Anda di halaman 1dari 9

Hak dan Kewajiban Dokter-Pasien

Hal yang paling mendalam dalam hubungan antara dokter dan pasien adalah rasa
saling percaya. Pasien sebagai pihak yang memerlukan pertolongan percaya bahwa
dokter dapat menyembuhkan penyakitnya, dan dokter percaya bahwa pasien telah
memberkan keterangan yang benar mengenai penyakitnya dan ia akan mematuhi segala
petunjuk dokter.

A. Hak dan Kewajiban Dokter


a. Kewajiban Dokter
Dokter memiliki profesi yang istmewa karena ia berhadapanlagsung dengan
begitu banyak segi-segi kehidupan manusia dan lebih utama lagi dengan hidup itu sendiri
yang merupakan hal paling esensial dari kehidupan. Indvidu yang mengambil profesi
kedokteran sebagai pilihannya menyadari sungguh-sungguh bahwa tanggung jawab dan
tuntutan masyarakat terhadapnya adalah sebagai penolong dan pihak yang selalu lebih
mengutamajan kewajiban di atas hak-hak atau pun kepentingan pribadinya.
Dalam menjalankan tugasnya, bagi dokter berlaku Aegroti Salus Lex Suprema,
yang berarti keselamatan pasien adalah hokum yang tertinggi (yang utama).
Untuk memperjelas tata cara dokter dala menjalankan tugasnya dan memudahkan
dokter bersikap secara tepat untuk menghadapi persoalan dalam praktik sehari-hari
diperlukan suau rmusn Kode Etik Kedokteran Indonesia. Baik para dokter yang
tergabung dalam korps profesi Kedokteran Indonesia maupun secara fungsional terikat
dalam organisaasi kesehatan dan pendidikannegara mengadakan musyawarah kerja pada
tanggal 1-3 Mei 1969 di Jakarta. Hasil muyawarah itu merupakan rumusan Kode Etik
Kedoktera Indonesia, yang didasari falsafah Negara Pancasila. KEKI mengatur beberapa
kewajiban Kedokteran, yaitu :
1. Kewajban umum
Pasal 1

: Setiap dokter harus menjunjng tinggi, menghayati dan mengamalkan


sumpah dokter.

Pasal 2

: Seorang dokter harus senantiaa melakukan profesinya meurut ukuran yang


tertinggi.

Pasal 3

: Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh


diengaruh oleh pertimbangan keuntungan pribadi.

Pasal 4

: Perbuatan berikut dipandang bertentangan dengan etik :


a. Setiap perbuatan yang bersifat memuji diri sendri
b. Secara sendiri atau bersama-sama menerapkan pengetahuannya dan
keterampialn kedokteran dalam segala bentuk, tanpa kebebasan profesi.
c. Menerma imbalan selain dari pada yang layak sesuai dengan jasnya,
kecuali dengan keihlasan, sepengetahuan dan atau kehendak penderita

Pasal 5

: Tiap perbuatan atau nasehat yang munkin melemahkan daya tahan


makhluk insani, baik jasmani maupun rohani, hanya diberikan untuk
kepentingan penderita.

Pasal 6 : Setiap dokter harus senantiasa berhati-hat dalam mengumumkan dan


menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum
diuji kebenarannya.
Pasal 7 : Seorang dokter hanya memberi keterangan atau pendapat yang dapat
dibuktikan kebenarannya.
Pasal 8 : Dalam melakukan pekerjaannya, seorang dokter harus mengutamakan
makan/mendahulukan kepentngan masyarakat dan memperhatikan semua
aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (prmotif, prevent, kuratif dan
rehabilitative), seta berusaha menjadi peniik dan pengabdi masyarakat
yang sebenernya.
Pasal 9 : setap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat di bdang esehatn dan
bidan lainnya serta masyarakat, harus memelihara saling pengertan ebiakbaiknya.
2. Kewajiban dokter terhadap Pasien
Pasal 10 : Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajibannya melindungi
hidup makhluk insan
Pasal 11 : Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempeegunakan segala ilmu
dan keterapiannya utuk kepentngan penderita. Dalam hali ni tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan makaa ia wajib merujuk

