Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN UNTUK BAHAN PRESENTASI :

One piece flow : Menghasilkan dan menggerakkan satu barang pada satu waktu (atau
sejumlah kecil dan konsisten) melalui satu seri langkah proses yang sedapat mungkin tidak
terputus-putus, dengan setiap langkah proses hanya membuat apa yang diminta oleh proses
berikutnya.
Contoh di pelayanan kesehatan : Di apotik, proses penyiapan obat sedapat mungkin tidak
terputus-putus, mulai dari resep datang, pemberian harga, penyiapan obat, pemberian etiket,
sampai penyerahan obat. Sedapat mungkin tidak terjadi penumpukan di tiap proses tersebut.
Just In Time (JIT) adalah filofosi manufakturing untuk menghilangkan pemborosan waktu
dalam total prosesnya mulai dari proses pembelian sampai proses distribusi. Fujio Cho dari
Toyota mendefinisikan pemborosan (waste) sebagai: " Segala sesuatu yang berlebih, di luar
kebutuhan minimum atas peralatan, bahan, komponen, tempat dan waktu kerja yang mutlak
diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk. Kemudian diperoleh rumusan yang lebih
sederhana, pengertian pemborosan: " Kalau sesuatu tidak memberi nilai tambah itulah
pemborosan.
Jidoka adalah istilah bahasa Jepang yang artinya adalah Otomatisasi dan Otonomisasi. Arti
ini berasal dari dua huruf kanji Jidoka. a. Menjamin hasil produksi, mencapai kualitas
terbaik.b. Penyederhanaan man power produksi. c. Mencegah terjadinya down time akibat
adanya kelainan pada proses produksi.mJidoka adalah istilah bahasa Jepang yang artinya
adalah Otomatisasi dan Otonomisasi. Arti ini berasal dari dua huruf kanji Jidoka. Otomatisasi
adalah mengubah proses manual (yang dikerjakan manusia) menjadi proses mesin. Yang
diotomatisasi adalah operasionalnya saja, tanpa adanya umpan balik yang dapat mendeteksi
kesalahan, dan tidak ada sistem penghentian proses bila terjadi kesalahan. Otonomisasi
adalah mengubah proses manual menjadi proses mesin dengan menambah pengendalian cacat
secara otomatis. Dalam otomatisasi ini, disamping melibatkan beberapa jenis sistem
otomatisasi dalam proses mesin, juga melibatkan pengendalian mutu yang dapat
menghentikan proses bila terjadi cacat di proses produksi.
Kaizen adalah suatu proses perbaikan terus menerus. Toyota paling getol dalam urusan
kaizen dan setiap saat melakukan kaizen. Ada pendapat yang mengatakan bahwa ketika kita
tidak bergerak, atau statis maka sebenarnya kita berada dalam kemunduran. Kaizen adalah
salah satu pokok penting dalam Toyota Way. Orang Jepang memiliki filosofi yang
didasarkan pada pemikiran bahwa perbaikan terus-menerus meningkatkan produktivitas
pekerja. Sumber daya manusia merupakan faktor utama dalam proses Kaizen, dengan
keyakinan bahwa sangat penting untuk mendorong dan mendukung pekerja dengan memuji

partisipasi mereka dalam Kaizen. Jika diterapkan diperusahaan seharusnya Kaizen dilakukan
baik oleh karyawan terendah sampai kepada Top Manajemen perusahaan tersebut.
Heijunka merupakan pondasi dalam Sistem Produksi Toyota dan sebagai syarat/ kondisi
yang harus tercapai untuk menerapkan Sistem Produksi Tepat Waktu (Just In Time).
Heijunka dilakukan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi terhadap
keinginan pasar atau konsumen. Heijunka produksi sangat tepat diaplikasikan untuk
memproduksi produk-produk yang berlainan jenis/model campuran dalam suatu lini
produksi. Definisi heijunka menurut Suzaki (1991) adalah
Sistem produksi yang memproduksi barang bermacam-macam (campur) dalam satu
lini produksi, yang berarti produksi dilakukan secara bergilir dalam setiap hari, tiap
jam bahkan tiap menit sehingga tingkat persediaan dalam proses menjadi lebih
rendah
Definisi lainnya menurut PT Toyota Motor Company (1994) adalah:
Suatu metode sistem produksi yang merata berdasarkan pada target yang ditentukan
secara bulanan dan harian dengan memantau model spesifikasi unit, sehingga dapat
mengurangi fluktuasi beban kerja
Atau definisi menurut Liker (2006) adalah :
Meratakan produksi baik dari segi volume maupun bauran produk. Ia tidak membuat
produk berdasarkan urutan aktual dari pesanan pelanggan, yang dapat naik dan turun
secara tajam, tapi mengambil jumlah total pesanan dalam satu periode dan
meratakannya sehingga dibuat dalam jumlah dan bauran yang sama setiap hari.