Anda di halaman 1dari 30

PROSES PERSIAPAN

DAN
PENGOLAHAN MAKANAN ENTERAL
DI INSTALASI GIZI RS.DR KARIADI SEMARANG

M.E.Wati Windayani - PPDS Gizi


Klinik

RS.Dr Kariadi Semarang


September 2012

PENDAHULUAN
Nutrisi

energi

menjaga metabolisme tubuh


melakukan aktifitas fisik
menjaga metabolisme pada kondisi sakit maupun
terapi
memperbaiki kerusakan jaringan dan mencegah
penyakit

Penelitian antropometri di Amerika Serikat tahun


1996 :
30% - 55% pasien rawat inap di rumah sakit
berisiko malnutrisi atau sudah malnutrisi, 12%
diantaranya malnutrisi berat.
75% status gizi penderita yang dirawat di rumah
sakit akan menurun dibandingkan
dengan status gizi pada waktu masuk rumah
sakit

MALNUTRISI DI RS

pasien tidak mampu makan per oral


sulit mengunyah atau menelan makanan padat, serta
pasien tidak mampu menghabiskan seluruh makanan yang
disajikan.

Risiko

berdampak pada saat pemulihan


penyembuhan penyakit
status gizi
lama hari rawat (LOS)
biaya perawatan di rumah sakit.

SOLUSI
makanan secara enteral merupakan salah satu pilihan bagi
pasien yang sulit mengunyah, sulit menelan , sulit
menghabiskan
makanan, seperti makanan biasa, lunak, saring,
selama saluran cerna masih berfungsi

Makanan enteral dapat dibuat oleh rumah sakit

Jumlah pasien rawat inap RS.Dr Kariadi Semarang tahun 2011


314.165 orang.
diet makanan cair 10.976 orang, rata- rata 915 orang/ bulan,
31 orang/ hari
diet makanan sonde 10.018 orang, rata- rata 835 orang/ bulan,
28 orang/ hari.

MAKANAN ENTERAL

DEFINISI
makanan dalam bentuk cair oral atau pipa (sonde)
saluran
pencernaan masih berfungsi.
memenuhi kebutuhan gizi secara keseluruhan atau
sebagai suplemen.

TUJUAN
memenuhi kebutuhan zat gizi optimal sesuai kebutuhan
mempertahankan atau memperbaiki status gizi penderita
membantu mempercepat penyembuhan

INDIKASI

Gangguan menelan
Luka bakar
Gizi kurang
Stroke
Kanker
KONTRAINDIKASI
Muntah
diare berat
fistula letak tinggi high out put > 500ml/hari kecuali bagian
distal fistula dapat menerima makanan
short bowel syndrome ( < 50 cm jejunum dengan kolon intake
atau < 100 cm jejunum tanpa kolon ascendens)
syok hipovolemik atau syok septik
hemodinamik yang tidak stabil

MANFAAT MAKANAN ENTERAL


- Menekan respon metabolik akibat jejas / stres,

- membantu mencegah terjadinya ulkus peptikum,


- mempertahankan sekresi peptida usus, IgA dan musin,
- mencegah kehilangan nitrogen dan protein yang berkaitan
dengan terjadinya atrofi villi usus,
- menstimulasi sintesis enzim digestif,
- memelihara fungsi absorpsi, imun, endokrin dan barier
saluran
cerna,
- meningkatkan perbaikan klinis,
komplikasi yang terjadi lebih kecil dibandingkan
pemberian parenteral

KOMPONEN MAKANAN ENTERAL

Karbohidrat
Protein dan asam Amino
Lemak
Air
Serat
Vitamin dan mineral

PENGGOLONGAN MAKANAN ENTERAL


A. Berdasarkan kandungan zat gizinya
1. Polimerik : Komplit , Inkomplit
2. Semielemental
3. Elemental

B. Berdasarkan cara membuatnya

1. Makanan Cair Formula Rumah Sakit ( Blenderized )


a. Makanan Cair Rumah Sakit Formula Standar
b. Makanan Cair Rumah Sakit Formula Blender
2. Makanan Cair Formula Komersial (Buatan Pabrik)
-Polimerik, untuk pasien dengan fungsi gastrointestinal
normal/
hampir normal
-Pradigesti, dibuat dengan formula khusus dalam bentuk
susu
elemental, mengandung asam amino / peptida dan lemak
medium chain trigiserida (MCT).
-Diet enteral khusus, misalnya untuk penyakit hati,

PEMILIHAN MAKANAN ENTERAL

kondisi spesifik pasien, seperti fungsi saluran pencernaan


kemampuan digesti dan absorpsi
digestibilitas / bioavailibitas nutrien
komposisi nutrisi
kecukupan nutrien
viskositas
osmolaritas
kemudahan digunakan dan biaya.

