Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ibu hamil trimester kedua, yakni masa kehamilan pada minggu ke-14
sampai dengan minggu ke-24 masa kehamilan. Pada trimester kedua ini
kehamilan biasanya sudah tampak jelas. Ibu hamil dan keluarganya sudah
mengatur waktunya untuk kehamilan. Sebagian besar ibu hamil pada trimester
kedua ini tidak memiliki permasalahan yang serius. Namun tidak sedikit ibu
hamil pada masa ini ketika memeriksakan kehamilannya mengeluhkan
ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan
normal dan merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh dan
emosional ibu selama kehamilan. Walaupun ketidaknyamanan yang umum
dalam kehamilan trimester kedua ini tidak mengancam keselamatan jiawa,
namun hal tersebut bisa saja sangat menjenuhkan dan menyulitkan bagi ibu.
Perawat harus mendengarkan ibu, membicarakan tentang berbagai macam
keluhannya dan membantu mencarikan cara untuk mengatasinya. Maka dari
itu diperlukan asuhan keperawatan yang tepat oleh seorang perawat agar ibu
hamil pada trimester kedua ini dapat menikmati kehamilannya.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi
Kehamilan Trimester II adalah kehamilan yang dihitung dari bulan ke 4
sampai bulan ke 6. Kehamilan trimester II adalah kehamilan dimana usia
kandunganmemasuki 14 24 minggu. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi
sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atu
9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi
dalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan,
triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan
ketuju sampai 9 bulan. Jadi ibu hamil trimester kedua yakni pada bulan
keempat sampai keenam tepatnya pada minggu ke-14 sampai dengan minggu
ke-24 kehamilan.
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta
perubahan sosial dalam keluarga, jarang seorang ahli medik terlatih yang
begitu terlibat dalm kondisi yang biasanya sehat dan normal. Mereka
menghadapi suatu tugas yang tidak biasa dalam memberikan dukungan pada
ibu dan keluarganya dalam rencana menyambut anggota keluarga baru,
memantu perubahan-perubahan fisik norml yang dialami ibu serta tumbuh
kembang janin. Juga mendeteksi serta mentalaksanakan setiap kondisi yang
tidak normal. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan
menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun
kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui
sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Sistem penilaian risiko
tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama hamilnya.
Oleh karena itu pelayanan / asuhan antenatal merupakan cara penting untuk
memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu
dengan kehamilan normal.

B. Perubahan Fisik Ibu Hamil Trimester Kedua


Uterus akan terus tumbuh. Pada usia kehamilan 16 minggu uterus biasanya
berada pada pertengahan antara sispisis pubis dan pusat. Penambahan berat
badan sekitar 0,4 0,5 kg/mg. Ibu mungkin akn mulai merasa banyak energi.
Pada usia kehamilan 20 mg fundus berada dekat dengan pusat. Payudara mulai
mengeluarkan kolostrum. Ibu merasakan gerakan bayinya dan juga mengalami
perubahan yang normal pada kulitnya meliputi adanya kloasma, lineanigra dan
striae gravidarum.
Adapun perubahan dari bulan ke bulan adalah sebagai berikut :
1. Minggu ke-16/bulan ke-4
Fundus berada di tengah antara simpisis dan pusat. Berat ibu bertambah 0,40,5 kg/mg selama sisa kehamiln dan mungkin mempunyai banyak energi.
Sekresi vagina meningkat (tetpi normal jika tidak gatal, iritasi, tau berbau
busuk). Teknan pada kandung kemih dan sering kencing berkurang.
2. Minggu ke-20/bulan ke-5
Fundus mencapai pusat. Payudara memulai sekresi kolostrum. Kantung
ketuban menmpung 400 ml cairan. Rasa akan pingsan dan pusing mungkin
terjadi, terutama jika posisi berubah secara mendadak. Varises pembuluh darh
mungkin terjadi. Ibu merasakn gerakan janin. Areola bertambah gelap. Hidung
tersumbat mungkin terjadi, kram pada kki mungkin ada, konstipasi mungkin
dialami.
3. Minggu ke-24/bulan ke-6
Fundus di atas pusat. Sakit punggung dan kram pada kaki mungkin terjadi.
Perubhan kulit bisa berupa striae gravidarum, chloasma, linea nigra dan
jerawat. Mimisan dapat terjdi, mungkin mengalami gatal-gatal pada abdomen
karena uterus membesar dn kulit meregang.
Perubahan Psikologis dan Fisiologis pada Ibu dalam Trimester Kedua
1. Perubahan Psikologis
Kehamilan adalah saat saat krisis, saat terjadinya gangguan,
perubahan identitas dan peran bagi setiap orang : ibu, bapak, dan anggota
keluarga. Efek efek pada masa kehamilan akan dapat dipahami dengan
baik bila kita mengerti tentang kerangka kerja teori krisis. Definisi tentang
krisis dinyatakan sebagai suatu ketidak seimbangan psikologis yang
disebabkan oleh situasi atau tahap perkembangan. Pada awalnya, terdapat
periode syok dan menyangkal, kemudian kebingungan dan preoccupation
dengan berbagai masalah yang diperkirakan sebagai penyebabnya. Hal ini
diikuti oleh suatu aksi untuk menghasilkan suatu solusi, dan akhirnya
terjadi proses belajar dari pengalaman. Cara orang bereaksi terhadap krisis
tergantung pada tiga faktor : persepsi terhadap kejadian, dukungan
situasional, dan mekanisme koping mereka.
Awal dari syok yang disebabkan karena kehamilan diikuti oleh rasa
bingung dan preocupation dengan masalah yang mengganggu. Selama
3

periode ini, berbagai alternatif seperti aborsi atau adopsi mungkin


dipertimbangkan pada konsekuensi legal, moral, dan ekonomi mereka.
Akhirnya dicapai keputusan , dan rencana tindakan dibuat. Setiap wanita
membayangkan tentang kehamilan dalam pikiran pikirannya sendiri
tentang seperti apa wanita hamil dan seorang ibu. Ia membentuk bayangan
ini dari ibunya sendiri, pengalaman hidupnya, dan kebudayaan tempat ia
dibesarkan. Persepsi ini mempengaruhi bagaimana ia berespon terhadap
kehamilan. Sedangkan seorang pria membayangkan bahwa kehamilan
adalah bagaimana menjadi bapak dan seperti apa seorang bapak itu. Ia
membentuk bayangan ini dari ayahnya, pengalaman hidupnya, dan
kebudayaan tempat ia dibesarkan. Persepsinya mempengaruhi bagaimana
ia memperhatikan ibu dari anak anaknya. Banyak pria menjadi sangat
khawatir terhadap ibu dari anaknya dan mengambil peran yang aktif dalam
memberikan perawatan medis untuknya. Beberapa pria mengalami gejala
gejala seperti ngidam, agak malas, atau sakit. Fenomena ini oleh
beberapa ahli medis disebut mitleiden, atau menderita bersama.
Ketrampilan coping merupakan kekuatan dan ketrampilan
seseorang belajar untuk menyelesaikan masalah dan mengatasi stres,
misalnya dengan melakukan aktivitas seperti menceritakannya pada
teman, melakukan olah raga yang berat, mendengarkan musik, menangis,
menulisprosa atau puisi, dan melakukan solutide. Metoda coping tersebut
dapat digunakan oleh calon orang tua dan anggota keluarga untuk
menyesuaikan terhadap realitas kehamilan dan mencapai keseimbangan
pada kehidupan mereka yang terganggu.
Pada trimester kedua (minggu 12 24) wanita sudah bisa
menyesuaikan diri dengan keadaan. Tubuh wanita telah terbiasa dengan
tingkat hormon yang tinggi, morning sickness telah hilang , ia telah
menerima kehamilannya dan ia menggunakan pikiran dan energinya lebih
konstruktif. Janin masih tetap kecil dan belum menyebabkan
ketidaknyamanan dengan ukurannya. Selama trimester ini, terjadi
quickening ketika ibu merasakan gerakan bayinya pertama kali.
Pengalaman tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk
baru, dan hal ini sering menyebabkan calon ibu memiliki dorongan
psikologis yang besar. Gambaran sifat dari reaksi emosional wanita
terhadap kehamilannya tersebut dimodifikasi oleh perbedaan kepribadian
individu. Beberapa wanita mengalami peningkatan mood, lainnya tidak.
Pada umumnya, bagaimanapun perawat dapat mengharapkan sikap pola
perilaku dan dapat memberikan rasa aman pada ibu dengan menjelaskan
bahwa perasaan perasaan mereka bukan hal yang aneh. Antusias dan
semangat untuk hidup kembali dengan pasti seperti juga mereka mati.
2. Perubahan Fisiologis