penderita keada dokter lain yang mempunya keahlian dalam penyakit


tersebut.
Pasal 12 : Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada penderita agar
senantasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatya dalam
beribadat dan atau dalam masalah lainnya.
Pasal 13 : Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya
tentang seorang penderita, bahkan juga setelah penderita itu meninggal
dunia.
Pasal 14 : Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tgas
kemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu
memberikannya.
3. Kewajiban dokter terhadap teman sejawat
Pasal 15 : Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaiana ia sendiri
ingin diperlakukan
Pasal 16 : Setia dokter tidak boleh mengambil alh penderita dari teman sejawatnya
tanpa persetujuannya.
4. Kewajiban dokter terhadap diri sendiri
Pasal 17 : Setiap dokter harus memelihara kesehatanya, supaya dapat bekerja
dengan baik.
Pasal 18 : Setiap dokter hendaknya senantiasa mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan tetap setia kepada cita-citanya yang luhur.
Beberapa kewajiban dokter dalam profesi medk yang penting adalah :
1. Kewajiban untuk bekerja sesuai dengan Standar Profesi Medik
Rumusan Leenan :
a. Bekerja dengan teliti, hati-hati dan seksama
b. Sesua dengan kuran medic
c. Sesuai dengan kemampuan rata-rata dibandng dengan dokter dari kategori
keahlian medik yang sama
d. Dalam situasi dan kondisi yang sebanding
e. Dengan sarana dan upaya yang memenuhi perbandngan wajar dibandingkan
dengan tujuan konkret tindak medik tersebut.

2. Kewajiban memberka informasi tentang tindak medik yang akan dilakukan terhadap
pasien
Kewajiban ini berdasarkan hak pasien untuk mengetahui semua infrmasi medic
yang dipahaminya, sehingga kemudian ia dapat memutuskan menerima atau tidak
tindak medic atas dirinya itu. Dalam keadaan tertentu dokter dapat menahan
informasi tersebut, yakni dalam hal informasi tersebut akan memperlemah daya tahan
pasien.
3. Kewajiban menyimpan rahasia jabatan atau pekerjaan medic
Dalam peraturan Nomor 10 tahuun 1966, hal ini telah diatur dan terhadap
pelanggaran atas kewajiban ini pelakunya dapat dikenakan pasal 112 dan 322 KUHP,
disamping sanksi adminstratif oleh menteri Kesehatan. Dari hokum perdata,
ditetapkan pada pasal 1365 KUHPerdata. Mengenai rumusan rahasia medic, telah
disampaikan pada bagian hak pasien dalam profesi kedokteran.
4. Kewajiban menolong pasien dalam keadaan gawat darurat
Pada keadaan tertentu, misalnya dalam keadaan darurt dan pasien tidak
sadarkan diri, dokter dapat bertindak tanpa persetujuan pasien.
Secara keseluruhan, pelaksanaan kewajiban-kewajiban dokter tersebut harus
tetapkembali pada informed concent dan Standar Profesi Medik. Ameln menyatakan
bahwa setiap kasus medical error, rik in treatmen, dan error of judgement dapat saja
dajukan ke pengadilan pidana atau ordata, tetapi bila dokter tidak menyimpang dari
Standar Profesi Medik dan telah memenuhi informed concent, maka ia tidak dipidana
ataupun membayar kerugian.

