Anda di halaman 1dari 10

Kehamilan Ektopik Terganggu

Riza maulida

Definisi
Kehamilan ektopik terganggu adalah kehamilan
yang berimplantasi di luar endometrium normal
dan sudah menimbulkan gangguan.
Berdasarkan tempat implantasinya kehamilan
ektopik dapat terjadi di :
-Pars interstisial tuba
-Pars ismika tuba
-Pars ampularis tuba
-kehamilan infundibulum tuba
-Kehamilan abdominal

Etiologi
a. Gangguan pada lumen tuba
b. Gangguan di luar tuba

Dengan terjadinya implantasi di dalam lumen tuba dapat


terjadi beberapa kemungkinan :
1. Hasil konsepsi mati dini, tempatnya tidak mungkin
memberikan kesempatan untuk tumbuh kembang
2. Terjadi abortus, kesempatan berkembang yang sangat
kecil menyebabkan hasil konsepsi mati dan lepas dalam
lumen, lepasnya hasil konsepsi menimbulkan perdarahan
dalam lumen serta membentuk timbunan darah.
3. Tuba falopi pecah, karena tidak dapat berkembang
dengan baik maka tuba dapat pecah sehingga terjadi
ruptura yang menimbulkan timbunan darah ke dalam
rongga abdomen.

Patofisiologi
Prinsip patofisiologi yakni terdapat gangguan mekanik terhadap ovum
yang telah dibuahi dalam perjalanannya menuju kavum uteri. Pada suatu
saat kebutuhan embrio dalam tuba tidak dapat terpenuhi lagi oleh suplai
darah dari vaskularisasi tuba itu. Ada beberapa kemungkinan akibat dari
hal ini
1.tubal abortion, lepas dan keluarnya darah dan jaringan ke ujung distal
(fimbria) dan ke rongga abdomen. Abortus tuba biasanya terjadi pada
kehamilan ampulla, darah yang keluar dan kemudian masuk ke rongga
peritoneum biasanya tidak begitu banyak karena dibatasi oleh tekanan
dari dinding tuba.
2. Kemungkinan ruptur dinding tuba ke dalam rongga peritoneum, sebagai
akibat dari distensi berlebihan tuba.
3. Faktor abortus ke dalam lumen tuba.
Ruptur dinding tuba sering terjadi bila ovum berimplantasi pada ismus dan
biasanya pada kehamilan muda. Ruptur dapat terjadi secara spontan atau
karena trauma koitus dan pemeriksaan vaginal. Dalam hal ini akan terjadi
perdarahan dalam rongga perut, kadang-kadang sedikit hingga banyak,
sampai menimbulkan syok dan kematian

Manifestasi klinik
Bila terjadi gangguan kehamilan tuba, gejalanya tergantung pada
tua kehamilan tuba, lamanya kedalam rongga abdomen , jumlah
darah yang terdapat dalam rongga abdomen, dan keadaan umum
ibu sebelum kehamilan terjadi. Dengan demikian trias gejala klinik
hamil ektopik terganggu sebagai berikut :
1. Terjadinya amenerhoe, lamanya bervariasi dari beberapa hari
sampai beberapa dan dengan amenerhoen dapat di jumpai tandatanda hamil muda.
2. Terjadinya nyeri abdomen, disebabkan kehamilan tuba yang
pecah.
3. Perdarahan, terjadi abortus atau ruptura kehamilan tuba
terdapat perdarahan ke dalam kavum abdomen dalam jumlah yang
bervariasi.

Diagnosis
1.
2.

Anamnesa tentang trias kehamilan ektopik terganggu: amenerhoe, rasa


nyeri yang mendadak, perdarahan.
Pemeriksaan fisis
a. Didapatkan rahim yang juga membesar, adanya tumor di daerah
adneksa.
b. Adanya tanda-tanda syok hipovolemik, yaitu hipotensi, pucat dan
ekstremitas dingin, adanya tanda-tanda abdomen akut, yaitu perut
tegang bagian bawah, nyeri tekan dan nyeri lepas dinding abdomen.
c. Pemeriksaan ginekologis
Pemeriksaan dalam: seviks teraba lunak, nyeri tekan, nyeri pada uteris
kanan dan kiri.

3. Pemeriksaan Penunjang
a. Laboratorium : Hb, Leukosit, urine B-hCG (+).
Hemoglobin menurun setelah 24 jam dan jumlah sel darah merah dapat
meningkat.
b. USG :
- Tidak ada kantung kehamilan dalam kavum uteri
- Adanya kantung kehamilan di luar kavum uteri
- Adanya massa komplek di rongga panggul
4. Kuldosentesis : suatu cara pemeriksaan untuk mengetahui apakah
dalam kavum Douglas ada darah.
5. Diagnosis pasti hanya ditegakkan dengan laparotomi.
6. Ultrasonografi berguna pada 5 10% kasus bila ditemukan kantong
gestasi di luar uterus.

Tata laksana
Penanganan kehamilan ektopik pada umumnya adalah laparotomi
dengan menjepit bagian dari adneksa yang menjadi sumber
perdarahan.
Dalam tindakan demikian harus dipertimbangkan yaitu : kondisi
penderita pada saat itu, keinginan penderita akan fungsi
reproduksinya, lokasi kehamilan ektopik yg menentukan apakah
perlu dilakukan salpingektomi (pemotongan bagian tuba yang
terganggu) pada kehamilan tuba.
Dilakukan pemantauan terhadap kadar HCG (kuantitatif).
Peninggian kadar HCG yang berlangsung terus menandakan masih
adanya jaringan ektopik yang belum terangkat.
Transfusi, infus, oksigen, atau kalau dicurigai ada infeksi diberikan
juga antibiotika dan antiinflamasi. Sisa-sisa darah dikeluarkan dan
dibersihkan sedapat mungkin supaya penyembuhan lebih cepat dan
harus dirawat inap di rumah sakit.

Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi yaitu:
Pada pengobatan konservatif, yaitu bila
kehamilan ektopik terganggu telah lama
berlangsung (4-6 minggu), terjadi perdarahan
ulang, ini merupakan indikasi operasi.
Infeksi
Sterilitas
Pecahnya tuba falopii
Komplikasi juga tergantung dari lokasi tumbuh
berkembangnya embrio