Makanan enteral standar ( fungsi saluran cerna


normal )

mengandung komposisi yang seimbang


KH 50 60%, Protein 15 20% ( bentuk intake
seperti
kasein/ protein kedelai),lemak 25% dengan atau
tanpa
penambahan serat
Kandungan vitamin dan mineral 100% dari angka
yang
dianjurkan ( 1200-1500 mL ).
Rasio kalori : nitrogen adalah 135 :1 dengan tujuan

Pembuatan makanan sonde tanggal 3 - 10 2012

Jumlah sonde yang dibuat :


Sonde dewasa 28 porsi ( a 500 cc ), Sonde anak 1 porsi ( a 200 cc ),
Ekstra sonde 23 porsi ( a 200 cc ) total 40 porsi ( a 500 cc )
Bahan :
1. Gula pasir
40 x 20 gr = 800 gr
2. Maizena
40 x 5 gr = 200 gr
3. Telur
40 x 1 btr = 40 butir
4. Minyak kacang 40 x 5 gr = 200 gr
5. Jeruk 40 x buah ( 50 gr ) = 20 buah
Bahan yang tersedia :
1. Gula pasir 800 gr ( bila belum manis ditambah gula secukupnya )
2. Maizena 1 bungkus kecil 150 gr
3. 72 butir kuning telur (2 kuning telur = 1 butir telur utuh) + 4 butir
telur utuh
4. Minyak tidak diberikan / ditambahkan
5. Jeruk 20 buah

CARA MEMBUAT

1 bungkus maizena + 800 ml susu diaduk ( adonan 1 )


Susu sapi dipanaskan diatas api sampai mendidih
Adonan 1 dimasukkan ke dalam susu yang sudah mendidih
sambil diaduk, kompor dimatikan ( adonan 2 )
72 butir kuning telur + 4 butir telur utuh + gula pasir, diaduk
sampai gula larut ( adonan 3 )
Adonan 2 diukur sesuai dengan jumlah sonde yang akan
dibuat, ditambah dengan susu sapi yang sudah matang
Setelah adonan 2 hangat, adonan 3 dimasukkan ke dalam
adonan 2, diaduk agar tidak menggumpal + perasan air jeruk,
kemudian disaring
Diambil sesuai pesanan untuk sonde DM, sisa sonde +
ditambah gula pasir di + gula

Pembuatan sonde tanggal 5 10 2012


Jumlah sonde yang dibuat = 19 , @ 500 ml 9,5 lt
Bahan :
Gula pasir
Skim
Susu sapi
Telur
Minyak kcg
Jeruk

70 gr x 9,5
40 gr x 9,5
400 ml x 9,5
100 mg x 9,5
10 ml x 9,5
150 mgr x 9,5

= 665 gr
= 380 gr
= 3800 ml
= 950 mgr
= 95 ml
= 1425 mgr

Tanpa penambahan maizena

Cara Membuat :

Susu sapi dimasak sampai mendidih + gula pasir + susu


skim
( adonan 1 )
Telur 19 butir di aduk ( adonan 2 )
Setelah adonan 1 hangat, adonan 2 dimasukkan ke dalam
adonan 1 + perasan air jeruk, disaring + minyak sesuai
takaran , dirasakan manis/ belum + gula secukupnya
Sonde dikemas dengan menggunakan kantong plastik
sesuai pesanan ruangan

Pembuatan sonde diet khusus, mulai tanggal 4 10


2012 memakai formula komersial
Pembuatan sonde tanggal 6 10 2012 , ditambah
maizena

