Anda di halaman 1dari 17

1.

Pengendalian manajemen merupakan suatu istilah yang


umum dan makin banyak digunakan dalam berbagai variasi
kepentingan dan pengertian. Kadang-kadang digunakan
untuk pemeriksaan rutin intern, misalnya pada penyusunan
kembali pembukaan. Biasanya interprestasi yang lebih
sempit ini ternyata merupakan salah satu kegiatan daripada
struktur pengendalian manajemen yang luas itu.
Ada berbagai macam definisi mengenai pengendalian
manajemen.
Berikut ini akan disajikan beberapa definisi tersebut :
Menurut Arief Suadi, Ph.D :
Pengendalian Manajemen adalah semua usaha untuk
menjamin bahwa sumber daya perusahaan digunakan secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan.
Atau :
Proses untuk mempengaruhi orang lain dalam sebuah
perusahaan agar secara efektif dan efisien mencapai tujuan
perusahaan melalui strategi tertentu
Pengendalian Manajemen adalah semua metode, prosedur
dan strategi organisasi, termasuk sistem pengendalian
manajemen yang digunakan oleh manajemen untuk
menjamin bahwa pelaksanaan sesuai dengan strategi dan
kebijakan perusahaan

SPM adalah Suatu alat dari alat-alat lainya untuk


mengimplementasikan strategi yang berfungsi untuk
memotivasi anggota-anggota organisasi guna mencapai
tujuan organisasi
*
Definisi lain :
*
SPM adalah Perolehan dan penggunaan informasi untuk
membantu
mengkoordinasikan
proses
pembuatan
perencanaan dan pembuatan keputusan melalui organisasi
dan utnuk memandu perilaku manajemen
Sistem Pengendalian Manajemen adalah sebuah sistem yang
terdiri dari beberapa anak sistem yang berkaitan, yaitu :
pemrograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan dan
pertanggungjawaban
untuk
membantu
manajemen
mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan agar
mau mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu
secara efektif dan efisien.

2.Unsur-unsur sistem pengendalian manajemen meliputi

perencancaan strategis, pembuatan anggaran, alokasi


sumber daya, pengukuran, evaluasi dan penghargaan
atas kinerja, alokasi pusat tanggung jawab dan
penetapanharga transfer

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan

suatu organisasi untukmenentukan strategi atau


arahan,sertamengambilkeputusan untuk
mengalokasikan sumberdayanya (termasuk modal dan
sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini.
Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah

sebuah alat manajemen yang digunakan untuk


mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi
kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis
adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan
organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja
menuju 5 sampai 10 tahun ke depan

Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun


secara sistematis dalam bentuk angka dan
dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi
seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (
periode) tertentu di masa yang akan dating

Penganggaran
merupakan
komitmen
resmi
manajemen
yang
terkait
dengan
harapan
manajemen tentang pendapatan, biaya dan beragam
transaksi keuangan dalam jangka waktu tertentu di
masa yang akan dating

Alokasi sumber daya adalah proses keputusan atau


pemilihan di mana organisasi mengidentifikasi
sumber daya apa yang tersedia, dan untuk proses
produksi dan distribusi apa mereka disediakan.
Penganggaran adalah proses alokasi sumber daya
penting bagi kebanyakan organisasi. seperti air,
lahan, ikan, hutan
sistem pengukuran kinerja adalah suatu sistem yang
bertujuan untuk membantu manajer perusahaan
menilai pencapaian suat\\
u strategi melalui alat
ukur keuangan dan non keuangan. Hasil pengukuran
tersebut kemudian digunakan sebagai umpan balik
yang akan memberikan informasi tentang prestasi
pelaksanaan suatu rencana dan titik dimana
perusahaan memerlukan penyesuaian-penyesuaian
atas aktivitas perencanaan dan pengendalian.
Evaluasi kinerja adalah suatu metode dan proses
penilaian dan pelaksanaan tugas seseorang atau
sekelompok orang atau unit-unit kerja dalam satu
perusahaan atau organisasi sesuai dengan standar
kinerja atau tujuan yang ditetapkan lebih dahulu.
Evaluasi kinerja merupakan cara yang paling adil
dalam memberikan imbalan atau penghargaan
kepada pekerja.

