelunasan sebanyak 9.103 kasus senilai Rp229,45 miliar dan penghapusan sebanyak 100 kasus senilai Rp10,64 miliar. Sisa kerugian negara/daerah sampai dengan Semester II Tahun 2013 sebanyak 18.319 kasus senilai Rp2.518,55 miliar.

Rincian data perkembangan penyelesaian kerugian negara/daerah periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013 disajikan dalam Tabel 4.1.

18

Buku V IHPS

Badan Pemeriksa Keuangan

IHPS II Tahun 2013

Tabel 4.1. Data Kerugian Negara/Daerah Periode Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013

(nilai dalam miliar rupiah dan ribu valas)

       

PEMBAYARAN

   

SUBYEK

KERUGIAN

ANGSURAN

LUNAS

PENGHAPUSAN

 

SISA

PENANGGUNG JAWAB

MATA

JML

NILAI

JML

NILAI

JML

NILAI

JML

NILAI

JML

NILAI

KERUGIAN NEGARA

UANG

KASUS

KASUS

KASUS

KASUS

KASUS

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11**)

12

                     

12=4-(6+8+10)

 

IDR

2.720

600,34

529

80,11

654

19,56

6

0,38

2.281

500,29

TGR BENDAHARA

USD

-

243.29

-

3.58

-

-

-

-

-

239.71

 

IDR

18.209

1.049,71

5.225

187,06

6.919

138,79

80

1,28

13.202

722,58

USD

-

4,411.80

-

14.39

-

1.33

-

-

-

4,396.08

GBP

-

199.15

-

-

-

-

-

-

-

199.15

AUD

-

2,355.24

-

-

-

-

-

-

-

2,355.24

CAD

-

39.60

-

-

-

-

-

-

-

39.60

TGR NON

                     

BENDAHARA

JPY

-

755,447.27

-

-

-

-

-

-

-

755,447.27

EUR

-

32,592.55

-

-

-

-

-

-

-

32,592.55

NLG

-

509.42

-

-

-

-

-

-

-

509.42

FFR

-

2,215.39

-

-

-

-

-

-

-

2,215.39

DEM

-

510.23

-

-

-

-

-

-

-

510.23

MYR

-

58.53

-

-

-

-

-

-

-

58.53

PIHAK KETIGA

IDR

3.468

679,75

538

92,33

1.506

70,70

3

3,01

2.777

513,71

PENGELOLA

                     

KEUANGAN

IDR

77

55,29

43

3,70

24

0,39

11

5,97

59

45,23

 

IDR

24.474

2.385,09

6.335

363,20

9.103

229,44

100

10,64

18.319

1.781,81

USD

-

4,655.09

-

17.97

-

1.33

-

-

-

4,635.79

GBP

-

199.15

-

-

-

-

-

-

-

199.15

AUD

-

2,355.24

-

-

-

-

-

-

-

2,355.24

CAD

-

39.60

-

-

-

-

-

-

-

39.60

TOTAL

JPY

-

755,447.27

-

-

-

-

-

-

-

755,447.27

EUR

-

32,592.55

-

-

-

-

-

-

-

32,592.55

NLG

-

509.42

-

-

-

-

-

-

-

509.42

FFR

-

2,215.39

-

-

-

-

-

-

-

2,215.39

DEM

-

510.23

-

-

-

-

-

-

-

510.23

MYR

-

58.53

-

-

-

-

-

-

-

58.53

TOTAL VALAS

                     

EKUIVALEN*)

IDR

-

736,96

-

0,21

-

0,01

-

-

-

736,74

TOTAL KERUGIAN

IDR

24.474

3.122,05

6.335

363,41

9.103

229,45

100

10,64

18.319

2.518,55

*)

Total valas ekuivalen yaitu total nilai kerugian negara/daerah dalam valuta asing yang telah dikonversi ke dalam nilai mata uang rupiah berdasarkan nilai kurs tengah Bank Indonesia per 31 Desember 2013.

**) Jumlah sisa kasus kerugian pada kolom 11 tidak dapat dijumlahkan secara matematis, dengan penjelasan:

a. angsuran terhadap kasus tidak mengurangi jumlah kasus baik dengan status telah ditetapkan maupun dalam proses penetapan;

b. angsuran lunas akan mengurangi jumlah kasus dengan status telah ditetapkan;

c. kasus dengan status dalam proses penetapan, maka jumlah kasus tidak dapat dikurangi oleh angsuran, pelunasan, dan penghapusan;

d. kasus dengan status telah ditetapkan, maka jumlah kasus yang telah lunas/penghapusan mengurangi jumlah kasus kerugian.

Rincian data kerugian negara/daerah hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara/daerah sampai dengan Semester II Tahun 2013 berdasarkan entitas pengelola penyelesaian kerugian negara/daerah adalah sebagai berikut:

Penyelesaian Kerugian Negara pada Instansi Pusat

Hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara pada instansi pusat dalam kurun waktu Tahun 2003 sampai dengan Semester II Tahun 2013 sebanyak 4.648 kasus senilai Rp1.377,37 miliar, dengan tingkat penyelesaian sebanyak 3.424 kasus dengan nilai Rp128,25 miliar yang terdiri dari angsuran sebanyak 736 kasus senilai Rp44,92 miliar, pelunasan sebanyak 2.677 kasus senilai Rp83,02 miliar dan penghapusan sebanyak 11

Buku V IHPS

19

IHPS II Tahun 2013

Badan Pemeriksa Keuangan

kasus senilai Rp0,31 miliar. Sisa kerugian negara pada instansi pusat sampai dengan akhir Tahun 2013 adalah sebanyak 4.169 kasus senilai Rp1.249,12 miliar.

Rincian hasil pemantauan penyelesaian kerugian negara pada instansi pusat sampai dengan Semester II Tahun 2013 disajikan dalam Tabel 4.2.

Tabel 4.2. Data Kerugian Negara sampai dengan Semester II Tahun 2013 pada Instansi Pusat

(nilai dalam miliar rupiah dan ribu valas)

       

PEMBAYARAN

   

SUBYEK

KERUGIAN

ANGSURAN

LUNAS

PENGHAPUSAN

 

SISA

PENANGGUNG JAWAB KERUGIAN NEGARA

MATA

                   

UANG

JML KASUS

NILAI

JML KASUS

NILAI

JML KASUS

NILAI

JML KASUS

NILAI

JML KASUS

NILAI

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11**)

12

                     

12=4-(6+8+10)

 

IDR

216

60,87

61

2,98

107

2,63

1

-

208

55,26

TGR BENDAHARA

USD

-

243.29

-

3.58

-

-

-

-

-

239.71

 

IDR

3.446

255,17

596

28,43

1.788

37,97

10

0,31

2.980

188,46

USD

-

4,411.80

-

14.39

-

1.33

-

-

-

4,396.08

GBP

-

199.15

-

-

-

-

-

-

-

199.15

AUD

-

2,355.24

-

-

-

-

-

-

-

2,355.24

CAD

-

39.60

-

-

-

-

-

-

-

39.60

TGR NON BENDAHARA

JPY

-

755,447.27

-

-

-

-

-

-

-

755,447.27

EUR

-

32,592.55

-

-

-

-

-

-

-

32,592.55

NLG

-

509.42

-

-

-

-

-

-

-

509.42

FFR

-

2,215.39

-

-

-

-

-

-

-

2,215.39

DEM

-

510.23

-

-

-

-

-