Anda di halaman 1dari 9

1. Apa saja jenis-jenis darah? Fungsi masing-masing?

Eritrosit (Sel Darah Merah):


Merupakan bagian utama dari sel darah.
Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta
sel/cc darah.
Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya
adalah untuk mengikat Oksigen.
Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan penyakit Anemia.
Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa .
Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).
Lekosit (Sel Darah Putih)
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 9000 sel/cc darah.
Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/
benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk
tubuh.
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 9000 sel/cc darah.
Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/
benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Granulosit
- Neutrofil
Struktur :
Memiliki granula kecil berwarna merah muda dalam sitoplasmanya
Nukleusnya memiliki 3 sampai 5 lobus yang terhubungkan dengan benang kromatin
tipis
Diameternya 9 12 mikron
Fungsi : Sangat fagosit dan sangat aktif untuk menyerang dan menghancurkan
bakteri, virus atau agens penyebab cedera lainnya pada jaringan.
- Eosinofil
Struktur :
Memiliki granula sitoplasma yang kasar dan besar dengan pewarnaan oranye
kemerahan
Memiliki nukleus berlobus dua
Diameter 12 15 mikron
Fungsi :
Fagositik lemah. Jumlahnya akan meningkat saat terjadi alergi atau penyakit parasit
tetapi akan berkurang pada stres berkepanjangan.
Dalam detoksikasi histamin yang diproduksi sel mast dan jaringan cedera saat
inflamasi berlangsung
Eosinofil mengandung peroksidase dan fosfatase, yairu enzim yang mampu
menguraikan protein. Enzim ini mungkin terlibat dalam detoksifikasi bakteri dan
pemindahan kompleks antigen-antibodi.
- Basofil
Struktur :

Memiliki sejumlah granula sitoplasma besar yang bentuknya tidak beraturan dan
akan berwarna keunguan samapi hitam
Nukleus seperti huruf S
Diameternya 12 15 mikron
Fungsi : mengeluarkan histamine, yang penting dalam reaksi alergi, dan heparin,
yang membantu membersihkan lemak dari darah dan mungkin berfungsi sebagai
antikoagulan.

Agranulosit
- Monosit
Struktur :
Sel darah terbesar
Diameternya 12 18 mikron
Nukleusnya besar, berbentuk seperti telur atau ginjal, yang dikelilingi sitoplasma
berwarna biru keabuan pucat
Fungsi :
Sangat fagositik dan sangat aktif. Sel ini siap bermigrasi melalui pembuluh darah.
Jika monosit telah meninggalkan aliran darah, maka sel ini tetap menjadi histiosit
jaringan (makrofag tetap)
- Limfosit
Struktur :
Memiliki nucleus bulat berwarna biru gelap yang dikelilingi lapisan tipis sitoplasma
Ukurannya 5 8 mikron
Limfosit B : pembentukkan antibodi
Limfosit T : respons imun seluler
Trombosit
Fungsi : hemostatis dan perbaikkan pembuluh darah yang robek
Histologi Dasar edisi 8 L. Carlos juanqueria dkk

2. Apa fungsi darah?


a. Respirasi-pengankutan oksigen dari paru-paru ke jaringan dan pengangkutan dan pengangkutan
CO2 dari jaringan ke paru-paru
b. Nutrisi- pengankutan bahan-bahan makanan yang diserap
c. Eksresi- pengangkutan zat sisa metabolik ke ginjal, paru-paru, kulit dan intestinal untuk
dikeluarkan dari dalam tubuh
d. Mempertahankan keseimbangan asam-basa yang noramal didalam tubuh
e. Pengaturan keseimbangan air lewat efek darah pada pertukaran air anatara cairan yang beredar
dalam sirkulasi darah dan cairan jaringan.
f. Pengaturan suhu tubuh melalui distribusi panas tubuh
g. Pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibodi yang beredar
h. Pengangkutan hormon dan pengaturan metabolisme
i. Pengankutan metabolit
j. Koagulasi

