Anda di halaman 1dari 234

PRARANCANGAN PABRIK PHTHALIC ANHYDRIDE DARI

O-XYLENE DAN UDARA DENGAN KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN

Disusun oleh:
Aldin Muhammad Qadrian

10/302143/TK/37309

Dosen Pembimbing:
Wiratni, S.T., M.T., Ph.D.

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

LEMBAR PENGESAHAN

Tugas Perancangan Pabrik Kimia dengan judul :

PRARANCANGAN PABRIK PHTHALIC ANHYDRIDE DARI


O-XYLENE DAN UDARA DENGAN KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN

Dikerjakan oleh :
Maulana Gilar Nugraha

10/300881/TK/36681

Aldin Muhammad Qadrian

10/302143/TK/37309

Telah diperiksa dan disetujui


Yogyakarta, Juni 2014
Dosen Pembimbing,

Wiratni, S.T., M.T., Ph.D.

ii

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun

PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa dalam mengerjakan tugas PPK ini kami tidak
melakukan pemalsuan (fabricating) data dan tidak menjiplak karya orang lain. Semua materi
dalam laporan tugas PPK ini merupakan hasil karya kami sendiri, kecuali yang secara tertulis diacu
dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Jika di kemudian hari terbukti terdapat
plagiat dalam tugas PPK ini, maka kami bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan.

Yogyakarta, 11 Juli 2014

Aldin Muhammad Qadrian

iii

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang selalu
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Tugas Prarancangan Pabrik Kimia ini. Adapun tugas ini disusun sebagai prasyarat
untuk menyelesaikan jenjang studi strata satu (S-1) di Jurusan Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.
Judul tugas akhir yang dikerjakan adalah Prarancangan Pabrik
Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun. Bagian yang dibuat terperinci adalah reaktor (R-01) dan Switch
Condenser (SC-01).
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak yang telah membantu sehingga Tugas Prarancangan Pabrik Kimia ini bisa
tersusun, antara lain kepada :
1.

Ir. Moh. Fahrurrozi, MSc., Ph.D. selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

2.

Wiratni, S.T., M.T., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir, atas
bimbingan yang diberikan selama penyusunan laporan.

3.

Orang tua dan keluarga besar yang senantiasa memberikan restu, doa, dan
bimbingan.

4.

Teman-teman Teknik Kimia UGM Angkatan 2010 yang telah memberikan


semangat dan kebersamaan.

5.

Seluruh pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung dalam terselesaikannya Tugas Perancangan Pabrik Kimia ini yang
tidak dapat disebutkan satu persatu.
Akhir kata, penulis mohon maaf atas segala kekurangan dan semoga Tugas

Perancangan Pabrik Kimia ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya


kepada ilmu pengetahuan.
Yogyakarta, Juni 2014

Penyusun

iv

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

DAFTAR ISI

Halaman Judul.....................................................................................................

Lembar Pengesahan ............................................................................................

ii

Pernyataan .......................................................................................................... iii


Kata Pengantar ................................................................................................... iv
Daftar Isi..............................................................................................................

Intisari ................................................................................................................. vi
Abstract ............................................................................................................... vii
BAB I

: PENDAHULUAN .........................................................................

BAB II

: URAIAN PROSES ........................................................................

BAB III

: SPESIFIKASI BAHAN ................................................................. 14

BAB IV

: DIAGRAM ALIR .......................................................................... 16

BAB V

: NERACA MASSA ........................................................................ 19

BAB VI

: NERACA PANAS ......................................................................... 24

BAB VII

: SPESIFIKASI ALAT .................................................................... 28

BAB VIII : UTILITAS ..................................................................................... 47


BAB IX

: LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ...................................... 98

BAB X

: PERTIMBANGAN ASPEK KESELAMATAN, KESEHATAN


KERJA, DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN ........................ 105

BAB XI

: ORGANISASI PERUSAHAAN ................................................... 128

BAB XII

: EVALUASI EKONOMI................................................................ 140

BAB XIII : KESIMPULAN .............................................................................. 161


DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 162
LAMPIRAN

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
INTISARI
Phthalic anhydride adalah bahan utama dalam pembuatan plasticizer yang
digunakan untuk memproduksi lapisan fleksibel seperti wallpaper dan upholstery
fabric dari polimer yang cukup getas. Selain itu, penggunaan phthalic anhydride
lainnya adalah untuk produksi unsaturated polyester resins, alkyd resins dan lainlain.
Pembuatan phthalic anhydride secara garis besar terdiri atas 5 tahap. Tahap
pertama adalah pengolahan bahan baku berupa o-xylene dan udara. Bahan baku
akan dipanaskan sampai suhu 350oC dan tekanan 6 atm sebelum masuk ke dalam
reaktor. Tahap kedua adalah tahap oksidasi yang berlangsung dalam reaktor fixed
bed multitube dengan bantuan katalis. Tahap ketiga adalah tahap kondensasi gas
keluaran reaktor di dalam switch condenser. Tahap keempat adalah pemurnian hasil
dengan aging tank dan menara distilasi yang bertujuan untuk memisahkan phthalic
anhydride dari komponen lain. Tahap terakhir adalah tahap pemadatan produk
menggunakan flaker. Selanjutnya produk flake phthalic anhydride akan disimpan
dalam bin sebelum di packing.
Pabrik ini dirancang dengan kapasitas 80.000 ton/tahun atau 10080 kg/jam.
Produk phthalic anhydride dengan kemurnian 99,8% dihasilkan diproduksi dari
9753,84 kg/jam o-xylene. Kebutuhan utilitas meliputi air sebanyak 36.864,34
kg/jam; dan listrik dengan daya 306,93 kW. Pabrik ini direncanakan untuk didirikan
di Kota Cilegon, Propinsi Banten dengan luas tanah 3 Ha. Total karyawan yang
dibutuhkan ialah sebanyak 193 orang.
Dari perhitungan hasil evaluasi ekonomi diperoleh parameter sebagai
berikut: Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp 163.935.200.000,00 dan US$
49.300.000,00; Working Capital (WC) sebesar Rp 80.687.400.000,00 dan US$
5.600.000,00; Keuntungan sebelum pajak Rp293.499.400.000,00; Keuntungan
setelah pajak Rp146.749.700.000,00; Return On Investment before taxes = 44,72%;
Return On Investment after taxes = 22,38%; Pay Out Time before taxes = 2,12
tahun; Pay Out Time after taxes = 4,02 tahun; Break Even Point (BEP) = 41,46%;
Shut Down Point (SDP) = 17,02%, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR)
= 36,13 % .
Kata Kunci : Phthalic anhydride, o-xylene, plasticizers.

vi

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

ABSTRACT
Phthalic anhydride is the intermediate product that mainly used as
plasticizer. Plasticiziers used as flexible layer production such as, wallpaper and
upholstery fabric from brittle polymer. Beside that, phthalic anhydride also used as
unsaturated polyester resins, alkyd resins production and many more..
Phthalic anhydride production consists of 5 steps. First step is raw material
(o-xylene and air) preparation. O-xylene and air would be heated and pressured
up to 350oC and 6 atm before enter the reactor. Second step is oxidation process
inside the fixed bed multitube reactor with catalyst loading. Third step is the
reactors product condensation that occur inside switch condenser. Fourth step is
product purification with aging tank and distillation coloumn. Last step is the
product solidification process using flaker. Phthalic anhydride flake would be
saved in bin before packaging process.
The plant is designed with a capacity of 80,000 tons/year or 10080 kg/hour.
The phthalic anhydride product with 99,8% purity is produced from 9753,84
kg/hout o-xylene. Utilities includes water as much as 36.864,34 kg/hour and
306,93 kW electrical power. The plant is planned to be established in Cilegon,
Banten Province, with an area of 3 hectares. Total employees are needed as much
as 193 people.
The calculation results the economic evaluation parameters obtained as
follows: Fixed Capital Investment (FCI) of Rp163,935,200,000.00 and
U.S.$49,300,000.00; Working Capital (WC) of Rp80,687,400,000.00 and U.S. $
5,600,000.00; Profit before tax of Rp293,499,400,000.00; Profit after tax of
Rp146,749,700,000.00; Return on Investment (ROI) before taxes = 44.72%, Return
on Investment after taxes = 22.38%; Pay Out Time (POT) before taxes = 2.12
years; Pay Out Time after taxes = 4.02 years; Break Even Point (BEP) = 41.46%;
Shut Down Point (SDP) = 17.02%, Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR)
= 36.13%.
Keywords: Phthalic anhydride, o-xylene, plasticizers

vii

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB I
PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG
Pada tahun 2012, kapasitas produksi phthalic anhydride dari seluruh dunia

adalah 4,3 juta ton (Phthalic anhydride Market-Global Industry Analysis, Size,
Share, Growth, Trends and Forecast 2013 2019). Penggunaan phthalic
anhydride yang paling penting adalah untuk produksi plasticizers sebanyak 55%
(Ullmann, 2011). Selain itu, penggunaan phthalic anhydride lainnya adalah untuk
produksi unsaturated polyester resins sebanyak 14%, alkyd resins sebanyak 15%,
dan lain-lain sebanyak 16% (Ullmann, 2011). Plasticizer digunakan untuk
memproduksi lapisan fleksibel seperti wallpaper dan upholstery fabric dari
polimer yang cukup getas. Plasticizer dibagi dalam dua tipe: diester dari
monohydric alcohol sejenis seperti dibuthyl phthalate atau campuran dari dua
monohydric alcohol tidak sejenis. Plasticizers yang paling banyak diproduksi
adalah jenis dioctyl phthalate (DOP) (Kirk & Othmer, 2007). Selama ini produk
plasticizer selain dipasarkan di dalam negeri juga diekspor ke mancanegara.
Untuk memenuhi kebutuhan phthalic anhydride di Indonesia, produksi lokal
dan impor menjadi andalan. Namun, produksi phthalic anhydride lokal hanya
disokong oleh satu perusahaan, yaitu PT Petrowidada Gresik.
Perkembangan ekspor dan impor phthalic anhydride di Indonesia dapat
dilihat pada tabel berikut ini (Badan Pusat Statistik, 2013):

Daftar I.1. Data Perkembangan Ekspor dan Impor Phthalic anhydride di Indonesia,
Periode 2009-2012 (Badan Pusat Statistik, 2013)

Tahun

Ekspor (ton)

Impor (ton)

2009

19.442,5

16.265,5

2010

9.491,2

20.286,5

2011

5.328

29.577,2

2012

8.270,1

34.173,1

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
40.000,00

Impor/Ekspor, ton

35.000,00
30.000,00
25.000,00
20.000,00
Ekspor (ton)
15.000,00

Impor (ton)

10.000,00
5.000,00

0,00
2008

2009

2010

2011

2012

2013

Tahun

Gambar I.1. Grafik Perkembangan Ekspor dan Impor Phthalic Anhydride di


Indonesia, Periode 2009-2012 (Badan Pusat Statistik, 2013)

Berdasarkan hasil ekstrapolasi data pada Gambar 2, diperkirakan pada


tahun 2017, tahun dimana pabrik akan didirikan, jumlah phthalic anhydride yang
akan diimpor dan diekspor secara berurutan adalah sebanyak 66.034,18 ton dan
1.404,29 ton. Dapat dilihat terjadi peningkatan jumlah impor phthalic anhydride
dan penurunan pada jumlah ekspor secara signifikan.
Berikut kapasitas berbagai pabrik komersil phthalic anhydride yang telah
beroperasi di seluruh dunia :

Daftar I.2. Kapasitas Pabrik Produksi Phthalic Anhydride Komersil di Seluruh


Dunia
Perusahaan

Lokasi

Kapasitas (ton/th)

PT Petrowidada

Gresik, Indonesia

70.000

Resinas Polyesters

Spanyol

30.000

Chauny

Aisne, Perancis

40.000

Petkim

zmit Yarmca, Turki

34.000

Veba Chemie AG

Bottrop, Jerman Barat

31.000

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Stepan Chemical
Northfield, Taiwan
23.000
Dapat disimpulkan bahwa pabrik yang memproduksi phthalic anhydride
secara komersil berkapasitas sekitar 23.000 75.000 ton/tahun. Melalui berbagai
pertimbangan tersebut, maka kapasitas pabrik optimum untuk rancangan adalah
sebesar 80.000 ton/tahun dengan tujuan :

Mengurangi kebutuhan impor phthalic anhydride;

Menambah suplai kebutuhan phthalic anhydride dalam negeri;

Sebagai stimulan pertumbuhan industri o-xylene dan industri berbahan


baku phthalic anhydride.

Phthalic anhydride akan diproduksi menggunakan bahan baku o-xylene.


Untuk memenuhi kebutuhan o-xylene di Indonesia, impor masih diperlukan
karena o-xylene tidak diproduksi di dalam negeri. O-xylene didatangkan dari
beberapa negara, seperti Singapura, Taiwan, Korea, Rusia, Australia dan
Amerika Serikat. Dari beberapa negara pemasok o-xylene tersebut, Singapura
tercatat sebagai pemasok terbesar.

B.

TINJAUAN PUSTAKA
Pada awalnya metode produksi phthalic anhydride yang dikembangkan

adalah dengan oksidasi naphthalene pada fase gas menggunakan katalis berupa
vanadium dan molybdenum oxide yang dikembangkan di USA. Setelah perang
dunia kedua, metode yang paling banyak digunakan adalah metode oksidasi
BASFs naphthalene dengan asam sulfat dalam fase cair. Proses ini dipatenkan
pada 1896. Proses ini sangat banyak dilakukan sampai akhirnya pada akhir 1950an terjadi kelangkaan naphthalene (Kirk & Othmer, 2007).
Setelah itu dipilihlah o-xylene sebagai bahan baku baru produksi phthalic
anhydride ditambah dengan persediaan o-xylene sebagai hasil dari industri
petrochemical sangat melimpah.. Keuntungan penggunaan o-xylene adalah secara
teoritis akan diperoleh yield sebesar 1.395 kg/kg. Lebih tinggi jika dibandingkan
penggunaan naphthalene yang hanya menghasilkan yield sebesar 1.157 kg/kg
(Kirk & Othmer,2007).

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Beberapa jenis proses produksi phthalic anhydride dengan oksidasi oxylene yang berkembang antara lain:
1) Oksidasi o-xylene pada fase gas
Proses ini adalah proses yang paling banyak digunakan saat ini. Secara umum
proses ini dilakukan dengan cara mereaksikan oksigen dan o-xylene dalam
fase gas pada multitube reaktor dengan katalis umumnya Vanadium Oxide
(V2O5) dengan penyangga berupa Titanium Oxide (TiO2). Penggunaan TiO2
sebagai penyangga menyebabkan dispersi V2O5 yang baik sehingga aktivitas
katalis pun menjadi tinggi. Suhu operasi reaktor berkisar antara 296 s/d 400oC.
Reaksi yang terjadi sangat eksotermis sehingga produk keluar reaktor harus
didinginkan di kondenser. Produk samping yang dihasilkan dari proses ini
adalah benzoic acid, maleic acid, phthalic acid, dan phthalide.
Reaksi utama pembuatan phthalic anhydride dari o-xylene dan udara
adalah sebagai berikut:

Gambar I.2. Reaksi Utama Proses Oksidasi O-xylene Fase Gas

Beberapa jenis proses yang berkembang untuk jenis oksidasi o-xylene


pada fase gas antara lain :
a) The BASF Process
Proses ini menggunakan reaktor dengan dua layer bed katalis yang
berfungsi untuk mengurangi jumlah byproduct. Selain itu katalis yang
digunakan pun tidak perlu diaktivasi oleh Sulfur Dioxide (SO2). Namun
banyak terdapat titik-titik hotspot yang sering terjadi dalam bed. Hal ini
mengakibatkan yield berkurang dan umur katalis pendek.
b) The Nippon Shokubai VGR (Vent Gas Recycling) Process

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Proses Vent Gas Recycling akan me-recycle kembali exhaust gas keluar
reaktor ke inlet untuk menurunkan konsentrasi oksigen dibawah 10% vol
(diluar batas flammability limit-nya). Proses VGR telah dikembangkan
secara komersial oleh Nippon Shokubai Kagaku Kogyo Co., Ltd. di
Jepang..
c) The Alusuisse-Ftalital LAR Process
Katalis yang digunakan dalam proses ini berbentuk cincin atau setengah
cincin. Penggunaan katalis jenis ini akan memuat lebih banyak katalis
dalam reaktor.

Sehingga untuk kapasitas yang sama biasanya ukuran

reaktor untuk proses LAR akan relatif lebih kecil.


d) Atofina Process
Proses jenis ini telah dioperasikan pada pabrik PT Petrowidada Gresik
Indonesia dengan kapasitas 70.000 ton/tahun.

e) Von Heyden Process


Proses ini dikembangkan secara komersial oleh Lurgi l Gas Chemie
GmbH di Frankfurt dengan kapasitas produksi

20.000 75.000

ton/tahun. Sedangkan kapasitas maksimal untuk proses ini adalah 140.000


ton/tahun.
(Ullman,2011)

Perbandingan kondisi operasi pada jenis-jenis proses oksidasi o-xylene


pada fase gas diatas dapat dilihat pada Daftar 1 berikut:

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Daftar I.3. Tabel Perbandingan Kondisi Operasi Berbagai Jenis Proses pada
Oksidasi O-xylene Fase Gas

No

Jenis

Suhu

Konsentrasi o-xylene

Yield

Proses

operasi (oC)

masuk (g/m3)

(gPA/g o-

Energi

Kapasitas
(ton/tahun)

xylene)
1

BASF

340-400

80-120

1,113-

Rendah

1,131
2

Wacker

370-410

90-100

1,02-1,06

Tinggi

VGR

360-400

85

1,16

Tinggi

40.000

LAR

135

Rendah

Atofina

300-400

Rendah

80.000

Von

340-360

40-130

1,10-1,12

Rendah

140.000

Heyden
(Ullman,2011 & Data Paten)

2) Oksidasi o-xylene pada fase cair


Pabrik komersil yang menggunakan oksidasi o-xylene dalam fase cair,
dengan menggunakan asam asetat sebagai solvent dan cobalt/mangan/brom
sebagai katalis, pernah dioperasikan di Perancis sejak 1965 namun ditutup
pada tahun 1970. Namun dalam pembangunan pabrik tersebut dibutuhkan
capital cost yang besar karena besarnya kebutuhan logam dalam jumlah yang
besar. (Kirk & Othmer, 2007)

Perbandingan kondisi operasi pada proses oksidasi o-xylene fase gas dan
cair dapat dilihat pada Daftar 2 berikut:

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Daftar I.4. Tabel Perbandingan Kondisi Operasi Pada Oksidasi O-xylene Fase Gas
dan Cair
No

Jenis

Suhu

proses

(oC)

Solvent

Aspek

Manufacturing

Yield

Safety

cost

(gPA/g

oksidasi
1

Fase gas

o-xylene)
300-400

SO2

Suhu

(untuk

operasi

aktivasi

tinggi,

katalis)

solvent

Rendah

1,10-1,16

Tinggi

1,125

toxic
2

Fase cair

150-245

Asam

Korosif

Asetat

Dari Tabel 2 dapat diambil kesimpulan proses yang dipilih adalah proses 1
(oksidasi o-xylene fase gas). Dari segi suhu operasi dapat dilihat bahwa suhu
operasi pada fase gas lebih tinggi, yang berarti energi yang harus disediakan untuk
proses lebih besar dan alat kontrol dan safety yang harus disiapkan juga harus
lebih baik. Namun hal itu tidaklah sebanding jika ditinjau dari segi cost
manufacturing. Cost maufacturing proses 2 lebih mahal jika dibandingkan dengan
proses 1 karena dibutuhkan proteksi lebih akibat sifat solvent yang dipakai.
Seperti yang kita ketahui bahwa asam asetat adalah senyawa yang cukup korosif
sehingga menyebabkan bahan konstruksi alat-alat proses menjadi lebih mahal.
Pertimbangan lain pemilihan proses 1 dari segi yield. Dapat dilihat bahwa
oksidasi fase gas memberikan nilai yield yang lebih besar dibandingkan oksidasi
pada fase cair. Dapat ditinjau pula dari kenyataan di lapangan bahwa pabrik
dengan proses 2 sudah tidak ada lagi yang beroperasi. Hal ini membuat pemilihan
proses 1 menjadi lebih beralasan. Penggunaan solvent SO2 yang bersifat toxic dan
sangat berbahaya bagi lingkungan pada proses 1 dapat diatasi dengan cara
menjerap gas SO2 pada arus keluar reaktor kemudian me-recycle kembali gas SO2

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
ke dalam arus masuk reaktor sehingga dapat dipastikan gas SO2 tidak akan
mencemari lingkungan.
Dari Tabel 1 dapat diambil kesimpulan pula bahwa proses oksidasi oxylene pada fase gas yang dipilih adalah proses ke-6 yaitu von Heyden Process.
Alasan pemilihan proses ini adalah karena batas atas suhu operasi proses ini
adalah yang terendah. Sehingga dari aspek safety, proses ini jelas lebih unggul
dibandingkan proses yang lain. Kemudian dari segi range konsentrasi o-xylene
masuk reactor, dapat dilihat bahwa range konsentrasi o-xylene pada proses 6
adalah yang terbesar diantara yang lain. Besarnya range ini akan membuat pabrik
lebih fleksibel dalam pengoperasiannya dikarenakan tidak terlalu terganggunya
proses jika spesifikasi bahan baku yang digunakan ternyata mengalami perubahan.
Dari segi yield dan energi pun terlihat bahwa yield dari proses 6 cukup tinggi
dengan energy yang diperlukan oleh pabrik yang terbilang cukup rendah. Dari
segi kapasitas pun proses 6 memiliki kapasitas maksimum yang sangat besar
dibandingkan dengan jenis proses lain yaitu sebesar 140.000 ton/tahun.

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB II
URAIAN PROSES

A. DASAR REAKSI
Reaksi pembentukan C8H4O3 (phthalic anhydride) adalah reaksi heterogen
fase gas dengan katalis padat, dimana terjadi reaksi oksidasi C8H10 (o-xylene) oleh
oksigen yang berasal dari udara. Dalam reaksi oksidasi o-xylene oleh oksigen,
selain reaksi utama pembentukan phthalic anhydride juga terjadi reaksi samping,
yaitu terbentuknya C4H2O3 (maleic anhydride), C7H6O2 (benzoic acid), C8H8O2
(toluic acid,) C8H6O2 (phthalide), C5H6O4 (citraconic acid), H2O, CO2, dan CO.

Reaksi utama yang terjadi :


C8H10 + 3 O2 C8H4O3 + 3 H2O

Selain reaksi di atas, terjadi pula reaksi samping :


C8H10 + 1,5 O2 C8H8O2
C8H10 + 2 O2
C8H10

C8H6O2

+ 3 O2 C7H6O2

C8H10 + 6 O2

C5H6O4

+ H2O
+ 2 H2O
+ CO2 + 2H2O
+ 3 CO2 + 2 H2O

C8H10 + 7,5 O2 C4H2O3 + 4 CO2 + 4 H2O


C8H10 + 8,5 O2 4 CO + 4 CO2 + 5 H2O
(Mc. Ketta, 1988)

Konversi total o-xylene yang bereaksi dalam reaktor adalah 99,95 % mol,
sedangkan selektivitasnya adalah sebagai berikut :
Daftar II.2. Selektivitas Reaksi Proses Von Heyden
Komponen

Selektivitas (% mol)

C8H4O3

77,3

C8H8O2

0,2

C8H6O2

0,2

C7H6O2

0,8

C8H10O

0,1

C4H2O3

4,0

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Dan sisanya adalah selektivitas reaksi yang menghasilkan karbon
monoksida yang merupakan komponen hasil samping terbanyak setelah air dan
karbon dioksida.
Katalis yang digunakan biasanya berbentuk cincin dengan komposisi
lapisan aktif berupa vanadium oxide (V2O5) yang disangga oleh inert yang
memiliki komposisi berupa titanium oxide (TiO2), silicate, silicon carbide (SiC),
porselen, alumina, quartz (SiO2) dengan diameter total cincin 5-10 mm.
Komponen-komponen lain seperti antimony (Sb), rubidium (Rb), cesium (Cs),
niobium (Nb), dan phsporous (P) ditambahkan untuk meningkatkan selektivitas.
Sifat-sifat fisis dari katalis yang digunakan adalah :

Bentuk pellet : hollow cylindrical

Bulk density : 0,99 g/cm3

Melting point : 600 oC

Ukuran

: diameter luar

: 0,72 cm

diameter dalam : 0,36 cm


panjang

: 0 70 cm
(Von Heyden Patent Document, 2000)

B.

DESKRIPSI PROSES
Proses pembuatan phthalic anhydride dengan proses oksidasi katalitik o-

xylene terbagi dalam 5 tahap, yaitu :


1. Tahap pengolahan bahan baku
2. Tahap oksidasi
3. Tahap kondensasi
4. Tahap distilasi
5. Tahap pemadatan

B.1.

Tahap pengolahan bahan baku

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
a. O-xylene
Bahan baku o-xylene ditampung dalam Liquid Vessel Tank T-01 pada suhu
30 oC dan tekanan 1 atm. Dari tangki ini o-xylene di naikkan tekanannya dengan
Pompa Sentrifugal P-01 menjadi 6,7 atm dan dialirkan ke vaporizer untuk
mengubah fasa o-xylene menjadi gas. Sebagai vaporizernya digunakan V-01
dengan medium pemanas berupa mobiloiltherm. O-xylene dipanaskan sampai
titik didihnya sebesar 228,1oC pada tekanan 6,7 atm. O-xylene keluar vaporizer
berbentuk gas dan cairan dengan fraksi masing-masing 0,8 dan 0,2. Selanjutnya
fase cair dan gas dipisahkan pada Flash Drum FD-01. Fase cair akan direcycle
kembali ke dalam cairan keluar Pompa P-01 sedangkan gas o-xylene dialirkan
ke Mixing Point MP-02 yang berada didalam Furnace F-01 untuk dicampur
dengan udara.

b. Udara
Udara dari atmosfer dengan temperature 30 oC dinaikkan tekanannya
dengan menggunakan Kompresor C-01 hingga mencapai tekanan 6,7 atm. Udara
akan dialirkan ke Mixing Point MP-02 di dalam Furnace F-01 dan akan dicampur
dengan o-xylene.

c. Pencampuran o-xylene dengan udara


Proses pencampuran o-xylene dengan udara berlangsung dalam Furnace
F-01. Rasio o-xylene dengan udara adalah sekitar 70 gr/m3, dimana konsentrasi
ini berada dibawah ambang flammability limitnya. Campuran ini kemudian
dipanaskan hingga mencapai suhu 350 oC di dalam Furnace F-01, lalu masuk ke
dalam Fixed Bed Multitube Catalytic Reactor R-01 pada tekanan 6 atm.

B.2.

Tahap oksidasi
Campuran gas melewati reaktor R-01 pada sisi tube dengan suhu masuk

350

C, dimana terjadi reaksi oksidasi dengan bantuan katalis vanadium

pentaoksida V2O5 yang disupport oleh TiO2 dan unsur-unsur lainnya. Reaksi yang
terjadi dalam tube reaktor ini sangat eksotermis pada suhu 340 360 oC. Alasan
pemilihan kondisi operasi ini adalah bahwa jika suhu operasi dibawah 340 oC
10

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
akan menyebabkan kecepatan reaksi berkurang, sedangkan jika suhu operasi
diatas 360 oC akan terbentuk CO2 dan H2O yang lebih banyak, dimana reaksi ini
tidak diinginkan karena akan mengurangi konversi pembentukan phthalic
anhydride. Oleh karena itu diperlukan pendingin berupa molten salt yang
mengalir melalui bagian shell reaktor. Gas hasil reaksi keluar dari reaktor pada
suhu 350 oC akan dialirkan ke dalam Switch Condenser SC-01.

B.3.

Tahap kondensasi
Proses kondensasi terjadi pada Switch Condenser (SC-01) A/B yang

bekerja secara semi kontinu. Oleh karena itu digunakan 2 kondenser untuk
memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan secara kontinu. Gas hasil
oksidasi yang terdiri atas sebagian besar phthalic anhydride dan off gas berupa
non-condensable gas seperti karbon monoksida, karbon dioksida, oksigen, dan
nitrogen akan dipisahkan dalam Accumulator AC-01. Proses kondensasi ini
meliputi tahapan sebagai berikut :
a. Receiving
Proses receiving merupakan tahap awal pemisahan dalam switch
condenser, dimana gas yang keluar dari reaktor masuk ke bagian shell
switch condenser. Pada tahap ini posisi valve cold oil dibuka, sedangkan
valve hot oil tertutup yang berlangsung selama 180 menit. Dalam Switch
Condenser SC-01, campuran gas yang mengandung sebagian besar
phthalic anhydride didinginkan sampai temperatur 100oC. Semua
komponen kecuali non-condensable gas akan mengembun. Namun dalam
perjalanan pengembunan komponen tersebut, terdapat beberapa komponen
yang memadat karena telah melewati titik lelehnya. Padatan tersebut akan
menjadi deposit padatan yang menempel pada bagian luar tube. Sedangkan
komponen cair dan gas akan mengalir ke Accumulator AC-01
b. Melting
Setelah proses receiving selesai, valve gas masuk ditutup karena
kondenser bekerja untuk melelehkan deposit padatan yang terbentuk.
Campuran padatan phthalic anhydride yang menempel pada dinding tube
tersebut dilelehkan pada titik lelehnya, yaitu 105oC dan dialirkan dalam

11

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
keadaan cair jenuh Accumulator AC-01

Setelah dicairkan dalam switch condenser, cairan crude phthalic


anhydride akan ditampung terlebih dahulu serta dipisahkan dengan noncondensable gas di dalam Accumulator AC-01. Didalam AC-01 terjadi reaksi
antara phthalic anhydride dengan air yang menghasilkan phthalic acid.
Selanjutnya crude phthalic anhydride dialirkan menggunakan pompa P-02
menuju Agitating Tank AT-01 pada kondisi jenuh pada tekanan 3,5 atm untuk
mengubah crude phthalic acid menjadi phthalic anhydride dengan proses agitasi
dan pemanasan. Reaksi di dalam AT-01 bersifat endotermis sehingga diperlukan
pemanas untuk menjaga suhu operasi berkisar 150 oC. Medium pemanas yang
digunakan adalah dengan mobiloiltherm. Kemudian air yang berada dalam
Agitating Tank akan menguap dan keluar lewat atas tangki. Sedangkan bagian
bawah campuran yang terdiri atas sebagian besar phthalic anhydride mengalir ke
Menara Distilasi MD-01.

B.4.

Tahap distilasi
Phthalic anhydride yang telah dihilangkan sebagian besar airnya pada

Aging Tank AT-01 dipompa menuju Menara Distilasi MD-01 yang beroperasi
pada tekanan atmosfer 1,3 atm. Pada tahap distilasi ini, phthalic anhydride murni
dipisahkan dari komponen-komponen lain yang ada dalam crude phthalic
anhydride. Secara garis besar terbagi atas dua macam komponen sebagai berikut :
1. Light Boiling Residue (LBR), yaitu komponen-komponen dalam campuran
yang mempunyai titik didih lebih rendah dari titik didih phthalic anhydride
murni, seperti o-xylene, m-xylene, maleic anhydride, benzoic acid, toluic
acid dan air.
2. High Boiling Residue (HBR), yaitu komponen-komponen dalam campuran
yang mempunyai titik didih lebih tinggi dari titik didih phthalic anhydride
murni, sepeti phthalide, citraconic acid dan phthalic acid.
Pada Menara Distilasi MD-01 terjadi pemisahan antara phthalic anhydride
dengan Light Boiling Residue (LBR). LBR diuapkan dan dikondensasikan dalam
Total Condenser CD-01. Fraksi ringan dari LBR dialirkan ke dalam unit n unit

12

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
pengolahan limbah. Sedangkan hasil bawah dialirkan ke Menara Distilasi MD-02
untuk pemurnian phthalic anhydride lebih lanjut.
Pada Menara Distilasi MD-02, dilakukan tahap pemurnian akhir yang
bertujuan untuk memisahkan phthalic anhydride murni dengan High Boiling
Residue (HBR) tersisa. HBR keluar pada bagian bawah dan dialirkan dengan
pompa P-03 menuju unit pengolahan limbah. Phthalic anhydride murni
didapatkan pada puncak kolom destilasi dan dikondensasikan dengan Kondenser
Total CD-02.

B.5.

Tahap pemadatan produk


Phthalic anhydride cair yang telah dimurnikan dialirkan ke dalam Flaker

FL-01, untuk memperoleh phthalic anhydride dalam bentuk flake. Pompa P-06
mengumpankan PA dari CD-02 menuju FL-01, kemudian padatan yang terbentuk
diangkut dengan Belt Conveyor BC-01 dan Bucket Elevator BE-01 menuju Bin
B-01.

13

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB III
SPESIFIKASI BAHAN

A. BAHAN BAKU
a.

O-xylene
Rumus molekul

: C8H10

Wujud (1 atm, 25 oC) : cair


Densitas (gr/cm3)

: 0,881

Kemurnian (% berat) : min. 98


Impuritas (% berat)

: m-xylene maks. 2

Boiling point (oC)

: 156,6

Melting point (oC)

: -25,2

Viskositas

: 37,98 cp (pada suhu 30oC)

Harga

: $0,35/kg

b. Udara
Wujud (25 0C)

: gas

Density udara (kg/m3)

: 1,2928

Komposisi udara pada umpan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Daftar III.1. Komposisi Udara Umpan
Komponen

Komposisi (% mol maks.)

N2

78

O2

21

CO

0,998

CO2

0,001

Ar

0,001

B. PRODUK
a. Phthalic anhydride
Wujud (30 oC)

: padat

Bentuk

: flake

Densitas (gr/cm3)

: 1,52 1,54
14

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Kemurnian (% berat)

: 99,8

Impuritas (% berat)

: maleic anhydride maks 0,05


phtahlide maks. 0,06
phthalic acid maks. 0,04
lainnya maks. 0,05

Melting point (oC)

: 130,8

Boiling point (oC)

: 285

Kelarutan

: larut seluruh bagian dalam benzene

Harga

: $1,07/kg

b. Maleic anhydride
Wujud (30 oC)

: padat

Bentuk

: flake

Kemurnian (% berat)

: 99,5

Melting point (oC)

: 52,5

Boiling point (oC)

: 202

15

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB IV
DIAGRAM ALIR
Diagram alir kualitatif dan kuantitatif proses pembuatan phthalic
anhydride dari o-xylene dan udara ditunjukkan masing masing pada Gambar IV1 dan Gambar IV-2. Diagram alir kualitatif menggambarkan skema sederhana
proses dan kondisi operasi berupa suhu dan tekanan tiap arus. Diagram alir
kuantitaif menampilkan kondisi arus keluar dan masuk blok alat termasuk mass
flow tiap arus.

