Anda di halaman 1dari 12

FAKULTAS TEKNIK

The Learning
University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


JOB SHEET PENGUJIAN BUSUR API / LISTRIK
PADA ELEKTRODE LANCIP DAN TANDUK
SEMESTER

A. TUJUAN
Meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa tentang pengujian
peralatan tegangan tinggi
1. Mahasiswa dapat menjelaskan rangkaian pengujian busur listrik
2. Mahasiswa dapat mengetahui pada jarak berapa dan pada tegangan input berapa
elektroda lancip dan tanduk dapat melepaskan busur api
3. Mahasiswa dapat mengetahui aplikasi pengujian busur listrik
B. DASAR TEORI
1. Terjadinya busur listrik
Menurut Kadir (1998: 22), pemisahan kontak-kontak pemutus tenaga yang dialiri
arus listrik mengakibatkan terjadinya suatu busur api. Pada saat kontak-kontak mulai
memisah, nilai arus listrik besar sedangkan resistansi kontak rendah. Pada jarak kontak
yang masih dekat akan menyebabkan adanya gradien tegangan yang tinggi, sehingga
terjadi ionisasi partikel-partikel antara kedua kontak. Gradien tegangan yang tinggi terjadi
hanya selama beberapa mikro-detik. Selama jangka waktu yang singkat jumlah besar
elektron dibebaskan dari katode menuju ke anoda. Elektron ini bertubrukan dengan atomatom dan molekul-molekul dari gas-gas yang ada. Dengan demikian tiap elektron yang
dikeluarkan cenderung menghasilkan beberapa lagi busur api.
2. Pengujian Busur Api
Pengujian busur api bertujuan untuk mengetahui pada jarak berapa dan pada tegangan
input berapa elektroda dapat melepaskan busur api. Pengujian busur api ini menggunakan dua
jenis elektroda: (1) Elektroda lancip, seperti yang digunakan pada simulator PMT Minyak
dan PMT Udara Hembus; (2) Elektroda siku atau tanduk, seperti yang digunakan pada
simulator PMT Tanduk Api. Tabel 4.2 merupakan hasil dari pengujian busur api dengan

elektroda lancip, sedangkan Tabel 4.3 merupakan hasil pengujian busur api pada elektroda
siku atau tanduk.
C.

Keselamatan Kesehatan Kerja


a. Pakailah pakaian praktikum.
b. Periksalah terlebih dahulu trainer sebelum digunakan.
c. Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar kegiatan belajar.
d. Pastikan tegangan keluaran catu daya sesuai yang di butuhkan.
e. Dalam menyusun rangkaian, perhatikan sambungan apakah tersambung dengan
benar.
f. Sebelum tegangan sumber di hidupkan, laporkan hasil rangkaian kepada dosen
pendamping untuk mengecek kebenaran pemasangan rangkaian.
g. Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum.
Bila telah selesai praktikum periksa kembali komponen yang telah digunakan.

D. ALAT DAN BAHAN


a. Trainer peredam busur listrik

2 buah

b. Kabel jumper

10 helai

c. Tes pan

1 buah

d. Manual book

1 buah

e. Power suplay

1 buah

f. Avo Meter

1 buah

g. Tang amper

1 buah

E. SKEMA RANGKAIAN
Rangkaian pengawatan simulator pemadaman busur api pada PMT adalah sebagai
berikut:

Gambar 1 : Rangkaian percobaan

Gambar 2 : Rangkaian otomasi

F. LANGKAH KERJA
1.

Menyiapkan alat dan bahan.

G. HASIL

Menurut percobaan maka dihasilkan data sebagai berikut:


a. Percobaan pertama pada electrode lancip
Jarak
elektroda

Tegangan output
960

1100 1500 1900 2250 2600 2950 3250 3650 4150

1mm
2mm
3mm
4mm
5mm

1. Percobaan kedua pada electrode tanduk

Jarak
elektroda
1mm
2mm
3mm

Tegangan output
960

1100 1500 1900 2250 2600 2950 3250 3650 4150

4mm
5mm

H. ANALISA
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
I. KESIMPULAN
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
J. TUGAS
. Pengujian Pemadaman Busur Api
1.

Simulator PMT Minyak

a)

Langkah-langkah pengujian:

1)

Pastikan tegangan supply ke simulator 220 volt.

2)

Pasang jumper dari output trafo menuju ke simulator PMT minyak.

3)

Tempatkan wadah minyak diantara penyangga elektroda. Tuangkan


minyak trafo ke dalam wadah sampai kedua ujung elektroda tercelup.

4)

Aktifkan MCB.

5)

Beri tegangan input secara bertahap sampai menunjukkan harga tertentu.


Kemudian tekan tombol operasi (maksimal 3 detik).

6)

Apabila belum terjadi busur api, atur jarak elektroda dengan jarak yang
lebih dekat. Kemudian amati proses pemadaman yang terjadi.

b) Hasil Pengujian:
Pengujian simulator PMT Minyak dalam memadamkan busur api akan
menghasilkan gelembung-gelembung gas yang keluar di sekitar busur api,
gelembung gas ini merupakan gas hidrogen yang terbentuk karena proses
ionisasi

di

dalam

minyak.

