Anda di halaman 1dari 24

ABLASIO RETINA RHEGMATOGEN

ALMIRA DEVINA GUNAWAN


030.08.018

Anatomi Mata

ANATOMI MATA

Histologi Retina

Rods

Cones

Used for night vision

Used for day vision

Very light sensitive; sensitive to At least 1/10th of the rods light


scattered

light

(have

more sensitive;sensitive

only

pigment than cones)

direct light

Loss causes night blindness

Loss causes legal blindness

Low visual acuity

High

visual

acuity;

to

better

spacial resolution
Not present in fovea

Concentrated in fovea

Slow response to light, stimuli Fast


added over time

response to light, can

perceive more rapid change in


stimuli

Stacks

of membrane-enclosed Disks are attached to outer

disks are unattached to cell membrane


membrane
One

type

of

photosensitive Three types of photosensitive

pigment (monochrome vision)

pigment in human (color vision)

Confer achromatic vision

Confer color vision

Vaskularisasi
retina
Kapiler koroid

Arteri dan
vena sentralis

Ablasio Retina

Klasifikasi Ablasio Retina


Ablasio retina rhegmatogen

Ablasio retina traksi

Ablasio retina eksudatif

Regmatogenus
Riwayat penyakit

Traksi

Eksudatif

Afakia, myopia, trauma tumpul,

Diabetes, premature,trauma tembus,

Factor-faktor sistemik seperti hipertensi maligna, eklampsia,

photopsia, floaters, gangguan

penyakit sel sabit, oklusi vena.

gagal ginjal.

lapangan pandang yang progresif,


dengan keadaan umum baik.
Kerusakan retina

Terjadi pada 90-95 % kasus

Kerusakan primer tidak ada

Tidak ada

Perluasan ablasi

Meluas dari oral ke discus, batas

Tidak meluas menuju ora, dapat

Tergantung volume dan gravitasi, perluasan menuju oral

dan permukaan cembung

sentral atau perifer

bervariasi, dapat sentral atau perifer

Retina tegang, batas dan permukaan

Smoothly elevated bullae, biasanya tanpa lipatan

tergantung gravitasi
Pergerakan retina

Bergelombang atau terlipat

cekung, Meningkat pada titik tarikan


Bukti kronis

Terdapat garis pembatas, makrosis

Garis pembatas

Tidak ada

intra retinal, atropik retina


Pigmen pada vitreous

Terlihat pada 70 % kasus

Terlihat pada kasus trauma

Tidak ada

Perubahan vitreous

Sineretik, PVD, tarikan pada

Penarikan vitreoretinal

Tidak ada, kecuali pada uveitis

Jernih atau tidak ada perpindahan

Dapat keruh dan berpindah secara cepat tergantung pada

lapisan yang robek


Cairan sub retinal

Jernih

perubahan posisi kepala.


Massa koroid

Tidak ada

Tidak ada

Bisa ada

Tekanan intraocular

Rendah

Normal

Bervariasi

Transluminasi

Normal

Normal

Transluminasi terblok apabila ditemukan lesi pigmen koroid

Keaadan yang

Robeknya retina

Retinopati diabetikum proliferative,

Uveitis, metastasis tumor, melanoma maligna, retinoblastoma,

post traumatis vitreous traction

hemangioma koroid, makulopati eksudatif senilis, ablasi

menyebabkan ablasio

eksudatif post cryotherapi atau diathermi.

Ablasio Retina Rhegmatogen

Usia
Pasca sindrom
nekrosis akut
retina dan
sitomegalovirus

Posterior
Vitreous
Detachment

Jenis
kelamin

Faktor
Resiko
Trauma

Afakia

Miopi

Patofisiologi

Fotopsia
Defek
lapang
pandang

Retinal
breaks

Tobacco
dust

Gejala
Klinis

Floaters
(weiss ring,
cobwebs, a
sudden
shower)

Hilangnya
penglihatan
sentral

Iritis
TIO
biasnya
rendah

Weiss ring

Tobacco dust

Pemeriksaan
Pemeriksaan tajam penglihatan
Pemeriksaan lapang pandang
Memeriksa apakah ada tanda-tanda trauma
Pemeriksaan slit lamp
Periksa tekanan bola mata
Pemeriksaan fundus dengan oftalmoskop

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan
laboratorium

Pemeriksaan
USG mata

Foto orbita,
CT scan, MRI

Komplikasi
Penurunan
ketajaman
penglihatan

Kebutaan

Penatalaksanaan
Pembedahan
Prinsip bedah yaitu:
Menemukan semua bagian yang terlepas
Membuat iritasi korioretinal pada sepanjang
masing-masing daerah retina yang terlepas
Menghubungkan koroid retina dalam waktu yang
cukup

Scleral Buckling

Retinopeksi pneumatic

Pars Plana Vitrektomy

Prognosis
Ad vitam
: ad bonam
Ad fungsionam : dubia ad malam
Ad sanationam : dubia