Anda di halaman 1dari 49

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Nama Mahasiswa

: Melati Putri Dahlan

Hari/Tanggal

: Kamis, 6 November 2014

Waktu

: 14.00 WIB

A. Data Umum
1. Nama KK

: Tn.S

2. Umur

: 30

3. Jenis kelamin : Laki-laki


4. Alamat

: Sumbang RT 02/ RW03

5. Pekerjaan

: Buruh Lepas

6. Pendidikan

: SD

7. Telepon

:-

8. Komposisi keluarga
No

1.

Nama

Ny. Sa

JK

Hub

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Kondisi

dg

Kesehatan

KK

Saat Ini

Istri

22

S8

IRT

Sehat

Belum

Belum

Sehat

tahun

sekolah

bekerja

59

SD

Buruh

tahun
2.

3.

An.A

Tn.B

Anak

Ayah

mertua tahun
4.

5.

6.

Tn. W

An.N

An.A

Adik

24

Ipar

tahun

Adik

Hipotensi

Lepas
SMP

Swasta

Sehat

10

Belum tamat Belum

Sehat

Ipar

tahun

SD

Adik

Belum tamat Belum

Ipar

tahun

SD

bekerja

bekerja

TBC

Genogram:

Keterangan:
: Klien

: Menikah

: Laki-laki

: Perempuan

: Serumah

: Meninggal

: Meninggal

9. Tipe keluarga
Keluarga Tn. S termasuk keluarga extended family, yaitu keluarga yang
terdiri dari 3 generasi dimana anggota keluarganya mencakup istri dan
seorang anak perempuan yang berusia 5 tahun, serta terdapat keluarga
mertuanya yang terdiri dari ayah mertua dan 2 adik ipar.

10. Suku Bangsa


Keluarga Tn. S berasal dari suku Jawa. Bahasa sehari-hari yang digunakan
dalam berkomunikasi yaitu bahasa Jawa.

11. Agama
Keluarga Tn. S menganut agama Islam. Keluarga juga mengikuti
perkumpulan-perkumpulan agama seperti pengajian bulanan atau
pengajian mingguan yang suka diadakan di Mushola dekat rumah Tn. S.
Keluarga selalu menjalankan Puasa Ramadhan, walaupun jarang
menjalankan Puasa Sunnah.

12. Status Sosial Ekonomi


Tn. S bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan rata-rata per bulan
Rp800.000,00. Keluarga mengatakan ada pemasukan keuangan dari
sumber lain yaitu dari Tn.B dimana Tn.B juga mempunya penghasilan
sebagai

buruh

lepas

dengan

penghasilan

rata-rata

per

bulan

Rp500.000,00. Keluarga Tn. S termasuk ke dalam tahap pra sejahtera.

13. Aktivitas Rekreasi Keluarga


Keluarga mengatakan tidak pernah melakukan rekreasi keluarga secara
khusus seperti berpergian ke suatu tempat. Rekreasi keluarga Tn. S
biasanya hanya menonton televisi dirumah.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Saat ini keluarga berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak
pra sekolah yaitu keluarga yang memiliki 1 anak dengan usia sebelum
sekolah, walaupun dirumahnya terdapat 1 orang lansia (ayah mertua.

2. Tugas Perkembangan Keluarga yang Sudah Terpenuhi

Keluarga Tn. Su sampai saat ini telah memenuhi sebagian tugas


perkembangan keluarga dengan usia prasekolah sesuai dengan tahapannya.
Tugas perkembangan keluarga Tn.S yang sudah terpenuhi antara lain
mensosialisasikan anak, mempertahankan hubungan yang sehat dalam
keluarga (hubungan perkawinan dan hubungan orangtua dan anak) dan di
luar keluarga (keluarga besar dan komunitas).

3. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Tugas perkembangan keluarga Tn. S yang belum terpenuhi, Memenuhi
kebutuhan anggota keluarga seperti rumah, ruang bermain, privasi,
keamanan. Karena keluarga Tn.S masih menumpang rumah di rumah
mertua, selain itu keadaan rumah yang sedang di tempati keluarga Tn.S
tidak ada ruang bermain khusus anak dan privasi keamanan anak tidak
diperhatikan.

4. Riwayat Keluarga Inti


Tn. S dan Ny. Sa tidak pernah mengalami sakit serius yang
mengharuskannya di rawat di rumah sakit. Saat ini tidak ada keluhan
kesehatan yang dirasakan oleh Tn. S. Tetapi Ny. Sa mengatakan anaknya 2
bulan terakhir mengalami batuk, pilek dan panas demam. Selain itu adik
dari Ny.Sa (An.A) mengalami TB dan sedang dalam masa pengobatan,
sebelumnya adik Ny.Sa (An.N) pernah mengalami penyakit yang sama
yaitu TB namun sudah sembuh dan sudah melakukan pengobatan
pengobatan tuntas, saat ini An.A sedang dalam pengobatan TB di dr.B.
Mertua dari Tn.S (Tn.B) juga mengalami hipotensi yaitu dengan tekanan
darah mmHg, akan tetapi Tn.B mengaku sudah biasa dengan tekanan
darah rendah

5. Riwayat Keluarga Sebelumnya

Keluarga mengatakan dikeluarga Tn. S dan Ny.Sa tidak memiliki penyakit


keturunan tetapi sebelumnya adik dari Ny.Sa (An.N) pernah mengalami
penyakit TB pada tahun 2008 tetapi telah selesai melakukan pengobatan
TB secara tuntas di RS. Selain itu ibu dari Ny.Sa meninggal akibat panas
dingin pada tahun 2006.

C. Pengkajian Lingkungan
1. Karakteristik rumah
Rumah Tn. Su dengan luas rumah P 10 x L 6 m2 merupakan tipe rumah
semi permanen dengan lantai tembok dan genteng sebagian asbes. Denah
rumah Tn. Su yaitu sebagai berikut:

Jalan Gang
Jarak rumah dengan jalan/tidak terdapat halaman rumah
Ruang tamu

Kamar tidur 1

dan ruang menonton TV


Kamar tidur 2

Dapur

Gudang

Kamar
mandi

Gambar Denah Rumah Tn. S

a. Keadaan lingkungan dalam rumah

Rumah Tn. S kurang bersih dan kurang tertata rapi. Di ruang TV


sekaligus ruang tamu tampak barang-barang tidak tertata ditempat yang
semestinya sehingga tampak berantakan.
Keluarga memiliki 1 ruang tamu yang menyatu dengan ruang menonton
TV atau ruang keluarga (TV, biasa digunakan untuk menonton
bersama. Di ruang TV terdapat 1buah kasur di ruang tv, untuk tiduran
sambil menonton tv. 2 kamar tidur yang masing-masing berisi 1
ranjang, 1 ruang kosong/gudang, 1 ruang makan dan 1 dapur/pawon
yang digunakan untuk memasak. Di dapur terdapat alat memasak
berupa kompor gas, tungku tanpa cerobong asap, dan peralatan masak
lainnya. Disetiap ruangan terdapat ventilasi udara, tetapi ventilasi
dikamar kurang sehingga kamar tampak gelap.
Atap rumah keluarga sebagian menggunakan asbes dan sebagian
genting, dan terdapat langit-langit yang terbuat dari bilik bambu.
Dinding rumah klien menggunakan tembok dan kayu. Lantai
menggunakan tembok tetapi tampak kotor dan rusak.

