Anda di halaman 1dari 27

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur
Alamat
Jenis kelamin
Agama
Suku
Pendidikan terakhir
Status
Pekerjaan
Pekerjaan suami
Masuk RS tanggal

: Ny. J
: 34 thn
: Buana Impian IIF/2B Batam
: Perempuan
: Islam
: Melayu
: SMA
: Menikah
: IRT
: Nelayan
: 05-04-2014

ANAMNESIS
Pasien datang dari rujukan bidan karena plasenta tidak lahir >2 jam
Keluhan utama:
P3A0 datang dengan Ari-ari (plasenta) belum keluar setelah melahirkan >2 jam.

Keluhan tambahan
Darah mengalir dari jalan lahir, bayi lahir normal tetapi plasenta tidak kunjung
lahir.
Riwayat penyakit sekarang
P3A0 datang atas rujukan dari bidan dengan Ari-ari (plasenta) belum keluar
setelah melahirkan. Melahirkan pada tanggal 05-04-2014 jam 22.00 WIB. Os
datang ke IGD dengan keluarganya. Os juga mengeluh badanya Lemas (+),
pucat (+), menurut keterangan darah keluar banyak.

Riwayat terdahulu
Sudah pernah mengalami seperti ini (ari-ari/plasenta lama keluar pada anak
ke 2). Hipertensi, kencing manis alergi dan penyakit jantung disangkal.
Riwayat penyakit keluarga
(-). Riwayat hipertensi, kencing manis, asma, alergi dan penyakit jantung
disangkal.

Alergi obat
Negatif (-)

RIWAYAT OBSTETRI
1.
Bidan, 3000gr, , hidup
2.
Bidan, 2500gr, , hidup
KETERANGAN TAMBAHAN
Riwayat kontrasepsi:
Tidak pernah KB
Riwayat PNC:
Bidan, 2 kali, Pertama kali memeriksakan kehamilan pada umur kehamilan 3
bulan. Dan yang kedua kali pada umur kehamilan 5 bulan dengan keluhan mual
muntah.
HPHT
HAID
Menarche
Siklus
Lama
Jumlah
Sifat

: Lupa

: 13 tahun
: Teratur, kira-kira 28 hari
: Kurang lebih 1 minggu
: Mengganti 2 pembalut per hari
: Tidak ada bekuan, tidak nyeri

Status Generalis:
KU
Tanda vital
Berat badan
Tinggi badan

: Komposmentis
:
T : 80/50 mmHg
R : 20x menit
S : 36,5
: 52 kg
: 158 cm

N : 70x/menit

Pemeriksaan Fisik:
Kepala
: Normochepali
Konjungtiva
: Anemis
Sklera
: tidak ikterik
Leher
: KGB
: tidak teraba membesar
JVP
: tidak meningkat
Kelenjar thyroid
: tidak teraba membesar
Thoraks
: Jantung
: BJ S1-S2 murni regular, murmur -, gallop Paru-paru
: Sonor, V ki=ka, Rh -/-, Wh -/Abdomen
: Inspeksi
: mencembung, simetris
: Auskultasi
: BU (+) normal
: Palpasi
: nyeri tekan (-), TFU setinggi pusat
Genitalia
: Vulva/vagina tidak ada kelainan, darah (+), lendir (+), terlihat tali
pusat
: Pemeriksaan dalam
: pembukaan 3-4 cm
Ekstremitas
: Edema -/Varises
: -/-

STATUS OBSTETRIK
Pemeriksaan Luar
Tinggi Fundus
: TFU setinggi pusat
Presentasi
: tidak dilakukan
His/10mnt
: tidak ada
Pemeriksaan Dalam
V/U
: Tidak dilakukan
Inspekulo
: Tidak dilakukan
Vagina touche:
Pembukaan
: 3-4 cm
Portio
: tebal dan lunak dan teraba tali pusat dan plasenta

DIAGNOSIS
P3A0 dengan retensio placenta + anemia berat
RENCANA PENATALAKSANAAN
Umum:
IVFD 2 Line, tangan kanan D5% 20 gtt/menit.
Tangan kiri transfusi whole blood 1 kolf
Observasi perdarahan, TNRS
Khusus:
Metronidazole 2x1 /12jam IV
Cefotaxim 3x1 /8jam IV
Pasang kateter
Sedia darah untuk persiapan

Laporan manual plasenta: (06-04-2014)


