Anda di halaman 1dari 8

Percobaan 23

PEMERIKSAAN JUMLAH MIKROORGANISME DALAM AIR

I. TUJUAN

Untuk menghitung jumlah sel yang ada dalam sampel air dengan metode
pengenceran dan total plate count

II. PRINSIP
Pada percobaan ini, praktikan akan menghitung jumlah koloni bakteri dengan system
pengenceran. Total jumlah koloni yang ada dikalikan dengan factor pengenceran unutk
mendapatkan jumlah bakteri per ml sampel. Pengenceran terutama diperlukan unutk air kotor
agar dapat diamati. Untuk pengamatan koloni hanya dapat dilakukan pada rentang jumlah 30
300 koloni.
III. TEORI DASAR
Untuk mikrobiologi, kultur sel, dan banyak aplikasi yang memerlukan penggunaan suspensi
sel perlu untuk menentukan konsentrasi sel. Cara ini seringkali dapat menentukan densitas
sel suspensi spektrofotometri, namun tidak dapat menilai kelangsungan hidup sel, juga tidak
bisa membedakan satu jenis sel. Sebuah alat yang digunakan untuk menentukan jumlah sel
per satuan volume suspensi ini disebut ruang penghitungan (Hemocytometer).. Jenis yang
paling banyak digunakan ruang disebut hemositometer, karena itu pada awalnya dirancang
untuk menghitung jumlah sel darah

Untuk mempersiapkan counting chamber, permukaan mengilap seperti cermin pada


counting chamber dibersihkan dengan kertas lensa secara hati-hati. Coverslip juga
dibersihkan. Coverslips untuk counting chamber khusus dibuat dan lebih tebal daripada yang
dipakai pada mikroskop konvensional, karena mereka harus cukup berat untuk mengatasi

tegangan permukaan cairan. The coverslip is placed over the counting surface prior to
putting on the cell suspension. coverslip ditempatkan di atas permukaan penghitungan
sebelum diisi suspensi sel. Suspensi dimasukan ke dalam salah satu sumur berbentuk V
dengan pipet. Daerah di bawah coverslip mengisi dengan aksi kapiler. Cairan dengan jumlah
yang cukup harus dimasukan sehingga permukaan kaca tertutup cairan penuh. Counting
chamber yang telah terisi kemudian ditempatkan pada meja mikroskop dan menghitung grid
dengan fokus pada daya rendah.

Hal ini penting untuk sangat berhati-hati dengan tujuan pembesaran yang lebih tinggi,
karena ruang penghitungan jauh lebih tebal daripada slide konvensional. Ruang atau lensa
objektif mungkin rusak jika pengguna tidak tidak berhati-hati. Satu grid seluruh pada
hemacytometers standar dengan aturan Neubauer dapat dilihat di 40x (4x obyektif). Garis
pembagi utama memisahkan grid menjadi 9 kotak besar (seperti grid pada teka teki silang).
Setiap persegi memiliki luas permukaan satu mm persegi, dan kedalaman ruang adalah 0,1

mm. Jadi seluruh grid untuk menghitung sebesar volume 0,9 mm2
Suspensi harus cukup encer sehingga sel atau partikel lain tidak tumpang tindih satu sama
lain di grid, dan harus merata. Untuk melakukan penghitungan, harus ditentukan perbesaran
yang sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mengenali jenis sel yang diinginkan. Sekarang
secara sistematis, hitung sel dalam kotak dipilih sehingga jumlah total adalah 100 sel atau
lebih (jumlah sel yang diperlukan untuk hitungan statistik signifikan). Untuk sel-sel besar ini
mungkin berarti menghitung empat kotak sudut besar dan yang di tengah. Untuk suspensi
padat untuk

sel kecil, Anda mungkin ingin menghitung sel-sel di empat 1 / 25 mm2

ditambahdi sudut kotak dan di tengah kotak. Selalu tentukan pola penghitungan khusus
untuk menghindari bias. Untuk sel-sel yang tumpang tindih pada garis batas, hitungan sel
jika tumpang tindih dengan garis ukur atas atau kanan, dan abaikan jika tumpang tindih pada
bagian garis ukur bawah atau kiri.