b. Keadaan lingkungan luar rumah


1) Pemanfaatan halaman
Di depan rumah keluarga Tn.S terdapat jalan gang yang hanya bisa
dilewati oleh motor. Keluarga Tn. S tidak memiliki halaman didepan
rumah yang bisa dimanfaatkan.
2) Sumber air minum dan Pembuangan limbah
Sumber air keluarga Tn. Su menggunakan sumur dan digunakan
keluarga untuk minum, mandi dan mencuci. Keluarga tidak memiliki
jamban untuk buang air besar dan tidak memiliki spitenk sehingga
apabila buang air besar keluarga pergi ke sungai dekat rumah. Untuk
pembuangan limbah lain dialirkan ke sungai yang letaknya 10
meter dari rumah.
3) Pembuangan sampah

Keluarga biasa membuang sampah ke kebun belakang rumah yang


biasa digunakan warga untuk membuang sampah. Sampah organik
dan anorganik tidak dipisah, dan keluarga terbiasa membakar
sampah. Di rumah terdapat tempat penampungan sampah sementara
dimana bentuknya terbuka.
4) Jamban
Keluarga tidak memiliki jamban didalam rumah.
5) Sumber pencemaran
Di sekitar rumah terdapat sungai yang biasa digunakan untuk
membuang limbah rumah tangga dan dijadikan tempat pembuangan
limbah BAB/BAK
6) Sanitasi rumah
Ventilasi kurang, akibatnya kamar tampak gelap. Tetapi setiap hari
jendela yang terdapat diruang tamu selalu dibuka.

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW


Tetangga disekitar rumah Tn. S terlihat ramah, suka saling tolong
menolong dan terjalin komunikasi yang baik antar warga. Pada sore hari
sering terlihat Ny. Sa dan orang-orang sekitar rumah saling bercakapcakap sehingga tampak ada keakraban antar tetangga. Jarak antar rumah
menempel. Kebanyakan tetangga bekerja sebagai buruh baik buruh
bangunan atau buruh lepas dan tidak jarang juga ada tetangga yang bekerja
sebagai buruh tani sehingga pada pagi hari mereka jarang berada
dilingkungan rumah kecuali para ibu rumah tangga.
Masyarakat RT 2 RW 7 adalah masyarakat yang aktif dalam mengikuti
kegiatan-kegiatan

yang

dapat

warganya.

3. Mobilitas Geografis Keluarga

membantu

meningkatkan

kesehatan

Keluarga Tn. S tidak pernah berpindah rumah dari sejak menikah. Rumah
yang sekarang ditempati merupakan rumah Tn.B yaitu ayah dari Ny.Sa..
Jika melakukan perjalanan jarak dekat (dalam lingkup desa), keluarga
biasa berjalan kaki. Namun jika bepergian jauh misalnya ke pasar,
keluarga biasa menggunakan motor pribadi atau angkutan umum.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi Dengan Masyarakat


Keluarga biasanya dapat berkumpul setelah magrib soalnya Tn. Su pulang
kerja jam 16.00. Biasanya kegiatan yang dilakukan pada saat kumpul yaitu
mengobrol sambil menonton TV.
Ny. Sa mengatakan di masyarakat hanya mengikuti perkumpulan
pengajian yang di adakan dekat dengan rumah Ny.Sa yaitu di mushola.
Ny. Sa mengatakan dari sebelum menikah dia memang jarang mengikuti
perkumpulan dan organisasi-organisasi dimasyarakat dengan alasan
kurang berminat. Hal yang sama juga tampak terjadi pada suaminya Tn. S.
Tn. S jarang mengikuti perkumpulan-perkumpulan dimasyarakat dengan
alasan kecapaian setelah bekerja dari pagi hingga sore. Tetapi walaupun
demikian hubungan keluarga Tn. Su dengan tetangga atau masyarakat RT
02 RW 03 tetap terjalin baik dan harmonis.

5. Sistem Pendukung Keluarga


Keluarga Tn. S jarak rumahnya berdekatan dengan rumah tetangga dan
pada saat membutuhkan bantuan, biasanya tetangga ikut membantu. Selain
itu keluarga Tn.S juga masih menumpang di rumah mertuanya sehingga
apabila perlu bantuan biasanya meminta bantuan mertua terlebih dahulu.
Letak puskesmas sangat dekat sehingga dapat dijangkau oleh keluarga
dengan jalan kaki saja.

D. Struktur keluarga

1. Pola komunikasi keluarga


Keluarga berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Keluarga biasa
berkumpul pada malam hari setelah magrib sambil menonton televisi dan
mengobrol satu sama lain kadang disertai dengan makan malam.
Hubungan komunikasi antar keluarga tampak berjalan dengan baik
walaupun terkadang suka muncul masalah akibat dari kurang komunikasi.
Tetapi setelah dimusyawarahkan atau dibicarakan antara Tn. S dan Ny. Sa,
masalah langsung selesai dan tidak pernah berlangsung lama. Keluarga
tidak memiliki handphone sehingga untuk berkomunikasi terkadang
mengalami kesulitan. Pola komunikasi keluarga termasuk dalam
komunikasi dua arah karena satu sama lain saling memberikan pendapat.

2. Struktur kekuatan keluarga


Keluarga besar biasa bermusyawarah untuk memecahkan masalah yang
dialami oleh salah satu anggota keluarga dan saling memberi dukungan
satu sama lain. Kemampuan keluarga dalam merubah perilaku antar
anggota keluarga tidak bermasalah karena anggota keluarga yang lain
terutama anak-anaknya memiliki sifat penurut dan mau mematuhi nasehat
yang diberikan oleh orang tuanya.

3. Struktur peran
a.

Tn. S
1) Peran informal

:-

2) Peran formal

: sebagai kepala keluarga, suami, menantu

dan ayah
b.

Ny. Sa
1) Peran informal

:-

2) Peran formal

: sebagai ibu rumah tangga, istri, kakak dan

ibu
c.

An. I
1) Peran informal

:-

2) Peran formal
d.

e.

f.

g.

: anak dan cucu

Tn. B
1) Peran informal

:-

2) Peran formal

: Ayah mertua, Ayah, kakek

An.W
1) Peran informal

2) Peran formal

: Anak, adik, adik ipar, kakak

An.N
3) Peran informal

4) Peran formal

: Anak, adik, adik ipar, kakak

An.A
5) Peran informal

6) Peran formal

: Anak, adik, adik ipar

4. Nilai dan norma budaya


Keluarga menyadari bahwa kesehatan sangatlah penting karena kesehatan
adalah anugerah Tuhan. Menurut keluarga, jika ada salah satu anggota
keluarga yang sakit, keluarga langsung membawa ke pelayanan kesehatan
(Puskesmas), dan jika sakitnya parah keluarga biasa membawa ke dokter
atau RS.

E. Fungsi keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga Tn. S merupakan keluarga yang harmonis dan bersikap terbuka
kepada anggota keluarganya. Antar anggota keluarga saling menghormati
dan memberikan dukungan. Tn S dan Ny Sa membagi tugas rumah tangga
dengan baik, Tn. S mencari nafkah sedangkan Ny. Sa mengurus rumah
tangga. Tn. S dan Ny. Sa bersama-sama merawat An.A dan
memperhatikan kesehatan anaknya. Tn. Sselalu mengajarkan nilai-nilai
kasih sayang kepada istri dan anaknya.
2. Fungsi Sosialisasi

a.

Hubungan Inter Keluarga


Hubungan komunikasi, perhatian, dan dukungan dalam keluarga baik
terlihat saat seluruh keluarga berkumpul dan berbagi cerita sambil
menonton TV bersama.

b. Hubungan dengan Orang Lain


Hubungan komunikasi dengan tetangga dan saudara yang tinggal
berdekatan dengan rumah baik, dibuktikan dengan keakraban yang
terlihat antara Ny. Sa dengan tetangganya dimana mereka suka
mengumpul setiap siang dan sore didepan rumah.

c.

