Anda di halaman 1dari 5

Skenario VI

Seorang wanita umur 35 tahun dating ke dokter gigi dengan keluhan sakit pada sendi
rahangnya dan mengalami kesulitan saat membuka mulut sejak dua hari yang lalu. Beberapa hari
sebelumnya pasien merasa badannya lemah, sudu badannya meningkat dan terasa sakit ringan
pada otot dan persendia. Pada pasien tersebut juga ditemukan adanya pembengkakakan pada
bagian belakang telinga kiri dan kanan, terasa nyeri, kemerahan, konsistensi lunak, batas diffuse
serta trismus ringan. Pada pemeriksaan intraoral ditemukan mukosa bukal region molar 1 dan
molar 2 atas kiri dan kanan kemerahan, palpasi tidak ditemukan adanya pus. Pada pemeriksaan
darah menunjukan jumlah leukosit tidak meningkat. Pada daerah di sekitar tempat tinggal pasien,
terjadi epidemic penyakit yang sama.
Step 1 (identifikasi kata-kata sulit )
Step 2 (rumusan masalah)
1. Mengapa pada penyakit di scenario tidak menunjukan adanya perubahan pada jumlah
leukosit?
2. Mengapa terjadi pada epidemic penyakit yang sama?
3. Mengapa bengkak dapat terjadi di bawah telinga bagian kanan dan kiri?
4. Bagaimana patogenesa dari penyakit tersebut sehingga dapat menimbulkan gejala seperti
pada scenario.
5. Apakah ada hubungannya penyakit pada scenario dengan keberadaan pus?
6. Apakah ada pemeriksaan lain yang dapat digunakan untuk menunjang diagnose?
7. Apakah ada etiologi lain yang dapat menyebabkan penyakit tersebut?
Step 3
1. Ada atau tidaknya keterlibatan leukosit pada kasus ini tergantung dari etiologi yang
menyebabkannya. Seperti yang kita tau bahwa Fungsi leukosit / sel darah putih adalah
melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan virus. Pemeriksaan leukosit dilakukan
untuk mengetahui kelainan sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap imunitas
tubuh, evaluasi infeksi bakteri dan virus, proses metabolik toksik dan keganasan sel darah
putih. Kemungkinan pada kasus ini jumlah leukosit masih normal karena masih dalam
tahap/fase awal. Sedangkan apabila penyakit yang ditimbulkan dapat menjadi parah
kemungkinan baru terjadi perubahan jumlah leukosit.
2. Epidemic sendiri adalah wabah penyakit yang menyerang pada suatu populasi. Apabila
etiologi disebabkan oleh virus maka proses penyebarannya akan sangat mudah, karena
virus merupakan mikroorganisme yang dapat menyebar dari satu inang ke inang lainnya

dengan berbagai cara melalui udara, melalui sentuhan, melalui makanan/minuman,


melalui kontak cairan tubuh, barang barang yang terkontaminasi, dan bisa lewat urin
(virus dapat ditemukan di urin dari hari pertama sampai hari ke 14 setelah terjadinya
bengkak.)
3. Bengkak terjadi pada bagian bawah telinga kiri dan kanan karena ada hubungannya
dengan keberadaan kelenjar parotis disana. Kelenjar parotis sendiri terletak secara
bilateral di bawah telinga, pada bagian belakang ramus mandibula dan proc. Mastoideus.
Diketahui virus yang menyerang pasien kemungkinan besar adalah paramyxo virus yang
kebanyakan menyerang kelenjar sudah terutama kelenjar parotis. Akan tetapi virus ini
bisa menyebar pada organ-organ lain karena dapat menyebar secara hematologi. Organorgan lain yang biasanya terinfeksi virus ini adalah gonad, ginjal, pancreas, tiroid, otak,
jantung dan persendian.Pada scenario juga terdapat kemerahan pada muksoa bukal regio
M1 dan M2 kiri dan kanan atas, hal itu bisa di akibatkan karena pada bagian itu
merupakan muara dari ductus stanson dari kelenjar parotis. Sehingga apabila pada
kelenjar parotis mengalami infeksi, kemungkinan besar juga akan terjadi infeksi pada
saluran kelenjar dan muaranya.
4. Pathogenesis virus :
Virus masuk melalui saluran pernafasan (periode inkubasi 12-25 hari)
Virus bereplikasi di saluran nafas dan limfonodus servikalis (selama 3-5 hari)
Virus menyebar melalui aliran darah dan menuju ke jaringan sasaran
(1. Kelenjar parotis, 2. Ovarium, 3. Pancreas, 4. Tiroid, 5.ginjal, 6.jantung, 7. Otak.)
Hal ini menyebabkan terinfeksinya organ-organ lainnya selain kelenjar parotis.
Selain melaui inhalasi dan virus juga dapat menyerang melalui ingesti yaitu melalui
pencernaaan, yaitu dengan cara :
Inkubasi sel host
Menyebar melalui hematogen (virimea primer)
Menuju ke kelenjar ludah
Menyebar lagi (virimea sekunder)
Pada scenario pasien mengeluhkan suhu badan meningkat, peningkatan suhu badan dapat
dijelaskan sbb :
Virus menginfeksi se

