Anda di halaman 1dari 9

PANITIA PEMILIHAN KEPALA PEKON

PEKON AMBARAWA TIMUR


KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU
Sekretariat : Jl.Krawangsari,no.30 Ambarawa Timur Kec.Ambarawa Kab.Pringsewu 35376
SURAT KEPUTUSANA
PANITIA PEMILIHAN KEPALA PEKON AMBARAWA TIMUR
NOMOR : 002/KPTS-PAN-PILKAKON/ABWT/V/2012
TENTANG
TATA TERTIB PEMILIHAN KEPALA PEKON
PEKON AMBARAWA TIMUR KECAMATAN AMBARAWA
KABUPATEN PRINGSEWU
KETUA PANITIA PEMILIHAN KEPALA PEKON AMBARAWA TIMUR
Menimbang
: -dstMengingat
:
1. Bahwa untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Pekon Ambarawa Timur, dipandang
perlu menetapkan Tata Tertib sebagai pedoman kerja bagi Panitia Pemilihan
Kepala Pekon Ambarawa Timur;
2. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud angka 1, maka perlu
membentuk keputusan panitia tentang tata tertib pemilihan kepala Pekon
Ambarawa Timur.
3. Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
4. Peraturan Daerah kabupaten pringsewu nomor 22 Tahun 2011 tentang Tata Cara
Pemilihn, Pengangkatan/Pelaantikan dan Pemberhentian Kepala pekon.
5. Peraturan Bupati Nomor 09 Tahun 2012 Tentang pemilihan kepala Pekon
6. Keputusan Badan Hippun Pemekonan (BHP) Pekon Ambarawa Timur
Nomor: 01/KPTS-BHP/ABWT/V/2012 tentang Susunan Panitia Kepala Pekon
Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringswu;
7. Hasil Rapat Kerja Panitia Pemilihan Kepala Pekon Ambarawa Timur tanggal 11
Mei 2012.
M E M U T U S K AN
Menetapkan

: Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Pekon Ambarawa Timur tentang


Tata Tertib Pemilihan Kepala Pekon Ambarawa Timur Kecamatan
Ambarawa Kabupaten Pringsewu
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :


1. Pekon adalah Pekon Ambarawa Timur.
2. Badan Hippun Pemekonan yang selanjutnya disebut BHP adalah Badan
Permusyawaratan Pekon Ambarawa Timur