STANDAR SONDE DI INSTALASI GIZI RSDK

SONDE DEWASA 1500 kkalori


Energi
= 402,5 x 3 = 1207,5 kkal
Protein
= 14,8 x 3 = 44,4 gr(14,71%)
(21,25%)
Lemak
= 19,1 x 3 = 57,3 gr(42,71%)
gr(30,12%)
KH
= 43 x 3 = 129 gr(42,73%)
170,7gr(47,6%)
Kolesterol = 247 x 3 = 741 mgr
1207,5 : 1500 = 0,8 kkal / ml

SONDE DM 1500 kkalori


Energi
= 478,1 x 3 = 1434,3 kkal
Protein
= 25,4 x 3 = 76,2 gr
Lemak
KH

= 16

x 3 = 48

= 56,9 x 3 =

Kolesterol = 225,4 x 3 = 676,2 mgr


1434,3 : 1500 = 0,9 kkal / ml

STANDAR SONDE DI INSTALASI GIZI RSDK

SONDE R. PROTEIN ( 30 GR)----- (1500 kkal) ---- SONDE R. PROTEIN (40 GR)
Energi
= 457,8 x 3 = 1373,4 kkal
Energi = 438,4 x 3 = 1315,2 kkal
Protein
= 7,6 x 3 = 22,8 gr(6,64%)
Protein = 7,6 x 3 = 22,8 gr(6,93%)
Lemak
= 10,7 x 3 = 32,1 gr (21,03%)
Lemak
= 10,7 x 3 = 32,1
gr(21,97%)
KH
= 83,7x 3 = 251,1 gr (73,13%)
KH
= 78,7 x 3 = 236,1
gr(71,81%)
Kolesterol = 8,8 x 3 = 26,4 mgr
Kolesterol= 8,8 x 3 = 26,4 mgr
1373,4 : 1500 = 0,92 kkal /ml
1315,2 : 1500 = 0,88 kkal /ml

STANDAR SONDE DI INSTALASI GIZI RSDK


SONDE HATI 1500 kkal
SONDE ANAK 1200 kkal
Energi
= 507,6 x 3 = 1522,8 kkal
Energi
= 336,5 x 3 = 1009,5 kkal
Protein
= 14,3 x 3 = 42,9gr(11,27%)
Protein
= 11,6 x 3 = 34,8 gr (13,7%)
Lemak
= 0,8 x 3 = 2,4 gr(14,89%)
Lemak
= 15,2 x 3 = 45,6 gr
(40,65%)
KH
= 82,8 x 3 = 248,4 gr(65,25%) KH
= 38,2 x 3 = 114,6 gr
(45,41%)
Kolesterol = 8,4 x 3 = 25,2 mgr
Kolesterol = 233 x 3 = 699 mgr
1522,8 : 1500 = 1,01 kkal /ml
1009,5 : 1200 = 0,84 kkal /ml

PERBANDINGAN STANDAR SONDE DEWASA DAN SONDE TANGGAL 310-2012


STANDAR SONDE DEWASA

TANGGAL 3- 10 2012

Energi

= 1207,5 kkal

Energi

= 553 x 3

= 1659 kkal

Protein

= 44.4 gr ( 14,71%)

Protein

= 24 x 3

= 72 gr (17,36%)

Lemak
Karbohidrat

Kolesterol

= 57,3 gr ( 42,71%)
= 129 gr ( 42,73%)

= 741

gram

1207,5 : 1500 = 0,8 kkal / ml

Lemak
(44,81%)

= 27,53 x 3

Karbohidrat = 54,19 x 3
(39,19%)

Kolesterol

= 82,6 gr
= 162,57gr

= 568,55 x 3 = 1705,6 mgr

1659 : 1500 = 1,11 kkal/ ml

PERBANDINGAN k kalori / mL MAKANAN SONDE


TANGGAL 3- 10 2012

TANGGAL 5-10-2012 ( 9500 ml/1500ml)

Energi

= 553 x 3

= 1659

kkal

Energi

= 9382,2 kkal = 1481,4 kkal

Protein

= 24 x 3
(17,36%)

= 72

gram

Protein

= 389,8 gram = 61,55 gr


(16,62%)

gram

Lemak

= 334,3 gram = 52,78 gr


(32,06%)

Lemak

= 27,53 x 3 = 82,6
(44,81%)

Karbohidrat = 54,19 x 3 = 162,57 gram


(39,19%)

Karbohidrat

= 1221 gram = 192,79 gr


(52,05%)

Kolesterol

Kolesterol

= 4639,8 mgr

= 568,55 x 3 = 1705,6 mgr

1659 : 1500 = 1,11 kkal/ ml

= 732,6 mgr

9382,2 : 9500 = 0,99 kkal/ml


1481,4 : 1500 = 0,99 kkal/ml

Pembuatan sonde untuk tanggal 6 10 2012 + tepung Maizena =


1,026 kkal/ ml

PEMBAHASAN dan SIMPULAN


1.