b. Hak Dokter
Hak yang timbul dalam profesi kedokteran, sebenarnya bersumber pada hak
dasar, yakni hak dsasar social dan indvidu, keduanya saling mendukung, minimalberjalan
sejajar dan tidak saling bertentangan karena meruakan hak dasar manusia. Selanjutnya
dari hal inilah muncul hak-hak lain yang sanga mewarnai profesi keodkteran.
Menyinggung hak-hak dokter sesugguhnya merupakan sesuatu yang tidak lazim,
mengingat umumnya masyarakat lebih suka menyoroti segi kewajiban-kewajibannya

saja. Namun, secara prinsip dalam hal apa pun kewajiban tidak pernah berdiri sendiri
tanpa dikuti oleh hak-hak.
Dokter dikenal sebagai seoang profesional yang harus selalu bersedia melayani
masyarakat setiap saat. Di pihak lain, dokter adalah manusia biasa yang mempunyai
tanggung jawab terhadap pribadi dan keluarga. Dalam konteks hukum memang tidak
seharusnya hak-hak dokter ini ditojolkan, karena pada seorang dokter harus menonjolkan
kewajbannya dalam melakanakan ugas. Namun bagaimanapun juga hak-hak ini prlu
diketahui untuk kemudan dhrmati dipatuhi seperti haknya pasien sehingga dokter bisa
menjaga martabat profesi kedokteran. Pada dasarnya hak-hak dokter dalam profesi medic
juga bersumber dari kedua hak dasar manusia.
Hak-hak dokter diantaranya sebagai berikut :
1. Melakukan praktik dokter setelah mendapat Surat Izin Dokter dan Surat Izin Praktik
Dalam PP nomer 58 tahun 1958 telah dietapkan tentng wjib daftar ijazah dokter dan
dokter gigi baru, yag disusul dengan Peraturan-peraturan Menteri Kesehatan R.I.
Nomer 560/Menkes/per/IX/181 tentang pemberian izin menjalankan pekerjaan dan
izn praktik.
2. Memperoleh informasi yang benar dan lengkap dari pasien/keluarga tentang
penyakitnya
3. Bekerja sesua standar profesi
4. Menolak melakukan tindakan medic yang bertentangan dengan etika, hukum, agama
dan hati nuraninya.
5.

Mengakhiri hubungan dengan seorang pasien, jika menurut penilaiannya kerjasama


pasen dengannya tidak ada gunanya lagi, kecuali dalam keadaan gawat darurat.

6. Menolak pasien yang bukan bidang spesialisasnya, kecuali dala keadaan darurat atau
tidak ada dokter lain mampu menanganinya
7. Hak atas privacy dokter
8. Ketentraman bekerja
9. Mengeluarkan surat-surat keterangan dokter
10. Menerima imbalan jasa
11. Menjadi anggota perhimpunan profesi
12. Hak membela diri

B. Hak dan Kewajiban Pasien


a. Kewajiban pasien
Dalam kontrak terapeutik antara pasien dengan dokter, memang dokter
mendahulukan hak pasien karena tugasnya merupakan panggilan perikemanusiaan.
Namun pasien yang telah mengikatkan dirinya dengan dokter, perlu pula memperhatikan
kewajiban-kewajibannya sehingga hubungan dokter dengan pasien yang sifatnya saling
hormat menghormati dan saling percaya mempercayai terpelihara dengan baik.
Kewajibankewajiban pasien secara garis besarnya adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi medic yang benr dan lengkap
Informasi yang benar dan lengkap dari pasien/keluarga merupakan hal yang
penting bagi dokter dalammenegakan diagnosis penyakit. Bila dokter dituntut
malpraktek, tuntutan dapat gugur jika terbukti pasien telah memberkan keterangan
ang menyesatkan atau menyembunyikan hal-hal yang pernah dialamiya, tidak
memberitahukan obat-obat yang oernah dimumnya, sehnna teradi interksi obat
misalya.
2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter
Pasien berkewajiban daam mematuhi petunjuk dokter tentang akan berpantang,
minum, pemakaian obat-obat, istirahat, kerja, saat berobat berulang dakn ainnya.
3. Mematuhi aturan-aturan pada sarana kesehatan
Dalam hal ini termasuk menyelsaikan administrative, keuangan dan lain
sebagainya. Juga terasuk hal-hal mengenai waktu kunjunganm penunggu pasien,
makanan yang boleh atau tidak boleh diberikan pada pasien, dan lain-lain.
4. Memberikan kesempatan kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan fisik dan
mental mau pun tindakan pengobatan lainnya
Pasien yang telah mempercayai dokter dalam upaya penyembuhannya,
berkewajian menyerahkan dirinya untuk diperiksa dan diobati sesuai kemampuan
dokter, memberi kesempatan pada dokter untuk melakukan komunkasi terapeutik
untuk kepentingan pasien itu sendiri.

