Anda di halaman 1dari 5

1

PERPINDAHAN KALOR SECARA RADIASI


Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan kalor dalam bentuk
gelombang elektromagnetik. Contoh perpindahan kalor secara radiasi adalah
hangatnya tubuh anda ketika berada di dekat tungku api dan perpindahan kalor
dari matahari menuju bumi. Matahari memilikisuhu lebih tinggi (sekitar 6000
Kelvin), sedangkan bumi memiliki suhu yang lebih rendah. Adanya perbedaan
suhu antara matahari dan bumi menyebabkan kalor berpindah dari matahari (suhu
lebih tinggi) menuju bumi (suhu lebih rendah). Seandainya perpindahan kalor dari
matahari menuju bumi memerlukan perantara alias medium, sebagaimana
perpindahan kalor secara konduksi dan konveksi, maka kalor tidak mungkin tiba
di bumi; kalor harus melewati ruang hampa (atau hampir hampa). Jika tidak ada
sumbangan kalor dari matahari, maka kehidupan di bumi tidak akan pernah ada
karena kehidupan membutuhkan energi.
Contoh lain perpindahan kalor secara radiasi adalah panas yang dirasakan
ketika kita berada di dekat nyala api. Panas yang kita rasakan bukan disebabkan
oleh udara yang kepanasan akibat adanya nyala api. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, udara yang panas akan memuai sehingga massa jenisnya berkurang.
Akibatnya udara yang massa jenisnya berkurang bergerak vertikal ke atas, tidak
bergerak horisontal ke arah kita. Tubuh kita terasa hangat atau panas ketika berada
di dekat nyala api karena kalor berpindah dengan cara radiasi dari nyala api (suhu
lebih tinggi) menuju tubuh kita (suhu lebih rendah).
Perpindahan kalor dengan cara radiasi sedikit berbeda dibandingkan
dengan perpindahan kalor secara konduksi dan perpindahan kalor secara
konveksi. Perpindahan kalor dengan cara konduksi dan konveksi terjadi ketika
benda-benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan. Sebaliknya,
perpindahan kalor secara radiasi bisa terjadi tanpa adanya sentuhan.
Rumus perpindahan kalor secara radiasi
Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi ditemukan sebanding dengan
luas benda dan pangkat empat suhu mutlak (Skala Kelvin) benda tersebut. Benda
yang memiliki luas permukaan yang lebih besar memiliki laju perpindahan kalor
yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang memiliki luas permukaan yang
lebih kecil. Demikian juga, benda yang bersuhu 2000 Kelvin, misalnya, memiliki
laju perpindahan kalor sebesar 24 = 16 kali lebih besar dibandingkan dengan
benda yang bersuhu 1000 Kelvin. Hasil ini ditemukan oleh Josef Stefan pada
tahun 1879 dan diturunkan secara teoritis oleh Ludwig Boltzmann sekitar 5 tahun
kemudian.

Keterangan : Q = Kalor, t = waktu, A = Luas permukaan benda (m2), T = Suhu


mutlak benda (K), e = Emisivitas (angka tak berdimensi yang besarnya berkisar
antara 0 sampai 1), 5,67 x 10-8W/m2.K4 (Konstanta universal. Disebut juga
sebagai konstanta Stefan-Boltzmann), Q/t = laju perpindahan kalor secara radiasi
atau laju radiasi energi
Benda yang permukaannya berwarna gelap (hitam) memiliki emisivitas
mendekati 1, sedangkan benda yang berwarna terang memiliki emisivitas
mendekati 0. Semakin besar emisivitas suatu benda (e mendekati 1), semakin
besar laju kalor yang dipancarkan benda tersebut. Sebaliknya, semakin kecil
emisivitas suatu benda (e mendekati 0), semakin kecil laju kalor yang
dipancarkan. Kita bisa mengatakan bahwa benda yang berwarna gelap (warna
hitam) biasanya memancarkan kalor lebih banyak dibandingkan dengan benda
yang berwarna terang (warna putih).
Besarnya emisivitas tidak hanya menentukan kemampuan suatu benda
dalam memancarkan kalor tetapi juga kemampuan suatu benda dalam menyerap
kalor yang dipancarkan oleh benda lain. Benda yang memiliki emisivitas
mendekati 1 (benda yang berwarna gelap) menyerap hampir semua kalor yang
dipancarkan padanya. Hanya sebagian kecil saja yang dipantulkan. Sebaliknya,
benda yang memiliki emisivitas mendekati 0 (benda yang berwarna terang)
menyerap sedikit kalor yang dipancarkan padanya. Sebagian besar kalor
dipantulkan oleh benda tersebut. Benda yang menyerap semua kalor yang
dipancarkan padanya memiliki emisivitas = 1. Benda jenis ini dikenal dengan
julukan benda hitam. Istilah benda hitam tidak menjelaskan bahwa benda
berwarna hitam tetapi menjelaskan kemampuan benda menyerap semua kalor
yang dipancarkan padanya.

