Anda di halaman 1dari 3

BUDIDAYA LELE ORGANIK PADAT

TEBAR PADA KOLAM TERPAL


Ikan lele organik mempunyai banyak keunggulannya dari pada lele non
organik, diantaranya yaitu penghematan pakan, rasa, dan manfaat bagi kesehatan. Mahalnya
pakan lele pabrikan yang saat ini mencapai Rp 8.000 per Kg membuat petani lele tidak
mendapatkan keuntungan bahkan banyak petani yang menderita kerugian alias gulung tikar
atau bangkrut.
Budidaya lele organik padat tebar ini yaitu menggunakan pakan - pakan alami seperti
plankton, renik - renik, cacing, kotoran hewan, dan maggot atau belatung. Tebar benih lele
umumnya 200 - 250 ekor per m3, dengan sistem padat tebar ini benih bisa mencapai 500 ekor
- 1000 ekor per m3.
Kolam untuk budidaya lele banyak jenisnya yaitu kolam tanah, kolam semen, dan
kolam terpal. keunggulan kolam terpal yaitu kita tidak perlu membutuhkan lahan yang luas
dan biaya yang mahal untuk pembuatan kolam serta kita lebih mudah untuk mengontrol
keadaan kolam.
CARA BUDIDAYA LELE ORGANIK PADAT TEBAR
1. Pembuatan Kolam Terpal
Pembuatan kolam terpal disesuaikan luas lahan yang anda miliki, misal kita akan buat
kolam ukuran 4 m x 3 m x 1,2 m membutuhkan terpal (tebal) ukuran 6 m x 8 m (harga
kisaran Rp 215.000). kolam ukuran ini dapat menampung lele 10.000 ekor (833,33 ekor
dibulatkan 834 ekor per m3).
2. Pembuatan Pakan Alami Lele (Plankton)
Phytoplankton merupakan produsen tingkat pertama dalam rantai makanan perairan. Jika
Phytoplankton berkembang baik, maka Zooplankton juga mempunyai sumber makanan
sehingga dapat tumbuh dan berkembang. Pembuatan plankton - plankton sebagai makanan
alami lele ini sebagai berikut : Kotoran Sapi (Yang Sudah Jadi Kompos) sebnyak 300 Kg,
Ampas Tahu sebanyak 20 Kg, Sayur - sayuran 10 Kg, Suplemen Ikan sebanyak 500 ml,
dan Tetes Tebu Sebanyak 10 Liter serta air secukupnya untuk melarutkan. Caranya yaitu
Semua bahan (kotoran sapi, ampas tahu dan sayur - sayuran) dicampurkan sampai merata,
lalu larutkan tetes tebu pada air sampai agak encer dan masukkan Suplemen ikan ke
larutan tetes tebu. siramkan larutan tersebut ke media yang dicampur tadi hingga merata
dan jangan sampai becek cukup sampai basah saja atau dalam keadaan kapasitas lapang.
setah itu media ditutup bisa menggunakan plastik atau terpal jangan sampai ada udara
masuk untuk proses fermentasi selama 24 jam. Setelah 24 jam tutup di buka dan diangin anginkan sebentar lalu media di taruh di dalam karung (30 kg/karung) sebanyak 10 karung
/ 10.000 ekor lele. setelah itu karung dimasukkan pada kolam dan diberi air setinggi 30 cm
- 40 cm dan tambahkan air sesuai dengan perkembangannya sampai ukuran 80 cm - 100
cm, serta diberi pelepah pisang dan diamkan selama 15 hari maka plankton - plankton
akan tumbuh sebagai pakan alami dan bibit siap untuk ditebar, sebelum bibit ditebar
sebaiknya kolam disiram dengan suplemen dengan dosis 1 cc - 2 cc per m3. Pakan alami
ini untuk kebutuhan selama 29 hari setelah tebar benih. Setelah 29 hari ganti karung
dengan yang baru (pembuatan seperti diatas).
3. Pakan Lele Organik (Kotoran Hewan)
Pakan lele organik ada dua macam yaitu dalam bentuk cair dan berbentuk padat, kita akan
ulas kedua macam makanan lele ini.

