Anda di halaman 1dari 1

aprilliaputrisartika.blogspot.

com

ANAMNESIS KESEHATAN YANG LENGKAP

Sebelum Anda menentukan apa saja intervensi keperawatan terhadap klien, ada baiknya dilakukan pengkajian
atau anamnesis terlebih dahulu kepada klien. Apa itu anamnesis?
Anamnesis adalah istilah lain untuk riwayat medis seseorang. Ketika mengkompilasi anamnesis Anda, dokter
tidak hanya berpikir tentang penyakit yang mempengaruhi Anda dalam hidup Anda, tetapi juga
mempertimbangkan kondisi yang diwariskan dalam keluarga Anda. Dokter dapat menggunakan anamnesis
untuk membantu mendiagnosis penyakit dan menentukan apakah Anda memiliki peningkatan risiko untuk
mengembangkan kondisi tertentu.
Menurut sebuah buku "Keterampilan Klinis untuk Perawat" karya Ehren Myers memberikan beberapa contoh
apa saja hal yang perlu kita tanyakan kepada klien. Berikut contohnya:
1. Data Biografi : Catat nama, usia, dan tanggal lahir, jenis kelamin, ras, etnis, kebangsaan, agama,
status perkawinan, anak, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan petunjuk lanjut.
2. Keluhan Utama (subjektif) : Apa yang pasien katakan pada Anda. Analisis gejala untuk keluhan
utama. Keluhan utama jangan dibingungkan dengan diagnosis media (misalnya pasien mengeluh
mual dan kemudian didiagnosis sebagai infark miokard; keluhan utama mual dan dicatat demikian
walaupun diagnosis medisnya mungkin infark miokard).
3. Riwayat Penyakit Dahulu : Catat penyakit di masa kecil, prosedur pembedahan, perawatan di
rumah sakit, cedera yang serius, masalah medism imunisasi, dan perjalanan baru-baru ini atau tugas
militer.
4. Obat-obatan : Obat-obatan yang diresepkan yang dikonsumsi secara teratur dan juga yang diminum
jika diperlukan saja (prn). Catatan : obat prn mungkin tidak digunakan dengan sering dan cenderung
sudah kadaluarsa. Tanyakan tentang obat bebas, vitamin, herbalm obat alternatif, dan penggunaan
obat-obatan rekreasional atau alkohol.
5. Alergi : Termasuk alergi obat, makanan, serangga, binatang, perubahan musim, bahan kimia, lateks,
adhesif, dsb. Cobalah membedakan antara alergi dan sensitivitas, namun selalu bertindak aman jika
tidak yakin. Tentukan jenis reaksi alergi (gatal, ruam, dispnea, dsb.).
6. Riwayat Keluarga : Status kesehatan dari keluarga (orang tua, saudara kandung, anak, bibi,
paman, dan kakek-nenek) dan juga pasangan/lainnya yang signifikan. Tanyakan usia dan penyebab
kematian pada anggota keluarga yang meninggal.
7. Riwayat Sosial : Nilai perilaku kesehatan dan kepercayaan, kehidupan sehari-hari, pola nutrisi, pola
aktivitas/latihan fisik, rekreasi, binatang eliharaan, hobi, pola istirahat/tidur, kebiasaan pribadi, pola
kesehatan kerja, status sosio/ekonomi, persahabatan/hubungan dalam keluarga, pola seksualitas,
dukungan sosial, dan mekanisme menghadapi stres.
8. Penilaian Fisik (objektif) : Terdapat tiga jenis penilaian fisik.
1. Head-to-toe : Lebih lengkap, nilai setiap daerah tubuh (misalnya kepala dan leher) sebelum
pindah ke bagian lainnya.
2. Penilaian sistem : Lebih fokus, nilai setiap sistem tubuh (misalnya sistem kardiovaskular)
sebelum pindah ke bagian selanjutnya.
3. Penilaian terfokus : Prioritas penilaian sesuai dengan keluhan utama pasien.
Disadur dari:
1. Myers, Ehren. 2009. RNotes: Nurse's Clinical Pocket Guide. F. A. Davis Company: USA.
2. http://kamuskesehatan.com/arti/anamnesis