Anda di halaman 1dari 21

REOLOGI 2014

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rheologi adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan
deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas. Viskositas
(kekentalan)

merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk

mengalir; semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir.


Viskositas dinyatakan dalam simbol . Viskositas merupakan perbandingan
antara Shearing stress F/A dan Rate of shear dv/dr.Satuan viskositas adalah poise
atau dyne detik cm-2. Sedangkan pada Sistem NonNewton ada 3 jenis tipe aliran
dalam sistem Non-Newtonian, yaitu: plastis, pseudoplastis dan dilatan.
Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam
pembuatan krim, suspensi,emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lain-lain.
Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk sediaan
farmasi (dosage form) sebagai penjaminan kualitas yang samauntuk setiap batch.
Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran
dari tube, atau pelewatan dari jarum suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat
mempengaruhi penerimaan obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan
ketersediaan hayatidalam tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah
terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh. Penggolongan
bahan menurut tipe aliran dan deformasi ada 2 yaitu Sistem Newton dan
Sistem Non-Newton. Tipe aliran yang mengikuti Sistem Newton, viskositasnya
tetap pada suhu dan tekanan tertentu dan tidak tergantung pada kecepatan geser,
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

sehingga viskositasnya cukupditentukan pada satu kecepatan geser. Ada beberapa


istilah dalam Sistem Newton ini :Rate of shear (D) dv/dr untuk menyatakan
perbedaan kecepatan (dv) antara dua bidang cairanyang dipisahkan oleh jarak
yang sangat kecil (dr).
Hal-hal yang mendasari dilakukan praktikum ini untuk mengetahui
kemampuan suatu cairan untuk bisa mengalir pada viskositasnya. Misalnya, aliran
yang mengikuti Sistem Newton, viskositasnya tetap pada suhu dan tekanan
tertentu dan tidak tergantung pada kecepatan geser, sehingga viskositasnya cukup
ditentukan pada satu kecepatan geser.
B. Maksud Percobaan
Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan
memahami tentang rheologi, membedakan cairan newton dan non-newton serta
mengetahui dan memahami penentuan viskositas rheologi cairan newton dan
non-newton.
C. Tujuan Percobaan
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah :
1. Menjelaskan tentang rheologi
2. Membedakan cairan Newton dan Non-Newton
3. Menentukan viskositas rheologi cairan newton dan non newton

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Umum
Rheologi adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran cairan dan
deformasi. Ahli fisiologi menggunakan ilmu ini untuk memperediksi sirkulasi
darah. Para dokter menggunakan untuk menentukan aliran larutan injksi,
sedangkan untuk ahli farmasi menggunkannya untuk menentukan aliran emulsi,
suspensi dan salep (Rachmat kosman, 2006)
Penyelidikan viskositas dari cairan sejati,larutan, dan sistem koloid baik
yang encer maupun yang kental jauh lebih bersifat praktis daripada bernilai
teoritis.Scott-Blair

mengenali

menyarankan penerapannya

pentingnya
dalam

rheologi

formulasi

dan

dalam

farmasi

analisis

dari

dan

produk

farmasi.Rheologi meliputi pencampuran dan aliran dari bahan, pemasukan ke


dalam wadah, pemindahan sebelum digunakan,pengeluaran dari tube, atau
pelewatan dari suatu jarumsuntik.sifat-sifat rheologi dari sistem farmasetik dapat
mempengaruhi pemilihan alat yang akan digunakan untuk memproses suatu
produk. Penggolongan bahan menurut tipe aliran dan deformasi adalah, Sistem
Newton dan Sistem non-Newton.pemilihan bergantung pada sifat-sifat alirannya
apakah sesuai dengan hukum aliran dari newton atau tidak.Newton adalah orang
pertama yang mempelajari sifat-sifat aliran dari cairan secara kuantitatif.Dia
menemukan bahwa makin besar viskositas suatu cairan, akan makin besar pula
gaya per satuan luas (shearing stress) yang diperlukan unntuk menghasilkan suatu
rate of shear tertentu.satuan Viskositas adalah poise sebagai shearing force yang
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

dibutuhkan untuk menghasilkan kecepatan 1 cm/detik antara dua bidang cairan


yang paralel dimana luas masing-masing adalah 1 cm-2 dan dipisahkan oleh jarak
1 cm (Martin, 1993).
Berdasrkan grafik sifat aliran cairan newton terbagi atas dua kelompok
yaitu (Anonim, 2014) :
1. Cairan yang sifat alirannya tidak dipengaruhi oleh waktu.
a.