a) Makanan Lele Organik (Cair) : Siapkan kotoran ternak (sapi + ayam ) yang masih
baru sebanyak 300 kg kotoran sapi dan 200 kg kotoran ayam, bakteri pengurai
sebanyak 1 liter, Suplemen 1 liter, tetes tebu sebanyak 10 liter, dan air sebanyak 300
liter. Cara membuatnya yaitu masukkan kotoran hewan (sapi + ayam) kedalam drum
plastik atau bak penampungan, lalu encerkan tetes tebu ke air dan masukkan bakteri
pengurai dan suplemen dalam larutan tetes tebu, diamkan dulu selama 2 jam agar
bakteri manjadi aktif. setelah itu siramkan merata pada kotoran hewan lalu masukkan
air dan diamkan selama 7 - 10 hari (kalau bisa gunakan sistem aerasi bila dalam
jumlah banyak kalau dalam ukuran drum plastik bisa diaduk 3 kali sehari).
b) Makanan Lele Organik (Padat) : Saipkan kotoran hewan (sapi + ayam) yg sudah
jadi kompos sebanyak 150 kg kotoran sapi dan 350 kg kotoran ayam, ampas tahu
sebanyak 100 kg, betakul sebanyak 50 kg, daun - daunan secukupnya, tetes tebu 10
liter, air secukupnya, dan suplemen 1 liter. Cara membuatnya yaitu haluskan kotoran
hewan (sapi + ayam) hingga halus, campurkan ampas tahu, bekatul, dan daun daunan, encerkan tetes tebu dengan air secukupkanya masukkan suplemen diamkan
selama 1 jam - 2 jam, setelah itu siramkan pada media tadi sampai rata dan basah
sampai kapasitas lapang, lalu bisa dimasukkan pada bak - bak plastik atau bak - pak
penampung dan ditutup untuk proses fermentasi selama 24 jam. setelah 24 jam tutup
dibuka dah diangin - anginkan dan pakan bisa diberikan pada lele.
4. Pakan Lele Maggot / Belatung
Maggot atau belatung di Black soldier fly atau Hermetia illuscens sendiri ternyata sudah
dibudidayakan karena mempunyai berbagai keunggulan. Diantaranya adalah kadar
proteinnya yang tinggi sekitar 40% dan kadar lemak sekitar 30% sehingga dapat
dimanfaatkan untuk pakan ikan dan unggas. Cara membudidayakan maggot untuk 5 kg
media dapat menghasilkan maggot sekitar 1 kg - 2 kg. Siapkan Kompos Hewan (sapi atau
ayam) yang halus sebanyak 2,5 kg, ampas tahu sebanyak 2,5 kg, Suplemen sebanyak 1 cc
dilarutkan salam air rebusan ikan curah 250 ml, dan ikan curah sebanyak 50 gram.
Caranya campurkan kotoran dengan ampas tahu sampai merata, ikan curah direbus
dengan air hingga matang, setelah itu ikan di remas - remas hingga lembut dan campurkan
pada media, air sisa rebusan ikan didingnkan lalu dikasih suplemen kocok hingga merata
lalu semprotkan pada media hngga rata. media ditaruh ditempat terbuka agar lalat hijau
datang dan berleut pada media tersebut, dalam waktu 15 hari maggot dapat diberikan pada
ikan.
5. Penebaran Benih Lele
Benih lele yang digunakan bisa bermacam - macam tergantung anda ingin
membudidayakan lele jenis apa. sebaiknya benih lele yang akan ditabur berukuran 8 - 9
cm, pada ukuran ini persaingan mencari makanan sudah sama - sama kuat sehingga minim
terjadi kanibalisme pasa lele, lalu pada saat panen akan mendapatkan ukuran yang
seragam. Cara menebarkan benih lele yaitu lele jangan langsung dimasukkan kolan yang
sudah siap pakai, benih lele perlu diadaptasikan terlebih dahulu selama 1 - 2 jam dengan
memasukkan benih + wadah terhadap kolam.
6. Manajemen Pakan
Pakan lele organik sendiri sudah kiita buat lalu bagai mana cara aplikasinya ? cara
aplikasinya mudah yaitu : Pada umur 0 minggu - 2 minggu lele diberi pakan plankton
yang sudah tersedia pada kolam dan diberi tambahan maggot 1 kg perhari. Pada umur 3 4 minggu lele diberi plankton + pakan padat sebanyak 3 kg pada pagi hari sekitar 07.00
WIB - 09.00 WIB + pakan cair 5 liter pada sore hari sekitar 14.00 WIB - 16.00 WIB +
pakan maggot 2 kg pada malam hari sekitar 20.00 WIB - 22.00 WIB. Pada umur 5 - 6
minggu lele diberi plankton + pakan padat sebanyak 5 kg pada pagi hari sekitar 07.00