Robert K. Murray. Daryl K.Granner. Peter A. Mayes. Victor W. odwell. Biokimia Hrper. EGC Jakarta.
2003
3. Apa saja komponen darah?
Plasma Darah
Terdiri dari air dan protein darah Albumin, Globulin dan Fibrinogen.
Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah.
Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya
benda asing (Antigen).
Zat antibodi adalah senyawa Gama Globulin.
Tiap antibodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam.
- Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen = Presipitin.
- Antibodi yang dapat menguraikan antigen = Lisin.
- Antibodi yang dapat menawarkan racun = Antitoksin.
Komponen plasma
Water = 90%
Proteins = (all synthesized by the liver)
Albumin = 54%, regulates osmotic pressure
Globulins = 38%, alpha and beta globulins in transport,
gamma globulins in defense (antibodies)
Fibrinogen = 7%, coagulation
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27832/4/Chapter%20II.pdf

4. Apa saja bahan-bahan pembentk darah?


1. Asam folat dan vitamin B12 : merupakan bahan pokok pembentuk inti
sel.
2. Besi : sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin.
3. Cobalt, magnesium, Cu, Zn.
4. Asam amino.
5. Vitamin lain : vitamin C. vitamin B kompleks
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27832/4/Chapter%20II.pdf

5. Apa saja karakteristik darah?


1. Warna : Darah arteri berwarna merah muda karena banyak oksigen yang
berikatan dengan hemoglobin dalam sel darah merah. Darah Vena
berwarna merah tua / gelap karena kurang oksigen dibandingkan dengan
darah Arteri.
2. Viskositas : Viskositas darah atau kekentalan darah lebih tinggi dari
pada viskositas air yaitu sekitar 1.048 sampai 1.066.

3. pH: pH darah bersifat alkaline dengan pH 7.35 sampai 7.45.


4. Volume : pada orang dewasa volume darah sekitar 70 sampai 75 ml/kg BB
atau sekitar 4 sampai 5 liter darah.
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/115/jtptunimus-gdl-onysuci-5726-3-3.babii-i.pdf
6. Waktu pembentukan darah?
7. Apakah darah bisa habis? Mengapa?
8. Apa saja jenis-jenis pemeriksaan darah?
Hematokrit
Hematokrit merupakan ukuran yang menentukan banyaknya jumlah sel darah
merah dalam 100 ml darah yang dinyatakan dalam persent (%). Nilai normal
hematokrit untuk pria berkisar 40,7% - 50,3% sedangkan untuk wanita berkisar
36,1% - 44,3%. Seperti telah ditulis di atas, bahwa kadar hemoglobin berbanding
lurus dengan kadar hematokrit, sehingga peningkatan dan penurunan hematokrit
terjadi pada penyakit-penyakit yang sama.
Leukosit (White Blood Cell / WBC)
Leukosit merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi
yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun proses metabolik toksin, dll.
Nilai normal leukosit berkisar 4.000 - 10.000 sel/ul darah. Penurunan kadar leukosit
bisa ditemukan pada kasus penyakit akibat infeksi virus, penyakit sumsum tulang,
dll, sedangkan peningkatannya bisa ditemukan pada penyakit infeksi bakteri,
penyakit inflamasi kronis, perdarahan akut, leukemia, gagal ginjal, dll
Trombosit (platelet)
Trombosit merupakan bagian dari sel darah yang berfungsi membantu dalam proses
pembekuan darah dan menjaga integritas vaskuler. Beberapa kelainan dalam
morfologi trombosit antara lain giant platelet (trombosit besar) dan platelet
clumping (trombosit bergerombol). Nilai normal trombosit berkisar antara 150.000 400.000 sel/ul darah. Trombosit yang tinggi disebut trombositosis dan sebagian
orang biasanya tidak ada keluhan. Trombosit yang rendah disebut trombositopenia,
ini bisa ditemukan pada kasus demam berdarah (DBD), Idiopatik Trombositopenia
Purpura (ITP), supresi sumsum tulang, dll.
Eritrosit (Red Blood Cell / RBC)
Eritrosit atau sel darah merah merupakan komponen darah yang paling banyak, dan
berfungsi sebagai pengangkut / pembawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan
ke seluruh tubuh dan membawa kardondioksida dari seluruh tubuh ke paruparu.Nilai normal eritrosit pada pria berkisar 4,7 juta - 6,1 juta sel/ul darah,
sedangkan pada wanita berkisar 4,2 juta - 5,4 juta sel/ul darah.Eritrosit yang tinggi
bisa ditemukan pada kasus hemokonsentrasi, PPOK (penyakit paru obstruksif
kronik), gagal jantung kongestif, perokok, preeklamsi, dll, sedangkan eritrosit yang
rendah bisa ditemukan pada anemia, leukemia, hipertiroid, penyakit sistemik seperti
kanker dan lupus, dll
Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC) Biasanya digunakan untuk membantu
mendiagnosis penyebab anemia (Suatu kondisi di mana ada terlalu sedikit sel darah
merah). Indeks/nilai yang biasanya dipakai antara lain :