Aliran plastik

b.

Aliran pseudoplastik

c.

Aliran dilatan

2. Cairan yang sifat alirannya dipengeruhi oleh waktu


a. Aliran tiksotropik
b. Aliran rheopeksi
c. Aliran viskoelastis
Reologi adalah kajian tentang perubahan bentuk dan rambatan bahan yang
disebabkan oleh aplikasi gaya-gaya dengan memasukkan faktor waktu. Pokok
bahasan utamanya berkaitan dengan hubungan-hubungan antara tekanan dan
perubahan bentuk, fenomena rambatan dan pengurangan tekanan (stressrelaxation), dan kajian tentang viskositas. Sebagai tambahan dari sifat-sifat
reologis bahan, ada beberapa sifat mekanis lain berkaitan dengan pergerakan
bahan akibat aplikasi gaya-gaya. Sifat-sifat tersebut adalah koefisien geser (drag
coefficient), kecepatan (terminal velocity), koefisien gesek (friction coefficient),
sifat aliran bahan lepas (flow characteristic), dll (Ansel, 1989).

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

Ahli farmasi kemungkinan besar lebih sering menghadapi cairan non


newton dibanding dengan cairan biasa. Oleh karena itu mereka harus
mempengaruhi metode yang sesuai untuk mempelajari zat-zat kompleks ini. Non
newtonian Bodies adalah zat-zat yang tidak mengikuti persamaan aliran newton :
dispersi heterogen cairan dan padatan seperti larutan koloid, emulsi, suspensi cair,
salep dan produk-produk serupa masuk kelas ini. Jika bahan-bahan non newton
dianalisis dalam suatu viskometer putar dan hasilnya diplot diperoleh berbagai
kurva konsistensi yang menggambarkan adanya tiga kelas aliran yakni plastis,
pseuodoplastis dan dilatan (Martin, 1993)
Kurva aliran ini plastis tidak melalui titik (0,0) tetapi memotong sumbu
shearing stress (atau akan memotong, jika bagian lurus dan kurva tersebut
diektrapolasikan ke sumbu) pada suatu titik tertentu yang dikenal sebagai harga
yield. Bingham bodies tidak akan mengalir sampai shearing stress dicapai sebesar
yield value tersebut. Pada harga stress di bawah harga yield, zat bertindak seperti
bahan elastis. Ahli rheologi menggolongkan Bingham Bodies suatu bahan yang
mempunyai / memperlihatkan yield value, seperti halnya zat padat. Sedang zat-zat
yang mulai mengalir pada shearing stress terkecil didefinisikan sebagai cairan.
Yield value adalah suatu sifat yang penting dari dispersi-dispersi tertentu (Martin,
1993).
Aliran pseudoplastis. Sejumlah besar produk farmasi termasuk gom alam
dan sintesis, misalnya : dispersi cair dari traga ileh polimer-polimer dalam larutan,
yang merupakan kebalikan dari sistem plastis, yang tersusun dari partikel-partikel
yang terflokulasi dalam suspensi, kurva konsistensi untuk bahan pseudoplastis

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

mulai pada titik (0,0) atau paling tidak mendekatinya rate of shear rendah.
Akibatnya, berlawanan dengan Bingham Bodies, tidak ada yield value. Tapi
karena tidak ada bagian kurva yang linier, maka kita tidak dapat menyatakan
viskositas suatu bahan pseudoplastis dengan suatu harga tunggal (Martin, 1993).
Aliran dilatan. Suspensi-suspensi tertentu dengan persentase zat padat
terdispersi yang tinggi menunjukkan peningkatan dalam daya hambat untuk
mengalir dengan peningkatan dalam daya hambat untuk mengalir dengan
meningkatnya rate of share. Pada sistem seperti itu sebenarnya volumenya
meningkat jika terjadi shear dan oleh karena itu diberi istilah dilatan.zat-zat yang
mempunyai sifat-sifat aliran dilatan adalah suspensi-suspensi yang berkosentrasi
tinggi (kira-kira 50% atau lebih) dari partikel-partikel kecil yang mengalami
deflokulasi.Sifat dilatan , pada istirahat, partikel-partikel tersebut tersusun rapat
dengan volume antar partikel atau volume Void (kosong) pada keadaan
minimum.tetapi jumlah pembawa dalam suspensi tersebut cukup untuk mengisi
volume ini dan menyebabkan partikel-partikel bergerak dari satu tempat ke tempat
lainnya pada rate of shear rendah. Pada saat shear stress meningkat, bulk dari
sistem tersebut mengembang atau memuai (Martin,1993).