Berikut adalah cara untuk menentukan jumlah partikel menggunakan hemositometer


Neubauer. Misalkan Anda melakukan jumlah seperti dijelaskan di atas, dan jumlah partikel
187 dalam lima kotak kecil dijelaskan. Setiap kotak memiliki luas wilayah 1 / 25 mm2
(yaitu, 0,04 mm2) dan kedalaman 0,1 mm. Volume total pada setiap persegi (0,04) x (0,1) =
0.004 mm2. Anda memiliki lima kotak dengan volume gabungan 5x (0,004) = 0,02 mm2..
Dengan demikian Anda dihitung 187 partikel dalam volume 0,02 mm2, memberikan Anda
187 / (0,02) = 9350 partikel per mm-potong dadu.. Ada 1.000 milimeter kubik dalam satu
sentimeter kubik (sama dengan mililiter a), sehingga jumlah partikel Anda adalah 9.350.000
per ml.
Sel seringkali cukup besar untuk meminta kita menghitung melalui area permukaan
yang lebih besar. Misalnya, Anda mungkin menghitung jumlah sel di empat sudut kotak
besar ditambah tengah gabungan. Setiap persegi memiliki luas permukaan 1 mm 2 dan
kedalaman 0,1 mm, memberikan volume 0,1 mm2. Misalkan Anda sebanyak 125 sel (total)
dalam lima kotak. Anda kemudian memiliki 125 sel per 0,5 mm2, yang adalah 250 sel /
mm2. Sekali lagi, kalikan dengan 1000 untuk menentukan jumlah sel per ml (250.000).

IV. ALAT

2 tabung reaksi + NA tegak

4 labu Erlenmeyer

4 pipet steril 1 ml

2 cawan petri

BAHAN

Sampel air

Akuades steril

V. CARA KERJA
1) Encerkan sampel air sampai 10000 kali secara bertahap. Dari pengenceran 0,0001
diambil sampel secara aseptik ke dalam cawan petri. Yang pertama 0,1ml dan yang
kedua 1 ml. Lakukan sesuai pada gambar.
0,1 ml sampel

0,1

0,1 ml

0,1 ml

0,01

0,1 ml

0,001

0,1 ml

0,0001

1 ml

2) Kedalam kedua cawan petri berisi suspense air masukkan medium agar nutrisi
masing-masing satu tabung tegak. Kocok homogen dengan cara menggoyang cawan
secara merata.

3) Inkubasi pada suhu 37C selama 24-48 jam kemudian hitung bakteri yang tumbuh
selama 2 hari dari kedua macam pengenceran.

4) Nyatakan dalam jumlah koloni bakteri dalam sel/ml sampel

VI. DATA HASIL


Pada sampel 0,1 ml

Pada sampel 1 ml

VII. ANALISIS
Pada percobaan kali ini, digunakan sampel air yang berasal dari
perairan kotor. Secara teori, jelas bahwa di dalam perairan kotor
jelas terkandung banyak bakteri dari golongan coli. Pada
percobaan kali ini, sampel air yang digunakan diencerkan sampai
konsentrasi

0,0001 (factor pengenceran 10000). Hal

ini

dikarenakan kandungan kotoran yang sangat pekat dalam sampel.


Tujuannya agar mendapatkan hasil yang valid ( jumlah koloni pada rentang 30 -300 jumlah
koloni).
Dari pengamatan didapatkan hasil sebanyak 1 koloni untuk cawan petri sampel 0,1 ml dan
sebanyak 107 koloni untuk cawan petri sampel 1 ml. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku
bahwa pengamatan hanya valid jika jumlah koloni dalam cawan petri berjumlah 30 300,
maka hasil yang diambil adalah pada cawan petri sampel 1 ml (sebanyak 107 koloni).
Jumlah

koloni

yang

didapat

dikalikan

dengan

factor

pengenceran didapat hasil 107 x 10000 = 1.070.000 jumlah


koloni terlarut dalam sampel air. Dari hasil ini menunjukkan
bahwa sampel air yang ada memang sangat tercemar, sehingga
sangat tidak mungkin untuk dikonsumsi secara langsung.
Terdapat kesalahan dalam percobaan sehingga berpengaruh pada data hasil salah satunya
adalah perbedaan yang sangat mencolok pada sampel kedua cawan petri. Secara teoritis
seharusnya cawan petri 0,1 ml mengandung koloni kira-kira sebanyak 1/10 jumlah koloni
dari cawan petri 1 ml, tapi hasil yang didapat berbeda, sehingga diambil sampel pada cawan
petri 1ml yang dianggap representative. Hal ini dikarenakan beberapa factor antara lain,
kesalahan pada saat pengenceran, pengambilan suspense air dari labu Erlenmeyer
pengenceran terakhir tidak representative, dan lain-lain. Adapun kesalahan lain yang ada
selama praktikum antara lain :
1. Kesalahan dalam proses pengenceran
2. Pengambilan sampel yang tidak representative
3. Kondisi yang tidak aseptic selama percobaan
4. Kesalahan pada saat menghitung jumlah koloni.

VIII. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dilakukan perhitungan pada cawan petri sampel 1 ml karena dianggap
valid (berada pada rentang 30 -300 jumlah koloni). Jumlah koloni yang didapat dikalikan
dengan factor pengenceran didapat hasil 107 x 10000 = 1.070.000 jumlah koloni terlarut
dalam sampel air.

IX. DAFTAR PUSTAKA


www.ruf.rice.edu/~bioslabs/methods/microscopy/cellcounting.html (11/3/2011)
http://id.wikipedia.org/wiki/Hemasitometer (11/3/2011)
http://www.scribd.com/doc/39589005/Counting-Chamber (11/3/2011)