Anda di halaman 1dari 3

A.

Kedokteran Keluarga
1. Definisi
llmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu
kedokteran yang orientasinya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu,
keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi dan
sosial budaya (Depkes RI, 2006).
2. Karakteristik
a. Melayani penderita tidak hanya sebagai orang perorang melainkan sebagai anggota
satu keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat sekitarnya.
b. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan memberikan perhatian
kepada penderita secara lengkap dan sempurna, jauh melebihi jumlah keseluruhan
keluhan yang disampaikan.
c. Mengutamakan pelayanan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan seoptimal
mungkin, mencegah timbulnya penyakit dan mengenal serta mengobati penyakit
sedini mungkin.
d. Mengutamakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan dan berusaha
memenuhi kebutuhan tersebut sebaik-baiknya.
e. Menyediakan dirinya sebagai tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama dan
bertanggung jawab pada pelayanan kesehatan lanjutan (Azwar et al., 2003).
3. Tujuan Pelayanan Dokter Keluarga
a. Tujuan Umum : Terwujudnya keadaan sehat bagi setiap anggota keluarga.
b. Tujuan Khusus : Terpenuhinya kebutuhan keluarga akan pelayanan kedokteran yang
lebih efektif dan efisien.
4. Manfaat Pelayanan Dokter Keluarga
a) Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit sebagai manusia seutuhnya,
bukan hanya terhadap keluhan yang disampaikan.
b) Akan dapat diselenggarakan pelayanan pencegahan penyakit dan dijamin
kesinambungan pelayanan kesehatan.
c) Apabila dibutuhkan pelayanan spesialis, pengaturannya akan lebih baik dan terarah,
terutama ditengah-tengah kompleksitas pelayanan kesehatan saat ini.
d) Akan dapat diselenggarakan pelayanan kesehatan yang terpadu sehingga penanganan
suatu masalah kesehatan tidak menimbulkan pelbagai masalah lainnya.

e) Jika seluruh anggota keluarga ikut serta dalam pelayanani maka segala keterangan
tentang keluarga tersebut, baik keterangan kesehatan ataupun keterangan keadaan
sosial dapat dimanfaatkan dalam menangani masalah kesehatan yang sedang
dihadapi.
f) Akan dapat diperhitungkan pelbagai faktor yang mempengaruhi timbulnya penyakit,
termasuk faktor sosial dan psikologis.
g) Akan dapat diselenggarakan penanganan kasus penyakit dengan tatacara yang lebih
sederhana dan tidak begitu mahal dan karena itu akan meringankan biaya kesehatan.
h) Akan dapat dicegah pemakaian pelbagai peralatan kedokteran canggih yang
memberatkan biaya kesehatan (Depkes RI, 2009).
B. Promosi Kesehatan
1. Pengertian, Visi, dan Misi Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan kontrol
terhadap kesehatan mereka dan memperbaikinya. Bukan hanya proses penyadaran
masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
saja, tetapi juga disertai upaya-upaya memfasilitasi perubahan perilaku (Ewles, 1994).
Visi promosi kesehatan adalah meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan, baik fisik, mental, dan sosialnya sehingga produktif
secara ekonomi maupun sosial. Sedangkan misi promosi kesehatan
a. Advocate : pada pembuat keputusan di berbagai program dan sektor yang terkait
kesehatan
b. Mediate : menjembatani dan menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor
yang terkait dengan kesehatan
c. Enable :

memberi kemampuan/ketrampilan kepada masyarakat agar mampu

mengupayakan kesehatan secara mandiri


(Notoatmodjo, 2007)
2. Tujuan Promosi Kesehatan
Tujuan promosi kesehatan dapat dipahami melalui 5 pendekatan yaitu :
a. Pendekatan Medik
b. Pendekatan Perubahan Perilaku
c. Pendekatan Edukasional
d. Pendekatan Berpusat Pada
e. Pendekatan Perubahan Sosietal
(Notoatmodjo, 2003)

3. Sasaran promosi kesehatan


Sasaran promosi kesehatan antara lain :
1. Sasaran Primer (Primary Target), yaitu promosi kesehatan ditujukan langsung pada
masyarakat umum.
2. Sasaran Sekunder (Secondary Target), yaitu promosi kesehatan ditujukan pada tokoh
tertentu yang diharapkan dapat melanjutkan pendidikan kesehatan pada Masyarakat di
sekitarnya.
3. Sasaran Tertier (Tertiary Target), yaitu promosi kesehatan untuk para pembuat
keputusan atau penentu kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah.
(Notoatmodjo, 2007).
4. Media Promosi kesehatan
Media PromKes pada hakekatnya adalah Alat Bantu Pendidikan.
Ada 3 media :
a. Media Cetak, contohnya booklet, leaflet, flyer, flip chart, rubrik, poster, foto
b. Media Elektronik, contohnya televisi, radio, video, slide, film strip
c. Media Papan (Bill Board), Papan yang dipasang di tempat umum. Mencakup juga
pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan umum (bis ,
taksi, dll )
(Notoatmodjo, 2003)
Daftar Pustaka

Azrul Azwar. 1999. Pemanfaatan Dokter Keluarga dalam Pelayanan Kesehatan Indonesia.
Disampaikan pada Semiloka Standarisasi

Pelayanan

dan

Pelatihan

Dokter

Keluarga. PB IDI. Jakarta


Ewles, L and Simnett, I. 1994. Promosi Kesehatan, Petunjuk Praktis. Edisi Kedua.
Yogyakarta: UGM Press.
Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta