Anda di halaman 1dari 2

Fiqh Ibadah

Aliga Ramli

Menggerak-gerakkan kedua tangan


untuk menghilangkan air sehabis mandi
dari sebab janabat











( ) .




Dari Ibnu Abbas, katanya : Maimunah berkata : Aku telah meletakkan air guna mandi
untuk Nabi s.a.w. lalu aku menutupinya dengan selembar kain. Beliau s.a.w. menuangkan air
dikedua tangannya lalu membasuh keduanya itu. Selanjutnya Beliau menuangkan air lagi di
atas tangan kirinya dengan menggunakan tangan kanannya, lalu membasuh kemaluannya,
kemudian memukulkan yakni menggosok-gosokkan dengan tangannya itu pada bumi atau
mengusapkan tangannya itu pada bumi terus membasuhnya, seterusnya Beliau s.a.w.
berkumur-kumur dan menghirup air dalam hidung dan disemprotkan kembali dengan keras.
Sehabis itu Beliau s.a.w membasuh wajahnya dan kedua lengannya, lalu menuangkan air di
atas kepalanya dan meratakannya di atas tubuhnya. Sesudah itu Beliau s.a.w. menyingkir dari
tempatnya semula lalu membasuh kedua kakinya. Setelah itu aku memberikan kepada Beliau
s.a.w. selembar kain, tetapi tidak mau mengambilnya. Beliau s.a.w. kemudian pergi sambil
menggerak-gerakkan kedua tangannya untuk menghilangkan air yang masih ada di
tubuhnya.
( H.R. Bukhari )
Ibnu Hajar berkata :
1. Hadits ini menjadi dalil bolehnya menghilangkan air (yang masih ada di tubuh)
karena mandi dan wudhu.
(Fathul Bari : 2/344)
2. Berkata Ibnu Daqiequl ied : menghilangkan air dengan tangannya itu menunjukkan
tidak makruh mengeringkannya. Berkata At-Taimi dalam penjelasannya : Hadits ini
sebagai dalil bahwa Nabi saw pernah mengeringkan air dari badannya, kalau tidak
buat apa dia (Maimunah) memberikan selembar kain kepada Rasulullah saw.
(Fathul Bari : 2/325)









.




(
)

Dari Aisyah, ia berkata : Rasulullah saw memiliki satu kain perca yang beliau
mengeringkan (anggota badannya) dengannya sesudah wudhu.
( H.R. Tirmidzi dan Hakim )
Hadits ini diperselisihkan tentang keshahihannya, tetapi isinya sesuai dengan hadits
riwayat Imam Bukhari di atas.

,



:



)
.






Rsulullah saw bersabda : apabila kalian berwudhu, siramlah mata-mata kalian dengan air
dan jangan kalian kibas air (pada anggota badan kalian) dengan tangan-tangan kalian.
( H.R. Abu Hakim )
Hadits ini dalam kitab Ilalul Hadits dinyatakan tidak shah datangnya dari Nabi
saw, dan Abu Hatim sendiri menyatakan hadits ini munkar (tertolak).