Anda di halaman 1dari 9

PENGERTIAN

Secara umum yang dimaksud dengan rumah sehat adalah sebuah rumah yang dekat dengan
air bersih, berjarak lebih dari 100 meter dari tempat pembuangan sampah, dekat dengan
sarana pembersihan, serta berada di tempat dimana air hujan dan air kotor tidak menggenang
Kriteria Perumahan Sehat
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain kebutuhan sandang dan pangan.
Rumah berfungsi sebagai tempat tinggal, berlindung dari gangguan iklim dan mahluk lain.
Rumah yang sehat dan nyaman merupakan sumber inspirasi bagi penghuninya untuk berkarya
sehingga dapat meningkatkan produktifitasnya.
Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor
risiko sumber penularan beberapa jenis penyakit, seperti diare, ISPA, malaria, TB Paru, demam
berdarah, pes dan lain-lain. Faktor risiko lingkungan pada bangunan rumah yang dapat
mempengaruhi kejadian penyakit maupun kecelakaan, antara lain ventilasi, pencahayaan,
kepadatan hunian ruang tidur, kelembaban ruang, kualitas udara ruang, binatang penular
penyakit, air bersih, limbah rumah tangga, sampah dan perilaku penghuni dalam rumah.
Upaya pengendalian faktor risiko lingkungan perumahan perlu dilakukan untuk mencegah
terjadinya penyakit tersebut di atas, yaitu dengan membangun rumah yang memenuhi syaratsyarat kesehatan. Secara umum persyaratan rumah sehat sebagai berikut (Candra, 2005, Depkes
RI, 2005):
Memenuhi kebutuhan fisiologis, antara lain pencahayaan, penghawaan, ruang gerak yang cukup
dan terhindar dari gangguan kebisingan.
Memenuhi kebutuhan psikologis, antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antara
anggota keluarga dalam rumah.
Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit, antara lain penyediaan air bersih,
pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit, terlindungnya makanan dan
minuman dari pencemaran.
Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan, antara lain persyaratan garis sepadan
jalan, konstruksi yang kuat, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung menimbulkan kecelakaan
bagi penghuninya.
umah yang sehat harus dapat mencegah atau mengurangi resiko kecelakaanseperti terjatuh,
keracunan dan kebakaran (Winslow dan APHA). Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam
kaitan dengan hal tersebut antara lain :
Membuat konstruksi rumah yang kokoh dan kuat;
Bahan rumah terbuat dari bahan tahan api;

Pertukaran udara dalam rumah baik sehingga terhindar dari bahaya racun dan gas;
Lantai terbuat dari bahan yang tidak licin sehingga bahaya jatuh dan kecelakaan mekanis dapat
dihindari;
Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang
cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu;
Persyaratan letak rumah
Letak rumah yang baik dapat menghindarkan penghuninya dari bahaya timbulnya
penyakitmenular, kecelakaan, dan kemungkinan gangguan-gangguan lainnya. Persyaratan letak
rumahmerupakan persyaratan pertama dari sebuah rumah sehat. Berikut ini adalah
pertimbanganmemilih letak rumah (2):a. Permukaan tanah dan lapisan bawah tanah (soil dan
subsoil), tanah rendah yang seringdigenangi banjir sudah jelas tidak baik menjadi tempat
perumahan yang permanen. Tanah berbatu karang biasanya lembap dan dingin, karena air pada
waktu hujan tidak bisa meresap kedalam tanah. Akan tetapi, dengan konstruksi yang baik (lantai
yang kedap air) rumah dengankondisi tersebut bisa digunakan tanpa ada gangguan. Apalagi bila
dilengkapi dengan drainaseyang baik. b. Hadap rumah (dalam hubungannya dengan matahari,
arah angin, dan lapangan terbuka). Di belahan bumi sebelah utara misalnya, kamar-kamar yang
terletak di sebelah utara akan menerimasinar matahari lebih sedikit. Oleh karena itu, sebaiknya
dapur dan ruang tempat menyimpanmakanan terletak di bagian utara rumah.
Persyaratan fisik
Persyaratan fisik meliputi konstruksi dan luas bangunan. Konstruksi rumah harus baik dan
kuat,sehingga dapat mencegah kemungkina terjadinya kelembaban dan mudah diperbaiki bila
adakerusakan. Persyaratan fisik menyangkut konstruksi rumah. Berdasarkan pengalamanpengalaman sebelumnya, setiap orang merasa perlu untuk membuat fondasi yang kokoh
supayakonstruksinya kuat. Tipe fondasi bermacam-macam bergantung pada berat dari rumah
ataugedung yang akan dibangun dan keadaan bawah tanah (subsoil). Subsoil yang berbatu-batu
ataukerikil akan dapat menahan beban yang berat, tetapi subsoil yang terdiri atas tanah liat,
kekuatanmenahan bebannya tidak tetap. Kekuatannya bisa bertambah dan bisa pula menurun,
bergantung pada keadaan peresapan airnya yang juga berubah-ubah mengikuti perubahan
keadaan musim.Fondasi yang tidak sesuai akan mengakibatkan rumah yang di atasnya bisa
rontok. Ada tiga caradalam membuat fondasi, yaitu:
a. Membuat parit-parit yang diisi dengan adukan semen;
b. Membuat semacam rakit dengan adukan semen yang konkret;
c. Membangun tiang-tiang/pilar-pilar dari besi beton.Luas bangunan harus disesuaikan dengan
jumlah penghuni rumah, luas lantai bangunandisesuaikan dengan penghuninya. Luas bangunan
yang tak sebanding dengan jumlah penghuniakan mengakibatkan sesak, kurang bebas, dan akan