Campuran

gas

yang

menggelembung

atau

mengembang itu memiliki tekanan yang tinggi, sehingga minyak akan terdesak
keluar dari busur (hingga keluar dari wadah minyak). Pada tegangan output 3250
V (jarak elektroda 1 mm), sudah dapat dilihat proses tersebut, dimana
gelembung gas bertekanan tinggi menekan minyak keluar dari pusat busur api.
Tabel 4.4 Hasil Pengujian Simulator PMT Minyak
No

Jarak Elektroda

Vinput

Voutput

Busur Api

Keteranga
n

3 mm

140 Volt

2600 Volt

3 mm

160 Volt

2950 Volt

Padam

Busur api
yang timbul

3 mm

180 Volt

3250 Volt

Padam

sangat kecil,
sehingga

3 mm

200 Volt

3650 Volt

Padam

3 mm

220 Volt

4150 Volt

Padam

langsung bisa

padam

Tabel 4.5 Hasil Pengujian Simulator PMT Minyak


No

Jarak Elektroda

Vinput

Voutput

Busur Api

Keteranga
n

2 mm

140 Volt

2600 Volt

2 mm

160 Volt

2950 Volt

Padam

2 mm

180 Volt

3250 Volt

Padam

2 mm

200 Volt

3650 Volt

Padam

Tidak terjadi
busur api
susulan

2 mm

220 Volt

4150 Volt

Padam

Pada Tabel 4.4 dan Tabel 4.5 ditunjukkan bahwa semua busur api yang
muncul bisa dipadamkan secara maksimal oleh minyak tanpa adanya suatu
busur api susulan. Hal ini mengindikasikan bahwa tegangan tembus minyak trafo
dengan jarak elektroda 2 mm adalah pada tegangan minimal 2950 Volt.
Munculnya busur api hanya sesaat, karena jarak elektroda cukup jauh (2 mm dan
3 mm), sehingga proses ionisasi dalam minyak tidak bisa maksimal layaknya di
udara bebas.
Guna memaksimalkan pemadaman pada simulator PMT Minyak dengan
cara pemisahan jarak elektroda (untuk memperkecil proses ionisasi dalam
minyak). Dengan bantuan pemisahan jarak ini akan dapat mempercepat
pemadaman busur api, sehingga tidak akan terjadi busur api susulan.
Pada

Tabel

4.6 diperlihatkan

bahwa pemadaman

busur api tidak

maksimal, hal ini dikarenakan: 1) volume minyak yang kecil tidak mampu
memadamkan busur api dari tegangan yang besar; 2) tidak adanya pemisahan
jarak elektroda (elektroda pasif); 3) Jarak elektroda sangat dekat, sehingga
proses ionisasi mudah sekali terjadi.
Pada jarak elektroda yang sangat dekat (1 mm), akan sulit bagi minyak
untuk memadamkan busur api, karena kekuatan minyak dalam menahan atau
mengisolasi elektroda lebih kecil daripada kekuatan elektroda dalam melepaskan
elektron-elektron ke elektroda yang lain. Oleh karena itu, dalam Tabel 4.6
menunjukkan bahwa busur api susulan cenderung muncul jika tombol operasi
ditekan terus-menerus.
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Simulator PMT Minyak

No

Jarak

Vinput

Voutput

Elektroda

Busur

Keterangan

Api

1 mm

140 Volt

2600 Volt

1 mm

160 Volt

2950 Volt

Padam

Terjadi Busur api

1 mm

180 Volt

3250 Volt

Padam

susulan
(pemadaman tidak

1 mm

200 Volt

3650 Volt

Padam

1 mm

220 Volt

4150 Volt

Padam

maksimal)

2. Simulator PMT Udara Hembus


a) Langkah-langkah pengujian:

1)

Pastikan tegangan supply ke simulator 220 volt.

2)

Pasang jumper dari output trafo menuju ke simulator PMT Udara Hembus.

3)

Masukkan selang tabung udara ke regulator tekanan udara dari bawah.


Kemudian buka keran tabung.

4)

Aktifkan MCB.

5)

Atur regulator tekanan udara sampai menunjukkan ukuran tekanan udara


tertentu atau sesuai kebutuhan, dengan cara tarik ulir kemudian putar ke kiri
(searah jarum jam).

6)

Beri tegangan input secara bertahap sampai menunjukkan harga tertentu.


Kemudian tekan tombol operasi (maksimal 3 detik).

7)

Apabila belum terjadi busur api, atur jarak elektroda dengan jarak yang
lebih dekat. Catat pemadaman yang terjadi dengan membuat tabel seperti
Tabel 4.7.