Kegiatan Organisasi Sosial


Tn. S dan Ny. Sa hanya mengikuti kegiatan pengajian saja, tidak
mengikuti kegiatan organisasi dan perkumpulan lain dimasyarakat
karena kesibukan Tn. S dalam bekerja dan kesibukan Ny. Sa dalam
merawat An.A. Tetapi walaupun demikian, Tn. S dan Ny. Sa tetap
menjalin hubungan yang baik dengan tetangga dan masyarakat sekitar.

3. Fungsi Perawatan Keluarga


a.

Mengenal masalah
Keluarga mengatakan tidak mengetahui pada saat ada anggota
keluarga yang sakit sebelum terlihat tanda-tanda yang serius. Hal
tersebut dibuktikan dengan keluarga tidak tahu penyakit yang diderita
oleh An.A (adik dari Ny.Sa) keluarga hanya tau namanya penyakit
plek, dan tidak tahu bagaimana tanda dan gejala penyakit tersebut,
penyebab penyakit tersebut, dan cara penularan penyakit tersebut.

b. Mengambil keputusan
Keluarga mengatakan pada saat ada anggota keluarga yang sakit,
seperti pada saat An.A menderita batuk pilek sekitar 2 bulan yang
lalu, Tn. S dan Ny. Sa langsung membawa An.A ke puskesmas. Selain

itu keluarga juga membawa An.A (adik dari Ny.Sa) untuk


melkakukan pengobatan TB ke dokter.

c.

Merawat anggota keluarga yang sakit


Keluarga sudah mampu merawat An.A (adik dari Ny.Sa) yang terkena
TB, An.A dilarang keluarga untuk memakan es dan makanan yang
dapat memperparah sakitnya, selain itu keluarga juga menjauhkan
An.Aj dari An.A karena masih balita.

d. Memelihara lingkungan rumah yang mendukung kesehatan


Rumah Tn. S terlihat kurang bersih dan kurang rapi. Tata letak
ruangnya tidak teratur, baik diruang tamu, kamar tidur, ruang makan,
dan dapur. Ventilasi dikamar kurang sehingga kamar terlihat gelap.
Sedangkan ventilasi diruang tamu cukup karena setiap hari jendela
selalu dibuka.

e.

Memanfaatkan fasilitas kesehatan


Keluarga sudah mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
mampu dijangkau secara ekonomi (puskesmas kecamatan) karena
jarak yang dekat dengan rumah.

F. Stres dan koping keluarga


1. Stressor jangka pendek
Ny. Sa mengatakan suka merasa khawatir pada anaknya yang masih balita
takut tertular plek. Dia mengatakan takut jika An.A berdekatan dengan
adiknya. Ny. Sa juga mengatakan pusing ingin memperbaiki dapur yang
dibelakang namun belum punya uang.

2. Stressor jangka panjang

Ny. Sa mengatakan merasa khawatir akan keadaan ekonominya dimasa


yang akan datang pada saat ayahnua sudah meninggal. Keberadaan ayah
Ny. Sa sangat membantu keadaan ekonomi keluarga Tn. S. Hal tersebut
dikarenakan penghasilan suami Ny.Sa tidak menentu kadang mencukupi
kebutuhan kadang tidak. Jadi hal tersebut menjadi kekhawatiran yang
serius apalagi melihat penghasilan Tn. S yang hanya Rp800.000,00/bulan.

3. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah


Keluarga mengatakan merasa khawatir akan semua masalah yang terjadi
padanya saat ini tetapi hal tersebut tidak sampai membuat keluarga stres
karena setiap permasalahan selalu didiskusikan dan dimusyawarahkan
bersama-sama. Keluarga selalu berusaha dan bertawakal atas segala
permasalahan yang dihadapinya. Keluarga juga mengatakan apabila
keuangan keluarga kurang tetangga selalu siap membantu dengan
meminjamkan uang.

4. Strategi koping yang digunakan


Keluarga mengatakan pada saat ada masalah, selalu saling berbagi
permasalahan. Misalnya pada saat Ny. Sa mempunyai masalah, Ny. Sa
pasti selalu berbagi cerita sama suaminya. Seperti pada saat Ny.Sa pusing
ingin memperbaiki dapur belakang namun keuangan belum mencukupi
suami member saran untuk menabung.

5. Strategi adaptasi disfungsional


Keluarga mengatakan tidak pernah melakukan hal negatif dalam
menyelesaikan permasalahnnya.

G. Harapan Keluarga
Keluarga berharap anggota keluarganya selalu diberikan kesehatan, baik sehat
fisik maupun sehat batin serta jangan sampai hal buruk sampai terjadi pada
keluarga Tn. S. Keluarga juga berharap pelayanan kesehatan dapat terus

gratis tidak dipungut biaya tambahan apapun dengan kartu jaminan


kesehatan.

H. Pemeriksaan Fisik
1. By. I
Bayi lahir dengan BB 3,5 kg, dan kondisinya sehat.
TB: 60 cm

BB: 6,0 kg

LK: 43 cm

N: 132 x/m

S: 36,6C

LD: 48 cm

LP:

45

LILA: 15 cm
RR: 30 x/m
a.

Reflek
() Moro () Babinski () Menggenggam

b.

Tonus/Aktivitas : aktif dan tenang

c.

Kekuatan Otot

() Menangis keras

() Menghisap

( ) Lemah ( ) Melengking ( ) Sulit Menangis

d. Kepala/Leher
Tumor (-), bentuk kepala: mesosefal, Rambut kepala: sedikit
1) Fontanel anterior
() Lunak

( ) Tegas ( ) Datar ( ) Menonjol ( ) Cekung

2) Sutura sagitalis
( ) Tepat

() Terpisah

( ) Menjauh

3) Gambaran wajah
() Simetris ( ) Asimetris
4) Molding
( - ) Caput succudaneum
e. Mata

( - ) Chepalohematome

cm

Edema palpebra (-), perdarahan konjungtiva (-),


konjungtiva merah muda, warna sklera normal (putih) dan tidak ada
tanda ikterik
() Bersih ( ) Sekresi
f. THT
1) Telinga

: letak daun telinga sedikit di bawah garis mata,

tidak ada tanda peradangan (discharge -)


2) Hidung

: Bilateral (), pernapasan cuping hidung (-), sekret

(-), batang hidung rata dan ukurannya sedang


3) Palatum
g. Mulut

: ( ) Normal ( ) Abnormal

: bibir sumbing (-), mukosa bibir lembab, refleks hisap kuat

h. Abdomen : kembung (-), ompalokel (-), BU (+) 8x/menit, pembesaran


hati limpa ginjal (-), supel
( ) Lunak
Liver

( ) Tegas

( ) Datar

: ( ) < 2 cm

i. Toraks

() Kembung,

( ) Lebih dari 2 cm

: bentuk dada normal (tong), retraksi dinding dada ()

1) () Simetris

( ) Asimetris

2) Retraksi

: ( ) Derajat 0

3) Klavikula

: ( ) Normal, tidak ada fraktur

( ) Derajat 1 ( ) Derajat 2
( ) Abnormal

j. Paru-paru
1) Suara napas

: sama kanan kiri, bersih (vesikuler)