MCV (Mean Corpuscular Volume) atau Volume Eritrosit Rata-rata (VER), yaitu
volume rata-rata sebuah eritrosit yang dinyatakan dengan femtoliter (fl)
MCV = Hematokrit x 10
Eritrosit
Nilai normal = 82-92 fl

MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) atau Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER),


yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut dengan pikogram (pg)
MCH = Hemoglobin x 10
Eritrosit
Nilai normal = 27-31 pg
MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) atau Konsentrasi Hemoglobin
Eritrosit Rata-rata (KHER), yaitu kadar hemoglobin yang didapt per eritrosit,
dinyatakan dengan persen (%) (satuan yang lebih tepat adalah gr/dl)
MCHC = Hemoglobin x 100
Hematokrit
Nilai normal = 32-37 %
Laju Endap Darah
Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah kecepatan
sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam.
LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses
inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit
kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan).
Nilai normal LED pada metode Westergreen : Laki-laki : 0 15 mm/jam Perempuan :
0 20 mm/jam

Hitung Jenis Leukosit (Diff Count)


Hitung jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit. Terdapat
lima jenis leukosit, yang masing-masingnya memiliki fungsi yang khusus dalam melawan
patogen. Sel-sel itu adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Hasil hitung
jenis leukosit memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai infeksi dan proses
penyakit. Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis
sel. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%)
dikalikan jumlah leukosit total dan hasilnya dinyatakan dalam sel/l.
Nilai normal : Eosinofil 1-3%, Netrofil 55-70%, Limfosit 20-40%, Monosit 2-8%
http://www.itd.unair.ac.id/files/pdf/protocol1/PEMERIKSAAN%20DARAH%20LENGKAP.p
df
9. Apa saja kelainan-kelainan darah?
1. Anemia, yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah.
2. Leukimia, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih.
Penyakit ini biasa disebut kanker darah.
3. Hemofilia, yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Jika si penderita
mengalami luka ringan, dapat mengakibatkan pendarahan yang serius.
4. Lekopeni , yaitu Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.
5. Lekositosis , yaitu Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc
darah). Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi (misalnya radang
paru-paru).
http://www.itd.unair.ac.id/files/pdf/protocol1/FUNGSI%20DARAH.pdf

10. Bagaimana sistem penggolongan darah? Macamnya?


1. Golongan Darah ABO
- Antigen
Berdasarkan ada tidaknya antigen A dan antigen B pada permukaan membran
eritrosit, dikenal 4 golongan darah utama, yaitu :
Gol.A mempunyai antigen A
Gol.B mempunyai antigen B
Gol.AB mempunyai antigen A dan antigen B
Gol.O tidak mempunyai antigen A atau antigen B
2. Golongan darah Rhesus
Merupakan golongan darah yg mempunyai makna klinis paling besar setelah
golongan ABO. Antibodinya tidak pernah dijumpai secara alamiah, selalu dibentuk
karena proses imunologis (antibodi dalam sistem ini baru timbul di dalam tubuh bila
tubuh kemasukan/dirangsang oleh antigen yg tidak dimilikinya). Perangsangan antara
lain akibat transfusi atau kehamilan (transfusi fetomaternal). Seseorang yang memiliki
antigen D disebut Rhesus positif, sedangkan yang tidak memiliki antigen D disebut
Rhesus negatif (tanpa memperhatikan antigen yang lain).
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/124306-R030878.pdf
HEMOPOIESIS
11. Bagaimana proses pembentukan darah?

