Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Elektrolit, gas-gas darah, dan regulator asam-basa merupakan zat-zat penting dalam
darah karena gangguan ringan pada salah satu zat tersebut dapat menimbulkan konsekuensi
serius. Elektrolit sangat penting untuk memelihara potensial elektorkimiawi membran sel,
yang pada gilirannya mempengaruhi fungsi saraf dan otot, serta aktivitas sel seperti sekresi,
kontraksi, dan berbagai proses metabolik lain. Sel-sel tubuh mengeluarkan sejumlah besar
energi untuk mempertahankan konsentrasi zat-zat kimiawi sederhana ini dalam rentang yang
sempit, baik intrasel maupun ekstrasel. Fluktuasi kadar zat-zat ini dapat menyebabkan
malfungsi serius organ-organ penting, terutama jantung, yang kontraksinya bersama dengan
aktivitas sistem saraf dan otot yang lain, bergantung mutlak pada konsentrasi ion dan pH yang
benar. Perubahan cepat konsentrasi ion-ion dapat menyebabkan kematian mendadak.
Usaha mempertahankan kadar air tubuh total, distribusi cairan, konsentrasi
elektrolit, dan kesetimbanga asam-basa yang sesuaimemerlukan banyak reaksi dan melibatkan
banyak sistem organ. Air membentuk 60 sampai 70% berat tubuh (bergantung pada
kandungan lemak tubuh), sekitar dua pertiganya adalah air intrasel. Sebagian besar seprtiga
sisanya tersebar di antara sel-sel sebagai cairan interstisium, dan 3 sampai 4 liter cairan
ekstrasel beredar sebagai plasma darah (cairan intravaskular). Fase plasma mengandung
banyak zat terlarut. Sebagian zat terlarut (misal, glukosa dan urea) tidak mengalami disosiasi
(penguraian). Zat-zat ini tidak ikut serta dalam aktivitas listrik cairan dan membran, dan hanya
memberi kontribusi sedang pada osmolalitas plasma. Zat-zat yang berdisosiasi menjadi ionion bermutan positif dan negatif sangat mempengaruhi fungsi listrik dan osmolalitas tubuh.
Ion yang paling banyak dalam cairan tubuh adalah natrium (Na +), kalium (K+),
klorida (Cl-), dan bikarbonat (HCO3-). Juga terdapat ion-ion lain dalam jumlah sedikit, yaitu
kalsium (Ca2+), magnesium (Mg2+) , dan fosfat, yang ikut memberi kontribusi bagi kandungan
ionik total cairan tubuh dan masing-masing juga berperan dalam fungsi-fungsi sel di luar
fungsi ion-ion yang lebih banyak. Cairan selalu mengandung muatan positif (kation) dan
negatif (anion) dalam julah yang sama; kesetimbangan ini disenut sebagai elektronetralitas.
Sifat ion, jumlah muatan yang terdapat dalam satu molekul, dan sifat serta mobilitas molekul
bermuatan sangat berbeda diantara berbagai kompartemen cairan tubuh. Molekul-molekul
protein besar yang tidak mudah menembus membran sel memiliki muatan netto negatif dari

semua gugus sisi asam-asam amino konstituennya. Untuk mencapai elektronetralitas, cairan
yang mengandung protein juga memiliki kation penyerta (umumnya Na+ dan K+).

1.2 Rumusan Masalah


Adapun permasalahan yang dibahas dalam makalah Analisa Elektrolit adalah:
1.

Bagaimana distribusi cairan tubuh ?

2.

Apa komposisi cairan tubuh ?

3.

Bagaimana perpindahan cairan dan elektrolit tubuh ?

4.

Bagaimana regulasi volume cairan tubuh ?

5.

Bagaimana keseimbangan cairan dan elektrolit ?

6.

Apa yang dimaksud analisa elektrolit ?

7.

Apa satuan elektrolit ?

8.

Apa fungsi elektrolit dalam tubuh ?

9.

Apa metode analisa elektrolit ?

10.

Bagaimana interpretasi hasil analisa elektrolit ?

11.

Apa faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui distribusi cairan tubuh
2. Untuk mengetahui komposisi cairan tubuh
3. Untuk mengetahui perpindahan cairan dan elektrolit tubuh
4. Untuk mengetahui regulasi volume cairan tubuh
5. Untuk mengetahui keseimbangan cairan dan elektrolit

6. Untuk mengetahui analisa elektrolit


7. Untuk mengetahui satuan elektrolit
8. Untuk mengetahui fungsi elektrolit dalam tubuh
9. Untuk mengetahui metode analisa elektrolit
10. Untuk mengetahui interpretasi hasil analisa elektrolit
11. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan
elektrolit

1.4 Manfaat

Agar mahasiswa dapat memahami berbagai hal mengenai analisa


elektrolit dan dapat melakukan pemeriksaan analisa elektrolit dengan baik
dan sesuai dengan standar yang ada.