Anda di halaman 1dari 21

5.

Hukum Ketiga Termodinamika


Hukum ketiga Termodinamika
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur
nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat
suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua
proses akan berhenti dan entropi sistem akan
mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan
bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada
temperatur nol absolut bernilai nol.

Hukum Ketiga Termodinamika


Dalam setiap proses termodinamika yang
hanya melibatkan fasa murni pada
kesetimbangan, perubahan entropi S
mendekati nol pada suhu nol mutlak; juga,
entropi zat kristalin mendekati nol
Entropi dari setiap zat murni (unsur atau
senyawa) dalam keadaan kesetimbangan
mendekati nol pada suhu nol absolut

Entropi Keadaan Standar So


Entropi reaksi standar (So) merupakan

perubahan entropi untuk reaksi yang


menghasilkan produk dalam keadaan
standar, dari reaktan yang juga berada
dalam keadaan standarnya (25oC dan 1
atm)

Hukum Ketiga: jika entropi semua unsur dalam


keadaan stabilnya pada T=0 diambil sama dengan
nol, semua zat mempunyai entropi positif yang pada
T=0 dapat menjadi nol, dan untuk semua zat kristal
sempurna termasuk senyawa-senyawa entropinya
menjadi nol.
Entropi Hukum Ketiga
Untuk selanjutnya, dibuat pilihan S(0)=0 untuk kristal
sempurna. Entropi yang tercatat berdasarkan hal itu
disebut entropi Hukum Ketiga (dan sering juga hanya
disebut ebagai entropi). Jika zat dalam keadaan
standarnya pada temperatur T, entropi standar
(Hukum Ketiga) nya diberi notasi S0(T).

Entropi reaksi standar didefinisikan, seperti entalpi


reaksi standar, sebagai selisih antara entropi produk
murni terpisah dengan reaktan murni terpisah, semua
zat itu dalam keadaan standar pada temperatur
tertentu. Jadi secara umum:
Kita tinjau transformasi suatu padatan dari suhu 0
absolut ke suhu T di bawah titk lelehnya,yang terjadi
pada tekanan tetap.
Padatan (0 K.P)
padatan (T,P)
Perubahan entropinya,pada P tetap sesuai
dengan yang dinyatakan oleh persamaan(4.43)yakni
S = ST s0 =
Atau
ST = S 0 +

Pengembangan Energi Bebas Gibbs


Pada tekanan tetap, Hsis = qp, sehingga

panas yang dipindahkan ke lingkungan


adalah qp = -Hsis. Jika lingkungan dijaga
pada suhu tetap selama proses,
perpindahan panas harus mempunyai
pengaruh yang sama pada lingkungan
seperti yang akan terjadi untuk perpindahan
reversibel dari jumlah panas yang sama.
Sling = -Hsis/T
Stot = Ssis + Sling = Ssis (Hsis/T)
= -(Hsis - TSsis)/T

Stot > 0 reaksi spontan

Stot = 0 reaksi reversibel


Stot < 0 tidak mungkin

Stot merupakan kriteria umum untuk

mengkaji spontanitas atau


ketidakmungkinan suatu proses,
membutuhkan perhitungan perubahan
entropi untuk lingkungan dan sistem
G = energi bebas Gibbs digunakan untuk
menghitung Stot dengan mudah

SUDAH PUSINGGGGGGGGGG

6. Energi Bebas Gibbs

Karena T tetap, maka

Stot = -(Hsis T Ssis)/T


G = H TS
Stot = -Gsis/T
karena suhu absolut T selalu positif, Stot dan
Gsis harus mempunyai tanda yang
berlawanan untuk proses yang terjadi pada T
dan P tetap, sehingga
Gsis < 0 proses spontan
Gsis = 0 proses reversibel
Gsis > 0 proses takspontan