menyebabkan tidak sehat. Jika salah satuanggota keluarga ada yang menderita penyakit infeksi
menular, maka kurangnya suplai oksigenakan memudahkan terjadinya penularan penyakit. Luas
bangunan yang optimum adalah 2,5-3 muntuk tiap orang (tiap anggota keluarga)
3. Persyaratan fisiologis
Rumah sehat harus dipenuhi criteria ventilasi yang baik, pencahayaan yang cukup, terhindar
darikebisingan, dan adanya lapangan rekreasi, terutama untuk anak-anak bermain.
a. Ventilasi
Ventilasi
merupakan hal
yang
penting
untuk diperhatikan,
rumah
sebaiknya
dibuat sedemikianrupa sehingga udara segar dapat masuk ke dalam rumah secara bebas,
sehingga asap dan udarakotor dapat hilang secara tepat. Hal ini dapat dicapai dengan
menempatkan pintu dan jendeladalam posisi yang tepat, sehingga udara dapat masuk ke dalam
kamar-kamar dan ruangan-ruangan lain di dalam rumah. Fungsi ventilasi adalah:
1) Menjaga agar aliran udara di dalam rumah tetap segar;
2) Membebaskan udara ruangan dari bakteribakteri, terutama bakteri pathogen karena aliranudara
yang
terus-menerus;
3) Menjaga ruangan agar kelembaban dapat terjaga secara optimal.
Ada dua macan ventilasi, yaitu ventilasi alamiah dan ventilasi buatan. Aliran udara
dalamruangan pada ventilasi alamiah terjadi secara alami melalui jendela, pintu, lubanglubang,dinding, angin-angin, dan sebagainya. Sedangkan pada ventilasi buatan aliran udar terjadi
karenaadanya alat-alat khusus untuk mengalirkan udara seperti mesin pengisap (AC) dan kipas
angina.
b. Pencahayaan
Sebuah rumah dapat dikatakan sebagai rumah yang sehat apabila memiliki pencahayaan
yangcukup. Hal ini dikarenakan cahaya mempunyai sifat dapat membunuh bakteri atau kuman
yangmasuk ke dalam rumah. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan adalah
tingkat terangnya cahaya itu. Kurangnya pencahayaan akan menimbulkan beberapa akibat pada
mata,kenyamanan, sekaligus produktivitas seseorang. Oleh karena itu, dapat dikatakan
bahwa pencahayaan yang cukup dalam sebuah rumah sangat mempengaruhi kesehatan orangorangyang ada di dalamnya. Ada dua macam cahaya, yaitu cahaya alamiah dan cahaya buatan.
Cahayaalamiah merupakan cahaya langsung berasal dari sumber cahaya matahari. Cahaya ini
sangat penting sebab bermanfaat selain untuk penerangan secara alami, tidak perlu mengeluarkan
biaya,dan berfungsi membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah, misalnya basil TBC.
Idealnya,cahaya masuk luasnya sekurang-kurangnya adalah 15-20% dari luas lantai yang
terdapat didalam ruangan rumah. Cahaya buatan merupakan cahaya yang bersumber dari listrik,
lampu, api,lampu minyak tanah, dan sebagainya.

