Anda di halaman 1dari 7

2.

1 Kelapa
Kelapa dengan alami tumbuh di pantai serta pohonnya meraih ketinggian
30 m. Tumbuhan kelapa ini awal mulanya berasal dari pesisir samudera hindia,
tetapi saat ini sudah tersebar di semua tempat tropika. Tumbuhan ini bisa tumbuh
sampai ketinggian 1. 000 m dari permukaan laut, tetapi bersamaan dengan
meningkatnya ketinggian, ia dapat alami pelambatan perkembangan.
Buahnya besar, diameter 10 cm hingga 20 cm atau bisa lebih, berwarna
kuning, hijau, atau coklat ; buah tersusun dari mesokarp berbentuk serat yang
berlignin, dimaksud sabut, membuat perlindungan sisi endokarp yang keras (
disebut dengan batok ) serta kedap air ; endokarp membuat perlindungan biji yang
cuma

dilindungi

oleh

membran

yang

menempel

didalam

endokarp.

Endospermium berbentuk cairan yang memiliki kandungan banyak enzim, serta


fase padatannya mengendap pada dinding endokarp bersamaan dengan makin
tuanya buah ; embrio kecil serta baru membesar saat buah siap untuk
berkecambah ( dimaksud kentos ).
Klasifikasi ilmiah dari kelapa yaitu :
Kerajaan:

Plantae

(tidak termasuk) Monocots


(tidak termasuk) Commelinids
Ordo:

Arecales

Famili:

Arecaceae

Upafamili:

Arecoideae

Bangsa:

Cocoeae

Genus:

Cocos

Spesies:
C. nucifera
Nama binomial kelapa itu sendiri adalah Cocos nucifera.

Gambar 1. Buah Kelapa


Tanaman kelapa merupakan komoditi ekspor dan dapat tumbuh
disepanjang pesisir pantai khususnya, dan dataran tinggi serta lereng gunung pada
umumnya. Buah kelapa yang menjadi bahan baku minyak disebut kopra. Dimana
kandungan minyaknya berkisar antara 60 65 %. Sedang daging buah segar
(muda) kandungan minyaknya sekitar 43 %. Minyak kelapa terdiri dari gliserida,
yaitu senyawa antara gliserin dengan asam lemak. Kandungan asam lemak dari
minyak kelapa adalah asam lemak jenuh yang diperkirakan 91 % terdiri dari
Caproic, Caprylic, Capric, Lauric, Myristic, Palmatic, Stearic, dan Arachidic, dan
asam lemak tak jenuh sekitar 9 % yang terdiri dari Oleic dan Linoleic. (Warisno,
2003) . Bagian-bagian buah kelapa dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar x. Bagian-bagian Buah Kelapa


Kelapa ini memiliki banyak manfaatnya dari setiap bagian tanamannya
Ada beberapa komoditi yang dapat diperoleh dari pohon kelapa, yaitu batang,
daun, nira dan bagian-bagian.(Anonim,2014)
Batang

Batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan


darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering
sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan
mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik
Daun
Daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan
juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan
tusuk daging (sate).
Nira
Nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung gula
pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan memotong
bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan akan menetes cairan
nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan untuk menguapkan airnya
sehingga konsentrasi gula meningkat dankental. Bila didinginkan, cairan ini akan
mengeras yang disebut gula kelapa. Nira juga dapat dikemas sebagai minuman
ringan.

Buah
Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa
yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk
pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali
Tempurung kelapa
Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah
menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau
diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan.
Daging kelapa
Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal
pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan,
kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran
minuman cocktail dan dijadikan selai.
Air kelapa
Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan
sebagai media pada fermentasi nata de coco.

