Anda di halaman 1dari 13

KESETIMBANGAN ISOTERMAL

ADSORPSI METILEN BIRU OLEH


KARBON AKTIF

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui pengaruh perubahan konsentrasi metil
biru awal dan pengaruh variasi dosis karbon aktif
2. Menentukan model adsorpsi yang sesuai untuk
adsorpsi metilen biru oleh karbon aktif.

DASAR TEORI
Adsorpsi
Adsorpsi
secara
umum
adalah
proses
penggumpalan subtansi terlarut (soluble) yang ada
dalam larutan, oleh permukaan zat atau benda
penyerap, dimana terjadi suatu ikatan kimia fisika
antara subtansi dengan penyerapannya. Adsorpsi
dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu ;
1. Adsorpsi kimia
2. Adsorpsi fisik
(Atkins, 1997)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi


suatuadsorben diantaranya adalah sebagai berikut (Junaidi, 2009) :
1.Luas permukaan adsorben
Semakin luas permukaan adsorben, semakin banyak adsorbat yang
diserap,sehingga proses
adsorpsi dapat semakin efektif.
2.Ukuran partikel
Makin kecil ukuran partikel yang digunakan maka semakin besar
kecepatanadsorpsinya.
3.Waktu kontak
Semakin lama waktu kontak dapat memungkinkan proses difusi dan
penempelan molekul adsorbat berlangsung lebih baik.

4.Distribusi ukuran pori


Distribusi pori akan mempengaruhi distribusi ukuran molekul adsorbat
yang masuk kedalam partikel adsorben.
(Junaidi, 2009)

ALAT DAN BAHAN


Alat :
spektronik-20
Kuvet
Corong pendek
Pipet gondok 10 ml
Ball filler
Neraca analitik
Kaca arloji
Gelas kimia 100 ml
Labu erlenmeyer 100ml
Batang pengaduk
Botol semprot

Bahan :
karbon aktif
Metilen biru 5 ppm
Metilen biru 10 ppm
Metilen biru 15 ppm
Metilen biru 20 ppm
Metilen biru 40 ppm
Metilen biru 60 ppm
Metilen biru 80 ppm
Aquades

PERCOBAAN PENGARUH KONSENTRASI METILEN BIRU


DAN DOSIS KARBON AKTIF
Percobaan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi awal larutan metilen biru
dilakukan dengan menggunakan 20mg karbon aktif dan 10 ml konsentrasi
yang berbeda-beda antara 5 sampai 80 ppm (mg/dm3) dalam sebuah
tempat dan dikocok selama 1 jam.
Percobaan

untuk

mengetahui

pengaruh

dosis

karbon

dilakukan

menggunakan 10 ml larutan metilen biru 60 ppm dan mengocokannya


dengan adsorben (FTPC) yang dosisnya divariasikan dari 5,10,20,40 dan 60
mg selama 1 jam. (pH larutan 7 0.1, pada suhu ruang)

DATA PENGAMATAN(1)
Pengaruh konsentrasi metilen biru
Massa karbon aktif 20 mg
c

%T awal

%T akhir

A awal

A akhir

deltaA

5
10
15
20
40
50
60
80

8.4
2
0.9
0.6
0.5
0.5
0.5
0.4

97.7
95.7
94.3
97
97
96.2
0.8
3.1

1.075720714
1.698970004
2.045757491
2.22184875
2.301029996
2.301029996
2.301029996
2.397940009

0.010105436
0.019088062
0.025488307
0.013228266
0.013228266
0.016824928
2.096910013
1.508638306

1.065615278
1.679881942
2.020269183
2.208620484
2.28780173
2.284205068
0.204119983
0.889301703

mol adsorbed
1.43961E-07
2.26947E-07
2.72932E-07
2.98378E-07
3.09075E-07
3.08589E-07
2.7576E-08
1.20142E-07

Massa (g)
4.59323E-05
7.24096E-05
8.70817E-05
9.52003E-05
9.86134E-05
9.84583E-05
8.79838E-06
3.83324E-05

qe
7.19806E-06
1.13473E-05
1.36466E-05
1.49189E-05
1.54537E-05
1.54294E-05
1.3788E-06
6.00709E-06