Pembuatan sonde tanggal 3 10 2012 dibanding standar sonde dewasa


terdapat perbedaan yang cukup signifikan baik jumlah kalori, Protein,
Lemak, Karbohidrat, Kolesterol dan kandungan kkalori / ml.

Sonde dewasa (1/2) + 37,5 gr gula

Sonde Rendah Protein 1500/30 gr P

Energi

= 603,75 + 145,5 = 749,25 kkal

Energi

= 1373,4 kkal

Protein

= 22,2

= 22,2 gr

Protein

= 22,8 gr

= 28,65 gr

Lemak

= 32,1 gr

Lemak

KH

+0

= 28,65 + 0

= 64,5

+ 37,5 = 102 gr

Kolesterol = 370,5 + 0

= 370,5 mgr

KH

= 251,1 gr

Kolesterol= 26,4 mgr

Pembuatan sonde Rendah Protein yang dilaksanakan selama ini tidak

sesuai dengan kebutuhan energi dan tidak sesuai dengan standar dari
rumah sakit.

3.Penggunaan sonde dewasa sebagai sonde anak diberi 200

cc
Sonde dewasa 1500 200 cc x 3
Energi

1200 kkal

Energi

= 336,5 x 3 = 1009,5 kkal

Protein = 5,92 x 3 = 17,76 gr

Protein

= 11,6 x 3 = 34,8 gr

Lemak

Lemak

= 15,2 x 3 = 45,6 gr

KH

= 161 x 3 = 483 kkal

sonde anak

= 7,64 x 3 = 22,92 gr
= 17,2 x 3 = 51,6 gr

Kolesterol = 98,8 x 3 = 296,4 mgr

KH

= 38,2 x 3 = 114,6 gr

Kolesterol = 233 x 3 = 699 mgr

Penggunaan sonde dewasa yang digunakan sebagai sonde anak (200 cc)
tidak
sesuai dengan kebutuhan energi dan tidak sesuai dengan standar rumah
sakit
4. Minyak diberikan dalam 1 botol kemasan, bukan harian. Jeruk disediakan
secara harian, sediaan jeruk tidak sesuai dengan standar pembuatan

5. Susu disediakan secara harian, namun dalam pelaksanaan


belum dipisah / dikemas untuk pembuatan diet cair 1 atau
sonde.
6. Gula pasir disediakan secara harian, sudah dikemas dalam
kantong plastik, tetapi tidak diberi tanda digunakan untuk apa,
sering tercampur, penambahan gula pasir dengan
secukupnya, jadi tidak selalu 20 gr/ 200 cc sonde DM ?
7. Penggunaan telur untuk membuat sonde 1 butir telur utuh ,
yang digunakan ( tgl 3-10-2012 ) 2 kuning telur, pencampuran
kuning telur ke dalam adonan susu, maizena dan gula sudah
dalam keadaan hangat, bagaimana dengan kuman Salmonella

SARAN
1. Persiapan, penyediaan bahan- bahan untuk diet cair I, sonde
sebaiknya dikemas dan diberi label atau tanda supaya tidak
tercampur.
2. Peningkatan hygiene pada alat-alat yang dipakai, APD pada
petugas
3. Perbaikan prosedur tetap pembuatan sonde makanan
4. Sosialisasi proses pembuatan sonde makanan terhadap
semua
petugas dibagian pembuatan makanan cair
5. Pembuatan makanan sonde yang dibuat sendiri oleh rumah
sakit, tetap mengacu pada standar
6. Produk produk komersial diharapkan tetap tersedia,
mencukupi kebutuhan pasien yamg memerlukan diet khusus

CONTOH MAKANAN ENTERAL

PROSESPEMBUATAN MAKANAN ENTERAL

TERIMA KASIH