Anda di halaman 1dari 12

KEPERAWATAN FLU BURUNG

Kelompok 3
Anggota :

1. Indra setiawan

2. Bayu Purnomo aji


3. Fery Eliyana

4. Lutvian Firmansyah

5. Kurniawan dedi Fredianto


6. Fani Puas sari

7. Pratika Putri KW
8. Pipit Puspitasari
9. Migunani Utami

10. Enung Ayu Meida

DEFINISI
Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan
oleh virus influenza yang menyerang
burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang
perlu diwaspadai adalah yang disebabkan
oleh virus influenza dengan kode genetik
H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase)
yang selain dapat menular dari burung ke
burung ternyata dapat pula menular dari
burung ke manusia.

ETIOLOGI
Penyakit ini adalah virus influenza. Adapun
sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan hidup di
air sampai 4 hari pada suhu 22C dan lebih
dari 30 hari pada 0C.Di dalam tinja unggas
dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat
bertahan lebih lama, tetapi mati pada
pemanasan 60C selama 30 menit. Dikenal
beberapa tipe Virus influenza, yaitu; tipe A,
tipe B dan tipe C. Virus Inluenza tipe A terdiri
dari beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2,
H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain.

TANDA DAN GEJALA

Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia.


a. Gejala pada unggas:
Jengger berwarna biru
Borok di kaki
Kematian mendadak
b. Gejala pada manusia:
Demam (suhu badan diatas 38 C)
lemas
Pendarahan hidung dan gusi
sesak nafas
muntah dan nyeri perut serta diare
Batuk dan nyeri tenggorokan
Radang saluran pernapasan atas
Pneumonia
Infeksi mata
Nyeri otot

MASA INKUBASI

MASA INKUBASI
Pada Unggas : 1 minggu
Pada Manusia : 1-3 hari , Masa infeksi 1 hari
sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul
gejala. Pada anak sampai 21 hari

CARA PENULARAN
Flu burung menular dari unggas ke unggas,
dan dari unggas kemanusia, melalui air liur,
lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini juga
dapat menular melalui udara yang tercemar
virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau
sekreta burung/unggas yang menderita flu
burung. Penularan dari unggas ke manusia
juga dapat terjadi jika bersinggungan
langsung dengan unggas yang terinfeksi flu
burung. Contohnya: pekerja di peternakan
ayam, pemotong ayam dan penjamah produk
unggas lainnya.

CARA PENCEGAHAN
1. Pada Unggas:
Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung
Vaksinasi pada unggas yang sehat
2. Pada Manusia:
Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang):
Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis
bekerja.
Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang
terinfeksi flu burung.
Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan
pakaian kerja).
Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.
Membersihkan kotoran unggas setiap hari.
Imunisasi.

CONT
3. Masyarakat umum:
Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan
makanan bergizi & istirahat cukup.
Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :
Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala
penyakit pada tubuhnya)
Memasak daging ayam sampai dengan suhu 800
C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu
640 C selama 4,5 menit.
Basuh tangan sesering mungkin, penjamah
sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat
dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin
0,5%untuk alat2/instrumen)
Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan
mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan
keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan
pernafasan.

PENATALAKSANAAN FLU BURUNG


Pengobatan bagi penderita flu burung adalah:
Oksigenasi bila terdapat sesak napas.
Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral
(infus).
Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg
dosis tunggal selama 7 hari.
Anti replikasi neuramidase (inhibitor): Tamiflu dan
Zanamivir
Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat
mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 35 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi
dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg
diberikan 100 mg 2 kali sehari.

Penyebab flu burung di Indonesia adalah


virus influenza tipe A subtipe H5N1.
YANG HARUS ANDA KETAHUI DARI FLU
BURUNG DARI WHO

1.

2.

3.

4.
5.

6.

menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas


lainnya kecuali sangat perlu
Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular
untuk makanan keluarga maupun hewan peliharaan
anda,itu berbahaya.
Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau
sakit, pakailah alat pelindung
Unggas yang mati harus dikubur dengan aman
Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di
pekarangan/kebun maupun pada tanah hampir tidak
ada gunanya, karena bahan kimia tersebut akan
diinaktifkan oleh bahan organic
Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai
matang, mencapai temperatur paling sedikit 70oC atau
lebih di bagian dalam.