3. Panitia Pemilihan Kepala Pekon adalah Panitia yang dibentuk oleh BHP terdiri
dari unsur Perangkat Pekon, Pengurus Lembaga Kemasyarakatan dan Tokoh
Masyarakat.
4. Bakal Calon Kepala Pekon adalah warga masyarakat Pekon Ambarawa Timur
berdasarkan hasil penyaringan oleh panitia pemilihan.
5. Calon Kepala Pekon yang berhak dipilih adalah bakal calon Kepala Pekon yang
telah memenuhi persyaratan dan ditetapkan oleh panitia pemilihan.
6. Calon Kepala Pekon terpilih adalah calon yang memperoleh dukungan suara
terbanyak dalam Pemilihan Kepala Pekon.
7. Pemilih adalah Penduduk Pekon Ambarawa Timur Kecamatan Ambarawa dan
telah memenuhi persyaratan untuk mempergunakan hak pilihnya.
8. Hak pilih adalah hak yang dimiliki pemilih untuk menentukan sikap pilihannya.
9. Penyaringan adalah seleksi yang dilakukan oleh panitia pemilihan Kepala Pekon
dari segi administrasi para bakal calon.
10. Penduduk Pekon Ambarawa Timur. adalah penduduk yang terdaftar sebagai
warga Pekon Ambarawa Timur secara sah dibuktikan dengan telah memiliki kartu
tanda penduduk, kartu keluarga.
BAB II
TATACARA PENDAFTARAN DAN SYARAT-SYARAT
BAKAL CALON KEPALA PEKON AMBARAWA TIMUR
Pasal 2
(1) Bakal Calon Kepala Pekon menyerahkan sendiri lamaran beserta syarat-syarat
berkas pendukungnya kepada Panitia Pemilihan sesuai waktu yang telah
ditetapkan.
(2) Lamaran Bakal Calon ditulis sendiri oleh Bakal Calon diatas kertas bermeterai
Rp. 6.000,- ( enam ribu rupiah ) diajukan kepada Panitia Pemilihan dengan di
lampiri syarat-syarat sebagai berikut:
1. Surat Pernyataan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maka Esa bermeterai Rp. 6.000,2. Surat Pernyataan setia kepada Pancasila sebagai Dasar Negara, Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia, serta Pemerintah Rp. 6.000,-;
3. Foto copy ijasah atau Surat Tanda Tamat belajar yang di legalisir oleh pejabat yang
berwenang;
4. Foto copy akta kelahiran atau surat kelahiran yang dilegalisir oleh pejabat yang
berwenang;
5. Surat Pernyataan bersedia dicalonkan menjadi Kepala Pekon Rp. 6.000,-;
6. Foto copy Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga yang di legalisir oleh
pejabat yang berwenang;
7. Surat Keterangan Sehat dari dokter pemerintah;
8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK );
9. Surat Keterangan dari Pengadilan Negeri yang menerangan bahwa tidak pernah
dihukum penjara karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman
paling singkat 5 ( lima ) tahun;
10. Surat Keterangan dari Pengadilan Negeri yang menerangkan bahwa tidak dicabut
hak pilihnya sesuai dengan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan
hukum tetap;
11. Surat Pernyataan bersedia bertempat tinggal di Pekon Ambarawa Timur, Rp.
6.000,-;
12. Surat Keterangan Berdomisili sekurang-kurangnya Dua tahun berturut-turut dari
Pekon Ambarawa Timur, Rp. 6.000,-;
13. Surat keterangan belum pernah menjabat
14. Pas Photo ukuran 4 X 6 sebanyak 4 lembar.

(3) Apabila setelah diteliti oleh Panitia Pemilihan ternyata terdapat kekurangan dan
atau keragu-raguan tentang syarat yang telah ditetapkan, maka Bakal Calon
Kepala Pekon diberi kesempatan untuk melengkapi persyaratan.
(4) Kesempatan untuk melengkapi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
paling lama 7 ( tujuh ) hari sejak pemberitahuan oleh Panitia.
(5) Berkas lamaran yang telah diteliti oleh Panitia Pemilihan apabila dinyatakan tidak
memenuhi persyaratan, maka berkas lamaran dikembalikan secara tertulis kepada
yang bersangkutan dengan tanda terima disertai penjelasan mengenai persyaratan
yang tidak terpenuhi.
BAB III
WAKTU PENDAFTARAN
Pasal 3
(1) Pendaftaran dibuka tanggal 6 Juni 2012 dengan ketentuan :
Tempat
: Sekretariat Panitia Pemilihan Rumah Ketua Panitia
Waktu
: Jam 09.00 WIB s.d. Jam 14.00 WIB.
(2) Pendaftaran ditutup tanggal 13 Juni 2012 Jam 00.00 WIB.
(3) Apabila sampai dengan waktu sebagaimana dimaksud pada ayat ( 2 ) belum ada
atau hanya satu pendaftar/pelamar satu, maka waktu pendaftaran diperpanjang
sampai dengan tanggal 28 Juni 2012.
BAB IV
PENDAFTARAN DAN SYARAT-SYARAT PEMILIH
Pasal 4
(1) Pendaftaran Pemilih dimulai tanggal 6 Juni 2012 sampai dengan tanggal 13 Juni
2012, oleh seksi Pendaftaran Pemilih.
(2) Daftar Pemilih Sementara diumumkan kepada masyarakat pada masing-masing
dusun wilayah pendaftaran dengan ditempel pada papan pengumuman dan atau
tempat-tempat strategis yang mudah dibaca oleh umum.
(3) Masyarakat dapat memberikan tanggapan, usul, saran dan atau perbaikan tentang
keragu-raguan terhadap Daftar Pemilih Sementara, disampaikan secara tertulis
disertai bukti-bukti dan saksi yang kuat, baik penambahan atau pengurangan
kepada Panitia Pemilihan.
(4) Daftar mata pilih disahkan oleh panitia dan disetujui oleh masing-masing calon.
(5) Syarat-syarat pemilih adalah sebagai berikut :
1. Terdaftar sebagai Penduduk Pekon Ambarawa Timur secara sah yang dibuktikan
dengan KTP dan atau KK;
2. Berusia sekurang-kurangnya 17 tahun
3. Tidak di cabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai
kekuatan hukum tetap;
4. Tidak terganggu jiwa / ingatannya;
5. Tercatat dalam daftar mata pilih pekon Ambarawa Timur.