2) Bunyi napas

: terdengar di semua lapang paru

3) Respirasi

: spontan 30 x/m

k. Jantung

: bunyi normal, sinus rytm, 132 x/m

l. Ekstremitas

: sianosis (-), refleks babinski (+), ekstremitas atas

bawah simetris, jumlah jari tangan kaki normal (@ 5


( ) Semua ekstremitas gerak ( ) ROM terbatas ( ) Tidak dapat dikaji
m. Umbilikus

: tali pusar puput sempurna (puput pada hari ke-8)

n. Genital

: normal

o. Anus

: peradangan (-), anus paten

p. Spina

: tulang belakang normal (lordosis -, kiposis -,

skolisosis -, meningokel -, spina bifida -)


q. Kulit

: turgor kulit baik (< 2 detik), pitting edema (-),

warna merah muda segar, kulit hangat saat diraba, kulit lembab,
limfenodi (-)

Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga yang Lain


Pemeriksaan

Tn. S

Ny. Sa

Tn.W

An.N

Tinggi badan
Berat badan
Tekanan darah
Integumen

Kepala dan leher

Turgor baik < 2 detik

Turgor baik < 2 detik

Turgor baik < 2 Turgor cukup < 2


detik

detik

Tidak ada pembesaran

Tidak ada pembesaran

Tidak ada

Tidak ada

kelenjar tiroid dan tidak

kelenjar tiroid dan tidak

pembesaran

pembesaran kelenjar

ada pembesaran kelenjar

ada pembesaran kelenjar

kelenjar tiroid dan

tiroid dan tidak ada

limfe

limfe

tidak ada

pembesaran kelenjar

pembesaran

limfe

kelenjar limfe
Mata

Tidak minus, tidak ada

Tidak minus, tidak ada

Tidak minus, tidak

Tidak minus, tidak

sekret, konjungtiva

sekret, konjungtiva

ada sekret,

ada sekret,

berwarna merah muda,

berwarna merah muda,

konjungtiva

konjungtiva berwarna

sklera putih jernih dn tidak sklera putih jernih dan

berwarna merah

merah muda, sklera

ikterik

muda, sklera putih

putih jernih dan tidak

tidak ikterik

Telinga

Bersih, simetris

Bersih, simetris

jernih

ikterik

Bersih, simetris

Kurang

Bersih,

simetris
Mulut dan gigi

Tidak
berwarna

sianosis,

bibir Tidak

cokelat,

tidak berwarna cokelat

terdapat gigi ompong

keluar

sianosis,

bibir Tidak

sianosis, Tidak sianosis, bibir

, tidak berwarna

cokelat, warna merah muda,

terdapat gigi ompong

tidak terdapat gigi tidak

sekret, Tidak keluar sekret,

terdapat

gigi

ompong

ompong

Tidak keluar sekret,

Tidak keluar sekret,

Hidung dan

Tidak

tenggorokan

tenggorokan tidak serak, tenggorokan tidak serak,

tenggorokan tidak

tenggorokan tidak

bilateral

bilateral

serak, bilateral

serak, bilateral

Dada simetris, vesikuler

Dada simetris,

Dada simetris,

vesikuler

vesikuler

Toraks dan paru- Dada simetris, vesikuler


paru
Payudara

Simetris

Simetris,

tidak

ada

benjolan,

putting

tidak

Simetris

Simetris

inverted.
Abdomen

Tidak ada distensi

Tidak ada distensi

Tidak ada distensi

Tidak ada distensi

abdomen, turgor baik,

abdomen, turgor baik,

abdomen, turgor

abdomen, turgor

supel, BU normal

supel, BU normal

baik, supel, BU

baik, supel, BU

normal

normal

Sistem reproduksi

Masih produktif

Masih menstruasi

Masih produktif

Belum menstruasi

Sistem

Baik, tak ada fraktur, tidak

Baik, tak ada fraktur, tidak

Baik, tak ada

Baik, tak ada fraktur,

musculoskeletal

ada keluhan

ada keluhan

fraktur, tidak ada

tidak ada keluhan

keluhan
Sistem neurologis

Normal

Normal

Normal

Normal

Diagnosa penyakit

I. Analisis Masalah
DATA

Defisiensi

DO:
-

PROBLEM

ETIOLOGI
Ketidakmampuan

Keluarga tampak tidak bisa menjawab Pengetahuan

keluarga Tn.S

saat ditanya mengenai pengertian tbc, Keluarga

dalam mengenal

tanda dan gejala, cara penularan dan Tn.S

masalah

cara perawatan TBC.


-

Latar belakang pendidikan Tn.S dan


Ny.Sa SD

Sebelumnya terdapat anggota keluarga


yang mengalami TBC

DS:
- Keluarga mengatakan An.A mengalami
penyakit plek
- Keluarga mengatakan tidak tau TBC
dan tidak tahu penyebab TBC
- Keluarga mengatakan An.A untuk gelas
air minum sudah dipisahkan akan tetapi
untuk sendok, garfu dan piring masih
bersama

Diagnosa: Defisiensi Pengetahuan Keluarga Tn.S berhubungan dengan


Ketidakmampuan Keluarga Tn.S dalam Mengenal Masalah.

DATA

Bersihan

DO:
-

PROBLEM

ETIOLOGI
Ketidakmampuan

Auskultasi = terdengan krekels di Jalan Nafas

keluarga Tn.S

kedua lapang paru

dalam Merawat

Perkusi = sonor

Tidak Efektif

Anggota

An.A tampak terlihat batuk

Keluarga yang

RR = x/menit

Sakit.

An.A tampak berkeringat dingin

DS:
- An.A mengatakan mengeluh sesak
nafas.
- Ny.Sa mengatakan An.A sedang dalam
pengobatan
- Ny.Sa mengatakan sebelumnya kakak
dari An.A mengalami penyakit yang
sama

Diagnosa: Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif berhubungan dengan


Ketidakmampuan Keluarga Tn.S dalam Merawat Anggota Keluarga yang
Sakit.

J. Skoring Diagnosa
Diagnosa: Defisiensi Pengetahuan Keluarga Tn.S berhubungan dengan
Ketidakmampuan Keluarga Tn.S dalam Mengenal Masalah.
Kriteria

Skor

Pembenaran

Sifat Masalah: aktual

3/3 x 1 = 1

Kelurga tidak mengetahui apa itu penyakit


TBC, keluarga mengetahui An.A terkena
penyakit plek. Selain itu keluarga tidak tahu
penyebab penyakit TBC, cara penularan
penyakit TBC.

Kemungkinan

2/2 x 2= 2

- Adanya mahasiswa keperawatan yang mau

masalah dapat diubah:

memberikan pendidikan kesehatan tentang

mudah

TBC.
- Ny. Sa tampak kooperatif, terbuka kepada

mahasiswa

atas

masalahnya,

dan

mempunyai keinginan untuk mengatasi


masalahnya.

Potensial masalah
untuk dicegah: cukup

Menonjolnya

2/3 x 1 =
2/3

x1=

Latar belakang pendidikan Ny. Sa dan Tn. S


hanya SD.

Keluarga mengetahui adanya masalah, merasa

masalah: ada masalah,

cemas akan masalah tersebut, dan ingin

tidak harus segera

segera mengatasinya

ditangani
Jumlah

4 1/6

Diagnosa: Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga Tn.S dalam Merawat Anggota Keluarga yang
Sakit.
Kriteria

Skor

Pembenaran

Sifat Masalah: aktual

3/3 x 1 = 1

An.A tampak terlihat batuk dan mengeluh


sesak nafas, selain itu hasil pemeriksaan fisik
auskultasi paru teredengar krekels di kedua
lapang paru.