2.4 Pasta
Pasta adalah makanan yang merupakan masakan khas Italia, dibuat dari
tepung terigu semolina yang merupakan hasil gilingan biji gandum durum
dicampur telur dan garam serta air sehingga sedikit berwarna kuning cerah, dan
bila dimasak dengaan benar akan menghasilkan tekstur yang sedikit kenyal. Pasta
dibawa oleh Marco Polo ke Italia setelah kunjungannya ke China yang ketika itu
dipimpin oleh Dinasti Yuan.
Lebih dari 600 macam pasta lahir dari Italia, dan sekarang tersebar hampir
di seluruh dunia. Di Asia, seperti Jepang dan Korea juga mengenal pasta.
Mungkin di sana lebih dikenal dengan sebutan ramen dan dangmyeon. Sama
seperti mie yang kita kenal di Asia Tenggara, semua jenis pasta ini terinspirasi
dari kebudayaan China yang menyebar ke seluruh Asia. Pasta sendiri sudah ada di
Sicily sejak jaman pertengahan. Di Roma dan Napoli pasta sudah lama menjadi
staple food. Catherine de Medici yang membawa pasta ke Prancis. Sampai awal
abad 20, macaroni & vermicelli (yang lebih tipis dari spaghetti) banyak dipakai di
Perancis untuk dessert & garnish sup.
Jenis-jenis pasta di dunia antara lain:
1. Pasta Spaghetti (Spageti):
Spageti adalah pasta berbentuk seperti lidi panjang tanpa lubang. Biasanya
spageti disajikan dengan saus tomat dan daging cincang.
2. Pasta Farfalle:
Pasta farfalle adalah pasta yang yang berbentuk seperti dasi kupu-kupu
dengan tepi yang bergerigi. Pasta ini sering disajikan bersama hidangan salad atau
sajian utama dengan saus creamy.
3. Pasta Conchiglie (Koncigli):
Bentuk conchiglie menyerupai kulit kerang. Pasta ini dapat disajikan
bersama saus atau ditambahkan ke dalam sup maupun salah.
4. Pasta - Cannelloni:
Pasta cannelloni berbentuk seperti pipa berlubang. Umumnya diameter
cannelloni sekitar 3 centimeter, dan panjangnya sekitar 5 centimeter. Pasta ini
cocok dimasak dengan daging dan keju pada hidangan panggang maupun rebus.

5. Pasta Rigatoni:
Rigatoni merupakan jenis lain dari Cannelloni, tetapi dengan bentuk yang
lebih pendek serta memiliki gurat-gurat vertikal di sisi luarnya.
6. Pasta Penne:
Penne merupakan Pasta yang mirip juga dengan cannelloni, akan tetapi
ujungnya berbentuk serong dan berdiameter lebih kecil.
7. Pasta Ditali:
Pasta ini berbentuk seperti pipa-pipa pendek. Ditali mirip dengan
cannelloni namun bentuknya lebih gemuk.
8. Pasta Lasagna:
Lasagna adalah pasta yang berbentuk lembaran tipis dengan panjang
sekitar 27centimeter dan lebar 5 centimeter. Lasagna dapat dijumpai dalam tiga
warna, yaitu kuning untuk hidangan panggang, merah untuk hidangan dengan
saus tomat, dan hijau yang cocok dipadukan dengan aneka sayuran.
9. Pasta Vermicelli:
Pasta ini mirip dengan spageti, hanya saja vermicelli berukuran lebih kecil
dan pendek. Pasta ini sering diolah bersama hidangan laut, laut, dan bisa juga
dijadikan isi sup.
10. Pasta Rotini:
Rotini adalah pasta yang berbentuk mirip spiral dan beralur. Pasta ini
sering diolah dengan daging, saus keju, juga sayuran.
11. Pasta Fusilli:
Semacam rotini, tapi pasta fusilli lebih tipis dan juga lebih panjang. Pasta
ini dapat diolah dengan saus krim dengan tomat dan kacang polong.
12. Pasta Macaroni:
Macaroni adalah pasta yang berbentuk pipa melengkung dengan lubang di
tengahnya. Macaroni sangat pas untuk hidangan yang dipanggang seperti
macaroni schotel dan dapat juga digunakan sebagai isi untuk aneka sup.
13. Pasta Fettuccine:
Pasta ini dapat dijumpai dalam tigawarna, yakni hijau dari sari bayam,
hitam dari tinta cumi-cumi, dan kuning dari telur. Fettuccine cocok dijadikan
sajian utama dengan daging, keju, sayuran, atau seafood.

14. Pasta - Tortellini:


Tortellini merupakan pasta yang diisi dengan daging dan keju. Kadang
sering juga ditambah dengan tomat dan bayam. Pasta ini sangat cocok dinikmati
dengan tomat dan saus krim.
15. Pasta Ravioli:
Pasta yang satu ini adalah pasta yang berbentuk mirip bantal kecil dan
biasanya diisi daging, keju, atau sayuran.

Daftar Pustaka
Warisno, 2003.Budi Daya Kelapa Genjah. Kanisius.Yogyakarta.
Anonim,2014.Kelapa,Pohon

Serbaguna.

Dapat

diakses

http://www.pramukanet.org . Diakses pada tanggal 29 September 2014.

di