BAB V

KAMPANYE
Pasal 5
Waktu Kampanye
(1) Yang dimaksud kampanye dalam Tata Tertib ini adalah suatu upaya yang
dilakukan oleh setiap calon Kepala Pekon yang telah memperoleh hak untuk
dipilih dalam menghimpun dukungan dari seseorang atau kelompok orang
dilakukan sendiri atau bersama-sama.
(2) Kampanye Calon Kepala Pekon dilaksanakan tanggal 1 Juli sampai 8 Juli 2012
Pasal 6
Bentuk Kampanye
(1) Kampanye calon kepala Pekon diawali dengan cara pembacaan visi dan misi
(2) Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) dilaksanakan sesuai perolehan
nomor urut dan tanda gambar calon.
(3) Setelah pembacaan visi dan misi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ), dapat
dilanjutkan dengan dialog;
(4) Calon Kepala Pekon dilarang mendeskriditkan/menghujat calon lain, memfitnah,
menghina atau menyinggung kehormatan Pemeritah dan Pejabatnya, golongan,
organisasi atau negara asing serta perbuatan lain yang bertentangan dengan
norma-norma Pancasila.
(5) Panitia berhak untuk menghentikan kegiatan kampanye sewaktu-waktu, jika
dianggap menyimpang dari jadwal dan moralitas yang berlaku di masyarakat
Pekon Ambarawa Timur
(6) Pelaksanaan kampanye tidak dibenarkan melakukan:
a. Pawai atau arak-arakan
b. Memberi uang, barang, atau fasilitas lainnya dengan maksud memenangkan
pemilihan
(7) Masa tenang ditetapkan 2 (dua) hari sebelum pemungutan suara.
BAB VI
TATA CARA PENENTUAN NOMOR DAN TANDA GAMBAR
UNTUK CALON KEPALA PEKON
Pasal 7
(1) Calon Kepala Pekon yang berhak dipilih adalah bakal calon Kepala Pekon yang
telah memenuhi persyaratan dan ditetapkan oleh Panitia Pemilihan.
(2) Untuk menetapkan nomor urut dan tanda gambar sebagaimana tersebut pada ayat
( 1 ) diadakan undian yang diatur oleh Panitia Pemilihan.