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

B. Uraian Sampel
1.

Air suling (Ditjen POM, 1979 : 96)


Nama resmi

: Aqua destillata

Nama lain

: Aquadest

RM / BM

: H2O / 18,02

Bobot jenis

: 0,997 g/ml (250C)

Pemerian

: Cairan jernih; tidak berwarna; tidak


berbau; tidak mempunyai rasa

2.

Penyimpanan

: Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan

: Sebagai pelarut

Blueberry Topping Jam


Komposisi

: Gula, bluebery, air, pengatur keasaman :


asam sitrat, pengental : pektin, perisa
blueberry (mengandung pewarna Ponceau
4R CI 16255), pengawet : kalium sorbat,
pewarna : karmoisin CI 14720, Biru
berlian FCF CI 42090BPOM RI MD
234331005001

Brand Produk

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

: Mariza

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

Nomor Produk

: S000000154

Berat Kotor

: 434.50 g

Dimensi Produk

1. : 19.00cm X 30.00cm X 20.00cm

3. Marjan Cocopandan
Komposisi : Gula pasir, air,
perisa cocopandan,

ekstrat kelapa,

ekstrat

pandan,

pengatur keasaman sitrat, pewarna

4R, CI 16255, 0,1 tetracin, CI 19140


Isi bersih

: 600 ml

Produksi

: PT Lasella Food Indonesia, Depok, Indonesia.

4. Susu Ultra Cokelat (http://www.ultrajaya.co.id)


Penyimpanan
a. Sebelum dibuka:
Sebaiknya disimpan dalam suhu kamar meskipun tanpa disimpan
dalam pendingin. Jangka waktu penyimpanan yaitu maksimum 10 bulan.
b. Setelah dibuka:
Kemasan harus ditutup rapat dan disimpan dalam lemari
dalam suhu 4 C. Produk harus

pendingin

dihabiskan maksimal dalam 7 hari ,

namun sebaiknya langsung diminum habis setelah dibuka, supaya tetap


terjaga kesegarannya.
c. Bahan Dasar :
Coklat : Susu segar, gula, bubuk coklat, stabilizer, rasa coklat .

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

BAB III

METODE KERJA
A. Alat
Adapun alat alat yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu, batang
pengaduk, botol semprot, gelas kimia 50 ml, gelas ukur 50 ml, Viskometer
ostwald, Viskometer Brookfiled, piknometer 25 ml, dan timbangan analitik.
a. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini, yaitu
Aquadest, Hand & Body Marina, sirup marjan, susu ultra vanilla, dan topping
blueberry.
A. Cara kerja
a. Menentukan viskositas toping blueberry
Disiapkan alat dan bahan dan dimasukkan 50 ml Topping Blueberry
ke dalam gelas kimia, diukur viskositas sampel menggunakan viskometer
Brookfield dengan menggunakan spindle 64. Diukur viskositas naik sampel
mulai rpm 0,5 , 2, 5, 10, 20, 50, dan 100. Kemudian diukur viskositas turun
sampel mulai 100, 50, 20, 10, 5, 2, dan 0,5 rpm. Dibuat rheogram dari
sampel yang telah diamati.
b. Menentukan viskositas Hand and Body Marina
Disiapkan alat dan bahan, dimasukkan 50 ml Hand and Body Marina
ke dalam gelas kimia, diukur viskositas sampel menggunakan viscometer
Brookfield dengan menggunakan spindle 64. Diukur viskositas naik sampel
mulai rpm 0,5 , 2, 5, 10, 20, 50, dan 100. Dan diukur viskositas turun sampel
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

mulai 100, 50, 20, 10, 5, 2, dan 0,5 rpm. Dibuat rheogram dari sampel yang
telah diamati.
c. Menentukan viskositas susu Ultra Milk
Disiapkan alat dan bahan, dimasukkan susu ultra ke dalam viskometer
Ostwald dan diukur viskositas dari sampel.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
1. Tabel pengamatan sirup marjan
Aliran naik