b. Hak Pasien

hak dasar

sosial

pelayanan
kesehatan

pelayanan
medik

individu

menetukan
nasib sendiri

"privacy"

rahasia
kedokteran

hak atas badan

informed
concent

memilih
dokter/RS

menolak
tindakan medik

Hak-hak pasien dalam hukum kedokteran itu bertumpu dan berdasarkan atas dua
hak asasi manusia, yaitu :
1. Hak ataspemeliharaan kesehatan (the right to health care)
2. Hak untuk menentukan nasib sendiri (the right self deterinaton)

Pada dasarnya hak-hak pasien adalah sebagai berikut :


1. Hak atas informasi medic
Dalm hal ini pasien berhak mengetahui segala sesut yang berkaitan dengan
keadaan penyakit, yakni entang diagnosis, tindaka edik yang akan dlakukan,
manfaat dan resiko dari pengobatann tersebut, serta alernatif pengobatan lain.
Dokter dapat menahan infomasi medic jika hal tersebut dapat memperburuk
pasien.

2. Hak memberikan persetjuan tindakan medic


Dikenal dengan istilah informed concent. Hal ini merupkan prinsip
penting dalam kedokteran bila ditinjau dari sudut hukum pidana mau pun perdata
3. Hak untuk memilih dokter atau rumah sakit
Pada dsarnya hubungan dokter dengan pasien harus dilandasi oleh suatu
kepercayaan sehingga psien berhak memilih dokter atau rumah sakit yang
dkehendakinya dengan berbaga knsekuensi yang akan diterima, misal masalah
biaya.
4. Hak atas rahasia medic
Dalam etika kedokteran, tepatnya dalam sumpah lafal dokter menyatakan
setiap infrmasi yang diterma dari pasien itu adalah sebuah rahasia dan hars dijaga
sera dihormati, bahakan setelah pasien itu meninggal.
Dalam WMA 1973 dkatakan bahwa kerahasiaan kondisi dan penyakit
bukan meruakan hak istmewa seorang dokter, tetapi untuk melindungi huungan
baik atara dokter dengan pasien sebab rahasia merupakan hak dasar manusia.
5. Hak untuk menolak pengobatan atau perawatan serta tindakan medik
Dokter atau rumah sakit tidak bleh memaksa pasien untk menerma suatu
tindakan. Bila setelah pasen dberipenjelasan tetap menolak, maka pasien harus
menandatangani pernyataan penolakan itu.
Dalam hal ini dimasukkan hak pasien untuk menghentikan perawatan dan
pengban atas drinya meskipu tidak juga diterapkan seara kaku, missal karena
kekurangan biaya.
6. Hak atas second opinion
Second opinion bukanlh betuk ketidakpercaaan atau pun pelecehan
terhadap dokter yang merawat, melainkan sebagai perwujudan hak asasi pasien
untuk memperoleh perawatan/pengobatanyang dikehendakinya.
7. Hak untuk mengetahui isi rekam medic
Secara umum elah dietahui bahwarekam medic merupakan milik pasien.
Apabila ada pasien dan keluarganya ynag ingin mengetahui isi rekam medic
tersebut, maka pasien harus membuat izin tertulis atau surat kuasa untuk itu.
Dibeberapa Negara menganut kebebasan individu secara mutlak, hak ini

dilaksanakan denga sangat ketat sehingga seorang suami pun tidak bisa demikian
saja memperoleh rahasia medic istrinya.