BAB VII

PELAKSANAAN PEMUNGUTAN SUARA


Pasal 8
Waktu dan Tempat Pemungutan Suara
(1) Pemungutan suara dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan
adil yang dipusatka di halaman Masjid Nurul Huda Pekon Ambarawa Timur
Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu pada tanggal 11 Juli 2012.
(2) Pemungutan suara dimulai pada pukul 08.00 Wib dan diakhiri pada pukul 13.00
Wib.
(3) Pemungutan suara akan diumumkan keseluruh penduduk Pekon melalui surat
undangan dari panitia pemilihan.
Pasal 9
Saksi Saksi
(1) Sebelum Pelaksanaan pemungutan suara calon menunjuk 1 (satu) orang saksi
dengan surat kuasa diatas kertas bermatrai cukup
(2) Saksi sebagaimana yang dimaksud ayat (1) mempunyai tugas:
a. Menyaksikan jalannya pemugutan dan penghitungan suara
b. Mencatat hasil perhitungan suara
c. Menandatangani berita acara jalannya pemungutan suara dan hasil
perhitunngan suara.
(3) Surat kuasa sebagaimana dimaksud ayat (1) diserahkan kepada panitia
sebelum pemungutan suara dibuka.
(4) Apabila saksi tidak menandatangani berita acara dimaksud ayat (2) huruf c
tidak mempengaruhi hasil perhitungan suara.
Pasal 10
Tata Cara Pemberian Suara
(1) Ketua Panitia membuka secara resmi pelaksanaan pemungutan suara
selanjutnya melakukan pemeriksaan bilik dan peralatan pencoblosan bersama
saksi
(2) Ketua panitia membacakan tata tertib pelaksanaan pemungutan suara
(3) Bagi warga yang akan menggunakan hak pilih harus menunjukkan surat
pemberitahuan kepada Panitia.
(4) Apabila surat pemberitahuan tersebut hilang, maka pemilih dapat
menggunakan identitas lain yang masih berlaku, selama yang bersangkutan
masih terdaftar di DPT.
(5) Panitia akan mengecek pada daftar pemilih tetap yang ditetapkan oleh panitia,
apa benar orang tersebut terdaftar dan mempunyai hak pilih.
(6) Pemberian suara dilakukan dengan cara mencoblos surat suara yang berisi
nomor dan tanda gambar calon yang terdapat didalam kotak.
(7) Pemberian suara dilakukan dalam bilik suara dan menggunakan alat yang
telah disediakan oleh panitia pemilihan.
(8) Seorang pemilih hanya memberikan suaranya kepada salah satu calon Kepala
Pekon, dan jika terdapat lebih dari satu, maka dianggap tidak sah.
(9) Pemberian suara adalah dengan cara mencoblos tanda gambar yang dipilih
dalam garis tanda gambar yang ada dalam surat suara.

(10) Seorang pemilih tidak diperbolehkan melakukan dan atau memberikan tandatanda lain selain mencoblos dalam surat suara dengan menggunakan alat yang
disediakan oleh panitia.
(11) Apabila surat suara telah dibuka ternyata dalam keadaan rusak dapat
meminta ganti surat suara kepada Panitia Pemilihan.
(12) Penggantian surat suara sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (11) hanya
dapat dilakukan 1 ( satu ) kali.
(13) Seorang pemilih hanya bisa menggunakan satu kali hak suara.
Pasal 11
Kewajiban Pemilih pada saat Pemungutan Suara
(1) Pemilih wajib hadir di tempat pemungutan suara yang telah ditentukan dan
tidak dapat diwakilkan.
(2) Pemilih wajib menggunakan hak pilihnya dengan tertib dan aman.
(3) Pemilih tidak diperkenankan membawa benda-benda yang dapat
membahayakan dirinya maupun orang lain.
(4) Pemilih tidak diperkenankan melakukan tindakan-tindakan yang dapat
mengacaukan atau mengganggu jalannya proses pemungutan suara.
Pasal 12
Bagi pemilih yang tidak bisa hadir ke tempat pemungutan suara
karena sakit / keterbatasan fisik
(1) Pemilih yang tidak dapat hadir ke tempat pemungutan suara karena sakit
dianggap batal hak suaranya, karena Panitia Pemilihan Kepala Pekon tidak
akan mengadakan pemungutan suara di tempat tinggal pemilih.
(2) Pemilih dengan keterbatasan fisik bisa didampingi oleh Panitia Pemilihan
Kepala Pekon serta para saksi calon kepala pekon saat pencoblosan di bilik
suara.
Pasal 13
Penghitungan Suara
(1) Penghitungan surat suara dimulai setelah batas waktu pemungutan suara
berakhir dan istirahat yaitu jam 13.30 WIB, dengan ketentuan pemilih yang
hadir dan manggunakan hak pilihnya tidak kurang dari 50 % ( lima puluh
persen ) lebih dari jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap.
(2) Apabila sampai batas waktu pemungutan suara berakhir, pemilih yang hadir
dan mengunakan hak pilihnya belum mencapai 50 % ( lima puluh persen )
lebih dari jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar pemilih tetap, maka
waktu pemungutan suara di perpanjang 30 menit.
(3) Apabila setelah masa perpanjangan waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (
2 ) jumlah pemilih yang hadir dan menggunakan hak pilihnya kurang dari 50
% ( lima puluh persen ) lebih dari jumlah pemilih yang tercantum dalam daftar
pemilih tetap, maka pemilihan Kepala Pekon dinyatakan batal dan paling lama
14 ( empat belas hari ) setelah pembatalan, panitia pemilihan mengadakan
pemungutan suara ulang.
(4) Apabila dalam jangka waktu 14 ( empat belas ) hari sebagaimana dimaksud
dalam ayat ( 3 ) panitia pemilihan belum dapat mengadakan pemungutan suara
ulang, maka dapat dilakukan perpanjangan waktu untuk melaksanakan
pemungutan suara paling lama 30 ( tiga puluh ) hari setelah pemungutan suara
pertama.

