Anda di halaman 1dari 5

ABED NEGO

121411002 kelompok 1
3A D3 Teknik Kimia
Ekstraksi padat cair
Ekstraksi padat-cair adalah juga termasuk cara ekstraksi yang lazim disebut ekstraksi
pelarut, dimana zat yang akan diekstraksi )biasanya zat padat) terdapat dalam fasa padat. Cara ini
banyak digunakan dalam isolasi senyawa organik (padat) dari bahan alam.Efesiensi ekstraksi
padat cair ini ditentukan oleh besarnya ukuran partikel zat padat yang mengandung zat organik
dan banyaknya kontak dengan pelarut.
Ekstraksi kacang tanah menjadi minyak nabati
Minyak merupakan campuran ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang yang disebut
trigleserida. Trigleserida terbentuk dari aasam lemaj jenuh dan asam lemak tak jenuh minyak
kacang tanah mengandung 76-82 asam lemak tak jenuh yang terdiri dari 40-50 % asam oleat dan
35-40 asam linoleat Asam lemak jenuh sebagian besar terdiri dari asam palmitat sedangkan
kadar asam miristat sekitar 5%. Kandungan minyak yang terdapat dalam kacang tanah cukup
tinggi yaitu 40-50%. Penelitian ini bertujuan untuk mepelajari kondisi optium volume pelarut
dan suhu ekstrasi trehadap presentasi minyak stabil.Variabel volume pelarut dilakukan dengan
memvariasikan volume pelarut antara60-120 ml, sedangkan variabel suhu ekstrasi dilakukan
denagn memvariasikan suhu ekstrasi antara 35-60. Hasil kemudian disaring dan filtratnya
didistilsasi pada suhu 690 untuk memisahkan minyak dari pelarutnya. Presentasi minyak yang
terambil dapat dihitung dari perbandingan berat minyak yang diperoleh terhadap bahan baku.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum volume pelarut tercapai pada volume
pelarut 120 ml untuk 40 gram kacang tanah, sedangkan kondisi umum suhu ekstrasi tercapai
pada suhun 550 denagn presentasi minyak terambil 33,47% untuk masing-masing variable.
Tanaman kacang tanah (arachis hipogea L ) termasuk polong-polongan atau legium
terpenting kedua di Indonesia setelah kedelai. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman
palawija laguminoceaeyang memiliki kandungan gizi cukup tinggi antara lain protein,
karbohidrat dan minyak. Sekarang pemanfaatan kacang tanah mangkin meluas dari minyak
nabati hingga selai. Kandungan minyak yang terdapat dalam kacang tanah cukup tinggi yaitu
berkisar 40-50% dan merupakan minyak nabati yang bebas kolesterol. Karena kandungan
minyaknya yang cukup tinggi maka kacang tanah merupakan sumber minyak yang penting.
Minyak kacang tanah ataupun minyak nabati merupakan salah satu kebutuhan manusia yang
digunakan sebagai bahan pangan ataupun non pangan .
Kacang tanah yang dibudidayakan di Indonesia ada dua tipe yaitu :

1. Tipe tegak, tipe ini tumbuh lurus miring keatas,buahnya terdapat pada ruas-ruas dekat
rumpun,umunya pendek (genjah) dan kemasakan buahnya serempak.
2. Tipe Menjalar, jenis kacang ini tumbuh kesampingbatang utama berukuran panjang,
buahnya terdapat pada ruas-ruas berdeketan dengan tanah dan umunya berumur panjang.
Sentra penanaman kacang tanah meliputi Jawa timur, Jawa tengah, DIY, Jawa barat dan
Sulawesi selatan

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah minyak terambi ldengan menggunakan pelarut :


a. Suhu
b. Waktu ektraksi
c. Volume Pelarut
d. kecepatan pengadukan
e. ukuran kehalusan bahan
f. Jumlah bahan
Bahan yang di gunakan ini dalam penelitian ini dapat di bagi menjadi 2 golongan yaitu bahan
utama dan bahan pembantu;

Bahan utama terdiri dari kacang tanah dan pelarut n-heksana

Bahan pembantu terdiri dari asam klorida (HCI), Kalium hidroksida, phenolpthalien,
aquades, khloroform, amalium, yoduim bromida, kalium iodida, natrium thiosulfat, kertas
saring, phetrolium ether, vaseelin, alkohol dan natrium hidroksida.

Alat pembantu yang digunakan oven,eksikator,botol,timbangan halus,timbangan


kasar,gelas,alat penyaring,mufflefurnance,krusporselin,soxhlet,gelas ukur,corong,pipet
tetes,kompor listrik,buret,piknometer,refraktometer abbe,lampu pijar dan pipet ukur

Job Sheet Praktikum Leaching


Kalibrasi labu utama
Masukan air kedalam labu utama
Tandai volume air yang dimasukan di labu utama (membuat skala)

Mengambil data padatan


-ukuran padatan
-berat
-bulk density
-mengukur cairan yang tertahan di padatan
-padatan yang terekstrak

Memasukan partikel yang akan di ekstraksi ke dalam kassa


Timbang
Ayak
Timbang
Masukan ke tangki umpan
Tandai pada tangki umpan setinggi umpan

Kalibrasi Volume pada Tangki umpan


1. Atur kemiringan sifon setinggi batas umpan
2. Masukan air ke tangki umpan. Saat tetesan pertama jatuh dari sifon berarti volume air
yang tadi dimasukan itu adalah volume air yang akan digunakan untuk merendam bahan
yang akan di ekstrak saat proses

Langkah kerja
Menempatkan bahan yang akan diekstrak yang sudah dibungkus pada
wadah reaktor

Menutup rapat tutup wadah reaktor

Alirkan
Steam

Memasukkan ethanol dan air ke dalam labu reaktor

Mengatur kemiringan sifon

Menghitung lamanya
waktu ektraksi

Mengeluarkan ekstrak
dan masukan ke dalam
gelas kimia 50 ml

Memasukkan ekstrak
ke dalam tabung reaksi

Melakukan
pengamatanselanjutny
a

Menghentikan
stopwatch ketika
larutan ekstrak tepat
melewati puncak sifon

Mencatat suhu ekstraknya

melakukanrun
selanjutnya
1) Recovery Solvent

Matikan Steam

Mengeluarkan bahan yang


diekstrak dari wadah

Menutup rapat wadah


reaktor

Menyalakan steam

Membuka valve
effluent untuk
mengeluarkan solvent

Jaga Suhu Labu di


rentang 70-800C

Menampung
solventyang keluar
dari keluaran

Melakukan sampai
solvent benar-benar
habis

Membersihkan Alat