Fisiologi maternal yakni perubahan-perubahan sehubungan dengan kehamilan


antara lain :
a. Sistem reproduksi
suplai darah ke organ reproduksi meningkat karena peningkatan kadar
hormon steroid dan bermanfaat bagi perkembangan janin.
Terdapat tiga tanda penting yakni :
1) tanda Goodell s : serviks teratai lunak
2) tanda Hegars : uterus lunak
3) tanda Chadwicks : vagina berwarna keunguan
Pada kanalis servikalis dipenuhi mukus kental (operkulum) yang dapat
menghambat masuknya bakteri ke uterus selama persalinan yang disebut,
bloody show.
Selama masa kehamilan konsistensi serviks berubah, sebelum hamil
seperti ujung hidung, awal hamil seperti ujung daun telinga, pada keadaan
term teraba seperti bibir. Terjadi pembesaran uterus dengan berat
meningkat 20 kali, kapasitas meningkat 500 kali yang disebabkan oleh
pertumbuhan serabut otot dan jaringan yang berhubungan, termasuk
jaringan fibroelastik, darah dan saraf akibat adanya hormon estrogen
terjadi sektresi vagina yang meningkat (leukorrhea) dan terjadi
peningkatan kongesti vastilar organ vagina dan pelvik yang menyebabkan
peningkatan sensitivitas yang sangat berarti. Hal ini mungkin mengarah
pada tingginya derajat rangsngan sexsual, terutama antara bulan 4 dan 7
masa kehamilan.
b. Sistem integument
Terdapat rasa kesemutan nyeri tekan pada payudara yang membesar karena
peningkatan pertumbuhan jaringan alveolan dan suplai darah. Putting susu
menonjol dan keras dan mengeluarkan cairan jernih (kolostrum). Areola
lebih gelap dan kelenjar montgomery menonjol keluar.
Terdapat striae gravidarum yang berupa regangan kulit akibat serabut
elastik dari lapisan kulit terdalam terpisah dan putus. Terjadi pigmentasi
kulit berupa linea nigra pada abdomen, dan Cholasma, yaitu bintik-bintik
hitam pada wajah perspirasi dan sekresi kelenjar lemak juga meningkat.
c. Sistem endokrin
Terjadi perubahan hormonal yaitu : peningkatan progesteron dan estrogen,
plasenta menghasilkan hCG, hPL, hCT, pulau langerhans membentuk
insulin lebih banyak, hormon-hormon pituitari secara signifikan
terpengaruh, kortek ardenal membentuk kortin lebih banyak. Terutama
kelenjar paratiroit yang ukurannya meningkat selama minggu kel 15-30
ketika kebutuhan kalsium janin lebih besar, tanpa hormon paratiroit
tersebut metabolisme tulang dan otot terganggu.
d. Sistem kardiovaskuler
Terjadi peningkatan volume darah, cairan tubuh (bisa terjadi) edema
jaringan, sel darah merah, hemoglobin dan fibrin juga meningkat sehingga
bisa terjadi pseudoanemia yang fisiologis pada kehamilan. Mungkin terjadi
5

e.

f.

g.

h.

i.

pula sindrom hipotensi supinasi akibat oleh tekanan uterus pada vena kava,
lebih buruk lagi terjadinya trombosis vena sehubungan dengan peningkatan
fibrin dan stastis vena.
Sistem musculoskeletal
Kebutuhan kalsium meningkat 33 % tetapi tidak diambil dari gigi. Sendi
pelvik sedikit dapat bergerak untuk mengkompensasi pembesaran janin,
bahu tertarik kebelakang dan lumbal lebih lengkung, sendi tulang belakang
lebih lentur dan dapat menyebabkan nyeri punggung. Terjadinya kram otot
tungkai dan kaki tidak diketahui penyebabnya, mungkin berhubungan
dengan metabolisme kalsium dan fosfor, kurangnya drainase sisa
metabolisme otot atau postur yang tidak seimbang.
Sistem pernafasan
Akibat bentuk rongga torak berubah dan karena pernafasan yang lebih
cepat, sekitar 60% wanita hamil mengeluh sesak nafas. Kapasitas paru
tidak berubah, pada kenyataanya tidal volume meningkat. Terjadi bengkak
seperti arlegi pada membran mukosa merupakan hal umum yang dapat
menyebabkan gejala serak, hudung tersumbat, dispnea, sakit tenggorokan,
perdarahan hidung, hilangnya indra penciuman.
Sistem gastrointestinal
Pada awal kehamilan wanita hamil mengalami mual muntah, sekresi saliva
menjadi lebih asam dan lebih banyak. Saat berlanjut, penurunan asam
lambung dan perlambatan pengosongan lambung dapat menyebabkan
kembung. Menurunnya gerakan peristaltik tidak saja menyebabkan mual
tetapi juga konstipasi.
Sistem perkemihan
Terjadi gerakan urine kekandung kemih yang lebih lambat dan dapat
meningkatkan kemungkinan pielovefritis. Suplai darah kekandung kemih
meningkat dan pembesaran uterus menekan kandung kemih dapat
menyebabkan meningkatnya berkemih.
Sistem persarafan
Kadang terjadinya perubahan postur pada kehamilan dapat
menyebabkan acrodysesthesia sehubungan dengan tekanan mekanik, atau
numbness, tingling, dan kaku. Otak mungkin tidak mengalami perubahan
namun efek psikologis mungkin dapat terjadi beruapa swing mood atau
psikosis akibat tidak menerima kehamilannya.
.

C. Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester Kedua


Ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil trimester kedua yaitu:
No.
Ketidaknyamanan
Fisiologis
Pendidikan tentang perawatan diri
1. Pigmentasi yang mendalam, Hormone penstimulasi-melanositTidak dapat dicegah; biasanya
jerawat, kulit berminyak.
(melanocyt, stimulating hormonmenghilang selama masa nifas;
(dari hipofisis anterior)
beri pengertian kepada wanita dan
6

keluarganya
2. Spider nevi (Telangi ectasis) Jaring-jaring setempat sampaiTidak dapat dicegah; yakinkan
kelihatan selama trimester
dengan arteriola (arteri terakhir)bahwa kondisi ini secara perlahan
II/III pada leher, thorax, wajah dari
penambahan
konsentrasimenghilang selama akhir masa
dan lengan.
estrogen
nifas; jarang hilang
secara
keseluruhan
3. Erytema telapak tangan terjdiBercak kemerahan menyebar padaTidak dapat dicegah; yakinkan
pada 50% wanita hamil, yangtelapak tangan dan menutupi kulitbahwa
kondisi
ini
akan
menyertai spider nevi.
yang berlebihan dan ujung jarimenghilang dalam 1 minggu
yang disebabkan oleh faktorsetelah melahirkan
predisposisi genetis dan hyper
estrogen.
4. Palpitasi

tidak diketahui, tidak disertai oleh Tidak dapat dicegah; tenangkan


cardiacpersisten yang irregular
pasien; rujuk ke pemberi
perawatan kesehatan jika disertai
gejala dekompensasi jantung
5. Supinehypotensi (symdroma Disebabkan oleh tekanan uterusPosisi miring atau postur setengah
aorta vena cava) dan
yang hamil atas vena cavaduduk dengan lutut sedikit fleksi
bradicard.
ascenden
saat
terlentang
mengurangi aliran darah uterusplasenta dan perfusi renal
6. Pusing dan sinkrope
(orthostatik hypotensi) yang
menetap selama hamil

