Anda di halaman 1dari 11

KEBUTUHAN ZAT GIZI PADA GANGGUAN

SISTEM METABOLISME/ENDORKIN

OLEH KELOMPOK :
1. Albertus Dona Widodo

(Nim.1211114043002)

2. Sanusi andreanus janes: (Nim.1211114043032)

AKADEMI KEPERAWATAN DIRGAHAYU


SAMARINDA
2013

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang

A.

Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut
ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia.
Berbagai zat tersebut dapat berupa enzim, gizi, maupun toksit (racun).
Zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut berbeda-beda antara makanan yang
satu dengan yang lainnya. Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung
dalam makanan, maupun jumlah dari masing-masing zat gizi.

B.

Tujuan

1.Tujuan Umum :
Agar mahasiswa dapat memahami tentang kebutuhan zat gizi pada gangguan sistem
metabolisme/endokrin

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Gizi
Gizi adalah proses menggunakan makanan oleh manusia melalui proses proses (digesti,
absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zatzat yang tidak
digunakan) untuk proses pertumbuhan perkembangan dan mempertahankan kesehatan. Nama
lain dari gizi adalah nutrisi
Gizi/nutrisi mengadung nutrien/zat gizi. Zat gizi adalah zat yang terkandung dalam suatu
makanan dan diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, seperti menghasilkan energi,
membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses proses kehidupan.

B. BERDASARKAN FUNGSI

Setiap zat gizi memiliki fungsi yang spesifik. Masing-masing zat gizi tidak dapat berdiri
sendiri dalam membangun tubuh dan menjalankan proses metabolisme. Namun zat gizi
tersebut memiliki berbagai fungsi yang berbeda.
1. Zat gizi sebagai sumber energi
Sebagai sumber energi zat gizi bermanfaat untuk menggerakkan tubuh dan proses
metabolisme di dalam tubuh.Zat gizi yang tergolong kepada zat yang berfungsi memberikan
energi adalah karbohidrat , lemak dan protein. Bahan pangan yang berfungsi sebagai sumber
energi antara lain : nasi, jagung, talas merupakan sumber karbohidrat; margarine dan mentega
merupakan sumber lemak; ikan, daging, telur dan sebagainya merupakan sumber
protein.Ketiga zat gizi ini memberikan sumbangan energi bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut
merupakan penghasil energi yang dapat dimanfaatkan untuk gerak dan aktifitas fisik serta
aktifitas metabolisme di dalam tubuh. Namun penyumbang energi terbesar dari ketiga unsur
zat gizi tersebut adalah lemak.
2. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
Zat gizi ini memiliki fungsi sebgai pembentuk sel-sel pada jaringan tubuh manusia. Jika
kekurangan mengkonsumsi zat gizi ini maka pertumbuhan dan perkembangan manusia akan
terhambat. Selain itu zat gizi ini juga berfungsi untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak
dan mempertahankan fungsi organ tubuh.
Zat gizi yang termasuk dalam kelompok ini adalah protein, lemak, mineral dan vitamin.
Namun zat gizi yang memiliki sumber dominan dalam proses pertumbuhan adalah protein.

3. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh


Proses metabolisme di dalam tubuh perlu pengaturan agar terjadi keseimbangan. Untuk itu
diperlukan sejumlah zat gizi untuk mengatur berlangsungnya metabolisme di dalam tubuh.
Tubuh perlu keseimbangan, untuk itu proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh perlu
di atur dengan baik.
Zat gizi yang berfungsi untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah mineral,
vitamin air dan protein. Namun yang memiliki fungsi utama sebagia zat pengatur adalah
mineral dan vitamin.

A. BERDASARKAN JUMLAH
Berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh zat gizi terbagai atas dua, yaitu:
1. Zat gizi makro
Zat gizi Makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram.
Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi makro adalah karbohidrat, lemak dan protein.
2. Zat gizi mikro
Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit tapi
ada dalam makanan. Zat gizi yang termasuk kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan
vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.

BAB III
Gangguan Sistem Metabolisme dan Endokrin
A. Definisi
Gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi insulin absolut
atau gangguan kerja insulin (insulin action), yang ditandai dengan hiperglikemia kronik, dan
kelainan pembuluh darah (mikro dan angiopati).

A. Etiologi
Gangguan metabolisme pada diabetes mellitus timbul karena defisiensi insulin.
1.

IDDM : produksi insulin tidak ada atau sangat kurang, karena kerusakan sel- yang luas
(>90%)

2.

