Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN

KEPERAWATAN
KEGAWAD DARURATAN SYSTEM 1
TRAUMA THORAX
KELOMPOK 4:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Ahmad Wakidus S.
Ave Miftakhul H.
Edi Muyoko
Hira Nur Al F.
M. Jufri Raksana
Onix Carera Sandy
Romauli Situmeang
Suyatni

DEFINISI
Trauma dada adalah abnormalitas rangka dada
yang disebabkan oleh benturan pada dinding
dada yang mengenai tulang rangka dada, pleura
paru-paru, diafragma ataupun isi mediastinal
baik oleh benda tajam maupun tumpul yang
dapat
menyebabkan
gangguan
system
pernafasan.

ETIOLOGI
Trauma pada toraks
dapat dibagi 2 yaitu
oleh karena trauma
tumpul dan trauma
tajam. Dalam trauma
akibat kecelakaan, ada
lima jenis tabrakan
(impact) yang berbeda,
yaitu depan, samping,
belakang, berputar dan
terguling.

MANIFESTASI KLINIS
1.

2.

Pneumothorax Adalah kelainan pada


rongga pleura ditandai dengan adanya
udara yang terperangkap dalam rongga
pleura.
Hemotutoraks adalah laserasi paru atau
laserasi
dari
pembuluh
darah
interkostal yang disebabkan oleh
trauma tajam atau trauma tumpul.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan foto toraks


CT Scan
Ekhokardiografi
Elektrokardiografi
Angiografi

PENATALAKSANAAN
1.

KEGAWAT DARURATAN

Primary Survey
a. Airway:
b. Breathing
c. Circulation
2. MEDIS
a.

b.

Konservatif
Bullow drainage/ WSD

KOMPLIKASI
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Surgical Emfisema Subcutis


Cedera Vaskuler
Pneumothorak
Pleura Effusion
Flail Chest
Hemopneumothorak
Hipoksemia

ASUHAN KEPERAWATAN
A.

Pengkajian
1. Identitas pasien: meliputi nama, alamat, umur, jenis
kelamin, pekerjaan, agama, suku,
2. Keluhan utama: Pasien mengeluh nyeri dada setelah
adanya benturan.
3. Riwayat penyakit dahulu: Pada pasien dengan
trauma thorak yang memiliki gangguan pada sistem
pernafasan dan jantung dapat memperparah
komplikasi trauma seperti efusi pleura, sesak napas
dan komplikasi atreklasis.
4. Riwayat penyakit sekarang:
Pasien mengeluh sesak, nyeri dan pusing.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.
2.
3.

4.
5.
6.

Gangguan pertukaran gas b.d suplai


oksigen menurun.
Ketidakefektifan pola nafas b.d penurunan
ekspansi paru
Penurunan perfusi jaringan b.d penurunan
suplai oksigen jaringan
Penurunan curah jantung b.d penurunan
kontraktilitas jantung
Kekurangan volume cairan b.d perdarahan
Nyeri b.d timbulnya impuls saraf perifer.