16

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Gambar IV-1. Diagram Alir Kualitatif

17

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Gambar IV-2. Diagram Alir Kuantitatif

18

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB V
NERACA MASSA
Simbol komponen:
OX
: o-xylene
MX
: m-xylene
PA
: Phthalic Anhydride
MA
: Maleic Anhydride
TA
: Toluic Acid
PD
: Phthalide
BA
: Benzoic Acid
CA
: Citraconic Acid
PC
: Phthalic Acid
CO
: Karbon monoksida
CD
: Karbon dioksida
O
: Oksigen
N
: Nitrogen
W
: Air
A
: Argon
A. Neraca Massa Total
Daftar V.1 Neraca Massa Total
Komponen

Input
(kg/jam)

OX
MX
PA
MA
TA
PD
BA
CA
PC
CO
CD
O
N
W
A

9657,3
96,6
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
1555,6
1,6
32734,0
121583,3
0,0
1,6

Total

165629,9

Output
(kg/jam)
4,8
96,1
10243,6
356,6
24,8
24,4
88,8
11,8
186,8
3328,2
2862,7
20703,2
121583,3
6113,1
1,6
165629,9

19

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

B. Neraca Massa Alat


1. Neraca Massa di Flash Drum (FD-01)
Daftar V.2 Neraca Massa pada Flash Drum (FD-01)

OX
MX

Input
(kg/jam)
Arus 4
12072,2
120,1

Total

12192,3

Komponen

Output (kg/jam)
Arus 5
9657,3
96,6
9753,8

Arus 6
2414,9
23,6
2438,5
12192,3

2. Neraca Massa di Reaktor (R-01), untuk ketiga reaktor total.


Daftar V.3 Neraca Massa pada Reaktor (R-01-A/B/C)
Komponen

Input
(kg/jam)

Output
(kg/jam)

OX
MX
PA
MA
TA
PD
BA
CA
PC
CO
CD
O
N
W
A

9657,3
96,6
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
1555,6
1,6
32734,0
121583,3
0,0
1,6

4,8
96,1
10410,1
356,6
24,8
24,4
88,8
11,8
0,0
3328,2
2862,7
20703,2
121583,3
6133,4
1,6

Total

165629,9

165629,9

20

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
3. Neraca Massa di Akumulator (AC-01), terjadi reaksi antara PA dengan
air menjadi PC.
Daftar V.4 Neraca Massa pada Akumulator (AC-01)

Komponen

Input
(kg/jam)
Arus 7

OX
MX
PA
MA
TA
PD
BA
CA
PC
CO
CD
O
N
W
A

4,8
96,1
10410,1
356,6
24,8
24,4
88,8
11,8
0,0
3328,2
2862,7
20703,2
121583,3
6133,4
1,6

Total

165629,9

Output (kg/jam)
Arus 8
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

Arus 9

4,8
96,1
2082,0
356,6
24,8
24,4
88,8
11,8
9341,0

0,0
0,0
0,0
3328,2
2862,7
20703,2
121583,3
0,0
1,6
148479,0

0,0
0,0
0,0
0,0

5120,5
0,0
17150,9
165629,9

21

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
4. Neraca Massa di Aging Tank (AT-01), untuk ketiga reaktor total.
Daftar V.5 Neraca Massa pada Aging Tank (AT-01-A/B/C)
Input
(kg/jam)
Arus 9

Arus 10

Arus 11

OX
MX
PA
MA
TA
PD
BA
CA
PC
W

4,8
96,1
2082,0
356,6
24,8
24,4
88,8
11,8
9341,0
5120,5

0,3
7,9
16,7
5,1
0,0
0,0
0,2
0,0
0,0
1466,5

4,5
88,2
10226,8
351,5
24,7
24,4
88,6
11,8
186,8
4646,6

Total

17150,9

1496,8

15654,1

Komponen

Output (kg/jam)

17150,9

5. Neraca Massa di Menara Distilasi (MD-01)


Daftar V.6 Neraca Massa pada Menara Distilasi 1 (MD-01)

Komponen

Input
(kg/jam)
Arus 11

OX
MX
PA
MA
TA
PD
BA
CA
PC
W

4,5
88,2
10226,8
351,5
24,7
24,4
88,6
11,8
186,8
4646,6

Total

15654,1

Output (kg/jam)
Arus 12
4,5

Arus 13
0,0
0,0
10124,6
7,0
0,7
24,4
2,7
11,8
186,8
0,0
10358,0

88,2
102,3
344,5
24,0
0,0
86,0
0,0
0,0
4646,6
5296,1
15654,1

22

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

6. Neraca Massa di Menara Distilasi 2 (MD-02)


Daftar V.7 Neraca Massa pada Menara Distilasi 2 (MD-02)

PA
MA
TA
PD
BA
CA
PC

Input
(kg/jam)
Arus 13
10124,6
7,0
0,7
24,4
2,7
11,8
186,8

Total

10358,0

Komponen

Output (kg/jam)
Arus 14
Arus 15
10080,8
43,8
5,1
2,0
0,2
0,5
6,1
18,3
0,2
2,5
0,1
11,7
4,0
182,8
10096,5
261,6
10358,0

23

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB VI
NERACA PANAS

A. Neraca Panas Total


Daftar VI.1. Neraca Panas Total
Input (kkal/jam)

Output (kkal/jam)
Q non condensable
1261807,99
gas

Q oxylene masuk

20773,34

Q udara masuk

188049,43

Q steam out dalam


AT-01

551489,64

Q HE-01

7476408,32

Q low boiling residue


MD-01

1396891,35

W kompresor

31976,00

Q pemanas V-01
Q pemanas dalam F01
Q reaksi dalam R-01

1641676,93

Q high boiling
residue MD-02
Q produk

8351695,83

Q pendingin R-01

36724429,55

36689770,32

12633015,99

Q reaksi dalam T-02

1042891,25

Q pemanas AT-01
Q reboiler MD-01

656992,35
1209874,97

Q reboiler MD-02

875375,19

Q pendingin SC-01
Q reaksi dalam AT01
Q kondenser MD-01
Q kondenser MD-02
Q pendingin pada
HE-01

Q pengembunan SC01

942746,26

Q pendingin FL-01

677160,12

Q pengembunan
MD-01

1720404,10

Q penguapan V-01

670876,58

Q pengembunan
MD-02

858724,15

Q penguapan AT-01

720385,69

Total

61707358,43

Q pembekuan FL-01
Total

45310,83
61707358,43

24270,89
26670,42

154364,80
1878897,64
1717448,29
578928,34

24

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
B. Neraca Panas Alat
1. Neraca Panas di Vaporizer (V-01)
Daftar VI.2. Neraca Panas pada Vaporizer (V-01)
Komponen
Input

Q (kkal/jam)

Komponen
Output

Q (kkal/jam)

Q3

25925,87

Q4 (uap)

235119,77

Q pemanas

1641676,93

Total

1667602,80

Q4 (cairan)
Q penguapan
Total

761606,46
670876,58
1667602,80

2. Neraca Panas di Furnace (F-01)


Daftar VI.3. Neraca Panas pada Furnace (F-01)
Komponen Input

Q (kkal/jam)

Q1 + Q5
Q pemanas
Total

5470234,90
8351695,83
13821930,73

Komponen
Output
Q6
Total

Q (kkal/jam)
13821930,73
13821930,73

3. Neraca Panas di Reaktor (R-01)


Daftar VI.4. Neraca Panas pada Reaktor (R-01(A/B/C))

Komponen Input

Q (kkal/jam)

Q6
Q reaksi

13821930,73
36689770,32
50511701,05

Total

Komponen
Output
Q7
Q pendingin
Total

Q (kkal/jam)
13787271,50
36724429,55
50511701,05

4. Neraca Panas di Switch Condenser (SC-01)


Daftar VI.5. Neraca Panas pada Switch Condenser (SC-01(A/B))
Komponen Input

Q (kkal/jam)

Komponen
Output

Q (kkal/jam)

Q7

13787271,5

Q8

1261807,99

Qpengembunan

942746,2613

Total

14730017,76

Q crude PA cair
Q pendingin
Total

835193,78
12633015,99
14730017,76

25

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

5.

Neraca Panas di Akumulator (AC-02)


Daftar VI.6. Neraca Panas pada Akumulator (AC-01)

Komponen
Input

Q (kkal/jam)

Komponen
Output

Q (kkal/jam)

Q crude PA
cair

835193,78

Q9

1878085,13

Q reaksi

1042891,34

Total

1878085,13

Total

1878085,13

6.

Neraca Panas di Aging Tank (AT-02)


Daftar VI.7. Neraca Panas pada Aging Tank (AT-01(A/B/C))

Komponen
Input
Q9
Q pemanas

Total

Q (kkal/jam)
1878085,13
656992,35

2535077,48

Komponen
Output
Q11
Q10
Q reaksi
Q penguapan
Total

Q (kkal/jam)
1108837,35
551489,64
154364,80
720385,69
2535077,48

7. Neraca Panas di Menara Distilasi 1 (MD-01)


Daftar VI.8. Neraca Panas pada Menara Distilasi 1 (MD-01)
Komponen
Input
Q11
Q reboiler
Q
pengembunan
Total

1013034,80
1209874,97

Komponen
Output
Q12
Q13

1720404,10

Q condenser

1878897,64

3943313,87

Total

3943313,87

Q (kkal/jam)

Q (kkal/jam)
1396891,35
667524,88

26

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
8. Neraca Panas di Menara Distilasi 2 (MD-02)
Daftar VI.9. Neraca Panas pada Menara Distilasi 2 (MD-02)
Komponen Input

Q (kkal/jam)

Q13
Q reboiler
Q pengembunan
Total

666139,56
875375,19
858724,15
2400238,89

Komponen
Output
Q14
Q15
Q condenser
Total

Q (kkal/jam)
658519,71
24270,89
1717448,29
2400238,89

9. Neraca Panas pada Flaker (FL-01)


Daftar VI.10. Neraca Panas pada Flaker (FL-01)
Komponen
Input

Q (kkal/jam)

Q15

658519,71

Q
pembekuan
Total

Komponen
Output
Phthalic
Anhydride
flakes

Q (kkal/jam)
26670,42

45310,83

Q pendingin

677160,12

703830,54

Total

703830,54

27

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB VII
SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

VII.1. Tangki Penyimpan o-Xylene


Kode

: T-01

Fungsi

: Menyimpan bahan baku ortho xylene selama 30 hari


sebanyak 7973,9 m3

Tipe

: silinder tegak dengan alas datar dan atap conical

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: carbon Steel SA- 283 Grade C

Kondisi penyimpanan : cair


Suhu

: 30 C

Tekanan

: 1 atm

Tinggi

: 42 ft

Diameter

: 120 ft

Tebal shell

: Course 1 = 1,24 in
Course 2 = 0,96 in
Course 3 = 0,83 in
Course 4 = 0,67 in
Course 5 = 0,30 in
Course 6 = 0,19 in

Tebal head

: 0.1875 in

Tinggi head

: 20,03 ft

Harga

: $ 48.132

VII.2. Flash Drum


Kode

: FD-01

Fungsi

: Memisahkan uap o-xylene dan m-xylene dengan


cairannya dengan kapasitas 12192,31 kg/jam

Bahan

: Carbon Steel SA 283 Garde D

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

: Tekanan : 6,7 atm

28

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Suhu

: 501,26 K

Diameter

: 1,37 meter

Tinggi

: 4,47 meter

Tebal dinding

: 0,50 inch

Harga

: $ 14.823

VII.3. Furnace
Kode

: F-01

Fungsi

: Memanaskan feed gas dan udara dari suhu 228oC dan


68oC menjadi 350oC dengan kapasitas 165628,3 kg/jam

Tipe

: Fire Box Furnace

Bahan

: Baja tahan panas SA 240 Grade T

Jumlah

: 1 buah

Kondisi operasi

Inlet

Suhu

: 68oC (Udara) dan 228oC (Feed Gas)

Tekanan

: 6,57 atm

Suhu

: 350oC

Tekanan

: 6,57 atm

Outlet

Beban panas

: 56,87 MMBTU/hour

Dimensi furnace

Tinggi

: 15 ft

Lebar

: 20 ft

Panjang pipa : 25 ft

Jumlah tube

: 141

Tebal isolasi

: 2,16 inch

Tinggi stack

: 20 ft

Harga

: $ 1.448.229

29

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

VII.4. Reaktor
Kode

: R-01

Fungsi

: mereaksikan o-xylene dan udara menjadi phthalic


anhydride dengan kapasitas 165629,90 kg/jam

Tipe

: fixed bed multitube

Bahan konstruksi
- Tube

: baja komersial ASA Standar B.36.10

- Shell

: stainless steel SA-204 Grade A

Jumlah reaktor

: 3 buah

Jumlah tube

: 7505 buah

Kondisi operasi

: non isotermal - non adiabatik

Temperatur

: 350 oC

Tekanan umpan

: 6 atm

Fase reaksi

: reaktan gas dengan katalis padat

Katalis

: V2O5

Pendingin

: molten salt

Tinggi reaktor

: 11 m

Volume reaktor

: 230,11m3

Tebal shell

: 1 in

Tinggi head

: 43,98 in

Massa katalis

: 23200,38 kg katalis

Bahan Isolasi

: diatomeous earth

Tebal isolasi

: 0,11 m

Harga

: $ 3.479.716

VII.5. Switch Condenser


Kode

: SC-01

Fungsi

: Mengembunkan gas keluar reaktor dengan kapasitas


165629,90 kg/jam

Tipe

: Multitube heat exchanger 1-1 dengan aliran counter

30

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
current
Jumlah alat

:2

Waktu siklus

: 12 menit

Tahap desublimasi

: 10 menit

Tahap melting

: 2 menit

Medium pemanas/pendingin : Crude oil


Beban desublimasi

: 10185540 kJ/siklus

Beban pemanas

: 28192,17 kJ/siklus

Flowrate pendingin

: 44,44 kg/sekon

Flowrate pemanas

: 3,58 kg/sekon

Luas transfer panas

: 2188,09 m2

Kondisi operasi

Tekanan

: 1,3 atm

Tahap receiving

Suhu gas masuk

: 350oC

Suhu keluar proses receiving

: 105oC

Suhu pendingin masuk

: 28oC

Suhu pendingin keluar

: 211oC

Tahap melting
-

Suhu awal padatan

: 105oC

Suhu keluar cairan

: 130oC

Suhu pemanas masuk

: 135oC

Suhu pemanas keluar

: 102oC

Dimensi

Shell side

Komponen yang mengalir

: Crude oil pendingin dan pemanas

Jumlah pass

:1

Bahan

: Carbon steel SA-283 Grade C

Inside diameter

: 78,74 in = 2 m = 6,56 ft

Tebal

: 0,1875 in

Panjang plate

: 3,42 ft

Panjang shell

: 9,78 m

31

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Tube side

Komponen yang mengalir

: Fluida keluar reaktor

Inside diameter

: 0,532 in

Outside diameter

: 0,018375 m = 0,75 in

PT

: 1 in

BWG

: 12

Panjang tube

: 9,78 m

Jumlah pass

:1

Jumlah tube

: 3876

Bahan

: Carbon steel SA-283 Grade C

Pressure Drop

: 0,254 atm

Tebal isolasi

: 0,181 m

Jenis isolasi

: Diatomaceous Earth

Harga

: $ 616.680

VII.6. Accumulator
Kode

: AC-01

Fungsi

Memisahkan cairan keluar Switch Condenser dengan non condensable gas


dengan kapasitas 17150,89 kg/jam

Membuat kontinyu aliran setelah SC-01

Tipe

: silinder tegak dengan alas datar dan atap torispherical


dished head

Jumlah

: 1 buah

Bahan

: carbon Steel SA- 283 Grade C

Fase operasi

: cair dan gas

Suhu

: 105 C

Tekanan

: 1 atm

Volume

: 93,75 ft3 = 2,65 m3

Tinggi

: 3,10 ft = 0,94 m

Diameter

: 12,40 ft = 3,78 m

Tebal tangki

: 0,25 in = 0,635 cm

32

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Tebal head

: 0.1875 in = 0,476 cm

Tinggi head

: 6,13 in = 15,57 cm

Harga

: $ 11.927

VII.7. Aging Tank


Kode

: AT-01

Tugas

: Untuk mengubah crude phthalic anhydride (mengandung


sebagian phthalic acid) menjadi phthalic anhydride dengan
proses agitasi dan pamanasan dengan kapasitas 16543,52
kg/jam

Tipe

: Cylindrical tank dengan atap dan bottom berbentuk


torosperical dished head dengan pengaduk dan pemanas
koil

Bahan

: Stainless Steel SA167 tipe 310

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

Suhu

: 423,15 K

Tekanan

: 3,5 atm

Konversi

: 67%

Waktu agitasi

: 8 jam

Volume

: 223,89 m3

Diameter tangki

: 6,58 m

Diameter pengaduk

: 2,19 m

Tinggi tangki

: 8,22 m

Tinggi cairan

: 6,54 m

Tebal baffle

: 0,21 m

Tebal shell

: 0,59 in

Tebal head

: 0,75 in

Pengaduk

Jenis pengaduk

: Marine propeller dengan 3 blades

Daya pengaduk

: 4 HP

Jenis pemamas

: Koil

33

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Panjang koil

: 860,65 ft

Jumlah putaran

: 28

Tinggi koil

: 10,90 ft

Bahan

: Stainless steel

Harga

: $ 374.836

VII.8. Menara Distilasi 1


Kode

: MD - 01

Fungsi

: Memisahkan produk utama (phthalic anhydride) sebagai


hasil bawah dengan produk samping lainnya sebagai
hasil atas dengan kapasitas 15654,09 kg/jam

Tipe

: Sieve tray

Bahan

: Carbon steel SA-283 Grade A

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

Feed

Atas menara : Suhu : 138,9oC. Tekanan : 3,4 atm

Bawah menara : Suhu : 353,53oC. Tekanan : 3,6 atm

: Suhu : 150oC. Tekanan : 3,5 atm

Reflux

: 0,081

Reflux minimum

: 0,067

Jumlah Plate

: 16 plate

Tray spacing

: 20 in

Lokasi feed

: Diantara plate 7 dan 8

Dimensi

Tinggi menara

: 10,21 m

Diameter atas

: 0,747 m

Diameter bawah

: 0,542 m

Tebal shell

: 1/4in

Tebal head

: - puncak : 1/4 in
- dasar

Tinggi head

: 1/4 in

: - puncak : 0,185 m

34

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
- dasar
Harga

: 0,123 m

: $ 165.200

VII.9. Menara Distilasi 2


Kode

: MD - 02

Fungsi

: Memisahkan produk utama (phthalic anhydride) sebagai


hasil atas dengan produk samping dengan kapasitas
10358,03 kg/jam

Tipe

: Sieve tray

Bahan

: Carbon steel SA-283 Grade A

Jumlah

: 1 unit

Kondisi operasi

Feed

Atas menara : Suhu : 566,96 K. Tekanan : 1,2 atm

Bawah menara : Suhu : 599,89 K. Tekanan : 1,4 atm

: Suhu : 571 K. Tekanan : 1,3 atm

Reflux

: 0,72

Reflux minimum

: 0,60

Jumlah Plate

: 25 plate

Tray spacing

: 20 in

Lokasi feed

: Diantara plate 14 dan 15

Dimensi

Tinggi menara

: 14,87 m

Diameter atas

: 1,40 m

Diameter bawah

: 0,38 m

Tebal shell

: 3/16 in

Tebal head

: - puncak : 3/16 in
- dasar

Tinggi head

: - puncak : 0,298 m
- dasar

Harga

: 3/16 in

: 0,102 m

: $ 169.320

35

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

VII.10. Flaker
Kode

: FL-01

Fungsi

: membentuk Phthalic Anhydride cair menjadi padatan


berbentuk flake dengan kapasitas 10096,45 kg/jam

Jumlah

: 1 buah

Tipe

: Rotaring Drum Flaker (single drum)

Bahan Komstruksi

: Carbon steel

Kebutuhan air pendingin : 6,97 kg/sekon


Dimensi Flaker

Diameter

: 2,18 m

Luas

: 4,37 m2

Volume padatan

: 6,61 m3/jam

Jumlah putaran drum

: 3,64 putaran / menit

Harga

: $ 107.339

VII.11. Belt Conveyor


Kode

: BC-01

Fungsi

: Mengangkut Phthalic anhydride dari Flaker (F-01) ke


Bucket Elevator (E-01) sebanyak 10096,45 kg/jam

Tipe

: Closed Belt Conveyor

Bahan

: Stainless Steel 316

Jumlah

: 1 unit

Kapasitas

: 6,61 m3/jam

Panjang

: 30 ft

Lebar Belt

: 14 in

Power Motor

: 0,25 hp

Harga

: $ 14.600

VII.12. Bucket Elevator


Kode

: BE-02

Fungsi

: Mengangkut Phthalic anhydride dari Belt Conveyor


36

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
(BC-01) ke Bin (BI-01) sebanyak 10096,45 kg/jam
Tipe

: Bucket elevator

Bahan

: Stainless Steel 316

Jumlah

: 2 unit

Kapasitas bahan

: 233,51 ft3/jam

Kapasitas elevator

: 9,62 ton/jam

Ukuran bucket

: 6 x 4 x 4,25 in

Jarak antar bucket

: 12 in

Kecepatan bucket

: 225 ft/min

Tinggi elevator

: 25 ft

Putaran poros puncak : 43 rpm


Tenaga yang diijinkan pada putaran poros puncak : 9176 hp
Tenaga tambahan

: 0,5 hp

Diameter poros puncak : 1,9375 in


Diameter poros bawah : 1,6875 in
Diameter pulley puncak : 20 in
Diameter pulley bawah : 14
Harga

: $ 10.393

VII.13. Bin
Kode

: BI-01

Tugas

: Menyimpan phthalic anhydride flake selama 12 jam


dengan kapasitas 10096,45 kg/jam

Jumlah alat

: 2 unit

Bahan

: Carbon Steel SA- 283 Grade C

Volume bin

: 47,61 m2

Dimensi

Diameter

: 3,20 m

Tinggi bagian atas

: 3,20 m

Tinggi bagian bawah : 4,81 m

Diameter opening

Harga

: 1,06 m

: $ 17.900

37

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
VII.14. Vaporizer
Kode

: V-01

Fungsi

: Menguapkan campuran O-xylene dan M-xylene dengan


kapasitas 12192,31 kg/jam

Tipe

: Kettle reboiler, 2-4

Jumlah

: 1 buah

Jenis pemanas

: Oil mobiltherm

Kondisi operasi

Suhu pemanas masuk : 30oC


Suhu pemanas keluar : 228,1oC
Tekanan boiler

: 6,7 atm

Massa pemanas

: 2608,06 lb/hr lb/jam

Spesifikasi alat

Tube : OD 1 in, 13 BWG, 1,25 in triangular pitch, panjang 16 ft,


Shell : jumlah pass = 1, ID = 32,4 in
Ud

: 57,24 Btu/j ft2 F

: 463,56 ft2

: 3,209 psi (pada tube)

Harga

: $ 19.594

VII.15. Reboiler 1
Kode

: RB-01

Fungsi

: Menguapkan sebagian hasil bawah MD-01 sehingga


diperoleh produk bawah sebanyak 10358,03 kg/jam

Tipe

: Kettle reboiler, 1-2

Jumlah

: 1 buah

Jenis pemanas

: Dowtherm-A

Kondisi operasi

Suhu pemanas masuk : 382,7oC


Suhu pemanas keluar : 368,4oC
Suhu operasi boiler

: 351,79oC

Tekanan boiler

: 3,6 atm

38

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Massa pemanas

: 4160,25 lb/jam

Spesifikasi alat :
Tube : OD 1,5 in, 14 BWG, 1 7/8 in triangular pitch, panjang 16 ft,
Shell : jumlah pass = 1, ID = 27 in
Ud

: 3,8133 Btu/j ft2 F

: 617,69 ft2

: 0,9516 psi

Harga

: $ 100.500

VII.16. Reboiler 2
Kode

: RB-02

Fungsi

: Menguapkan sebagian hasil bawah MD-02 sehingga


diperoleh produk bawah sebanyak 261,57 kg/jam

Tipe

: Kettle reboiler, 1-2

Jumlah

: 1 buah

Jenis pemanas

: Dowtherm-A

Kondisi operasi

Suhu pemanas masuk : 368,4oC


Suhu pemanas keluar : 368oC
Suhu operasi boiler

: 346,6oC

Tekanan boiler

: 3,6 atm

Massa pemanas

: 4160,25 lb/jam

Spesifikasi alat :
Tube : OD 1 in, 14 BWG, 1,25 in triangular pitch, panjang 12 ft
Shell : jumlah pass = 1, ID = 15,25 in
Ud

: 2 Btu/j ft2 F

: 285,88 ft2

: 0,000775 psi

Harga

: $ 40.000

VII.17. Condenser 1
Kode

: CD-01
39

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Fungsi

: Mengembunkan uap hasil atas MD-01 dengan kapasitas


10358,03 kg/jam

Tipe

: Shell and tube, 1-4

Jumlah

: 1 buah

Jenis pendingin

: cooling water

Kondisi operasi

Suhu pendingin masuk

: 86oF

Suhu pendingin keluar

: 120oF

Suhu operasi condenser

: 138,98oF

Tekanan condenser

: 3,4 atm

Massa pendingin

: 263981,9651 lb/jam

Spesifikasi alat

Tube : OD 3/4 in, 16 BWG, 1 in triangular pitch, panjang 14 ft, 4 pass


Shell : jumlah pass = 1, ID = 23,25 in
Ud

: 127,3114 Btu/j ft2 F

: 486,7061 ft2

: 10,9922 psi

Jumlah tube

: 352 tube

Harga

: $ 106.300

VII.18. Condenser 2
Kode

: CD-02

Fungsi

: Mengembunkan uap hasil atas MD-02 dengan kapasitas


17412,76 kg/jam

Tipe

: Shell and tube, 1-4

Jumlah

: 1 buah

Jenis pendingin

: Cooling water

Kondisi operasi

Suhu pendingin masuk

: 86oF

Suhu pendingin keluar

: 120oF

Suhu operasi condenser

: 293,82oF

Tekanan boiler

: 1,2 atm

40

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Massa pemanas

: 189368,7111 lb/jam

Spesifikasi alat

Tube : OD 3/4 in, 16 BWG, 1 in triangular pitch, panjang 14 ft, 4 pass


Shell : jumlah pass = 1, ID = 19,25 in
Ud

: 127,3114 Btu/j ft2 F

: 306,3808 ft2

: 12,8912 psi

Harga

: $ 79.500

VII.19. Cooler
Kode

: HE-01

Fungsi

: Mendinginkan fluida keluar MD-02 dari 264,5oC menjadi


suhu 131oC dengan kapasitas 10096,45 kg/jam

Tipe

: Double Pipe Heat Exchanger

Bahan

: Stainless Steel 316

Tekanan Operasi

: 1,2 atm

Annulus

Fluida di annulus

: Hasil atas MD-02

Suhu masuk di annulus : 508,1791 oF


Suhu keluar di annulus : 267,8000 oF
Layout

: IPS = 3 in, SchN 40, OD = 3,5 in, ID = 3,068 in

Flowrate

: 10096,45 lb/jam

Inner Pipe

Fluida di inner pipe

: Cooling water

Suhu masuk di inner pipe : 120 oF


Suhu keluar di inner pipe : 150 oF
Layout

: IPS = 2 in, SchN 40, OD = 2,38 in, ID = 2,067 in

Flowrate

: 76600,32 lb/jam

Luas transfer panas

: 139,3145 ft2

Panjang total

: 79,56 ft

Panjang tiap pipa

: 20 ft

41

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Jumlah pipa

: 4 pipa (2 hairpin)

Harga

: $ 34.700

VII.20. Kompresor Udara


Kode

: C-01

Fungsi

: Menaikkan tekanan udara sebanyak 155876,05 kg/jam


dari tekanan 1 atm menjadi 6,7 atm.

Tipe

: Kompresor Piston

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 30oC

Discharge

Tekanan

: 6,7 atm

Suhu

: 68,8oC

Beban kompresor

: 3,67 kW

Daya motor

: 7,5 hp

Jenis motor

: Motor induksi 220 V, 3 fase

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $ 54.600

VII.21. Pompa 1
Kode

: P-02

Fungsi

: Memompa bahan baku (campuran o-xylene dan mxylene) ke vaporizer (V-01) sebanyak 9753,85 kg/jam.

Tipe

: Reciprocating Pump

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Power pompa

: 5 hp
42

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 30oC

Discharge

Tekanan

: 6,7 atm

Suhu

: 30oC

Kapasitas

: 11,07 m3/h

Head Pompa

: 62,06 meter

Spesific speed

: 400 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $ 57.077

VII.22. Pompa 2
Kode

: P-03

Fungsi

: Memompa keluaran AC-01 ke dalam Aging Tank (AT01) dengan kapasitas 17150,9 kg/jam

Tipe

: Centrifugal pump

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Power pompa

: 1,5 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 130oC

Discharge

Tekanan

: 3,5 atm

Suhu

: 130oC

Kapasitas

: 17,23 m3/h

Head Pompa

: 18,22 m
43

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Spesific speed

: 1800 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $ 64.744

VII.23. Pompa 3
Kode

: P-04

Fungsi

: Memompa bahan keluaran AT-01 kedalam MD-01 dengan

kapasitas 17150,9 kg/jam


Tipe

: Centrifugal pump

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Power pompa

: 1,5 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1,5 atm

Suhu

: 105oC

Discharge

Tekanan

: 3,4 atm

Suhu

: 105oC

Kapasitas

: 7,35 m3/h

Head Pompa

: 22,26 m

Spesific speed

: 1700 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $ 2.079

VII.24. Pompa 4
Kode

: P-05

44

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Fungsi

: Memompa refluks MD-01 dengan kapasitas 432,03


kg/jam

Tipe

: Centrifugal pump

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Power pompa

: 0,25 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 2,5 atm

Suhu

: 166,09oC

Discharge

Tekanan

: 3,4 atm

Suhu

: 166,09oC

Kapasitas

: 0,43 m3/h

Head Pompa

: 11,93 m

Spesific speed

: 300 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $ 2079

VII.25. Pompa 5
Kode

: P-06

Fungsi

: Memompa refluks MD-02 dengan kapasitas 7316,31


kg/jam

Tipe

: Centrifugal pump

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Power pompa

: 0,75 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

45

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Suhu

: 293,81oC

Discharge

Tekanan

: 1,2 atm

Suhu

: 293,81oC

Kapasitas

: 7,35 m3/h

Head Pompa

: 4,68 m

Spesific speed

: 1100 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $ 2079

VII.26. Pompa 6
Kode

: P-07

Fungsi

: memompa bahan dari Heat Exchanger (HE-0) ke Flaker


(FL-01) dengan kapasitas 10358 kg/jam.

Tipe

: Centrifugal pump

Jumlah

: 1 unit

Bahan

: Stainless Steel 304

Power pompa

: 1 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

Suhu

: 1 atm

: 131oC

Discharge

Tekanan

Suhu

Kapasitas

: 8,57 m3/h

Head Pompa

: 26,14 m

Spesific speed

: 1400 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Harga

: $2726

: 1,3 atm

: 131oC

46

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
BAB VIII
UTILITAS

Utilitas berfungsi untuk menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk


mendukung kelancaran pada sistem produksi di seluruh pabrik.
Unit-unit yang ada di utilitas pabrik phthalic anhydride ini terdiri dari :
1. Unit penyediaan dan pengolahan air (Water System)
2. Unit penyediaan pendingin
3. Unit pembangkit dan pendistribusian listrik
4. Unit penyedia udara tekan
5. Unit pengolahan limbah

VIII.1 UNIT PENYEDIAAN DAN PENGOLAHAN AIR


VIII.1.1. Penentuan Sumber Air
Prarancangan pabrik phthalic anhydride ini direncanakan akan menggunakan air
sungai sebagai sumber air pendingin. Air sungai untuk proses pendinginan
memerlukan make-up water untuk mengganti kehilangan air akibat penguapan yang
terjadi dalam di cooling tower dan yang hilang selama proses berlangsung.
Pemilihan jenis air industri didasarkan pada lokasi pabrik, kondisi lingkungan
dan musim. Penggunaan air laut tentunya memerlukan biaya yang lebih mahal untuk
membangun instalasi utilitas pengolahan air. Jika air sungai digunakan sebagai sumber
air untuk industri, maka hal yang terpenting untuk diperhatikan adalah kondisi sungai
pada berbagai musim. Pada saat musim hujan, kenaikan suspended solid pada air
sungai cukup ekstrim sehingga harus dilakukan antisipasi pada proses sedimentasi.
Selain itu, jika suspended solid dalam air tinggi maka kinerja unit pengolahan limbah
di pabrik akan semakin berat. Sedangkan pada musim kemarau ada kemungkinan
terjadi penyusutan debit air sungai, sehingga menyebabkan kurangnya pasokan air
untuk kebutuhan proses.
Pabrik akan didirikan di Puloampel, Cilegon, Banten. Sungai yang diandalkan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Cilegon adalah sungai Cidanau.

47

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Sungai ini mempunyai debit 1300 - 2000 liter per detik, sehingga memenuhi
perkiraan kebutuhan air pabrik. Namun pada beberapa tahun terakhir, Sungai Cidanau
mengalami penyusutan debit air, sehingga usaha-usaha pengelolaan air mulai
dilakukan. Adanya penyusutan debit ini tentu dapat berarti bahwa dalam beberapa
tahun kedepan, jumlah air sungai akan semakin sedikit, terutama pada musim kemarau.
Untuk mengantisipasi kekeringan yang melanda sungai Cidanau, PT. Krakatau
Tirta Industri membangun Waduk Nadra (Waduk Krakatau Tirta Industri) sebagai
cadangan air baku, dengan luas waduk 1 km2. waduk Nadra memiliki kapasitas
penyimpanan efektif sebesar 3 juta m3, waduk juga dilengkapi dengan 5 buah pompa
sentrifugal dengan kapasitas masing-masing sebesar 1850 m3/jam. Atas dasar tersebut,
dirasa pasokan air untuk keperluan pabrik phthalic anhydride ini aman.
PT. Krakatau Tirta Industri dan PT. Peteka Karya Tirta juga sudah dipercaya
oleh beberapa industri di daerah Cilegon sebagai penyedia air baku untuk industri
seperti PT. Chandra Asri Petrochemical, PT. Krakatau Steel, PT. Asahimas Chemical,
PT. Bayer Material Science, PT. Dong Jin Indonesia, dll. Selain industri, PDAM kota
Cilegon juga sudah bekerja sama dengan PT. Krakatau Tirta Industri untuk penyedian
air bersih untuk beberapa kawasan perumahan di daerah Cilegon. Sehingga sudah
terpercaya dalam penyediaan air baku untuk industri.

VIII.1.2. KEBUTUHAN AIR


Kebutuhan Air pada Unit Penyediaan dan Pengolahan Air meliputi:

48

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Daftar VIII.1. Kebutuhan Air pada Proses Produksi
No

Jenis Kebutuhan

1.

Air untuk sanitas dan Keperluan umum (200 orang)

2.

3.

Jumlah, kg/jam

a. Perkantoran dan perumahan (155 L/orang/hari)

1291,6667

b. MCK (100 L/orang/hari)

833,3333

Total

2125,0000

Over Design

25337,5000

Air untuk Pemadam Kebakaran

116,8750

Over Design

128,5630

Air untuk Pendingin


a. Flaker (FL-01)

7534,2857

b. Cooler (C-01)

30657,9521

c. Condenser 1 (CD-01)

119741,4339

d. Condenser 2 (CD-02)

85897,0839

e. HE mobiloiltherm (HEU-02)

511237,9843

f. HE dowtherm (HEU-04)

61002,0002

Total

5.

Make up (4%)

32642,8296

Jumlah kebutuhan total

818536,8023

Air yang telah digunakan sebagai air pendingin dapat di-recycle guna menghemat
air. Untuk air pendingin, jumlah air make up sebesar 4%, yaitu 32642,8296 kg/jam.

49

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
VIII.1.3 UNIT PENGOLAHAN AIR
Pengolahan air didefinisikan sebagai suatu proses peningkatan kualitas sampai
keadaan yang diinginkan. Air banyak digunakan dalam pabrik seperti pada keperluan
umum kantor, dan sistem air pendingin. Pengolahan air sungai untuk menjadi air
keperluan umum dan air pendingin terdiri dari beberapa tahap, diantaranya :
1. SEDIMENTASI
Proses sedimentasi dilakukan dengan cara melewatkan air ke dalam sebuah bak
dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Bertujuan untuk mengendapkan lumpurlumpur yang berasal dari sungai atau waduk. Kecepatan pengendapan pada tahap ini
bergantung pada berat jenis, bentuk dan ukuran partikel, viskositas air dan kecepatan
aliran dalam pengendap.
2. KLARIFIKASI
Proses ini mencakup penghilangan padatan terlarut (total dissolved solid),
partikel kecil (total suspended solid) dan partikel-partikel koloid lainnya. Proses
mengelami 3 tahapan, yaitu koagulasi, flokulasi, dan pengendapan. Koagulasi
merupakan proses penetralan dalam air sehingga padatan bisa diendapkan. Proses
dilakukan dengan menambahkan koagulan (bahan kimia penetral muatan) dan
dilakukan pengadukan dengan cepat. Koagulan akan tercampur dengan air tawar
dengan menggunakan agitator. Hasil dari penambahan koagulan adalah terbentuknya
flok yang akan dilanjutkan dengan tahap flokulasi.
Flokulasi adalah proses dimana partikel-partikel dikombinasikan menjadi
gumpalan dengan ditambahkannya bahan kimia pengendap agar dapat dipisahkan
melalui sedimentasi atau filtrasi dan dilakukan pengadukan secara lambat. Tujuan
utama flokulasi ini adalah untuk mengubah partikel kecil yang tidak stabil menjadi
partikel yang lebih besar dan mudah mengendap. Koagulan yang paling umum
digunakan adalah garam organik seperti alumunium sulfat (tawas) atau feri sulfat.
3. FILTRASI
Proses ini bertujuan untuk menyaring suspended matter pada air, mengadsorbsi
gas klorin atau oksidan lain. Prinsip kerja alat ini ialah melewatkan air pada suatu
lapisan berpori-pori sebagai media penyaring.

