Anda di halaman 1dari 2

Dimas Angga D.

P JP
115070507111001
TUGAS TUTORIAL FARMAKOTERAPI SISTEM ORGAN IV
MATERI: ALLERGIC DRUG REACTION

Kasus:
Tn. AL (55 tahun) masuk ke rumah sakit dengan keluhan sesak dan batuk disertai dengan dahak warna
hijau keruh. Selain itu pasien mengeluh lemas, letih dan tenggogorak terasa gatal. Pasien mempunyai
riwayat hipertensi sejak 10 tahun yang lalu. Pasien juga merupakan perokok aktif (1 pak/hari).
Berdasarkan hasil diagnose tim klinisi diketahui bahwa pasien mengalami pneumonia.
Riwayat obat:
-

Aspirin 325 mg po qd
Amlodipine 10 mg po qd

Riwayat allergi:
-

Ampicillin-sulbactam: facial edema, tongue swelling, periorbital edema


Ceftazidime: urticarial rash (pada dada dan wajah) dan sesak nafas
Codeine: mual, pruritus

Data klinis:
-

TD 100/65, N 91, RR 16, T 36.4C; BB 52 kg, t 160 cm

Data Laboratorium:
-

Hematologi: Hgb 14.8 g/dL, WBC 18.9 103/mm3, RBC 5.36 106/mm3, Plt 244 103/mm3, Hct
44.6%
Fungsi ginjal: BUN 8 mg/dL, SCr 0.6 mg/dL
Elektrolit: Na 137 mEq/L, K 3.7 mEq/L, Cl 96 mEq/L
Lain-lain: Glu 119 mg/dL

Pertanyaan:
1. Jelaskan patofisiologi terjadinya Allergic Drug Rection ceftazidime pada pasien ini?
2. Jelaskan target terapi yang harus tercapai pada pasien ini?
Rencana terapi pneumonia:
-

Levofloxacin 500 mg PO qd
Guaifenesin+Codein (100 mg/10 mg tiap 5 mL) PO q6h PRN
Prednisone 40 mg PO qd
Kultur sputum: Pseudomonas aeruginosa (hari ke-2 MRS) levofloxacin diganti dengan
ciprofloxacin 400 mg IV Q 12 h

Dimas Angga D.P JP


115070507111001

3. Berdasarkan hasil kultur sputum dan alergi obat yang dialami pasien, jelaskan terapi antibiotic
alternative yang dapat diberikan pada pasien untuk terapi pneumonianya?
Hasil kultur sensitifitas antibiotic:
Antibiotic

Interpretasi

Amikacin

Resisten

Cefipime (sepalosporin)

Sensitive

Ciprofloxacin

Resisten

Gentamicin

Resisten

Imipenem

Resisten

4. Berdasarkan hasil kultur didapatkan hasil bahwa cefipime sensitive terhadap Pseudomonas
aeruginosa. Jelaskan protocol desensitisasi dari cepifime pada pasien ini (meliputi dosis, rute
pemberian, dosis komulatif dan frekuensi pemberian)?
5. Jelaskan parameter klinis dan laboratorium yang diperlukan untuk evaluasi sebelum dan
sesudah dilakukan proses desensitisasi?