Perpidahan Kalor Secara Radiasi


Berbeda dengan 2 jenis perpindahan kalor secara konveksi ataupun
konduksi yang menggunakan medium, perpindahan kalor ini tdak membutuhkan
medium atau perantara. Apa contohnya? Panas matahari yang sampai kebumi
melewati ruang angkasa yang hampa udara (tanpa ada medium). Setiap benda bisa
menyerap kalor dipancarkan secar radiasi. Akan tetapi yang menentukan daya
serap dan daya bukannlah jenis bahan benda tersebut melainkan warnanya.
Semakin hitam sebuah benda maka benda tersebut akan cenderung
semakin menyerap panas yang dipancarkan melalui radiasi. Kehitaman sebuah
inilah yang disebut sebagai emisivitas bahan disimbolkan dengan e. Laju
penyerapan kalor yang dipancarkan secara radiasi dirumuskan

Dengan e adala emisivitas benda, dimana jika benda hitam mempunyai


nilai e = 1 jka benda berwarna hitam dan e bernilai 0 (nol) jika benda berwarna
putih. adalah konstanta Setfan-Boltzman = 5,67 x10 -8C. Aadalah luas
permukaan benda dan T adalah suhu dalam kelvin.
Contoh:
1. Benda hitam sempurna luas permukaannya 1 m2 dan suhunya 27 C. Jika suhu
sekelilingnya 77 C, hitunglah:
a. kalor yang diserap persatuan waktu persatuan luas
b. energi total yang dipancarkan selama 1 jam.
Jawab:
Benda hitam, maka e = 1
T1 = 300 K
T2 = 350 K
= 5,67.10-8 watt m-2K-4
a. Kalor yang diserap per satuan waktu = e ( T24 T14) = 1. 5,67.10-8 (3504
3004) = 391,72 watt/m2
b. R = Q/A.t = 391,72. 1. 3600 = 1.410.120 Joule

Kita telah mengenal bahwa kalor dapat berpindah melalui perantara berupa
besi, di mana partikel dari perantara tidak ikut berpindah. Kita juga mengenal
bahwa kalor dapat berpindah di mana partikel dari perantaranya berpindah, seperti
pada air danudara. Lalu, bagaimana dengan panas dari matahari? Bagaimana
kalor bisa berpindah dari matahari ke bumi? mengingat bahwa cahaya matahari di
luar angkasa harus melalui ruang hampa udara, artinya tidak ada perantara berupa
fluida.
Kenyataan bahwa kalor bisa berpindah dari matahari menuju bumi,
meskipun
melewati
ruang
hampa.
Membuat
kita
perlu
untuk
mendefinisikan caraperpindahan kalor yang baru selain konduksi dan konveksi.
Yaitu perpindahan kalor secara radiasi. Radiasi adalah proses perpindahan kalor
tanpa melalui zat perantara.
Perpindahan kalor dengan cara radiasi seperti perpindahan kalor dari
matahari menuju bumi ini menggunakan bentuk gelombang untuk merambatkan
energinya. gelombang ini beruba Gelombang elektromagnetik, yang terdiri dari
medan magnet (B) dan medan listrik (E). ketika suatu benda dikenai gelombang
elektromagnetik ini, maka lama-kelamaan benda tersebut akan semakin panas dan
mengalami kenaikan suhu.
Perhatikan animasi mengenai bentuk gelombang elektromagnet pada
peristiwa radiasi di bawah ini :
Contoh sederhana yang lain dari perpindahan kalor secara radiasi,
misalnya pada waktu kita mengadakan kegiatan perkemahan, di malam hari yang

dingin sering menyalakan api unggun. Saat kita berada di dekat api unggun badan
kita terasa hangat karena adanya perpindahan kalor dari api unggun ke tubuh kita
secara radiasi.
Hal yang perlu di ingat ketika kita memahami bahwa api unggun juga
merupakan merupakan bentuk radiasi adalah bahwa di sekitar api unggun terdapat
udara. Sehingga sebenarnya, pada peristiwa api unggun tidak hanya radiasi saja
yang berperan, tapi juga bentuk perpindahan kalor yang lainya muncul di sana.

DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit
Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit
Erlangga.
Serway, Raymond A. & Jewett, Jhon W. 2004. Fisika Untuk Sains dan Teknik
(Terjemahan).Jakarta : Penerbit Salemba Teknika
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan TeknikJilid I (Terjemahan). Jakarta :
Penebit Erlangga.
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas
(Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
http://rumushitung.com/2013/04/18/perpindahan-kalor-radiasi-konduksikonveksi/
http://gurumuda.net/perpindahan-kalor-secara-radiasi.htm