Pusat Tanggung Jawab: Pusat Pendapatan danBeban


Pusat Tanggung Jawab
Pusat tanggung jawab merupakan organisasi yang
dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung
jawab terhadap aktivitas yang dilakukan.
Harga transfer adalah harga produk atau jasa yang
ditransfer kepada suatu pusat pertanggungjawaban di dalam
suatu perusahaan yang menggunakan produk atau jasa dari
pusat
pertanggungjawaban
lainnya
dalam
suatu
perusahaan.jika dua atau lebih pusat laba bertanggung
jawabbersama atas pengembangan, pembuatan, dan
pemasaran suatu produk, maka masing-masing harus
membagi pendapatan yang dihasilkan ketika produk tersebut
terjual.
3. 4 elemen-elemen :
SENSOR/DETEKTOR yakni suatu alat untuk
mengidentifikasi apa yang sedang terjadi dalam suatu
proses.
ASSESOR yakni suatu alat untuk menentukan
ketepatan. Biasanya ukurannya dengan membandingkan
kenyataan dan standar yang telah ditetapkan.
EFEKTOR yakni alat yang digunakan untuk mengubah
sesuatu yang diperoleh dari assessor.

JARINGAN KOMUNIKASI yakni alat yang mengirim


informasi antara detektor dan assesor dan antara
assesor dan efektor.

Bagaimana elemen-elemen tersebut berfungsi dapat


dijelaskan dalam tiga contoh sebagai berikut :
1.

Thermostat, mengatur suhu ruangan. Komponennya


adalah : (1) termometer (detector) yang mengukur suhu
ruangan;

(2) assessor,

yang

membandingkan

suhu

ruangan dengan standar yang diterima mengenai suhu


seharusnya;

(3) effector,

yang

mendorong

pemanas

untuk memancarkan panas atau mengaktifkan pendingin


dan juga mematikan alat-alat ini; dan (4) jaringan
komunikasi yang meneruskan informasi dari termometer
(detector)

ke assessor dan

dari assessor ke

elemen

pemanas atau pendingin (effector)


2.

Suhu tubuh manusia dikendalikan oleh : (1) saraf


sensorik (detector) di seluruh tubuh; (2) hypothalamus
(assessor)

berpusat

di

otak,

yang

membandingkan

antara informasi yang diterima dari detector dengan suhu


tubuh standar 98,6 Fo ; (3) otot-otot dan organ tubuh

(effector), yang mengurangi suhu tubuh ketika melebihi


suhu standar (dengan cara bernapas terengah-pengah,
berkeringat

dan

membuka

pori-pori

kulit)

dan

meningkatkan suhu tubuh ketika turun dibawah standar


(dengan cara menggigil dan menutup pori-pori kulit; dan
(4) sistem komunikasi yang menyeluruh dari jaringan
syaraf
3.

Pengendara mobil yang mengemudi sesuai standar


kecepatan 65 mil per jam bertindak dengan : (1) mata
(detector) yang mengukur kecepatan aktual dengan
mengamati

spedometer;

(2)

otak

(assessor)

membandingkan kecepatan aktual dengan kecepatan


yang ditetapkan oleh hukum dan mendeteksi adanya
penyimpangan

dari

standar;

(3)

mengarahkan

kaki

(effector) untuk melepas atau menekan pedal gas; dan


(4)

sistem

komunikasi

yang

menyebarkan

informasi dari mata (detector) ke otak (assessor) dan


dari otak ke kaki (effector).
Sistem

pengendalian

suhu

tubuh

bersifat

homeostatis, yaitu teratur dengan sendirinya, dengan

hypothalamus yang mengarahkan tindakan, berfungsi


secara otomatis tanpa usaha secara sadar.
biologis

ini

juga

pengendalian

lebih

rumit

pengendara

dari

mobil

Sistim

thermostat.
lebih

rumit

Tapi
dari

keduanya, disebabkan tidak adanya kepastian mengenai


tindakan apa yang akan diarahkan oleh otak setelah
menerima dan mengevaluasi informasi dari detector.
Sebagai contoh, pengemudi yang ingin mematuhi batas
kecepatan

yang

telah

ditetapkan

akan

mengurangi

kecepatannya saat mengendara, sementara beberapa


pengemudi lain tidak akan menguranginya. Dalam sistim
ini kendali tidak otomatis.
4. kegiatan pengendalian

1. Review

atas

dilaksanakan

kinerja
dengan

Instansi

Pemerintah

membandingkan

kinerja

dengan tolok ukur kinerja yang ditetapkan;


2. Pembinaan

sumber

daya

manusia

sekurang-

kurangnya harus;
o

Mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, nilai dan


strategi instansi kepada pegawai;