Vasomotor lability atau psoturalLatihan ringan, nafas dalam,


hypotensi dari hormon, padamenggerakkan kaki dengan cukup
kehamilan yang terakhir mungkinkuat, hindari perubahan posisi
disebabkan oleh vena yang statismendadak dan daerah yang padat
pada extremitas bawah.
dan hangat; bergerak dengan
perlahan dan tenang; pertahankan
lingkungan tetap sejuk; duduk
sesuai kebutuhan; jika gejala
serius, rujuk ke pemberi perawatan
kesehatan
7. Rasa panas dalam perutProgesteron
memperlambatBatasi atau hindari makanan
(pvrosis/acid
indigestion),motilitas gastrointestinal tract danberlemak atau makanan penghasil
sensasi panas pada bagianpencernaan
membalikkangas; pertahankan postur yang
bawah dada atau bagian atasperistaltik; merelaxasi spincterbenar, beri susu sedikit-sedikit
abdomen,
kadang-kadangcardiac; dan memperlambat waktusupaya rasa terbakar reda untuk
dengan
bersendawa
danbuang air besar, memindahkan isisementara; minum teh panas,
regurgitasi sedikit cairan yang perut ke atas dan ditekan olehmengunyah permen karet; dokter
terasa asam
pembesaran uterus.
dapat meresepkan antacid diantara
waktu makan, rujuk ke doker jika
gejala menetap
7

8. Konstipasi Terjadi 50% padaMotilitas gastrointestinal tract


Enam gelas air sehari; makansemua wanita hamil.
diperlambat oleh progesteron,
makanan berserat;latihan ringan;
akibat peningkatan resorbsi air dan jadwal buang air besar yang
pengeringan feces, tekanan
teratur; penggunaan teknik
intestinal karena semakin
relaksasi dan nafas dalam; jangan
membesarnya uterus predisposisi memakai obat pelunak tinja,
konstipaso karena suplementasi zat laksatif, minyak mineral, obat lain,
besi oral.
atau enema tanpa terlebih dahulu
berkonsultasi dengan dokter
9. Kembung dan bersendawa
berkurangnya motilitas
Kunyah makanan dengan perlahan
gastrointestinal akibat hormon,
dan seksama; hindari makanan
memberikan peluang bakteri untuk yang menghasilka gas, makanan
memproduksi gas; menelan udara. berlemak, makanan porsi besar,
latihan; pertahankan kebiasaan
buang air besar teratur.
10. Sakit kepala
ketegangan emosional (biasanyaDukungan emosi; penyuluhan
lebih dari vasculer migrainprenatal; lakukan relaksasi; rujuk
headache) nyeri mata (kelainanke dokter bila timbul sakit kepala
refraksi)vasculer engorgement dansplitting yang menetap setelah
sumbatan sinus dari stimulasimengkaji adanya PIH
hormone
11. Nyeri sekitar ligamen
(kelemahan)

Ligamen yang menciut / tertekan


disebabkan oleh pembesaran
uterus. Nyeri sendi, pinggang dan
tekanan pelvic, hypermobilitas
sendi

Tidak dapat dicegah; tenangkan,


istirahat, mekanika tubuh yang
baik untuk menghindari
peregangan ligament berlebih;
menghilagkan kram dengan
berjongkok atau mengangkat lulut
ke arah dada.

D. Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester Kedua


Trimester kedua ditandai oleh timbulnya berbagai fungsi baru dan
pertumbuhan janin yang cepat, khususnya dalam ukuran panjang. Adapun
perkembangan yang terjadi meliputi:
a. Penampakan eksternal.
1) 16 minggu : kepala masih dominan, wajah terlihat seperti manusia, mata,
telinga dan hidung terlihat khas. Perbandingan tangan dan kaki sesuai.
Tumbuh kulit di kepala. Terlihat aktivitas motorik.
2) 20 minggu : terlihat vernik kaseosa, terlihat laguno, kaki memanjang
dengan sesuai, terlihat kelenjar sebasea.
3) 24 minggu : tubuh terbaring tetapi dengan proposisi yang sempurna, kulit
kemerahan dan keriput, terlihat vernik kaseosa, terbentuk kelenjar
keringat.
4) 28 minggu : tubuh terbaring, keriput dan kemerahan makin berkurang,
terlihat kuku.

b. Pengukuran mahkota ke pantat (cm)


1) 16 minggu : 11,5-13,5
2) 20 minggu : 16-18,5
3) 24 minggu : 23
4) 28 minggu : 27

c. Perkiraan berat badan (gr)


1) 16 minggu : 100
2) 20 minggu : 300
3) 24 minggu : 600
4) 28 minggu : 1.100

d. Sistem musculoskeletal
1) 13-14 minggu : terlihat gerakan lambat bagian tubuh janin sebagai akibat
adanya rangsangan (aktivitas motorik) pada saat ini biasanya ibu mulai
dapat merasakan gerakan janin

10

2) 16 minggu : sebagian besar tulang dapat terlihat dengan jelas di seluruh


tubuh, terlihat kavitas persendian, pergerakan otot sudah dapat dideteksi.
3) 17 minggu : refleks menggenggam akan nyata dan berkembang sempurna
sampai minggu ke 27
4) 20 minggu : sternum mengalami osifikasi, pergerakan janin cukup kuat
untuk dapat dirasakan oleh ibu.
5) 25 minggu : refleks masa baru dapat dilihat.
6) 28 minggu : astragalus (talus, tulang lutut) mengalami osifikasi.
e. Sistem sirkulasi
1) 16 minggu : otot-otot jantung berkembang dengan sempurna, darah
dibentuk aktif dalam limpa.
2) 24 minggu : pembentukan darah mengikat dalam sum-sum tulang dan
menurun dalam hepar.
f. Sistem gastrointestinal
1) 14 minggu : gerakan menelan telah terjadi.
2) 16 minggu : terdapat mekonium pada usus, di dalamnya terdapat cairan
usus, sisa sel usus serta sisa sel skuamus dan rambut lanugo dari cairan
amnion yang tertelan oleh janin, beberapa enzim disekresi, anus terbuka.
3) 17 minggu : dengan rangsang oral janin dapat menjulurkan bibir atasnya.
4) 20 minggu : email dan dentin terbentuk, kolon asending dapat dikenali,
dapat menjulurkan kedua bibirnya.
5) 22 minggu : kedua bibir dapat dikerutkan dengan rangsangan.
6) 28-29 minggu : janin sudah dapat mengisap aktif sebagai upaya
mendapatkan makanan.
g. Sistem pernafasan
1) 16 minggu : serabut-serabut elastik terbentuk di paru-paru, terlihat
brochiolus terminal dan respiratorius.
2) 20 minggu : lubang hidung terbuka kembali.
3) 24 minggu : sakus dan duktus alveolus terbentuk, gerakan seperti
pernafasan mulai terlihat, terlihat lesitin dalam cairan amnion.
4) 28 minggu : terbentuk surfaktan di permukaan alveolar.
h. Sistem renalis
1) 16 minggu : ginjal pada posisinya mencapai bentuknya yang pas.
i. Sistem persarafan
1) 16 minggu : lobus lobus cerebral mulai terlihat, cerebellum
memperlihatkan beberapa tonjolan.
2) 20 minggu : otak secara keseluruhan terbentuk, mulai terjadi mielinisasi
korda, medula spinalis berakhir pada tingkat S-1.
3) 24 minggu : terbentuk selaput khusus korteks serebri, proliferasi neuronal
pada korteks serebri berakhir.
4) 28 minggu : tampak fisura serebri; konvolusi terjadi dengan cepat.
11