Jenis anastesi
: umum
Diagnosis
: P3 A0 + retensio plasenta + anemia berat
Tindakan operasi : Manual plasenta
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium (06-04-2014)
Hb
: 5,9 g/dl
Leukosit
: 9.500 /ul
Ht
: 20%
Eritrosit
: 2,4 juta/ul
Trombosit
: 144 ribu/ul
BT/CT
: 5,30/8,20
HBsAg
: (-)
Laboratorium (07-04-2014)
Hb
: 6,2 g/dl
Leukosit
: 9.800 /ul
Ht
: 18%
Eritrosit
: 2,2 juta/ul
Trombosit
: 159 ribu/ul

Laboratorium (08-04-2014)
Hb
: 7,5 g/dl
Leukosit
: 6.900 /ul
Ht
: 25%
Eritrosit
: 3,0 juta/ul
Trombosit
: 85 ribu/ul
Laboratorium (08-04-2014)
Hb
: 8,5 g/dl
Leukosit
: 6.100 /ul
Ht
: 29%
Eritrosit
: 3,3 juta/ul
Trombosit
: 108 ribu/ul

RESUME
Seorang wanita usia 34 tahun (P3A0) datang ke IGD
tanggal 05-04-2014 jam 22.00 WIB dengan keluhan ariari (placenta) belum lahir setelah melahirkan >2 jam .
Melahirkan tanggal 05-04-2014 jam 19.15.00 WIB.
Riwayat perdarahan sebelumnya diakui yaitu sesaat
setelah melahirkan namun saat di IGD tidak terjadi
perdarahan.
Vagina touche: Portio: tebal dan lunak, teraba placenta
dan tali pusat.

FOLLOW UP
06-04-2014
S

Mules, lemas, mengatakan ari-ari belum keluar, keluar darah lewat vagina.

TSS/CM

T: 80/50

Kepala

N: 70x/menit

Thorax

:mata: ca -/-, si -/: Cor: BJ 1 dan 2 (+) N, murmur (-), gallop(-)

R: 20x/menit
S: 36oC

: Pulmo: vesikuler (+/+), wz (-/-), rh (-/-),


Abdomen

: I: datar
: A: BU (+)
: P: supel, nyeri tekan (-), TFU setara pusat
: P: Timpani

Ekstremitas

: akral dingin

P3A0 retensio plasenta + anemia berat

Obs KU

Obs perdarahan

Infuse D5% 20 t/min

Manual plasenta

Nyeri seluruh lapang perut, lemas, mengatakan ari-ari belum keluar, keluar darah lewat vagina.

TSS/CM

T: 120/80

Kepala

N: 60x/menit

Thorax

:mata: ca -/-, si -/: Cor: BJ 1 dan 2 (+) N, murmur (-), gallop(-)

R: 24x/menit
S: 36,2oC

: Pulmo: vesikuler (+/+), wz (-/-), rh (-/-),


Abdomen

: I: datar
: A: BU (+)
: P: supel, nyeri tekan (+), BU (+)
: P: Timpani

Ekstremitas

: akral dingin

P3A0 retensio plasenta + anemia berat

Obs KU

Obs perdarahan

Manual plasenta

Pasang infuse 2 line taka glukosa 5%, taki darah

Transfuse 4 kolf

Cek Hb

Metronidazole 2x1 selama 2 hari

Cefotaxime 3x1 selama 2 hari

Amoxycilin 3x1

Tidak ada keluhan, mual (-), muntah (-), BAB (+), BAK (+), flatus (+), mobilisasi (+)

TSR/CM

T: 140/80

Kepala

N: 68x/menit

Thorax

: mata: ca -/-, si -/: Cor: BJ 1 dan 2 (+) N, murmur (-), gallop(-)

R: 18x/menit
S: 36,2oC

: Pulmo: vesikuler (+/+), wz (-/-), rh (-/-),


Abdomen

: I: datar
: A: BU (+)
: P: supel, nyeri tekan (-),
: P: Timpani

Ekstremitas

: akral hangat

P3A0 retensio plasenta + anemia berat

Obs KU

Obs perdarahan

Infuse RL 20 gtt/m

Terapi lanjut

RETENSIO PLASENTA
Retensio plasenta adalah suatu
keadaan di mana plasenta belum lahir
30 menit setelah bayi lahir.

Etiologi
Penyebab retensio plasenta:
Plasenta belum terlepas dari dinding uterus
karena kontraksi uterus kurang kuat untuk
melepaskan plasenta dan dapat juga karena
plasenta tumbuh melekat lebih dalam

Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena


atonia uteri dan akan menyebabkan perdarahan
yang banyak. Atau karena adanya lingkaran
konstriksi pada bagian bawah rahim akibat
kesalahan penanganan kala III, yang akan
menghalangi plasenta keluar (plasenta
inkarserata).