50

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Alat yang diapakai ialah Sand Filter yang berisikan filter berupa pasir silica,
carbon active dan antrasit. Pasir silica bertugas menyaring suspended matter, carbon
aktif bertugas mengadsorbi gas klorin atau oksidan lain yang dapat membahayakan
resin kation dan resin anion. Karbon juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa,
bau, dan pengotor lainnya. Carbon filter akan mengalami kejenuhan seiring semakin
banyaknya zat yang diadsorb pada permukaanya. Untuk mengembalikan kemampuan
adsorbsi karbon dilakukan dengan mengalirkan air dengan arah yang berkebalikan
(backwash).
4. COOLING TOWER
Air dari bak distribusi dipompa menuju alat-alat yang membutuhkan
pendinginan. Air pendingin yang digunakan untuk mendinginkan alat-alat proses
disirkulasi kembali sehingga dapat digunakan kembali untuk mendinginkan alat-alat
proses, sehingga make up water yang diperlukan tidak terlalu banyak. Air pendingin
dari proses dipompa menuju cooling tower. Fungsi utama cooling tower adalah
mendinginkan kembali air pendingin yang digunakan pada alatalat proses menjadi
30oC sebelum disirkulasikan kembali menuju proses.
Cooling tower merupakan alat yang penting dalam industri kimia. Alat ini
berfungsi sebagai pendingin cooling water yang telah dipakai untuk proses
pendinginan dalam proses. Air keluaran cooling tower akan digunakan kembali
sebagai pendingin, tetapi karena adanya perbedaan konsentrasi antara cairan dan
udara, maka ada sebagian air yang hilang terbawa keluar oleh udara, maka dari itu
proses membutuhkan air make-up agar air pendingin proses selalu tetap jumlahnya.
Dasar operasi cooling tower adalah air pendingin yang bersuhu tinggi di
semprotkan dari bagian atas cooling tower dan dikontakkan dengan udara kering
yang masuk melalui bagian samping cooling tower. Proses tersebut mengakibatkan
suhu air pendingin turun, sehingga dapat disirkulasikan kembali menuju alat-alat
proses.
Di dalam cooling tower, suhu air pendingin mengalami penurunan suhu. Suhu
air pendingin tersebut dapat turun akibat dari 2 hal, yaitu:

Naiknya suhu udara yang masuk melalui bagian samping cooling tower. Udara
yang berkontak dengan air yang bersuhu tinggi, akan mengalami kenaikan seiring
51

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
dengan penurunan suhu air. Akan tetapi panas sensibel yang dilepaskan tidak
telalu memberikan dampak besar dalam penurunan suhu air.

Proses perpindahan massa dari badan cairan menuju badan udara, melalui proses
penguapan. Proses penguapan ini membutuhkan panas, panas yang diperlukan
diambil dari badan cairan sendiri, sehingga badan cairan kehilangan panas sebesar
panas penguapan, hal ini mengakibatkan suhu badan cairan turun. Panas laten dari
proses penguapan cukup besar, sehingga suhu air akan turun.

Proses pendinginan di dalam menara berlangsung secara adiabatik. Transfer


massa yang terjadi di dalam cooling tower berlangsung dari arah cairan menuju udara,
melewati bidang interface. Akibat dari adanya perbedaan konsentrasi air dalam
cairan dengan udara, maka transfer massa dapat berlangsung, transfer massa ini
berlangsung dalam bentuk penguapan. Jenis cooling tower sendiri terbagi menjadi 2
berdasarkan prinsip kerjanya, ada cooling tower yang bekerja secara konveksi
alamiah dan ada juga yang bekerja berdasarkan konveksi paksaan.
Cooling tower yang dipilih adalah yang bekerja dengan konveksi paksaan,
sehingga optimasi dari laju udara keluar dan suhu cairan keluar dapat dikontrol.
Usaha yang dilakukan untuk menciptakan kondisi konveksi paksa, kita
membutuhkan fan yang dipasang dibagian atas cooling tower. Perancangan cooling
tower adalah menentukan tinggi menara agar dapat menurunkan suhu air sehingga
mencapai suhu yang diinginkan. Data yang diperlukan adalah kondisi udara masuk,
sehingga dapat diketahui jumlah air yang hilang selama pendinginan. Jika kita
mengetahui jumlah air yang hilang, maka kita akan mengetahui jumlah make up
water yang diperlukan agar jumlah air pendingin selalu tetap.

VIII.1.4. DESKRIPSI PROSES


Air dari Waduk Krakatau Tirta dan Sungai Cidanau di screening dan dipompa
menuju kolam ekualisasi. Tujuannya adalah agar umpan masuk unit sedimentasi tidak
fluktuatif. Selanjutnya dari kolam ekualisasi dialirkan dengan PU-01 menuju Bak
Sedimentasi Awal (BU-01) untuk pengendapan lumpur dan kotoran.

52

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Dari bak sedimentasi di pompa dengan PU-02 menuju Pre-mix Tank (TU-01)
untuk mengendapkan padatan terlarut dengan penambahan tawas dan CaOH, dan
selanjutnya dipompa dengan PU-03 menuju Clarifier (CLU-01) untuk pengendapan
flok-flok yang terbentuk dari Pre-mix Tank. Setelah itu, dari Clarifier dipompa dengan
PU-04 menuju Bak Penampung Sementara (BU-02), lalu dipompa menuju Sand Filter
(FU-01) menggunakan pompa PU-05. Di dalam Sand Filter, air di saring suspended
matter-nya, gas klorin atau oksidan lainnya dihilangkan dengan isian filter berupa pasir
silika, karbon aktif, dan antrasit. Setelah itu dipompa dengan PU-06 menuju Filtered
Water Tank sebelum didistribusikan ke Cold Basin, Kation Exchanger, dan Bak
Klorinasi.
Untuk menuju Bak Klorinasi, air dari Filtered Water Tank dipompa dengan PU07. Pada Bak Klorinasi ditambahkan Ca(OCL)2 yang berfungsi sebagai disinfektan pada
air. Setelah itu, Air di pompa dengan PU-08 menuju tangki penyimpanan air (Menara
Air) sebelum dialirkan untuk kebutuhan rumah tangga dan perkantoran.
Dari Filtered Water Tank, air juga dipompa menuju Cold Basin dengan PU-10.
Dari Cold Basin air digunakan untuk proses pendinginan. Setelah digunakan untuk
proses air ditampung di Hot Basin untuk selanjutnya dipompa menuju Cooling Tower
dengan PU-11. Di Cooling Tower, air yang sudah dipakai untuk proses pendinginan
diturunkan suhunya, ditampung pada Cold Water Basin. Lalu air pendingin dialirkan
menuju flaker (FL-01), cooler (C-01), Condenser 1 dan 2 (CD-01 dan CD-02), HE
mobiloiltherm (HEU-02), dan HEU dowtherm (HEU-04) menggunakan Pompa PU-12
sampai PU-17 berurutan.

53

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
VIII.1.5 ALAT-ALAT PENGOLAHAN AIR
1. BAK SEDIMENTASI (BU-01)
Tugas
: Mengendapkan kotoran dan lumpur yang terbawa air sungai
Jenis

: Bak persegi yang diperkuat beton bertulang.

Kondisi
operasi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

Spesifikasi :
Turbidity

= 850 ppm (gambar 2.1 Powell, 1954)

Air yang diolah (W)

= 36864,3367 kg/jam
= Turbidity / 106 x W

Suspended solid (Ws)

= 31,3347 kg/jam
Densitas ( )

= 1000 kg/m3

Over design

= 20 %

Kapasitas (Q)

1,2 x (W+Ws) /

= 44,2748 m3/jam
Waktu Tinggal air dalam bak agar diperoleh % Removal Turbidity yang optimum sekitar 4 24 jam (Powell S.T., hal 14), sehingga :
Diambil Waktu tinggal (t)
Volume Bak

12 jam

= Qxt
= 531,2977 m3

Dimensi Bak dirancang sebagai berikut :


Panjang (P)

4 x tinggi

Lebar (L)

4 x tinggi

54

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Maka :
V = PxLxT
V = 4T x 4T x T
T =

(V /16)1/3

T = 3,2142 m
Sehingga :
Panjang (P)

= 12,8568 m

Lebar (L)

= 12,8568 m

Untuk waktu 12 jam, suspended solid yang terendapkan sekitar 48% dari Initial Turbidity
(Fig.4 Powell, hal 14)
Sehingga Turbidity Raw setelah diendapkan

= 850 ppm x 0,48 = 408 ppm

2. PRE-MIX TANK
Tugas

Mencampur Tawas 5% dan CaOH 5%

Jenis

Tangki
:
silinder berpengaduk

Kondisi

T =: 30 oC, P = 1 atm.

operasi

1 buah
:

Jumlah

Spesifikasi :
Jumlah air yang diolah (W) = 36864,3367 kg/jam
Suspended solid (Ws)

= Turbidity / 106 x W

= 15,0406 kg/jam
Massa jenis air ()

= 1000 kg/m3

55

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Viskositas ()

= 1 cP

Kapasitas (Q)

= (W+Ws) /
= 36,8794 m3/jam = 9743,6053 gal/jam

Kebutuhan tawas 5%
Turbidity Raw Water

= 408 ppm.

Dosis Alum

= 2,8 grain alum / gal water

(Fig.1 Powell, hal 27)

Jumlah Tawas (Wt)

= 2,8 x Q x (1 lb/7000 grain) x (1 kg/2,2046 lb)


= 1,7679 kg/jam.

Jumlah Pelarut Tawas (Wp) = (100/5) x Wt


= 35,3570 kg/jam.
Jumlah Larutan Tawas (Wtp)

= Wt + Wp

= 37,1249 kg/jam.
Kebutuhan Ca(OH)2 5%
Jumlah Ca(OH)2 (Wc)

= Wt = 1,7679 kg/jam.

Jumlah Pelarut Ca(OH)2 (Wp) = (100/5) x Wc


= 35,3570 kg/jam.
Jumlah Larutan Ca(OH)2 (Wcp) = Wc + Wp
= 37,1249 kg/jam.
Total Laju Alir Massa (Wtot)

= W + Ws + Wtp + Wcp
= 36953,6271 kg/jam.

Debit Total (Q)

= 36,9536 m3/jam.
56

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Dimensi
Waktu tinggal (t)

= 5 menit

Over Design

= 20%

Volume Bak (V)

= 1, 2 x Qtot x t
= 3,6954 m3

Diameter Tangki (D)

(4V / )1/3

= 1,6760 m
Tinggi Tangki (H)

= 1,6760 m

Perancangan Pengaduk
Jenis

= Marine Propeller dengan 4 Baffle dalam Tangki.

Diameter Pengaduk (Da)


Lebar Pengaduk (W)

= 0,3 D

= 1/5 Da

= 0,5028 m
= 0,1006 m

Panjang Pengaduk (L)

= 1/4 Da

= 0,1257 m

Pengaduk Tangki (C)

= 1/3 D

= 0,5587 m

Lebar Baffle (J)

= 1/12 D = 0,1397 m
(Tabel Geankoplis, hal.155)

Putaran Pengaduk (N)

= 420 rpm
(Fig. 10.57, Coulson & Richardson, hal.372)

Power Pengaduk

57

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Bilangan Reynolds (Re)

Da2 x N x /

= 1769560,8170
Power Number (Np)

= 0,3

Power Pengaduk (P)

(Fig.3-4-4, Geankoplis, hal.155)

Np x N 3 x x Da5

= 67,4742 W
= 0,0905 Hp
Power Motor
Efisiensi Motor

= 92 %

(Fig.4-2, Ulrich, hal.87)

Power Motor (Pm)

= 0,0984 Hp

Sehingga digunakan Daya Motor Standard sebesar 0,25 Hp.


3. CLARIFIER

Tugas

: Mengendapkan

flocs

yang

terbentuk

pada

pencampuran air dengan tawas dan CaOH


Jenis

: Circular Clarifier

Kondisi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

operasi

: 1 buah

Jumlah

58

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Spesifikasi :
Debit (Q)

= 36,8794 m3/jam.

Densitas ()

= 1000 kg/m3

Viskositas ()

= 1 cP

Dari buku Powell hal 47, waktu tinggal dalam clarifier yaitu berkisar 2 - 8 jam
Diambil waktu tinggal (t)

= 4 jam

Over Design

= 20%.

Volume Bak

= 1,2 x Qtot x t
= 177,0210 m3.

Dimensi
Kecepatan Penjernihan Air dalam Clarifier yaitu berkisar antara 1 - 1,3 m3/jam.m2 (Tabel 198, Perry., hal 19-64).
Diambil kecepatan penjernihan air = 1 m3/jam.m2
Kecepatan maksimum air

= 1 ft/menit
= 18,2880 m/jam.

Untuk Circular Clarifier tersedia ukuran diameter berkisar 3-130 m (Perry, hal 19)
Perancangan
Jenis

= Marine Propeller dengan 4 Baffle dalam Tangki.

Kecepatan air (u)

= 2,0000 m/jam.

(4,8 Q / u )0,5

Diameter Clarifier (D)

Diameter Pengaduk (Da)

= 0,4 D

5,3092 m

= 2,1237 m
59

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Lebar Pengaduk (W)

= 0,2 Da

= 0,4247 m

Panjang Pengaduk (L)

= 1/4 Da

= 0,5309 m.

Pengaduk Tangki (C)

= 1/3 D

= 1,7697 m.

Putaran Pengaduk (N)

= 0,05 rpm.
(Fig. 10.57, Coulson & Richardson, hal.372)

Power Pengaduk
Bilangan Reynolds (Re)

Da2 x N x /

= 3758,4079
Power Number (Np)

= 0,4

Power Pengaduk (P)

(Fig.3-4-4, Geankoplis, hal.155)

Np x N 3 x x Da5

= 14,3993 W
= 0,0193 Hp
Power Motor
Efisiensi Motor

= 92 %

Power Motor

= 0,0210 Hp

(Fig.4-2, Ulrich, hal.87)

Sehingga digunakan Daya Motor Standard sebesar 0,25 Hp.

4. BAK PENAMPUNG SEMENTARA


Tugas
Jenis

: Menyaring sementara hasil dari Clarifier


: Bak Persegi yang diperkuat Beton Bertulang

60

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
: T = 30 oC, P = 1 atm.

Kondisi
operasi

: 1 buah

Jumlah

Jumlah Air yang harus ditampung = 36864,3367 kg/jam


Massa jenis air

= 1000 kg/m3

Over design

= 20 %

Kapasitas

= 44,2372 m3/jam

Waktu Tinggal

= 1 jam

Volume Bak

= 44,2372 m3

Dimensi Bak
Tinggi

= 1,4035 m

Panjang

= 5,6141 m

Lebar

= 5,6141 m

5. SAND FILTER
Tugas

: Menyaring sisa-sisa kotoran yang masih terdapat


dalam air terutama kotoran-kotoran yang berukuran
kecil yang tidak dapat mengendap di Clarifier

Jenis

: Kolom dengan saringan dari pasir, carbon aktif dan


antrasit

Kondisi
operasi

: T = 30 oC, P = 1 atm.
: 2 buah

Jumlah

Spesifikasi :
Jumlah air

= 36864,3367 kg/jam
61

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Densitas ( )

= 1000 kg/m3

Over Design = 20 %
Kapasitas (Q)

= 1, 2 x (W Ws) /

= 44,2372 m3/jam

Filter di regenerasi (backwashing) setiap 24 jam sekali, dimana jika ada 1 buah kolom yang
di regenerasi, maka kolom yang satu lagi yang dipakai, sehingga :
= 2 gal/men.ft2.

Kecepatan filtrasi umum


Kecepatan filtrasi maksimum
Tinggi tumpukan saringan

(Powell ST, hal 77).

3 gal/men.ft2

(Powell ST, hal 77).

= 18 30 in.

Waktu tinggal air dalam Filter = 20 60 menit

(Powell ST, hal 59).

Perancangan
Kecepatan filtrasi (uf)

= 2 gal/men.ft2

Tinggi tumpukan saringan (hb) =

25 in =

Waktu tinggal (t)

4,8889 m3/men.m2

0,6350 m

= 30 menit = 0,5 jam.

Luas Tampang kolom (A)


Diameter (D)

= Q / uf

4A /

0,5

9,0484 m2.

= 3,3951 m.

Tinggi tumpukan total (ht)

uf x t =

Jumlah Tumpukan

3,8496 buah

2,4445 m.

Jumlah Tumpukan yang dipakai = 4 buah.

62

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
6. FILTERED WATER TANK
Tugas

: Menampung sementara raw water setelah disaring

Jenis

: Tangki Silinder Tegak

Kondisi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

operasi

: 1 buah

Jumlah

Spesifikasi :
Jumlah air

= 36864,3367 kg/jam

Densitas ( )

= 1000 kg/m3

Over Design = 20 %
Kapasitas (Q)

= 1, 2 x (W Ws) /

= 44,2372 m3/jam
Waktu tinggal (t) = 1 jam
Volume Tangki (V) = Q x t
= 44,2372 m3
Dimensi Tangki dirancang sebagai berikut :
Tinggi (H)

= 1,5 x D

Maka :
V =

( / 4) x ( D2 ) x ( H )

V = 1,5 x ( / 4) x ( D3 )
63

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
D =

(4 V /1,5 )1/3

Sehingga :
Diameter (D) = 3,3492 m
Tinggi (H)

= 5,0238 m

7. TANGKI KLORINASI
Tugas

: Mencampur Klorin dalam bentuk kaporit ke dalam


air untuk kebutuhan air minum dan air rumah tangga

Jenis

: Tangki silinder berpengaduk

Kondisi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

operasi

: 1 buah

Jumlah

Spesifikasi :
Jumlah air yang diolah (W) = 25337,5000 kg/jam
Massa jenis air ()

= 1000 kg/m3

Viskositas ()

= 1 cP

Kapasitas (Q)

= 1,2 x W /
= 2,8050 m3/jam

Waktu tinggal (t)

= 15 menit

Volume tangki (V)

= 0,7013 m3

Tinggi tangki (H)

= 1,5 D
64

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Maka :
V =

x D2 x H / 4

V =

x D2 x 1,5 D / 4

D =

(4 V /1,5 )1/3

Sehingga diperoleh :
Diameter (D) = 1,8620 m
Tinggi (H)

= 2,7930 m

Kebutuhan kaporit
Digunakan kaporit kadar Klor aktif

= 75%.

Air di tambahkan ke kaporit sampai kadar = 7,5000 ppm.


Kebutuhan kaporit (Wk)

= 0,19 kg/jam.

Perancangan Pengaduk
Jenis

= Marine Propeller dengan 4 Baffle dalam Tangki.

Diameter Pengaduk (Da)


Lebar Pengaduk (W)

= 0,4 D

= 0,2 Da

= 0,7448 m.
= 0,1490 m.

Panjang Pengaduk (L)

= 0,25 Da

= 0,1862 m.

Pengaduk Tangki (C)

= 1/3 D

= 0,6207 m.

Lebar Baffle (J)

= 1/2 D

= 0,6250 m.
(Tabel Geankoplis, hal.144)

65

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Putaran Pengaduk (N)

= 100 rpm.
(Fig. 10.57, Coulson & Richardson, hal.372)

Power Pengaduk
Bilangan Reynolds (Re) =

Da2 x N x /

= 924523,8788
Power Number (Np)

= 0,2

Power Pengaduk (P)

(Fig.3-4-4, Geankoplis, hal.155)

Np x N 3 x x Da5

= 76,3928 W
= 0,1024 Hp.
Power Motor
Efisiensi Motor

= 92 %

Power Motor

= 0,1114 Hp

(Fig.4-2, Ulrich, hal.87)

Sehingga digunakan Daya Motor Standard sebesar 0,25 Hp.


8. BAK DISTRIBUSI
Tugas

: Menampung sementara air sebelum di distribusikan


untuk kebutuhan air minum, MCK, rumah tangga,
kantor, dan umum

Jenis

: Bak beton persegi yang dilapisi porselen

Kondisi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

operasi
Jumlah

:
1 buah

66

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Spesifikasi :
Jumlah air (W) = 25337,5 kg/jam
Densitas ( )

= 1000 kg/m3

Over Design = 20 %
Kapasitas (Q)

= 1, 2 x (W Ws) /

= 30,4050 m3/jam
Waktu tinggal (t) = 6 jam
Volume Bak = Q x t
= 182,4300 m3
Dimensi Bak dirancang sebagai berikut :
Panjang (P)

4 x tinggi

Lebar (L)

4 x tinggi

Maka :
V = PxLxT
V = 4T x 4T x T
T =

(V /16)1/3

T = 9,0030 m
Sehingga :
Panjang (P)

= 4,5015 m

Lebar (L)

= 4,5015 m

67

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
9. BAK HOT BASIN
Tugas

: Menampung sementara air pendingin dari proses


untuk didinginkan di Cooling Tower

Jenis

: Bak beton persegi yang dilapisi porselen

Kondisi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

operasi

: 1 buah

Jumlah

Spesifikasi :
Jumlah air (W) = 783427,9102 kg/jam
Densitas ( )

= 1000 kg/m3

Over Design = 20 %
Kapasitas (Q)

= 1, 2 x (W Ws) /

= 940,1135 m3/jam
Waktu tinggal (t) = 1 jam
Volume Bak = Q x t
= 940,1135 m3
Dimensi Bak dirancang sebagai berikut :
Panjang (P)

4 x tinggi

Lebar (L)

4 x tinggi

68

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Maka :
V = PxLxT
V = 4T x 4T x T
T =

(V /16)1/3

T = 3,8876 m
Sehingga :
Panjang (P)

= 15,5506 m

Lebar (L)

= 15,5506 m

10. COOLING TOWER (CT-01)


Tugas: Mendinginkan kembali air pendingin yang telah dipakai dari proses sebanyak
816070,7402 kg/jam kembali.
Alat : Induced draft cooling tower.
Jumlah

: 2 buah, masing-masing mendinginkan 408035,3704 kg/jam air.

Air pendingin yang telah digunakan selama proses memiliki suhu 122 oF dan akan didinginkan
kembali menjadi suhu 86 oF. Udara yang digunakan sebagai pendingin memiliki karakteristik :
Suhu wet bulb

= 70 oF

Suhu dry bulb

= 86 oF

Relative Humidity (RH)


Suhu masuk

= 75 %

= 30 oC

Densitas air pendingin diambil 1000 kg/m3. Debit air pendingin, QL, pada cooling tower dapat
dihitung :

69

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
L

= 408035,3704 kg/jam

QL

= 408,0354 m3/jam

Kecepatan air berkisar 0,7 3,5 kg/m2.detik. Diambil kecepatan air 2,5 kg/m2/s, sehingga luas
penampang cooling tower (A) dapat dihitung sebagai berikut:
A

= 408035,3704 kg/jam / 3600 / 2,5 kg/m2.s


= 43,5238 m2

Cooling tower yang digunakan berbentuk persegi, sehingga :


D = (A)0,5 = 6,60 m
Kecepatan aliran udara berkisar antara 1,6 2,8 kg udara kering/m2.s
Diambil kecepatan aliran udara kering
Nilai L/G yang digunakan

= 1,80 kg udara kering/m2.s

= 1,3889 (antara 0,75 1,5)

Sehingga kebutuhan udara kering

= 6,8550 kg/detik

Gambar VIII.1. Persamaan Perancangan Cooling Tower

70

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Udara pendingin dengan suhu masuk 30 oC dan RH 75 %, memiliki kandungan uap air 0,0155
kg uap air/kg udara kering.
Dengan menggunakan persamaan (1) didapat :
H1 = 69811,71 kJ/kg udara kering
Neraca Panas :
L . CpL . ( Thot water Tcold water ) = G . ( H2 H1 )
dengan menggunakan persamaan (2) didapat :
H2 = 186117,2656 kJ/kg udara kering
Dari H1, H2, Thot water dan Tcold water dapat dibuat garis operasi dengan data perhitungan sebagai
berikut.
Daftar VIII.2. Kurva Garis Operasi
Kurva Garis operasi
W (humid

chart)

(pers.3)

30,0

0,0210

69811,71

35,0

0,0260

98888,10

40,0

0,0350

127964,49

45,0

0,0450

157040,88

50,0

0,0875

186117,27

tL

Selanjutnya, dengan menggunakan persamaan (1) dapat dicari Hi dan dapat dibuat kurva
kesetimbangan dengan data perhitungan sebagai berikut.

71

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Daftar VIII.3. Kurva Garis Kesetimbangan
Kurva Garis kesetimbangan
Wi (humid

Hi

chart)

(pers.1)

20

0,0150

58199,70

25

0,0210

78662,40

30

0,0280

101796,96

35

0,0375

131484,00

40

0,0500

169083,00

45

0,0650

213385,20

50

0,0875

277443,75

55

0,1150

354955,80

tLi

Dari data-data tersebut dapat dibuat grafik sebagai berikut.

72

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
400000

H, kJ/kg

350000

300000
250000
kurva kesetimbangan

200000

garis operasi

150000
100000

50000

tL, oC

0
0

10

20

30

40

50

60

Gambar VIII.2. Kurva Garis Kesetimbangan dan Operasi


Menentukan tinggi cooling tower
2
=

1
Integrasi dilakukan menggunakan metode trapezoidal rule.
Dari grafik didapat :
Daftar VIII.4. Hasil Perhitungan Tinggi Menara Bagian Integrasi
tL

Hi

Hi-H

30

69811,71

101796,96

31985,25

35

98888,10

131484,00

32595,90

40

127964,49

169083,00

41118,51

45

157040,88

213385,20

56344,32

50

186117,27

277443,75

91326,48

73

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Untuk hasil perhitungan menggunakan Trapezoidal Rule :
Daftar VIII.5. Hasil Perhitungan Tinggi Menara (Trapezoidal Rule)
tL

30,0000

35,0000

40,0000

45,0000

50,0000

1/(Hi-H)
3,1264E05
3,0679E05
2,4320E05
1,7748E05

integrasi

0,9005

0,7996

0,6116

0,4172

1,0950E05
Hasil
Integrasi

Sehingga, Z

= 14,0345 m

Jumlah air

= 408035,3704 kg/jam

2,7289

Suhu air masuk (T1) = 122 F


Suhu air keluar (T2) = 86 F
Suhu dry bulb udara (Tdb) = 86 F
Suhu wet bulb udara (Twb) = 78,8F (RH = 75 %)
T2-Twb

= 4 C
74

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Tinggi cooling tower

= 14,0345 m

Luas yang dibutuhkan

= 43,5238 m2

Power fan

= 0,040 HP/ft2 (100 % standard)

Power fan

= 18,7394 HP

Dipilih motor induksi standar NEMA 20 HP.

11. BAK COLD BASIN


Tugas

: Menampung sementara air pendingin dari Cooling


Tower dan Filtered Water Tank untuk dialirkan
menuju proses

Jenis

: Bak beton persegi yang dilapisi porselen

Kondisi

: T = 30 oC, P = 1 atm.

operasi

: 1 buah

Jumlah

Spesifikasi :
Jumlah air (W) = 783427,9102 kg/jam
Densitas ( )

= 1000 kg/m3

Over Design = 20 %
Kapasitas (Q)

= 1, 2 x (W Ws) /

= 940,1135 m3/jam
Waktu tinggal (t) = 1 jam
75

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Volume Bak = Q x t
= 940,1135 m3/jam
Dimensi Bak dirancang sebagai berikut :
Panjang (P)

4 x tinggi

Lebar (L)

4 x tinggi

Maka :
V = PxLxT
V = 4T x 4T x T
T =

(V /16)1/3

T = 3,8876 m
Sehingga :
Panjang (P)

= 15,5506 m

Lebar (L)

= 15,5506 m

VIII.1.6 KEBUTUHAN POMPA UNTUK AIR


Diperoleh spesifikasi pompa untuk kebutuhan air sebagai berikut :

76

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun
Daftar VIII.6. Data Spesifikasi Pompa Utilitas Air (PUA)
Suction

Discharge

Pompa
PUA-01

PUA-02

Sungai Cidanau dan

Kolam

Waduk Nadra

Equalisasi

Kolam Ekualisasi

Sedimentation

Debit

Head (-

Power

Jumlah

(m3/jam)

Ws)

(HP)

36,8643

44,3340

36,8643

2,5406

0,5

Tank
PUA-03

Sedimentation Tank

Premix Tank

36,8643

2,3932

0,5

PUA-04

Premix Tank

Clarifier

36,8643

18,3932

PUA-05

Clarifier

Bak Penampung

36,8643

1,8932

0,5

Sand Filter

36,8643

2,8932

0,5

Bak Air Hasil

36,8643

5,8932

1,5

2,3375

4,4135

0,25

Sementara (1)
PUA-06

Bak Penampung
Sementara (1)

PUA-07

Sand Filter

Filtrasi
PUA-08

Bak Air Hasil Filtrasi

Tangki
Klorinasi

PUA-09

Tangki Klorinasi

Bak Distribusi

2,3375

7,0135

0,25

PUA-10

Bak Distribusi

Keperluan

2,3375

17,2350

0,5

32,6428

3,8925

Kantor
PUA-11

Bak Air Hasil Filtrasi

Cold Water
Basin

PUA-12

Hot Water Basin

Cooling Tower

783,4279

6,1538

25

PUA-13

Cold Water Basin

Flaker (FL-01)

7,5343

15,8721

0,75

PUA-14

Cold Water Basin

Cooler (C-01)

30,6580

4,3600

0,75

PUA-15

Cold Water Basin

Condenser 01

119,7414

2,5481

PUA-16

Cold Water Basin

Condenser 02

85,8971

4,3452

2,5

PUA-17

Cold Water Basin

HEU-02

511,2380

1,5826

PUA-18

Cold Water Basin

HEU-04

61,0020

5,7237

77

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000
ton/tahun

Sungai
PUA-01

Ca(OH)2

Tawas

FIlter

Sand Filter

PUA-02

Kolam EkuaLCsasi

Bak Sedimentasi

LC

LC

LC

LC

PUA-03

Bak Koagulasi

PUA-04

LC

LC

PUA-05 Bak Penampung Sementara PUA-06

PUA-07

Clarifier

Filtered Water Tank

Sludge (Ke Pengolahan


LCmbah Padat)
Kaporit

LC

LC
LC

Ke Kantor
dan
Perumahan

PUA-10

Bak Distribusi

PUA-09

Cooling Tower

Tangki Klorinasi

LC

PUA-12

Hot Water Basin

TC
Cold Water Basin

PUA-11
Udara

Proses
PUA-13

Gambar VIII.3. Proses Alir Air Utili

78

PUA-08

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

VIII.2. UNIT PENYEDIA PENDINGIN


VIII.2.1. Molten salt
Molten salt digunakan sebagai fluida dingin pada reactor dan
memberikan panas yang diterima dari reaktor ke steam generator (SG-01)
untuk membangkitkan steam dengan laju alir molten salt sebesar 150000
kg/jam. Spesifikasi molten salt yang digunakan adalah sebagai berikut:
Komposisi :

- Potasium Nitrat, 53% berat


- Sodium Nitrat, 7% berat
- Sodium Nitrit, 43% berat

Titik leleh : 142 oC


Cp mean : 1,56 kJ/kg K
Berikut ini adalah skema aliran molten salt :

11

R-01

HEU-01

12

PU-01

Gambar VIII.4. Skema Aliran Molten Salt

79

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Perancangan:
Spesifikasi Cooler yang digunakan untuk mendinginkan suhu molten salt
adalah sebagai berikut :
Spesifikasi Cooler
Kode

: HEU-01

Tugas

: Mendinginkan molten salt keluaran reaktor dengan

kapasitas 150000 kg/jam


Tipe

: Heat Exchanger Shell and Tube (1-1)

Jumlah

: 1 buah

Jenis pendingin

: Air (Water)

Kondisi operasi

Suhu masuk hot fluid

: 330oC

Suhu keluar hot fluid

: 325,83oC

Suhu masuk pendingin

: 30oC

Suhu keluar pendingin

: 50 oC

Tekanan cooler

: 1,6 atm

Massa hot fluid

: 150000 kg/jam

Massa cold fluid

: 11616,42 kg/jam

Spesifikasi alat :
Ud

: 446,82 Btu/j ft2 F

: 3,99 ft2

: 8,56 psi

Spesifikasi Pompa
Kode

: PU-01

Jumlah

:4

Tugas

: Memompa molten salt keluar HEU-01 ke dalam R-

01 dengan kapasitas
Jenis

150000 kg/jam
: Reciprocating pump

1. Menentukan Head Pompa


Densitas molten salt = 340,23 kg/m3 = 21,24 lb/ft3
a. Menghitung laju alir fluida
80

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Kapasitas

= 37500 kg/jam

Kecepatan volumetric (Qf) =

laju alir feed


= 1,08 ft3/s = 0,0306
campuran

m3/s
Kapasitas pompa = 10 % dari laju alir
= 1,1.0,0306 m3/s.60 s/menit = 2,02 m3/menit

b. Menentukan diameter optimal pipa


Diperkirakan aliran fluida turbulen (NRe > 2100), sehingga digunakan
persamaan untuk Di 1 in, yaitu :
Di opt = 3,9 Qf 0,45 0,13

(persamaan 45, Peters hal.365)

Dimana :
Di opt = diameter dalam optimum, in
Qf

= kecepatan volumetric, ft3/s

= density fluida, lb/ft3

Maka :
Di opt = 6,00 in
Dari Tabel. 11, Kern hal. 844 dipilih pipa dengan spesifikasi :
D nom

= 12 in

ID = 12,09 in = 1,00 ft = 0,30 m


OD

= 12,75 in = 1,06 ft = 0,32 m

Sch

= 30

Luas penampang dalam (Am) = 114,74 in2 = 0,7968 ft2 = 0,07403 m2


c. Menghitung kecepatan linier fluida (V)
Kecepatan kinier fluida dapat dicari dengan menggunakan persamaan
sebagai berikut :
V=

Qf
A

Dimana :
81

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
V

= kecepatan linier aliran fluida, ft/s

Qf = laju alir volumetric, ft3/s


= inside sectional area, ft2

Maka kecepatan linier fluida adalah :


V = 3,0196 ft/s = 0,9203 m/s
molten salt = 0,25 poise = 0,00017 lb/ft/s

d. Menghitung bilangan reynold (NRe)


NRe =

ID.V .

NRe = 172839 (asumsi aliran turbulen benar)


e. Menentukan faktor friksi
Dari Appendix C-1 Foust hal. 717, untuk pipa tipe baja komersial
dengan D nominal 2 in, diperoleh harga /D = 0,0009
Dari Appendix C-3 Foust hal. 721, untuk NRe = 47.176,35 dan /D
= 0,0009 diperoleh harga faktor friksi (f) = 0,024
f. Menghitung panjang ekuivalen pipa

Tabel VIII.7. Perhitungan Panjang Ekuivalen


Jenis

Jumlah

L/D

Pipa lurus

Le (ft)
190,00

Elbow 90 C

30

11,00

Gate valve

13

5,40

Check valve

135

28,00

Total

234,4

Jadi panjang ekuivalen pipa = 234,4 ft = 8,15 m

g. Menghitung energi yang hilang akibat gesekan


Di

= 12,09 in = 0,30 m

NRe

= 172839
82

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
/D
f

= 0,0009
= 0,024

Energi yang hilang akibat gesekan adalah sebagai berikut :


F =

f . V 2 . Le
= 0,00556 m
2 . g . Di

j. Menghitung static head


Z1 = 10 ft dan Z2 = 2 ft
Z = (Z2 - Z1) = 8 ft = 0,278 m
k. Menghitung velocity head
Velocity head dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai
berikut :

V2 V1

P2
P1

Dimana :
V1 = kecepatan aliran turun tangki
V2 = kecepatan cairan masuk vaporizer
Sehingga : V2 = 0,954 m/s
l. Menghitung head pompa
Untuk menghitung head pompa digunakan persamaa berikut :

Dimana :
Ws = head pompa
P = P2-P1 = (3-1) atm = 1,7 atm= 170000 kg/(m.s2)
V2 = V22-V12 = 7,963 m/s
g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s
F = friction head
Maka :
-Ws (Head Total) = 51,307 m
Qf = 110,22 m3/h

83

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
2. Menentukan Jenis Pompa
Dari tabel 10.17 Coulson untuk :
Qf = 11,07 m3/h
H = 62,06 m

Gambar VIII.5. Tabel 10.17 Coulson untuk Menentukan Jenis Pompa


Pompa yang cocok digunakan adalah pompa reciprocating.