j. Organ-organ pengindera
1) 16 minggu : organ-organ pengindera mengalami perbedaan secara umum.
2) 20 minggu : hidung dan telinga membentuk tulang
3) 24 minggu : dapat mendengar
4) 28 minggu : kelopak mata terbuka kembali, selaput retina terbentuk
sempurna; terbentuk reseptif cahaya, pupil mampu memberikan reaksi
terhadap cahaya.
k. Sistem genitalis
1) 16 minggu : Testis dalam posisi siap mengalami desenden ke dalam
skrotum, vagina terbuka
2) 24 minggu : testis pada cincin inguinal dalam proses turun ke dalam
skrotum..

12

E. Bagan

13

F. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
1.1 Pengkajian Maternal
a. Wawancara
Pada setiap kunjungan wanita diminta menceritakan dengan
ringkas peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak kunjungan pertama.
b. Pemeriksaan Fisik
Evaluasi ulang berifat kontinu. Setiap wanita memperlihatkan
reaksi yang berbeda terhadap kehamilan.
c. Uji Laboratorium
Uji laboratorium rutin selama trimester kedua diambil. Specimen
urin, tes glukosa, pemeriksaan kultur dan sensitivitas urin serta
sampel darah.
1.2 Pengkajian Janin
a. Tinggi Fundus
Selama trimester kedua uterus menjadi organ abdomen.
Pengukuran tinggi fundus uterus di atas simfisis pubis.
b. Usia Gestasi
Pada kehamilan normal, usia gestasi janin diperkirakan dengan
menentukan lama kehamilan dan menetapkan perkiraan tanggal
kelahiran. Usia gestasi janin ditentukan dari riwayat menstruasi,
riwayat kontrasepsi, tes kehamilan dan evaluasi klinis.
c. Status Kesehatan
Meliputi pertimbangan gerakan janin, DJJ dan gejala-gejala
kelainan pada janin atau ibu.
2. Diagnosa Keperawatan
1) Gangguan citra tubuh, risiko tinggi terhadap
2) Pola pernapasan, ketidakefektifan
3) Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), mengenai kemajuan alamiah dari
kehamilan
4) Cedera, risiko tinggi terhadap janin
5) Curah jantung, risiko tinggi terhadap dekompensasi
6) Kelebihan volume cairan, risiko tinggi terhadap
7) Ketidaknyamanan
8) Koping, individual, tidak efektif, risiko tinggi terhadap
9) Pola seksualitas, perubahan

Diagnosa Keperawatan :
1) Gangguan citra tubuh, risiko tinggi terhadap
Faktor risiko dapat meliputi : persepsi perubahan biofisik, respons orang
lain.
Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan adanya
tanda/gejala untuk menegakkan diagnosis aktual)
Hasil yang diharapkan, klien akan :
a. mengungkapkan penerimaan/adaptasi bertahap untuk mengubah
konsep diri/citra tubuh.

14

b. Mendemonstrasikan citra tubuh positif dengan mempertahankan


kepuasaan penampilan keseluruhan, berpakaian dengan pakaian
yang tepat, dan sepatu berhak rendah.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Tinjau ulang/kaji sikap terhadap kehamilan,
perubahan bentuk tubuh, dan sebagainya.
(Rujuk pada MK: Trimester Pertama, DK:
Gangguan Citra Tubuh.)

Pada
trimester
kedua,
perubahan bentuk tubuh telah
tampak. Respons negatif dapat
terjadi pada klien/pasangan
yang memiliki konsep diri
yang rapuh, didasarkan pada
penampilan fisik. Efek-efek
yang tampak lainnya dari
hormon-hormon
prenatal
seperti
kloasme,
striae
gravidarum,
telangiektasis
(spider vaskular), eritema
palmar, jerawat, dan hirsutisme
dapat memperberat perubahan
emosi
klien.
Perubahanperubahan
ini
dapat
mempengaruhi
bagaimana
menghadapi perubahan yang
terjadi.

Diskusikan perubahan aspek fisiologis, dan


respons klien terhadap perubahan. Berikan
informasi tentang kenormalan perubahan.

Individu
bereaksi
secara
berbeda terhadap perubahan
yang terjadi. Informasi dapat
membantu
klien
memahami/menerima apa yang
terjadi.

Anjurkan gaya dan sumber-sumber yang


tersedia dari pakaian saat hamil.

Situasi individu menandakan


kebutuhan akan pakaian yang
akan
meningkatkan
penampilan klien untuk kerja
dan melakukan aktivitas yang
menyenangkan.

Diskusikan metoda perawatan kulit dan berias


(untuk meminimalkan/menyembunyikan area
kulit yang menjadi gelap), menggunakan kaus
kaki penyokong, pemeliharaan postur, dan
program latihan sedang.

Belajar dan ikut untuk melihat


dan merasa lebih baik mungkin
membantu
untuk
mempertahankan
perasaan
positif tentang diri. Aturan
latihan perinatal yang bukan
latihan ketahanan cenderung
memperpendek
persalinan,
meningkatkan kemungkinan

15

kelahiran vaginal spontan, dan


menurunkan
terhadap
augmentasi
oksitosin.
(Catatan: latihan keras dapat
mengakibatkan
penurunan
aliran darah uterus/bradikardia
janin)
Kolaborasi
Rujuk pada sumber-sumber lain seperti
konseling dan/atau kelas-kelas pendidikan
kelahiran anak dan menjadi orang tua.

Mungkin membantu dalam


memberikan
dukungan
tambahan, selama periode
perubahan
ini;
mengidentifikasi model-model
peran.

2) Pola pernapasan, ketidakefektifan


Dapat berhubungan dengan : pergeseran diafragma karena pembesaran
uterus.
Kemungkinan dibuktikan oleh : keluhan-keluhan sesak napas, dispnea,
perubahan kedalaman pernapasan.
Hasil yang diharapkan, klien akan :
a. Melaporkan penurunan frekuensi/beratnya keluhan.
b. Mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi
pernapasan.
Tindakan/intervensi

Rasional

Mandiri
Kaji status pernapasan (mis; sesak napas
pada pengerahan tenaga, kelelahan.)

Menetukan
luas/beratnya
masalah, yang terjadi pada kirakira
60%
klien
pranatal.
Meskipun
kapasitas
vital
meningkat, fungsi pernapasan
diubah
saat
kemampuan
diafragma untuk turun pada
inspirasi
berkurang
oleh
pembesaran uterus.

Dapatkan riwayat dan pantau masalah


medis
yang
terjadi/ada
sebelumnya
(mis;alergi, rinitis, asma, masalah sinus,
tuberkulosis). (Rujuk pada MK: Risiko
Tinggi Kehamilan, DK: Cedera. Risiko
Tinggi Terhadap Janin.)

Masalah
lain
dapat
terus
mengubah pola pernapasan dan
menurunkan oksigenasi jaringan
ibu/janin.

Kaji kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit

Peningkatan kadar plasma pada

16

(Ht)
tekankan
pentingnya
masukan
vitamin/fero sulfat pranatal setiap hari
(kecuali pada klien dengan anemia sel
sabit).

gestasi
minggu
ke
24-32
mengencerkan
kadar
Hb,
mengakibatkan
kemungkinan
anemia
dan
menurunkan
kapasitas pembawa oksigen.
(Catatan:
zat
besi
dapat
dikontraindikasikan untuk klien
dengan anemia sel sabit).