0,5

kecepatan
geser
0,008333333

viskositas atas
(cp)
3600

viskositas atas
(p)
36

5
10
20
50
100

0,083333333
0,166666667
0,333333333
0,833333333
1,666666667

460
340
282
262
248

4,6
3,4
2,82
2,62
2,48

viskositas atas
(cp)
3600
460
310
282
257
248

viskositas atas
(p)
36
4,6
3,1
2,82
2,57
2,48

Rpm

tekanan geser
0,3
0,383333333
0,566666667
0,94
2,183333333
4,133333333

Aliran turun
rpm
0,5
5
10
20
50
100

kecepatan
geser
0,008333333
7,666666667
5,166666667
4,7
4,283333333
4,133333333

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

tekanan geser
0,3
35,26666667
16,01666667
13,254
11,00816667
10,25066667

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

2. Tabel pengamatan Marina lotion


Aliran naik
rpm

kecepatan geser

0,5
2
5
10
20
50
100

0,008333333
0,033333333
0,083333333
0,166666667
0,333333333
0,833333333
1,666666667

viskositas atas
(cp)
12700
36900
20200
13000
9120
4860
3048

viskositas atas
(p)
127
369
202
130
91,2
48,6
30,48

viskositas atas
(cp)
78000
31500
18100
12780
8430
4670
3012

viskositas atas
(p)
780
315
181
127,8
84,3
46,7
30,12

tekanan geser
1,058333333
12,3
16,83333333
21,66666667
30,4
40,5
50,8

Aliran turun

Rpm
0,5
2
5
10
20
50
100

kecepatan geser
0,008333333
0,033333333
0,083333333
0,166666667
0,333333333
0,833333333
1,666666667

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

tekanan geser
6,5
10,5
15,08333333
21,3
28,1
38,91666667
50,2

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

3. Tabel pengamatan Topping Blueberry


Aliran naik

rpm
0,5
2
5
10
20
50
100

kecepatan geser
0,008333333
0,033333333
0,083333333
0,166666667
0,333333333
0,833333333
1,666666667

viskositas atas
(cp)
82000
34800
19900
14400
10350
7780
5772

viskositas atas
(p)
820
348
199
144
103,5
77,8
57,72

tekanan geser
6,833333333
11,6
16,58333333
24
34,5
64,83333333
96,2

Aliran turun
Rpm

kecepatan geser

viskositas (cp)

viskositas (p)

tekanan geser

0,5

0,008333333

7700

77

0,641666667

0,033333333

31200

312

10,4

0,083333333

16100

161

13,41666667

10

0,166666667

11580

115,8

19,3

20

0,333333333

8820

88,2

29,4

50

0,833333333

6580

65,8

54,83333333

100

1,666666667

5544

55,44

92,4

B. Pembahasan
Rheologi berasal dari bahasa yunani mengalir (rheo) dan logos (ilmu),
digunakan istilah ini untuk pertama kali oleh Bingham dan Crawford (seperti
dilaporkan oleh Fischer) untuk menggambarkan aliran cairan dan deformasi dari
padatan,
Adapun maksud dari praktikum yaitu untuk mengetahui dan memahami
cara penentuan viskositas jenis aliran dari sampel (sirup ABC, topping, ovaltine,
NUR ATIKA AHMAD
15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

dan nutri sari) dengan menggunakan viskometer Brookfield sedangkan tujuannya


yaitu menjelaskan tentang rheologi, membedakan cairan newton dan non newton
serta menentukan viskositas rheologi cairan newton dan non newton.
Dalam rheologi dikenal adanya viskositas yang meliputi viskositas
kinematik dan fluiditas yang dipakai sebagai pengganti dari viskositas, dimana
viskositas kinematik adalah viskositas absolut dibagi kerapatan cairan (bobot
jenis).
Pengaruh suhu pada viskositas dalam rheologi yaitu apabila viskositas
(gas) meningkat dengan naiknya temperature maka viskositas cairan justru
menurun. Jika temperature dinaikkan , fluiditas dari suatu cairan yang merupakan
kebalikan dari viskositas dan meningkat dengan tingginya temperature.
Aliran dalam rheologi ada 2 yaitu aliran Newton yang merupakan aliran
yang gayanya sebanding dengan alirannya. Dan yang kedua aliran nonnewton
yang terbagi menjadi 3 yaitu plastik yang memiliki nilai yield merupakan sebuah
nilai yang harus dilalui / dilampaui oleh suatu aliran yang sifatnya plastis sebelum
ia mengalir. Pseudoplastik yang tidak memiliki nilai yield dan aliran dilatan yaitu
aliran yang berbanding terbalik dengan pseudoplastik.
Untuk

menentukan

jenis

aliran

sampel,

terlebih

dahulu

dicari

viskositasnya dari masing-masing sampel dengan menggunakan viskositas


brookfield. Pertama-tama, dipasang spindel yang sesuai, kemudian sampel
diletakkan dalam wadah dan diturunkan spindel ke dalam wadah yang berisi
sampel. Pasang stop kontak, nyalakan motor sambil menekan tombo, biarkan
spindel berputar dan lihat skala pada layar, baca angka yang ditunjukkan oleh