3. Menentukan Power Pompa


Digunakan pompa rediprocating dengan penggerak berupa motor induksi
dengan spesifikasi :
Jumlah kutub = 2 buah
Frekuensi

= 50 Hz

Slip

= 0,03

Kecepatan sinkron = 60.f


P/2

= 3000 rpm

Kecepatan aktual = (1-slip).Kecepatan sinkron = 2910 rpm


Spesific speed (Ns) = N Q

= 376,982 rpm = 400 rpm

Tenaga pompa
=

. .
= 7,02 = 5,24
550

Efisiensi pompa (dari figure 10.62 Coulson) = 0,61


84

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Gambar VIII.6. Figure 10.62 Coulson untuk Menentukan Efisiensi


Pompa
Efisiensi motor (dari Tabel 3.1. Coulson) = 0,8

Gambar VIII.9. Figure 3.1 Coulson untuk Menentukan Efisiensi


Motor
P aktual = 14,40 hp
P standard = 15 hp

4. Pengecekan Kavitasi pada Pompa


Pa = 760 mmHg = 101324,72 Pa
Pv = 0,0003 mmHg = 0,0349 Pa

(Perry,1999)

NPSHav = (P/) + zsuction - (Pv/)

(Coulson)

NPSHav = 268,47 m
NPSHreq = 3 m

(Coulson)

NPSHav > NPSHreq pompa bebas dari kavitasi

85

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
RESUME
Nama alat

: Pompa

Kode

: PU-01

Jumlah

:4

Tugas

: Memompa molten salt keluar HEU-01 ke dalam R-

01 dengan kapasitas
Jenis

150000 kg/jam
: Reciprocating pump

Power pompa : 15 hp
Kondisi operasi

Suction

Tekanan

Suhu : 325,83oC

: 1 atm

Discharge

Tekanan

Suhu : 325,83oC

: 1,3 atm

Kapasitas

: 110,22 m3/h

Head Pompa

: 51,30 m

Spesific speed

: 3500 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

86

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
VIII.2.2. Mobiltherm oil
Mobiltherm oil digunakan sebagai fluida utilitas pada switch
condenser aging tank. Berikut adalah skema aliran oiltherm pada masingmasing peralatan proses :

SC-01
(Receiving
Process)

SC-01
(Melting
Process)

AT-01
1

250
PU-04
PU-02

3,5

1,5

250

240

1
236

V-01

1,5

PU-03
1

218

60
PU-05

1,3

40

40

Gambar VIII.10. Skema Aliran Oiltherm

Spesifikasi mobiltherm oil yang digunakan adalah sebagai berikut :


Komposisi

: campuran isomer di-benzyl toluene

Titik didih

: 380 oC

Flash point

: 200 oC

Fire point

: 230 oC

Suhu autoignition : 470 oC


Specific gravity : - pada 200 oC, 920 kg/m3
- pada 300 oC, 852 kg/m3
Cp mean

: 2,34 kJ/kg K

87

HEU-02

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Spesifikasi Pompa Utilitas-02
Nama alat

: Pompa Utilitas

Kode

: PU-02

Jumlah

:2

Tugas

: Memompa mobiloiltherm dari Switch Condenser 01

menuju Agitating

Tank 01 dan Vaporizer 01 kapasitas

73422 kg/jam
Jenis

: Reciprocating pump

Power pompa

: 16 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 250oC

Discharge

Tekanan

: 3,5 atm

Suhu

: 250oC

Kapasitas

: 79,80 m3/h

Head Pompa

: 28,91 m

Spesific speed

: 3500 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Spesifikasi Pompa Utilitas-03


Nama alat

: Pompa Utilitas

Kode

: PU-03

Jumlah

:1

Tugas

: Memompa mobiloiltherm dari Vaporizer 01 menuju

Mixed Point dengan

kapasitas 14940 kg/jam

Jenis

: Centrifugal pump

Power pompa

: 0,75 hp
88

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 60oC

Discharge

Tekanan

: 1,5 atm

Suhu

: 60oC

Kapasitas

: 16,23 m3/h

Head Pompa

: 5,99 m

Spesific speed

: 3500 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Spesifikasi Pompa Utilitas-04


Nama alat

: Pompa Utilitas

Kode

: PU-04

Jumlah

:1

Tugas

: Memompa mobiloiltherm dari Switch Condenser 01

(melting process)

menuju Mixed Point dengan

kapasitas 131904 kg/jam


Jenis

: Centrifugal pump

Power pompa

: 6 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 218oC

Discharge

Tekanan

: 1,5 atm

Suhu

: 218oC

Kapasitas

: 143,37 m3/h
89

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Head Pompa

: 5,99 m

Spesific speed

: 3500 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

Spesifikasi Pompa Utilitas-05


Nama alat

: Pompa Utilitas

Kode

: PU-05

Jumlah

:2

Tugas

: Memompa mobiloiltherm dari HEU 01 (melting process)

menuju Mixed

Point dengan kapasitas 146844

kg/jam
Jenis

: Centrifugal pump

Power pompa

: 7,5 hp

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 60oC

Discharge

Tekanan

: 1,5 atm

Suhu

: 60oC

Kapasitas

: 159,61 m3/h

Head Pompa

: 5,90 m

Spesific speed

: 3500 rpm

Jenis motor

: induksi

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2

90

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
VIII.3. UNIT PENYEDIA UDARA INSTRUMEN
Udara tekan biasanya digunakan sebagai penggerak control
equipment yang bekerja secara pneumatik. Udara instrumen harus dalam
keadaan kering (bebas dari uap air) oleh karena itu udara harus dilewatkan
terlebih dahulu pada bejana pengering yang berisi silika gel untuk
mengurangi kadar uap air didalamnya. Udara tekan diambil dari udara
dilingkungan (atmosfer) yang dihisap menggunakan kompresor dengan
spesifikasi sebagai berikut (perhitungan mirip dengan perhitungan
kompresor udara untuk kebutuhan proses) :
Spesifikasi Kompresor
Nama alat

: Kompresor Utilitas

Tugas

: Menyediakan udara tekan dari lingkungan untuk


dengan kapasitas 108 m3/jam

keperluan kontrol
Kode

: CU-01

Jumlah

: 1 unit

Jenis alat

: Kompresor Piston

Jumlah alat kontrol : 50 unit


Kebutuhan udara/unit

: 30 L/menit

Kebutuhan udara total

: 108 m3/jam

Kondisi operasi

Suction

Tekanan

: 1 atm

Suhu

: 30oC

Discharge

Tekanan

: 3,7 atm

Suhu

: 65oC

Beban kompresor

: 3,41 kW

Daya motor

: 6,5 hp

Jenis motor

: Motor induksi 220 V, 3 fase

Frekuensi

: 50 Hz

Jumlah kutub

:2
91

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Setelah keluar dari kompresor maka udara akan dimasukkan ke


dalam tangki udara tekan yang telah berisi silika gel untuk menjerap uap
air yang terkandung didalam udara. Berikut adalah spesifikasi tangki udara
yang digunakan :
Tangki Udara
Tugas
:

Menampung dan mengeringkan udara dengan silika gel

Jumlah
:

2 unit (untuk mempermudah dalam pergantian silika gel)

Perhitungan :
Jumlah air dalam udara = 7,85 m3/jam
= 5,65 kg/jam
Kemampuan absorbsi silika gel thd. air pd RH 100% = 0,5 kg air/kg silica
Kebutuhan silica

11,31

kg/jam

Bulk density silica

48,00

lb/ft3

0,014

m3/jam

Volume silika gel


=

jam = 1
Regenerasi tiap

168

minggu

V silica

2,46

m3

Dianggap V silika adalah 40% volume tangki


Dimensi
tangki :

H = 1.5 D

V tangki =

6,17

V tangki =

p/4*1.5*D^3

maka,

D = 1,74 m

m3

H = 2,61 m

VIII.4. UNIT PENYEDIAAN LISTRIK


Listrik digunakan untuk menggerakkan alat-alat proses, yaitu pompa,
kompresor, pengaduk, belt conveyor, bucket elevator serta flaker. Selain
92

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
untuk alat proses, listrik juga diperlukan sebagai penggerak alat-alat utilitas,
seperti kompresor udara dan pompa serta untuk keperluan lain antara lain
instrumentasi, penerangan dan AC, serta rumah tangga.

VIII.4.1Kebutuhan Listrik untuk Alat Proses


Daftar VIII.8. Data Kebutuhan Listrik Proses
No.

Alat

Power (Hp)

Kode

Jumlah

1 Pompa

P-02

5,00

2 Pompa

P-03

1,5

1,50

3 Pompa

P-04

1,5

1,50

4 Pompa Refluks

P-05

0,25

0,25

5 Pompa Refluks

P-06

0,75

0,75

6 Pompa

P-07

1,00

7 Kompresor

C-01

7,50

7,50

AT-01

4,00

4,00

9 Belt Conveyor

B-01

1,75

1,75

10 Bucket Elevator

E-01

0,25

0,25

11 Flaker

FL-01

13

13

8 Pengaduk AgitatingTank

Total

Total

36,50

Kebutuhan listrik untuk alat proses = 36,50 hp

93

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
VIII.4.2. Kebutuhan Listrik untuk Unit Utilitas
Daftar VIII.9. Data Kebutuhan Listrik Unit Utilitas
No.

Alat

Daya, hp

1.

Pompa molten salt

60

2.

Pompa mobiloiltherm

46,25

3.

Pompa siklus Dowtherm-A

5,00

4.

Pompa-pompa utilitas

88,75

5.

Kompresor Udara Tekan


Jumlah

6,5
207,5

Kebutuhan listrik untuk unit utilitas = 207,5 hp

VIII.4.3. Kebutuhan Listrik untuk Keperluan Instrumentasi dan Kontrol


Jumlah kebutuhan listrik untuk keperluan instrumentasi dan
kontrol diperkirakan 10% dari kebutuhan alat proses dan utilitas.
Maka kebutuhan listrik untuk instrumentasi dan kontrol
sebesar = 24,4 hp

VIII.4.4. Kebutuhan Listrik untuk Laboratorium, Rumah Tangga,


Perkantoran, dll
Kebutuhan listrik untuk rumah tangga dll diperkirakan sebesar
25% dari kebutuhan alat proses dan utilitas.
Maka kebutuhan listrik sebesar = 61 hp
Total kebutuhan listrik

= (207,5+36,5+24,4+61) hp
= 329,40 hp

Faktor daya ( cos )

= 0,8

Total daya

329, 40
hp = 411,75 hp = 306,93
0,8

kW = 306,93 kVA
Kebutuhan listrik dipenuhi dari PLN dan sebagai cadangan
digunakan generator listrik.

94

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
VIII.4.5. Kebutuhan Bahan Bakar untuk Mesin Diesel Cadangan
Daya diesel cadangan = 1000 Kw
Diketahui:
Net Heating Value (NHV) solar

= 43100 kJ/kg

Densitas solar

= 832 kg/m3

Daya yang dibangkitkan

= 306,93 kW = 1104932,27 kJ/jam

Efisiensi pembakaran

= 0,4

Kebutuhan bahan bakar

Volume bahan bakar

1104932,27 /
43100

0,4

64,09 /
832 /3

= 64,09 kg/jam

= 0,08 m3/jam

Solar disiapkan untuk kebutuhan jika listrik dari PLN mati selama 3
hari (maksimal dan kontinyu), maka bahan bakar yang harus selalu
ada adalah : 3 hari x 24 jam x 0,08 m3/jam = 5,51 m3

Tangki Bahan Bakar


Fungsi : Menyimpan bahan bakar solar
Total kebutuhan bahan bakar

= 5,51 m3

Over design 20 %, maka volume tangki = 6,61 m3


Diambil H = 1,2D

V
6, 43
3
1,91 m
0,3
0,3

: 1,2 x 1,89 m = 2,29 m

VIII.5. Unit Pengolahan Limbah


VIII.5.1 Pengolahan limbah gas
Limbah gas dari operasional pabrik ini berasal dari

Flue gas sisa pembakaran di furnace


Flue gas hasil pembakaran di furnace akan digunakan untuk
memanaskan Dowtherm-A setelah itu akan dibakar dalam flare
sebelum dilepas ke atmosfer.

Non-condensable gas hasil pemisahan pada T-02


95

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Non-condensable gas hasil pemisahan antara produk keluar SC-01
didalam T-02 akan dialirkan ke flare yang nantinya akan dibakar
sebelum dilepas ke atmosfer.
VIII.5.2. Pengolahan limbah cair
Limbah cair pabrik phthalic anhydride berasal dari :

Air buangan sanitasi

Air berminyak dari pompa

Air limbah dari laboratorium dan limbah cair dari proses

1. Limbah sanitasi
Limbah sanitasi pembuangan air yang sudah terpakai untuk
keperluan kantor dan pabrik lainnya seperti pencucian, air masak
dan lain-lain. Penanganan limbah ini tidak memerlukan hal khusus
karena seperti limbah rumah tangga lainnya. Air buangan ini tidak
mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya. Yang perlu
diperhatikan di sini adalah volume buangan yang diizinkan dan
kemana pembuangan air limbah ini.
2. Air berminyak dari pompa
Air berminyak berasal dari buangan pelumas pada pompa dan alatalat lainnya. Pemisahan dilakukan berdasarkan perbedaan berat
jenis. Minyak di bagian atas dialirkan ke tungku pembakar,
sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke panampung akhir,
kemudian dibuang.
3. Air Limbah dari Laboratorium dan Limbah Cair dari Proses
Secara umum air limbah yang berasal dari setiap kegiatan di pabrik
phthalic anhydride ini harus diolah agar dapat dibuang ke
lingkungan dengan kisaran parameter air yang sesuai dengan
peraturan pemerintah, yaitu :
COD = maks. 100 mg/l
BOD = maks. 20 mg/l
TSS

= maks. 80 mg/l

Oil

= maks. 5 mg/l

pH

= 6,5 8,5
96

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Limbah cair dari proses berasal dari hasil atas MD-02 dan limbah
cair pengolahan Maleic Anhydride. Skema pengolahan limbah cair
dapat dirangkum pada diagram dibawah ini :
Limbah Cair
Sanitasi

Pompa

Dibuang

Proses dan Laboratorium


Bak Equalisasi
Oil Separator

Dibakar
Floculant Pre Treatment
Floculant Treatment
Bak Sedimentasi 1
pH Control
Biological Treatment
Belt Pressfilter

Bak Sedimentasi 2
Biological Treatment 2

Pupuk

Bak Sedimentasi 3

Gambar VIII.11. Skema Pengolahan Limbah Cair

VIII.5.3. Pengolahan limbah padat


Limbah padat berupa lumpur / pasir yang dihasilkan dari unit
pengolahan air dimanfaatkan sebagai penimbun yang sebelumnya
diturunkan kadar airnya. Adapun limbah padat yang berasal dari toilet
diolah di septic tank.

97

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB IX
LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

A. LOKASI PABRIK
Pemilihan lokasi pembangunan pabrik yang optimum dilihat baik dari aspek
teknis seperti letak pusat industri, fasilitas-fasilitas pendukung yang tersedia (air,
utilitas, dll.) maupun aspek non-teknis (ekonomi, sosial, hukum). Faktor-faktor
penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi pabrik adalah :
a) Daerah pemasaran
Phthalic anhydride merupakan senyawa yang dibutuhkan sebagai bahan utama
produksi plasticizer. Oleh karena itu, lokasi pendirian pabrik akan lebih
menguntungkan jika didirikan di suatu kawasan industri yang memerlukan
phthalic anhydride.
b) Ketersediaan bahan baku
O-xylene tidak diproduksi di Indonesia, sehingga o-xylene harus diimpor.
Lokasi pabrik harus dekat dengan pelabuhan untuk menjaga suplai bahan baku
tetap kontinyu dan untuk menghemat biaya transportasi bahan baku.
c) Ketersediaan energi, air, utilitas lainnya
Dalam operasinya, pabrik membutuhkan air, energi, dan kebutuhan utilitas
lainnya untuk berbagai keperluan, baik untuk keperluan proses, pendingin atau
kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, lokasi pabrik hendaknya berdekatan
dengan sumber air seperti sungai, waduk, atau laut sehingga ketersedian air
terjamin. Sumber energi, steam, dan listrik juga henadaknya dekat dengan
lokasi pabrik.
d) Ketenagakerjaan
Tenaga kerja merupakan pihak yang menjalankan proses produksi pabrik,
sehingga performa tenaga kerja mempengaruhi kinerja pabrik. Maka dipilih
lokasi yang sanggup memenuhi spesifikasi tersebut agar jalannya produksi
lancar.
e) Transportasi

98

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Lokasi pabrik harus didukung dengan infrastruktur transportasi yang baik,
melalui jalur darat maupun laut untuk mempermudah proses transportasi bahan
baku maupun produk.
f) Kondisi geografis dan sosial
Lokasi pabrik sebaiknya terletak di daerah yang relatif aman dari bencana alam
layaknya gempa bumi, longsor, dan lain-lain. Selain itu, lokasi pendirian pabrik
sebaiknya juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat di sekitar produksi.
Dukungan dari masyarakat sekitar sangat membantu dalam perkembangan
suatu pabrik. Kebijakan pemerintah setempat juga turut mempengaruhi lokasi
pabrik. Jumlah lahan yang tersedia pun menjadi acuan penting.

Berdasarkan

pertimbangan-pertimbangan

tersebut,

maka

terdapat

dua

alternatif lokasi pendirian pabrik phthalic anhydride, yaitu Kawasan Industri


Gresik, Propinsi Jawa Timur dan Kawasan Industri Cilegon, Propinsi Banten.
Berikut tabel komparasi faktor-faktor pendukung pemilihan lokasi pabrik.

Daftar IX.1. Perbandingan Faktor Pendukung Pemilihan Lokasi Pabrik di Indonesia


Nomor

Aspek

Daerah Pemasaran

Ketersediaan bahan baku (impor)

Ketersediaan

air,

energi,

dan

Cilegon, Banten

Gresik, Jawa Timur

Tersedia

Tersedia

Akses dari

Akses dari

Pelabuhan Merak

Pelabuhan Gresik

Tersedia

Tersedia

Tersedia

Tersedia

Infrastruktur cukup

Relatif padat

utilitas lainnya
4

Ketenagakerjaan

Transportasi

baik, relatif lancar


6

Kondisi geografis dan sosial

Jauh dari

Relatif dekat dengan

pemukiman, lahan

pemukiman, lahan

tersedia

terbatas

Setelah meninjau hasil komparasi pada Daftar 6, maka lokasi yang dipilih
untuk permbangunan pabrik phthalic anhydride

adalah pada Kawasan Industri


99

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Cilegon, Propinsi Banten. Pertimbangan pertimbangan yang mendasari pemilihan
Kota Cilegon adalah sebagai berikut :
1. Bahan baku o-xylene diperoleh dari hasil impor. Cilegon sebagai kawasan
industri

sangat

dekat

dengan

pelabuhan

laut

Merak

sehingga

biaya

transportasi bahan baku dapat lebih ditekan. Kapasitas pelabuhan Merak pun
juga relatif cukup besar.
2. Walaupun sebagian besar pabrik yang menggunakan phthalic anhydride di
kawasan Jawa Barat dan Banten bertempat di kawasan Tangerang seperti PT
Pardic Jaya Chemical, PT Eternal Buana Chemical Industries, PT Ina Kansai
Perkasa (industri alkyd resin) dan PT Indopolymers Adiputra (industri DOP),
namun transportasi phthalic anhydride dalam fase padat sangat feasible
dilakukan melalui jalur darat dari Cilegon ke Tangerang.
3. Penyediaan air diperoleh dari air laut yang harus melalui proses desalinasi
terlebih dahulu sebelum digunakan. Cilegon merupakan kawasan industri
terpadu. Dimungkinkan juga kebutuhan utilitas seperti steam, air, dan listrik
disediakan oleh sejumlah pabrik tertentu.
4. Kebutuhan tenaga kerja untuk pabrik phthalic anhydride ini dapat dipenuhi
dari wilayah di sekitar dekat pabrik. Adanya pabrik ini akan

menyerap

tenaga kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.


5. Harga tanah di daerah Cilegon telah diatur oleh pemerintah dan ditetapkan
sebagai kawasan industri sehingga tidak perlu pembebasan tanah penduduk.
Dikarenakan Cilegon sebagai kawasan industri maka perluasan pemukiman
penduduk dibatasi untuk memperlancar perluasan area pabrik. Pemerintah
daerah setempat pun banyak memberi kemudahan bagi pengembangan pabrik
sehingga hal ini akan membantu industri-industri yang didirikan disana.
Ketersediaan lahan di Cilegon pun lebih besar dibandingkan Kawasan
Industri

Gresik

yang

relatif

padat,

begitu

pula

dengan

infrastruktur

transportasinya.

100

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
B. TATA LETAK PABRIK
Lokasi pabrik berada di daerah Cilegon, Banten. Alasan pemilihan daerah ini
adalah karena lokasinya dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan dalam transportasi
bahan baku o-xylene dari Singapura.

Gambar IX.1. Lokasi Pabrik


Dalam penyusunan layout alat-alat proses diusahakan sesuai dengan urutan kerja
dan fungsi masing- masing alat. Tata letak alat proses didesain dengan pertimbangan yaitu :
1. Letak peralatan berada dalam lokasi yang memadai, sehingga memberikan
cukup ruang gerak dalam pemasangan, perawatan maupun perbaikan.
2. Tata letak peralatan dilakukan berdasarkan urutan prosesnya, sehingga diperoleh
efisiensi secara teknis dan ekonomis

serta memudahkan dalam kontrol,

pengawasan, dan keleluasaan gerak operator.


3. Peralatan pabrik
beresiko

disusun sedemikian rupa, terutama untuk alat-alat yang

tinggi diberi jarak

yang cukup

sehingga memudahkan dalam

penanggulangan bahaya baik berupa kecelakaan kerja maupun kebakaran.


4. Unit utilitas dan sumber tenaga ditempatkan terpisah dari area proses sehingga
dapat menjamin operasi berjalan dengan aman.
5. Penempatan peralatan pabrik harus mempertimbangkan adanya penambahan unit
baru, sehingga tidak menimbulkan kesulitan di masa yang akan datang.
101

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
6. Jalan-jalan

dalam pabrik

harus

cukup

lebar dan memperhatikan faktor

keselamatan manusia, sehingga lalu lintas dalam pabrik dapat berjalan dengan
baik. Perlu dipertimbangkan juga adanya jalan pintas jika terjadi keadaaan
darurat.
7. Letak alat-alat ukur dan alat kontrol harus mudah dijangkau operator. Letak
kantor dan tangki produk, bahan baku serta bahan penunjang harus mudah
dijangkau dari jalan utama.
Denah keseluruhan dan tata letak alat proses dapat dilihat pada Gambar 4 dan 5
berikut :

102

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Pos
Satpam

Pintu Masuk Utama

Area Taman

Area Taman
Masjid

Area Parkir

Kantor
RnD

Perpustakaan
Area Taman

Jalan

Kantor Pusat

Jalan

Jalan

Jalan

Jalan

Wisma
Kantor Pusat

Kantor
Lingkungan
Hidup

Kantor K3

Kantin

P3K

Area Taman

Pos
pemeriksaan

Jalan

Pos
pemeriksaan
Power
Station
Laboratorium

Bengkel

Control Room

Jalan

Jalan

Fire
Station

Utilitas

Fuel
Storage

Area Proses
Area
pengemban
gan

Area Tangki dan Gudang


Unit Pengolahan
Limbah

Jalan

Gambar IX.2. Denah Pabrik Keseluruhan

103

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

CD01

AT-01

RB01

RB02

CD02

B01

-01
BC

AT-01

AT-01

FL-01

BC
-01
MD-02

MD-01

B01

AC-01

P-06
SC-01

SC-01

P-05

P-04

R-01

R-01

R-01
T-01

P-03

V-01
P-02

F-01
FD-01

Skala 1:500

C-01

Keterangan alat :
AC : Accumulator
AT : Agitating Tank
B : Bin
BC : Belt Conveyor
C : Compressor
CD : Condensor
F : Furnace
FD : Flash Drum

FL : Flaker
MD : Menara Distilasi
P : Pompa
R : Reaktor
RB : Reboiler
SC : Switch Condenser
T : Tangki
V : Vaporizer

Gambar IX.3. Layout Alat Proses

104

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
BAB X
PERTIMBANGAN ASPEK KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, DAN
LINGKUNGAN

A. PENDAHULUAN
Perancangan suatu pabrik kimia wajib mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan
kerja dan lingkungan. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pegawai
serta masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik tersebut. Pada dasarnya setiap bahan, alat, maupun
kondisi operasi memiliki hazard-nya masing-masing, sedangkan resiko yang terjadi tergantung
pada sistem keamanan dan perilaku kerja yang diterapkan. Jika pabrik memiliki sistem safety yang
baik, maka dapat menurunkan resiko terjadinya kecelakaan kerja. Demikian pula dengan perilaku
kerja para pegawai, jika para pegawai aware dengan hazard yang ada dan berusaha untuk selalu
bertindak sesuai peraturan yang diterapkan maka tingkatan resiko juga dapat diturunkan.
Selain keamanan dan kesehatan kerja, aspek lingkungan juga perlu mendapat perhatian
khusus. Aspek lingkungan meliputi pengelolaan dan pembuangan limbah yang dihasilkan agar
tidak mencemari lingkungan dan mengganggu masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lokasi
pabrik. Pembuangan limbah dilakukan dengan memperhatikan peraturan yang ada di daerah pabrik
tersebut didirikan. Oleh karena itu, identifikasi hazard terhadap bahan maupun limbah wajib
dilakukan.
Pada perancangan pabrik phthalic anhydride dengan bahan baku o-xylene dan udara
dengan kapasitas 80.000 ton/tahun ini terdapat beberapa spot yang memiliki hazard yang cukup
besar seperti pada alat reaktor yang memiliki hazard cukup besar karena beroperasi pada tekanan
dan suhu yang cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan alat-alat kontrol dan proteksi yang bisa
meminimalisir kemungkinan realisasi hazard pada alat tersebut.
Dari segi bahan yang harus ditangani secara umum tidak memiliki hazard yang besar bila
mengacu pada data MSDS bahan-bahan yang dipakai. Namun kemungkinan hazard menjadi
sangat besar bila beberapa bahan tersebut harus digabungkan dalam proses. Seperti pada mixing
valve yang menggabungkan antara o-xylene dan udara. Diperlukan kehati-hatian dalam proses
mixing tersebut karena bila kadar o-xylene berada dalam flammability limitnya maka seketika
akan terjadi ledakan.
Oleh karena itu mengingat hazard yang cukup besar dari pabrik ini maka sangat penting
105

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
untuk dilakukan analisis dan perancangan yang cukup mendetail terhadap sistem safety yang
mencakup alat kontrol, pengelolaan bahan, dan pengolahan limbah pada seksi proses dan utilitas
pabrik ini.
B. IDENTIFIKASI HAZARD BAHAN
Untuk mengidentifikasi hazard yang terkandung dalam bahan-bahan yang terlibat dalam
keseluruhan pabrik maka dilakukan risk assesment terhadap bahan-bahan tersebut dan risk
assesment didasarkan dari data MSDS bahan.
Daftar X.1. Tabel Identifikasi Hazard Bahan
BAHAN BAKU

radioactive

oxidizing

irritant

corrosive

Toxic

flammable

Bahan

explosive

Hazard
Keterangan

Pengelolaan

Liquid. Auto
ignition
temperature :
463oC.
Slightly
explosive
bila terkena
o-Xylene (C8H10)

flame.
Reaktif
dengan
oxidizing
agent.
Flammability

Disimpan dalam tangki


tertutup dan ditempatkan
jauh dari unit yang
memicu terjadinya
kebakaran misalnya
furnace. Jauhkan dari
nyala api dan panas
karena sifat bahan yang
flammable.

Limit Lower
0,9% Upper
6,7%
m-Xylene (C8H10)

106

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Liquid.
Slightly
toxic.
Autoignition

Disimpan dalam tangki


tertutup dan ditempatkan
jauh dari unit yang

temperature : memicu terjadinya


527oC. LFL

kebakaran misalnya

:1,1% UFL

furnace. Jauhkan dari

:7%. Sangat

nyala api dan panas

berbahaya

karena sifat bahan yang

bila terkena

flammable.

kulit.
Tidak ada penanganan
khusus. Langsung

Udara (N2 dan O2)

diambil dan dibuang ke


lingkungan.

PRODUK
Jaga tangki penyimpanan

Phthalic Anhydride
(C8H4O3)

Solid. LFL :

1,7% UFL
10,4%.

tetap kering, jauh dari


sumber penyalaan, dan
cukup ventilasi. Jangan
disimpan dibawah suhu
25oC.

Maleic Anhydride
(C4H2O3)

Solid. LFL :

Disimpan dalam tangki

1,4% UFL :

tertutup dan ditempatkan

7,1%.

Reactive
with
oxidizing
agents,

jauh dari sumber nyala.


Simpan dalam tempat
yang dingin dan
hindarkan kontak dengan
oxidizing agents,

107

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
reducing

reducing agents, acids,

agents, acids, dan moisture.


and moiture.

IMPURITIES LAIN
Jaga tangki tertutup dan
dingin namun tetap
C7H6O2 (Benzoic Acid)

Solid

memiliki ventilasi yang


memadai. Jauhkan dari
sumber nyala api.
Jaga tangki tertutup dan
dingin namun tetap

C8H8O2 (Toluic Acid)

Solid

memiliki ventilasi yang


memadai. Jauhkan dari
sumber nyala api.

Solid. Flash
point :
152oC.
C8H6O2 (Phthalide)

Reactive
with

Simpan dalam tangki


yang dingin dan kering
serta tertutup rapat.

oxidizing
agent
Jaga tangki tertutup dan
C5H6O4 (Citraconic
Acid)

Solid.
Higroskopis.

dingin namun tetap


memiliki ventilasi yang
memadai. Jauhkan dari
sumber nyala api.

Phthalic Acid

Solid. Flash
Point 168oC

108

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Jaga tangki tertutup dan
dingin. Jauhkan dari
sumber nyala api.

BAHAN PENDUKUNG
Solid.
V2O5 (Vanadium Oxide)

Reactive
with acids,
alkalis.
Solid.
Reactive

TiO2 (titanium oxide)

with acids
and slightly
reactive with
metals

Jaga tangki tetap


tertutup, dingin dan
memiliki ventilasi yang
cukup. Hindarkan kontak
dengan acid dan alkali.
Jaga tangki tetap
tertutup, dingin dan
memiliki ventilasi yang
cukup. Hindarkan kontak
dengan acids

Flash point
210oC. LFL : Tutup rapat tangki

Mobiloiltherm

0,9% UFL :

penyimpanan bila tidak

7,0%.

digunakan. Selalu beri

Boiling point label diluar tangki.


316oC.

Jauhkan dari oxidizing

Reactive

agents dan material yang

with strong

mudah terbakar.

oxidizers
Flash point
Dowtherm-A

113oC.
Boiling point
400oC.

Tutup rapat tangki


penyimpanan bila tidak
digunakan. Selalu beri
label diluar tangki.
Jauhkan dari oxidizing

109

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
agents dan material yang
mudah terbakar.

UTILITAS
Solid.
Reactive
with
reducing
agents,
combustible
materials,
Kaporit (Ca(OCl)2)

organic
materials,
acids,
moisture.
Extremely
corrosive in

Bagian dalam tangki


penyimpan dilapisi
dengan polyethylene
untuk mencegah
terjadinya korosi.
Hindarkan kontak
dengan reducing agents,
combustible materials,
acids, dan moisture.

presence of
aluminum
and zinc.
Solid.
Tawas (Al2(SO4)3.(1418)H2O

Kalsium hidroksid
(Ca(OH)2)

Reactive

with

Jaga tangki tetap


tertutup, dingin, dan
memiliki ventilasi yang

oxidizing

cukup. Hindarkan kontak

agents.

dengan oxidizing agents.

Solid.

Jaga tangki tetap

Reactive
with acids

tertutup, dingin, dan


memiliki ventilasi yang

110

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
cukup. Jangan
menyimpan bahan
dibawah suhu 25oC.
Hindarkan kontak
dengan acids.

Daftar X.2. Tabel Identifikasi Potensi Paparan Bahan Kimia

Operator menggunakan splash googles, full suit,


gloves, boots, and vapor respirator.

m-Xylene (C8H10)

Operator menggunakan splash googles, full suit,


gloves, boots, and vapor respirator.

Iritasi

Mutasi Gen

o-Xylene (C8H10)

Jenis Paparan

Kanker

Kerusakan Organ
Tubuh Lainnya

Pengelolaan

KerusakanGinjal

Kerusakan Paru-Paru

Identifikasi potensi paparan bahan kimia


.
Hazard

phthalic anhydride
(C8H4O3)

Operator menggunakan splash googles, full suit,


gloves, boots, and vapor respirator.

maleic anhydride
(C4H2O3)

Operator menggunakan splash googles, full suit,


gloves, boots, and vapor respirator.

C7H6O2 (benzoic
acid)
C8H8O2 (toluic acid)
C8H6O2 (phthalide)
C5H6O4 (citraconic
acid)
C8H6O4 (phthalic
acid)

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.
Operator harus menggunakan gloves.
Operator harus menggunakan gloves.

Operator harus menggunakan gloves.

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

111

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
V2O5 (vanadium
pentaoxide)

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Tawas (Al2(SO4)3.(1418)H2O

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Kalsium hidroksid
(Ca(OH)2)

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Operator harus menggunakan wearpack, masker, dan


gloves.

Operator harus menggunakan wearpack, masker,


goggles dan gloves

TiO2 (titanium oxide)


Mobiloiltherm
Dowtherm-A

Kaporit (Ca(OCl)2

Oli pelumas
Bahan bakar minyak

C. IDENTIFIKASI HAZARD LIMBAH


Limbah yang dihasilkan dari pabrik juga perlu diidentifikasi hazard nya agar dapat dikelola
dan ditangani dengan baik dan bijak. Berikut adalah identifikasi hazard untuk limbah gas, cair dan
padat yang dihasilkan dari keseluruhan proses.
Daftar X.3. Tabel Identifikasi Hazard Limbah
Identifikasi hazard emisi gas yang ada dalam proses

CO2

Flue Gas,
AC-01

Kerusakan
Ekologi

Hujan
Ozon
Asam

Pengikisan
SMOG

SUMBER

Pemanasan
Global

No EMISI

Hazard

Toksik

Pembentukan

Keterangan

Pengelolaan

Efisiensi bahan bakar dengan

pengaturan flow udara dan insulasi


yang baik

112

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun

CH4

CO

pembakaran

yang baik

pengaturan flow udara dan insulasi


yang baik

Identifikasi hazard limbah cair yang ada dalam proses

Sanitasi

Laboratorium

Oli bekas
Air pencuci
sand filter

Sumber

Meracuni biota air

Limbah Cair

Hazard

Meracuni manusia

No

pengaturan flow udara dan insulasi

AC-01

sisa dari hasil

Peumahan dan

Perkantoran
Laboratorium
Proses dan
Utilitas
Utilitas

Merusak ekologi

Efisiensi bahan bakar dengan

Efisiensi bahan bakar dengan

Flue Gas,

Mendegradasi kualitas
air

Flue Gas

Mencemari Sumber Air

Hidrokarbon

Pengelolaan

Dapat langsung dibuang ke lingkungan


karena tidak terlalu berbahaya
Dialirkan ke unit pengolahan limbah cair
Oli bekas ditampung untuk kemudian dijual
ke pabrik pengolahan oli bekas
Dialirkan ke unit pengolahan limbah cair

Identifikasi hazard limbah padat yang ada dalam proses

No. Limbah Padat

Sumber

Hazard

Pengelolaan

113

Lain-lain

Radioaktif

Mencemari
Sumber Air

Ekologi

Merusak

Toxic

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun

Sludge

Clarifier

V2O5-TiO2

Katalis R-01

Dibuat landfill

Diolah pada pengolahan limbah padat

D. IDENTIFIKASI HAZARD ALAT


Identifikasi hazard terhadap alat yang terlibat baik dalam proses maupun utilitas juga
sangat urgent dilakukan untuk meminimalisir realisasi hazard dari masing-masing alat. Berikut
adalah daftar identifikasi hazard dari alat-alat yang terlibat dalam keseluruhan proses.
Daftar X.4. Tabel Identifikasi Hazard Alat Proses
A

Identifikasi hazard kondisi peralatan proses

Kuantitas

Komposisi

Simbol

Elevasi

Peralatan

Putaran
tinggi

No

Tekanan
Suhu

Hazard
Keterangan

P = 1 atm T =30oC

Tangki
1

penyimpan

T-01

o-xylene
2

Vaporizer
Flash
Drum
Mixing
Point 2

V-01

P = 6,7 atm T = 228,1oC

FD-01

MV-02

P = 6,7 atm T = 228,1oC


P = 6,7 atm T = 228,1oC

Pengelolaan

Dipasang level
indicator
Dipasang temperature
controller
Dipasangi level
controller
Dipasang ratio
controller
114

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun

Furnace

F-01

P = 6,7 atm T = 350oC

Dipasangi temperature
controller
Dipasangi temperature
controller yang
terhubung dengan
pendingin, pressure

Reaktor

R-01

P = 6,5 atm T = 350oC

controller, pressure
relief valve dan isolator
agar panas tidak
terbuang keluar dan
segi keamanan untuk
operator
Dipasang temperature
controller yang
terhubung dengan
pendingin/pemanas,

Switch
Condenser

SC-01

P = 1,3 atm T = 350oC

pressure indicator,
pressure relief valve
dan isolator agar panas
tidak terbuang keluar
dan segi keamanan
untuk operator

Accumulat
or

AC-01

P = 1,1 atm T=130oC

Dipasang level
controller
Dipasang temperature
controller yang

Agitating
Tank

AT-01

P = 2,5 atm T = 150oC

terhubung dengan
pemanas, pressure
controller, pressure
relief valve dan isolator

115

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
agar panas tidak
terbuang keluar dan
segi keamanan untuk
operator

10

11

Menara

MD-01,

Distilasi

MD-02

Flaker

FL-01

Dipasang temperature

P = 3,6 atm T=350oC

controller dan level


indicator

P = 1,2 atm T = 150oC

Dipasang temperature
controller

Daftar X.5. Tabel Analisis What If Alat Proses


No

Alat

Simbol

What If
Question

Penyebab

Akibat

Rekomendasi

Apa yang
terjadi jika
temperatur di
dalam
vaporizer
1

Vaporizer

V-01

Aliran fluida
pemanas
terlalu besar

Tidak ada cairan yang


diuapkan dalam vaporizer
sehingga menyebabkan
over heating

meningkat?

temperatur di
dalam
vaporizer

controller pada aliran


keluar vaporizer yang

Apa yang
terjadi jika

Dipasang temperature

terhubung dengan aliran


Alirah fluida Cairan terakumlasi didalam
pemanas

vaporizer sehingga

terlalu kecil

menyebabkan overflow

fluida pemanas masuk

menurun?