Berikan informasi tentang rasional untuk


kesulitan
pernapasan
dan
program
aktivitas/latihan yang realistis. Anjurkan
sering istirahat, tambah waktu untuk
melakukan aktivitas tertentu, dan latihan
ringan, seperti berjalan.

Menurunkan
kemungkinan
gejala-gejala pernapasan yang
disebabkan oleh kelebihan.

Tinjau ulang tindakan yang dapat dilakukan


klien untuk mengurangi masalah, mis;
postur yang baik, menghindari merokok,
makan sedikit tetapi lebih sering, dengan
menggunakan posisi semi-Fowler untuk
duduk/tidur bila gejala berat.

Meningkatkan ketersediaan ruang


untuk ekspansi paru. Merokok
menurunkan persediaan oksigen
untuk
pertukaran
ibu-janin.
Pengubahan posisi tegak dapat
meningkatkan ekspansi paru
sesuai penurunan uterus gravid.

3) Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), mengenai kemajuan alamiah dari


kehamilan.
Dapat berhubungan dengan : terus membutuhkan informasi sesuai
perubahan trimester kedua yang dialami.
Kemungkinan dibuktikan oleh : meminta informasi, pernyataan masalah
atau konsep yang salah.
Hasil yang diharapkan, klien akan :
a. Mengungkapkan/mendemonstrasikan perilaku perawatan diri
yang meningkatkan kesejahteraan.
b. Bertanggung jawab terhadap perawatan kesehatannya sendiri.
c. Mengenali dan melakukan tindakan untuk meminimalkan dan
mencegah faktor risiko.
d. Mengidentifikasi tanda-tanda bahaya/mencari perawatan medis
dengan tepat.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama
trimester kedua.

Pertanyaan
timbul
sesuai
perubahan baru yang terjadi, tanpa
memperhatikan apakah perubahan
diharapkan atau tidak.

Lakukan/lanjutkan program penyuluhan sesuai


pedoman pada MK : Trimester Pertama, DK:

Pengulangan
menguatkan
penyuluhan, dan bila klien belum

17

Kurang Pengetahuan (Kebutuhan Belajar).

melihat sebelumnya, informasi


bermanfaat pada saat ini.

Berikan informasi tentang kebutuhan terhadap fero


sulfat dan asam folat.

Fero sulfat dan asam folat


membantu mempertahankan Hb
normal. Defisiensi asam folat
memperberat
anemia
megaloblastik,
kemungkinan
abrupsi plasenta, aborsi, dan
malformasi janin. (Catatan: klien
dengan
anemia
sel
sabit
memerlukan peningkatan asam
folat selama dan setelah episode
krisis,)

Identifikasi kemungkinan risiko kesehatan individu


(mis; aborsi spontan, hipoksia yang berhubungan
dengan asma atau tuberkulosis, penyakit jantung,
hipertensi akibat kehamilan [HAK], kelainan ginjal,
anemia, diabetes melitus gestasional [DMG],
penyakit hubungan seksual [PHS]. Tinjau ulang
tanda-tanda bahaya dan tindakan yang tepat.

Membantu
mengingatkan/informasi
untuk
klien tentang potensial situasi
risiko tinggi yang memerlukan
pemantauan lebih ketat dan/atau
intervensi.

Diskusikan adanya obat-obatan yang mungkin


diperlukan untuk mengontrol atau mengatasi
masalah medis.

Membantu
dalam
memilih
tindakan karena kebutuhan harus
ditekankan pada kemungkinan efek
berbahaya pada janin.

Diskusikan kebutuhan terhadap pemeriksaan


laboratorium khusus, skrining, dan pemantauan ketat
sesuai indikasi.

Kunjungan pranatal yang lebih


sering mungkin diperlukan untuk
meningkatkan kesejahteraan ibu.
Pemantauan Hb dan Ht dengan
menggunakan
elektroforesis
mendeteksi anemia khusus dan
membantu
dalam
menetukan
penyebab. Skrining untuk DMG
pada gestasi minggu ke 24-26 atau
pada gestasi minggu ke-8, dan ke32 pada klien risiko tinggi dapat
mendeteksi
terjadinya
hiperglikemik, dapat memerlukan
tindakan dengan insulin dan/atau
diet menurut American Diabetes
Association. (Rujuk pada MK:
Diabetes
Melitus:
Prakehamilan/Gestasional;Risiko
Tinggi Kehamilan.)

18

4) Cedera, risiko tinggi terhadap janin


Faktor risiko dapat meliputi : masalah kesehatan ibu, pemajanan pada
teratogen/agen infeksi.
Kemungkinan dibuktikan : (tidak dapat diterapkan; adanya tanda/gejala
untuk menegakkan diagnosa aktual.)
Hasil yang diharapkan :
a. Mengungkapkan kesadaran tentang faktor risiko individu,
b. Menghindari faktor dan/atau menghindari perilaku yang dapat
memperberat cedera janin.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Tentukan pemahaman sebelum informasi
diberikan. (Rujuk pada MK: Trimester
Pertama, DK: Cedera, risiko tinggi terhadap,
janin.)

Mengidentifikasi
kebutuhan/masalah individu dan
memberikan kesempatan untuk
memperjelas kesalahan konsep,
khususnya untuk klien yang saat
ini
melakukan
kunjungan
pranatal pertama kali.

Tinjau ulang status kesehatan ibu; misalnya


malnutrisi, penyalahgunaan/penggunaan zat.
(Rujuk pada MK: Trimester Pertama, DK:
Nutrisi, perubahan, kurang dari kebutuhan
tubuh.)

Faktor-faktor
ini
dapat
mempunyai dampak besar pada
perkembangan jaringan dan
organ janin, dan identifikasi
serta intervensi awal dapat
mencegah hasil yang buruk.

Kaji faktor lain yang ada pada situasi ini


yang mungkin berbahaya pada janin (mis;
pemajanan pada virus/PHS lain, faktor
lingkungan). (Rujuk pada MK: Infeksi
Pranatal.)

Identifikasi
memungkinkan
klien dan perawat untuk
mendiskusikan cara-cara untuk
meminimalkan/mencegah
cedera. PHS atau virus-virus
lain
mungkin
merupakan
masalah ringan bagi klien, tetapi
berdampak negatif yang besar
pada kesejahteraan janin.

Perhatikan quickening (persepsi ibu terhadap Gerakan janin yang dapat


gerakan janin) dan denyut janin (DJJ). Rujuk dirasakan
pertama
terjadi
pada dokter bila ditemukan masalah.
diantara gestasi minggu ke-16
dan ke-20 sesuai peningkatan
ukuran janin; kurang gerakan
dapat
menandakan
adanya
masalah.
Kegagalan untuk
mendeteksi
DJJ
dapat
menandakan penurunan janin
atau tidak adanya janin/adanya

19

mola hidatidosa.
Kaji pertumbuhan uterus dan tinggi fundus
pada setiap kunjungan.

Merupakan skrining untuk


gestasi multiple, pertumbuhan
janin normal atau abnormal;
dapat mendeteksi masalah yang
berhubungan
dengan
polihidramnion
atau
oligoidramnion.

Berikan informasi tentang tes-tes diagnostik


atau prosedur. Tinjau ulang risiko dan
potensial efek samping.

Mempunyai informasi yang


membantu klien/pasangan untuk
menghadapi
situasi
dan
membuat
keputusan
berdasarkan informasi. Masalah
genetik
tertentu
seperti
kerusakan tuba neural (NTD:
neural tube defects) dapat
dideteksi pada tahap ini.