WIB - 09.00 WIB + pakan cair 10 liter pada sore hari sekitar 14.00 WIB - 16.00 WIB +
pakan maggot 5 kg pada malam hari sekitar 20.00 WIB - 22.00 WIB. Pada umur 7 - 10
minggu lele diberi plankton + pakan padat sebanyak 10 kg pada pagi hari sekitar 07.00
WIB - 09.00 WIB + pakan cair 20 liter pada sore hari sekitar 14.00 WIB - 16.00 WIB +
pakan maggot 7,5 kg pada malam hari sekitar 20.00 WIB - 22.00 WIB.
7. Menejemen Air Kolam
Untuk memberikan suplay oksigen kepada lele maka air harus diganti, umumnya pada
buddaya lele organik biasa air tidak diganti karena kepadatan ikan yang hanya 200 - 250
ekor per m3. dengan sistem padat tebar ini antara 500 - 1.000 ekor per m3 menejemen air
harus diperhatikan betul agar lele dapat bernapas. Tanda - tanda lele kekurangan oksigen
yaitu lele mengapung pada permukaan kolam dengan mulut keatas. Cara manejemen air
yaitu air perlu diganti 3 - 5 hari sekali dengan cara membuang air dasar kolang setinggi 10
cm lalu makukkan lair baru setinggi 10 cm juga, cara masukkan air yaitu dengan cara air
dipercikan sehingga kontak air dengan udara (O2) lebih banyak.
8. Panen
Panen ikan lele dapat dipanen tergantung permintaan pasarnya, jika lele dibuat sebagai
pemancingan makan lele dipanen kalau sudah berbobot diatas 1 kg sekitar umur 1 tahun,
dan jika lele untuk konsumsi dipanen pada umur 2,5 bulan - 3 bulan dengan ukuran 7 - 8
ekor / kg (lele organik). cara pemanenannya sama dengan panen lele pada umumnya.
ANALISA PERHITUNGAN USAHA
Biaya Tetap
Pembuatan Kolam ukuran 4 m x 3 m x 1,2 m = Rp 350.000
Biaya Tidak Tetap
Bibit lele ukuran 8 - 9 cm sebanyak 10.000 @110 = Rp 1.100.00
Pakan lele alami plankton untuk 10.000 ekor lele = Rp 3.225.000
Pakan lele organik padat untuk 10.000 ekor lele = Rp 125.000
Pakan lele organik cair untuk 10.000 ekor lele = Rp 330.000
Pakan lele maggot untuk 10.000 ekor lele = Rp 400.000
Biaya lain - lain sebesar = Rp 500.000
Total Biaya = Rp 3.127.500
Pendapatan =====>>>>>>>>>> Mortalitas sebesar 5% maka lele yang siap panen sebanyak
9.500 ekor, dengan ukuran 8 ekor per kilogram. Harga jual di tingkat petani sebesar Rp
10.500 per kg, maka pendapatannya :
Berat = 9.500 / 8 = 1.187,5 kg
Pendapatan kotor = 1.187,5 kg x Rp 10.500 = Rp 12.468.750
Laba Bersih = Rp 12.468.750 - Rp 3.127.500 = Rp 9.341.250