Kemungkinan
masalah dapat diubah:

2/2 x 2= 2

- An.A terdiagnosa penyakit TBC


- Adanya mahasiswa keperawatan yang mau
memberikan pendidikan kesehatan tentang
rutin minum obat TBC.
- Keluarga

tampak

kooperatif,

terbuka

kepada mahasiswa atas masalahnya, dan


mempunyai keinginan untuk mengatasi
masalahnya.

- Pengobatan pada An.A sudah bulan

Potensial masalah

2/3 x 1 =

untuk dicegah: cukup

Menonjolnya

2/3

x1=

Latar belakang pendidikan Ny. Sa dan Tn. S


hanya SD.

Keluarga mengetahui adanya masalah, merasa

masalah: ada masalah,

cemas akan masalah tersebut, dan ingin

tidak harus segera

segera mengatasinya

ditangani
Jumlah

3 1/6

Berdasakan skoring yang telah dilakukan maka didapatkan prioritas diagnosa


sebagai berikut:
1. Ketidakefektifan pemberian ASI pada By. I keluarga Tn. Su berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga Tn. Su dalam merawat anggota
keluarga yang sakit.
2. Defisiensi pengetahuan tentang ASI eksklusif pada keluarga Tn. Su
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. Su dalam mengambil
keputusan.
3. Hambatan pemeliharaan rumah keluarga Tn. Su berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga Tn. Su dalam memodifikasi lingkungan.
4. Hambatan

religiositas

keluarga

Tn.

Su

berhubungan

ketidakmampuan keluarga Tn. Su dalam mengambil keputusan.

dengan

K. Intervensi Keperawatan

No

1.

Diagnosa
Keperawatan

Tujuan
Jangka

Jangka Pendek

Kriteria Evaluasi
Kriteria

Standar

Rencana Intervensi

Panjang

Ketidakefektifan

Setelah

Setelah dilakukan

pemberian ASI

dilakukan

tindakan

pada By. I

tindakan

keperawatan

keluarga Tn. Su

keperawata

selama 1 x 30 menit

berhubungan

n selama 5

dalam periode 5

dengan

hari,

kali kunjungan,

ketidakmampuan

keluarga

keluarga mampu:

keluarga Tn. Su

mampu

1. Mengenal

Respon

Keluarga mampu mengetahui

dalam merawat

meningkatk

masalah

verbal

tentang masalah-masalah

anggota keluarga

an

yang sakit.

keefektifan

keluarga tentang

pemberian

masalah keluarga

ASI pada

tersebut

By. I.

menyusui.

1. Kaji masalah keluarga


yang timbul
2. Diskusikan bersama

3. Lakukan penyuluhan

kesehatan mengenai
masalah-masalah
menyusui.
4. Minta keluarga untuk
mengulang apa yang
perawat berikan
5. Beri reinforcement
positif atas jawaban
yang diberikan keluarga
6. Berikan penjelasan
ulang bila ada
penjelasan yang belum
dimengerti

2. Mengambil

Respon

Keluarga mampu menjelaskan

1. Diskusikan dengan

keputusan

verbal

cara penanganan masalah-

keluarga cara

masalah menyusui tersebut

menangani masalah

misalnya dengan melakukan

menyusui dengan

teknik menyusui yang benar

meningkatkan teknik

dan melakukan perawatan

menyusui yang benar

payudara (breast care).

dan dengan melakukan


perawatan payudara
(breast care).
2. Berikan cerita
pengalaman orang lain
yang mempunyai
masalah menyusui
hampir sama dengan
Ny. Sa dan berhasil
diatasi dengan
meningkatkan teknik
menyusui yang benar
serta melakukan
perawatan payudara
3. Berikan reinforcement
positif atas jawaban
keluarga

Respon

Keluarga mampu mengambil

1. Ajak keluarga agar mau

afektif

keputusan agar mau

melakukan usaha untuk

meningkatkan teknik

meningkatkan teknik

menyusuinya dengan benar dan

menyusuinya dan

mau melakukan perawatan

melakukan perawatan

payudara.

payudara
2. Dampingi keluarga
dalam mengambil
keputusan
3. Beri motivasi keluarga
untuk melakukan
teknik menyusui
dengan benar dan
melakukan perawatan
payudara.

3. Merawat anggota

Respon

Keluarga dapat menjalankan

keluarga yang

psikomo

keputusan yang diambil

sakit

tor

1. Motivasi keluarga
untuk senantiasa
membantu Ny. Sa

dalam meningkatkan
teknik menyusui yang
benar dan dalam
melakukan perawatan
payudara.
2. Ajarkan keluarga
teknik menyusui yang
benar dan teknik
perawatan payudara.
3. Berikan reinforcement
positif pada keluarga
dan Ny. Sa

4. Memodifikasi

Respon

Keluarga mampu melakukan

lingkungan

psikomo

teknik menyusui yang benar

mempraktikkan cara

tor

dan melakukan perawatan

menyusui yang benar

payudara untuk mencegah

dan melakukan

merengkelnya payudara pada

perawatan payudara.

saat menyusui serta untuk

1. Minta keluarga untuk

2. Berikan reinforcement

melancarkan aliran darah

positif pada keluarga

dipayudara.

Respon

Keluarga mampu menunjuk

1. Motivasi keluarga

psikomo

seseorang untuk membantu

untuk mengingatkan

tor

mengingatkan teknik menyusui

Ny. Sa agar menyusui

yang benar dan membantu

dengan teknik

melakukan perawatan payudara.

menyusui yang benar


supaya By. I tidak
rewel lagi.
2. Motivasi keluarga
untuk selalu membantu
Ny. Sa melakukan
perawatan payudara
3. Berikan reinforcement
positi

5. Memanfaatkan

Respon

Keluarga Tn. Su memeriksakan

1. Minta Ny. Sa dan

pelayanan

psikomo

keadaan Ny. Sa dan By. I jika

keluarga lain untuk

kesehatan

tor

muncul masalah-masalah yang

menandai jadwal

mempengaruhi status kesehatan

posyandu balita setiap

Ibu dan anak ke pelayanan

bulannya.

kesehatan terdekat.

2. Minta keluarga
memberi tanggung

Keluarga Tn. Su rutin

jawab pada satu

mengikuti posyandu balita

anggota keluarga yang

untuk mengetahui pertumbuhan

dapat menjadi

dan perkembangan By. I

pengingat waktu untuk


mengikuti posyandu
balita setiap bulannya.
3. Berikan reinforcement
positif

Defisiensi

Setelah

Setelah dilakukan

pengetahuan

dilakukan

tindakan

tentang ASI

tindakan

keperawatan

eksklusif pada

keperawata

selama 1 x 30 menit

keluarga Tn. Su

n selama 5

dalam periode 5

berhubungan

hari,

kali kunjungan,

dengan

keluarga

ketidakmampuan

Tn. Su tidak 1. Mengenal

Respon

Keluarga mampu mengetahui

keluarga Tn. Su

mengalami

verbal

tentang konsep dasar ASI

mengambil

defisiensi

eksklusif (pengertian, manfaat,

2. Diskusikan bersama

keputusan.

pengetahua

dan efek tidak memberikan ASI

keluarga tentang

n tentang

eksklusif).

masalah keluarga

ASI
eksklusif

keluarga mampu:

masalah

1. Kaji masalah keluarga


yang timbul

tersebut
3. Lakukan penyuluhan
kesehatan mengenai ASI
eksklusif.
4. Minta keluarga untuk
mengulang apa yang
perawat berikan
5. Beri reinforcement
positif atas jawaban
yang diberikan keluarga
6. Berikan penjelasan
ulang bila ada
penjelasan yang belum

dimengerti

2. Mengambil
keputusan

Respon

Keluarga mampu mengambil

1. Diskusikan dengan

verbal

keputusan untuk memberikan

keluarga efek tidak

ASI eksklusif pada bayinya

memberikan ASI

sampai usia 6 bulan.