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27832/4/Chapter%20II.pdf

1. Mesoblastik
Dari embrio umur 2 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan adalah HbG1, HbG2, dan
Hb Portland.
2. Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur 12
minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Disini menghasilkan Hb.
3. Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang, kelenjar limfonodi, dan
timus. Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA,
granulosit, dan trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus
yaitu limfosit, terutama limfosit T
12. Faktor-faktor yang mempengaruhi hemopoiesis?
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya asam
amino, vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor
hematopoetik
stem sel, sel progenitor, dan sel prekursor. Seluruh komponen sel darah berasal dari
hematopoietic stem cells (HSC). HSC bersigat multipoten karena dapat berdiferensiasi dan
kemudian terbagi menjadi beberapa proses terpisah yang mencakup: eritropoiesis,
mielopoiesis (granulosit dan monosit), dan trombopoiesis (trombosit).
Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003
13. Dimana tempat pembentukan darah?
Hemopoesis atau hematopoiesis ialah proses pembentukan darah.
Tempat hemopoesis pada manusia berpindah-pindah sesuai dengan umur :
a) Janin : umur 0-2 bulan (kantung kuning telur)
umur 2-7 bulan (hati, limpa)
umur 5-9 bulan (sumsum tulang)
b) Bayi : Sumsum tulang
c) Dewasa. : vertebra, tulang iga, sternum, tulang tengkorak, sacrum
dan pelvis, ujung proksimal femur.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27832/4/Chapter%20II.pdf

TRANSFUSI DARAH
14. Bagaimana proses transfusi darah?
Transfusi darah adalah proses pemindahan atau pemberian darah dari
seseorang (donor) kepada orang lain (resipien). Transfusi bertujuan mengganti darah
yang hilang akibat perdarahan, luka bakar, mengatasi shock, mempertahankan daya
tahan tubuh terhadap infeksi (Tarwoto, 2006).
15. Apa dampak transfusi darah?
16. Syarat-syarat pendonor?
Berusia 18-65 tahun
BB minimal 50 kg
Suhu badan tidak > 37,5oC
Denyut nadi reguler, jantung normal, frek. 50-100 X/menit
TD Sistolik tidak > 180 mmHg
TD Diastolik tidak > 100 mmHg
Hb min. u/ laki2 13,5 gr/dl, wanita 12,5 gr/dl

Frekuensi pendonoran 2-3 kali setahun


Volume pendonoran tidak > 13% Vol.darah cegah reaksi vasovagal
http://www.gwi-network.com/sites/default/files/ebooks/34%20-%20TRANSFUSI%20DARAH.pdf
hematopoiesis extramedullary
pembentukan dan perkembangan sel-sel darah di luar sumsum tulang, seperti dalam limpa, hati dan
kelenjar getah bening.
Hematopoiesis prenatal terjadi selama dalam kandungan. Hematopoiesis prenatal terdiri atas 3
fase: mesoblastik, hepatik, dan mieloid. Fase mesoblastik dimulai sejak usia mudigah 14 hari sampai
minggu kesepuluh, berlangsung diyolk sac (saccus vitelinus). Sedangkan fase hepatik berlangsung
mulai minggu keenam sampai kelahiran, berlangsung di mesenkim hepar, dan mulai terjadi
differensiasi sel. Fase mieloid berlangsung dalam sumsum tulang pada usia mudigah 12-17 minggu,
ini menandakan sudah berfungsinya sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah.
Jika terdapat kelainan pada sumsum tulang, hematopoiesis terjadi di hati dan spleen. Ini disebut
hematopoiesis ekstra medular
Bakta, I.M ., 2007. Hematologi Klinik Ringkas. Jakarta : EGC.