NIDDM non-obese : defisiensi insulin timbul akibat kerusakan sel- hiperglikemi


resistensi insulin
NIDDM obese : pada mulanya timbul resistensi insulin kegagalan sel- resistensi insulin

C. Klasifikasi ( WHO expert committee 1985 )


1. Clinical classes
1.1 Diabetes mellitus

Insulin - dependent DM ( IDDM )

Non insulin dependent DM (NIDDM )

non obese
obese

Malnutrition related Deabetus Mellitus ( MRDM )

Secondary deabetus mellitus ( DM type 3 )

1.2 Impaired glucose tolerance


Obese
Non obese
Associated with certain conditions and syndromes
1.3 Gestational DM ( GDM )
2. Statistical classes

Previous abnormality of glucose intolerance

Potential abnormality of glucose intolerance

D. GEJALA KLINIS DAN DIAGNOSIS


1. Gejala klinik
a. Terdapat gejala klinik klasik :
Poliuri, polidipsi, polifagi, lemah, dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
b. Gejala lain akibat komplikasi kronik :
Retinopati, nefropati, infeksi, kelainan kulit, diabetic foot katarak lentis, penyakit jantung
dan pembuluh darah tepi. Diagnosis dipastikan dengan pemeriksaan glukosa darah.
2. Diagnosis ( WHO expert committee 1985 )
a. Gejala klinik( + ) dan gula darah acak (GDA) 200 mg/dl
b. Bila hasilnya meragukan dapat dilakukan pemeriksaan dengan test toleransi glukosa oral
(TTGO) dengan muatan 75 gr glukosa dalam 250 300 cc air

Diagnosis dengan menggunakan TTGO :


DM bila : gula darah puasa (GDP) > 140 mg/dl dan GD 2 jam pasca muatan (PM) > 200
mg/dl
GTG : 130 mg/dl < GDP < 140 mg/dl atau 140 mg/dl < GDPM < 200 mg/dl

E. PATOFISIOLOGIS
1. Mekanisme Hiperglikemi

Glukosa yang masuk dari makanan (usus) melalui vena porta masuk kedalam hati.

Selanjutnya penyimpanan dan pemanfaatan glukosa tergantung dari aktivitas glikogenesis,


glukoneogenesis serta glikogenolisis
Glukosa diproduksi di dalam hati melalui glukoneogenesis dan glikogenolisis. Bahan
utama untuk glikoneogenesis adalah alanin dan glutamine, gliserol dan laktat serta piruvat.
Glukoneogenesis dikendalikan oleh hormaon insulin.
Pada orang normal dalam keadaan puasa glukosa terutama dimanfaatkan oleh jaringan otak,
usus dan ginjal.
DM mirip kondisi prolonged starvation. Pada IDDM kadar NEFA dan keton meningkat
dan menghambat pemanfaatan glukosa.
2. Mekanisme Timbulnya Keluhan Dan Gejala DM
hiperglikemi menyebabkan diuresis osmotic (poliuri). Kelemahan timbul akibat sel tidak
mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.
F. PENGOBATAN
1
2
3
4

Pendidikan
Diit
Latihan jasmani
Obat hipoglikemi
a. Obat hipoglikemi oral

Golongan sulfonilurea
1. Tolbutamid
2. Chlorpropamid
3. Glibenclamid
4. Glipizid
5. Gliclazide

6. Gliquidon

Biguanid ( Metformin )

b. Insulin

Kerja cepat: Reguler Insulin ( RI ), Actrapid MC, 3-4X/hr sebelum makan SC. Jika
ketoasidosis dapat IM, IV dengan drip tts infuse

Kerja sedang : NDH, monotard MC 1-2X/hr untuk mengendalikan gula darah siang dan
sore hari

Kerja lama : PZI 1 X/hr.

G. KOMPLIKASI DM
1. Komplikasi Akut
Koma Diabetikum :
o Ketoasidosis (KAD) koma KAD
o Koma Hiperosmolar Non Ketotik (HONK)
o Koma Asidosis Laktat
Hipoglikemia (koma)
2. Komplikasi Menahun
Khas : retinopati, neuripati, nefropati, diabetic foot, diabetik skin
Tidak khas, tetapi timbul pada usia lebih muda & lebih berat : penyakit pembuluh darah
perifer, penyakit jantung koroner, infeksi, katarak

H. HIPOGLIKEMIA
1. Etiologi pada Diabetikum

Kelebihan insulin, obat per oral, gagal ginjal ( bersihan insulin), hipotiroidisme

Kurang makan, sesudah olahraga, sembuh dari sakit, sesudah melahirkan, minum obat yang
sifatnya serupa *

2. Etiologi pada NONDiabetikum

Meningkatnya Insulin : insulin eksogen, sulfonilurea, insulinoma, antibodi reseptor insulin


atau antiinsulin

Menurunnya Produksi glukosa : hipopituitarisme, insufisiensi adrenal, defisiensi glukagon,


gagal hati, alkoholisme

Postpandrial ( setelah makan )

