Anda di halaman 1dari 11

Oleh:

Aulia Rahman Putra


0707101010151

Pembimbing:
dr. Syahrial, Sp.KJ

Latar Belakang
Neurasthenia adalah istilah yang pertama kali
diciptakan oleh psikiater Amerika George Beard
pada tahun 1869 untuk menunjukkan suatu kondisi
yang ditandai oleh kelelahan fisik, kelesuan, mental
dan sakit umum dan nyeri. Beard percaya bahwa
kondisi ini disebabkan untuk menyelesaikan
kelelahan dari sistem saraf sebagai akibat dari
aktivitas yang berlebih (Eberly, 2010).

Definisi
(Badwi,
2011)

(Eberly,
2010)

Neurasthenia adalah salah satu gangguan jiwa yang


sudah lama dikenal sebagai penyakit saraf, yang
dahulu disangka terjadi karena lemahnya saraf.

G. M. Beard yaitu seorang ahli saraf dari Amerika


turut menyatakan bahwa neurasthenia ini
dikarakteristikkan dengan kelemahan menyeluruh,
kurang konsentrasi, ketakutan, dan hipokondrik.

Epidemiologi
Gangguan neurasthenia ini bersifat kronik, prevalensi
terserang neurasthenia ini perempuan lebih tinggi
daripada laki-laki yaitu 1,2% pada laki-laki dan 1,4% pada
perempuan. Meskipun hasil ini diperoleh karena sampel
yang diambil saat penelitian lebih banyak populasi
perempuan dibanding laki-laki pada saat itu, namun
secara kesimpulan didapatkan bahwa prevalensi
perempuan dari neurasthenia ini tidak lebih tinggi
daripada laki-laki (Paralikar, 2007).

Etiopatogenesis
Penyebab dari neurasthenia ini belum
diketahui secara pasti, namun beberapa
literatur menyatakan bahwa penyakit ini
dapat disebabkan oleh karena kecemasan,
terhalangnya keinginan dan kebutuhan,
ketidaktenangan jiwa, gelisah, tekanan dan
pertentangan batin serta persaingan.

Selain itu terlalu banyak mengalami


kegagalan hidup, dapat menyebabkan
kegelisahan dan tertekannya perasaan.
Kepribadian seorang dengan nerosis
neurasthenia ialah terus menerus
merasa tidak puas dan merasa ditolak
atau tidak diterima (Badwi, 2011).

Nyeri atau
mati rasa di
bagian tubuh

Kelelahan
kronik

Apatis

Manifestasi
Klinis

Ingin marah,
dan
menggerutu

Ansietas

Tidak
bersemangat

Pingsan

Diagnosis
Neurasthenia
Diagnosis untuk menegakkan nurasthenia harus
memenuhi beberapa hal sebagai berikut, diantaranya:

Pada akhir tahun 1800, neurasthenia


menjadi diagnosis yang populer, yang
mencakup keluhan seperti gejala
kelemahan, pusing, dan letih dan
pengobatan umumnya dengan istirahat
total, khususnya pada wanita, yang
kebanyakan didiagnosa dengan kondisi
penyakit ini pada waktu itu (Eberly,
2010).

1. Adanya keluhan yang menetap dan mengganggu berupa


meningkatnya rasa lelah setelah suatu kegiatan mental,
atau keluhan mengenai kelemahan badan dan kehabisan
tenaga hanya setelah kegiatan ringan saja.
2. paling sedikit ada dua dari hal-hal tersebut dibawah ini:
Perasaan sakit dan nyeri otot-otot

Pusing kepala (dizziness)


Sakit kepala (tension headache)
Gangguan tidur
Tidak dapat bersantai (inability to relax)
Peka/ mudah tersinggung (irritability)

Dispepsia
3. diagnosis harus diusahakan terlebih dahulu untuk
menyingkirkan kemungkinan gangguan depresif atau
gangguan anxietas (Eberly, 2010).

Diagnosis Banding
Depresi

Kondisi
psikosomatik
lain

Neurasthenia

Keluhan
somatik

Gangguan
ansietas
umum

Tatalaksana
Medikamentosa

Non
Medikamentosa

Amitriptylin

Konseling
dan
psikoterapi

Celeksa

Terapi
Olahraga

Effexor

Terapi
meditasi

Buspiron

Prognosis
Prognosis sangat bergantung pada bagaimana
penderita diperhatikan. Bimbingan yang baik,
psikoterapi suportif individual dan kelompok
dapat banyak membantu pasien dan dapat
memberi petunjuk untuk memahami
konfliknya sehingga membuat pasien merasa
lebih nyaman dan mendorong agar penderita
lebih cepat sembuh (Eberly, 2010).