116

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Apa yang
terjadi jika
ketinggian
cairan didalam
FD-01
2

Flash Drum

FD-01

Aliran dari

Cairan didalam FD-01

vaporizer

terakumulasi dan

naik

menyebabkan overflow

Dipasang level controller


pada FD-01 yang

meningkat?

terhubung dengan aliran

Apa yang

cairan keluar. Sehingga

terjadi jika
ketinggian
cairan didalam
FD-01

Aliran dari
vaporizer
turun

ketinggian cairan dalam


Cairan dalam FD-01 akan

FD-01 dapat terjaga.

habis

menurun?
Apa yang

terjadi jika

Flow o-

Dipasang flow controller

rasio udara dan

xylene

yang disatukan dengan

Mixing

MV-

o-xylene

dan/atau

Point 2

02

berada dalam

udara

kisara

kurang atau

udara dan o-xylene

Flammability

berlebih

berada diluar FL

Panas yang

Dipasang temperature

Terjadi ledakan

ratio controller untuk


memastikan bahwa rasio

Limits?
Apa yang
terjadi jika
suhu di aliran
gas keluar
4

Furnace

F-01

reaktor
menurun?
Apa yang
terjadi jika
suhu di aliran
gas keluar

disuplai

Konversi o-xylene menjadi

controller pada aliran

kedalam

phthalic anhydride dalam

keluar furnace yang

furnace

reaktor rendah

dihubungkan dengan

kurang

flowrate bahan bakar


dan udara yang

Panas yang
disuplai
kedalam

Bisa terjadi hotspot dalam


katalis reaktor

digunakan sebagai
sumber panas pada
furnace

117

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
reaktor

furnace

meningkat?

berlebihan

Apa yang akan


terjadi jika
suhu di dalam
reaktor
meningkat?
Apa yang akan
terjadi jika
5

Reaktor

R-01

suhu di dalam
reaktor
menurun?

Panas yang
disuplai oleh

Bisa terjadi hotspot dalam

furnace

katalis reaktor

berlebih

Panas yang
disuplai oleh
furnace
kurang

Dipasang temperature
controller pada beberapa
titik disepanjang tube
yang dihubungkan

Konversi o-xylene menjadi

dengan aliran molten salt

phthalic anhydride dalam

masuk

reaktor rendah

Apa yang akan


terjadi jika

Terjadi

tekanan di

reaksi run

dalam reaktor

away

Tangki meledak

Dipasang pressure relief


valve

meningkat?
Apa yang

Switch
6

Condenser
(Receiving
Process)

SC-01

terjadi jika

Suhu gas

suhu didalam

keluaran

switch

reaktor

condenser

tinggi

Proses pemadatan dan


kondensasi tidak berjalan
sempurna

Dipasang temperature
controller yang
terhubung dengan aliran
pendingin masuk

meningkat?
Apa yang
terjadi jika
suhu didalam
switch
condenser
menurun?

Suhu gas
keluaran
reaktor
terlalu
rendah

Terlalu banyak padatan


yang terpadatkan sehingga
berpotensi menimbulkan
block aliran yang berujung
pada naiknya tekanan SC01 dan ledakan SC-01

Dipasang temperature
controller yang
terhubung dengan aliran
pendingin masuk dan
dipasang relief valve

118

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Apa yang
terjadi jika

Padatan

suhu didalam

yang ingin

Overheating yang dapat

switch

dicairkan

mengakibatkan ledakan

Switch

condenser

sudah habis

Condenser

meningkat?

(Melting

Apa yang

Process)

terjadi jika
suhu didalam
switch
condenser
menurun?

Dipasang temperature
controller yang

Padatan
yang ingin
dicairkan
terlalu
banyak

terhubung dengan aliran


Padatan tidak tercairkan

pemanas masuk

semua sehingga
mengakibatkan blocking
pada proses selanjutnya

Apa yang
terjadi jika

Cairan didalam AC-01

ketinggian

Aliran dari

terakumulasi melebihi

cairan didalam

SC-01 naik

batas normalnya dan

Dipasang level controller

menyebabkan overflow

pada AC-01 yang

AC-01
7

Accumulator AC-01

meningkat?

terhubung dengan aliran

Apa yang

cairan keluar. Sehingga

terjadi jika
ketinggian

Aliran dari

cairan didalam

SC-01 turun

AC-01

Cairan dalam AC-01 akan


habis menyebabkan

ketinggian cairan dalam


FD-01 dapat terjaga.

kavitasi pada P-03

menurun?
Apa yang

Agitating
Tank

AT-01

terjadi jika

Aliran dari

ketinggian

AC-01

cairan didalam

terlalu

AC-01

banyak

Akumulasi cairan di dalam


AT-01 menyebabkan
tangki overflow

Dipasang level controller


yang terhubung dengan
aliran cairan keluar AT01

meningkat?

119

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Apa yang
terjadi jika

Aliran dari

ketinggian

AC-01

cairan didalam

terlalu

AC-01

sedikit

Cairan dalam AT-01 habis


dan dapat mengakibatkan
overheating

menurun?
Apa yang akan
terjadi jika
suhu di dalam
AT-01
meningkat?
Apa yang akan
terjadi jika
suhu di dalam
AT-01
menurun?

Panas yang
disuplai oleh
pemanas
terlalu besar

Panas yang
disuplai oleh
pemanas
terlalu kecil

Dipasang temperature
Uap yang terbentuk akan

controller yang

semakin banyak dapat

terhubung dengan aliran

menyebabkan overpressure

pemanas masuk dan


dipasang relief valve

Konversi phthalic acid


menjadi phthalic anhydride
kecil

Dipasang temperature
controller yang
terhubung dengan aliran
pemanas masuk

Apa yang
MD01,
MDMenara
9

Distilasi,
Reboiler,
Condenser

02,
RB-

terjadi jika
level cairan di
dalam stage
paling bawah

Suhu di
dalam MD
terlalu besar

Tidak ada cairan yang

dipasang level controller

masuk ke dalam reboiler,

yang dihubungkan ke

akan terjadi overheating di

arus bottom product

dalam reboiler

keluar menara distilasi 1

terlalu rendah?
Pemisahan antara dua

01,
RB-

Apa yang

02,

terjadi jika

CD-

suhu di dalam

01,

MD terlalu

CD-02

besar?

Suplai panas

komponen yang diinginkan

pada

tidak akan berlangsung

condenser

dengan baik karena

dan/atau

perubahan titik

reboiler

kesetimbangan yang

tidak sesuai

mengakibatkan kemurnian
produk berubah.

Dipasang temperature
controller untuk aliran
keluar condenser dan
reboiler yang akan
dihubungkan dengan
aliran masuk pendingin
dan pemanas.

120

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Apa yang
terjadi jika
10

Flaker

FL-01

suhu padatan
keluar flaker
terlalu besar?

Panas yang

Padatan hasil keluar flaker

disuplai oleh

tidak dapat langsung

flaker terlalu

dipacking karena suhunya

kecil

masih tinggi

Dipasang temperatur
controller untuk padatan
keluar flaker yang
dihubungkan dengan
aliran pendingin masuk

Daftar X.6. Tabel Identifikasi Hazard Plant Layout dan Lokasi Proses

Pelepasan Bahan
Berbahaya

Operability and
Maintainability

Kebakaran

Ledakan

Identifikasi hazard plant layout dan lokasi proses


Hazard
Pengelolaan

PLANT LAYOUT
1. Letak tangki
penyimpan bahan baku

- Tangki penyimpan diberi tanggul dengan kapasitas tanggul


minimum 100% dari volume tangki

121

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
dan produk terhadap area
proses

2. Heat Exchanger

3. Reaktor

4. Pompa

5. Menara Distilasi

6. Furnace

- Tangki penyimpan bahan baku ditempatkan di dekat


dermaga untuk memudahkan proses loading/unloading
- Tangki penyimpan produk diletakkan 500 m dari area
proses agar ketika loading/unloading produk ke kendaraan
tidak membahayakan area proses
- Jarak antar tangki minimal 2 kali diameter tangki tersebut.
- HE diletakkan di pinggir area proses, dengan ujung
menghadap jalan
- Bagian samping HE (arah memanjang) diberi ruang selebar
min. 1,5 kali panjang HE untuk memberikan cukup tempat
ketika pemisahan bundle tube terhadap shell pada waktu
maintenance
Jarak antar reaktor dan reaktor dengan alat proses lain
minimal 2 kali diameter reaktor tersebut.
- Pompa ditempatkan di area yang mudah dijangkau untuk
memudahkan saat maintenance.
- Jarak antara 2 pompa terdekat minimal 2 meter
L/D menara distilasi yang relatif besar (3-7) mengakibatkan
luas area yang ditempati menara distilasi harus memiliki
panjang minimal 2L untuk mengantisipasi adanya gangguan
berupa dorongan angin.
Furnace diletakkan cukup jauh dari area tangki dan area
proses lain karena dikhawatirkan akan membahayakan area
lain pada saat terjadi masalah pada furnace.

LOKASI PROSES
1. Jarak antara area proses
dengan gedung kantor

2. Jarak antara area proses


dengan jalan raya
3. Jarak antara area proses
dengan pemukiman
penduduk
4. Keterbatasan kondisi
geografis area pabrik
terkait dengan: gempa,
petir, banjir dan bencana
alam lainnya.

Area proses dibangun 2 km dari gedung perkantoran,


sehingga mengurangi resiko terhadap karyawan kantor dan
memberikan waktu yang cukup untuk proses evakuasi.
Area proses dibangun 2,5 km dari jalan raya, sehingga
mengurangi resiko terhadap pengguna jalan raya.
Area proses dibangun 6 km dari pemukiman penduduk
terdekat, sehingga mengurangi resiko terhadap penduduk dan
memberikan waktu yang cukup untuk proses evakuasi.
Konstruksi :
- Tahan terhadap gempa minimal 5 skala richter
Elevasi :
- alat yang memiliki ketinggian lebih dari 18 m dipasang
penangkal petir.

Daftar X.7. Tabel Identifikasi Hazard Alat Utilitas Penyedia Air

122

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
B

Identifikasi hazard kondisi peralatan utilitas penyedia air

Kuantitas

Komposisi

Putaran
tinggi

Kolam Ekualisasi

Bak Sedimentasi

Bak Koagulasi

Clarifier

Elevasi

Peralatan

Suhu

No

Simbol

Tekanan

Hazard

Bak Penampung

Sementara

Sand Filter

Fitered Water Tank

Tangki Klorinasi

Bak Distribusi Air

10

Cooling Tower

11

Hot Water Basin

12

Cold Water Basin

Keterangan

P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC

Pengelolaan

Dipasang level controller

Dipasang level controller

Dipasang level controller

Dipasang level controller

Dipasang level controller

Dipasang level controller

Dipasang level controller

Dipasang level controller

P = 1 atm

Dipasang temperature

T =30oC

controller

P = 1 atm
T =30oC
P = 1 atm
T =30oC

Dipasang level controller

Dipasang level controller

123

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Daftar X.8. Tabel Analisis What If Utilitas Penyedia Air
No

Alat

What If Question
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam kolam

Kolam
Ekualisasi

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam kolam
menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak

Bak
Sedimentasi

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak
menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak

Bak
Koagulasi

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak
menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam clarifier
meningkat?

Clarifier

Apa yang terjadi jika level


cairan didalam clarifier
menurun?

Penyebab

Akibat

Rekomendasi

PUA-02 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada kolam

controller yang

Kolam kosong dan


PUA-01 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA02

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

PUA-03 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada bak

controller yang

Bak kosong dan


PUA-02 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA03

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

PUA-04 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada bak

controller yang

Bak kosong dan


PUA-03 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA04

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

PUA-05 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada bak

controller yang

Bak kosong dan


PUA-04 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA05

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

124

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak
Bak
5

Penampung
Sementara

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak
menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam tangki

Fitered
Water Tank

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam tangki
menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam tangki

Tangki
Klorinasi

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam tangki
menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak

Bak
8

Distribusi
Air

meningkat?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak
menurun?

PUA-06 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada bak

controller yang

Bak kosong dan


PUA-05 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA06

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

PUA-08 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada tangki

controller yang

Tangki kosong dan


PUA-07 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA07

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

PUA-09 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada tangki

controller yang

Tangki kosong dan


PUA-08 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA08

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

PUA-10 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada bak

controller yang

Bak kosong dan


PUA-09 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA09

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

125

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun
Dipasangi
temperature
controller pada

Cooling
Tower

Apa yang terjadi jika

Udara yang dijadikan

Perpindahan panas

temperatur air keluar

pendingin suhunya

pada proses tidak

cooling tower meningkat?

meningkat

berjalan optimal

aliran keluar
cooling tower
yang akan
terhubung dengan
fan yang
mengalirkan udara
pendingin

Apa yang terjadi jika level


cairan didalam tangki

10

Hot Water
Basin

Apa yang terjadi jika level

menurun?
Apa yang terjadi jika level
cairan didalam bak
Cold Water
Basin

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada kolam

controller yang

Pompa yang

Kolam kosong dan

mengalirkan air proses

mengakibatkan

ke hot water basin

kavitasi pada PUA-

tergamggu

02

PUA-13 mengalami

Dapat terjadi

Dipasangi level

trouble

overflow pada kolam

controller yang

meningkat?

cairan didalam tangki

11

PUA-12 mengalami

meningkat?

Kolam kosong dan

Apa yang terjadi jika level


cairan didalam bak

PUA-11 mengalami

mengakibatkan

trouble

kavitasi pada PUA-

menurun?

02

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

terhubung pada
valve keluar dan
memasang pompa
back-up

Daftar X.9. Tabel Identifikasi Hazard Alat Utilitas Siklus Dowtherm


C

Identifikasi hazard kondisi peralatan utilitas (siklus dowtherm)

Kuantitas

Komposisi

Elevasi
tinggi

Simbol

Putaran

Peralatan

Suhu

No

Tekanan

Hazard
Keterangan

Pengelolaan

126

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas
80.000 ton/tahun

Heat
Exchanger

HEU-3;HEU-4

Dipasang temperature

P=1,3 atm T=400oC

controller dan isolator

Daftar X.10. Tabel Analisis What If Utilitas Siklus Dowtherm


No

Alat

What If

Simbol

Question

Apa yang

Heat
Exchanger

HEU-

terjadi jika suhu

3;HEU-

keluaran HE

menurun atau
meningkat

Penyebab

Terjadi
gangguan
(kenaikan atau
penurunan)
pada aliran
dowtherm

Akibat

Rekomendasi
Dipasang temperature

Sistem transfer

controller pada aliran keluar

panas dalam

HE yang terhubung dengan

siklus tidak

valve aliran masuk pendingin.

sesuai dengan

Dipasang pompa back-up

yang diharapkan

untuk seluruh pompa dalam


siklus

Daftar X.11. Tabel Analisis Identifikasi Potensi Paparan Fisis

Kebisingan
Panas

Keterangan

Pengelolaan

Luka Bakar

ISPA

Kanker

Jenis
Paparan

Tuli

Identifikasi potensi paparan fisis


Hazard

Dari kompressor
Dari reaktor, flash drum, heat
exchanger, agitating tank, switch
condenser, menara distilasi

Operator harus menggunakan ear plug


Operator harus menggunakan gloves dan
wearpack

127

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

BAB XI
ORGANISASI PERUSAHAAN
A. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
Salah satu faktor yang menunjang kemajuan perusahaan adalah struktur
organisasi yang digunakan dalam perusahaan tersebut. Hal ini disebabkan
kelancaran perusahaan berhubungan dengan komunikasi yang terjadi di
dalamnya. Organisasi perusahaan dibuat untuk memperjelas garis komando,
sistem kerja, pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab sehingga
tujuan perusahaan dapat dirumuskan dan dicapai dengan maksimal.
Untuk memperlancar jalannya perusahaan, perlu dibuat struktur
organisasi perusahaan sehingga pembagian tugas dan wewenang dari
karyawan dapat dilaksanakan dengan baik. Jenjang jabatan organisasi
perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Direktur Utama (President Director)


2. Direktur Bidang (Vice President Director)
3. Kepala Bagian (Senior Manager)
4. Kepala Seksi (Manager)
5. Kepala Shift
6. Pegawai/Operator

Masing-masing fungsi mempunyai wewenang dan tugas yang berbeda


sesuai dengan bidangnya. Semakin tinggi jabatan yang diduduki maka
semakin luas pula tugas dan wewenang yang dimiliki. Tanggung jawab,
tugas, serta wewenang tertinggi terletak pada pucuk pimpinan yang terdiri
dari Direktur Utama dan Direktur Bidang yang disebut Dewan Direksi.
Dalam struktur organisasi perusahaan, setiap bawahan hanya
mempunyai satu garis tanggung jawab kepada atasannya dan setiap atasan
hanya memiliki satu garis komando kepada bawahannya. Struktur organisasi
perusahaan disajikan dalam bentuk diagram berikut ini :

128

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Direktur Utama

Direktur
Keuangan &
Administrasi

Direktur Teknik
& Produksi

Kabag. Proses

Kabag.
Maintenance

Kabag. Litbang.
dan Mutu

Kabag. Keuangan
& Pemasaran

Kasi. Proses

Kasi. Listrik &


Instrumentasi

Kasi. Lab. dan


Pengendalian
Mutu

Kasi. Utilitas

Kasi.
Pemeliharaan &
Bengkel

Kasi. Penelitian
& Pengembangan

Kabag.
Administrasi

Kasi. Keuangan

Kasi. Pemasaran

Kasi. HSE

Kabag. Umum

Kasi. HRD

Kasi. Humas dan


Keamanan

Kasi. Tata Usaha

Kasi. K3 dan
Lingkungan
Hidup

Kasi. Legal

Gambar XI.1. Struktur Organisasi Perusahaan

129

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
B. TUGAS DAN WEWENANG
1. Pemegang Saham
Pemilik perusahaan adalah para pemegang saham. Pemegang saham
merupakan sekelompok orang yang mengumpulkan modalnya untuk
kepentingan pendirian dan berjalannya operasi perusahaan. Para pemegang
saham berwenang :
-

Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris

Mengangkat dan memberhentikan Direktur

Mengesahkan hasil-hasil usaha serta neraca perhitungan untung rugi


tahunan dari perusahaan

2. Dewan Komisaris
Dewan komisaris merupakan pelaksana tugas sehari-hari dari pemilik saham,
sehingga dewan komisaris akan bertanggung jawab kepada pemegang saham.
Tugas-tugas dewan komisaris meliputi :
- Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijaksanaan umum, target
perusahan, alokasi sumber-sumber dana dan pengarahan pemasaran.
- Mengawasi tugas-tugas direksi
- Membantu direksi dalam tugas-tugas penting

3. Dewan Direksi
Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maju mundurnya perusahaan.
Direktur Utama bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris atas segala
tindakan dan kebijaksanaan yang telah diambil sebagai pimpinan perusahaan.
Direktur Utama membawahi Direktur Teknik dan Produksi serta Direktur
Keuangan dan Umum.

a. Direktur Utama
Tugas

- Pimpinan dan penanggung jawab tertinggi perusahaan,


menentukan dan merumuskan kebijaksanaan perusahaan

130

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
mengenai sistem operasi, sumber daya manusia, dan
perkembangan perusahaan.
- Memimpin semua kegiatan pabrik secara keseluruhan,
dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan pabrik.
- Mengangkat dan memberhentikan kepala bagian dengan
persetujuan rapat pemegang saham.
Pendidikan

: Magister (minimal S-2)

Jumlah

: 1 orang

b. Direktur Bidang Teknik dan Produksi


Tugas

Memimpin
berhubungan

pelaksanaan
dengan

kegiatan
bidang

pabrik

teknik,

yang

produksi,

pemeliharaan alat, penyediaan bahan baku laboratorium,


dan pengembangan.
Pendidikan

: Sarjana Teknik Kimia (minimal S-1)

Jumlah

: 1 orang

c. Direktur Keuangan dan Administrasi


Tugas

Bertanggung jawab terhadap masalah-masalah pabrik


yang berhubungan dengan administrasi, keuangan,
hubungan masyarakat, dan hal umum lainnya.

Pendidikan

Sarjana Ekonomi (minimal S-1)

Jumlah

1 orang

Direktur Teknik dan Produksi dibantu oleh 3 orang Kepala Bagian :


1. Kepala Bagian Maintenance
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap pengelolaan pabrik secara


teknis yang meliputi pemeliharaan alat, bengkel, gudang,
dan perlengkapannya.

Pendidikan

: Sarjana Teknik Mesin

Jumlah

: 1 orang

Kepala Bagian Teknik membawahi 2 Kepala Seksi, yaitu :


a. Kepala Seksi Listrik dan Instrumentasi

131

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
b. Kepala Seksi Pemeliharaan dan Bengkel

2. Kepala Bagian Produksi


Tugas

: Bertanggung jawab atas jalannya operasi pabrik seharihari serta menjaga kelangsungan proses produksinya.

Pendidikan

: Sarjana Teknik Kimia

Jumlah

: 1 orang

Kepala Bagian Produksi membawahi 3 Kepala Seksi, yaitu :


a. Kepala Seksi Proses
b. Kepala Seksi Utilitas
c. Kepala Seksi HSE

3. Kepala Bagian Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian Mutu


Tugas

: Memimpin aktivitas laboratorium, pengendalian mutu,


penelitian, dan pengembangan.

Pendidikan

: Sarjana Teknik Kimia

Jumlah

: 1 orang

Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan membawahi 2 Kepala Seksi,


yaitu :
a. Kepala Seksi Laboratorium dan Pengendalian Mutu
b. Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan

Direktur Keuangan dan Administrasi dibantu oleh 3 Kepala Bagian, yaitu :


1. Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran
Tugas

: Memimpin pengelolaan bidang keuangan dan pemasaran,


termasuk pembelian bahan baku, bahan pembantu, dan
penjualan hasil.

Pendidikan

: Sarjana Ekonomi

Jumlah

: 1 orang

Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran membawahi 2 Kepala Seksi, yaitu :


a. Kepala Seksi Keuangan
b. Kepala Seksi Pemasaran

132

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
2. Kepala Bagian Administrasi
Tugas

: Mengelola bidang administrasi pabrik, personalia, dan tata


usaha.

Pendidikan

: Sarjana Ekonomi/Psikologi

Jumlah

: 1 orang

Kepala Bagian Administrasi membawahi 2 Kepala Seksi, yaitu :


a. Kepala Seksi Human Research Development (HRD)
b. Kepala Seksi Tata usaha

3. Kepala Bagian Umum


Tugas

: Mengelola bidang hubungan masyarakat, keamanan, dan


kesejahteraan karyawan.

Pendidikan

: Sarjana Hukum/Sospol

Jumlah

: 1 orang

Kepala Bagian Umum membawahi 3 Kepala Seksi, yaitu :


a. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat dan Keamanan
b. Kepala Seksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
c. Kepala Seksi Legal

Berikut adalah job description untuk jabatan Kepala Seksi dan Karyawan dari
masing-masing bagian dalam perusahaan :
1. Kepala Seksi Proses
Tugas

: Memimpin langsung serta memantau kelancaran proses produksi

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 3 orang staf 1 (S1 Teknik Kimia)


4 orang kepala shift (D3 Teknik Mesin)
36 orang operator proses (SMA/SMK/D3)
3 orang staf 2 (SMK/D3)

133

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
2. Kepala Seksi Utilitas
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap penyediaan air, steam, bahan bakar,


dan udara tekan baik untuk proses maupun instrumentasi

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 3 orang staf 1 (S1 Teknik Kimia)


4 orang kepala shift (D3 Teknik Mesin)
34 orang operator utilitas (SMA/SMK/D3)
3 orang staf 2 (SMK/D3)

3. Kepala Seksi HSE


Tugas

: Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan baik dari


sisi proses maupun lingkungan

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 2 orang staf 1 (S1 Teknik Kimia)


2 orang staf 2 (SMK/D3)

4. Kepala Seksi Pemeliharaan dan Bengkel


Tugas

: Bertanggung jawab terhadap kegiatan perawatan dan penggantian


alat-alat serta fasilitas pendukungnya

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 4 orang staf 2 (SMK/D3 Mesin)

5. Kepala Seksi Listrik dan Instrumentasi


Tugas

: Bertanggung jawab terhadap penyediaan listrik serta alat-alat


instrumentasi

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 4 orang staf 2 (SMK/D3 Elektro)

134

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
6. Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan
Tugas

: Mengkoordinir kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan


produksi dan efisiensi proses secara keseluruhan

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 2 orang staf 1 (S1 Teknik Kimia / Teknik Mesin)


2 orang staf 2 (D3 Teknik Kimia / Teknik Mesin)

7. Kepala Seksi Laboratorium dan Pengendalian Mutu


Tugas

: Menyelenggarakan pemantauan hasil (mutu) dan pengolahan


limbah

Pendidikan : Sarjana Teknik Kimia


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 4 orang kepala shift (S1 Teknik Kimia / MIPA Kimia)


12 orang laboran (D3 MIPA / Analitik)

8. Kepala Seksi Keuangan


Tugas

: Bertanggung jawab terhadap pembukuan serta hal-hal yang


berkaitan dengan keuangan perusahaan

Pendidikan : Sarjana Ekonomi / Akuntansi


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 2 orang staf 1 (S1/D3 Ekonomi / Akuntansi)


2 orang staf 2 (SMK/D3 Akuntansi)

9. Kepala Seksi Pemasaran


Tugas

: Mengkoordinasi kegiatan pemasaran produk dan pengadaan bahan


baku pabrik

Pendidikan : Sarjana Ekonomi


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 2 orang staf I (S1/D3 Ekonomi / Akuntansi / Manajemen)


2 orang staf 2 (SMK/D3 Manajemen)

135

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
10. Kepala Seksi Tata Usaha
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan


rumah tangga perusahaan serta tata usaha kantor

Pendidikan : Sarjana Hukum / Ekonomi


Jumlah

: 1 orang

Bawahan

: 2 orang staf I (D3 Manajemen Perusahaan)


2 orang staf 2 (SMK/D3 Administrasi)

11. Kepala Seksi HRD


Tugas

: Mengkoordinasi kegiatan yang berhubungan dengan kepegawaian

Pendidikan: Sarjana Hukum / Psikologi


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 3 orang staf I (D3 Komunikasi/Psikologi)

12. Kepala Seksi Humas dan Keamanan


Tugas

: Menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan relasi


perusahaan, pemerintah dan masyarakat serta mengawasi langsung
masalah keamanan perusahaan

Pendidikan: Sarjana Hukum / Psikologi / Komunikasi


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 2 orang staf 1 (S1/D3 Komunikasi)


2 orang staf 2 (kepala regu keamanan)
16 orang satpam

13. Kepala Seksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Tugas

: Bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan karyawan dan


keluarga serta menangani masalah keselamatan kerja dalam
perusahaan

Pendidikan: Sarjana Kedokteran Umum/Kesehatan Masyarakat


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 2 orang staf 1 (S1/D3 Kesehatan Masyarakat)


2 orang staf 2 (D3 Akper)

136

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
14. Kepala Seksi Legal
Tugas

: Bertanggung jawab terhadap dokumen dan perizinan perusahaan


serta menangani masalah hukum, baik pidana maupun perdata,
secara internal atau eksternal

Pendidikan: Sarjana Hukum


Jumlah

: 1 orang

Bawahan : 2 orang staf 1 (S1/D3 Hukum)


C. JAM KERJA KARYAWAN
Pabrik selulosa asetat beroperasi selama 24 jam sehari dan 330 hari
dalan setahun. Jam kerja karyawan dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Sistem Non Shift (Normal Day)
Sistem ini biasanya berlaku untuk karyawan yang bekerja di kantor.
Karyawan non shift bekerja 5 hari seminggu dan libur pada hari Sabtu,
Minggu, dan hari besar, dengan jam kerja sebagai berikut :
Hari Senin s.d. Kamis

Hari Jumat

: Jam kerja

: 07.00 16.00

Istirahat

: 12.00 13.00

: Jam kerja
Istirahat

: 07.30 16.00
: 11.30 13.00

b. Sistem Shift
Sistem ini biasanya berlaku untuk karyawan yang bertugas di unit
Produksi dan Laboratorium Produksi.
a.

b.

Shift Operasi, dibagi tiga :


-

Shift pagi

: 07.00 15.00

Shift sore

: 15.00 23.00

Shift malam

: 23.00 07.00

Shift Sekuriti, dibagi tiga :


- Shift pagi

: 06.00 14.00

- Shift sore

: 14.00 22.00

- Shift malam

: 22.00 06.00

Karyawan Shift terdiri atas 4 kelompok, yaitu A, B, C dan D. Dalam


satu hari kerja, hanya 3 kelompok yang masuk, sehingga ada 1 kelompok yang
137

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
libur. Tiap kelompok bekerja enam hari dan libur dua hari. Jadwal pembagian
kerja (siklus) shift selama 10 hari tersaji dalam tabel berikut (siklus berulang
setiap 8 hari) :

Daftar XI.1. Jadwal Pembagian Kerja Tiap Shift


Shift

Hari ke1

10

II

III

Libur

Cuti Tahunan
Karyawan mempunyai hak cuti tahunan selama 12 hari setiap tahun.
Bila dalam waktu 1 tahun hak cuti tersebut tidak dipergunakan, maka hak
tersebut dapat diganti dengan imbalan finansial.
Hari Libur Nasional
Bagi karyawan harian (non-shift), hari libur nasional dianggap hari
libur. Sedangkan bagi karyawan shift, hari libur nasional tetap masuk kerja
dengan catatan pada hari tersebut diperhitungkan sebagai kerja lembur.
Kerja Lembur (Over Time)
Kerja lembur dapat dilakukan apabila ada keperluan mendesak dan atas
persetujuan kepala bagian.

D. STRUKTUR PENGGAJIAN KARYAWAN


Penggolongan jabatan, jumlah karyawan dan gaji pada perusahaan
selulosa asetat ini dapat dilihat pada tabel berikut:

138

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

Daftar XI.2. Penggolongan Jabatan, Jumlah Karyawan, Pendidikan dan Gaji


Jabatan

Jumlah

Pendidika
n min.

Gaji/bulan,

Total/bulan,

Total/ tahun

Rp.

Rp.

Rp.

Direktur Utama

S-2

25.000.000,00

25.000.000,00

300.000.000,00

Direktur Bidang

S-1

18.000.000,00

36.000.000,00

432.000.000,00

Kepala Bagian

S-1

12.500.000,00

75.000.000,00

900.000.000,00

Kepala Seksi

14

S-1

8.500.000,00

119.000.000,00

1.428.000.000,00

Kepala Shift

12

S-1 / D-3

7.500.000,00

90.000.000,00

1.080.000.000,00

Pegawai Staf 1

18

5.000.000,00

90.000.000,00

1.080.000.000,00

Operator Proses

37

3.500.000,00

129.500.000,00

Operator Utilitas

34

3.500.000,00

119.000.000,00

Laboran

12

3.000.000,00

36.000.000,00

Pegawai Staf 2

26

S-1 / D-3
SMA/SM
K/D3
SMA/SM
K/D3
SMA/SM
K/D3
SMK/D3

3.000.000,00

78.000.000,00

936.000.000,00

Security

16

SMA

2.500.000,00

40.000.000,00

480.000.000,00

Clerk

15

SMP

2.400.000,00

36.000.000,00

432.000.000,00

TOTAL

193

873.500.000,00

10.482.000.000,00

1.554.000.000,00
1.428.000.000,00
432.000.000,00

139

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB XII
EVALUASI EKONOMI
Perhitungan evaluasi ekonomi meliputi :
1. Modal Tetap (Fixed Capital Investment)
2. Biaya Produksi (Manufacturing Cost)
a. Biaya Produksi Langsung (Direct Manufacturing Cost)
b. Biaya Produksi Tidak Langsung (Indirect Manufacturing Cost)
c. Biaya Produksi Tetap (Fixed Manufacturing Cost)
3. Modal Kerja (Working Capital)
4. Pengeluaran Umum (General Expense)
5. Analisa Keuntungan
6. Analisa Kelayakan
Dalam analisa ekonomi, semua harga diperhitungkan sesuai dengan
harga pada tahun evaluasi (tahun pabrik akan didirikan).
Indeks harga yang digunakan adalah Chemical Plant Cost Index (CEP
Index). Dengan data nilai CEP yang diperoleh dari che.com.
Daftar XII.1. Data Nilai Chemical Plant Cost Index (CEP Index)
Tahun
1963
1964
1965
1966
1967
1968
1969
1970
1971
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981

CEP
102,4
103,3
104,2
107,2
109,7
113,7
119
125,7
132,3
137,2
144,1
165,4
182,4
192,1
204,1
218,8
238,7
261,2
297

Tahun
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000

CEP
314
316,9
322,7
325,3
318,4
323,8
342,5
355,4
357,6
361,3
358,2
359,2
368,1
381,1
381,7
386,5
389,5
390,6
394,1

Tahun
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018

CEP
394,3
395,6
401,7
444,2
468,2
499,6
525,4
575,4
521,9
550,8
585,7
584,6
561,034
570,683
580,332
589,981
599,63
609,278

140

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Diperkirakan pada tahun 2018, pabrik akan selesai dibangun. Annual index pada
tahun 2018 diperoleh dengan cara ekstrapolasi.
700
600

y = 9,6482x - 18861

CEP

500
400
300

200
100
0
1960

1970

1980

1990

2000

2010

2020

2030

Tahun

Gambar XII.1. Ekstrapolasi Nilai CEP untuk Tahun Berdirinya Pabrik

Dari hasil ekstrapolasi diperoleh indeks harga pada tahun 2018 adalah sebesar
609,28. Perkiraan harga peralatan pada tahun evaluasi dihitung dengan persamaan:
Harga alat pada tahun 2017 E X

609,28
NX

(1)

(Aries dan Newton, 1955)

PERHITUNGAN EVALUASI EKONOMI


Perhitungan pekerja berdasarkan pada:

95% pekerja Indonesia dan 5% pekerja asing

Upah pekerja Indonesia

= Rp 20.000/man hour

Upah pekerja asing

= $ 20/man hour

1 man hour asing

= 3 man hour Indonesia

Nilai kurs $1

= Rp 10.000

141

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
A. MODAL TETAP (Fixed Capital Cost)
1. Harga Alat Proses (semua alat di-import)
Daftar XII.2. Harga Alat Proses Utama

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Nama Alat
Tangki O-xylene
Vaporizer
Flash Drum
Furnace
Reaktor
Switch
Condenser
Akumulator
Aging Tank
Menara Distilasi1

Jumlah

Referensi Harga

Fig. 14.56
Timmerhaus
Fig.15.15
Timmerhaus
Fig. 14.56
Timmerhaus
Fig. 15.30
Timmerhaus
matche.com

matche.com

1
1
1
1

1
3
1

10

Menara Distilasi2

11

CD-01

Fig. 14.56
Timmerhaus
Fig. 16.35
Timmerhaus
Fig. 16.24-26
Timmerhaus
Fig. 16.24-26
Timmerhaus
matche.com

Ukuran Satuan
3553,20 gal
485,90 ft2
1740,71 gal
45,50 MMBTU
93244,32 ft2
24419,52 ft2
700,06 gal
58883,66
16,00
5739,00
25,00
8968,00
486,71

gallon
stage
lb
stage
lb
ft2

Harga Satuan, $
1990
2018

Total Harga, US $

28250

48132

48132

11500

19594

19594

8700

14823

14823

850000

1448229

1448229

3000669

3479716

10439148

531783

616680

1233360

7000

11927

11927

220000

374836

1124507

96960

165200

165200

99325

169230

169230

106300

106300

142

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
12
13
14
15
16

CD-02
RB-01
RB-02
Cooler
Flaker

1
1
1
1
1

matche.com
matche.com
matche.com
matche.com
Fig. 16.29
Timmerhaus

17

Conveyor

matche.com

18
20

Elevator
Bin

1
2

matche.com
matche.com
Fig. 14.45
Timmerhaus
Fig. 14.39
Timmerhaus
Fig. 14.39
Timmerhaus
Fig. 14.39
Timmerhaus
Fig. 14.40
Timmerhaus

21
22
23
24

Kompresor
Pompa 1
Pompa 2
Pompa 3

2
2
2
2

25

Pompa 4

26

Pompa 5

27

Pompa 6

Fig. 14.40
Timmerhaus
Fig. 14.40
Timmerhaus

306,38
617,69
159,56
139,31
47,04
30,00
18,00
25,00
10479,71

79500
100500
40000
34700

79500
100500
40000
34700

107339

107339

14600

29200

10393
17900

10393
35800

54600

109200

33500

57077

114155

33500

57077

114155

38000

64744

129489

1220

2079

4157

1220

2079

4157

1600

2726

5452

ft2
ft2
ft2
ft2
ft2
ft
inci
ft
gallon

63000

6100

7,50 HP
53,64 gal/menit
53,64 gal/menit
60,92
1,90
33,50
32,21
48,80
37,73
85,74

gal/menit
gal/menit
ft
gal/menit
ft
gal/menit
ft

Total

15698647

143

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Daftar XII.3. Perhitungan Delivered Equipment Cost

Rp
a
b

Purchased Equipment Cost


(PEC)
Ongkos import (15% PEC)

Pajak masuk (5% PEC)

Transportasi ke lokasi

$
15.698.647,17
2.354.797,07

7.849.323.582,78
7.849.323.582,78
Delivered Equipment Cost
(DEC) (a+b+c+d)
Delivered Equipment Cost
(DEC) dalam US $

15.698.647.165,56

18.053.444,24
19.623.308,96

2. Ongkos Instalasi
Daftar XII.4. Perhitungan Instalasi Alat Proses Utama

Rp

a Material (11% PEC)


1.726.851,19
b Labor (32% PEC)
Upah buruh asing
251.178,35
Upah buruh Indonesia

14.317.166.214,99

Total

14.317.166.214,99

1.978.029,54

3. Ongkos Pemipaan
Daftar XII.5. Perhitungan Instalasi Pemipaan Pabrik

Rp

A Material (36% PEC)


5.651.512,98
B Labor (30% PEC)
Upah buruh asing
235.479,71
Upah buruh Indonesia

13.422.343.326,55

Total

13.422.343.326,55

5.886.992,69

144

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
4. Ongkos Instrumentasi
Daftar XII.6. Perhitungan Instalasi Instrumentasi

Rp

A Material (12% PEC)


1.883.837,66
B Labor (3% PEC)
Upah buruh asing

23.547,97

Upah buruh Indonesia


Total

1.342.234.332,66
1.342.234.332,66

1.907.385,63

5. Ongkos Isolasi
Daftar XII.7. Perhitungan Instalasi Isolasi

Rp

A Material (3% PEC)


470.959,41
b

Labor (5% PEC)


Upah buruh asing
39.246,62
Upah buruh Indonesia
Total

2.237.057.221,09
2.237.057.221,09

510.206,03

6. Ongkos Instalasi listrik


Daftar XII.8. Perhitungan Instalasi Listrik

Rp
a Material (7% PEC)
b Labor (5% PEC)
Upah buruh asing
Upah buruh Indonesia
Total

$
1.098.905,30
39.246,62

2.237.057.221,09
2.237.057.221,09

1.138.151,92

145

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
7. Ongkos pembelian tanah dan perbaikan
Daftar XII.9. Perhitungan Pembelian Tanah untuk Pembangunan Pabrik

Rp
Harga tanah
1.000.000/m2 (rumahdijual.com)
Luas tanah
30.000 m2
a Ongkos tanah total

30.000.000.000

b Perbaikan (10% ongkos tanah


total)
3.000.000.000
33.000.000.000

Total

8. Ongkos pembuatan bangunan dan perlengkapan


Daftar XII.10. Perhitungan Pembelian Bangunan untuk Pembangunan Pabrik

Rp
Harga bangunan
1.800.000/m2
Luas bangunan
25.000 m2
A Jumlah Biaya Bangunan
& Perlengkapan
Total

45.000.000.000,00
45.000.000.000,00

146

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
9.