Faktor resiko
- Partus lama
- Overdistensi uterus ( hidramnion , kehamilan
kembar, makrosomia )
- Perdarahan antepartum
- Pasca induksi oksitosin atau MgSO4
- Korioamnionitis
- Mioma uteri
- Efek Anastesi

Gejala Klinis
- Perdarahan dari jalan lahir. ditemukan jika
plasenta ruptur sebagian atau seluruhnya
- Tidak teraba tonus uterus pada palpasi
abdomen
- Tanda-tanda Shock. Retensi plasenta lebih dari
2 jam bisa mengakibatkan shock walaupun
tidak ada tanda-tanda perdarahan (Idiopathic
obstetric shock)

ANEMIA
Pengertian

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar Hb


dan atau hitung eritrosit lebih rendah dari harga
normal. Dikatakan sebagai anemia bila Hb < 14
g/dl dan Ht < 41 % pada pria atau Hb < 12 g/dl
dan Ht < 37 % pada wanita. Memungkinkan
terjadinya penurunan kuantitas hemoglobin,
penurunan komponen eritrosit

Etiologi
Perdarahan
Kecelakaan
Pembedahan
Persalinan
Pecah pembuluh darah
Penyakit kronik menahun
Pecahnya pembuluh darah
Penyakit kronik menahun
Perdarahan hidung
Wasir
Ulkus peptikum
Kanker atau polip di saluran pencernaan
Tumor ginjal atau kandung kemih
Perdarahan menstruasi yang banyak
Kekurangan Fe, vitamin B12, asam folat, vitamin c
Talasemia

Klasifikasi Anemia

1) Anemia ringan Hb
: 8 10gr%
2) Anemia sedang Hb
: 6 8 gr%
3) Anemia berat Hb : Kurang dari 6 gr%

Mengapa pasien ini didiagnosis retensio plasenta dan anemia berat?


Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta setengah
jam setelah persalinan bayi.
Pada pasien ini persalinan kala II terjadi pada tanggal 05-04-2014
jam 22.00, dan ari-ari (plasenta) belum lahir >2 jam sampai dilakukan manual
plasenta pada tanggal 06-04-2014 jam 11.00.
Sedangkan anemia adalah keadaan dimana kadar Hb atau hitung
eritrosit lebih rendah dari kadar normal. Dikatakan anemia bila Hb <14 g/dl
dan Ht <41% pada pria atau Hb <12 g/dl dan Ht <37% pada wanita. Dalam
klasifikasi anemia kadar anemia ringan 8-10 g/dl, anemia sedang 6-8 g/dl,
dan anemia berat bila kadar Hb <6 g/dl
Pada pasien ini pada tanggal 05-04-2014 dilakukan pemeriksaan
darah perifer lengkap didapatkan kadar Hb 5,9 g/dl dan kadar Ht 20%

Bagaimana etiologi terjadinya retensio plasenta dan anemia berat?


Etiologi retensio plasenta ada 2 macam yaitu
Retensi pada plasenta yang sudah terlepas oleh kerena his yang
tidak adekuat, dan tertahannya plasenta di kavum uteri disebabkan oleh
kontriksi ostium uteri.
Retensio pada plasenta yang belum terlepas dikarenakan his yang
tidak adekuat, dan implantasi yang terlalu dalam.
Plasenta adhesiva (perlengketan)
Adalah implantasi yang kuat dari akar korion plasenta sehingga
menyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis.
Plasenta akreta
Adalah implantasi akar korion plasenta hingga memasuki sebagian lapisan
miometrium.
Plasenta inkreta
Adalah implantasi akar korion plasenta hingga memasuki lapisan
miometrium.
Plasenta perkreta
Adalah implantasi akar korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga
mencapai lapisan serosa dinding uterus

Bagaimana terjadinya perdarahan pervaginam pada kasus ini


(retensio plasenta)??
Penyebab terjadinya perdarahan pada kasus ini diakibatkan
oleh retensio plasenta. Apabila plasenta belum lahir setengah jam
setelah janin lahir, hal itu dinamakan retensio plasenta. Hal ini bisa
disebabkan karena plasenta belum lepas dari dinding uterus atau
plasenta sudah lepas akan tetapi belum dilahirkan. Jika plasenta
belum lepas sama sekali, tidak terjadi perdarahan, tapi apabila
terlepas sebagian maka akan terjadi perdarahan yang merupakan
indikasi

Kenapa bisa terjadi lemas dan pucat pada os?


Mekanisme terjadinya lemas dan pucat (anemis) pada os
dikarenakan ditandai dengan penurunan eritrosit dan hemoglobin
akibat perdarahan pervaginam yang terjadi yang mengakibatkan
anemia pada os sehingga transport O2 ke jaringan berkurang yang
menyebabkan metabolisme sel pada jaringan menurun, akibatnya
terjadi kelemahan

TERIMA KASIH