eksklusif
2. Berikan cerita
pengalaman orang lain
yang telah berhasil
memberikan ASI
eksklusif dan
manfaatnya.
3. Berikan reinforcement
positif atas jawaban
keluarga

Respon

Keluarga dapat menjalankan

afektif

keputusan yang diambil

1. Ajak keluarga agar mau


memberikan ASI
eksklusif

2. Dampingi keluarga
dalam mengambil
keputusan
3. Beri motivasi keluarga
untuk memberikan ASI
eksklusif.
3

Hambatan

Setelah

Setelah dilakukan

pemeliharaan

dilakukan

tindakan

rumah keluarga tindakan

keperawatan

Tn.

selama 1 x 50 menit

Su keperawata

berhubungan

n selama 5

dalam periode 1

dengan

hari,

kali kunjungan,

ketidakmampuan

diharapkan

keluarga mampu:

keluarga Tn. Su keluarga

1. Memodifikasi

Respon

Keluarga mampu menyebutkan

1. Kaji pengetahuan

verbal

cara memodifikasi lingkungan.

keluarga cara

dalam

mampu

lingkungan untuk

memodifikasi

meningkatk

meningkatkan

memodifikasi

lingkungan.

an

pemeliharaan

lingkungan untuk

pemellihara

rumah.

meninngkatkan status

an rumah

kesehatan

2. Beri penjelasan dan


ajarkan kepada
keluarga tentang cara
memodifikasi
lingkungan
3. Motivasi keluarga
untuk melaksanakan
cara memodifikasi
lingkungan yang
diajarkan
4. Berikan reinforcement
positif

Hambatan

Setelah

Setelah dilakukan

religiositas

dilakukan

tindakan

keluarga Tn. Su

tindakan

keperawatan

berhubungan

keperawata

selama 1 x 50 menit

dengan

n selama 5

dalam periode 1

ketidakmampuan

hari,

kali kunjungan,

keluarga Tn. Su

diharapkan

keluarga mampu:

Respon

Keluarga Tn. Su mampu

mengambil

keluarga

1. Mengenal

verbal

mengetahui kegiatan-kegiatan

keputusan

mampu

masalah.

religi seorang muslim yang

1. Kaji masalah keluarga


yang timbul
2. Diskusikan bersama

meningkatk

merupakan kewajiban seorang

keluarga tentang

an kegiatan

muslim.

masalah keluarga

religi-nya
untuk

tersebut
3. Lakukan penyuluhan

menjalanka

tentang kewajiban

n kewajiban

seorang muslim

sebagai

4. Minta keluarga untuk

seorang

mengulang apa yang

muslim

perawat berikan
5. Beri reinforcement
positif atas jawaban
yang diberikan keluarga
6. Berikan penjelasan
ulang bila ada
penjelasan yang belum
dimengerti

Respon

Keluarga Tn. Su mampu

1. Diskusikan dengan

verbal

mengambil keputusan untuk

keluarga efek tidak

menjalankan kewajibannya

menjalankan kewajiban

sebagai seorang muslim.

seorang muslim
2. Berikan reinforcement
positif atas jawaban
keluarga

2. Mengambil
keputusan.

Respon

Keluarga Tn. Su mau

1. Ajak keluarga Tn. Su

afektif

menjalankan keputusan yang

agar mau meningkatkan

sudah diambil

kegiatan ibadahnya.
2. Dampingi keluarga
dalam mengambil
keputusan.
3. Beri motivasi keluarga
untuk meningkatkan
kegiatan ibadahnya.

L. Implementasi Keperawatan
Hari/Tgl/Waktu

No. Dx

Selasa, 28 Mei

Implementasi
1.

Memberikan

Evaluasi

pendidikan

kesehatan Subjective:

mengenai ASI eksklusif: definisi, manfaat Ny. Sa mengatakan, sudah mengerti tentang asi eksklusif

2013

bagi ibu dan anak, dan cara menyimpan Ny. Sa mengatakan, ASI Eksklusif adalah memberikan
ASI.
2.

Mendiskusikan

ASI saja dari bayi lahir sampai usia 6 bulan, tanpa susu
hal-hal

yang

tidak

dan sebagainya.

dimengerti oleh keluarga Tn. Su.


3.

4.

5.

Memberikan

reinforcement

positif Ny. Sa menngatakan, manfaat ASI eksklusif buat bayi

terhadap pertanyaan yang diberikan

yaitu bayi menjadi sehat dan jarang sakit serta kalau

Menjawab pertanyaan yang diberikan

sudah dewasa otaknya menjadi lebih pintar sedangkan

oleh keluarga Tn. Su.

manfaat buat ibu yaitu bisa berfungsi sebagai KB dan

Memberikan pertanyaan sebagai bahan

mencegah terjadinya penyakit kanker.

evaluasi kepada keluarga.


6.

7.

formula atau makanan seperti bubur tim, pisang, madu

Ny. Sa mengatakan susah memberikan ASI eksklusif

Memberikan reinforcement positif atas

terhadap An. I soalnya Ny. W selalu memberikan makan

jawaban yang diberikan oleh keluarga Tn.

terhadap An. I selain ASI tetapi Ny. Sa kadang suka

Su.

membuang nasi tim yang disediakan buat An. I jika Ny.

Memberikan informasi tambahan tentang

W sedang pergi atau hanya memberikan sediki saja,

8.

kerugian menggunakan susu formula dan

walaupun begitu Ny. Sa akan memberikan pengertian

akibat tidak memberikan ASI eksklusif.

kepada Ny. W tentang pemberian ASI eksklusif

Menceritakan

pengalaman

seseorang Ny. Sa mengatakan, akan berusaha memberikan ASI


eksklusif terhadap An. I.

yang berhasil memberikan ASI eksklusif


dan menceritakan pengalaman seseorang

yang tidak memberikan ASI eksklusif Objective:


serta efek bagi bayi dan ibunya.
9.

Mengajak keluarga untuk memberikan


ASI eksklusif terhadap An. I

yang diberikan oleh mahasiswa keperawatan.

10. Memberikan kesempatan kepada keluarga

Sa

bisa

menjawab

pertanyaan

walaupun

jawabannya kurang lengkap.

tentang pemberian ASI eksklusif


11. Memberikan reinforcement positif pada

Setiap ditanya oleh mahasiswa tentang ASI eksklusif,


Ny.

untuk membuat keputusan tindakan yang


akan di lakukan pada An.I terutama

Ny. Sa tampak memperhatikan pendidikan kesehatan

Ada pertanyaan yang diajukan oleh Ny. Sa tentang


bagaimana memberikan pengertian terhadap Ny. W.

Setelah mendapatkan penkes, Ny. Sa memutuskan

keluarga Tn. Su atas keputusan yang

untuk berusaha mau memberikan ASI eksklusif

sudah diambil.

terhadap An. I walaupun sebelumnya harus diawali

12. Memotivasi keluarga Tn. Su agar selalu

dengan memberikan pengertian terhadap Ny. W yang

memberikan ASI eksklusif terhadap An. I

selalu menentang tentang pemberian ASI eksklusif

walaupun Ny. W selalu menentang dan

terhadap An. I.

menganjurkan keluarga Tn. Su untuk


menginformasikan

secara

pelan-pelan Assesment:

kepada

tentang

pentingnya Tujuan sudah tercapai, keluarga mampu mengenal konsep

Ny.

pemberian ASI eksklusif.

dasar ASI eksklusif dan membuat keputusan untuk


berusaha memberikan ASI secara eksklusif.