(5) Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada aya ( 4 ) tidak dapat


dilaksanakan maka panitia melaporkan kepada BHP untuk dilaporkan kepada
Bupati melalui Camat.
(6) Apabila terdapat lebih dari 1 (satu) calon yang mendapatkan jumlah suara
yang sama maka akan diadakan pemilihan ulang hanya untuk calon yang
jumlah suara terbanyak yang sama.
(7) Pemilihan yang dimaksud ayat (6) pasal ini, dilaksanakan selambat-lambatnya
30 (tiga puluh) hari sejak penandatanganan berita acara pemilihan.
(8) Apabila pemilihan yang dimaksud ayat (7) pasal ini, hasilnya tetap sama,
dilaksanakan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak penandatanganan
berita acara pemilihan ulang pertama;
(9) Apabila pemilihan ulang sebagaimana dimaksud ayat (8) pasal ini hasilnya
tetap sama, maka untuk menetapkan calon yang dinyatakan terpilih dan
diangkat sebagai kepala pekon menjadi hak BHP
(10) Apabila terjadi selisih jumlah suara dalam penghitungan antara yang di papan
dengan saksi maka yang dipakai yang di papan.
(11) Setiap calon diharuskan menghadiri pemungutan suara sampai dengan selesai
dan menanda tangani berita acara. Dan apabila ada calon yang tidak mau
menandatangani berita acara hasil pemilihan, maka hasil pemilihan tetap
dinyatakan sah.
(12) Pada saat penghitungan suara, Calon Kepala pekon diperkenankan
meninggalkan tempat penghitungan suara setelah menandatangani Berita
Acara.
(13) Hasil penghitungan suara oleh Panitia akan dilaporkan kepada BHP dalam
bentuk Berita Acara Penghitungan Suara.
Pasal 14
Keabsahan Surat Suara
(1) Surat suara yang sah adalah surat suara yang diterbitkan oleh panitia
pemilihan Kepala pekon Ambarawa Timur Kecamatan Ambarawa Kabupaten
Pringsewu Tahun 2012 dan telah dibubuhi tanda tangan oleh Ketua Panitia dan
stempel Panitia.
(2) Tanda coblos terdapat pada kotak segi empat yang memuat nomor dan tanda
gambar; atau
(3) Tanda coblos lebih dari satu tetapi masih dalam kotak segi empat yang memuat
nomor dan tanda gambar; atau
(4) Tanda coblos terdapat pada salah satu garis kotak segi empat yang memuat
nomor dan tanda gambar; atau
(5) Menggunakan alat coblos yang telah disediakan oleh panitia pemilihan kepala
desa.
Pasal 15
Surat Suara Tidak Sah
(1) Tidak ada tanda tangan dan stempel ketua panitia
(2) Tanda coblos terdapat diluar kotak segi empat yang memuat nomor dan tanda
gambar calon.
(3) Tanda coblos tidak menggunakan alat coblos yang disediakan panitia, seperti
disulut rokok atau alat lain.
(4) Dicoblos lebih dari satu coblosan pada segi empat yang memuat nomor dan
tanda gambar calon yang berbeda.
(5) Terdapat tulisan tangan atau robek.