8)

Penjelasan mengenai langkah-langkah pengujian yang lebih rinci dapat


dilihat pada lampiran IV halaman 14.

b) Hasil Pengujian:

Pada pengujian simulator PMT Udara hembus didapat data-data seperti


pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7 Hasil Pengujian Simulator PMT Udara Hembus
No

Tegangan

Tegangan

Tekanan Udara (Bar)

Jarak

Input

Output

0.5

1.5

2.5

Elektrod
a

140

2600

1 mm

160

2950

1 mm

180

3250

2 mm

200

3650

3 mm

220

4150

3 mm

220

4150

5 mm

Keterangan: P = Padam
T = Tidak padam

Pada Tabel 4.7 bisa diketahui bahwa busur api muncul pada tegangan
2950 V (jarak elektroda 1 mm), dengan diberi udara hembus bertekanan 0,5- 3
Bar belum mampu memadamkan busur api tersebut. Hal ini dikarenakan jarak
elektroda yang sangat dekat, ionisasi mudah terjadi, dan elektron-elektron yang
mengalir dari satu elektroda ke elektroda yang lain memperoleh energi yang
sangat besar dari medan listrik. Dengan kondisi yang demikian, maka akan sulit
untuk

memutuskan

atau

memadamkan

busur

dengan

hembusan

udara

bertekanan 0,5- 3 Bar.


Pada tegangan 3250 V dengan jarak elektroda yang dijauhkan (2 mm),
dengan tekanan udara 0,5 Bar sudah mampu memadamkan busur api yang
muncul. Hal ini dikarenakan jarak elektroda yang semakin jauh memungkinkan
celah kontak elektroda mengalami proses deionisasi, dimana proses ini dapat
terjadi dengan cara pemotongan atau pemisahan busur. Dengan hembusan

udara bertekanan 0,5 Bar, sudah mampu untuk memisahkan busur pada
tegangan 3250 V dengan jarak elektroda 2 mm.
Dari kedua percobaan ini (pada tegangan output 2950 V dan 3250 V)
sudah mewakili percobaan-percobaan selanjutnya, dimana busur api pada
tegangan yang semakin tinggi bisa dipadamkan dengan hembusan udara yang
bertekanan tinggi pula. Hal ini sama seperti PMT Udara Hembus yang
sebenarnya, dimana PMT tersebut bekerja pada tegangan sekitar 70 kV dan
memerlukan udara hembus yang bertekanan tinggi, minimal 20- 30 Kgf/cm 2 atau
sekitar 19- 29 Bar (PLN, tt:25).

3. Simulator PMT Tanduk Api


a)

Langkah-langkah pengujian:

1)

Pastikan tegangan supply ke simulator 220 volt.

2)

Pasang jumper dari output trafo ke simulator PMT tanduk, aktifkan MCB.

3)

Beri tegangan input secara bertahap sampai menunjukkan harga tertentu.

4)

Tekan tombol operasi (maksimal 3 detik).

5)

Bila belum terjadi busur api, atur jarak elektroda dengan jarak yang lebih
dekat. Bila terjadi busur api, gerakkan isolator pada elektroda, sehingga
elektroda menjauh dengan elektroda yang lain sampai busur api padam.

6)

Amati pemadaman yang terjadi.

7)

Penjelasan mengenai langkah-langkah pengujian yang lebih rinci dapat


dilihat pada lampiran IV halaman 18.

b)

Hasil Pengujian:
Dalam pengujian simulator PMT Tanduk Api, jarak elektroda diatur

seminim mungkin (1 mm), hal ini dikarenakan bentuk elektroda yang tidak lancip

(elektroda

lancip

memudahkan

pelepasan

elektron).

Dengan

pengaturan

elektroda yang 1 mm tersebut, diharapkan bisa memudahkan elektroda dalam


melepas elektron, sehingga busur api akan mudah tercipta. Berikut merupakan
hasil dari pengujian simulator PMT Tanduk Api:
Tabel 4.8 Pengujian Simulator PMT Tanduk Api
No

V1

V2

Busur Api

140 Volt

2600 Volt

160 Volt

2950 Volt

Padam

180 Volt

3250 Volt

Padam

200 Volt

3650 Volt

Padam

220 Volt

4150 Volt

Tidak Padam

Prinsip pemadaman pada simulator PMT Tanduk Api adalah memutuskan


busur api dengan memperpanjang jarak elektroda. Jika busur api muncul dan
kedua elektroda digerakkan saling menjauh, maka busur api akan menuju ke
atas melalui elektroda berbentuk tanduk. Metode pemadaman ini sering disebut
sebagai proses deionisasi yang menggunakan metode perpanjangan jarak
elektroda secara mekanikal untuk memadamkan busur api.
Pada tegangan output sekitar 2950 V dan jarak elektroda 1 mm, sudah
dapat mensimulasikan gerakan busur api untuk menuju ke atas tanduk.
Sehingga dengan bertambahnya jarak, busur api akan padam. Pada tegangan
output 4150 Volt, busur api yang timbul tidak bisa padam karena jarak tanduk
masih terlalu dekat untuk tegangan sebesar itu (meskipun elektroda sudah
digerakkan menjauh dari elektroda yang lain). Dalam PMT Tanduk yang
sebenarnya, untuk mengatasi busur api yang sangat besar diperlukan dindingdinding pemisah, seperti yang diperlihatkan Gambar 2.3.