Planning:
Kontrak waktu kunjungan kedua untuk memberikan
pendidikan kesehatan tentang teknik menyusui yang tepat
dan benar.

Rabu,
2013

29

Mei

1.

Memberikan

pendidikan

kesehatan Subjective:

mengenai teknik menyusui yang tepat dan Ny. Sa mengatakan, sudah mengerti masalah-masalah
benar: masalah-masalah dalam menyusui,

dalam menyusui dan tentang teknik menyusui yang tepat

pengertian teknik menyusui yang benar,

dan benar.

posisi menyusui (posisi badan ibu, posisi Ny. Sa mengatakan, masalah-masalah dalam menyusui
badan ibu dan bayi, posisi mulut bayi dan

diantaranya yaitu putting susu lecet, payudara merengkel,

payudara ibu), cara menyusui yang benar,

payudara bengkak, dan putting susu tenggelam.

cara menyangga payudara yang benar, Ny. Sa menngatakan, teknik menyusui yang tepat dan
cara mengeluarkan putting ibu dengan

benar yaitu menyusui dengan cara yang benar baik

kelingking, serta cara menyendawakan

seperti dalam memposisikan bayi selama menyusui.

bayi setelah menyusui dan sebelum tidur.


2.

Mendiskusikan

hal-hal

yang

Memberikan

reinforcement

Ny. Sa mengatakan, akan menyusui An. I dengan cara

5.

6.

yang tepat dan benar.

positif

terhadap pertanyaan yang diberikan.


4.

dengan cara duduk, terlentang/tiduran, dan berdiri

tidak

dimengerti oleh keluarga Tn. Su.


3.

Ny. Sa mengatakan cara menyusui dapat dilakukan

Ny. W mengatakan, akan mengingatkan Ny. Sa untuk

Memberikan pertanyaan sebagai bahan

menyusui

dengan

cara

yang

benar

dan

evaluasi kepada keluarga.

mengingatkan pada saat jadwal posyandu balita.

akan

Memberikan reinforcement positif atas Ny. Sa mengatakan pada saat seminggu yang lalu An. I
jawaban yang diberikan oleh keluarga Tn.

sakit batuk pilek, Ny. Sa dan Tn. Su langsung membawa

Su.

ke Bidan desa.

Menceritakan

pengalaman

seseorang

yang melakukan teknik menyusui yang Objective:


benar dan manfaat bagi ibu serta bayinya.
7.

Mengajak keluarga untuk melakukan


teknik menyusui yang benar pada saat
menyusui.

Ny. Sa tampak memperhatikan pendidikan kesehatan


yang diberikan oleh mahasiswa keperawatan.

Setiap ditanya oleh mahasiswa tentang ASI eksklusif,


Ny.

Sa

bisa

menjawab

pertanyaan

walaupun

8.

Memberikan kesempatan kepada keluarga


untuk membuat keputusan tindakan yang

jawabannya kurang lengkap.

akan di lakukan pada An.I.


9.

Tidak ada pertanyaan yang diajukan oleh Ny. Sa


tentang teknik menyusui yang benar.

Memberikan reinforcement positif pada

Setelah mendapatkan penkes, Ny. Sa memutuskan

keluarga Tn. Su atas keputusan yang

untuk menyusui An. I dengan teknik dan cara yang

sudah diambil.

benar/tepat.

10. Memotivasi keluarga Tn. Su untuk selalu

melakukan teknik menyusui yang tepat

teknik menyusui An. I dengan cara yang benar.

dan benar.
11. Menganjurkan dan mengajarkan keluarga
Tn.

Su

terutama

Ny.

Sa

untuk

Tampak Ny. Sa bisa mempraktikan secara langsung

Tampak keluarga lain (Ny. W) juga bisa mempraktikan


secara langsung teknik menyusui yang benar.

Pada saat melihat KMS An. I, tampak setiap bulan An. I

mempraktikan langsung teknik menyusui

selalu mengikuti Posyandu Balita. Sudah 2 kali An. I

yang benar.

mengikuti Posyandu Balita sejak lahir.

12. Memberikan reinforcement positif setelah


Ny. Sa mempraktikan langsung apa yang Assesment:
sudah dianjurkan dan diajarkan tentang Tujuan sudah tercapai, keluarga mampu mengenal konsep
teknik menyusui yang benar.

dasar masalah-masalah

dalam menyusui

dan teknik

13. Menganjurkan keluarga lain (Ny. W) menyusui yang benar, mampu membuat keputusan untuk
untuk mempraktikan juga cara menyusui menyusui dengan teknik yang benar, mampu merawat

yang benar.

anggota keluarga dengan mempraktikan langsung cara

14. Memberikan reinforcement positif setelah menyusui yang benar kepada An. I, mampu memodifikasi
keluarga lain (Ny. W) mempraktikan lingkungan dengan menganjurkan anggota keluarga yang
langsung cara menyusui yang benar.
15. Menganjurkan
mengingatkan

keluarga
Ny.

Sa

lain (Ny. W) untuk mempraktikan langsung cara menyusui

untuk

selalu yang benar dan mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan

agar

selalu seperti mengikuti Posyandu Balita dan memerikasakan

mempraktikan cara menyusui yang benar.

anaknya ke bidan pada saat sakit.

16. Menganjurkan keluarga Tn. Su terutama


Ny. Sa untuk mengikuti Posyandu Balita Planning:
setiap bulan.

Kontrak waktu kunjungan ketiga untuk memberikan

17. Menganjurkan
mengingatkan

keluarga
Ny.

Sa

agar

untuk pendidikan kesehatan tentang Perawatan Payudara.


selalu

mengikuti Posyandu Balita setiap bulan


agar Ny. Sa tidak lupa.
18. Menganjurkan keluarga Tn. Su terutama
Ny. Sa untuk segera memeriksakan ke
pelayanan kesehatan (bidan desa) pada
saat An. I mengalami sakit.

Rabu,
2013

29

Mei

1. Memberikan pendidikan kesehatan tentang Subjective:


perawatan

payudara

(breast

care):

Ny. Sa mengatakan, sudah mengerti tentang perawatan


payudara.

pengertian, manfaat, dan cara melakukan

Ny. Sa mengatakan, perawatan payudara merupakan

perawatan payudara (breast care).


2. Mengajarkan cara melakukan perawatan

cara merawat payudara dengan cara yang benar dimana

payudara (breast care).

manfaatnya

3. Menganjurkan keluarga Tn. Su (Ny. Sa)


untuk

mempraktikan

cara

yaitu

diapyudara,

melakukan

meningkatkan
mencegah

aliran

darah

payudara

merengkel/membengkak, dan meningkatkan kebersihan


payudara.

perawatan payudara (breast care)..


4. Memberikan reinforcement positif setelah

Ny. Sa mengatakan, akan melakukan perawatan


payudara setiap hari.

mempraktikan langsung cara melakukan

Keluarga mengatakan akan mengingatkan Ny. Sa unttuk

perawatan payudara (breast care).


5. Mengajak keluarga Tn. Su terutama Ny. Sa

selalu melakukan perawatan payudara.

untuk mempraktikan langsung dalam dunia

Ny. Sa mengatakan, pada saat kemarin payudaranya

nyata cara melakukan perawatan payudara.

merengkel, kakak ipar Ny. Sa sempat mendatangi dan


menanyakan kepada bidan desa.