1/qe
138926.3115
88126.43096
73278.35381
67029.17096
64709.27881
64811.16871
725269.511
166469.9388

C final = Ce
(M)
1.36521E-07
2.57874E-07
3.44339E-07
1.7871E-07
1.7871E-07
2.27299E-07
2.83286E-05
2.03812E-05

1/ce
7324869.302
3877868.75
2904115.963
5595669.265
5595669.265
4399483.919
35300.0365
49064.77563

C awal (M)
1.45326E-05
2.29525E-05
2.76375E-05
3.00165E-05
3.10862E-05
3.10862E-05
3.10862E-05
3.23954E-05

log qe
-5.142784505
-4.945106182
-4.864975704
-4.826263848
-4.81096656
-4.811649853
-5.860499421
-5.22133582

C adsorbed
(M)
1.43961E-05
2.26947E-05
2.72932E-05
2.98378E-05
3.09075E-05
3.08589E-05
2.7576E-06
1.20142E-05

log ce
-6.86479988
-6.588593106
-6.463013954
-6.747852037
-6.747852037
-6.643401735
-4.547775154
-4.690769817

GRAFIK HUBUNGAN CAWAL TERHADAP QE


0.000018
0.000016
0.000014
y = 0.1208x + 7E-06
R = 0.0195

0.000012
0.00001

0.000008
0.000006
0.000004
0.000002
0
0

0.0000050.000010.0000150.000020.0000250.000030.000035

DATA PENGAMATAN(2)
Pengaruh dosis karbon aktif
Konsentrasi karbon aktif 60 ppm
C MB
(ppm)
60
60
60
60
60

massa
karbon %T awal
aktif
(mg)
5
0.5
10
0.5
20
0.5
40
0.5
60
0.5

C adsorbansi

%Takhir

A awal

A akhir

C awal (M)

C akhir (M)

1
2.7
8.6
34.3
44.4

2.30103
2.30103
2.30103
2.30103
2.30103

2
1.568636
1.065502
0.464706
0.352617

3.10862E-05
3.10862E-05
3.10862E-05
3.10862E-05
3.10862E-05

2.70194E-05
2.11918E-05
1.43946E-05
6.27803E-06
4.76374E-06

qe

log C e

log qe

1/ Ce

1/qe

massa (g)

37010.5

122946.2

1.30077E-05

4.07E-06

8.1336E-06 -4.56832495 -5.08972

9.89E-06

9.8944E-06

-5.00461 47188.12 101067.2

3.16473E-05

1.67E-05

8.3458E-06 -4.84180086 -5.07853 69470.57 119820.8

5.33881E-05

2.48E-05

6.202E-06

7.93489E-05

2.63E-05

4.3871E-06 -5.32205166 -5.35783

-4.6738327

-5.20217678 -5.20747 159285.7 161237.3


209919

227942.4

8.41923E-05

GRAFIK HUBUNGAN CE TERHADAP QE


0.000012
0.00001
0.000008
y = 0.1787x + 5E-06
R = 0.6389

0.000006
0.000004
0.000002
0
0

0.000005 0.00001 0.000015 0.00002 0.000025 0.00003

GRAFIK HUBUNGAN 1/CE TERHADAP 1/QE

250000
200000
150000

y = 0.6264x + 81096
R = 0.8935

100000

50000
0
0

50000

100000

150000

200000

250000

GRAFIK HUBUNGAN LOG CE TERHADAP LOG QE

-4.95
-5.4

-5.2

-5

-4.8

-4.6

-5 -4.4

-5.05
-5.1
-5.15
-5.2
y = 0.376x - 3.296
R = 0.8

-5.25
-5.3
-5.35
-5.4

KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan kesetimbangan isotermal
pada adsorpsi metilen biru oleh karbon aktif,
diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi
konsentrasi metilen biru semakin banyak metilen
biru yang tidak terserap, semakin banyak karbon
aktif semakin efektif adsorpsi. Kesetimbangan
isotermal dari percobaan mengikuti kesetimbangan
isotermal Langmuir.