No

Utilitas

Nama Alat

Jumlah

Bak Penampung dan


pengendap awal

Premix Tank

Tangki Larutan Alum

Tangki Larutan Ca(OH)2

Clarifier
Bak Penampung
Sementara
Sand Filter

Filtered Water Tank

Cooling tower

10
11

Hot Basin
Cold basin

1
1

12

Tangki Klorinasi

13

Bak Distribusi

14

Tangki kaporit

Daftar XII.11. Perhitungan Harga Alat Utilitas


Harga satuan US$
Referensi Harga
Satuan Harga
1990
2018

fig.14.56
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus
metchem.com

metchem.com
fig.14.56
Timmerhaus
fig. B-6
Timmerhaus

fig.14.56
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus

976,21 gal
256,86 gal
256,86 gal
162,38 gpm

16000

27261

27261

8200

13971

13971

8200

13971

13971

76800

76800
2934041

44,24 m3
88,47 m3
11686,23 gal
1796,53 gpm
940,11 m3
940,11 m3
2008,04 gal
48192,91 gal
1204,82 gal

Total
Harga, Rp
35285000

532,00 m3

1
2

Total Harga,
US$

17900

35800

22000

37484

37484

88000

149934

299869
62353204
62353204

21000

35780

35780

60000

102228

102228

8500

14482

14482

147

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

15

PUA-1

fig.14.40
Timmerhaus

16

PUA-2

fig.14.40
Timmerhaus

17

PUA-3

fig.14.40
Timmerhaus

18

PUA-4

fig.14.40
Timmerhaus

19

PUA-5

fig.14.40
Timmerhaus

20

PUA-6

fig.14.40
Timmerhaus

21

PUA-7

fig.14.40
Timmerhaus

22

PUA-8

fig.14.40
Timmerhaus

23

PUA-9

fig.14.40
Timmerhaus

24

PUA-10

fig.14.40
Timmerhaus

25

PUA-11

fig.14.40
Timmerhaus

26

PUA-12

fig.14.40
Timmerhaus

194,77
145,42
194,77
7,85
194,77
60,33
194,77
6,21
194,77
9,49
194,77
19,33
12,35
14,48
12,35
23,00
12,35
70,03
172,47
12,77
4139,20
20,18
39,81
52,06

gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft

3280

5588

11177

2096

3571

7142

2912

4961

9923

2096

3571

7142

2096

3571

7142

2096

3571

7142

1104

1881

3762

1376

2344

4689

1952

3326

6652

2096

3571

7142

4150

7071

14142

1220

2079

4157

148

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

27

PUA-13

fig.14.40
Timmerhaus

28

PUA-14

fig.14.40
Timmerhaus

29

PUA-15

fig.14.40
Timmerhaus

30

PUA-16

fig.14.40
Timmerhaus

31

PUA-17

fig.14.40
Timmerhaus

32

Pompa Sungai

matche.com

33

HEU-1

34

PU-01

35

Tangki Molten Salt

36

Tangki Oilterm

37

HEU-02, shell and tube

matche.com
fig. 14.39
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus
matche.com

38

PU-02

39

PU-03

40

PU-04

fig.14.40
Timmerhaus
fig. 14.39
Timmerhaus

161,98
14,30
632,65
8,36
544,60
14,25
3241,31
5,19
386,76
18,77
857,55
492,00
3,99

gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
gpm
ft
ft2

8,89 gpm
85409,65 gal
43586,61
4098,40
351,39
94,82

gal
ft2
gpm
ft

71,50 gpm
631,24 gpm

1310

2232

4464

2745

4677

9354

2510

4277

8553

4150

7071

14142

2030

3459

6917

16200

32400

1100

1100

13000

22149

44299

80000

136304

136304

62000

105636

105636

302800

302800

2230

3799

15198

30000

51114

102228

2510

4277

8553

149

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
fig.14.40
Timmerhaus
fig. 14.39
Timmerhaus
fig.14.40
Timmerhaus

41

PU-05

42

PU-07

43

PU-08

fig.14.40
Timmerhaus

44

PU-09

fig.14.40
Timmerhaus

45

PU-10

fig.14.40
Timmerhaus

46
47

HEU-3
HEU-4

1
1

48

Tangki Dowterm

49

Kompresor udara

50

Tangki Udara

51

Generator Diesel

52

Tangki Solar

matche.com
matche.com
fig.14.56
Timmerhaus
Fig. 14.45
Timmerhaus
fig.14.56
Timmerhaus
Krisbow
fig.14.56
Timmerhaus

19,68 ft
691,22
44,87
20,37
44,87
20,37
44,87
20,37
44,87
20,37
223,92
74,64

m3/jam
m3/jam
ft
m3/jam
ft
m3/jam
ft
m3/jam
ft
ft2
ft2

2265,62 gallon
475,51 gpm
1629,94 gallon
1000 kW
5140,4 gallon

110000

187418

374836

890

1516

3033

890

1516

3033

890

1516

3033

890

1516

3033

25400
3000

25400
3000

12000

20446

20446

80000

136304

136304

19000

32372

32372

100000

100000

25557

25556,97987

Total

2269850

15000

162925449

150

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Daftar XII.12. Perhitungan Instalasi Utilitas

Rp
a Harga alat utilitas yang
dibuat ditempat
b Harga alat yang diimpor
c Biaya transportasi sampai
ke lokasi (20% harga impor
+ 5% harga utilitas dalam
Rp)
Instalasi
d Material (11% PEC-Ut)

162.925.449,05
2.269.850,18

567.462,54

17.921.799,4

249.683,52

e Labor (32% PEC-Ut)


Upah buruh asing
36.578,28
Upah buruh Indonesia

2.084.962.164,18

Total

2.265.809.412,63

3.123.574,53

FIXED CAPITAL COST


Daftar XII.13. Rangkuman Perhitungan Fixed Capital Cost

No
Komponen
1 Delivered Equipment Cost
2 Installation
3 Piping
4 Instrumentation
5 Insulation
6 Electrical
7 Pembelian tanah dan perbaikan
8 Bangunan dan perlengkapan
9 Utilities Total Cost
PHYSICAL PLANT COST (PPC)
10 Eng. and Construction
(20%PPC)
DIRECT PLANT COST (DPC)
(9+10)
11 Contractors fee (5% DPC)
12 Contingency (15% DPC)
FIXED CAPITAL COST (FCC)
(DPC+11+12)
FCC dalam Rupiah saja
FCC dalam Dollar saja

Rp
14.317.166.214,99
13.422.343.326,55
1.342.234.332,66
2.237.057.221,09
2.237.057.221,09
33.000.000.000,00
45.000.000.000,00
2.265.809.412,63
113.821.667.729,01
22.764.333.545,80

$
19.623.308,96
1.978.029,54
5.886.992,69
1.907.385,63
510.206,03
1.138.151,92

3.123.574,53
34.167.649,30
6.833.529,86

136.586.001.274,82

41.001.179,16

6.829.300.063,74
20.487.900.191,22
163.903.201.529,78

2.050.058,96
6.150.176,87
49.201.414,99

655.917.351.404,97
65.591.735,14

151

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
SALES
Daftar XII.14. Perhitungan Penjualan Produk

No
1

Jenis
Jumlah, Harga
Referensi Harga
Material ton/tahun satuan
Phthalic
$
80.000
Globalchemicalprice.com
Anhydride
1,07/kg

Total Harga,
US$
85.561.355,88

B. BIAYA PRODUKSI (Manufacturing Cost)


Pabrik selulosa asetat ini beroperasi selama 24 jam sehari dan 330 hari dalam
setahun.
1. Direct Manufacturing Cost
a.

Harga Bahan Dasar (Raw Material), semua bahan diimpor.


Daftar XII.15. Perhitungan Direct Manufacturing Cost

N
o

Jumla
h,
kg/jam

Jenis
Material

o-xylene

Dowtherm

Molten Salt

Mobiloilther
m
Total Raw Material
4

b.

Harga
satuan

9753,8 $
5 0,35/kg
0,45
$ 3/kg
7,50
$0,97/k
g
7,34
$2,5/kg

Referensi Harga

Globalchemicalprice.com

Harga per
tahun
$
27.037.672,00

Alibaba.com

10.758,53

Nrel.gov

57.618,00

Mobiloil.com

145.375,56
27.251.424,29

Buruh (operating labor)


Kebutuhan buruh untuk Proses utama :
Daftar XII.16. Perhitungan Operating Labor untuk Proses Utama

Alat
Vaporizer
Furnace
Flash Drum
Reaktor
Switch Condenser
Akumulator
Aging Tank
Menara Distilasi
Kondenser

Jumlah
Unit
1
1
1
3
2
1
3
2
2

Operator/unit
shift
0,05
0,5
0,2
0,5
1
1
0,5
0,5
0,05

Operator/shift
0,05
0,5
0,2
1,5
2
1
1,5
1
0,1
152

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Reboiler
Heat Exchanger
Flaker
Conveyor
Kompresor
Laboran

2
1
1
2
1

0,05
0,1
0,5
0,2
0,2

0,1
0,1
0,5
0,4
0,2
3
9,15

Total
Kebutuhan buruh untuk utilitas :
Daftar XII.17. Perhitungan Operating Labor untuk Utilitas

Jumlah
Unit
1
1
2
1
1
3

Alat
Air plant
Generator
Cooling Tower
Water treatment
UPL
Refrigeration

Operator/unit
shift
0,5
0,5
1
2
2
0,5

Operator/shift
0,5
0,5
2
2
2
1,5
8,5

Total
Jumlah operator/shift = 17,65 orang
Jumlah shift

=4

Jumlah operator

= 17,65 x 4 = 71 orang

Jumlah pegawai selain supervisi = 69


Gaji operator

= Rp 3.500.000/bulan

Total Labor Cost

= (71+69) x Rp 2.000.000 x 12 = Rp 5.262.000.000,00/tahun

Total Gaji Karyawan = Rp 10.482.000.000,00

Daftar XII.18. Perhitungan Supervisi, Maintenance Cost, Plant Supplies, Royalties dan
Patent

Rp
c Supervisi (15% Labor Cost)
789.300.000,00
d Maintenance cost (6% FCI)
9.834.192.091,79
e Plant Supplies (15%
1.475.128.813,77
Maintenance cost)
f Royalties and patent (1% Sales) 25.668.406.764,00

$
2.952.084,90
442.812,73

153

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
g. Utilitas
Daftar XII.19. Perhitungan Kebutuhan Material Utilitas

No

Jenis
Material

V2O5

Tawas

Kaporit

Fuel Oil

Listrik

Jumlah
17.400,29
kg/tahun
14.001,39
kg/tahun
1320
kg/tahun
504.504,00
kg/tahun
2.415.996
KWh

Harga
satuan,
Rp/kg

Total Harga, Rp

57.420,96

$3,3/kg
8.300
15.500
7.028
1.115
Total

Total Harga,
$

25.202.500,00
20.460.000,00
3.545.581.395,00
2.693.835.540,0
6.306.081.517,89

57.420,96

2. Indirect Manufacturing Cost


Daftar XII.20. Perhitungan Kebutuhan Indirect Manufacturing Cost

a
b.
c.
d.

Payroll overhead (20% Labor cost)


Laboratory (10% Labor cost)
Plant overhead (50% Labor cost)
Packaging and Shipping (10% Sales)

Rp
1.052.400.000,00
526.200.000,00
2.631.000.000,00
25.668.406.764,00

3. Fixed Manufacturing Cost


Daftar XII.21. Perhitungan Kebutuhan Fixed Manufacturing Cost

a.
b.
c.

Depresiasi (10% FCC)


Property tax (2% FCC)
Insurance (1% FCC)

Rp
16.390.320.152,98
4.917.096.045,89
1.639.032.015,30

$
4.920.141,50
1.476.042,45
492.014,15

154

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
MANUFACTURING COST
Daftar XII.22. Rangkuman Perhitungan Manufacturing Cost

No.
Komponen
1 Harga Bahan Dasar
2 Buruh (Operating Labor)
3 Supervisi
4 Maintenance cost
5 Plant Supplies
6 Royalties and patent
7 Utilitas
Direct Manufacturing Cost
8 Payroll overhead
9 Laboratory
10 Plant overhead
11 Packaging and Shipping
Indirect Manufacturing Cost
12 Depresiasi
13 Property tax
14 Insurance
Fixed Manufacturing Cost
MANUFACTURING COST (MC)

Rp
5.262.000.000,00
789.300.000,00
9.834.192.091,79
1.475.128.813,77
25.668.406.764,00
6.306.081.517,89
49.335.109.187,45
1.052.400.000,00
526.200.000,00
2.631.000.000,00
25.668.406.764,00
29.878.006.764,00
16.390.320.152,98
4.917.096.045,89
1.639.032.015,30
22.946.448.214,17
102.159.564.165,62

$
27.251.424,29

2.952.084,90
442.812,73
57.420,96
30.703.742,88

4.920.141,50
1.476.042,45
492.014,15
6.888.198,10
37.591.940,98

C. MODAL KERJA (Working Capital)


Daftar XII.23. Rangkuman Perhitungan Working Capital

Rp
1 Raw Material Inventory
Kebutuhan bahan baku selama 1
bulan
2 In Process Inventory
Lama bahan di dalam proses
diperkirakan 24 jam
3 Product Inventory
Lama penyimpanan = 1 bulan
Biaya = 1 bulan MC
4 Extended Credit
Berupa cadangan kredit untuk
customer selama 1 bulan
Biaya = sales value (selama 30 hari)
5 Available Cash
Untuk pembagian gaji, service dan
material. Biaya = 0.5 Bulan MC
Working Capital (WC)
Total Capital Investment (TCI)
TCI = WC + FCC

$
2.270.952,02

309.574.436,87

113.914,97

562.733.040,98

71.301.129.900,00

8.513.297.013,80
80.686.734.391,65
281.795.567.375,97

3.132.661,75
5.517.528,75
54.718.943,73

155

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
TCI dalam Rupiah saja
TCI dalam Dollar saja

791.779.373.247,21
79.177.937,32

C. PENGELUARAN UMUM (General Expense)


Daftar XII.24. Perhitungan General Expense

1
2
3
4

Rp
17.112.271.176,00
17.112.271.176,00
34.224.542.352,00

Administration (2% sales price)


Sales Expense (2% sales price)
Research (4% sales price)
Finance
Suku bunga modal kerja = 13,5%
Suku bunga modal tetap = 10%
(sumber: Bank Mandiri)
Finance = (13,5% WC)+(10% FCC)

Total General Expense


Total Product Cost (TPC) =
Manufacturing Cost + General Expense

34.185.257.873,97
95.732.113.999,85

5.665.007,88
5.665.007,88

129.442.593.461,47

43.256.948,86
562.012.082.061,73
56.201.208,21

TPC dalam Rupiah saja


TPC dalam Dollar saja
D. ANALISA KEUNTUNGAN
Sales Price (Sa)

= Rp

855.613.558.800,00

Total Product Cost (TPC)

= Rp

562.012.082.061,73

Keuntungan sebelum pajak

= Rp

293.601.476.738,27

Pajak Pendapatan

= 50 %

Keuntungan sesudah pajak

= Rp 146.800.738.369,14

Faktor Lang

655.917.351.404,97
156.986.471.700

(2)

= 4,18

ANALISA KELAYAKAN
1. Percent Return of Investment (ROI)
ROI adalah kecepatan tahunan pengembalikan investasi (modal)
dari keuntungan. Persamaan untuk ROI adalah:

ROI b

Pr ofit before taxes


100%
Fixed Capital Cost

(3)

156

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Pr ofit after taxes


100%
Fixed Capital Cost

ROIa

(4)

Besar kecilnya ROI bervariasi tergantung pada derajat resiko atau


kemungkinan kegagalan yang terjadi. Untuk pabrik kimia yang beresiko
rendah, ROI sebelum pajak minimum yang disyaratkan adalah 11%.
ROI sebelum pajak

Rp 293.601.47 6.738,27
x100 %
Rp 655.917.35 1.404,97

= 44,76 %
ROI setelah pajak

Rp 146.800.73 8.369,14
x100 %
Rp 655.917.35 1.404,97

= 22,38 %

2. Pay Out Time (POT)


POT merupakan jangka waktu pengembalian investasi (modal)
berdasarkan keuntungan perusahaan dengan mempertimbangkan depresiasi.
Berikut adalah persamaan untuk POT

POTb
POTa
POT sebelum pajak

Fixed Capital Cost


Pr ofit before taxes Depreciati on
Fixed Capital Cost
Pr ofit after taxes Depreciation

(5)

(6)

Rp 692.997.35 1.404,97
x100 %
Rp (285.451.6 34.381,03 20.098.320 .152,98 )
= 2,12 tahun
POT sebelum pajak

Rp 692.997.35 1.404,97
x100 %
Rp (142.725.8 17.190,51 20.098.320 .152,98 )
= 4,02 tahun

157

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

3.

Break Even Point (BEP)


BEP merupakan titik perpotongan antara garis sales dengan total cost, yang

menunjukkan tingkat produksi dimana sales akan sama dengan total cost.
Pengoperasian pabrik di bawah kapasitas tersebut akan mengakibatkan kerugian
dan pengoperasian pabrik di atas kapasitas produksi tersebut, maka pabrik akan
untung. BEP dinyatakan dengan persamaan:
BEP =

Fa 0,3 R a
x 100%
S a Va 0,7 R a

(7)

dengan :
Fa

= Fixed expense tahunan pada produksi maksimum

Ra

= Regulated expense tahunan pada produksi maksimum

Sa

= Sales pada produksi maksimum

Va

= Variable expense tahunan pada produksi maksimum

a.

Fixed expense

Depreciation

65.624.529.754,83

Property tax

= Rp

Insurance

= Rp

= Rp

Fa

= Rp

19.677.520.542,15
6.559.173.514,05 +
91.828.429.196,70

b. Variable expense

Raw material

= Rp 272.514.242.880,00

Royalties and patent

= Rp

Packagin and shipping

= Rp 25.668.406.764,00

Utilities

= Rp 6.880.291.120,89 +
Va

25.668.406.764,00

= Rp 330.731.347.528,89

c. Regulated expense

Labor cost

= Rp

6.240.000.000,00

Supervision

= Rp

789.300.000,00

158

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Maintenance

= Rp 39.355.041.084,30

Plant supplies

= Rp

5.903.256.162,64

Laboratory

= Rp

526.200.000,00

Payroll overhead

= Rp

398.400.000,00

Plant overhead

= Rp

1.052.400.000,00

General expense

= Rp152.382.192.793,20 +
Ra

BEP

= Rp213.121.390.040,14

97.019.629.196,70+(0,3194.944.099.110,51)

855.613.558.800,00(0,7194.944.099.110,51)330.731.347.528,89

100%

= 41,46%

4.

Shut Down Point (SDP)


SDP adalah suatu tingkat produksi dimana pada kondisi ini, menutup pabrik

lebih menguntungkan daripada mengoperasikannya. Keadaan ini terjadi bila output


turun sampai di bawah BEP dan pada kondisi dimana fixed expense sama dengan
selisih antara total cost dan total sales. SDP dinyatakan dengan persamaan berikut:
SDP =
SDP

0,3 R a
x 100%
S a Va 0,7 R a

(0,3194.944.099.110,51)
855.613.558.800,00(0,7194.944.099.110,51)330.731.347.528,89

(8)

100%

= 17,02 %

5.

Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR)


Analisa kelayakan ekonomi dengan menggunakan DCFRR dibuat dengan

mempertimbangkan nilai uang yang berubah terhadap waktu dan didasarkan atas
investasi yang tidak kembali pada akhir tahun selama umur pabrik (10 tahun).
Rate of return based on discounted cash flow adalah laju bunga maksimum
dimana suatu pabrik (proyek) dapat membayar pinjaman beserta bunganya kepada
bank selama umur pabrik. DCFRR didapat dengan trial and error nilai i
menggunakan persamaan:

159

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
()(1 + ) = =1 (1 + ) + +

(9)

dengan :
TCI

= Total Capital Investment


= FCI +WC
= Rp 791.779.373.247

= Annual cash flow = profit after tax + finance + depreciation


= Rp 296.325.581.598,83

SV

= Salvage value (10% FCI) = Rp 65.591.735.140,50

= umur pabrik (10 tahun)

Dengan trial and error diperoleh i = DCFRR = 36,13 %


Sebagai perbandingan kelayakan keuntungan, digunakan bunga deposito bank ratarata pada tahun 2014 (pusatdata.kontan.co.id/bungadeposito/, diakses pada tanggal
16 Juni 2014) sebesar 6,91 % per tahun.
1,5 kali bunga bank = 1,5 x 6,91% = 10,37%

160

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

1000

900

800

Milyar Rp / tahun

700

600

Ra

500

Sa

BEP

400

300

SDP
Va

200

100

Fa
0
0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Kapasitas Produksi / tahun, %

Gambar XII.2. Grafik Parameter Ekonomi

161

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
BAB XIII
KESIMPULAN

Berdasarkan tinjauan kondisi operasi, pemilihan bahan baku, produk dan


teknologi proses, maka Pabrik Phthalic Anhydride dari o-xylene dan udara dengan
kapasitas 80.000 ton/tahun tergolong pabrik berisiko tinggi.
Hasil analisis ekonomi pabrik ini menunjukkan:
1.

Keuntungan sebelum

pajak sebesar Rp293.601.500.000,00

dan

keuntungan setelah pajak sebesar Rp 146.800.800.000,00.


2.

Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak 44,76%, lebih besar


daripada ROI minimum yaitu 44% untuk pabrik beresiko tinggi.

3.

Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 2,12 tahun, sedangkan POT
sebelum pajak adalah maksimum 2 tahun. POT setelah pajak adalah 4,02
tahun.

4.

Break Even Point (BEP) adalah sebesar 41,46%, sudah berada dalam
kisaran yang wajar yaitu pada range 40-60%.

5.

Shut Down Point (SDP) adalah sebesar 17,02% kapasitas.

6.

Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFRR) sebesar 36,13%, sudah


melebihi minimal 1,5 kali bunga bank (10,37%).

Dari hasil analisa ekonomi di atas dapat disimpulkan bahwa Pabrik Phthalic
Anhydride dari o-xylene dan udara dengan kapasitas 80.000 ton/tahun menarik dan
layak untuk dikaji lebih lanjut.

161

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
LAMPIRAN

REAKTOR-01 (R-01)
(Detail Design)
Kode : R-01
Tugas : Tempat berlangsungnya reaksi antara o-xylene dan udara menjadi phthalic
anhydride dengan kapasitas 165629,90 kg/jam
Jenis : Fixed Bed Multitube Reactor

Reaktor ini beroperasi secara non-isothermal non-adiabatic dengan reaksi


yang terjadi di dalam reaktor sebagai berikut :
Reaksi utama yang terjadi :
C8H10 + 3 O2 C8H4O3 + 3 H2O
Selain reaksi diatas, terjadi pula reaksi samping :
C8H10 + 1,5 O2 C8H8O2 + H2O
C8H10 +

2 O2

C8H6O2 + 2 H2O

C8H10 + 2,5 O2 C7H6O2 + CO2 + H2O


C8H10 +

6 O2

C5H6O4

+ 3 CO2 + 2 H2O

C8H10 + 7,5 O2 C4H2O3 + 4 CO2 + 4 H2O


C8H10 + 8,5 O2

4 CO

+ 4 CO2 + 5 H2O

Konversi di reaktor 98,19 % mol dari o-xylene dengan selektivitas pada Daftar
sebagai berikut :
Daftar 1. Data Selektivitas Komponen
Komponen

Selektivitas (% mol)

C8H4O3

77,3

C8H8O2

0,2

C8H6O2

0,2

C7H6O2

0,8

C5H6O4

0,1

C4H2O3

4,0

CO

17,4

R-1

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

(Manual Operating Book, PT Petrowidada, Gresik dan Skrzypek, pg. 613)


Reaktor yang digunakan berjumlah tiga reaktor paralel, untuk menjaga
kestabilan proses produksi, sehingga jika salah satu reaktor tidak berfungsi dengan
baik, maka reaktor lainnya akan menjaga produksi tetap berjalan. Ukuran reaktor
juga menjadi pertimbangan dalam memilih jumlah reaktor yang digunakan.

1. Menentukan Jenis dan Ukuran Pipa


Pada sintesa phthalic anhydride digunakan tube dengan inside diameter 2,5
cm untuk penggunaan tube kurang dari 20000 buah (Froment dan Bischoff, 2011).
Berdasarkan Foust, Appendix C halaman 724 maka direncanakan akan untuk
menggunakan pipa baja komersial dengan ASA Standard B36. 10 sebagai berikut :

Schedule Number (Sch)

: 40

D nominal

: 1 in

Diameter luar (Odt)

: 1,315 in = 3,3401 cm

Diameter dalam (Idt) : 1,049 in = 2,6645 cm


Inside sectional area (at)

: 0,006 ft2 = 5,5742 cm2

2. Menentukan Panjang dan Jumlah Tube


a.

Menghitung berat molekul umpan


Untuk menghitung BM umpan digunakan persamaan :
BM = (Yi BMi)

R-2

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Daftar 2. Perhitungan Berat Molekul Relatif
Komponen

BM

Yi

Yi x BM

O-xylene

106,1670

0,0165

1,7526

M-xylene

106,1670

0,0002

0,0174

Carbon monoxide

28,0110

0,0101

0,2823

Carbon dioxide

44,0110

0,0000

0,0003

Oxygen

32,0000

0,1856

5,9403

Nitrogen

28,0140

0,7876

22,0639

Argon

39,9480

0,000007

0,0003

1,0000

30,0592

Total

b. Menghitung harga Z umpan

Z=1+

BPc Pr
.
RTc Tr

Persamaan yang digunakan untuk mengitung Pc, Tc, dan campuran didapat
dari Bird persamaan 1.3-3 sampai dengan 1.3-5 sebagai berikut :
Pc = (Yi Pci)
Tc = (Yi Tci)
= (Yi i)

R-3

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Daftar 3. Penentuan Nilai Koefisien Untuk Menghitung Z
Komponen

Yi

YiPci

YiTci

Yi.i

O-xylene

0,0165

0,6164

10,4061

0,0052

M-xylene

0,0002

0,0058

0,1014

0,0001

0,0101

0,3526

1,3396

0,0006

0,0000

0,0005

0,0020

0,0000

Oxygen

0,1856

9,3615

28,6953

0,0041

Nitrogen

0,7876

26,7312

99,3166

0,0315

Argon

0,000007

0,0000

0,0000

0,0000

TOTAL

1.0000

37,0681

139,8610

0,0415

Carbon
monoxide
Carbon
dioxide

T rerata

= 350 oC = 623,15 K

P rerata

= 1,4 atm

Tr

= T/Tc = 623,15 K / 139,8610 K = 4,4555

Pr

= P /Pc = 1,4 atm/37,0681 atm = 0,0378

= 0,0415

Dari Smith Van Ness fig. 3-11, hal 88 titik (Pr,Tr) berada di atas garis, maka
menghitung harga z menggunakan virial coeffisien. Persamaan yang digunakan
dari Smith Van Ness 3rd ed., persamaan 3-36 sampai 3-38 hal. 87 sebagai
berikut :
Bo = 0,083 (0,422/Tr 1,6) = 0,083 (0,422/4,4555 1,6) = 0,0444
B = 0,139 (0,172/Tr 4,2) = 0,139 (0,172/4,4555 4,2) = 0,1387
BPc/RTc = Bo + B
= 0,0444 + (0,1232 0,0415)
= 578,0482

R-4

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

= 1+

BPc Pr
.
RTc Tr

= 1 + (0,0495)(0,0351/4,4555)
= 1,0004

c.

Menghitung densitas umpan

P BM
Z R T

(1,4 atm)(30,0571 gr / mol )


(1,0004 )(82,05 atm.cm 3 / molK )(623,15 K )

= 8,2272.10-4 gr/cm3
= 0,8227 kg/m3

d.

Menghitung viskositas umpan


Viskositas campuran gas dapat diestimasi dengan persamaan Herning dan
Zipperer :
=

( . 0,5 . )
( . 0,5 )

Dimana :
yi = fraksi mol masing-masing komponen;
BMi= Berat molekul masing-masing komponen (gram/mol);
i = viskositas komponen (cp).

e. Konduktivitas thermal umpan (kG)


Konduktivitas termal campuran gas dapat diestimasi dengan persamaan :
( . 1/3 . )
=
( . )
Dimana :
yi

= fraksi mol masing-masing komponen;

BMi= Berat molekul masing-masing komponen (gram/mol);


ki

= konduktivitas termal masing-masing komponen (cp).

R-5

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

f. Menghitung diameter dalam shell (IDs)


Direncanakan tube disusun dengan pola triangular pitch, dengan:
Pt = 1,25 ODt
= 1,25 (1,3150 in)
= 1,6438 in
C = PT ODt
= (1,6438 1,3150) in
= 0,3288 in
Diameter bundle shell (IDb) untuk triangular pitch dicari dengan persamaan
sebagai berikut :
1

2
( 1 )

(Coulson and Richardson)


Dimana :
Nt = jumlah tube
IDb

= diameter dalam tube, m

C1, C2

= konstanta

Nilai C1 dan C2 ditentukan oleh bentuk pitch dan jumlah pass yang akan
digunakan. Pitch yang digunakan adalah tipe triangular pitch dan jumlah pass
sebanyak 1. Diperoleh nilai C1 = 0,319 dan C2 = 2,142.
= +

(28,571 + 44,256)
100

R-6

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
k. Menghitung koefisien perpindahan panas pada tube dan shell side
1. Kecepatan transfer panas tube side (hio)
Persamaan untuk menghitung koefisien perpindahan transfer panas pada
bagian tube (hio) adalah :

Untuk mengevaluasi nilai hi, digunakan persamaan :


.
= 0,027( )0,8 ( )1/3

Dengan,
=

=
. 2
=
4

=
3600
Dimana :

= koefisien transfer panas di tube, kJ/m2.jam.K

= konduktivitas panas gas, kJ/m.jam.K

= kecepatan aliran massa gas, kg/jam

= luas flow area tube, m2

= kapasitas panas gas komponen, kJ/kmol/K

= kapasitas panas gas campuran, kJ/kmol/K

= bilangan Reynold tube = 500

= bilangan Prandtl tube

= diameter luar tube, m

2. Kecepatan transfer panas shell side (ho)


Pada bagian shell akan dialirkan pendingin berupa molten salt dengan
spesifikasi sebagai berikut :

R-7

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Cpc

= 372,93 Btu/lb oF = 1,5614 kJ/kg K

= 9,00 kg/m/jam

kc

= 2,16 kJ/m/jam/K

Ws

= 150.000 kg/jam

= baffle spacing yang direncanakan = 0,3 IDs = 1,1048 m

Persamaan untuk menghitung koefisien perpindahan transfer panas pada


bagian tube (hio) adalah :
.
= 0,36( )0,55 ( )1/3

dengan,
.

.
=

. .

3600

1
1
4 (2 . 0,866. 2 8 . . 2 )
1
2 . .

= koefisien transfer panas di shell, kJ/m2.jam.K

= konduktivitas panas pendingin, kJ/m.jam.K

= kecepatan aliran massa pendingin, kg/jam

= fluks aliran massa pendingin, kg/m2.s

= viskositas pendingin, kg/m.s

= konduktivitas panas pendingin, kJ/m.jam.K

= luasflow area shell, m2.

, ,

= lebar pitch, clearance, dan baffle size, m

= diameter ekivalen dan diameter dalam shell, m.

l. Menghitung koefisien transfer panas overall (Ud)


Koefisien transfer panas pipa bersih:

R-8

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

.
+

Dari Kern, Daftar 12 hal 845 diperoleh:


Rd Shell

= 0,0010 (untuk cooling liquid)

Rd tube

= 0,0005 (untuk organic vapor)

Rd

= Rd shell +Rd tube


= 0,0010 + 0,0005
= 0,0015 jam ft2 oF/BTU
= 7,3374.10-5 jam.m2.K/kJ
=

1
1
+

dengan :
Uc = koefisien perpindahan panas overall bersih, kJ/jam/m2/K
Ud = koefisien perpindahan panas overall kotor, kJ/jam/m2/K

m. Menyusun persamaan laju reaksi (-ra)


Ditinjau dari reaksi utama:
C8H10 (g) + 3 O2 (g) C8H4O3 (g) + 3 H2O (g)
Persamaan laju reaksi dianggap :
-rox = k Pox PO2
dengan :
-rox

= laju reaksi o-xylene, kmol/kg katalis/jam

= konstanta laju reaksi, kmol/kg katalis/atm2/jam

Pox

= tekanan parsial o-xylene, atm

PO2

= tekanan parsial oksigen, atm

Nilai konstanta laju reaksi diketahui :


27000
= exp ( (
) + 19,837)

Dimana :
T

= suhu (K)

= konstanta gas = 1,987 kal/gmol K


R-9

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Nilai POX dan PO2 dapat divelauasi menggunakan persamaan:
=
2 = 2
dengan,
yOX

= fraksi mol o-xylene;

yO2

= fraksi mol oksigen;

= tekanan total, atm.