3. Manifestasi Klinis (glukosa < 55 mg/dl)

SSP : sakit kepala, perubahan penglihatan dan status mental, kelemahan

Otonom parasimpatik : lapar, mual

simpatik : keringat dingin, berdebar-debar


4. Terapi

Pemberian gula murni 30 gr (2 sendok makan), sirop, makanan yang mengandung


karbohidrat

Pada keadaan koma : berikan larutan Glukosa 40 % i.v sebanyak 20-50 cc, setiap 10-20
menit sampai pasien sadar, disertai infuse dextrose 10 % 6 jam/kolf

Bila belum teratasi, dapat diberikan antagonis insulin (adrenalin, kortison atau glukagon)

Susunan Endokrin
Sistem endokrin : kelenjar yang tidak mempunyai saluran keluar (duktus eksretorius)
Produknya disebut hormone, langsung masuk aliran darah dan mempengaruhi pertumbuhan,
metabolisme, reproduksi dan lain-lain.
Sistem endokrin:
1.Kelenjar Hipofisis
2.Kelenjar adrenal
3.Kelenjar Thyroid
4.Kelenjar Langerhans pankreas
5.Kelenjar Para thyroid
6. Gonad: Ovarium dan testis
7. Kelenjar thymus
8. Placenta
Hipofisis
Menghasilkan hormon yang tidak langsung mempengaruhi sel tubuh, tapi mempengaruhi
kelenjar endokrin lain
Target organ

Thyroid

Adrenal yang dapat menghasilkan hormone dan mempengaruhi sel tubuh

Gonad
Kelenjar hipofisis terdiri dari 2 lobus yaitu lobus anterior dan posterior.

Lobus anterior

Growth hormon

Thyrotropin (TSH)

Folikel stimulating hormon (FSH) dan Luteinizing hormon

Prolaktin hormon

Lobus posterior

Anti diuretik (ADH)

Thyroid
Embriologi:
Dari invaginasi tuber (endoderm) dari dasar lidah (foramen caecum)sampai tumbuh ke
bawah, di muka trachea dan tulang rawan thyroid
Fisiologi:

Mempertahankan derajat metabolisme lebih tinggi

Merupakan alat tubuh yang sensitif dan dapat bereksi terhadap berbagai rangsangan
Pada masa pubertas, kehamilan, dan stres atau pada waktu haid kelenjar membesar dan
berfungsi lebih aktif

Kelainan yamg terjadi :

Hiperplasi epitel
Resorpsi koloid

sel-sel folikel menjadi lebih tinggi kadang membentuk tonjolan-tonjolan ke dalam lumen.
Apabila stres dan rangsangan lain hilang dapat juga terjadi involusi, kelenjar mengecil
Fungsi thyroid dipengaruhi oleh hipofisis melalui TSH.
Apabila TSH negatif (misal: pada hipopituitarisme) thyroid atropi
Apabila TSH meningkat sehingga hormon thyroid juga meningkat mengakibatkan menekan
fungsi hipofisis, dan sebaliknya
Apabila thyroid menurun akan merangsang hipofisis mengeluarkan TSH lebih banyak.

Menyebabkan hiperplasi dan pembesaran kelenjar thyroid seperti pada penderita kekurangan
jodium pada penyakit gondok.
Biosintesis Produksi Hormon Thyroid.
Produksi hormon thyroid melalui 4 tingkat.
Tingkat I

TRAPPING

Tingkat II

BINDING

Tingkat III

COUPLING

Tingkat IV

Releasing

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Makanan yang dikonsumsi oleh manusia mengandung berbagai unsur. Unsur tersebut ada
yang bermanfaat dan ada pula yang tidak membawa manfaat bagi kesehatan manusia.
Perbedaan tersebut dapat berupa jenis zat gizi yang terkandung dalam makanan, maupun
jumlah dari masing-masing zat gizi.
Berdasarkan fungsi zat gizi dapat di bedakan menjadi :
1. Zat gizi sebagai sumber energi
2. Zat gizi untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh
3. Zat gizi sebagai pengatur/ regulasi proses di dalam tubuh
Fungsi Zat Gizi iala sebagai Sumber Pertumbuhan Proses energi & Perbaikan Metabolisme
Karbohidrat

DAFTAR PUSTAKA
http :// www. Sibarok .web. id/2012/09/ gangguan-gangguan-dalam-proses.html
http :// afand . abatasa . com /post/detail/2457/zat-zat-gizi-yang-dibutuhkan-tubuh. Html
http :// mhs. Blog.ui.ac.id/puto/2012/06/01/definisi-gizi-zat-gizi-dan ilmu-gizi