Kolaborasi
Bantu dengan prosedur ultrasonografi, dan
jelaskan tujuannya.

Mendeteksi adanya janin diawal


minggu ke 5-6 gestasi dan
memberikan informasi tentang
pertumbuhan janin dengan
mengunakan pengukuran kepala
sampai kaki, penjang femur, dan
diameter
biparietal,
untuk
memastikan usia gestasi dan
mengesampingkan
retardasi
pertumbuhan. Juga menentukan
ukuran dan lokasi plasenta dan
dapat mendeteksi beberapa
abnormalitas janin.

Dapatkan sampel serum ibu untuk kadar alfa Pada NTD terbuka (paling
fetoprotein (AFT) diantara minggu ke-14 dan umum, spina bifida dan
ke-16.
anensefali, AFP, protein yang
diproduksi oleh kantung yolk
dan hepar janin, ada pada serum
ibu dengan kadar 8 kali lebih
tinggi dari normal pada gestasi
minggu ke-15. Selanjutnya
turun sampai term.
Bantu dengan amniosintesis bila kadar AFP
abnormal, khususnya pada populasi risiko
tinggi (mis; klien dengan kemungkinan
kelainan
genetik/anak
sebelumnya

Analisis
cairan
amniotik
mendeteksi
kelainan
genetik/kromosom dan NTD.

20

mengalami abnormalitas kromosom, gravida


tua lebih dari usia 35 tahun, bila klien belum
dilakukan sampel vilus korionik [SVK]).
Ikuti konseling genetik, bila perlu (Rujuk
pada MK: Konseling Genetik.)

Klien/pasangan
akan
memerlukan informasi untuk
membuat
keputusan
berdasarkan informasi tentang
perjalanan tindakan selama
kehamilan ini serta yang akan
datang.

Lakukan skrining klien terhadap DMG


dengan tes toleransi glukosa (TTG) pada
gestasi minggu ke-24-26, sesuai indikasi.
(Rujuk pada MK: Diabetes Melitus;
Prakehamilan/Gestasional.)

DMG dihubungkan dengan


makrosomia
dan
masalah
distosia.

5) Curah jantung, risiko tinggi terhadap dekompensasi


Faktor risiko dapat meliputi : peningkatan kebutuhan sirkulasi, perubahan
preload (penurunan aliran balik vena), dan afterload (peningkatan
tahanan vaskular perifer), hipertrofi ventrikel.
Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan; adanya
tanda/gejala untuk menegakkan diagnosa aktual.)
Hasil yang diharapkan, klien akan:
a. Tetap normotensif selama perjalanan pranatal.
b. Bebas dari edema patologis dan tanda-tanda HAK.
c. Mengidentifikasi cara-cara untuk mengontrol dan menurunkan
maslah kardiovaskular.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Tinjau ulang proses fisiologis dan perubahan
normal dan abnormal, tanda-tanda, dan gejalagejala. (Rujuk pada MK: Kondisi Jantung.)

Selama
trimester
kedua,
hipertrofi ventrikel jantung
menjamin peningkatan curah
jantung, yang memuncak pada
gestasi minggu ke-25-27 untuk
memenuhi
oksigen
dan
kebutuhan nutrien ibu/janin.
Normalnya
sistem
kardiovaskular
mengkompensasi peningkatan
curah jantung dengan dilatasi
pembuluh
darah,
yang
menurunkan tahanan curah
jantung.
Ini
menurunkan
pembacaan tekanan sistolik
kira-kira 8 mm Hg saat tekanan

21

diastolik menurun kira-kira 12


mm Hg. Peningkatan cairan,
stres, dan/atau masalah jantung
sebelumnya,
dapat
membahayakan sistem.
Perhatikan riwayat yang ada sebelumnya atau
potensial masalah jantung/ginjal/diabetik.

Klien ini menghadapi risiko


paling tinggi terhadap masalah
jantung
selama
trimester
kedua, bila curah jantung
memuncak.

Ukur tekanan darah (TD) dan nadi. Laporkan


jika tekanan sistolik lebih dari 30 mm Hg dan
diastolik lebih dari 15 mm Hg.

Peningkatan
TD
dapat
menunjukkan HAK, khususnya
pada klien dengan penyakit
jantung atau ginjal, diabetes,
atau
adanya
kehamilan
multiple atau mola hidatidosa.

Auskultasi
murmu.

adanya

Murmu sistolik sering ringan


dan mungkin diciptakan oleh
peningkatan
volume,
penurunan viskositas darah,
perubahan posisi jantung, atau
torsio pembuluh darah besar.
Namun,
murmu
dapat
menandakan
terjadinya
kerusakan.

Kaji adanya edema pergelangan kaki dan


varises kaki, vulva, dan rektum. Bedakan
antara edema fisiologis dan yang potensial
berbahaya. (Rujuk pada MK: Hipertensi
Akibat Kehamilan, DK: kekurangan volume
cairan [kehilangan aktif]).

Edema
dependen
dari
ekstremitas bawah (edema
fisiologis) sering terjadi karena
stasis vena akibat vasodilatasi
dari aktivitas progesteron,
herediter, retensi kelebihan
cairan, dan tekanan uterus pada
pembuluh darah pelvis. Ini
meningkatkan
risiko
pembentukan trombus vena.
Edema
wajah
dan/atau
ekstremitas
atas
dapat
menandakan HAK.

Anjurkan
klien
untuk
mengindari
menyilangkan kaki, duduk, dan berdiri dalam
waktu lama; pasang kaus kaki penyokong
sebelum bangun pada pagi hari: menggunakan
pakaian
yang
longgar,
tidak
ketat,

Meningkatkan aliran balik vena


menurunkan risiko terjadinya
edema, varises, atau trombosis
vena.

bunyi

jantung;

catat

22

meninggikan kaki, panggul dan vulva vertikal


ke dinding tiga kali sehari selama 20 menit;
dan membalikkan telapak kaki ke atas dalam
posisi dorsofleksi bila duduk atau berdiri
selama periode lama.
Kaki dorsofleksi untuk tes terhadap tanda
Homans. Bila ada, rujuk pada dokter.

Tanda Homan positif dapat


menunjukkan tromboflebitis.

Kaji adanya kelemahan. Anjurkan klien untuk


menghindari perubahan posisi dengan cepat.

Perubahan posisi cepat dapat


mengakibatkan pusing saat
darah terkumpul di ekstremitas
bawah, menurunkan volume
sirkulasi.

6) Kelebihan volume cairan, risiko tinggi terhadap


Faktor risiko dapat meliputi : perubahan mekanisme regulator, retensi
Natrium/air.
Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan; adanya
tanda/gejala untuk menegakkan diagnosa aktual.)
Hasil yang diharapkan, klien akan :
a. Menyebutkan cara-cara untuk meminimalkan masalah.
b. Mengidentifikasi
tanda/gejala
yang
memerlukan
evaluasi/intervensi medis.
c. Bebas dari hipertensi albuminuria, retensi cairan berlebihan, dan
edema wajah.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Pantau berat badan secara teratur.

Mendeteksi penambahan berat


badan berlebihan dan retensi
cairan yang tidak kelihatan,
yang
potensial
patologis.
Selama trimester kedua, total
cairan tubuh (plasma dan selsel darah merah) meningkat
1000 ml, karena sebagian besar
kadar estrogen merangsang
kelenjar
adrenal
untuk
menyekresikan aldosteron yang
menahan atrium dan air.
Meskipun sampai 5 lb (3,6 kg)
cairan dapat ditahan dengan
edema
tidak
tampak,
peningkatan
ini
dapat
memperberat
dekompensasi
jantung.

Kaji adanya tanda-tanda HAK, perhatikan

Indikator

edema

patologis.