Untuk gas berlaku :


Pi

Fi
xPt
Ft

Untuk menghitung Fi, disusun neraca massa berdasarkan data selektivitas


yang telah diketahui pada Daftar selektivitas:

Daftar 4. Perhitungan Reaksi Komponen dalam Reaktor


Komponen

BM

Fi0

Fi0/Fox-0

Reaksi

O-xylene (A)

106,1670

4828,8740

1,0000

-1,0000

M-xylene

106,1670

48,0491

0,0100

0,0000

Phthalic anhydride

148,1180

0,0000

0,0000

0,7730

Maleic anhydride

98,0580

0,0000

0,0000

0,0400

Toluic acid

136,1500

0,0000

0,0000

0,0020

Phthalide

134,1360

0,0000

0,0000

0,0020

Benzoic acid

122,1230

0,0000

0,0000

0,0080

Citraconic acid

130,1000

0,0000

0,0000

0,0010

Carbon monoxide

28,0110

777,8215

0,6105

0,6960

Carbon dioxide

44,0110

0,7794

0,0004

0,8670

Oxygen

32,0000

16366,9855

11,2451

-8,5720

Nitrogen

28,0140

60791,6606

47,7103

0,0000

Water

18,0160

0,0000

0,0000

5,9830

Argon

39,9480

0,7794

0,0004

0,0000

82814,9495

60,5767

-1,2000

TOTAL
Sehingga :

R-10

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Pox =

Fox0(1 X )
P
Fox0(60,5767 1,2000 X )

(1 X )
P
(60,5767 1,2000 X )

08,5720.0.

2 = 02(60,57671,2000 )P
Dimana :
P

= tekanan total, atm;

= konversi o-xylene;

FO20

= flowrate O2 umpan, kmol/jam;

FOX0 = flowrate o-xylene, kmol/jam.

n. Menghitung panjang tube (z)


Panjang tube didapat dari persamaan-persamaan profil untuk :

Profil konversi sepanjang reaktor

Profil temperatur sepanjang reaktor

Profil temperatur pendingin sepanjang reaktor

Profil pressure drop sepanjang reactor

Perhitungan profil masing-masing persamaan sebagai berikut :


Menentukan persamaan profil konversi terhadap panjang reaktor
Profil aliran gas dalam tube :
Fa + Z
Xa + z

Fa
Xa

ID

OD

Z=L

Z=0
z

Gambar 11. Penampang Aliran dalam Tube


Neraca massa pada elemen volume V :
+
=
Pada steady state, akumulasi = 0, maka :
Fox-z = Fox-Z+Z - (-rox). Nt. V. (1- ). B

R-11

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Fox Foxz z (rox ) B .N t . / 4.( ID )2 .Z .(1 )


z
Z
FoxZ FoxZ Z
Z

(rox ). B .Nt. / 4.( ID)2.(1 )

dFox
(rox ). B .Nt. / 4.(ID)2.(1 )
dZ

lim =
Z0

Dimana :
Fox

= Fox0 (1 - X)

dFox = -Fox0 . d X

Maka :

Fox0.dX
(rox ). B .Nt. / 4.(ID)2 .(1 )
dZ

dX
dZ

(rox ). B .Nt. / 4.(ID)2 .(1 )


Fox0

(36)

Keterangan :
Fox0

= flowrate inlet o-xylene, kmol/jam;

rOX

= laju reaksi oxylene masuk reaktor, kmol o-xylene/jam;

Nt

= jumlah tube;

ID

= diameter dalam, m;

= densitas katalis, kg katalis/m3;

= porositas katalis dalam bed, = 0,4 (Hill, hal 559);

= panjang tube dihitung dari atas, m;

(-ra)

= kecepatan reaksi, kmol o-xylene/kg katalis/jam.

Menentukan persamaan profil temperatur terhadap panjang tube


Neraca panas di dalam tube pada kondisi steady-state:
+ =

R-12

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
( )| ( )|+
+ ( ). . . .
. . . . ( ) = 0
( )|+ ( )|
lim (
)
0

= ( ). . . . . . ( )

= ( ). . . . . . ( )

( ). . . . . . ( )
=

Keterangan :
Z

= tebal tumpukan katalis, m

= koefisien transfer panas overall, kJ/m2 K.jam

= panas reaksi i, kJ/kmol

rOX

= laju reaksi oxylene masuk reaktor, kmol o-xylene/jam;

OD t

= diameter luar tube, m

= berat jenis bulk, kg/m3

Tc

= suhu pendingin

Cpi

= kapasitas panas komponen, kJ/kmol K

Menentukan persamaan profil temperatur pendingin sepanjang


reactor
Neraca panas pendingin dalam elemen volum shell:
+ =
( )|+ ( )|
+ . . . . ( ) = 0
( )|+ ( )|
lim (
)
0

= . . . ( )

= . . . ( )

R-13

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
. . . ( )
=

(37)

Dimana :
Ws = laju alir pendingin, kg/jam
Cpc = kapasitas panas pendingin, kJ/kg K
Menentukan persamaan profil perbedaan tekanan sepanjang tube
Penurunan tekanan dalam pipa berkatalis (Treybal,1981)

(1 ) 150(1 )
= 9,8692. 106
[
+ 1,75]

. . 3

(38)

dengan,

= fluks aliran massa gas dalam reaktor, kg/m2.s

= porositas katalis

= diameter partikel katalis, m

= viskositas gas, kg/m.s

Tinggi bed yang digunakan dicari dengan bantuan program MATLAB.


Tinggi bed ditentukan oleh target konversi total o-xylene sebesar 99 %.
Script MATLAB yang digunakan :
==========================================================
========
function revisi1
clc
clear
clf
global IDs Nt OD Ud B ID
%jumlah mol umpan, kmol/jam
Fox1=99.6804/3;
Fmx1=0.99918/3;

R-14

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Fpa1=0;
Fma1=0;
Fta1=0;
Fpd1=0;
Fba1=0;
Fca1=0;
Fco1=62.754/3;
Fco21=0.062/3;
Fo21=1320.4936/3;
Fn21=4904.690/3;
Fh2o1=0;
Far1=0.0620/3;

x0=0;
z0=0;
T0=623.15;%K
Tc0=603.15;%K
P0=6;%atm
zc=[z0:0.1:11];

y0=[x0 T0 Tc0 P0];


[z,y]=ode45(@aldin,zc,y0);

x=y(:,1);
T=y(:,2);
Tc=y(:,3);
P=y(:,4);

figure(1)
grid off
hold on
plot(z,y(:,1),'-g')

R-15

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
ylabel('conversion')
xlabel('z,m')

figure(2)
grid off
hold on
plot(z,y(:,2),'-g')
xlabel('z,m')
ylabel('suhu,K')

figure(3)
grid off
hold on
plot(z,y(:,3),'-g')
xlabel('z,m')
ylabel('suhu pendingin, K')

figure(4)
grid off
hold on
plot(z,y(:,4),'-g')
xlabel('z,m')
ylabel('tekanan,atm')

disp('FIXED BED MULTITUBE REACTOR')


disp('-----------------')
disp('-----------------')
fprintf('Komponen keluar reaktor :\n')
fprintf(' - O-Xylene

= %8.4f kmol/s\n',(Fox1*(1-x(end))))

fprintf(' - M-Xylene

= %8.4f kmol/s\n',(Fmx1))

fprintf(' - Phthalic Anhydride

= %8.4f

R-16

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
kmol/s\n',(Fpa1+0.773*Fox1*x(end)))
fprintf(' - Maleic Anhydride

= %8.4f

kmol/s\n',(Fma1+0.040*Fox1*x(end)))
fprintf(' - Toluic Acid

= %8.4f kmol/s\n',(Fta1+0.002*Fox1*x(end)))

fprintf(' - Phthalide

= %8.4f kmol/s\n',(Fpd1+0.002*Fox1*x(end)))

fprintf(' - Benzoic Acid

= %8.4f kmol/s\n',(Fba1+0.008*Fox1*x(end)))

fprintf(' - Citraconic Acid

= %8.4f

kmol/s\n',(Fca1+0.001*Fox1*x(end)))
fprintf(' - Carbon Monoxide

= %8.4f

kmol/s\n',(Fco1+0.696*Fox1*x(end)))
fprintf(' - Carbon Dioxide

= %8.4f

kmol/s\n',(Fco21+0.867*Fox1*x(end)))
fprintf(' - Oxygen

= %8.4f kmol/s\n',(Fo21-8.572*Fox1*x(end)))

fprintf(' - Nitrogen

= %8.4f kmol/s\n',(Fn21))

fprintf(' - Water

= %8.4f kmol/s\n',(Fh2o1+5.983*Fox1*x(end)))

fprintf(' - Argon

= %8.4f kmol/s\n',(Far1))

fprintf('konversi
fprintf('suhu masuk
fprintf('suhu keluar

= %8.4f\n',x(end))
= %8.4f K\n',T0)
= %8.4f K\n',T(end))

fprintf('suhu pendingin masuk = %8.4f K\n',Tc(end))


fprintf('suhu pendingin keluar = %8.4f K\n',Tc0)
disp('design reaktor')
fprintf(' - Diameter Shell

= %8.4f m\n',IDs)

fprintf(' - Panjang Reaktor

= %8.4f m\n',z(end))

fprintf(' - Tekanan keluar

= %8.4f atm\n',P(end))

fprintf('Spesifikasi tube \n');


fprintf('Outside diameter : %.2f in \n',OD*100/2.54);
fprintf('Inside diameter : %.2f in \n',ID*100/2.54);
fprintf('Jumlah tube

: %.0f \n\n',Nt);

fprintf('Spesifikasi shell \n');


fprintf('Inside diameter : %.2f m \n',IDs);
fprintf('Baffle Size

: %.2f m \n\n',B);

R-17

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
fprintf('Heat Trans Coeff : %.4f kJ/m2.jam.K \n',Ud);

disp('Profil')
disp('Panjang bed, m

Konversi

Suhu,K

Suhu Pemanas, K

Tekanan,

atm')
fprintf(' %7.4f

%6.4f

%6.4f

%6.4f

%6.4f\n',[z x T Tc P]')

end

function dY=aldin(z,y)
global IDs Nt OD Ud B ID Ws
x=y(1);
T=y(2);

%suhu reaktor (kelvin)

Tc=y(3);

%suhu pendingin (kelvin)

P=y(4);

%tekanan reaktor (atm)

phi=3.14;
T1=623.15; %suhu reaktan masuk
Z=1.0004; %compressibility factor
BM=30.0592; %BM campuran

%Input Data :
%Mass flow (kg/jam) :
Fox0=9657.3/3;
Fmx0=96.60/3;
Fpa0=0;
Fma0=0;
Fta0=0;
Fpd0=0;
Fba0=0;
Fca0=0;
Fco0=1555.60/3;
Fco20=1.60/3;
Fo20=32734.0/3;

R-18

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Fn20=121583.30/3;
Fh2o0=0;
Far0=1.60/3;
Ftot=Fox0+Fmx0+Fpa0+Fma0+Fta0+Fpd0+Fba0+Fca0+Fco0+Fco20+Fo20+Fn2
0+Fh2o0+Far0;%kg/jam

%Berat Molekul (kg/kmol) :


BMox=106.167;
BMmx=106.167;
BMpa=148.118;
BMma=98.058;
BMta=136.15;
BMpd=134.136;
BMba=122.123;
BMca=130.1;
BMco=28.011;
BMco2=44.011;
BMo2=32;
BMn2=28.014;
BMh2o=18.016;
BMar=39.948;

%Konversi satuan reaktan ke kmol/jam:


Fox01=Fox0/BMox;
Fmx01=Fmx0/BMmx;
Fpa01=Fpa0/BMpa;
Fma01=Fma0/BMma;
Fta01=Fta0/BMta;
Fpd01=Fpd0/BMpd;
Fba01=Fba0/BMba;
Fca01=Fca0/BMca;
Fco01=Fco0/BMco;

R-19

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Fco201=Fco20/BMco2;
Fo201=Fo20/BMo2;
Fn201=Fn20/BMn2;
Fh2o01=Fh2o0/BMh2o;
Far01=Far0/BMar;
FT0=Fox01+Fmx01+Fpa01+Fma01+Fta01+Fpd01+Fba01+Fca01+Fco01+Fco20
1+Fo201+Fn201+Fh2o01+Far01;

%Daftar stoikhiometris untuk mengetahui F komponen sepanjang reaktor


Fox=Fox01*(1-x);
Fmx=Fmx01;
Fpa=Fpa01+0.773*Fox01*x;
Fma=Fma01+0.040*Fox01*x;
Fta=Fta01+0.002*Fox01*x;
Fpd=Fpd01+0.002*Fox01*x;
Fba=Fba01+0.008*Fox01*x;
Fca=Fca01+0.001*Fox01*x;
Fco=Fco01+0.696*Fox01*x;
Fco2=Fco201+0.867*Fox01*x;
Fo2=Fo201-8.572*Fox01*x;
Fn2=Fn201;
Fh2o=Fh2o01+11.2540*Fox01*x;
Far=Far01;
FT=Fox+Fmx+Fpa+Fma+Fta+Fpd+Fba+Fca+Fco+Fco2+Fo2+Fn2+Fh2o+Far;

%menghitung fraksi mol


yox=Fox/FT;
ymx=Fmx/FT;
ypa=Fpa/FT;
yma=Fma/FT;
yta=Fta/FT;
ypd=Fpd/FT;

R-20

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
yba=Fba/FT;
yca=Fca/FT;
yco=Fco/FT;
yco2=Fco2/FT;
yo2=Fo2/FT;
yn2=Fn2/FT;
yh2o=Fh2o/FT;
yar=Far/FT;

%Menghitung koefisien transfer panas overall


%Data dimensi multitube :
rhob=840; %(kg/m^3)
eps=0.40; % porositas, epsilon
Dp=0.36/100; %(m)
ID=2.6645/100; %(m)
OD=3.3401/100; %(m)
at1=5.5742/10000; %(m2)
Nt=7505;

%Triangular pitch :
PT=1.25*OD; %(m)
IDb=OD*(Nt/0.319)^(1/2.142); %(m), Coulson, 523
IDs=IDb+(28.571*IDb+44.256)/100;
Cl=PT-OD; %(m)
De=4*(0.5*PT^2*0.866-0.5*3.14/4*OD^2)/(0.5*3.14*OD); %(m)
B=0.3*IDs; %(m)
at=at1*Nt; %(m2)
Gt=Ftot/at/3600; %(kg/m2s)
as=IDs*Cl*B/PT; %(m2)
Ws=150000; %(kg/jam)
Gs=Ws/as; %(kg/m2jam)
R=8.314; %(kJ/kmol K)

R-21

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Raks=0.082; %(atm.m3/kmol.K)

%data viskositas, cp, dan konduktivitas gas dalam tube


%viskositas reaktan
miuox=-19.763+2.8022E-01*T-5.9293E-05*T^2;
miumx=-21.620+2.7820E-01*T-6.0531E-05*T^2;
miupa=-10.366+2.2977E-01*T-1.0424E-05*T^2;
miuma=-11.219+T*2.918E-01+T^2*-1.0579e-05;
miuta=-4.764+2.2386E-01*T-2.3427E-05*T^2;
miupd=-7.468+2.4258E-01*T-2.7312E-05*T^2;
miuba=-3.930+2.3677E-01*T-2.4211E-05*T^2;
miuca=-3.432+2.3255E-01*T-1.9261E-05*T^2;
miuco=23.811+5.3944E-01*T-1.5411E-04*T^2;
miuco2=11.811+4.9838E-01*T-1.0851E-04*T^2;
miuo2=44.224+T*5.62e-01+T^2*-1.13e-04;
miun2=42.606+T*4.75e-01+T^2*-9.88e-05;
miuh2o=-36.826+T*4.29e-01+T^2*-1.62e-05;
miuar=212.75+0.6142*T-0.0002*T^2;
sigmamiuiyiBMi=miuox*yox*BMox^0.5+miumx*ymx*BMmx^0.5+miupa*ypa*
BMpa^0.5+miuma*yma*BMma^0.5+miuta*yta*BMta^0.5+miupd*ypd*BMpd^0
.5+miuba*yba*BMba^0.5+miuca*yca*BMca^0.5+miuco*yco*BMco^0.5+yco2*
miuco2*BMco2^0.5+yo2*miuo2*BMo2^0.5+yn2*miun2*BMn2^0.5+yh2o*miu
h2o*BMh2o^0.5+yar*miuar*BMar^0.5;
sigmayiBMi1=yox*BMox^0.5+ymx*BMmx^0.5+ypa*BMpa^0.5+yma*BMma^0
.5+yta*BMta^0.5+ypd*BMpd^0.5+yba*BMba^0.5+yca*BMca^0.5+yco*BMco^
0.5+yco2*BMco2^0.5+yo2*BMo2^0.5+yn2*BMn2^0.5+yh2o*BMh2o^0.5+yar*
BMar^0.5;
miugas=sigmamiuiyiBMi/sigmayiBMi1/10000000; %kg/m/s

%cp reaktan (kJ/kg K)


cpox=1.8200E-01+5.1344E-01*T-2.0212E-04*T^2-2.1615E-08*T^3+2.3212E11*T^4;

R-22

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
cpmx=-1.6725E+01+5.6424E-01*T-2.6465E-04*T^2+1.3381E08*T^3+1.5869E-11*T^4;
cppa=40.083+0.56424*T+9.5956E-04*T^2-1.2341E-06*T^3+4.6597E-10*T^4;
cpma=-7.2015E+01+T*1.0423E+00-T^2*1.8716E-03+T^3*1.6527E-06T^4*5.5647E-10;
cpta=5.8310E+00+T*3.2470E-01+T^2*4.8726E-04-T^3*8.7808E07+T^4*3.7290E-10;
cppd=1.9986E+01+T*7.7860E-01+T^2*2.9980E-04+T^3*1.7486E08+T^4*5.6823E-11;
cpba=1.6158E+01+T*2.8234E-01+T^2*1.7811E-04-T^3*3.2176E07+T^4*1.0752E-10;
cpca=-4.4280E+01+T*9.7863E-01-T^2*1.3251E-03+T^3*9.3278E-07T^4*2.5668E-10;
cpco=2.9556E+01-T*6.5807E-03+T^2*2.0130E-05-T^3*1.2227E08+T^4*2.2617E-12;
cpco2=2.7437E+01+T*4.2315E-02-T^2*1.9555E-05+T^3*3.9968E-09T^4*2.9872E-13;
cpo2=2.9526E+01-T*8.8889E-03+T^2*3.8083E-05-T^3*3.2629E08+T^4*8.8607E-12;
cpn2=2.9342E+01-T*3.5395E-03+T^2*1.0076E-05-T^3*4.3116E09+T^4*2.5935E-13;
cph2o=3.3933E+01-T*8.8146E-03+T^2*2.9906E-05-T^3*1.7825E08+T^4*3.6934E-12;
cpar=20.7860;
cp=(yox*cpox+ymx*cpmx+ypa*cppa+yma*cpma+yta*cpta+ypd*cppd+yba*cpba
+yca*cpca+yco*cpco+yco2*cpco2+yo2*cpo2+yn2*cpn2+yh2o*cph2o+yar*cpar)
*FT0/Ftot;

%konduktivitas panas gas dalam tube


kox=-9.7900E-03+7.4087E-05*T+1.8418E-08*T^2;
kmx=-3.7500E-03+2.9995E-05*T+7.4603E-08*T^2;
kpa=-7.6137E-03+3.8854E-05*T+1.6459E-08*T^2;

R-23

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
kma=-0.01006+T*6.7349e-05+T^2*9.6585e-09;
kta=-9.9731E-03+5.1413E-05*T+2.0662E-08*T^2;
kpd=-8.6137E-03+4.8854E-05*T+2.6459E-08*T^2;
kba=-8.3109E-03+4.4099E-05*T+2.4518E-08*T^2;
kca=-1.0910E-02+6.2992E-05*T+9.2993E-09*T^2;
kco=1.5800E-03+8.2511E-05*T-1.9081E-08*T^2;
kco2=-0.01183+T*1.0174e-04+T^2*-2.2242e-08;
ko2=0.00121+T*8.6157e-05+T^2*-1.3346e-08;
kn2=0.00309+T*7.5930e-05+T^2*-1.1014e-08;
kh2o=0.00053+T*4.7093e-05+T^2*4.9551e-08;
kar=0.016;
sigmayiBMiki=yox*kox*BMox^0.3333+ymx*kmx*BMmx^0.3333+ypa*kpa*B
Mpa^0.3333+yma*kma*BMma^0.3333+yta*kta*BMta^0.3333+ypd*kpd*BMpd
^0.3333+yba*kba*BMba^0.3333+yca*kca*BMca^0.3333+yco*kco*BMco^0.333
3+yco2*kco2*BMco2^0.3333+yo2*ko2*BMo2^0.3333+yn2*kn2*BMn2^0.3333
+yh2o*kh2o*BMh2o^0.3333+yar*kar*BMar^0.3333;
sigmayiBMi2=yox*BMox+ymx*BMmx+ypa*BMpa+yma*BMma+yta*BMta+yp
d*BMpd+yba*BMba+yca*BMca+yco*BMco+yco2*BMco2+yo2*BMo2+yn2*B
Mn2+yh2o*BMh2o+yar*BMar;
kgas=sigmayiBMiki/sigmayiBMi2/1000; %(kJ/msK)

%data viskositas, cp, dan konduktivitas gas dalam shell


cpsalt=1.5613833; %kJ/kg/K
miusalt=0.0025*3600; %kg/m/jam
ksalt=2.1600; %kJ/m/jam/K
rhosalt=340.2322; %kg/m3

%Reynold di dalam shell dan tube


Ret=Dp*Gt/miugas
Res=De*Gs/miusalt;

%bilangan prandtl

R-24

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Prt=cp*miugas/kgas;
Prs=cpsalt*miusalt/ksalt;

%mencari nilai hio


hi=(0.027*kgas/ID*(Ret)^0.8*(Prt)^0.33)*3600; %(kJ/m2jamK);
hio=hi*ID/OD; %(kJ/m2jamK)

%mecari nilai ho
ho=0.36*ksalt/De*(Res)^0.55*(Prs)^0.33; %(kJ/m2jamK);

%Uc dan Ud
Uc=(hio*ho/(hio+ho)); %(kJ/m2jamK)
Rd=0.0000733738; %(jam.m2.K/kJ)
Ud=1/(Rd+1/Uc); %(kJ/m2jamK)
FiCpi=Fox*cpox+Fmx*cpmx+Fpa*cppa+Fma*cpma+Fta*cpta+Fpd*cppd+Fba*c
pba+Fca*cpca+Fco*cpco+Fco2*cpco2+Fo2*cpo2+Fn2*cpn2+Fh2o*cph2o+Far*
cpar;

%mencari panas reaksi


%deltaHR=sigma n.Hfproduk - sigma n.Hfreaktan (f(T)), kJ/mol
hfox=44.498-0.10056*T+0.000051556*T^2;
hfpa=-373.47-0.076883*T+0.000036697*T^2;
hfh2o=-238.41-0.012256*T+0.0000027656*T^2;

%deltaHr=deltaHr0+Fcpdtkeluar-Fcpdtmasuk, kJ/kmol
deltaHr=(hfpa+3*hfh2o-hfox)*1000;

%konstanta kecepatan reaksi dan (-rox)=k.pox.po2


k=4.12192075*10^8*exp(-27000/1.987/T); %kmol/jam/kg katalis/atm2
Pox=yox*P;
Po2=yo2*P;
rox=k*Pox*Po2; %kmol/jam/kg katalis

R-25

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

%neraca massa, x=f(z)


dxdz=rox*rhob*Nt*phi/4*ID^2*(1-eps)/Fox01;
dTdz=(-deltaHr*rox*rhob*phi/4*ID^2+(Ud*phi*OD*Nt*(T-Tc)))/FiCpi;
rhosi=P/Raks/Z/T*BM;
dTcdz=-Ud*phi*OD*Nt*(T-Tc)/(Ws*cpsalt); %suhu pendingin
dPdz=-9.8692*(10^-6)*Gt/(rhosi*Dp)*((1-eps)/eps^3)*((150*(1eps)*miugas/Dp)+1.75*Gt);
dY=[dxdz dTdz dTcdz dPdz]';
end
==========================================================
========
Grafik hasil run MATLAB :

1
0.9
0.8

conversion

0.7
0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0

6
z,m

10

12

Gambar 1. Grafik Konversi Total o-xylene Terhadap Tinggi Bed

R-26

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

636

634

suhu,K

632

630

628

626

624

622
0

6
z,m

10

12

Gambar 2. Grafik Temperatur dalam Tube Terhadap Tinggi Bed


604

suhu pendingin, K

603

602

601

600

599

598

6
z,m

10

12

Gambar 3. Grafik Temperatur Pendingin dalam Shell terhadap Tinggi


Bed

R-27

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

6
5.5
5

tekanan,atm

4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5

6
z,m

10

12

Gambar 4. Grafik Tekanan Gas Terhadap Tinggi bed


Dari hasil tersebut, diperoleh tinggi bed sebesar 11 meter dengan tube
sejumlah 7505 buah.

Mechanical Design Reaktor


1. Pipa
Jenis pipa

: ASA Standard B36.10 commercial steel pipe

Susunan pipa

: Triangular Pitch

Ukuran pipa yang dipakai dalam reaktor adalah:


Diameter luar (OD)

= 1,315 in

Diameter dalam (ID)

= 1,049 in

Luas penampang pipa

= 0,006 ft2

Tebal pipa

= 0,266 in

Pitch (PT)

= 1,25 x OD
= 1,644 in = 0,0418 m

Clearance (C = PT OD) = 0,329 in


Jumlah pipa

= 8615 buah

2. Tebal Shell (ts)

R-28

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Direncanakan shell dibuat dari alloy steel SA 204 grade A dengan spesifikasi
sebagai berikut :

Tekanan yang diijinkan (f)

= 16250

Efisiensi pengelasan (E)

= 0,8 (double wetted joint)

Faktor korosi (c)

= 0,125

IDs

= 5,1608 m

Ri

= IDs/2 = 2,55804 m = 101,5906 in

Tekanan operasi

= 6 atm = 88,20 psi

Faktor keamanan

= 20 %

Tekanan rancangan

= 120 % P
= 120 % (88,20 psi)
= 105,84 psi

Tekanan hidrostatis

= salt .g .h
= 340 kg/m3.(9.8 m/s2). 11 m
= 36689,40 N/m2
= 5,32 psi

Tekanan total

= (105,84+5,32) psi
= 111,16 psi

Untuk menghitung tebal shell digunakan persamaan 13-1 Brownell & Young :

ts =
=

P.Ri
0,125
f .E 0,6 P
(111,16 psi)(101,59in)
0,125in
(16250 psi)(0,8) 0,6(111,16 psi)

= 0,998 in
untuk perancangan digunakan tebal shell standar 1 inch.

Diameter luar

= IDS + 2.ts
= 205,1811 in
= 5,2116 m

R-29

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
3. Tebal Head (th)
Dipilih head bentuk torispherical dished head yang mampu menahan tekanan
15-200 psig

Gambar 5. PenampangTorispherical Dished Head


Ukuran head yang digunakan dalam perancangan reaktor adalah:
= 1/2 IDS

= 101,59 in

Dari Daftar 5.7 Brownell and Young diperoleh nilai berikut:


OD

= 204 in

icr

= 12,25 in

= 170 in

AB

= a - (icr)
= 89,3406 in

BC

= r - (icr)
= 157,75 in

=r-

BC2 AB2

= 39,9872 in

Tebal head (th) dihitung dengan persamaan :


=

0,885. .
+
. 0,1.

R-30

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Bahan head diambil sama dengan bahan shell
0,885x27,6931 psi (122,92 )

= 14.900 0,8 0,1 27,6391 psi + 8 = 0,3778 in


Dipilih tebal standar = 7/16 in = 0,4375 in.

4. Tinggi Head
Dari Daftar 5.8 Brownell dan Young diperoleh bahwa untuk tebal head 0,4375
in, standar straight flange yang digunakan sebesar 1,5-3,5 in. Jika digunakan
straight flange sebesar 2,5 in, maka:
tinggi head

= b + sf + th
= (39,9872 + 2,5 + 1,5) in
= 43,9872 in
= 1,1173 m

5. Tebal grid support


Grid support berfungsi untuk menyangga tumpukan katalis dan memegang
pipa. Grid support biasanya berbentuk piringan bergelombang atau piringan
berlubang dengan tebal antara 4-6 in. Grid support terbuat dari bahan tahan
korosi seperti carbon steel, alloy stell, cast iron, dan keramik (Rase, 1977).
Dikarenakan reaktor harus beroperasi pada suhu 623.15-628.15 K, maka grid
support dipilih terbuat dari austenitic steel (18Cr-8Ni) SA-167 Tipe 304 Grade
3 yang dapat bekerja pada suhu operasi 1300oF dengan tekanan maksimum
yang diizinkan (f) sebesar 2.450 psi. Grid support dipilih berbentuk piringan
berlubang (perforated).
Tebal grid support yang dipilih ialah sebesar 4 in.

6. Massa katalis
Persamaan kinetika untuk reaktor fixed bed adalah :
W = BNt/4(IDt)2(1-)dZ
= (0,84 gram/cm3)(7505) /4 (2,6645cm)2(1-0,4)(1100 cm)
= 23200,3880 kg katalis

7. Tinggi Shell
R-31

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Tinggi shell dihitung dengan menjumlahkan:
-

Tinggi reaktor

= 11 meter.

Grid support

= 4 in
= 0,1016 meter.

Tinggi shell

= 11,1016 m.

8. Tinggi reaktor total


Tinggi reaktor total dihitung dengan persamaan:
Tinggi reaktor total

= tinggi shell + 2 (tinggi head)


= 13,3161 m

9. Volume reaktor
Volume reaktor

= Volume Shell + 2 (Volum Head)


= /4.L.IDS2 + 2 (0,000049. IDS3)
= /4.11 m.(5,1608 m)2 + 2.0,000049.(5,1608 m)3
= 230,1135 m3

10. Pipa Pemasukan Gas


Jumlah gas masuk

= 82.814,9495 kg/jam

Berat molekul campuran gas umpan


=

= 23,0042 kg/s
= 30,0592 kg/kgmol

1,55 . 101,325 (30,0592 /)

= 0,9112 3
8,314. (623.15 )

Untuk menghitung diameter optimal pipa saluran gas dipakai persamaan


Coulson berikut:
Dopt

= 226 (G)0.50 ()-0.35


= 226 (23,0042 kg/s)0.50 (0,9112

-0.35
3

= 1.119,8077 mm
= 41,0869 in

Diambil ukuran pipa dengan spesifikasi sebagai berikut :


NPS

= 42 in

OD

= 42 in

R-32

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Tipe

= Standard

ID

= 41,25 in

(Kern Table 11,1950)

11. Pipa Pengeluaran Gas Hasil Reaksi


Jumlah gas keluar

= 82.814,9495 kg/jam

BM campuran gas keluar reaktor


=

= 23,0042 kg/s
= 29,0671 kg/kgmol

1,31.101,325(29,0671)

= 0,7438 3
8,314. (623,9373 )

Untuk menghitung diameter optimal pipa saluran gas dipakai persamaan


Coulson berikut:
= 226 (G)0.50 ()-0.35

Dopt

= 226 (23,0042 kg/s)0.50 (0,7438 kg/m3)-0.35


= 1.202,2876 mm
= 61,3342 in

Diambil ukuran pipa dengan spesifikasi sebagai berikut :


NPS

= 42 in

OD

= 42 in

Tipe

= Standard

ID

= 41,25 in

(Kern Table 11,1950)

12. Pipa pemasukan pendingin


Molten salt masuk shell reaktor pada suhu 325.83 oC = 598,9819 K, adapun
densitas molten salt adalah:
s

= 340,2329 kg/m3

Jumlah molten salt masuk

= 0,3402 g/L
= 150.000 kg/jam

Untuk menghitung diameter optimal pipa saluran pendingin dipakai persamaan


Coulson berikut :
Dopt

= 226 (G)0.50 ()-0.35


= 226 (150000 kg/jam jam/3600s)0.50 (340,2329 kg/m3)-0.35
= 114,8198 mm = 4,5205 in

R-33

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Diambil ukuran pipa dengan spesifikasi sebagai berikut :
NPS

= 6 in

OD

= 6,625 in

Tipe

= 40

ID

= 6,065 in

(Kern Table 11,1950)

13. Pipa pengeluaran pendingin


Molten salt keluar shell reaktor pada suhu 330 oC = 603,15 K, adapun densitas
molten salt adalah:
s

= 340,2329 kg/m3

Jumlah molten salt keluar

= 0,3402 g/L
= 150.000 kg/jam

Untuk menghitung diameter optimal pipa saluran pendingin dipakai persamaan


Coulson berikut :
Dopt

= 226 (G)0.50 ()-0.35


= 226 (150000 kg/jam jam/3600s)0.50 (340,2329 kg/m3)-0.35
= 114,8198 mm = 4,5205 in

Diambil ukuran pipa dengan spesifikasi sebagai berikut :


NPS

= 6 in

OD

= 6,625 in

Tipe

= 40

ID

= 6,065 in

(Kern Table 11,1950)

14. Man hole


Man hole digunakan untuk membersihkan bagian-bagian reaktor yang tidak
terjangkau oleh alat pembersih. Diameter man hole berkisar 14 - 24 in
(Backhurst). Dipilih diameter man hole 24 in dan letaknya di sebelah lubang
pemasukan umpan dan pengeluaran hasil.