5. Pus sendiri adalah cairan/bahan bewarna kuning keputihan atau kuning kehijauan yang
hadir dibagian yang terjangkiti bakteri. Proses terbentuknya nanah ialah selama infeksi,
makrofag melepaskan sitokin yang memicu neutrofil untuk mencari tempat infeksi oleh
kemotaksis. Di bagian tersebut neutrofil menghancurkan bakteri dan bakteri menolak
respon kekebalan tubuh dengan melepaskan racun yang disebut leukocidins. Neutrofil
yang mati karena terkena racun atau yang berusia singkat dihancurkan oleh makrofag,
membentuk nanah kental. Sehingga keberadaan pus disini tidak ada karena pada penyakit di
scenario kemungkinan besar diakibatkan oleh virus bukan bakteri.
6. Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan selain dengan pemeriksaan klinis, pemeriksaan darah dan
intraoral adalah :
a. pemeriksaan radiology dengan menggunakan alat ct-scan atau MRI agar daerah yang
terinfeksi dapat terlihat.
b. Pemeriksaan amylase serum, apabila terdapat infeksi yang menyerang maka kadar amylase
cenderung akan naik.
c. Pemeriksaan serologis
d. Tes laboratorium, untuk mendeteksi saliva
e. Spink analisis, untuk mendeteksi darah apakah ada hubungannya dengan virus.
f. Tes virulogi, untuk mengetahu jenis virus apa yang sedang mencoba menginfeksi tubuh kita.

Pada pemeriksaan klinis akan didapatkan gejala klinis berupa :


a. Fase prodormal (fase awal, muncul 1-2 hari) dengan gejala klinis pada pasien
mengalami demam (38,5-400C), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan,
nteri rahang saat mengunyah, dan merasa lemas.
b. Fase bengkak (muncul 7-9 hari) dengan ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar
parotis, dan dapat juga pada kelenjar saliva lainnya.

a.

b.
c.

d.

Selain itu pemeriksaan sangat diperlukan karena ternyata virus ini dapat menimbulkan
komplikasi di organ lainnya seperti :
Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang
terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga
terjadi kemandulan.
Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang
ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit
kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami
meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang
mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen,
seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita
merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam
waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.

e. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental
dalam jumlah yang banyak
f. Tiroiditis pembengkakan pada tiroid yang diffuse.
g. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
7. Etiolgi lain atau factor predisposisi penyakit ini adalah :
a. System imun yang menurun.
b. Sindrom sjorgen yang dapat menimbulkan auto antibody
c. Virus HIV
d. Extenbar.
e. Lipovirus.

Step IV (MAPPING)

KELAINAN KELENJAR
SALIVA
PATOGENESIS
ETIOLOGI

SISTEMIK

INFEKSI

TRAUMA

GEJALA
KLINIS

PEMERIKSAAN
KLINIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG

TES LABORATORIUM

TES RADIOLOGI