23

tekanan darah. Pantau lokasi/luasnya edema,


masukan atau haluaran cairan. Perhatikan
laporan-laporan gangguan penglihatan, sakit
kepala, nyeri epigastrik atau adanya
hiperrefleksia.

Meskipun HKK karena retensi


cairan berlebihan biasanya
tidak terlihat sampai akhir
minggu ke-10 kehamilan, dapat
terjadi di awal, khususnya pada
klien dengan faktor-faktor
predisposisi seperti diabetes,
penyakit ginjal, hipertensi,
gestasi multiple, malnutrisi
(kelebihan berat badan atau
kurang berat badan), mola
hidatidosa.

Tes urin terhadap albumin.

Deteksi
masalah vaskular
berkenaan dengan spasme
glomerular dari ginjal, yang
menurunkan resorpsi albumin.

Berikan informasi tentang diet (mis;


peningkatan protein, tidak menambahkan
garam meja, menghindari makanan dan
minuman tinggi Natrium).

Nutrisi adekuat, khususnya


peningkatan
protein,
menurunkan
kemungkinan
HAK. Natrium berlebihan
dapat memperberat retensi air
(terlalu sedikit Natrium dapat
mengakibatkan dehidrasi.)

Anjurkan meninggikan ekstremitas secara


periodik selama sehari.

Edema
fisiologis
dari
ekstremitas bawah terjadi di
penghujung
hari
adalah
normal, tetapi harus dapat
diatasi
dengan
tindakan
sederhana. Bila ini tidak
teratasi, pemberi pelayanan
kesehatan harus diberi tahu.

Tinjau ulang kadar Ht. (perhatikan efek dari


variabel-variabel, seperti sikap dan ras.)

Pada umumnya, kadar >41%


(Caucasian)
atau
>38%
(keturunan
Afrika)
menunjukkan
perpindahan
cairan
intravaskular
mengakibatkan
edema
jaringan.

Kolaborasi
Jadwalkan kunjungan pranatal lebih sering
dan lakukan pengobatan bila ada HAK.
(Rujuk pada MK: Hipertensi Karena

Perawatan
meningkatkan
ibu/janin.

membantu
kesejahteraan

24

Kehamilan.)
7) Ketidaknyamanan
Dapat berhubungan dengan : perubahan pada mekanika tubuh, efek-efek
hormon, ketidakseimbangan elektrolit.
Kemungkinan dibuktikan oleh : melaporkan ketegangan pada punggung,
kram kaki, nyeri ulu hati.
Hasil yang diharapkan, klien akan :
a. Mengidentifikasi dan mendemonstrasikan tindakan perawatan
diri yang tepat.
b. Melaporkan ketidaknyamanan dicegah atau diminimalkan.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Perhatikan
adanya
masalah
yang
berhubungan dengan curah jantung atau
kesulitan pernafasan, dan rujuk pada
diagnosis keperawatan yang tepat.

Meskipun kondisi ini adalah hal


yang
sering
mengakibatkan
ketidaknyamanan, klien biasanya
mengalami rasa nyaman secara
fisik,
bebas
dari
ketidaknyamanan khas, pada
terimester ketiga.

Kaji ulang adanya perubahan BAB dan


hemoroid.

Penurunan
motilitas
gastrointestinal, efek suplemen
zat besi, dan peningkatan
tekanan/perubahan posisi dari
pembesaran
uterus
mempengaruhi fungsi normal.

Diskusikan masukan diet, latihan, dan


penggunaan
pelunak
feses
seperti
diperlihatkan pada MK: Trimester Pertama,
DK: Konstipasi, risiko tinggi terhadap.

Membantu
dalam
pencegahan/penatalaksanaan
konstipasi.

Perhatikan adanya nyeri ulu hati (pirosis);


tinjau ulang riwayat diet. Jelaskan fisiologis
masalah. Anjurkan klien menghindari
makanan gorengan/berlemak, makan enam
kali sehari dalam porsi kecil, lakukan posisi
semi-fowler, hindari makanan yang sangat
dingin.

Makanan
berlemak
meningkatkan keasaman gastrik;
makan sering dalam porsi kecil
menetralkan keasaman. Posisi
semi-fowler,
menurunkan
masukan cairan, dan menghindari
makanan
dingin
membantu
mencegah refleks gastrik.

Perhatikan adanya sakit punggung dan


tekanan pada punggung bagian bawah.
Demonstrasikan latihan (mis; mengangkat
panggul, berbaring datar pada punggung
dan punggung menekan lantai). Tinjau
ulang yang dikenakan dengan tepat (mis;

Menghilangkan tegang pada


punggung
bawah
yang
disebabkan oleh peningkatan
lengkung vertebra lumbosakral
dan pengencangan otot-otot

25

sepatu berhak rendah; pakaian longgar dan


nyaman)

punggung.

Kaji ulang adanya kram pada kaki, ajarkan


klien untuk meluruskan kaki dan dorsofleksi
telapak kaki.

Tekanan pada saraf pelvis serta


rendahnya kalsium jaringan,
potensial menyebabkan kram
kaki. Meluruskan kaki dan
dorsofleksi
telapak
kaki
meningkatkan perfusi/oksigenase
jaringan
dan
membantu
menghilangkan tekanan pada
saraf-saraf ekstremitas bagian
bawah.

Anjurkan mengurangi masukan produk susu


dan menggunakan aluminium laktat, atau
melanjutkan dengan 1 quart susu setiap hari
dan menggunakan aluminium hidroksida,
bila kram kaki berat atau menetap.

Masukan
makanan
yang
mengandung
kalsium/produk
kalsium secara terus-menerus,
meningkatkan kadar plasma
terionisasi.
Aluminium
hidroksida mengikat fosfor pada
saluran
usus,
mengimbangi
ketidakseimbangan
kalsiumfosfor.

Berikan informasi tentang pilihan yang tepat


dari antasida yang dijual bebas. Hindari
penggunaan bikarbonat sebagai penetralisir
atau produk kalsium, jika diperlukan.

Mungkin
menimbulkan
konstipasi
dan/atau
dapat
mengandung
bahan,
seperti
Natrium,
yang
merupakan
kontraindikasi
pada
situasi
tertentu karena sifatnya meretensi
air. Penggunaan antasida yang
mengandung kalsium sebagai
tambahan masukan makanan
tinggi
kalsium
dapat
memperberat ketidakseimbangan
kalsium-fosfor dan terjadinya
kram otot.

Kolaborasi
Berikan antasida rendah Natrium.

Menetralisir keasaman gastrik;


penurunan kadar fosfor.

Berikan suplemen kalsium dan aluminium


dalam bentuk jeli dengan tepat.

Tambahan untuk produk susu


akibat adanya intolerasn diet.
Dapat menurunkan kadar fosfor.

8) Koping, individual, tidak efektif, risiko tinggi terhadap


Faktor risiko dapat meliputi : krisis situasi/maturasi, kerentanan pribadi,
persepsi tidak realistis.

26

Kemungkinan dibuktikan oleh : (tidak dapat diterapkan; adanya


tanda/gejala untuk menegakkan diagnosa aktual.
Hasil yang diharapkan, klien akan :
a. Mengekspresikan perasaan yang bebas.
b. Mengidentifikasi kekuatan individual.
c. Menunjukkan keterampilan koping dan pemecahan masalah yang
efektif.
Tindakan/intervensi
Rasional

Mandiri
Identifikasi
rasa
takut/angan-angan
klien/pasangan yang mungkin dilmiliki.
Diskusikan arti pikiran-pikiran ini.

Rasa takut dan angan-angan


yang umum dari wanita/pria
dapat timbul pada saat ini.
Wanita mungkin takut kematian
dari suami, dan pria berfantasi
tentang jika dirinya hamil.