15. Tebal Isolasi


Tebal isolasi dihitung dengan menggunakan asumsi :

R-34

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Perpindahan panas pada keadaan steady state sehingga q1 = q2 = q3 = q4
Suhu pada permukaan shell sebelah dalam (T1) adalah sama dengan ratarata suhu pendingin dalam shell.
Untuk menghitung T1 digunakan persamaan:
+
2
(603,15 273,15) + (598,9819 273,15)
1 =
2

1 =

1 = 327,9160
Keterangan :
R1

= jari- jari dalam shell

R2

= jari- jari luar shell

R3

= jari- jari luar setelah diisolasi

Xs

= tebal dinding

Xis = tebal isolasi


Ta

= suhu udara luar 30oC

T1

= suhu dinding dalam shell

T2

= suhu dinding luar shell

T3

= suhu dinding isolator 50oC

Gambar 6. Penampang Reaktor dengan Isolasi

Bahan isolasi yang dipakai adalah diatomaceous earth dengan sifat-sifat


diambil dari buku Kern, 1950:
Suhu operasi maksimum

: 1600oF (871.11oC)

Densitas bahan (is)

: 27,7 lb/ft3 (443,6958 kg/m3)

Konduktivitas panas (Kis)

: 0,051 Btu/jam.ft.oF = 0,0883 W/mK

Emisivitas (is)

: 0,93

Bahan dinding reaktor adalah Stainless Steel SA-240 Grade C dengan sifatsifat berikut (Holman, 1986):
Densitas bahan

: 7817 kg/m3

Kapasitas panas

: 0,46 kJ/kgoC
R-35

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
: 16,3 W/m0C (200 0C)

Konduktivitas panas (ks)

22 W/m0C (600 0C)


27 W/m0C (800 0C)
Konduktitivitas panas untuk suhu T1 (T1 = 327,9160 0C) dicari dengan cara
interpolasi sebagai berikut:
200
16,3
=
600 200 22 16,3
327,9160 200
(22 16,3)
600 200

= 18,1228
.
= 16,3 +

a. Menentukan Koefisien Perpindahan Panas Konveksi (hc) Udara


Sifat fisis udara ditentukan berdasarkan pada rerata suhu udara dengan suhu
isolator. Rerata suhu tersebut (TF) dapat dihitung dengan persamaan:
3 +
2
30 + 50
=
2
=

TF = 40
Sifat fisis udara pada suhu 40 adalah sebagai berikut (Holman, 1986):
Kecepatan aliran gas (v)

= 1,7008. 10-5 m2/s

Koefisien pemuain volume ()

= 3,1949. 10-3 K-1

Konduktivitas termal gas (k)

= 0,0272 W/(m.K)

Densitas gas ()

= 1,1308 kg/m3

Bilangan Prandtl (Pr)

= 0,7051

Untuk mengetahui sifat aliran udara maka perlu dihitung nilai bilangan
Rayleigh dengan persamaan:
Ra = Gr x Pr
=

. . (3 ). 3

R-36

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
: g = percepatan gravitasi (9,8 m2/s)

dengan

L= panjang pipa over design reaktor (m)

9,8
=

103 1

3,1949
(323,15 303,15)(11 )3

2
0,7051
(1,7 105 2 /)2

= 2,8840 1012
Ra lebih besar dari 109, maka aliran udara adalah turbulen. Untuk
menghitung koefisien transfer panas konveksi aliran turbulen digunakan
persamaan (Holman, 1986):
= 0,1

= 0,1

0,0272

11

= 3,5197 2

(Gr. Pr)1/3

(2,8841012 )1/3

b. Menentukan Koefisien Perpindahan Panas Radiasi (hr)


Untuk menentukan koefisien perpindahan panas radiasi (hr) digunakan
persamaan:
. (3 ) = . . (T3 4 Ta 4 )

(Holman, 1986)

dengan:

= Konstanta Boltzman

= emisivitas dinding isolator = 0,93

= 5,669.10-8W/m2K4

0,93 5,669108 ((323,15 )4 (303,15 )4 )


(323,15 303,15 )
= 6,4733

c. Menghitung Panas Tiap Lapisan


Perpindahan panas di tiap lapisan dianggap steady state, sehingga q1=
q2 = q3 = q4.
Nilai q4 dihitung dengan persamaan:

R-37

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
q4 = (hc + hr). 2..R3.L.(T3-Ta)
q4 = (3,5197+6,4733) 2 . R3. L (323,15 K-303,15 K)
q4 = 399,7206 . R3. L
Nilai q3 dihitung dengan persamaan:
3 =

3 =

2. . (2 3 )

ln(3 )
2

2(0,0883) . . (2 323,15)
3
ln(
)
2,6058

Nilai q2 dihitung dengan persamaan:


2 =

2. . (1 2 )
2. . (1 2 )
=

2,6058
ln (2 )
ln (
)
2,5804
1

18,1228

2 = 3700,3042. . . (601,0660 2 )
d. Menghitung Suhu Dinding Luar Shell (T2)
Untuk menghitung nilai T2, terlebih dahulu nilai R3 di-trial sehingga
nilai q4 dapat diketahui. Dari persamaan di atas diketahui bahwa nilai
q4 = q2.
q4 =q2
399,7206 . R3. L= 3700,3042. . . (601,0660 2 )
2 = 601,0660 0,10803
e. Menghitung Nilai Jari-jari Reaktor Setelah Diisolasi (R3)
Nilai R3 dapat dihitung dengan persamaan:
q3 = q4
3 =

2(0,0883) . . (2 323,15)
= 399,7206 . R3. L
3
ln(
)
2,6058
2 = 323,15 + 2407,9552 3 . ln (

3
)
2,6058

R-38

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Dari hasil trial diperoleh:


R3

= 2,7187 m

Tebal isolasi

= R3 - R2
= (2,7187 2,6058) m
= 0,1129 m

Nilai R3 yang didapat dari trial digunakan untuk mencari nilai T2,
yaitu:
2 = 601,0660 0,1080 3
2 = 600,7723 = 327,6223
f. Mengitung Jumlah Panas yang Hilang ke Lingkungan
Untuk mencari besarnya nilai panas yang hilang ke lingkungan
digunakan persamaan:
Qloss = (hc + hr).2..R3.L.(T3 Ta)
= (3,5197 + 6,4733)

. 2. . 2,7187 m. 11 m(323,15 303.15 K)


2
= 37554,1273

RESUME
Kode

: R-01

Fungsi

: mereaksikan o-xylene dan udara menjadi phthalic

anhydride dengan

kapasitas 165629,90 kg/jam


R-39

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Tipe

: fixed bed multitube

Bahan konstruksi
- Tube

: baja komersial ASA Standar B.36.10

- Shell

: stainless steel SA-204 Grade A

Jumlah reaktor

: 3 buah

Jumlah tube

: 7505 buah

Kondisi operasi

: non isotermal - non adiabatik

Temperatur

: 350 oC

Tekanan umpan

: 6 atm

Fase reaksi

: reaktan gas dengan katalis padat

Katalis

: V2O5

Pendingin

: molten salt

Tinggi reaktor

: 11 m

Volume reaktor

: 230,11m3

Tebal shell

: 1 in

Tinggi head

: 43,98 in

Massa katalis

: 23200,38 kg katalis

Bahan Isolasi

: diatomeous earth

Tebal isolasi

: 0,11 m

Harga

: $ 3.479.716

R-40

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
SWITCH CONDENSER-01 (SC-01)
(Detail Design)

Gambar 1. Skema Aliran Fluida Masuk dan Keluar Switch Condenser


(SC-01)
Tugas
: Mengembunkan gas keluar reaktor sebanyak 165629,90 kg/jam
Jenis alat : Heat Exchanger 1-1 (multi tube dengan aliran counter current
antara pemanas
dan pendingin)
Prinsip kerja dari Switch Condenser adalah seperti Heat Exchanger dimana
gas keluar reaktor akan dipisahkan dari non-condensable gas melalui
pengembunan. Namun dalam perjalanan pengembunannya terdapat beberapa
komponen yang memadat sehingga mengendap didalam bagian luar tube SC-01.
Oleh karena itu kata switch menggambarkan setelah terjadi proses pendinginan
terjdi proses pemanasan untuk melelehkan kembali padatan yang mengendap
didalam SC. Oleh karena itu SC akan bekerja secara semi-kontinyu yang terdiri dari
2 tahap yaitu tahap receiving (tahap pengembunan) dan tahap melting (tahap
melelehkan kembali padatan yang terendapkan didalam SC)
A.1. Menghitung Panjang Switch Condenser
Untuk mempermudah perhitungan panjang Switch Condenser maka SC-01
dibagi menjadi 2 zona dimana zona 1 adalah zona sensibel untuk menurunkan suhu
gas dari 350oC (suhu keluaran reaktor) menjadi T dew dari campuran. Sedangkan
zona 2 berfungsi sebagai sona pengembunan yang dimana pada saat pengembunan
tersebut terjadi pemadatan beberapa komponen yang tidak bisa dihindarkan.
Panjang Switch Condenser total adalah panjang zona 1 ditambah dengan panjang
zona 2.
A.1.1. Menghitung panjang zona 1
Dalam zona 1 adalah zona dimana semua komponen dalam shell masih
berfase uap. Rentang suhu pada zona 1 ini adalah 350oC (suhu gas keluar reaktor)
sampai dengan 211oC (T dew campuran komponen).

SC-1

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Sebelum menghitung jumlah tube beberapa variabel yang harus ditentukan
di awal perancangan antara lain.
-

Inside diameter tube

: 0,532 in

Outside diameter tube

: 0,018375 m = 0,75 in

PT

: 1 in

BWG

: 12

Jumlah tube

: 3876

Jumlah tube pass

:1

Jumlah shell pass

:1

Metrial penyusun shell dan tube adalah Carbon steel SA-283 Grade
C

Diameter dalam shell dicari dengan persamaan dari Ludwig Vol. III halaman
25 sebagai berikut :

Nt =

/ 4 ( IDs 1, 080)2 0,9 PT ( IDs 1, 080)(0, 69n 0,8)


1, 223PT 2

(1)

Dimana :
Nt

= jumlah tube

IDs

= diameter dalam shell, in

PT

= pitch tube, in

= jumlah pass

Maka dari Persamaan 1 dapat dicari ID shell sebesar 2 m

Perhitungan panjang zona 1


Persamaan-persamaan yang berlaku :
= . . ( )
(2)
= . . ( )
(3)

SC-2

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

( ) ( )
= . . (
)
( )

( )
= . . .
(4)

Dengan :
Fs = flowrate fluida pendingin (mol/sekon)
Cps = kapasitas panas fluida pendingin (J/(mol.K))
T = suhu didalam shell (K)
Ud = koefisien transfer panas total (W/(m2.K))
ODtube = diameter tube (m)
Ts = suhu didalam tube (K)
F = flowrate gas umpan (mol/sekon)
Cp = kapasitas panas gas (J/(mol.K))
z = panjang zona 1 (m)
ntube = jumlah tube

Perhitungan dan penentuan variabel-variabel terkait

Pendingin yang digunakan dalam Switch Condenser adalah oil dengan :


Cps = 1988 J/(kg.K)
Ud = 94,34 J/(s.m2.K)

F = 93,12 kmol/menit = 1552,06 mol/sekon

Fs = 44,44 kg/sekon

Tin = 350oC

Tout = 211oC

Tsin = 140oC

ODtube = 0,0183 m

n tube = 3876
Untuk mempermudah perhitungan maka komponen yang mengalir dalam

Switch Condenser dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu :


Komponen A

SC-3

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Daftar 1. Daftar Sifat Fisis Komponen A
Komponen

mi (kg)

BM

ni (kmol) Fraksi mol BM gabungan

O-xylene

4,83 106,17

0,05

0,00013

M-xylene

96,10 106,17

0,91

0,00265

340,44

0,99722

Water

6133,44

Total

6234,37

18,02

18,26

341,39

Daftar 2. Daftar Sifat Fisis (Kapasitas Panas) Komponen A


Komponen

Fraksi

T rata rata

Cp

mol i

(K)

(J/molK)

O-xylene

0,00013

M-xylene

0,00265

Water

0,99722

Cp gabungan

221,01
553,65

218,31

36,05

35,54

Komponen B
Daftar 3. Daftar Sifat Fisis Komponen B
Komponen

mi (kg)

BM

10410,14

148,12

70,28

0,9358

356,63

98,06

3,64

0,0484

Toluic acid

24,76

136,15

0,18

0,0024

Phthalide

24,39

134,14

0,18

0,0024

Benzoic acid

88,83

122,12

0,73

0,0097

Citraconic acid

11,83

130,10

0,09

0,0012

Phthalic anhydride
Maleic anhydride

10916,57

ni (kmol)

Fraksi mol i

BM gabungan

145,36

75,10

SC-4

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Daftar 4. Daftar Sifat Fisis Komponen B
Komponen

Fraksi mol i

Cp (J/molK)

0,9358

188,54

anhydride

0,0484

159,55

Toluic acid

0,0024

220,98

Phthalide

0,0024

551,26

Benzoic acid

0,0097

182,57

Citraconic acid

0,0012

225,54

Cp gabungan

Phthalic
anhydride
Maleic
188,08

Komponen C
Daftar 5. Daftar Sifat Fisis Komponen C
Komponen

mi (kg)

BM

ni (kmol) Fraksi mol i BM gabungan

Carbon monoxide

3328,23 28,01

118,82

0,0230

Carbon dioxide

2862,68 44,01

65,04

0,0126

Oxygen

20703,17 32,00

646,97

0,1251

Nitrogen

121583,32 28,01

4340,09

0,8393

1,56 39,95

0,04

7,546.10-06

Argon

148478,96

28,71

5170,97

Daftar 6. Daftar Sifat Fisis (Kapasitas Panas) Komponen C


Komponen

Fraksi mol i

Cp (J/molK)

monoxide

0,0230

30,22

Carbon dioxide

0,0126

45,52

Oxygen

0,1251

31,57

Nitrogen

0,8393

29,76

7,546.10-06

20,79

Cp gabungan

Carbon

Argon

30,33

SC-5

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Physical Properties gabungan untuk ketiga komponen tersebut dapat
dilihat pada Daftar 7 berikut ini :
Daftar 7. Daftar Sifat Fisis Gabungan Komponen A, B, dan C
Kompone

Fraksi

T rata

Cp gabungan

BM gabungan

mol

rata (K)

(J/mol.K)

(kg/kmol)

0,0611

0,0134

553,65

32,78

29,64

0,9255

Dari Persamaan 2 maka didapatkan nilai :


mol
Joule
. 32,82
. (350 211)
sekon
mol. K
Joule
= 7080912,626
sekon

= 1552,06

Dari Persamaan 2 maka didapatkan nilai :

=
+ (140 + 273,15)

32,82
. 1988

.
7080912,626

= 220,5 C = 493,64 K
Dari Persamaan 3 maka didapatkan nilai :

=
(350 220,5) (211 140)

94,34 2. . 2.3,14.0,018375 . 3876.


350 220,5
211 140
7080912,62

= 3,44
A.1.2 Menghitung panjang zona 2
Zona 2 adalah zona pengembunan dimana dalam zona ini terjadi perubahan
fase komponen uap A dan B menjadi cair. Rentang suhu pada zona 2 berkisar dari
suhu 211oC (suhu jenuh komponen A dan B) sampai dengan 105oC (T bubble
komponen A dan B). Namun dalam perjalanannya terjadi perubahan fasa sebagian
komponen A menjadi padatan pada suhu 130oC. Sehingga padatan akan
terakumulasi dalam bagian bawah zona 2.
Perhitungan panjang zona 1
Persamaan-persamaan yang berlaku :
SC-6

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
= (. ) + (. ) + (0,8. . ) + . . ( )
(5)
= . . ( )
(6)
( ) ( )
= . . (
)
( )

( )
= . . .
(7)
Dengan :
ma = massa A yang mengembun total (mol/sekon)
mb = massa B yang mengembun total (mol/sekon)
Hva = panas pengembunan A (J/mol)
Hvb = panas pengembunan B (J/mol)
Fc = flowrate komponen C (mol/sekon)
Cpc = kapasitas panas C (J/(mol.K)

Perhitungan dan penentuan variabel-variabel terkait

Pendingin yang digunakan dalam Switch Condenser adalah oil dengan :


Cps = 1988 J/(kg.K)
Ud = 94,34 J/(s.m2.K)

F = 93,12 kmol/menit = 1552,06 mol/sekon

Fs = 44,44 kg/sekon

Tin = 211oC

Tout = 105oC

Tsout = 140oC

ODtube = 0,0183 m

n tube = 3876

ma = 20,86 mol/sekon

ma + mb = 115,69 mol/sekon

Fc = 1436,374 mol/sekon

SC-7

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Dengan perhitungan yang sama dengan perhitungan pada zona 1 maka
didapatkan properties dari komponen yang mengalir dalam shell side sebagai
berikut :
Daftar 8. Sifat Fisis Fluida pada Shell Side
Komponen

T rata-rata zona 2 (K)

A
B

431,15

Cpv (J/mol.K)

Cpl (J/mol.K)

34,79397633

78,82458417

151,5327478

252,5324306

29,65969773

Perhitungan nilai panas pengembunan komponen A dan B


Daftar 9. Perhitungan Panas Pengembunan Komponen A dan B
Komponen

O-xylene

M-xylene

Tc

Hvi

Fraksi

630,3

0,3

32,1

0,000

617,0

0,4

29,8

0,005

791,0

0,0

53,5

0,607

721,0

0,2

46,8

0,020

751,0

0,3

61,2

0,001

710,0

0,0

43,6

0,001

751,0

0,3

53,6

0,005

79,55

121,1

829,0

0,3

86,5

0,000

647,1

0,3

33,4

0,357

(K)

55,61

60,22

Phthalic
anhydride

Maleic anhydride

Toluic acid

Phthalide

Benzoic acid

Citraconic acid

Water

55,50

59,57

91,44

45,55

52,05

Hv

Hv parsial
(kJ/mol)

0,01

0,17

32,49

0,97

0,09

0,06

0,28

0,06

11,96
46,09

SC-8

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Daftar 10. Perhitungan Panas Pemadatan Komponen A


Komponen

Fraksi mol Hb (J/mol) Hb parsial

Phthalic anhydride

0,9536

2786,00

2656,75

Maleic anhydride

0,0327

2911,00

95,10

Toluic acid

0,0023

2425,00

5,50

Phthalide

0,0022

8664,00

19,36

Benzoic acid

0,0081

4125,00

33,57

Citraconic acid

0,0011

4732,00

5,13

Hb

2815,40

Dari Persamaan 5 didapatkan nilai :


= 11,61

. 46088,75
+ 0,8.20,86
. 2815,40

+ 144,21
. 29,65
. (211 105)

= 9894987,20

Dari Persamaan 6 didapatkan nilai :

= (140 + 273,15)

44,4
. 1988

.
9894987,20

= 301,15 = 28 C
Dari Persamaan 7 maka didapatkan nilai :

=
(211 140) (105 28)

94,34 2. . 2.3,14.0,018375 . 3876.


211 140

105 28
9894987,2

= 6,34
Jadi panjang total Switch Condenser adalah = 3,44+6,34 = 9,52 meter

A.2. Menghitung Waktu Tahap Receiving dan Melting


A.2.1. Menghitung waktu tahap receiving

SC-9

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Total waktu receiving dapat dicari dengan :

Diinginkan total massa gas yang masuk ke dalam Switch Condenser setiap
siklusnya adalah sebesar 931,24 kmol/batch

Jumlah Switch Condenser = 2 unit

Flowrate umpan = 93,12 kmol/menit

Total waktu receiving =

931,24

93,124

= 10

A.2.2. Menghitung waktu tahap melting


Dalam tahap melting ini terjadi perubahan fase komponen B yang sudah
memadat berubah menjadi cairan. Tahap melting ini hanya terjadi di dalam zona 2
karena distribusi padatan B hanya terkonsentrasi pada zona tersebut. Suhu awalan
padatan adalah 105oC dan suhu akhir cairan B adalah 130oC.
Persamaan yang berlaku dalam tahap melting ini adalah :
= (. )
(10)
= . . ( )
(11)
Dengan :
mb = massa B yang mencair total (mol)
Hsb = panas pelelehan B (J/mol)
Tin = suhu awal shell side (K)
Tout = suhu akhir shell side (K)
Tsin = suhu masuk pemanas (K)
Tsout = suhu keluar pemanas (K)

Perhitungan dan penentuan variabel-variabel terkait

Pemanas yang digunakan dalam Switch Condenser adalah oil dengan :


Cps = 1988 J/(kg.K)

Fs = 3,58 kg/sekon

Tin = 105oC

Tout = 130oC

Tsin = 135oC

SC-10

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Tsin = 102oC

ODtube = 0,0183 m

n tube = 1049

ma = 20027,09 mol

Hsb = 2815,40 J/mol (dari data tahap receiving di zona 2)

Dari persamaan 10 didapatkan nilai :


= 20027,09 . 2815,40

= 56384331,36
Dari persamaan 11 didapatkan nilai :
= 0,7161

. 1988
. (130 100)

= 46986,967

Maka didapatkan waktu melting total adalah sebagai berikut :


=

56384331,36
= 1,99

46986,967

Maka waktu total 1 siklus operasi Switch Condenser adalah = 12 menit


Gann Chart untuk proses batch didalam Switch Condenser adalah sebagai berikut :

Tahap
Receiving

Tahap Melting

10 menit

10 menit

10 menit

menit

menit

menit

menit

SC-01
SC02

Gambar 2. Gannt Chart Proses di dalam Switch Condenser


SC-11

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Waktu pergantian siklus adalah 10 menit dan terdapat jeda waktu antara proses
melting ke proses melting selanjutnya selama 8 menit.

A.3. Evaluasi Ketebalan Padatan pada Permukaan Luar Tube Setelah Tahap
Reciving
Massa padatan total = 10,01 kmol = 1455,54 kg
OD tube

= 0,018375 m

ID shell

=2m

Panjang zona 2 = 6,34 m


Jumlah tube

= 3876

padatan

= 1231 kg/m3

Volume padatan = padatan.m padatan = 1,18 m3


Volume ruang kosong tanpa padatan =

3,14
4

. 2 .

3,14
4

. 2 . .

= 13,39 m3
Volume ruang kosong dengan padatan = 13,39-1,18 = 12,21m3
Volume padatan yang melekat disetiap tube =

12,21
3876

= 0,00030 3

Luas padatan tiap tube = 0,00030 m3/6,34 m = 4,8.10-5 m2


Diameter luar tube + tebal padatan = 4,8.105 .

3,14
4

+ 0,0183752 = 0,019

Tebal padatan = 0,019-0,0183 = 0,001 m =1 mm


Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ketebalan padatan pada tube
sangat kecil sehingga perubahan koefisien transfer panas akibat melekatnya padatan
dipermukaan tube dapat diabaikan. Selain itu aliran dalam shell pun tidak terlalu
terganggu akibat adanya padatan yang melekat dalam tube karena luas ruang kosong
dengan padatan masih sangat besar sekitar 91% dari luas ruang kosong total tanpa
padatan.

A.4. Menghitung Pressure Drop


Untuk perhitungan pressure drop pada Switch Condenser menggunakan
algoritma yang ada pada Handbook Heat Transfer karya Kern.
Shell side

SC-12

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

350 105
= 227,5 = 441,5
2

= 0,0135 = 0,0327

dari figure 15 Kern

Persamaan 7.5 Kern


=

4. (0,5. . 0,86. 0,5. .


0,5. .

2
)
4
= 0,7094 = 0,0591

27605,0

0,454
0,454
=
=
=
39,21
. ( ).
39,21. (0,75 1). 144.1
! 44.
= 22780,4

2 .

.
= 41221

= 0,001

figure 29 Kern

Jumalah cross = N+1 = 12.

12.32,09
39,21

= 9,82

BM uap = 29,64
= 0,0451
s=

12

= 0,00072

39,21
=
= 3,27
12
12

0,5. . 2 . . ( + 1)
= 3,74 = 0,254
5,22. 1010 . .

Jadi didalam shell terjadi penurunan tekanan sistem sebesar dari 1,3 atm menjadi
1,045 atm

A.5. Menghitung Mechanical Design Switch Condenser


Ukuran Switch Condenser total adalah :
L

= 9,78 m = 385,19 in =32,09 ft

ID shell

= 78,74 in = 2 m = 6,56 ft

= 30,72 m3 = 1874764,70 in3 =1084,933 ft3

SC-13

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

A.5.1. Menghitung Tebal Switch Condenser


Direncanakan menggunakan shell plate komersial Carbon steel SA-283
Grade C dengan spesifikasi sebagai berikut :
f = stress yang diijinkan, 12650 lb/in2 (Daftar 13.1 Brownell & Young)
E = efisiensi pengelasan (Daftar 13.2 Brownell & Young)
= 0,85, untuk double-weided butt-joint construction
c = factor korosi, 2 mm = 0,0787 inch
Tebal dinding dihitung dengan persamaan :
t =

pd
c
2 f E

(Persamaan 3.16, Brownell, hal. 45)

Tekanan dalam dinding dengan persamaan :


p=

L H 1
144

(Persamaan 3.17, Brownell, hal. 46)

Dimana :
t = tebal dinding, in
p = tekanan dalam tangki, lb/in2
d = diameter dalam, in
c = factor korosi, in
f = tekanan maksimum yang diijinkan, lb/in2
E = efisiensi pengelasan
H = tinggi dari dasar course ke puncak, ft
L = densitas airan, lb/ft
Gabungan dari dua persamaan tersebut menghasilkan :
t =

t =

L H 1 12 D
144 2 f E

54 H 1 12 D
0, 07874
288 12650 0,80

t = 2,0910-4 (H 1)D + 0,07874


Plate yang digunakan sebanyak delapan buah untuk tiap course dengan jarak
sambungan antar plate 5/32 in (Appendix E, Brownell) untuk penyambungan

SC-14

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
vertikal (allowance vertical welded joint) dan lebar plate 6 ft. Panjang plate
dapat dicari dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
L =

d weld length
12 n

Dimana :
L = panjang plate, ft
d = diameter dalam tangki + tebal shell, in
n = jumlah course
Weld length = 2 allowable weld joint
Course 1

t1 2, 209.104 32,1 1 3, 26 0, 07874 0,121 in


Digunakan tebal shell 0,1875 in :

L1

3,14 78,74 0,1875 10 5 / 32


3, 42 ft
12 6

Jadi ukuran plate (course 1) = 3,42 ft 6 ft 0,1875 in


Dengan cara yang sama maka dapat dihitung tebal dan panjang plate untuk course
2 s/d 6 sehingga didapat hasil seperti Daftar 13 berikut.

Daftar 11 .Tebal Switch Condenser


Course
1
2
3
4
5
6

H (ft)
32,100
26,100
20,100
14,100
8,100
2,100

t (in) t standard (in)


0,121
0,1875
0,113
0,1875
0,105
0,1875
0,097
0,1875
0,088
0,1875
0,080
0,1875

D (in) L plate (ft)


78,740
3,420
78,740
3,420
78,740
3,420
78,740
3,420
78,740
3,420
78,740
3,420

A.5.2. Menghitung Diameter Pipa Pengisian dan Pengeluaran

Pipa Pemasukan Gas

Jumlah gas masuk (G)

= 165629,9 kg/jam

Berat molekul campuran gas umpan


=

= 46,00 kg/s
= 28,175 kg/kgmol

1,3 . 101,325 (28,175 /)

= 0,716 3
8,314. (350 + 273,15 )

SC-15

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
Untuk menghitung diameter optimal pipa saluran gas dipakai persamaan
Coulson berikut:
= 226 (G)0.50 ()-0.35

Dopt

= 1722,79 mm
= 172,27 cm = 67,82 in
Diambil ukuran pipa standard sebesar 68 in

Pipa Pengeluaran Campuran Cair dan Gas

Jumlah gas keluar

= 148478,95 kg/jam

Jumlah cairan keluar

= 172,27 kg/jam

Total fluida keluar SC

= 148651,20 kg/jam = 41,29

kg/sekon

= 1239,60 kg/m3

BM campuran gas keluar Switch Condenser

= 28,71 kg/kgmol

1,1.101,325(28,71)

= 0,92 3
8,314. (105 + 273,15 )

= 2,36 kg/m3

Untuk menghitung diameter optimal pipa saluran gas dipakai persamaan


Coulson berikut:
= 226 (G)0.50 ()-0.35

Dopt

= 226 (41,29 kg/s)0.50 (2,36kg/m3)-0.35


= 1075,14 mm
= 42,32 in
Diambil ukuran pipa standard sebesar 44 in
A.5.1. Menghitung Tebal Isolasi
Tebal isolasi dihitung dengan menggunakan asumsi :
Perpindahan panas pada keadaan steady state sehingga q1 = q2 = q3 = q4
Suhu pada permukaan shell sebelah dalam (T1) adalah sama dengan ratarata suhu pendingin dalam shell.
Untuk menghitung T1 digunakan persamaan:
1 =

+
2

SC-16

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

1 =

(28 228)
2

1 = 124
Keterangan :
R1

= jari- jari dalam shell

R2

= jari- jari luar shell

R3

= jari- jari luar setelah diisolasi

Xs

= tebal dinding

Xis = tebal isolasi


Ta

= suhu udara luar 30oC

T1

= suhu dinding dalam shell

T2

= suhu dinding luar shell

T3

= suhu dinding isolator 50oC

Gambar 3. Penampang Switch Condenser dengan Isolasi

Bahan isolasi yang dipakai adalah diatomaceous earth dengan sifat-sifat


diambil dari buku Kern, 1950:
Suhu operasi maksimum

: 1600oF (871.11oC)

Densitas bahan (is)

: 27,7 lb/ft3 (443,6958 kg/m3)

Konduktivitas panas (Kis)

: 0,051 Btu/jam.ft.oF = 0,0883 W/mK

Emisivitas (is)

: 0,93

Bahan dinding reaktor adalah Carbon steel SA-283 Grade C dengan sifat-sifat
berikut (Holman, 1986):
Densitas bahan

: 7817 kg/m3

Kapasitas panas

: 0,46 kJ/kgoC

Konduktivitas panas (ks)

: 16,3 W/m0C (200 0C)


22 W/m0C (600 0C)
27 W/m0C (800 0C)

Konduktitivitas panas untuk suhu T1 (T1 = 124 0C) dicari dengan cara
interpolasi sebagai berikut:
200
16,3
=
600 200 22 16,3
SC-17

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

1247 200
(22 16,3)
600 200

= 15,21
.
= 16,3 +

a. Menentukan Koefisien Perpindahan Panas Konveksi (hc) Udara


Sifat fisis udara ditentukan berdasarkan pada rerata suhu udara dengan suhu
isolator. Rerata suhu tersebut (TF) dapat dihitung dengan persamaan:
3 +
2
30 + 50
=
2
=

TF = 40
Sifat fisis udara pada suhu 40 adalah sebagai berikut (Holman, 1986):
Kecepatan aliran gas (v)

= 1,7008. 10-5 m2/s

Koefisien pemuain volume ()

= 3,1949. 10-3 K-1

Konduktivitas termal gas (k)

= 0,0272 W/(m.K)

Densitas gas ()

= 1,1308 kg/m3

Bilangan Prandtl (Pr)

= 0,7051

Untuk mengetahui sifat aliran udara maka perlu dihitung nilai bilangan
Rayleigh dengan persamaan:
Ra = Gr x Pr
=
dengan

. . (3 ). 3

: g = percepatan gravitasi (9,8 m2/s)


L= panjang pipa switch condenser (m)

9,8
=

103 1

3,1949
(323,15 303,15)(9,78 )3

2
0,7051
(1,7 105 2 /)2

= 2,02 1012

SC-18

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Ra lebih besar dari 109, maka aliran udara adalah turbulen. Untuk
menghitung koefisien transfer panas konveksi aliran turbulen digunakan
persamaan (Holman, 1986):
= 0,1

= 0,1

0,0272
9,78

= 3,487

(Gr. Pr)1/3

(2,02 1012 )1/3

b. Menentukan Koefisien Perpindahan Panas Radiasi (hr)


Untuk menentukan koefisien perpindahan panas radiasi (hr) digunakan
persamaan:
. (3 ) = . . (T3 4 Ta 4 )

(Holman, 1986)

dengan:

= Konstanta Boltzman

= emisivitas dinding isolator

= 5,669.10-8W/m2K4

0,93 5,669108 ((323,15 )4 (303,15 )4 )


=
(323,15 303,15 )
= 6,4733

c. Menghitung Panas Tiap Lapisan


Perpindahan panas di tiap lapisan dianggap steady state, sehingga q1=
q2 = q3 = q4.
Nilai q4 dihitung dengan persamaan:
q4 = (hc + hr). 2..R3.L.(T3-Ta)
q4 = (3,1327+6,4733) 2 . R3. L (323,15 K-303,15 K)
q4 = 384,2416 . R3. L
Nilai q3 dihitung dengan persamaan:

SC-19

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

3 =

3 =

2. . (2 3 )

ln(3 )
2

2(0,0883) . . (2 323,15)
3
ln(1
)

Nilai q2 dihitung dengan persamaan:


2 =

2. . (1 2 )
2. . (1 2 )
=
1,8492
1,8492
ln (
)
ln ( 1 )
1

15,21

2 = 7140,8271. . . (600,0657 2 )
d. Menghitung Suhu Dinding Luar Shell (T2)
Untuk menghitung nilai T2, terlebih dahulu nilai R3 di-trial sehingga
nilai q4 dapat diketahui. Dari persamaan di atas diketahui bahwa nilai
q4 = q2.
q4 =q2
384,2416 . R3. L = 7140,8271. . . (600,0657 2 )
2 = 600,0657 0,05383
e. Menghitung Nilai Jari-jari Switch Condenser Setelah Diisolasi (R3)
Nilai R3 dapat dihitung dengan persamaan:
q3 = q4
2(0,0883) . . (2 323,15)
= 384,2416 . R3. L
3
ln(
)
1,569
2 = 323,15 + 2175,7735 3 . ln (

3
)
1,5690

Dari hasil trial diperoleh:


R3

= 1,1186 m

Tebal isolasi

= R3 - R2
= (1,7186 1,5690) m
= 0,181 m
SC-20

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun
RESUME
Kode

: SC-01

Fungsi

: Mengembunkan gas keluar reaktor dengan kapasitas

165629,90

kg/jam

Tipe

: Multitube heat exchanger 1-1 dengan aliran counter

current
Jumlah alat

:2

Waktu siklus

: 12 menit

Tahap desublimasi

: 10 menit

Tahap melting

: 2 menit

Medium pemanas/pendingin : Crude oil


Beban desublimasi

: 10185540 kJ/siklus

Beban pemanas

: 28192,17 kJ/siklus

Flowrate pendingin

: 44,44 kg/sekon

Flowrate pemanas

: 3,58 kg/sekon

Luas transfer panas

: 2188,09 m2

Kondisi operasi

Tekanan

: 1,3 atm

Tahap receiving

Suhu gas masuk

: 350oC

Suhu keluar proses receiving

: 105oC

Suhu pendingin masuk

: 28oC

Suhu pendingin keluar

: 211oC

Tahap melting
-

Suhu awal padatan

: 105oC

Suhu keluar cairan

: 130oC

Suhu pemanas masuk

: 135oC

Suhu pemanas keluar

: 102oC

Dimensi

Shell side

Komponen yang mengalir

: Crude oil pendingin dan pemanas

Jumlah pass

:1

SC-21

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara dengan


Kapasitas 80.000 ton/tahun

Bahan

: Carbon steel SA-283 Grade C

Inside diameter

: 78,74 in = 2 m = 6,56 ft

Tebal

: 0,1875 in

Panjang plate

: 3,42 ft

Panjang shell

: 9,78 m

Tube side

Komponen yang mengalir

: Fluida keluar reactor

Inside diameter

: 0,532 in

Outside diameter

: 0,018375 m = 0,75 in

PT

: 1 in

BWG

: 12

Panjang tube

: 9,78 m

Jumlah pass

:1

Jumlah tube

: 3876

Bahan

: Carbon steel SA-283 Grade C

Pressure Drop

: 0,254 atm

Tebal isolasi

: 0,181 m

Jenis isolasi

: Diatomaceous Earth

Harga

: $ 616680

SC-22

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun

DAFTAR PUSTAKA
Aries, R.S., and Newton, R.D., 1955, Chemical Engineering Cost ,Mc.Graw Hill
Book Co., New York.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, 2008, Statistik Perdagangan Luar
Negeri Indonesia; Impor, jilid 2, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, 2009, Statistik Perdagangan Luar
Negeri Indonesia; Impor, jilid 2, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, 2010, Statistik Perdagangan Luar
Negeri Indonesia; Impor, jilid 2, Jakarta.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, 2011, Statistik Perdagangan Luar
Negeri Indonesia; Impor, jilid 2, Jakarta.
Brown, G.G., 1978 Unit Operations, Mc. Graw Hill Book Co, New York.
Brownell, L.E., and Young, E.H.,1959, Process Equipment Design, John Willey
and Sons Inc., New York.
Coulson, J.M. and Richardson, J.F., 2005, Chemical Engineering Design, 4 ed.,
Vol 6, Elsevier Butterworth-Heinemann, Oxford.
Evans Jr, F.L., 1974, Equipment Design Handbook For Refineries and Chemical
Plants. 2 ed., Vol 2, Gulf Publishing Compony, Texas.
Foust, A.S., 1980,Principles of Unit Operation, 2nd ed., John Willey and Sons
Inc., New York.
Froment, G.F., and Bischoff, K.B., 1980, Chemical Reactor Analysis and
Design, 2nd ed., John Willey and Sons Inc., New York.
Hill, C.G., 1977, An Introduction to Chemical Engineering Kinetic and Reactor
Design, John Willey and Sons Inc., New York.
Kern, D.Q., 1965, Process Heat Transfer, International Student edition, Mc.
Graw Hill International Book Co., Tokyo.
Kirk, K.E., and Othmer, D.F.,1978, Encyclopedia of Chemical Technology, 3rd
ed., Vol.9, John Willey and Sons Inc., New York.
Ludwig, B.E. , 1988, Applied Process Design for Chemical and Petrochemical
Plant, 2nd ed., Gulf Publishing Co., Houston, Texas.

162

Prarancangan Pabrik Phthalic Anhydride dari o-Xylene dan Udara


dengan Kapasitas 80.000 ton/tahun
Levenspiel, O., 1999, Chemical Reaction Engineering, 3ed., John Wiley & Sons,
New York.
Mc. Ketta, J.J. , 1988, Encyclopedia of Chemical Processing and Design,
Marcell Dekker, New York.
Perry, R.H. , 1984, Perrys Chemical Engineering Handbook, 6th ed., Mc. Graw
Hill Book Co., New York.
Powell, S.T., 1954, Water Condition for Industry, McGraw Hill Book Co., New
York
Rase, H.F., 1977, Chemical Reactor Design for Process Plant, Vol.II, John
Willey and Sons Inc., Canada.
Severn, W.H. , 1959, et al., Steam, Air and Gas Power, 5th ed., John Willey and
Sons Inc., New York.
Shreve, R.N. , 1977, Chemical Process Industries, Mc. Graw Hill Book Co.,
New York.
Smith, J.M., and H.C. Van Ness, 1996, Introduction to Chemical Engineering
Thermodynamics, 5th ed., Mc. Graw Hill Book Co., New York.
Peters, M.S. and Timmerhaus, K.D., 1985, Plant Design and Economic for
Chemical Engineers, 3ed., Mc Graw Hill Book Company, Tokyo.
Treyball, R.E. 1980, Mass Tranfer Operation, Mc. Graw Hill Book Co., New
York,.
Ulrich, G.D. , 1984, A Guide of Chemical Process Design and Economics, John
Willey and Sons Inc., New York.
Walas, S.M. , 1959, Reaction Kinetics for Chemical Engineers, International
Student edition, Mc. Graw Hill Book Co., Kogakusha Ltd., Tokyo.
Yaws, C.L. . 1988, Chemical Properties Handbook, Mc. Graw Hill Book Co.,
Tokyo,.

163