Anda di halaman 1dari 16

FERMENTASI ASAM SITRAT DARI SARI BUAH

PEPAYA MENGGUNAKAN MEDIA SEMIPADAT

KELOMPOK 4/SENIN
ADELLA LINRA P (21030113120029)
YUNITA FAHNI (21030113120043)
ZULFAJRI (21031013140169)

PENDAHULUAN
Asam sitrat (C6H8O7) merupakan senyawa intermediet dari
asam organik yang berbentuk kristal atau serbuk. Adapun
mekanisme pembentukannya dengan enzim amilase,
glukoamilase, atau amiloglukosidase, senyawa karbohidrat
akan dipecah menjadi glukosa dan melalui jalur EMP akan
diubah menjadi asam piruvat. Asam piruvat melalui siklus
kreb atau siklus TCA akan dirubah menjadi asam sitrat.
Kapang (mold)

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

ASPERGILLUS NIGER
Aspergillus niger adalah kapang yang dapat menghasilkan
enzim yang mampu mengubah karbohidrat menjadi asam
sitrat. Aspergillus niger dapat tumbuh pada suhu 35oC-37oC
(optimum) dan memerlukan oksigen yang cukup (aerobik).
Aspergillus nigermemiliki bulu dasar berwarna putih atau
kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat
gelap sampai hitam.

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

ASAM SITRAT DALAM SIKLUS KREBS

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

METODOLOGI PERCOBAAN
ALAT :
1. Petridish
2. Beaker glass
3. Erlenmeyer
4. Gelas ukur
5. Buret, statif dan klem
6. Pipet
7. Inkubator untuk fase semi
padat
8. Oven

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

METODOLOGI PERCOBAAN
Bahan :
1. Sari buah pepaya
2. Bekatul
3. Sekam padi
4. Urea
5. KH2PO4
6. MgSO4.7H2O
7. Aspergillus niger

: @ 20 gr
: 10 gr dan 10 gr
: 15 gr dan 15 gr
: 3 gr dan 2 gr
: 2 gr dan 2 gr
: 2 gr dan 2 gr
: 1 mL 3 mL

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

METODOLOGI PERCOBAAN
Langkah Kerja :
Siapkan sumber karbohidrat yang akan digunakan. Bila sumber
karbohidrat berupa buah, buah dikupas lalu dihaluskan dan airnya
dibuang/dituang dengan cara diperas sampai sedikit kering.
Setelah agak kering, timbang sumber karbohidrat sesuai variabel dan
kedalamnya ditambahkan nutrient nutrient (urea, sekam padi,
bekatul, MgSO4 , KH2PO4 ) sesuai variabel. Aduk sampai homogen di
dalam beakerglass.
Tambahkan aquadest hingga media menjadi lembab (sampai becek).
Atur pH sesuai variabel.
Tutup beaker glass dengan alumunium foil dan bungkus dengan kertas
koran, sterilkan dengan autoclave pada suhu 1200C - 1210C.

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

METODOLOGI PERCOBAAN
Biarkan dingin pada suhu kamar. Setelah dingin tanami media dengan
suspensi spora di dalam lemari aseptik sebanyak 5 mL. Aduk yang baik
agar suspense spora dapat tersebar merata dalam media, lalu tutup
kembali dengan alumunium foil.
Inkubasikan selama x hari pada 280 300C (dalam incubator untuk
media semipadat).
Setelah selesai inkubasi, tambahkan aquadest ke dalam beaker glass
sedikit demi sedikit dan lumat semua isi beaker glass hingga tercampur
merata. Volume aquadest yang ditambahkan maksimal 50 mL .
Saring dengan kertas saring atau pompa vakum dan filtratnya ditest
untuk asam sitratnya.