Kuatkan pasangan bahwa rasa takut dan


fantasi tersebut adalah normal.

Dapat
menyulitkan
bagi
individu yang tidak melihat
kenormalan dari pengalaman
ini.

Evaluasi derajat disfungsi klien/pasangan


yang dialami, untuk mengubah apa yang
sedang terjadi dan yang sudah diperkirakan.

Klien
yang
mengalami
kesulitan menyesuaikan tugastugas
yang
berlebihan
berkenaan
dengan
kehamilan/menjadi orang tua
dapat bermanifestasi tidak
sesuai
dalam
melewati
perawatan kesehatan pranatal
dari
kelabilan
emosinya.
Pasangan
pria
dapat
mendemonstrasikan
koping
negatif seperti asyik dengan
kerja atau hobi baru, kurang
berminat terhadap kehamilan,
atau
keterlibatan
dalam
aktivitas ekstramarital.

Anjurkan
klien/pasangan
untuk Mengakui dan mengekspresikan
mengekspresikan perasaan tentang kehamilan perasaan
dapat
membantu
dan menjadi orang tua.
individu mulai mengidentifikasi
masalah dan memulai proses
pemecahan masalah.
Kolaborasi
Rujuk untuk konseling dan penyuluhan sesuai
kebutuhan. (Rujuk pada MK: Trimester
Pertama, DK: Penampilan Peran, perubahan,

Mungkin
perlu
bantuan
untuk
masalah pokok.

tambahan
mengatasi

27

risiko tinggi terhadap.)


9) Pola seksualitas, perubahan
Dapat berhubungan dengan : konflik mengenai perubahan hasrat seksual
dan harapan, takut akan cedera fisik.
Kemungkinan dibuktikan oleh : melaporkan kesulitan, pembatasan atau
perubahan dalam perilaku/aktivitas seksual.
Hasil yang diharapkan, klien/pasangan akan :
a. Mendiskusikan masalah seksual.
b. Mengungkapkan pemahaman tentang alasn yang mungkin untuk
diubah.
c. Mengidentifikasi alternatif yang dapat diterima untuk memenuhi
kebutuhan individu.
d. Mengungkapkan kepuasan bersama atau konseling, bila
dibutuhkan.
Tindakan/intervensi
Rasional
Mandiri
Diskusikan dampak kehamilan terhadap
pola koitus seksual yang normal. (Rujuk
pada MK: Trimester Pertama, DK: Pola
Seksualitas, perubahan.)

Kepuasan seksual yang optimal


untuk klien pranatal terjadi pada
trimester
kedua
karena
vasokongesti
pelvis/perineal
meningkatkan
kenikmatan
orgasme. Pria dapat mengalami
berbagai perasaan saat berespons
terhadap peningkatan hasrat
pasangannya
dan
menjadi
bingung karena penurunan atau
peningkatan hasrat seksualnya
sendiri dalam memberi respons
terhadap perubahan bentuk tubuh
pasangannya.

Tinjau ulang apa yang dirasakan dan


diskusikan kemungkinan pilihan dalam
peningkatan
kontak
fisik
melalui
berpelukan dan bercumbu daripada
melakukan koitus secara aktual.

Rasa takut mencederai janin pada


saat koitus adalah hal yang
umum.
Meyakinkan
dan
memperhatikan
bahwa
hal
tersebut normal dapat membantu
menghilangkan ansietas. Pilihan
lain akan diterima dengan baik
bila keduanya dipuaskan.

Tinjau ulang perubahan


posisi yang
mungkin dilakukan dalam aktivitas seksual.

Membantu
pasangan
untuk
mempertimbangkan/membuat
pilihan.

Waspadai adanya indikasi kemungkinan


kesulitan seksual atau perilaku yang tidak
sesuai dari pria.

Disini
tampak
frekuensi
penyimpangan menjadi lebih
tinggi (mis; perkosaan, inses,

28

kejahatan
kekerasan,
dan
perselingkuhan
ekstramarital)
bila pasangan sedang hamil.
Kolaborasi
Rujuk
pada
perawat
spesialis/konseling sesuai indikasi.

Mungkin perlu bantuan tambahan


klinis untuk mengatasi masalah dasar,
yang dapat berkembang selama
kehamilan atau mungkin sudah
ada sebelumnya.

3. Hasil Akhir yang Diharapkan


Rencana perawatan untuk pasien selama kehamilan trimester kedua
diberikan sesuai dengan diagnosa keperawatan. Suatu rencana sedapat
mungkin dikembangkan secara mutual bagi setiap pasien. Rencana khas
untuk setiap individu dan secara spesifik berhubungan dengan kebutuhan
individu. Perawatan terus membina hubungan yang berkembang antara
pemberi layanan dan pasien. Hasil yang diharapkan sama dengan yang
diharapkan untuk ibu, janin dan keluarga pada trimester pertama.
4. Perawatan Kolaboratif
Hubungan antara perawat-pasien yang terapeutik dan saling mendukung
berkembang sejalan dengan implementasi proses keperawatan selama
trimester kedua. Nausea yang sering dialami pada trimester pertama telah
mereda. Konseling gizi ditawarkan pada setiap kunjungan dan wanita
dipuji untuk kemajuan yang dicapainya, tetapi tidak secara berlebihan.
1.1 Pendidikan tentang perawatan diri
Konseling tentang seksual dan pemajanan terhadap alcohol, asap
rokok, dan substansi-substansi lain diberikan sesuai kebutuhan
1.2 Pakaian
Pakaian longgar yang nyaman adalah yang terbaik. Bahan kain yang
dapat dicuci (katun) sering menjadi pilihan.
1.3 Postur dan mekanika tubuh
Adaptasi maternal yang banyak membuat wanita terpapar pada nyeri
punggung dan kemungkinan cedera.
1.4 Mandi dan berenang
Mandi berendam diperbolehkan bahkan pada kehamilan tahap akhir
karena air tidak akan memasuki vagina kecuali bila diberi tekanan.
1.5 Aktivitas fisik
Meningkatkan rasa sejahtera ibu hamil, meningkatkan sirkulasi,
membantu relaksasi dan istirahat, dan mengatasi kebosanan yang juga
dialami oleh wanita yang tidak hamil.
1.6 Istirahat dan relaksasi
Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan periode istirahat yang
teratur khususnya seiring kemajuan kehamilannya.
29

Relaksasi adalah upaya membebaskan pikiran dan tubuh dari


ketegangan melalui latihan dan upaya sadar.
1.7 Persiapan pemberian makanan pada bayi baru lahir
Wanita yang hamil biasanya semangat membahas rencana pemberian
makan pada bayi baru lahir. Air susu ibu adalah makanan yang dipilih
dan menyusui dikaitkan dengan penurunan insiden morbiditas dan
mortalitas perinatal.
5. Evaluasi
Hasil akhir yang diharapkan harus dievaluasi secara kontinu sesuai krieria
yang ditetapkan dan dapat diukur. Temuan klinis yang mencerminkan
respons normal disajikan sebagai rencana/hasil akhir yang diharapkan
dalam rencana asuhan keperawatan untuk setiap pasien. Kriteria ini
digunakan sebagai dasaar untuk memilih tindakan keperawatan yang
sesuai dan mengevaluasi keefektifannya.

30

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ibu hamil trimester
kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa
dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena
kehamilannya. Walaupun demikian diperlukan asuhan keperawatan secara
tepat oleh seorang perawat kepada ibu hamil yang sedang memeriksakan
kehamilannya untuk mengantisipasi dan mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan.

31

DAFTAR PUSTAKA
Bobak, Lowdermik, Jensen.2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4,
Jakarta:EGCDoengoes, M. E. 2001.Rencana Perawatan Maternal atau Bayi. Jakarta : EGC

32