Membuat strategi perencanaan dan pembinaan


sumber

daya

manusia

yang

mendukung

pencapaian visi dan misi;


o

Membuat uraian jabatan, prosedur rekrutmen,


program

pendidikan

dan

pelatihan

pegawai,

sistem kompensasi, program kesejahteraan dan


fasilitas pegawai, ketentuan disiplin pegawai,
sistem

penilaian

kinerja,

serta

rencana

pengembangan karir;
3. Pengendalian terhadap pengelolaan sistem informasi
untuk

memastikan

akurasi

dan

kelengkapan

informasi, meliputi;
o

Pengendalian umum;

Pengendalian aplikasi;

4. Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menetapkan,


mengimplementasikan

dan

mengkomunikasikan

pengendalian fisik terhadap aset kepada seluruh


pegawai, sedikitnya melalui:
o

Rencana identifikasi, kebijakan, dan prosedur


pengamanan fisik;

Rencana pemulihan setelah bencana;

5. Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menetapkan


dan review terhadap indikator dan ukuran kinerja,
sedikitnya dengan cara:
o

Menetapkan ukuran dan indikator kinerja;

Me-review dan

melakukan

validasi

secara

periodik atas ketetapan dan keandalan ukuran


dan indikator kinerja;
o

Mengevaluasi

faktor

penilaian

pengukuran

kinerja;
o

Membandingkan
capaian

secara

kinerja

terus-menerus

dengan

sasaran

data
yang

ditetapkan, dan selisihnya dianalisis lebih lanjut;


6. Pimpinan

Instansi

Pemerintah

harus

menjamin

bahwa seluruh aspek utama transaksi atau kejadian


tidak dikendalikan oleh satu orang (telah terjadi
pemisahan fungsi di dalam organisasi);
7. Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menetapkan dan
mengkomunikasikan syarat dan ketentuan tentang
otorisasi kepada seluruh pegawai (otorisasi terhadap
transaksi dan kejadian penting);
8. Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menciptakan
pencatatan

akurat

dan

tepat

waktu

terhadap

transaksi dan kejadian, dengan mempertimbangkan:

Transaksi dan kejadian diklasifikasikan dengan


tepat dan dicatat segera;

Klasifikasi

dan

pencatatan

yang

tepat

dilaksanakan dalam seluruh siklus transaksi atau


kejadian;
9. Pimpinan Instansi Pemerintah wajib memberikan
akses hanya kepada pegawai yang berwenang dan
melakukan review terhadap

pembatasan

tersebut

secara berkala (pembatasan akses terhadap sumber


daya dan pencatatannya);
10.

Pimpinan

Instansi

menugaskan
terhadap

pegawai

yang

penyimpanan

pencatatannya

serta

Pemerintah

wajib

bertanggung

sumber

jawab

daya

dan

melakukan review terhadap

penugasan tersebut secara berkala (akuntabilitas


sumber daya dan pencatatannya);

11.

Pimpinan Instansi Pemerintah wajib memiliki,

mengelola,

memelihara,

memutakhirkan

dan

dokumentasi

secara
yang

berkala
mencakup

seluruh Sistem Pengendalian Intern serta transaksi


dan

kejadian

penting

(dokumentasi

yang

baik

terhadap Sistem Pengen dalian Intern serta transaksi


terhadap kejadian penting).

Informasi adalah Sekumpulan data/ fakta yang


diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu
sehingga mempunyai arti bagi penerima.
Dalam manajemen, perencanaan adalah
proses
mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi
untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan
proses
terpenting
dari
semuafungsi manajemen karena tanpa perencanaan
fungsi-fungsi lainpengorganisasian, pengarahan,
dan pengontrolantak akan dapat berjalan.
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua
dalam
Manajemen
dan
pengorganisasian

didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan


struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan,
sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah
struktur organisasi.
Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan, pemberian
petunjuk, dan instruksi kepada bawahan agar mereka
bekerja sesuai dengan rencana yg telah ditetapkan.
koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur
untuk menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan
mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu
tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang
telah ditentukan
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja
dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian
hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah
ditetapkan tersebut
Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala
aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah
direncanakan

Formulasi strategi adalah proses pengambilan


keputusan strategi baru , sementara
pengendalian manajemen adalah proses
implementasi strategi tersebut.
7.