6. Memotivasi keluarga Tn. Su agar selalu


melakukan perawatan payudara.
7. Menganjurkan

keluarga

untuk Objective:

mengingatkan Ny. Sa untuk mempraktikan

Ny. Sa tampak memperhatikan pendidikan kesehatan

perawatan payudara untuk mencegah halhal yang tidak dinginkan seperti payudara

yang diberikan oleh mahasiswa keperawatan.

merengkel/bengkak.

payudara, Ny. Sa mampu menjawab setiap pertanyaan

8. Menganjurkan keluarga untuk membawa


Ny. Sa ke pelayanan kesehatan jika ada

Setiap ditanya oleh mahasiswa tentang perawatan

mahasiswa.

masalah dengan payudaranya.

Tidak ada pertanyaan yang diajukan oleh Ny. Sa


tentang perawatan payudara.

Setelah mendapatkan penkes, Ny. Sa memutuskan


untuk melakukan payudara setiap hari.

Tampak Ny. Sa bisa mempraktikan cara melakukan


perawatan payudara.

Assasment:
Tujuan sudah tercapai. Keluarga mampu menjelaskan
tentang perawatan payudara, mampu mengambil keputusan
untuk

melakukan

mempraktikan

cara

payudara

setiap

melakukan

hari,

mampu

payudara,

mampu

memodifikasi lingkungan yaitu dengan mengingatkan setiap


hari

tentang

perawatan

payudara,

serta

mampu

menggunakan fasilitas kesehatan pada saat ada masalah

dengan payudaranya.

Planning:
Kontrak waktu kunjungan ketiga untuk memberikan
pendidikan kesehatan tentang cara pemeliharaan rumah.

Kamis, 30 mei
2013

1. Menggali pengetahuan keluarga terkait Subjective:


pemeliharaan dan perawatan rumah serta
gangguan yang mungkin terjadi.

rumahnya, apalagi saat ini dia sudah mempunyai bayi

2. Memberi reinforcement positif terhadap

cara

dia tidak mempunyai wewenang untuk mengubahnya

tentang

selain itu, kalaupun mbahnya memberikan izin untuk

pemeliharaan dan perawatan rumah beserta

mengubahnya, saat ini Ny. Sa dan keluarga tidak

gangguan yang mungkin terjadi dengan

mempunyai dana untuk mengubahnya.

penanganan

bahasa

yang

konsep

dan bayinya sering rewel.


Ny. Sa mengatakan rumah ini rumah mbahnya jadi

pengetahuan keluarga.
3. Menjelaskan

Ny. Sa mengatakan tidak ada waktu buat membereskan

yang

dasar

dan

benar

sederhana

dan

mudah

dimengerti.

Ny. Sa mengatakan hanya akan berusaha untuk


membereskan tata letak barang-barangnya saja.

4. Memperhatikan respon nonverbal keluarga.


5. Memberikan kesempatan pada keluarga Objective:

untuk

mengungkapkan

perasaannya

tentang masalah gangguan pemeliharaan


rumah yang terjadi dikeluarga tersebut.
6. Memberi motivasi kepada keluarga untuk
mengambil

keputusan yang tepat dalam

menangani

masalah

gangguan

pemeliharaan rumah dan menganjurkan


keluarga untuk memodifikasi lingkungan

Ny. Sa tampak memperhatikan apa yang disampaikan


oleh mahasiswa.
Ny. Sa tidak memberikan pertanyaan kepada mahasiswa
terkait pemeliharaan rumah.
Ny. Sa tampak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh
mahasiswa walaupun jawabannya kurang lengkap.
Ny. Sa tampak kooperatif pada saat diberikan
penyuluhan tentang cara pemeliharaan rumah.

serta meningkatkan perawatan rumah yang


sudah baik.

Assasment:

7. Memberikan reinforcement positif atas Tujuan belum tercapai sehingga masalah belum teratasi.
keputusan

keluarga

untuk

menangani

masalah gangguan pemeliharaan rumah Planning:


yang terjadi dan keinginannnya untuk Motivasi keluarga agar mau memelihara rumah dan
memodifikasi
meningkatkan
sudah baik.

lingkungan
perawatan

rumah

serta praktikan cara pemeliharaan rumah agar menjadi contoh


yang bagi

keluarga

memelihara

sehingga
rumah.

keluarga

Kontrak

termotivasi
selanjutnya

mendiskusikan tentang masalah religiositas.

untuk
untuk

Kamis, 30 mei
2013

1. Menanyakan dan mendiskusikan tentang Subjective:


masalah religiositas (alasan keluarga jarang

Keluarga

Tn.

Su

mengatakan,

alasan

jarang

menjalankan kewajiban seorang muslim

menjalankan solat dan pengajian yaitu dikarenakan

[solat dan mengikuti pengajian]).

kesibukan masing-masing anggota keluarga. Tn. Su

2. Menanyakan

tentang

hambatan

sibuk bekerja, dan Ny. Sa sibuk menjadi ibu rumah

menjalankan kewajiban sebagai seorang

tangga apalagi sekarang Ny. Sa sudah mempunyai

muslin (solat dan mengikuti pengajian).

bayi.

3. Menggali pengetahuan keluarga tentang

Keluarga Tn. Su mengatakan, hambatannya hanya

cara melakukan solat dan doa-doa solat.

masalah kesibukan saja tetapi selain itu keluarga juga

4. Menganjurkan keluarga untuk lebih rajin

mengatakan, orang tua Ny. Sa kurang memotivasi

menjalankan
manfaat

solat

solat

dan

serta

menjelaskan

hukumnya

tidak

menjalankan solat.

keputusan yang lebih baik dalam hal


menjalankan kewajiban seorang muslin
yaitu untuk lebih rajin menjalankan solat
sesuai dengan syariat islam
keluarga

tersebut dikarenakan, Ny. W saja tidak pernah


beribadah sejak muda sehingga dampak ke anak dan ke

5. Mendampingi keluarga untuk memutuskan

6. Memotivasi

dalam hal menjalankan masalah keagamaan. Hal

cucu nya seperti sekarang ini.


Ny. Sa mengatakan, hapal dengan doa-doa solat karena
waktu kecil pernah mengikuti sekolah keagamaan.
Ny. Sa mengatakan, akan mulai menjalankan solat
kembali tetapi kalau masalah pengajian untuk saat ini

untuk

selalu

tidak akan mengikuti dulu soalnya An. I suka rewel

menjalankan solat minimal solat 5 waktu.

kalau ikut perkumpulan-perkumpulan, mungkin nanti


setelah An. I mulai besar.

Objective:
Keluarga Tn. Su tampak memperhatikan apa yang
diinformasikan oleh mahasiswa keperawatan tentang
kewajiban menjalankan solat.
Keluarga tampak menjawab apa yang ditanyakan oleh
mahasiswa, walaupun jawabannya kurang lengkap dan
kurang lancar.
Berkali-kali keluarga tampak mengangguk-anggukan
kepala

pada

saat

disarankan

untul

lebih

rajin

menjalankan solat.

Assasment:
Tujuan sudah tercapai. Keluarga sudah mengetahui tentang
manfaat solat dan hukumnya tidak menjalankan solat.
Keluarga juga sudah mengetahui tentang cara menjalankan
solat dan doa-doa solat. Keluarga sudah memutuskan untuk

lebih rajin menjalankan solat terutama solat 5 waktu tetapi


belum bisa mengikuti pengajian soalnya anaknya suka
rewel.

Planning:
Motivasi keluarga untuk selalu menjalankan solat minimal
solat 5 waktu dan pantau keluarga pada saat waktu solat
tiba. Motivasi keluarga untuk mengikuti pengajian minimal
disekitar rumah.