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

METODOLOGI PERCOBAAN
Analisa Hasil :
Panaskan filtrat yang diperoleh dari percobaan di atas sampai 700C. Tambahkan
Ca(OH)2 larutan sebanyak 10 mL. Buat larutan Ca(OH)2 dengan melarutkan 5gr
Ca(OH)2 dengan aquadest sampai 50 mL (jaga temperatur konstan).
Endapan yang timbul cepat-cepat disaring (dalam keadaan panas 700C), kemudian
dicuci dengan air panas 700C. Endapan tersebut adalah calcium citrat.
Keringkan endapan di oven kemudian timbang beratnya. Catat beratnya.
Endapan tersebut dilarutkan dengan H2SO4 encer, sesuai perhitungan, saring
dengan kertas saring. Filtratnya merupakan asam sitrat dan endapannya adalah
calcium sulfat.
Untuk mengetahui berat asam sitrat yang diperoleh pada percobaan, titrasi filtrat
tersebut dengan NaOH 0,1N. Catat kebutuhan titran.

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

METODOLOGI PERCOBAAN
Menghitung Kebutuhan H2SO4 encer
(Ca3(C5H6O7)2)(s) +3( H2SO4)(l) 3(CaSO4)(s) + 2(C6H8O7)(s)
x gr
= A mol 3A mol
BM Ca Sitrat
Buat larutan H2SO4 dengan melarutkan 5 ml H2SO4 pekat menjadi 100 ml
gr H2SO4 = V H2SO4 . H2SO4 . Kadar H2SO4
100
= 5 ml . 1,84 gr/cm3 .
= 9,39 gr
mol
molar H2SO4 =
=
V
mol
molar H2SO4 =
V
3A mol
0,958 M =
V

gr

98

9,39 gr

BM

98 gr/mol

0,1 L

= 0,958 M

= L = mL

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

HASIL PERCOBAAN
Analisa Hasil
Parameter yang

Variabel

Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

Hari 6

pH

Volume Titran

2,3 ml

2,2 ml

2,5 ml

1,5 ml

7 ml

pH

Volume Titran

1,8 ml

2,1 ml

2,6 ml

1,7 ml

6,24

diukur

II

Berat endapan Ca Sitrat setelah dioven dan Kebutuhan H2SO4


Variabel I

9,2 gr

; H2SO4

57,85 ml

Variabel II

5,8 gr

; H2SO4

36,47 ml

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

PEMBAHASAN
Perbandingan pH volume titran vs waktu pada Variabel I dan II
8
7
6

volume titran(mL)

5
4
Variabel 1
3

Variabel 2

2
1
0
0

waktu(hari)

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

PEMBAHASAN
Perbandingan pH vs waktu (hari) pada variabel I dan II

3.5
3
2.5

pH

2
Variabel 1

1.5

Variabel 2

1
0.5
0
0

Waktu(hari)

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

PEMBAHASAN
Hubungan waktu dengan volume titran pada variabel I dan II

8
7
6

volume titran(mL)

4
Variabel 1
3

Variabel 2

2
1
0
0

waktu(hari)

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

KESIMPULAN
Fenomena hubungan pH volume titran vs waktu(hari) pada variabel 1 dan
variabel 2 mengalami kenaikan dan penurunan pH. Kenaikan pH diakibatkan
oleh degradasi pada protein menjadi asam amino.
Semakin lama waktu maka pH akan semakin meningkat disebabkan karena
penggunaan urea sehingga dapat menyebabkan pH media menjadi meningkat
karena urea sebagai nitrogen organik akan mengalami hidrolisis sehingga
melepaskan ammonia dan karbondioksida.
Penambahan urea menyebabkan penurunan volume titran, namun setelah itu
terjadi peningkatan volume titran akibat fermentasi sitrat berjalan sesuai kondisi
optimumnya yaitu pada pH 2-3.

ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)

TERIMA KASIH
ASAM SITRAT OLEH ADELLA LINRA P (21030113120029), YUNITA FAHNI (21030113120043), ZULFAJRI (21030113140169)