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

layar. Pada percobaan ini digunakan 0,5 rpm, 2 rpm, 5 rpm, 10 rpm, 20 rpm, 50
rpm dan 100 rpm.
Sampel yang digunakan pada praktikum ini yitu sirup marjan,susu ultra,
handbody, dan topping blueberry.
Dari hasil percobaan diperoleh hasil bahwa dengan melihat viskositas
cairan, sampel yang paling kental adalah topping blueberry dan handbody marina
yang mempunyai aliran plastic karena mempunyai nilai yield yang harus
dilampaui sebelum cairan itu mengalir. Susu ultra memiliki aliran pseudoplastis
dan sirup marjam memiliki aliran dilatan.
Aplikasi reologi dan viskositas terhadap stabilitas suspensi maupun emulsi
: viskositas suspense kekentalan suatu cairan mempengaruhi pula kecepatan aliran
dari cairan tersebut, makin kental suat cairan kecepatan alirannya makin turun (
kecil).kecepatan aliran dari cairan tersebut akan mempengaruhi pula gerakan
turunnya partikel yang terdapat di dalamnya. Dengan demikin dengan menambah
viskositas cairan, gerakan turun dari partikel yang dikandungnya akan
diperlambat.tetapi perlu diingat baha kekentalan suspensi tidak boleh terlalu tinggi
agar sedian udah di kocok dan dituang.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2014. Penuntun Praktikum Farmasi Fisika II. Universitas Muslim
Indonesia : Makassar
Ansel., 1989., Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi., UI Press., Jakarta.
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia : Jakarta
Kosman, R., 2005 Farmasi Fisika., UMI., Makassar
Martin, Alfred. Farmasi Fisik Edisi 3. Penerbit Universitas Indonesia : Jakarta

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

BAB VI

PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil percobaan dapat disimpulkn bahwa dengan melihat viskositas
cairan, sampel yang paling kental adalah topping blueberry dan handbody marina
yang mempunyai aliran plastic , susu ultra memiliki aliran pseudoplastis dan sirup
marjam memiliki aliran dilatan.
B. Saran
Diharapkan kepada praktikan untuk lebih barhati-hati dan teliti lagi dalam
praktikum.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

LAMPIRAN
A. Kurva

Toping Blueberry
120

Tekanan Geser

100
80
60

Series1

40

Series2

20
0
0

0.5

1.5

Kecepatan Geser

Marina
60

Tekanan Geser

50
40
30
20
10
0
0

0.5

1.5

Kecepatan Geser

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

Tekanan Geser

Sirup Marjan
4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
0

0.5

1.5

Kecepatan Geser

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

LAMPIRAN
Skema Kerja
a. Menentukan viskositas toping blueberry
Disiapkan alat dan bahan dan dimasukkan 50 ml Topping Blueberry ke
dalam gelas kimia

Diukur viskositas sampel menggunakan viskometer Brookfield

. Diukur viskositas naik sampel mulai rpm 0,5 , 2, 5, 10, 20, 50, dan 100.

Diukur viskositas turun sampel mulai 100, 50, 20, 10, 5, 2, dan 0,5 rpm.

Dibuat rheogram dari sampel yang telah diamati.

b. Menentukan viskositas Hand and Body Marina


Disiapkan alat dan bahan

Dimasukkan 50 ml Hand and Body Marina ke dalam gelas kimia

Diukur viskositas sampel menggunakan viscometer Brookfield dengan


menggunakan spindle 64

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF

REOLOGI 2014

Diukur viskositas naik sampel mulai rpm 0,5 , 2, 5, 10, 20, 50, dan 100

Diukur viskositas turun sampel mulai 100, 50, 20, 10, 5, 2, dan 0,5 rpm

Dibuat rheogram dari sampel yang telah diamati.

c. Menentukan viskositas susu Ultra Milk


Disiapkan alat dan bahan

Dimasukkan susu ultra ke dalam viskometer Ostwald

Diukur viskositas dari sampel.

NUR ATIKA AHMAD


15020130271

SYAHRUL RAHMAT LATIF