BAB VIII
TATA CARA PELAPORAN PELANGGARAN
Pasal 16
Pengaduan Pelanggaran / Sengketa
(1) Pengaduan yang dapat diterima oleh Panitia adalah pengaduan mengenai
pelanggaran terhadap tata tertib.
(2) Setiap pengaduan seperti dimaksud dalam ayat (1) akan diselesaikan dengan
cara musyawarah mufakat.
(3) Jika terdapat pengaduan diluar aturan yang telah ditetapkan dalam tata tertib
ini akan diserahkan kepada pihak BHP.
(4) Setiap pengaduan dilakukan secara tertulis dengan dilampiri bukti-bukti
pendukung.
(5) Pengaduan dilakukan kepada Panitia Pemilihan Kepala Pekon di Kantor
Sekretariat.
(6) Segala bentuk pengaduan, baik yang telah terselesaikan maupun yang masih
dalam proses tidak dapat menghentikan jalannya pemilihan Kepala Pekon.
(7) Masa pelaporan adalah satu kali dua puluh empat jam setelah kejadian terjadi.
(8) Jika pengaduan dan pelaporan diluar masa pelaporan sebagaimana ayat 7
maka dinyatakan gugur.
Pasal 17
Pelanggaran
(1) Panitia berhak memberi teguran jika Calon Kepala Pekon dan pemilih
melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap tatatertib dan ketentuan yang
berlaku.
(2) Apabila terjadi pelanggaran terhadap hal-hal tersebut pada ayat (1) pasal ini,
panitia berhak untuk menegur secara tertulis sampai 2 kali dan selanjutnya
dapat mencabut hak pilih maupun hak dipilih bagi calon, dan apabila seorang
pemilih melakukan pelanggaran tersebut maka tidak akan mempengaruhi
seseorang calon kepala pekon.
(3) Penyelesaian masalah yang berkaitan dengan pelanggaran maupun peringatan
oleh panitia mengacu pada mekanisme penyelesaian masalah.
(4) Penyelesaian masalah seperti dimaksud dalam ayat (3) pasal ini tidak
mempengaruhi jalannya proses pemilihan Kepala Pekon.
(5) Apabila terjadi penggunaan money politik selama proses pilkakon maka
penyelesainnya diserahkan pada pihak yang berwajib.
(6) Calon kepala pekon dan atau tim sukses dilarang memberikan dan atau
menjanjikan kepada siapapun dan berupa apapun yang bisa mempengaruhi
keputusan pemilih.
(7) Calon kepala pekon dan atau tim sukses dilarang mengintimidasi pemilih agar
memilih calon tertentu.
BAB IX
KESANGGUPAN CALON
Pasal 18
(1) Setiap calon Kepala Pekon turut menjaga keamanan baik sebelum maupun
sesudah pemilihan.

(2) Calon harus dan wajib menanda tangani semua berita acara yang dibuat oleh
panitia.
(3) Apabila ada salah satu calon tidak bersedia menanda tangani berita acara
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) pasal ini dan pemilihan sudah
dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku maka
pemilihan dianggap sah.
BAB X
SUMBER DANA
Pasal 19
Sumber dana pelaksanaan Pemilihan Kepala pekon Ambarawa Timur tahun 2012 berasal
dari APBP Pekon Ambarawa Timur, APBD Kabupaten Pringsewu dan partisipasi
masyarakat Pekon Ambarawa Timur.
BAB XI
PENUTUP
Pasal 20
(1) Penanda-tanganan surat-surat yang berhubungan dengan kepanitiaan ditandatangani oleh Ketua Panitia Pemilihan.
(2) Peraturan / Tata Tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
(3) Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perubahan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Ambarawa Timur


Pada Tanggal: 15 Mei 2012
PANITIA PEMILIHAN KEPALA PEKON
PEKON AMBARAWA TIMUR
KEC. AMBARAWA KAB. PRINGSEWU

Ketua,

SOLIHIN, S.Pd