c. Kebisingan
Saat ini pengaruh kebisingan mulai diperhatikan oleh setiap orang. Hal ini
dikarenakankebisingan dapat mengganggu konsentrasi dan kenyamanan seseorang. Apalagi
kalau datangnyatiba-tiba seperti letusan yang sangat mengganggu kehidupan. Orang yang
memiliki penyakit jantung dapat meninggal seketika karena adanya letusan tersebut. Rumah
sehat adalah sebuahrumah yang bisa terhindar dari kebisingan/letaknya jauh dari sumber
kebisingan.
4. Persyaratan psikologis
Rumah sehat harus memiliki pembagian ruangan yang baik, penataan perabot yang rapi,
tidak over crowding, dan sebagainya. Over crowding menimbulkan efek-efek negative
terhadapkesehatan fisik, mental, maupun moral. Penyebaran penyakit-penyakit menular di rumah
yang padat penghuninya cepat terjadi. Selain itu, di daerah yang seperti ini, kesibukan dan
kebisinganakan meningkat, yang akan menimbulkan gangguan terhadap ketenangan, baik
individu,keluarga, maupun keseluruhan masyarakat di sekitarnya. Ketenangan dan kerahasiaan
setiapindividu tidak akan terjamin dan akan mengakibatkan akses-akses menurunnya moral.
Lingkungan yang dimaksud termasuk lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Hal
inimenyangkut bagaimana kondisi lingkungan alam dan social di sekitar kita. Membangun
rumahdi daerah yang rawan bencana banjir harus diperhatikan letak lokasi tanah
diupayakansebelumnya saat membangun ketinggian tanah diperkirakan agar di saat musim
penghujan tidak kebanjiran. Membangun rumah di dekat daerah rawan longsor dan daerah rawan
gempa, bahanyang digunakan harus ringan, namun kokoh. Rumah daerah dingin, panas,
pegunungan, pantai,kota, dan desa akan mempunyai karakteristik tersendiri dan perlu desain
yang berbeda-beda.Rumah dekat dengan hutan bisa dibuat sedemikian rupa dengan membuat
tangga yang tinggiagar binatang buas dan ular tidak dapat naik.
3. Kemajuan teknologi
Saat ini teknologi perumahan sudah begitu modern, namun rumah yang modern belum
tentusesuai dengan selera individu di masyarkat. Teknologi modern selain membutuhkan biaya
dan perawatan yang mahal juga diperlukan pengetahuan yang cukup agar mengerti tentang
teknologitersebut. Bagaimanapun masyarakat telah memiliki teknologi perumahan yang telah
diwarisi dariorang tuanya. Oleh karena itu, penerapan teknologi yang tepat guna harus
dipertahankansedangkan kekurangan-kekurangan yang ada dimodifikasi, sehingga dapat
memenuhi persyaratan rumah sehat yang telah ditetapkan. Teknologi yang tinggi jika diterapkan
di daerahtertentu belum tentu sesuai. Membangun rumah dengan pilar-pilar yang tinggi, bahan
dari batu bata, rumah kaca, desain kamar tertutup, ventilasi, dan jendela diganti dengan AC, hal
ini jikaditerapkan di desa belum tentu sesuai sebab udara di desa masih segar, rumah masih
belum begitu
padat,
dan
pencahayaan
masih
bagus
4. Peraturan pemerintah menyangkut tata guna bangunanPeraturan pemerintah terkait tata

guna bangunan jika tidak dibuat secara tegas dan dan jelasdapat menyebabkan gangguan
ekosistem seperti banjir, pemukiman kumuh, dan lain-lain. Saatini di kota-kota besar hal ini
sudah menjadi problem yang kompleks. Namun jika di pedesaan halini belum menjadi masalah
yang serius (2).
D. Standar Rumah Sehat
Pada dasarnya rumah yang baik dan pantas untuk dihuni harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut: bebas dari kelembapan; mudah diadakan perbaikan; mempunyai cukup
akomodasi danfasilitas untuk mencuci, mandi dan buang kotoran; serta mempunyai fasilitas yang
cukup untuk menyimpan, meracik, dan memasak makanan. Pada tahun 1946 di Inggris ada
sebuah SubCommittee on Standards of Fitness for Habitation yang membuat rekomendasi
terhadap rumahyang akan dihuni, antara lain sebagai berikut (2):

1. Dalam segala hal harus kering.


2. Dalam keadaan rumah diperbaiki.
3. Tiap kamar mempunyai lampu dan lubang ventilasi.
4. Mempunyai persediaan air yang cukup untuk segala keperluan rumah tangga.
5. Mempunyai kamar mandi
6. Mempunyai tempat/kamar cuci, dengan pembuangan air limbah yang baik.
7. Mempunyai system drainase yang baik.
8. Mempunyai jamban yang memenuhi syarat kesehatan (di dalam atau di luar).
9. Cukup fasilitas untuk menyimpan, meracik, dan memasak makanan.
10. Tempat menyimpan makanan harus mempunyai ventilasi yang baik.
11. Jalan masuk ke rumah yang baik.
12. Mempunyai fasilitas alat pemanas/pendingin di kamar
13. Setiap kamar mempunyai titik lampu yang cukup.