Formulasi strategi pada dasarnya tidaklah


sistematis. Ancaman , kesempatan , gagasan
baru tidak terjadi pada jangka waktu yang tetap ,
dengan demikian keputusan strategis dapat di
ambil kapanpun
Sedangkan perbedaan paling penting antara
pengendalian tugas dan pengendalian
manajemen adalah bahwa banyak system
pengendalian manajemen tidak dapat di
sederhanakan menjadi suatu ilmu. Secara
definisi pengendalian manajemen melibatkan
perilaku para manajer , dan hal ini tidak dapat
dinyatakan melalui persamaan persamaan

Sudut pandang

Formulasi strategi

Pengendalian manajemen

Pengendalian tugas

Desain Sistem

Tidak Sistematis

Sistematis

Ilmiah ( specific )

Melibatkan penilaian dan

Malibatkan serangkaian

angka yang digunakan

langkah yang terjadi dalam

Terletak pada tugas specific

dalam proses biasanya

urutan yang dapat di

unit organisasi

Analisis

merupakan estimasi

prediksikan sesuai dengan

kasar

jadwal tetap dan dan estimasi


yang dapat di andalkan

Melibatkan manager dan


stafnya di setiap tingkatan
Individu yang

Melibatkan sedikit orang

dalam organisasi ( manager

Manusia tidak terlibat sama

terlibat dalam

penggagas, staf pusat

berinteraksi dengan manager

beberapa proses produksi y

analisis

,dan manajer senior

lainnya )

interaksinya antara seorang

Berkaitan dengan

Berkaitan dengan aktivitas

perumusan strategi yang

para manajer yang di

besar dan penting ,

definisikan secara luas dalam

strategi menetapkan

menentukan apa yang harus

Berkaitan dengan tugas t

secara umum arah tujuan

dilakukan dalam kendala

besar membutuhkan sediki

pergerakan organisasi

strategis secara umum

pertimbangan untuk melak

Lingkup

8. Ada empat jenis pusat tanggung jawab, digolongkan


menurut sifat input dan/atau output moneter yang
diukur untuk tujuan pengendalian :
a. pusat pendapatan
b. pusat beban

c. pusat laba
d. pusat investasi.

Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang


keluarannya diukur dalam satuan moneter, sedang masukannya
tidak

dihubungkan

dengan

keluarannya.

Masukan

pusat

pendapatan tidak dihubungkan dengan pendapatannya karena


kedua

hal

tersebut

pada

umumnya

memang

sulit

untuk

dihubungkan.
Contoh pusat pendapatan adalah bagian pemasaran. Contoh
biaya yang sulit untuk dihubungkan dengan pendapatan adalah
biaya penelitian pemasaran, pengumpulan informasi tentang
pesaing, iklan dan hubungan masyarakat.
PUSAT BEBAN / BIAYA
: Pusat tanggung jawab yang inputnya diukur secara moneter,
namun outputnya tidak.
Ada 2 jenis pusat beban:
Pusat Beban Teknik, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.
Input-inputnya dapat diukur secara moneter.
b.
Input-inputnya dapat diukur secara fisik.
c.
Jumlah dollar optimum dan input yang dibutuhkan untuk
memproduksi satu unit output dapat ditentukan.

Pusat Beban Kebijakan,meliputi :


unit-unit administratif dan pendukung (seperti akuntansi,
hukum, hubungan industrial, hubungan masyarakat,sumber daya
manusia)

Karakteristik anggaran biaya pusat beban kebijakan:


a.
Bukan merupakan pengukur efisinsi
b.
Batas atas pengeluaran biaya yang dapat dilakukan oleh
manajer
pusat
beban
yang
bersangkutan,
dan
biaya
sesungguhnya tidak boleh melampaui anggaran.
c.
Kesanggupan manajer pusat beban yang bersangkutan untuk
melaksanakan semua kegiatan yang direncanakan dengan biaya
yang dianggarkan.
2.

PUSAT PENDAPATAN
Suatu pusat tanggung jawab dalam suatu organisasi yang kinerja
manajernya dinilai atas dasar pendapatan dalam pusat tanggung
jawab yang dipimpinnya. Pusat pendapatan biasanya sekaligus
merupakan pusat beban kebijakan.
3.
PUSAT LABA
Suatu pusat tanggung jawab dalam suatu organissasi yang
kinerja manajernya dinilai atas dasar selisih pendapatan
dengann beban biaya dalam pusat tanggung jawab yang
dipimpinnya.
4.
PUSAT INVESTASI
Suatu pusat tanggung jawab dalam suatu organissasi yang
kinerja manajernya dinilai atas dasar pendapatan, beban, dan
sekaligus investasi (aktiva atau modal) pada pusat tanggung
jawab yang dipimpinya atau berdasar pada laba dan investasi
yang diperlukan untuk memperoleh laba.